Sabat 28 Juni 2025
RENUNGAN PENDAHULUAN
PRAJURIT KRISTUS
“Karena itu pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.” Efesus 6:13-17
Para prajurit yang terlibat dalam pertempuran harus menghadapi kesulitan dan kesukaran. Mereka diberi makanan kasar, dan itu pun sering kali dalam jumlah terbatas. Mereka harus berjalan jauh, hari demi hari, melewati jalan yang kasar dan di bawah terik matahari, berkemah di malam hari, tidur di tanah yang gersang, hanya dengan naungan dari langit, terpapar hujan lebat dan embun beku yang dingin, lapar, lemah, kelelahan, terkadang menjadi sasaran musuh, terkadang dalam pertempuran yang mematikan. Dengan demikian mereka belajar apa arti kesukaran. Mereka yang mendaftar dalam pasukan Kristus juga diharapkan untuk melakukan pekerjaan yang sulit, dan menanggung cobaan yang menyakitkan dengan sabar demi Kristus. Namun mereka yang menderita bersama-Nya juga akan memerintah bersama-Nya.
Lalu, siapa di antara kita yang telah memasuki dinas untuk mengharapkan kemudahan hidup, untuk tidak bertugas kapan pun kita mau, menyingkirkan baju zirah prajurit dan mengenakan pakaian sipil, tidur di tempat tugas, dan dengan demikian mencemarkan nama baik Tuhan? Orang-orang yang suka kemudahan tidak akan mempraktikkan penyangkalan diri dan kesabaran; dan ketika orang-orang dibutuhkan untuk melakukan pukulan-pukulan hebat bagi Tuhan, mereka tidak siap untuk menjawab, “Ini aku; utuslah aku.” Pekerjaan yang keras dan melelahkan harus dilakukan, tetapi diberkatilah mereka yang siap melakukannya ketika nama mereka dipanggil. Tuhan tidak akan memberi pahala kepada pria dan wanita di akhirat karena berusaha untuk merasa nyaman dalam hal ini.
Kita sekarang berada di medan perang. Tidak ada waktu untuk beristirahat, tidak ada waktu untuk bersantai, tidak ada waktu untuk memanjakan diri sendiri. Setelah memperoleh satu keuntungan, Anda harus bertempur lagi; Anda harus terus menaklukkan dan menaklukkan, mengumpulkan kekuatan baru untuk perjuangan baru. Setiap kemenangan yang diperoleh memberikan peningkatan keberanian, keyakinan, dan tekad. Melalui kekuatan Ilahi Anda akan terbukti lebih dari sekadar lawan bagi musuh-musuh Anda. — The Signs of the Times, 7 September 1891
Roh Kudus dan umat yang sisa
(Catatan: Bacaan ini hendak menunjukkan bahwa Ellen G. White jauh-jauh hari meramalkan bahwa Tugas menuntun orang-orang percaya untuk menjadi satu pikiran, satu jiwa, bersatu dalam mengasihi Allah dan memelihara hukumNya adalah tugas guru-guru kebenaran)
“Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga, Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.” (Wahyu 18:1)
Kita melihat di hadapan kita satu pekerjaan khusus untuk dilakukan. Kita harus berdoa meminta tuntunan Roh Kudus. Marilah kita mencari Tuhan dengan segenap hati, supaya kita bisa menemukan Dia. Kita telah menerima terang pekabaran tiga malaikat; dan sekarang kita perlu datang dengan pasti ke depan dan mengambil posisi di pihak kebenaran….
Pengetahuan tentang Allah yang menyelamatkan akan menyelesaikan pekerjaan menyucikan pada pikiran dan hati dari setiap orang percaya. Firman berkata: “Maka Aku akan memercikkan air bersih ke atasmu dan kau akan bersih.”….Inilah turunnya Roh Kudus, diutus Allah untuk melakukan tugasNya. Rumah Israel harus diilhami dengan Roh Kudus dan dibabtiskan dengan kasih karunia keselamatan.
Ditengah tangisan yang membingungkan, “ Lihat, Kristus disini! Lihat, Kristus ada di sana! Akan muncul satu kesaksian khusus, satu pekabaran kebenaran yang khusus yang cocok untuk zaman ini, pekabaran mana yang harus diterima, dipercaya dan dipraktekkan….Kebenaran Firman yang kekal akan tampil bebas dari semua kesalahan yang menggairahkan dan penafsiran spiritual, bebas dari semua gambaran memikat. Kepalsuan akan disodorkan untuk mendapat perhatian umat Allah, tetapi kebenaran harus tetap terselubung dalam pakaiannya yang indah dan murni. Firman tidak boleh disamakan dengan hal-hal biasa…..
Pernyataan injil adalah satu-satunya cara di mana Allah dalam menggunakan manusia sebagai alat-alatNya bagi keselamatan jiwa-jiwa. Bilamana pria dan wanita serta anak-anak menyatakan Injil, Tuhan akan membuka mata yang buta untuk melihat rencanaNya dan akan menuliskan hukumNya ke dalam hati yang benar-benar menyesal. Roh Allah yang menghidupkan, bekerja melalui agen-agen manusia, menuntun orang-orang percaya untuk menjadi satu pikiran, satu jiwa, bersatu dalam mengasihi Allah dan memelihari hukumNya — bersiap-siap di bawah ini untuk masa mendatang….
Biarlah pekerjaan mengabarkan Injil Kristus dibuat efisien oleh agane Roh Kudus. Firman yang hidup adalah pedang Roh itu. Belas kasihan dan pertimbangan akan diberikan dari surga. Pekerjaan pemeliharaan akan dinyatakan baik dalam kemurahan hati maupun dalam pengadiolan —– Review and Herald, 13 Okt. 1904.
“Waktu Hampir Selesai”
(Catatan: Tulisan ini menggambarkan bahwa para juru kabar itu tidaklah salah bila tulisannya tidaklah segera tergenapi, mereka hanya menyampaikan sesuai yang dibukakan kepada mereka dengan pengertian saat menuliskannya)
Sebuah pernyataan yang diterbitkan pada tahun 1851 dalam buku Experience and Views, dan ditemukan di halaman 49 [halaman 58, edisi sekarang] dari Early Writings dikutip sebagai bukti bahwa kesaksian saya salah:
“Saya melihat bahwa waktu bagi Yesus untuk berada di tempat maha kudus sudah hampir habis, dan waktu itu hanya tinggal sedikit lagi.”
Ketika topik ini disampaikan di hadapan saya, periode pelayanan Kristus tampaknya hampir selesai. Apakah saya dituduh berdusta karena waktu telah berjalan lebih lama daripada yang ditunjukkan oleh kesaksian saya? Bagaimana dengan kesaksian Kristus dan para murid-Nya? Apakah mereka tertipu?
Paulus menulis kepada jemaat di Korintus: “
Tetapi aku berkata kepadamu, saudara-saudara, waktunya tinggal sedikit, yaitu: mereka yang mempunyai istri, hidup seolah-olah tidak mempunyai istri, dan mereka yang menangis, hidup seolah-olah tidak menangis, dan mereka yang bergembira, hidup seolah-olah tidak bergembira.” (1 Korintus 7:29, 30).
Sekali lagi, dalam suratnya kepada jemaat di Roma, ia berkata:
“Malam telah berlalu, dan siang sudah dekat; karena itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang.” (Roma 13:12).
