<< Go Back

9 September 2023

RENUNGAN PENDAHULUAN

Berbagai keadaan tantangan dan godaan menurunkan/melemahkan kepercayaan

Mula-mula banyak orang yang kelihatannya menerima akan amaran itu (amaran hotbah nabi Nuh); tetapi mereka tidak berpaling kepada Allah dengan pertobatan yang sejati. Mereka tidak mau meninggalkan dosa-dosa mereka. Selama waktu yang berlangsung sebelum air bah itu datang (120 tahun), iman mereka telah diuji dan mereka gagal untuk menghadapinya. Dikalahkan oleh ketidak-percayaan mereka yang sedang merajalela waktu itu, akhirnya mereka bergabung dengan sahabat-sahabat lamanya untuk menolak pekabaran yang khidmat itu. Beberapa orang yang benar-benar merasa dirinya berdosa dan mau memperhatikan amaran itu; tetapi begitu banyak yang mengolok-olok serta mencemoohkan sehingga mereka dengan roh yang sama telah menolak undangan yang penuh rahmat itu, dan dengan segera merekapun menjadi pengolok-olok yang paling berani; karena tidak ada seorangpun yang lebih takabur dan pergi begitu jauh dalam dosa seperti mereka yang dulunya mempunyai terang kebenaran, tetapi menolak Roh Allah yang dapat meyakinkan. —–Para Nabi dan Bapa vol.1  88

Walaupun begitu kita supaya tidak lupa, bahwa bani Israel itu telah meninggalkan Mesir dengan semangat yang besar dan harapan-harapan yang tinggi. Tetapi sewaktu mereka menyaksikan Laut Merah jauh di depannya, dan tentara Phiraun yang di belakangnya, maka mereka dipenuhi dengan ketakutan yang amat sangat. Mereka mendapatkan dirinya terjerat, walaupun mereka telah sampai pada tepi kelepasan ajaibnya yang lain lagi. Kemudian mereka berbalik kepada Musa lalu menuduhnya karena membawa mereka keIuar ke laut itu, karena secara pasti tidak mungkin lagi untuk meIepaskan mereka dari musuh-musuhnya.

Memandang akan situasi itu secara manusia, mereka telah berada dalam keadaan yang berbahaya yang sama sekali tidak menentu. Dalam saat-saat itu mereka lupa akan kelepasan mereka yang begitu ajaib dari beIenggu penguasa-penguasa Phiraun dan mata mereka tertutup terhadap keajaiban tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari yang telah memimpin mereka sepanjang perjalanannya. Sementara mereka memandang akan hal itu, maka kenyataan melawan kemampuan Musa untuk membawa mereka dengan selamat merajalela di mana-mana. Sejauh itu yang menyangkut mereka, maka keseluruhan usaha itu tampaknya akan bernasib gagal. Harapan-harapan mereka untuk maju ke depan atau pun untuk kembali telah lepas dari mereka, bahkan dari segala-galanya, sebab mereka mengira Musa, bukan Allah, sebagai pelepas mereka. Betapa piciknya, betapa tidak menentunya, betapa keragu-raguannya, dan betapa pelupanya manusia. Pengalaman di dalam pekerjaan Injil telah mengajarkan kepada saya, bahwa umat Allah di waktu ini pun mempunyai penggoda yang sama yang harus dilawan, dan pencobaan-pencobaan yang sama yang harus dikalahkan, jika mereka hendak menerima meterai Allah itu.