Dan dari Patmos, Kristus berbicara kepada kita melalui Yohanes yang terkasih:
“Berbahagialah dia yang membacanya dan mereka yang mendengar perkataan perkataan dari nubuat ini dan menuruti apa yang tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” (Wahyu 1:3). “Tuhan, Allah para nabi yang kudus, telah mengutus malaikat-Nya untuk memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Lihatlah, Aku datang segera, dan berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini.” (Wahyu 22:6, 7).
Para malaikat Tuhan dalam pesan-pesan mereka kepada manusia menggambarkan waktu yang sangat singkat. Demikianlah yang selalu disampaikan kepada saya. Memang benar bahwa waktu telah berjalan lebih lama daripada yang kita harapkan pada masa-masa awal pesan ini. Juruselamat kita tidak muncul secepat yang kita harapkan. Tetapi apakah firman Tuhan telah gagal? Tidak pernah! Haruslah diingat bahwa janji-janji dan ancaman-ancaman Allah sama-sama bersyarat.
Allah telah memberikan kepada umat-Nya suatu pekerjaan yang harus diselesaikan di bumi. Pesan malaikat ketiga akan diberikan, pikiran orang-orang percaya akan diarahkan ke tempat kudus surgawi, di mana Kristus telah masuk untuk mengadakan pendamaian bagi umat-Nya. Reformasi Sabat adalah untuk harus diteruskan. Pelanggaran terhadap hukum Allah harus diperbaiki. Pesan itu harus diberitakan dengan suara nyaring, sehingga semua penduduk bumi dapat menerima peringatan itu. Umat Allah harus menyucikan jiwa mereka melalui ketaatan pada kebenaran, dan bersiap untuk berdiri tanpa kesalahan di hadapan-Nya pada saat kedatangan-Nya.
Seandainya orang-orang Advent, setelah kekecewaan besar pada tahun 1844, berpegang teguh pada iman mereka, dan mengikuti secara bersatu di dalam pemeliharaan Allah yang membuka, menerima pekabaran dari malaikat ketiga dan di dalam kuasa Roh Kudus yang menyatakannya kepada dunia, mereka akan melihat keselamatan dari Allah, Tuhan akan bekerja dengan penuh kuasa dengan usaha mereka, pekerjaan itu akan diselesaikan, dan Kristus akan datang kembali untuk menerima umat-Nya sebagai pahala.
Tetapi dalam periode keraguan dan ketidakpastian yang mengikuti kekecewaan tersebut, banyak orang percaya yang baru percaya menyerahkan iman mereka. Perselisihan dan perpecahan muncul. Mayoritas menentang dengan suara dan pena terhadap beberapa orang yang, mengikuti pemeliharaan Allah, menerima reformasi Sabat dan mulai memberitakan pekabaran malaikat ketiga. Banyak orang yang seharusnya mencurahkan waktu dan talenta mereka untuk satu tujuan yaitu memberikan peringatan kepada dunia, justru sibuk menentang kebenaran Sabat, dan sebagai gantinya, tenaga para pembela kebenaran Sabat harus dihabiskan untuk menjawab para penentang itu dan membela kebenaran. Demikianlah pekerjaan itu terhalang, dan dunia dibiarkan dalam kegelapan. Sekiranya seluruh tubuh Advent bersatu di atas perintah-perintah Allah dan iman Yesus, maka alangkah berbedanya sejarah kita!
Bukanlah kehendak Allah bahwa kedatangan Kristus harus ditunda. Allah tidak merancang agar umat-Nya, Israel, mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun. Dia berjanji untuk memimpin mereka langsung ke tanah Kanaan, dan menjadikan mereka umat yang kudus, sehat, dan bahagia di sana. Tetapi mereka yang pertama kali diberitakan tentang hal ini, tidak pergi “karena ketidakpercayaan” (Ibrani 3:19). Hati mereka dipenuhi dengan sungut-sungut, pemberontakan, dan kebencian, dan Dia tidak dapat menggenapi perjanjian-Nya dengan mereka.
Selama empat puluh tahun ketidakpercayaan, sungut-sungut, dan pemberontakan telah menghalangi Israel kuno untuk masuk ke tanah Kanaan. Dosa dosa yang sama telah menunda masuknya Israel modern ke dalam Kanaan surgawi. Dalam kedua kasus tersebut, bukan janji Allah yang salah. Ketidakpercayaan, keduniawian, ketidakkudusan, dan perselisihan di antara umat Tuhan yang mengaku sebagai umatNya yang telah membuat kita tetap berada di dunia yang penuh dosa dan kesedihan selama bertahun-tahun.
Ada dua kutipan lain yang dikatakan terdapat dalam buku saya yang pertama, tetapi tidak diberikan dalam tulisan saya yang kemudian. Mengenai hal ini, saya hanya akan mengatakan, ketika saya dapat memperoleh sebuah buku yang memuatnya, sehingga saya dapat diyakinkan akan kebenaran kutipan-kutipan tersebut dan dapat melihat sendiri hubungannya, saya akan siap untuk berbicara dengan penuh pengertian tentang hal itu.
…….. —— Selected Messages jld 1, Bab 5 hal 66-70
Hal yang sama dengan pengalaman pernyataan Paulus kita juga dapat dari tulisan Ellen G. White yang mengira waktunya akan tergenapi dalam masanya:
Kepada saya telah ditunjukkan sekelompok orang yang hadir pada rapat General Conference. Berkata malaikat itu. “Sebagian menjadi makanan untuk cacing, sebagian menjadi sasaran dari tujuh bela terakhir, sebagian akan tetap hidup dan bertahan di bumi untuk diubahkan pada kedatangan Yesus.”— 1T 131, 132 (1856). PAZ 21.5
Karena waktunya singkat maka kita harus bekerja dengan rajin dan dengan tenaga berlipat ganda. Anak-anak kita mungkin tidak sempat lagi memasuki perguruan tinggi – 3T 159 (1872). PAZ 22.1
Sungguh tidaklah bijaksana untuk mempunyai anak sekarang ini. Waktunya singkat, bahaya akhir zaman sudah datang menimpa kita, dan anak-anak kecil kebanyakan akan binasa sebelum ini. — Surat 48, 1876. PAZ 22.2
Dengan umur dunia sekarang ini, sementara babak-babak sejarah dunia segera berakhir dan kita memasuki masa kesusahan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, maka makin sedikit ikatan pernikahan diadakan akan lebih baik bagi semua orang, laki-laki maupun perempuan. — 5T 366 (1885). PAZ 22.3
Akan tiba saatnya; tidak lama lagi dari sekarang, maka sebagian dari kita yang percaya akan tetap hidup di dunia ini, dan akan menyaksikan kegenapan yang sudah dinyatakan itu, serta mendengar suara penghulu malaikat dan bunyi sangkakala Allah yang akan bergema dari pegunungan, dari dataran dan dari lautan sampai ke ujung bumi. — RH, 31 Juli 1888. PAZ 22.4
Masa pencobaan sudah ada di hadapan kita, karena seruan nyaring malaikat ketiga sudah dimulai dalam penyataan kebenaran Kristus, yaitu Penebus yang mengampuni dosa. — 1 SM 363 (1892). PAZ 22.5
Pelajaran dari pengalaman bangsa Israel setelah tiba di tanah Kanaan, masa akhir hidup Yosua
(Catatan: Suatu pelajaran berharga untuk siswa 40 hari tentang kesetiaan, dan kekonsistenan berjuang, berhati-hati di dalam masa ketenangan, masa contoh dari 120 tahun zaman air bah)