Pada waktu ini seperti halnya di masa Musa banyak yang sedang meniru dosa-dosa dari mereka itu. Ada yang penuh berapi-api pada suatu hari, lalu pada hari berikutnya dingin seperti es. Yang lainnya memuji-muji Allah sampai setinggi-tingginya suara mereka sementara kapalnya berlayar dengan tenangnya, tetapi apabila laut bergelora dan ombak mulai menghantam mereka, maka mereka berharap hanya pada seseorang yang duduk pada kemudi, dan gantinya berharap kepada Allah untuk menentramkan laut itu mereka malahan mulai mengejar untuk mendapatkan jalan meloncat keluar. Yang lainnya lagi terus menerus berusaha mempromosikan dirinya sendiri dengan cara terus menerus mencari-cari salah melawan orang-orang yang memikul keseluruhan beban dari muatan itu. Demikianlah, bahwa tak dapat tiada harus ada di antara kita pada waktu ini : contoh-contoh saingan dari orang-orang yang ragu-ragu, orang-orang yang suka bersungut, orang-orang yang suka mencari kedudukan dan mencari-cari salah orang lain, yang mengakui suatu kebenaran penting pada suatu hari lalu melupakannya esok hari, tetapi pun berharap untuk dimeteraikan dengan meterai Allah lalu berdiri bersama Anak Domba di atas Gunung Sion.

Mengapakah kita tidak bergembira, bahwa sementara kita diundang ke Kerajaan itu kepada kita juga diberitahu bagaimana caranya untuk sampai ke sana? Melihat akan semuanya ini, maka kita hendaknya jangan sekali-kali membiarkan kepercayaan kita kepada Allah menurun. Kita harus teguh, kokoh dalam segala perkara, tidak lalai dalam hal apapun. Hamba-hamba Allah jam kesebelas, demikian kata Ilham “Akan menjadi suatu bangsa yang besar dan kuat; yang belum pernah ada sebelumnya, dan yang tidak akan ada lagi sesudahnya yang seperti mereka itu,” Yoel 2 : 2. Mereka mengetahui apa yang dipercayainya, dan mereka percaya apa yang diketahuinya. Yang terpenting dari segala-galanya mereka mengetahui, bahwa mereka adalah dipimpin oleh Allah, bukan oleh manusia.—–Amaran Sekarang jld 1 No. 7.

 

Saya mengimbau kepada yang bertanggung jawab dalam pekerjaan Allah supaya tidak membiarkan usaha yang bersifat komersial memisahkan mereka dari pekerjaan penarikan jiwa. Jangan biarkan dunia usaha menyita waktu dan talenta para pengerja yang harus menyediakan orang untuk kedatangan TUHAN. Kebenaran harus diberikan seperti lampu yang menyala. Waktu sangat singkat musuh akan berusaha memperbesar hal sepele dalam pikiran kita, sehingga kita menganggap sepele pekerjaan yang sangat perlu dilakukan. —-ML 18.1

“Tak ada waktu kita untuk disia-siakan. Kiamat sudah dekat. Jalan untuk menyebarluaskan kebenaran dari satu tempat ke tempat lain akan dipenuhi dengan bahaya di kiri kanan. Segala sesuatu akan ditempatkan untuk menghalangi jalan para pembawa Kabar TUHAN, agar apa yang dapat mereka lakukan sekarang tidak dapat lagi mereka lakukan kemudian. Kita harus giat mencari jalan yang cocok secepat mungkin. Berdasarkan terang yang dinyatakan Allah kepada saya, saya tahu bahwa kuasa kegelapan berusaha meningkatkan tipu dayanya, dan dengan liciknya Setan menghampiri mereka yang sekarang sedang tertidur, bagaikan serigala yang siap menerkam mangsanya. Kepada kita kini telah diberi amaran untuk disampaikan, pekerjaan yang boleh kita lakukan sekarang tetapi nanti akan dipenuhi oleh banyak kesusahan di luar dugaan kita. Allah menolong kita supaya tetap berada dalam terang, bekerja dengan mata yang tertuju kepada Yesus Pemimpin kita, dan dengan sabar, bersungguh-sungguh bertahan maju untuk mencapai kemenangan.””Allah memanggil dan membangunkan semua, para pendeta dan anggota jemaat. Seluruh penghuni surga waspada. Sejarah dunia dengan cepat akan mendekati akhirnya. Kita berada di tengah-tengah malapetaka akhir zaman. Malapetaka yang lebih dahsyat ada dihadapan kita, namun kita belum bangun. Kemalasan dan tidak bersungguh-sungguh dalam pekerjaan Allah sangat mengerikan. Ketidaksadaran ini berasal dari Setan.” ML 24.2 – ML 24.3

“Karena asyiknya dalam KEDUNIAWIAN dan kepelesiran, orang yang mengaku umat Allah telah dibutakan terhadap petunjuk Juruselamat mengenai tanda2 kedatangan-Nya. Doktrin mengenai kedatangan Kristus kedua kali telah diabaikan, dan ayat2 Alkitab yang berhubungan dengan itu dikaburkan oleh salah tafsir, sampai akhirnya diremehkan dan dilupakan” —–KA 323.2

 

 

 

 

JADILAH PENDENGAR DARI JENIS TANAH

YANG BAIK

Amaran Sekarang Jld 2 No. 25 (Renungan Doa hotbah “Hasil dari Sekolah Allah dan Hasil Sekolah Manusia)

 

 

Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, dimulai pada halaman 59 dari paragraf yang kedua:

“Para pendengar dari jenis tanah yang baik menerima firman itu bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan seolah-olah itulah kebenaran, yaitu firman Allah. Hanya orang yang menerima Injil sebagai suara Allah yang berbicara kepadanya, itulah pelajar yang benar. Ia gementar mendengar firman itu, karena baginya itulah kenyataan yang hidup. Ia membuka kemampuan berfikirnya dan hatinya untuk menerima firman itu. Pendengar-pendengar yang sedemikian ini adalah Kornelius dan teman-temannya, yang mengatakan kepada rasul Paulus, ‘Sebab itu sekarang kita berada di sini di hadapan Allah, untuk mendengarkan segala perkara yang diperintahkan kepadamu dari Allah.’ Suatu pengetahuan kebenaran tidak terlalu banyak bergantung kepada kemampuan kecerdasan melainkan kepada maksud yang murni, kesederhanaan dari iman yang sungguh-sungguh . . . . . . Para pendengar dari jenis tanah yang baik setelah mendengarkan firman itu, Ialu memegangnya dengan tekun. Setan berikut semua kaki tangannya yang jahat tidak dapat menangkapnya untuk dibuang. Dengan hanya mendengar atau membaca firman adalah tidak cukup. Barangsiapa yang rindu untuk memperoleh manfaat dari Alkitab harus merenungkan kebenaran itu yang telah disampaikan kepadanya. OIeh perhatian yang sungguh-sungguh dan pikiran yang penuh doa ia harus mempelajari arti dari semua firman kebenaran itu, dan minum sebanyak-banyaknya dari pada roh dari ucapan-ucapan yang suci itu.”

Kita perlu berdoa agar kiranya kita boleh menjadi pendengar-pendengar dari jenis tanah yang baik dan pelajar-pelajar yang benar; agar kiranya Firman Allah dapat menjadi suatu kenyataan yang hidup di dalam kita; agar kiranya kita sekarang memberikan telinga kepada ajaran dari Roh Suci; agar kiranya kita tidak saja menjadi pendengar-pendengar Firman, melainkan juga pelaksana-pelaksana dari Firman itu.

 

 

 

 

RESUME PELAJARAN CONTOH DAN CONTOH SAINGAN DARI PERISTIWA PENDIDIKAN LANJUTAN 40 HARI RASUL-RASUL DAN PERISTIWA ISRAEL DITINGGALKAN MUSA KE GUNUNG SINAI 40 HARI

Rasul-Rasul memperoleh pendidikan lanjutan 40 hari bersama Yesus

 

Selama empat puluh hari Kristus tinggal di dunia ini, menyediakan murid-murid untuk pekerjaan yang ada di hadapan mereka dan menjelaskan yang sampai kini mereka belum sanggup untuk mengerti. Ia mengucapkan nubuatan-nubuatan tentang kedatangan-Nya, penolakanNya oleh orang-orang Yahudi, dan kematian-Nya, menunjukkan bahwa tiap-tiap perincian dari nubuatan-nubuatan ini telah digenapi. Ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus menganggap kegenapan nubuatan ini sebagai suatu kepastian kuasa yang akan menyertai mereka dalam pekerjaan mereka di masa yang akan datang. Lalu Ia membuka pikiran mereka,” kita baca “sehingga mereka mengerti Kitab Suci. KataNya kepada mereka: ‘ Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. ” Lalu Ia menambahkan “ Kamu adalah saksi dari semuanya ini. ” Lukas 24:45-48. ——KR 23.2