Beberapa tahun telah berlalu sejak orang banyak itu menetap di tanah pusaka mereka, dan sudah dapat dilihat munculnya dosa-dosa yang sama yang hingga saat itu telah mendatangkan hukuman ke atas diri Israel. Apabila Yusak merasakan kelemahan-kelemahan masa tuanya menghinggapi dirinya, dan menyadari bahwa pekerjaannya segera akan berakhir, ia dipenuhi oleh rasa cemas akan masa depan bangsanya. Dengan disertai suatu perhatian yang lebih daripada seorang bapa ia telah memberikan pesannya kepada mereka, sementara mereka berkumpul mengelilingi pemimpin mereka yang sudah tua itu. “Maka kamu sudah melihat,” katanya, ‘segala sesuatu yang telah diperbuat Tuhan Allahmu, akan segala bangsa ni karena kamu; bahwa sesungguhnya Tuhan Allahmu, juga yang telah berperang karena kamu.” Sekalipun bangsa Kanani telah ditaklukkan, mereka masih menguasai sebahagian daripada negeri yang telah dijanjikan kepada Israel, dan Yusak telah menasihatkan bangsanya itu agar jangan merasa puas, dan melupakan perintah Tuhan untuk sama sekali mengusir bangsa-bangsa kapir ini. PB2 117.2
Orang banyak itu pada umumnya lambat dalam menyempurnakan pekerjaan untuk mengusir orang kapir itu. Suku-suku bangsa itu telah terpencar ke tanah pusaka mereka, bala tentara telah dibubarkan, dan usaha untuk mengadakan peperangan lagi dianggap sebagai satu pekerjaan yang sulit dan meragukan. Tetapi Yusak mengumumkan: “Maka Tuhan Allahmu, juga akan menghalaukan mereka itu kelak dari hadapanmu dan membuang mereka itu dari tanah miliknya di hadapan kamu, dan kamupun akan beroleh tanah mereka itu akan bahagian pusaka, setuju dengan firman Tuhan Allahmu, yang kepadamu. Maka sebab itu hendaklah kamu merajinkan dirimu sangat dalam memeliharakan dan melakukan segala sesuatu yang tersebut dalam kitab torat Musa dengan tiada menyimpang daripadanya ke kiri atau ke kanan.” PB2 117.3
Yusak mengajak orang banyak itu sendiri untuk menjadi saksi bahwa, selama mereka memenuhi syarat-syaratnya, Allah telah dengan setia menggenapi janji-janjiNya kepada mereka. “Maka kamu ketahui dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,” katanya, “bahwa sepatah katapun tiada hilang daripada segala perkataan yang baik, yang telah dikatakan Tuhan Allahmu, akan hal kamu, bahwa semuanya telah berlaku atas kamu dan sepatah katapun tiada hilang daripada sekalian itu.” Ia menyatakan kepada mereka bahwa sebagaimana Tuhan telah menggenapi janji-janjiNya, demikian pula Ia akan melaksanakan ancaman-ancamanNya. “Tetapi akan jadi kelak, seperti telah berlaku atas kamu segala perkara yang baik, yang firman Tuhan Allahmu, akan hal kamu, demikianpun akan dilakukan Tuhan atas kamu segala perkara yang jahat.. . . Jikalau kiranya kamu melangkahkan perjanjian Tuhan, . . . niscaya murka Tuhan akan bernyala-nyala kepadamu, maka dengan segera juga kamu akan binasa dari dalam negeri yang baik, yang telah dikaruniakannya kepadamu itu.” PB2 118.1
Setan menipu banyak orang dengan teori yang masuk di akal, bahwa kasih Allah bagi umatnya begitu besar sehingga Ia akan memaafkan dosa yang ada di dalam diri mereka; ia menyatakan bahwa sungguhpun ancaman-ancaman firman Allah itu mempunyai maksud tertentu di dalam pemerintahan moralNya, semuanya itu tidak akan dilaksanakan dengan sesungguhnya. Tetapi di dalam segala perlakuanNya dengan mahluk-mahlukNya, Allah telah mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dengan menyatakan dosa dalam tabiat yang sebenarnya—oleh menunjukkan bahwa akibatnya yang pasti adalah penderitaan dan kematian. Keampunan yang tidak bersyarat tidak pernah ada dan tidak pernah akan ada. Keampunan seperti itu akan menunjukkan tidak berlakunya prinsip-prinsip kebenaran yang menjadi dasar daripada pemerintahan Allah. Itu akan memenuhi semesta alam yang tidak pernah berbuat dosa dengan keadaan yang kacau balau. Allah dengan setia telah menunjukkan akibat-akibat dosa, dan jikalau amaran-amaran ini tidak benar, bagaimanakah kita dapat merasa pasti bahwa janji-janjiNya akan digenapi? Apa yang disebut sebagai kemurahan jikalau itu menyisihkan keadilan, bukanlah kemurahan, melainkan kelemahan. PB2 118.2
….
“Tiada juga boleh kamu berbuat bakti kepada Tuhan,” kata Yusak, “karena Ialah Allah yang maha suci; . . . Maka tiada Ia akan mengampuni salahmu dan dosamu.” Sebelum pembaharuan yang tetap bisa diadakan, orang banyak itu harus dipimpin untuk merasakan akan ketidak-sanggupan mereka, oleh mereka sendiri, untuk menurut Tuhan. Mereka telah melanggar hukumNya, itu telah menghukum mereka sebagai pelanggar-pelanggar, dan itu tidak menyediakan jalan untuk melepaskan diri. Sementara mereka berharap kepada kekuatan dan kebenaran mereka sendiri, maka tidak mungkin bagi mereka memperoleh keampunan dari dosa-dosa mereka; mereka tidak dapat memenuhi tuntutan-tuntutan hukum Allah yang sempurna itu, dan adalah sia-sia bagi mereka untuk berjanji melayani Allah. Hanyalah oleh iman dalam Kristus dimana mereka bisa memperoleh keampunan dari dosa, dan menerima kekuatan untuk menurut hukum Allah. Mereka harus berhenti bergantung kepada usaha mereka untuk memperoleh keselamatan, mereka harus dengan sepenuhnya berharap kepada jasa Juruselamat yang telah dijanjikan itu, jikalau mereka mau diterima oleh Allah.—-PB2 120.2
Setelah bermukim di Kanaan, suku-suku bangsa itu tidak mengadakan usaha yang bersemangat untuk menyempurnakan penaklukan negeri itu. Merasa puas dengan daerah yang diperoleh, semangat mereka menurun, dan peperanganpun tidak dilanjutkan. “Maka sesungguhnya apabila kuatlah orang Israel, diletakkannya upeti kepada orang Kanani, tetapi sekali-kali tidak dihalaukannya.” Hakim 1:28. —–PB2 143.1
Dengan setia Tuhan telah menggenapi, di pihakNya, janji-janji yang telah diadakan dengan Israel; Yusak telah menghancurkan kekuasaan bangsa Kanani, dan telah membagikan negeri itu kepada suku-suku bangsa. Tinggallah bagi mereka, dengan berharap kepada jaminan pertolongan ilahi, menyempurnakan pekerjaan mengusir penduduk negeri itu. Tetapi hal ini telah gagal mereka lakukan. Dengan mengadakan persetujuan dengan bangsa Kanani mereka secara langsung telah melanggar perintah Allah, dan dengan demikian telah gagal memenuhi syarat atas mana Ia telah berjanji untuk menempatkan mereka sebagai pemilik tanah Kanaan. PB2 143.2
Sejak pertemuan yang pertama antara Allah dengan mereka di Sinai, mereka telah diamarkan terhadap penyembahan berhala. Segera setelah diumumkannya hukum itu, kabar telah dikirimkan kepada mereka oleh Musa, sehubungan dengan bangsa-bangsa Kanani: “Jangan kamu menyembah sujud kepada dewata mereka itu atau berbuat bakti kepadanya, dan jangan kamu menurut perbuatan mereka itu, melainkan hendaklah kamu menumpas mereka itu sama sekali, dan menghancur-luluhkan segala berhalanya. Maka hendaklah kamu berbuat bakti kepada Tuhan Allahmu, maka Iapun akan memberkati rotimu dan airmu, dan segala penyakit akan kulalukan kelak dari antara kamu.” Keluaran 23:24, 25. Jaminan telah diberikan bahwa selama mereka tinggal setia, Allah akan menaklukkan musuh-musuh mereka di hadapan mereka: “Maka kegentaran akan Daku kusuruhkan kelak berlaku di hadapanmu, dan Aku akan mengharubirukan segala bangsa yang kamu datangi, dan Aku mengadakan kelak bahwa segala musuhmu akan menundukkan tengkuknya kepadamu. Dan lagi Aku akan menyuruhkan bala kebinasaan di hadapanmu, yaitu akan menghalaukan segala orang Hewi dan Kanani dan Heti dari hadapanmu. Bukan dalam setahun jua lamanya Aku akan menghalaukan mereka itu dari hadapanmu, supaya jangan negeri itu sunyi senyap dan segala margasatwapun jangan diperbanyakkan atas kamu. Dengan pelahan-lahan Aku hendak menghalaukan mereka itu dari hadapanmu, sekadar kamu bertambah-tambah dan mempusakai negeri itu. . . . Karena segala orang isi negeri itu akan kuserahkan ke tanganmu, supaya dihalaukan olehmu dari hadapanmu. Maka jangan kamu berjanji-janjian dengan mereka itu atau dengan segala dewanya. Jangan mereka itu duduk dalam negerimu, supaya jangan diadakannya kamu berdosa kepadaku, jikalau kiranya kamu berbuat bakti kepada dewata mereka itu, niscaya ia itu akan menjadi suatu jerat bagimu.” Keluaran 23:27-33. Petunjuk-petunjuk ini telah diulangi kembali oleh Musa dengan cara yang paling khidmat sebelum kematiannya, dan semuanya itu telah diulangi lagi oleh Yusak. PB2 143.3
Tetapi dengan tidak mempedulikan masa depan mereka yang gemilang itu, mereka telah memilih hidup senang-senang dan memanjakan diri; mereka membiarkan kesempatan mereka untuk menyelesaikan penaklukan negeri itu berlalu begitu saja; dan beberapa generasi lamanya mereka telah menjadi menderita oleh sisa-sisa daripada bangsa penyembah berhala itu, yang seperti telah diramalkan nabi itu, menjadi seperti “duri dalam mata mereka,” dan seperti “penyucuk pada lambung mereka.” Bilangan 33:55. ——PB2 144.2
KRISTEN SEJATI
(Catatan: bacaan ini menunjukkan bahwa masa 40 hari pendidikan dimaksudkan untuk membentuk pekerja-pekerjaNya KRISTEN SEJATI)
Bacaan pembuka :
Review and Herald, vol. 6, p. 45.
“Jesus menyelamatkan manusia, b u k a n dalam dosa, melainkan d a r i dosa; maka orang-orang yang mengasihi DIA, hendaknya memperlihatkan kasih mereka itu melalui p e n u r u t a n.”
2 Selected Messages, p. 55.
“Ujian-ujian yang menakutkan serta cobaan-cobaan sedang menunggui umat Allah. Semangat perang sedang menghasut segala bangsa dari hujung bumi ke hujung bumi. Tetapi pada puncak dari masa kesusahan itu yang akan datang — suatu masa kesusahan yang sedemikian itu belum pernah jadi semenjak dari berdirinya sesuatu bangsa —- umat Allah akan tetap berdiri teguh. Setan dan malaikat-malaikatnya tidak dapat membinasakan mereka, karena malaikat-malaikat yang lebih berkuasa akan melindunginya.”
Bacaan singkat di atas mengatakan ada ujian-ujian serta cobaan-cobaan sedang menunggui umat Allah, …. bila Tuhan sudah mengetahui apa yang akan terjadi, mengapakah semua ini tidak dihalangi atau dihindarkan dari umatNya? Kutipan-kutipan berikut memberikan gambaran jawaban kepada kita:
PEKERJAAN SETAN
Semua orang yang menghargai kepentingan kekal mereka harus berjaga-jaga terhadap masuknya skeptisme atau rasa ragu-ragu dan rasa curiga. Pilar-pilar kebenaran akan diserbu. Mustahil untuk menghindar dari jangkauan cemoohan dan tipudaya dan pengajaran kekafiran modern yang palsu dan tersembunyi. Setan menyesuaikan pencobaannya kepada semua golongan. Ia menyerang yang buta huruf dengan lelucon dan ejekan, sementara kaum terpelajar dihadapinya dengan argumentasi-argumentasi ilmiah dan falsafah, dengan tujuan untuk membangkitkan ketidakpercayaan atau menghinakan Alkitab. Bahkan orang muda yang kurang berpengalamanpun berani menyatakan keraguannya terhadap prinsip-prinsip fundamental Kekristenan. Dan ketidakpercayaan pemuda ini, walaupun sifatnya dangkal, mempunyai pengaruh. Banyak yang dituntun untuk menertawakan iman leluhur mereka, dan menghina Roh kasih karunia. (Ibrani 10:29). Banyak kehidupan manusia yang sebenarnya bisa menjadi pujian bagi Allah dan berkat bagi dunia ini, telah dirusak oleh kebusukan kefasikan. Semua orang yang percaya kepada keputusan pertimbangan manusia, dan yang merasa mereka mampu untuk menerangkan misteri Ilahi, terperosok ke dalam jerat Setan.—Kemenangan Akhir 632
“Segala perkara itu sudah berlaku atas mereka itu menjadi teladan, dan yang telah tersurat seperti nasihat bagi kita, orang akhir zaman. Sebab itu siapa yang menyangka dirinya itu tegak, hendaklah ia beringat jangan ia jatuh.” 1 Korinti 10:11, 12. Setan mengetahui dengan baik materi yang harus dihadapinya di dalam hati manusia. Ia mengetahui—karena ia telah mempelajarinya dengan sungguh-sungguh selama beribu-ribu tahun —titik-titik kelemahan yang paling mudah untuk dikalahkannya di dalam setiap manusia; dan sepanjang generasi-generasi berikutnya ia telah berhasil menjatuhkan orang-orang yang paling kuat, penghulu-penghulu Israel, oleh pencobaan yang sama yang sangat berhasil di Baal-Peor. Sepanjang zaman terlihat puing-puing tabiat orang-orang yang telah kandas di atas batu karang pemanjaan nafsu. Apabila kita mendekati kesudahan zaman, apabila umat Allah berdiri di perbatasan Kanaan sorgawi, setan akan, seperti pada zaman dulu, melipatgandakan usahanya untuk menghalangi mereka memasuki tanah yang baik itu. Ia meletakkan jeratnya bagi setiap jiwa. Bukan hanya orang-orang yang bodoh dan yang tidak terdidik saja yang harus berjaga-jaga, ia akan menyediakan penggodaannya bagi mereka yang berada pada jabatan yang tertinggi, dalam jabatan yang paling suci; jikalau ia dapat menuntun mereka untuk menodai jiwa mereka, maka ia, melalui mereka, akan dapat membinasakan banyak orang. Dan ia menggunakan alat-alat yang sama sekarang ini seperti yang telah dipakainya tiga ribu tahun yang telah silam. Oleh pergaulan duniawi, oleh kecantikan, oleh mencari kepelesiran, pesta-pora, atau cawan anggur, ia menggoda manusia untuk melanggar hukum yang ketujuh. —–PB2 51.1