Israel ditinggalkan Musa ke gunung Sinai 40 hari

Selama Musa tidak berada di antara mereka, bagi Israel hal itu merupakan satu waktu menunggu dengan rasa cemas. Orang banyak mengetahui bahwa ia telah naik ke atas gunung bersama Yusak dan telah memasuki awan tebal yang dapat dilihat dari tempat mereka tinggal, yang ada di puncak gunung itu, dan dari waktu ke waktu diterangi oleh kilat yang memancar dari hadirat ilahi. Dengan penuh kerinduan mereka menunggu kembalinya Musa. Oleh karena selama berada di Mesir sudah terbiasa dengan ilah-ilah yang diwakili dengan benda-benda, maka sukarlah bagi mereka untuk berharap kepada satu oknum yang tidak kelihatan, dan selama ini mereka telah bergantung kepada Musa untuk menguatkan iman mereka. Sekarang ia telah diambil dari antara mereka. Hari demi hari, minggu demi minggu berlalu tetapi Musa belum juga kembali. Sekalipun awan itu masih tampak, bagi orang banyak yang ada di tenda-tenda itu seolah-olah Musa telah meninggalkan mereka, atau telah dimusnahkan oleh api yang menghanguskan itu. ——PB1 331.1

 

Merasa tidak berdaya oleh karena tidak hadirnya pemimpin mereka, mereka telah kembali kepada takhyul-takhyul mereka yang dulu. Bangsa campuran itu adalah yang pertama-tama telah bersungut-sungut dan bersikap tidak sabar dan merekalah pemimpin dalam kemurtadan yang terjadi selanjutnya. Di antara benda-benda yang dianggap oleh orang-orang Mesir sebagai lambang ilah mereka adalah lembu atau anaknya, dan adalah atas anjuran mereka yang sudah pernah mempraktekkan bentuk penyembahan berhala ini di Mesir dimana sekarang telah dibuat dan disembah satu patung anak lembu. Orang banyak menghendaki satu patung untuk melambangkan Allah dan memimpin mereka sebagai pengganti Musa. Allah tidak pernah memberikan patung apapun untuk menggambarkan diriNya, dan Ia telah melarang dibuatnya patung-patung untuk maksud itu. Mujizat-mujizat yang hebat di Mesir dan di Laut Merah dimaksudkan untuk meneguhkan iman di dalam Dia sebagai Penolong Israel yang tidak kelihatan, dan yang maha kuasa, satu-satunya Allah yang benar. Dan keinginan untuk memperoleh satu pernyataan yang kelihatan akan hadiratNya telah dikabulkan dalam tiang awan dan api yang telah memimpin mereka, dan juga dalam pernyataan kemuliaanNya di gunung Sinai. Tetapi dengan awan HadiratNya yang masih tampak di hadapan mereka, mereka telah berpaling dalam hati mereka kepada penyembahan berhala di Mesir, dan menggambarkan kemuliaan Allah yang tidak kelihatan itu dengan patung seekor lembu! ——-PB1 332

 

Di kaki gunung Sinai itu juga, setan telah mulai hendak melaksanakan rencana-rencananya untuk menghancurkan hukum Allah, dengan demikian meneruskan pekerjaan yang sama yang telah dimulainya di sorga. Selama empat puluh hari sementara Musa berada di atas gunung bersama Allah, setan sibuk membangkitkan kebimbangan, kemurtadan dan pemberontakan. Sementara Allah sedang menuliskan hukumNya, untuk diserahkan kepada umat perjanjianNya, bangsa Israel, dengan menyangkal kesetiaan mereka kepada Tuhan, telah menuntut agar dewa keemasan dibuat! Pada waktu Musa kembali dari hadirat kemuliaan ilahi yang hebat itu, dengan prinsip-prinsip hukum itu di tangannya, untuk mana mereka telah berjanji akan menurutnya, ia dapati mereka, dengan terang-terangan melawan perintahNya, sedang menyembah sujud dalam perbaktian kepada sebuah patung emas. —-PB1 351.3