PINTU MASUK SETAN MEMPENGARUHI
Dengan bergaul dengan penyembah-penyembah berhala serta ikut dalam upacara-upacara pesta mereka dimana bangsa Ibrani telah dituntun untuk melanggar hukum Allah dan mendatangkan hukumanNya ke atas bangsa itu. Demikian pula sekarang ini adalah oleh menuntun pengikut-pengikut Kristus untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak bertuhan, dan ikut serta dalam kepelesiran mereka dimana setan paling berhasil dalam menjatuhkan mereka ke dalam dosa. “Keluarlah kamu dari antara orang kapir, dan bercerailah kamu, kata firman Tuhan, dan jangan menyentuh barang yang najis.” 2 Korinti 6:17. Tuhan menuntut umatNya sekarang ini untuk berbeda dari dunia dalam kebiasaan, dalam adat dan prinsip, seperti halnya Ia telah menuntut Israel pada zaman dahulu. Jikalau mereka setia mengikuti ajaran-ajaran firmanNya, perbedaan ini akan terlihat; itu tidak bisa menjadi sebaliknya. Amaran-amaran yang telah diberikan kepada bangsa Ibrani terhadap pergaulan dengan orang kapir tidaklah lebih ketat dan lebih tegas daripada amaran-amaran yang melarang orang-orang Kristen untuk meniru-niru roh dan adat kebiasaan orang-orang yang tidak bertuhan. Kristus berkata kepada kita, “Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia.” 1 Yohanes 2:15. “Persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.” Yakub 4:4. Pengikut-pengikut Kristus harus memisahkan diri dari orang-orang berdosa, memilih untuk bersahabat dengan mereka hanya bilamana ada kesempatan untuk berbuat kebajikan kepada mereka. Kita harus berusaha sedapat-dapatnya menjauhkan diri dari persahabatan dengan mereka yang akan memberikan pengaruh yang akan memalingkan kita dari Tuhan. Sementara kita berdoa, “Jangan bawa kami ke dalam pencobaan,” kita harus menjauhkan diri dari pencobaan sedapat-dapatnya.—PB2 52.1
Banyak orang yang sedang berbuat kesalahan yang sama. Di dalam memilih sebuah rumah mereka lebih mementingkan keuntungan-keuntungan duniawi yang fana lebih daripada pengaruh-pengaruh sosial dan akhlak yang akan mengelilingi mereka dan keluarga mereka. Mereka memilih satu daerah yang indah dan subur atau pindah ke kota yang makmur dengan harapan akan dapat memperoleh kemakmuran yang lebih besar; tetapi anak-anak mereka dikelilingi oleh pencobaan-pencobaan dan terlalu sering mereka mengadakan pergaulan yang tidak baik pengaruhnya terhadap perkembangan hidup rohani mereka dan pembentukan satu tabiat yang benar. Suasana akhlak yang merosot, sikap tidak percaya, sikap acuh tak acuh akan hal-hal keagamaan, mempunyai satu kecenderungan untuk meniadakan pengaruh orang tua. Contoh-contoh daripada pemberontakan terhadap wewenang orang tua dan ilahi, ada di hadapan mata orang-orang muda; banyak yang mengadakan persekutuan dengan orang-orang kapir dan orang-orang yang tidak percaya, dan menetapkan nasib mereka bersama sama dengan musuh Allah. ——PB1 168.1
PETUNJUK MENANG
Kristus memberikan satu-satunya syarat yang dapat memberi peluang bagi penghulu itu untuk menyempurnakan suatu tabiat Kristen. Perkataan-Nya merupakan perkataan akal budi, meskipun tampaknya keras dan banyak tuntutannya. Dalam menerima dan mentaatinya terdapatlah satu-satunya harapan keselamatan bagi penghulu itu. Kedudukannya yang tinggi serta hartanya sedang mempengaruhi tabiatnya kepada Kejahatan. Jika dipelihara dalam hati, hal itu akan menggantikan Allah dalam kasih-Nya. —–KSZ2 138.1
Di suatu daerah yang sunyi ia tinggal, di antara bukit-bukit yang tandus, jurang-jurang yang dalam, dan gua-gua batu. Tetapi adalah kemauannya sendiri untuk meninggalkan segala kesenangan dan kemewahan hidup demi disiplin yang keras di padang belantara. Di sana keadaan di sekelilingnya cocok bagi kebiasaan-kebiasaan kesederhanaan dan penyangkalan diri. Dalam keadaan tidak terganggu oleh keramaian dunia, ia dapat mempelajari pelajaran-pelajaran dari alam kejadian, dari wahyu dan dari Allah. Perkataan malaikat kepada Zakharia itu telah sering diulangi kepada Yohanes oleh ayah bundanya yang beribadah itu. Sejak kecil tugasnya itu telah dinyatakan kepadanya, dan ia telah menerima kewajiban yang kudus itu. Baginya kesunyian padang belantara itu merupakan suatu tempat menjauhkan diri dari masyarakat di mana kecurigaan, sikap kurang percaya, dan percabulan yang sudah hampir merata. Ia tidak percaya pada kuasanya sendiri untuk melawan pencobaan, dan menjauhkan diri dari hubungan yang tetap dengan dosa, agar ia jangan kehilangan rasa akan kedahsyatan dosa itu. ———KSZ1 92.2
COBAAN ADALAH SARANA UNTUK MEMPEROLEH KRISTEN YANG SEJATI
Kata-kata Juruselamat mengandung kata penghiburan juga bagi mereka yang sedang menderita kesengsaraan atau belasungkawa. Kesusahan kita tidak meloncat keluar dari dalam tanah. Allah “tidak rela menyusahkan atau mendukakan anak manusia.” Bilamana Dia mengizinkan pencobaan dan penderitaan, itu “adalah untuk keberuntungan kita agar kita mengambil bagian dalam kesucian-Nya.” Jika diterima dalam iman, pencobaan yang nampaknya begitu pahit dan berat dipikul, akan menjadi satu berkat. Pukulan kejam yang merusak kegembiraan dunia akan menjadi sarana mengarahkan pandangan kita ke surga. Berapa banyak orang berada di sana yang tidak pernah mengenal Yesus kalau bukan kesusahan yang menuntun mereka untuk mencari hiburan dalam Dia. —-PYM 19.3
Kristuslah satu-satunya orang yang tidak berdosa yang pernah tinggal di dunia ini, namun hampir tiga puluh tahun lamanya Ia hidup di antara penduduk Nazaret yang jahat. Kenyataan ini merupakan suatu teguran bagi orang-orang yang mengira bahwa mereka bergantung pada tempat, nasib, atau kemakmuran, agar dapat hidup dengan tiada bercacat. Pencobaan, kemiskinan, kemelaratan, justru merupakan disiplin yang diperlukan untuk mengembangkan kesucian dan keteguhan. —— KSZ1 62.3
Rintangan, provokasi, dan kesulitan yang kita temui, mungkin terbukti bagi kita, bukan kutukan, tetapi berkat terbesar dalam hidup kita; karena karakter termegah dibangun di tengah kesulitan dan cobaan. Tetapi itu harus diterima sebagai pelajaran praktis di sekolah Kristus. Setiap godaan yang ditolak, setiap cobaan yang ditanggung dengan berani, memberi kita pengalaman baru dan memajukan kita dalam pekerjaan pembangunan karakter. Kita memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang cara kerja Setan, dan tentang kekuatan kita sendiri untuk mengalahkannya melalui anugerah ilahi. —— Di Tempat Surgawi, halaman 46.
PADA DASARNYA COBAAN YANG DIHADAPI BUKANLAH PENDERITAAN DAN KESENGSARAAN
Penderitaan dan Kesengsaraan Tidak Dimaksudkan Allah. Banyak orang menyesali Allah karena dunia begitu penuh dengan kekurangan dan penderitaan, tetapi Allah tidak pernah bermaksud agar kesengsaraan ini ada. Dia tidak pernah maksudkan agar seseorang harus mempunyai hidup yang berkelimpahan dengan kesenangan sementara anak-anak orang lain merengek minta makan. Allah itu adalah Allah yang penuh kebajikan. — Testimonies, jld. 6, hlm. 273. —- PyM 15.4.
Allah telah menciptakan manusia menjadi pelayan-Nya, dan Dia tidak akan dituntut karena penderitaan, kesengsaraan, ketelanjangan, dan kekurangan umat manusia. Tuhan telah membuat cukup persediaan bagi semua orang, Dia telah memberikan kepada ribuan orang sejumlah besar perbekalan dengan mana meringankan kekurangan teman-teman mereka; tetapi orang-orang yang sudah diangkat menjadi pelayan tidak tahan uji, karena mereka gagal meringankan penderitaan dan membebaskan yang berkekurangan. —— PyM 16.1
Sekiranya manusia melakukan tugasnya selaku pelayan yang setia untuk harta Tuhan, tidak akan ada tangisan untuk roti, tidak ada penderitaan dalam kemiskinan, tidak ada yang telanjang berkekurangan. Adalah ketidaksetiaan manusia yang membawa penderitaan ke mana umat manusia dicemplungkan. Jikalau mereka yang sudah diangkat jadi pelayan mau membagikan harta Tuhan kepada sasaran yang ditentukan-Nya, tidak akan ada keadaan penderitaan ini. Tuhan menguji manusia dengan memberikan kepada mereka hal-hal yang baik, sama seperti Dia menguji orang kaya dalam perumpamaan itu. Jika kita terbukti tidak setia dalam mammon yang benar, siapakah yang akan mempercayakan kepada kita kekayaan yang sejati? Hanya mereka yang tahan menghadapi ujian di dunia ini, yang didapati setia, yang menuruti firman Tuhan agar bermurah hati, dalam memanfaatkan perolehan mereka untuk memajukan kerajaan-Nya, merekalah yang akan mendengar dari bibir Guru, “Sabaslah hai hamba-hamba yang setia.”— Review and Herald, 26 Juni 1894. ——–PyM 16.3
MEREKA YANG HANYA SEDIKIT MELATIH IMANNYA SEKARANG, BERADA DALAM BAHAYA YANG SANGAT BESAR…… KITA HARUS MEMBIASAKAN DIRI SEKARANG DENGAN ALLAH DENGAN CARA MEMBUKTIKAN JANJI-JANJI-NYA (MEMBUANGKAN/KEHILANGAN BERHALA-BERHALA EMAS, RUMAH, ATAU TANAH-TANAH YANG SUBUR)
Mereka yang hanya sedikit melatih imannya sekarang, berada dalam bahaya yang sangat besar untuk jatuh ke bawah kuasa penipuan Setan dan perintah pemaksaan hati nurani. Dan walaupun mereka tahan terhadap ujian itu, mereka akan terjerumus ke dalam kesusahan dan penderitaan yang lebih dalam pada waktu kesesakan itu, sebab mereka tidak membiasakan diri percaya kepada Allah. Pelajaran-pelajaran iman yang telah mereka lalaikan, terpaksa mereka harus pelajari di bawah tekanan keputusasaan yang hebat. Kita harus membiasakan diri sekarang dengan Allah dengan cara membuktikan janji-janji-Nya. Malaikat-malaikat mencatat setiap doa yang tekun dan sungguh-sungguh. Memang baik kita melakukan kepentingan diri kita namun tidak melalaikan persekutuan dengan Allah, yang paling dalam, penyangkalan diri yang paling besar dengan persetujuan-Nya adalah lebih baik daripada kekayaan, kehormatan, kesenangan dan persahabatan tanpa persetujuan-Nya. Kita harus mengambil waktu untuk berdoa. Jikalau kita membiarkan pikiran kita disibukkan oleh penarikan-penarikan dunia ini, mungkin Tuhan akan memberikan waktu bagi kita untuk membuangkan dari kita berhala-berhala emas, rumah, atau tanah-tanah yang subur. —-KA 655.2
Semua yang memiliki iman sejati akan diuji dan dicobai. Mereka mungkin harus kehilangan rumah dan tanah, dan bahkan sanak saudara, karena pertentangan yang sengit. “Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain,” Kristus berkata, “Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.” (Matius 10:23)—- 3SM 401, 402
Pencobaan akan datang menerpa kita. Ketidakadilan terjadi dimana-mana di tempat engkau tidak menduganya. Babak kelam akan terbuka dengan sangat mengerikan, meluluhkan jiwa; tetapi kita tidak boleh gagal atau pun putus asa karena kita mengetahui bahwa penggenapan janji adalah di atas takhta Allah.
Kita akan menjadi sasaran pencobaan yang berat, pertentangan, kehilangan, penderitaan; tetapi kita mengetahui bahwa Yesus telah melewati semua ini. Pengalaman ini berharga bagi kita. Keuntungan bukan hanya terbatas pada kehidupan yang singkat ini saja. Tetapi sampai kepada kehidupan kekal….