 

 

 

 

Kebenaran yang berkembang akan menguji

 

Saudara-saudara kita harus rela untuk menyelidiki dengan suatu cara yang jujur setiap titik pertentangan. Jikalau seorang saudara mengajarkan kesalahan, mereka yang memegang jabatan harus mengetahui hal itu; dan jikalau ia mengajarkan kebenaran, mereka harus berdiri di pihaknya. Kita semua harus mengetahui apa yang sedang diajarkan di antara kita; karena kalau itu memang kebenaran, kita memerlukannya. Kita semua berada di bawah kewajiban kepada Allah untuk mengetahui apa yang dikirimkan-Nya kepada kita. Ia telah memberikan petunjuk-petunjuk yang dapat kita gunakan untuk menguji setiap doktrin–“Carilah pengajaran dan kesaksian: siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginyatidak terbit fajar” (Yesaya 8:20). Jikalau terang yang disajikan memenuhi ujian ini, kita tidak boleh menolak untuk menerimanya hanya karena tidak sesuai dengan pendapat kita——PI 265.2

 

Banyak orang yang bersemangat mengatakan telah disucikan, pada saat mereka tidak mempunyai pengetahuan akan artinya, karena mereka tidak mengetahui akan firman dan kuasa Allah. Mereka membanggakan dirinya sendiri bahwa mereka sejalan dengan keinginan Allah karena mereka merasa gembira; tetapi pada saat mereka diuji, pada saat Firman Allah dibawakan, pada saat mereka mendapatkan pengalaman, mereka berhenti mendengar kebenaran, dan berkata: “Saya disucikan,” dan hal itu menghentikan semua pertentangan. Mereka tidak suka belajar mengenai firman untuk mengetahui kebenaran, untuk membuktikan bahwa mereka telah menipu diri mereka sendiri. Penyucian lebih berarti dari sekadar perasaan yang tinggi. —–IP 209.2 (The Review and Herald, 25 Maret 1902)

 

“Torat dan Kesaksian Yesus itu sedang menguji kita. Jika kita setia dan patuh, maka Allah akan berkenan terhadap kita, lalu memberkati kita sebagai umat pilihanNya sendiri yang istimewa.”—– 1 Testimony Treasures, p 288

 

 

 

 

 

MENGENALI YUDAS CONTOH SAINGAN DARI ORANG-ORANG KELOMPOK SEKAM AKHIR ZAMAN

 

 

Pribadi Yudas sebagai contoh

Kerinduan Segala Zaman:

 

Yudas telah menggabungkan diri dengan murid-murid ketika orang banyak sedang mengikut Kristus. Ajaran Juruselamat menggerakkan hati mereka ketika mereka terpesona mendengar perkataan-Nya, yang diucapkan dalam rumah sembahyang, di tepi pantai, di atas gunung. Yudas melihat orang sakit, orang timpang, orang buta, berduyun-duyun datang kepada Yesus dari kota-kota. Ia melihat orang yang hampir mati dibaringkan di kaki-Nya. Ia menyaksikan perbuatan juruselamat yang ajaib dalam menyembuhkan orang sakit, mengusir Setan, dan membangkitkan orang mati. Ia merasakan dalam dirinya sendiri bukti kuasa Kristus. Ia mengakui ajaran Kristus sebagai sesuatu yang jauh melebihi segala ajaran yang sudah pernah didengarnya. Ia mengasihi Guru Besar itu, dan ingin bersama-sama dengan Dia. Ia merasakan suatu kerinduan untuk diubahkan dalam tabiat dan kehidupan, dan ia mengharapkan untuk mengalami hal ini dengan jalan menghubungkan dirinya dengan Yesus. Juruselamat tidak menolak Yudas. Ia memberi dia suatu tempat di antara kedua belas murid. Ia mempercayai dia untuk melakukan pekerjaan seorang evangelis. Ia mengaruniainya kuasa untuk menyembuhkan yang sakit dan mengusir Setan. Tetapi Yudas tidak sampai menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kristus. Ia tidak meninggalkan cita-cita duniawi atau kelobaannya akan uang. Meskipun ia menerima jabatan pekerja Kristus, ia tidak menempatkan dirinya di bawah pembentukan Ilahi. Ia merasa bahwa ia dapat berpegang teguh pada pertimbangan dan pendapatnya sendiri, dan ia memupuk suatu pembawaan untuk mengritik dan menuduh. —-KSZ2 359.1