Pada saat kita mendekati akhir masa sejarah dunia ini, kita mengalami kemajuan yang pesat dalam pertumbuhan Kristen, atau memburuk dengan cara yang sama.—-Letter 1f, 1890
KITA BERDOA TERLALU SEDIKIT! NAMUN MASIH JUGA BANYAK YANG ENGGAN DARI ANTARA KITA MENYATAKAN KEPERLUAN KITA KEPADA ALLAH
Bapa kita yang di surga menanti untuk mencurahkan kepada kita segala berkatNya. Hak kitalah mereguk sebanyak-banyak dari pancaran kasih yang tiada batasnya itu. Herannya ialah kita berdoa terlalu sedikit! Allah bersedia dan mau mendengar doa yang tulus dari anak-anak Allah yang rendah-hati, namun masih juga banyak yang enggan dari antara kita menyatakan keperluan kita kepada Allah. Bagaimanakah anggapan-anggapan malaikat surga terhadap mahluk manusia yang lemah dan tidak berdaya, yang selalu dalam pencobaan, bila Allah yang mempunyai kasih yang tiada batasnya rindu kepada mereka, siap memberikan lebih banyak daripada yang dapat mereka minta atau pikirkan, namun-demikian mereka itu amat sedikit berdoa dan imannya begitu kerdil? Malaikat-malaikat surga gemar bersujud di hadapan Allah, mereka gemar tinggal dekat hadiratNya. Mereka menganggap hubungan dengan Allah sebagai kegembiraan yang paling tinggi; sedangkan anak-anak dunia, yang sangat memerlukan pertolongan yang hanya Allah sendiri dapat berikan, kelihatannya puas berjalan tanpa terang Roh Kudus, yaitu persekutuan dengan hadiratNya. ——-KS 89.1
Kegelapan yang berasal dari sijahat akan menudungi orang-orang yang lalai mendoa. Bisik-bisik penggodaan musuh itu akan membujuk mereka berbuat dosa, dan semuanya ini karena mereka tidak menggunakan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada mereka dalam doa yang telah ditentukan ilahi itu. Mengapa anak-anak lelaki dan perempuan Allah merasa enggan mendoa, sedangkan doa itu adalah kunci iman untuk membuka perbendaharaan surga, dimana terdapat segala harta Allah Yang Maha Kuasa itu? Tanpa doa yang tekun dan waspada kita berada di dalam bahaya semakin kurang berhati-hati dan menyimpang dari jalan kebenaran. Setan selalu berusaha terus menghalang-halangi jalan menuju tahta kemurahan itu, supaya kita tidak dapat dengan permohonan yang sungguh-sungguh dan iman memperoleh anugerah dan kuasa melawan pencobaan. ———KS 89.2
Kita perlu memuji Allah karena “kemurahan Tuhan dalam tempat- nya yang suci, dan perbuatan ajaibnya di hadapan segala anak Adam.” Mazmur 107:8. Praktek peribadatan kita janganlah hendaknya hanya terdiri dari meminta dan menerima. Janganlah kita hanya memikirkan darihal keperluan- keperluan kita saja padahal tidak pernah memikirkan keuntungan yang telah kita terima; Berdoa pun kita kurang sekali, bahkan kurang sekali mengucapkan syukur. Kita adalah penerima rahmat Allah yang tetap, namun masih terlalu sedikit rasa syukur yang kita tunjukkan, betapa sedikitnya pujian kita padaNya atas segala sesuatu yang telah dilakukanNya kepada kita. ——-KS 96.1
KUTIPAN RENUNGAN BAGAIMANA UMAT ALLAH YANG DIHARAPKAN:
ANAK-ANAK, BUKAN BUDAK
“Jadi karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncang-kan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.”.Ibrani 12:28.
Banyak orang yang mengaku pengikut Kristus, tetapi tidak pelaku firman-Nya. Mereka tidak menyukai firman-Nya karena firman itu menyatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan mereka. Mereka tidak menyukai teguran yang memperbaiki dan imbauan yang sungguh-sungguh. Mereka tidak mengasihi kebenaran, tetapi dikuasai dan dikendalikan oleh nafsu kemanusiaan mereka yang tidak menentu.
Setiap perbedaan ditentukan oleh bagaimana kita melayani Allah. Seorang anak yang bosan mempelajari pelajarannya oleh karena ia harus mempelajari pelajaran itu, tidak akan pernah menjadi pelajar yang sejati. Seseorang yang mengatakan memelihara perintah-perintah Allah karena berpikir ia wajib memeliharanya, tidak akan pernah masuk ke dalam kesukaan penurutan.
Intisari dan aroma semua penurutan adalah kerja keras prinsip dari dalam – mengasihi kebenaran, mengasihi hukum Allah. Intisari dari semua kebenaran adalah kesetiaan kepada Penebus, melakukan yang benar karena itulah yang benar. Bilamana firman Allah menjadi beban oleh karena menghilangkan semua kecenderungan-kecenderungan manusia, maka kehidupan beragama seperti itu bukan kehidupan Kristen, tetapi suatu penurutan yang tegang dan terpaksa. Semua kemurnian dan kesalehan agama dikesampingkan.
Tetapi pengangkatan kepada keluarga Allah menjadikan kita anak-anak, bukan budak-budak. Bilamana kasih Kristus memasuki hati, kita akan berusaha untuk meniru tabiat Kristus….. Semakin kita mempelajari kehidupan Kristus dengan hati yang mau belajar, semakin kita menyerupai Kristus. Roh Kudus akan memberikan pengertian yang jelas ke dalam hati setiap pelaku firman. Semakin kita menyalibkan perbuatan-perbuatan yang mementingkan diri sendiri oleh membagikan berkat-berkat kita kepada orang lain dan oleh menggunakan kemampuan kita yang dikaruniakan Allah, semakin dikuatkan dan ditambahkan kasih karunia Surgawi di dalam kita.Kita akan bertumbuh dalam kerohanian, dalam kesabaran, dalam ketabahan dan keuletan, dalam kerendahan hati, dalam kelemah lembutan… Gerbong-gerbong kereta tidak semata-mata disambungkan kepada mesin lokomotif; tetapi mengikuti rel yang sama yang dijalani oleh mesin lokomotif itu. Siapakah yang kita ikuti? —–That I May Know Him hal. 117
———————————
DI BAWAH KUK KRISTUS*
_”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”_ *Mat. 11:29-30.*
Penggoda sering berbisik bahwa kehidupan Kristen itu adalah suatu hidup yang sukar sekali, kewajiban yang berat, sehingga sulit untuk senantiasa waspada, dan tidak perlu ada hal-hal yang khusus. Demikianlah halnya pada waktu ia menipu dan menjatuhkan Adam dan Hawa, mengatakan kepada Hawa bahwa hukum Allah sewenang-wenang dan tidak adil…. Sasaran Setan sekarang sama seperti dulu. la ingin menipu dan membinasakan kita. Kita harus mempelajari kehidupan Kristus dan berusaha memperoleh Roh-Nya dan meniru teladan-Nya; dan semakin kita menyerupai Dia, semakin jelas kita mengenal godaan Setan dan semakin berhasil kita melawan kuasa Setan itu…..
Kebahagiaan sejati didapatkan, bukan dalam pemanjaan diri dan kepelesiran duniawi, tetapi dalam mempelajari Kristus, memikul kuk dan beban-Nya. Mereka yang bergantung kepada hikmatnya dan mengikuti jalan-jalannya sendiri, akan mengeluh dalam setiap langkahnya, sebab beban yang ditimpakan oleh mementingkan diri sendiri ke atas mereka begitu berat dan kuknya begitu menyakitkan. Semua ini bisa mereka ganti kalau saja mereka mau datang kepada Yesus dan oleh kasih karunia-Nya melepaskan kuk yang menghubungkan mereka dengan Setan, …. memikul beban yang diberikan Kristus kepada mereka, dan membiarkan kuk-Nya mengikat mereka kepada-Nya dalam pelayanan yang sukarela dan senang.
Yesus mengasihi orang-orang muda, dan la rindu agar mereka memiliki damai sejahtera yang hanya Dia sendiri bisa memberi…. *Jika kita telah menjadi murid-murid Kristus kita akan mempelajari mengenai Dia – setiap hari mempelajari bagaimana caranya mengalahkan tabiat kebiasaan yang tidak baik, setiap hari meniru teladan-Nya dan datang semakin dekat kepada Panurutan itu. Jika kita ingin untuk mewarisi tempat tinggal yang telah disediakan-Nya, kita harus membentuk tabiat disini seperti tabiat yang dimiliki oleh mereka yang tinggal di sana.
Tuntutan Allah telah dibuat dalam hikmat dan kebaikan. Dengan mengikuti tuntutan ini, pikiran diperluas, tabiat diperbaiki dan jiwa memperoleh damai dan kelegaan yang tidak bisa diberikan atau diambil oleh dunia ini. Jika hati sepenuhnya diserahkan kepada Yesus, jalan-jalan-Nya akan menjadi jalan-jalan yang menyenangkan dan damai. — That I May Know Him hal. 120
Barangsiapa mengasihi Allah dengan segenap hatinya dan sesamanya manusia seperti dirinya sendiri akan bekerja dengan tetap menyadari bahwa ia adalah sebuah kaca mata bagi dunia, bagi malaikat-malaikat, dan bagi manusia. Membuat kehendak Allah menjadi kehendaknya, ia akan menyatakan dalam kehidupannya kuasa kasih karunia Kristus yang mengubahkan. Dalam segala keadaan lingkungan hidup, ia akan mengambil teladan Kristus sebagai penuntunnya.
Setiap pekerja yang benar dan mau mengorbankan diri bagi Allah rela untuk menggunakan dan digunakan demi keselamatan orang lain.* Kristus mengatakan, _”Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.”_ (Yohanes 12:25). Dengan usaha sungguh-sungguh dan dipikirkan matang-matang untuk menolong di mana pertolongan diperlukan, orang Kristen sejati menunjukkan kasihnya bagi Allah dan bagi sesamanya manusia. la mungkin kehilangan nyawanya dalam pelayanan. Tetapi ketika Kristus datang untuk menghimpun mutiara-mutiara-Nya kepada-Nya sendiri, ia akan memperoleh nyawanya itu kembali.
Saudara dan saudariku, jangan gunakan banyak sekali waktu dan uang untuk diri sendiri, demi penampilan. Mereka yang melakukan hal ini terpaksa meninggalkan banyak perkara tidak selesai yang seharusnya menyenangkan orang lain, menyampaikan kilasan yang hangat kepada semangatnya yang letih. — _Nasihat Allah untuk Masa Kini hal. 68
———————–
KEKUATAN UNTUK HARI INI*
“Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!”(Zakharia 13:9).
Melalui pencobaan Tuhan menguji kekuatan anak-anak-Nya. Apakah hatinya kuat menanggung? Apakah kata hati kosong dari pelanggaran? Apakah Roh bersama dengan roh kita bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah? Ini Tuhan pastikan dengan mencobai kita. Dalam perapian penderitaan la memurnikan kita dari semua sampah. la mengizinkan pencobaan bukan untuk mengakibatkan rasa sakit yang tidak perlu, tetapi menuntun kita untuk memandang Dia, memperkuat daya tahan kita, untuk mengajar kita bahwa bilamana kita tidak memberontak, namun menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, maka kita akan melihat keselamatan dari-Nya….
Kasih Kristus bagi anak-anak-Nya kuat juga lembut. Kasih yang lebih kuat dari kematian, karena la mati bagi kita. Itu adalah kasih yang lebih tulus dari kasih seorang ibu kepada anaknya. Kasih ibu bisa berubah, namun kasih Kristus tak pernah berubah. “Sebab aku yakin, kata Paulus, “bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”(Roma 8:38, 39).
Dalam setiap cobaan kita mendapat penghiburan yang kuat. Bukankah Juruselamat kita tersentuh dengan pengakuan terhadap kelemahan-kelemahan kita? Tidakkah la juga dicobai dari segala sudut sebagaimana kita? Dan tidakkah la mengajak kita untuk membawa setiap pencobaan dan kebimbangan kepada-Nya? Kalau begitu janganlah kita membuat diri kita sendiri sedih atas beban hari esok. Dengan berani dan ceria pikullah beban hari ini. Kepercayaan dan iman hari ini harus kita miliki. Tetapi kita tidak diminta untuk hidup lebih dari sehari pada satu waktu. la yang memberikan kekuatan pada hari ini akan memberikan kekuatan untuk esok hari….
Tidak ada yang bisa melukai jiwa seperti tajamnya panah ketidakpercayaan. Bilamana pencobaan datang, dan memang akan datang jangan khawatir dan mengeluh. Keheningan jiwa membuat suara Allah lebih terdengar. “Mereka bersukacita, sebab semuanya reda” (Mazmur 107:30). Ingatlah bahwa di bawah mu ada tangan kekal. “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan, dan nantikanlah Dia.” (Mazmur 37:7). la sedang menuntunmu menuju labuhan pengalaman indah. — Bapa Kita Peduli hal. 186
BACAAN AKHIR SEBAGAI KESIMPULAN:
KRISTEN SEJATI AKHIRNYA NYATA
Hanya mereka yang menjadi pelajar Alkitab yang tekun dan rajin serta yang telah menerima kasih kebenaran, yang akan dilindungi dari penipuan yang hebat yang menawan dunia ini. Oleh kesaksian Alkitab mereka ini akan mengenali penipu itu dalam penyamarannya. Ujian akan datang kepada semua orang. Oleh penyaringan pencobaan, orang-orang Kristen sejati akan nyata. Apakah umat Allah sekarang berdiri teguh di atas firmanNya sehingga mereka tidak akan tunduk kepada bukti-bukti yang berdasarkan pancaindera mereka? Dalam kemelut yang seperti itu, apakah mereka mau bergantung kepada Alkitab, dan hanya kepada Alkitab saja? Jika mungkin, Setan akan mencegah mereka untuk mengadakan persiapan kepada hari itu. Ia akan mengatur masalah-masalah sedemikian rupa sehingga menghalangi jalan mereka, menjerat mereka dengan harta-harta duniawi, menyebabkan mereka memikul beban yang berat dan melelahkan, sehingga hati mereka dipenuhi dengan segala urusan kehidupan ini, dan hari pencobaan itu boleh datang menimpa mereka seperti datangnya seorang pencuri.—–KA 659.1
Hanya orang-orang yang telah bertahan melawan dan menang atas cobaan dalam kekuatan dari Yang Maha Kuasa yang akan diijinkan ikut serta dalam meberitakannya (Pekabaran Malaikat Yang Ketiga) apabila ia itu kelak berkembang menjadi Seruan Keras.” — Review and Herald, Nov. 19, 1908.
Catatan singkat kesimpulan:
- Sisa waktu 40 hari akan dilalui dengan menghadapi penyaringan pencobaan, tidak ada seorangpun dari siswa persiapan 40 hari yang tidak akan mengalami pencobaan tersebut,
- Sandaran satu-satunya berdiri teguh di atas firman-Nya, tidak tunduk kepada pancaindera atau PERASAAN,
- Cobaan yang disebutkan ini bukanlah kesusahan Yakub, karena dikatakan hasil dari cobaan-cobaan dalam masa persiapan ini adalah KRISTEN YANG SEJATI, artinya dari antara orang-orang yang menghadapi penyaringan cobaan ini juga ada yang gugur (KRISTEN YANG TIDAK SEJATI/SETENGAH-SETENGAH), selain itu setan akan menjerat mereka dengan harta duniawi, memikul beban yang berat dan melelahkan, sehingga hati mereka dipenuhi dengan segala urusan kehidupan….. hal ini tidak lagi mungkin di dalam kesusahan Yakub.
Kristen sejati telah melewati HUKUM UPACARA + HUKUM MORAL
Kristen sejati = adalah orang-orang yang berhasil mengalahkan 2 hal, yaitu:
- Cobaan,
- Kepentingan diri sendiri.