 

 

Yudas sangat disegani oleh murid-murid, dan besar pengaruhnya terhadap mereka. Ia sendiri menganggap tinggi kecakapannya sendiri, dan memandang saudara-saudaranya lebih rendah daripadanya dalam pertimbangan dan kesanggupan. Ia berpendapat bahwa mereka tidak melihat kesempatan mereka, dan mengambil kesempatan dari keadaan. Jemaat tidak pernah makmur dengan adanya orang-orang yang mempunyai pandangan sempit sebagai pemimpin. Petrus sangat bersemangat, ia mau bergerak tanpa pertimbangan. Yohanes, yang sedang mengumpulkan kebenaran yang keluar dari bibir Kristus, dipandang oleh Yudas sebagai seorang yang tidak cakap dalam urusan keuangan. Matius, yang pendidikannya telah mengajarkan kepadanya ketelitian dalam segala perkara, sangatlah teliti mengenai kejujuran, dan ia senantiasa merenungkan perkataan Kristus, dan menjadi sangat tercekam dalamnya sehingga, pada hemat Yudas, Ia tidak dapat diharapkan melakukan urusan pekerjaan yang memerlukan kecerdasan dan pandangan jauh. Demikianlah Yudas menarik kesimpulan bagi semua murid, dan memuji dirinya bahwa jemaat sering akan mengalami kebingungan dan kesulitan kalau bukan oleh kesanggupannya sebagai seorang pengurus. Yudas menganggap dirinya sebagai seorang yang sanggup, yang tidak dapat disaingi. Dalam penilaiannya sendiri ia merupakan suatu kehormatan bagi pekerjaan Tuhan dan begitulah ia selalu menggambarkan dirinya. —-KSZ2 359.2

 

Yudas tidak melihat kelemahan tabiatnya sendiri, dan Kristus menempatkan dia pada keadaan di mana ia akan mendapat suatu kesempatan untuk melihat dan memperbaiki hal ini. Sebagai bendahara bagi murid-murid, ia ditugaskan untuk menyediakan keperluan rombongan kecil itu, dan meringankan kekurangan orang miskin. Ketika Yesus berkata kepadanya dalam ruangan Paskah. ” Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” (Yoh. 13:27), murid-murid berpendapat bahwa Ia telah menyuruh dia membeli apa yang diperlukan untuk pesta itu, atau memberikan sesuatu kepada orang miskin. Dalam melayani orang lain, Yudas dapat mengembangkan suatu roh yang tidak mementingkan diri. Tetapi sementara mendengarkan pelajaran Kristus sehari-hari dan menyaksikan kehidupan-Nya yang tidak mementingkan diri, Yudas memanjakan pembawaannya yang serakah itu. Jumlah kecil yang diterimanya terus menerus merupakan suatu penggodaan baginya. Sering bila ia melakukan pelayanan yang kecil bagi Kristus, atau mencurahkan waktunya untuk maksud agama, ia membayar dirinya sendiri dari dana yang serba kurang ini. Pada pemandangannya sendiri dalih-dalih ini dapat digunakan untuk memaafkan tindakannya; tetapi pada pemandangan Allah ia seorang pencuri. —-KSZ2 360.1

 

Pernyataan yang sering diulangi oleh Kristus bahwa kerajaan-Nya bukannya dari dunia ini menyakiti hati Yudas. Ia telah menandai batas yang di atasnya Ia mengharapkan Kristus bekerja. Ia telah merencanakan bahwa Yohanes Pembaptis harus dilepaskan dari penjara. Tetapi lihatlah, Yohanes dibiarkan kepalanya dipancung. Dan Yesus, gantinya menyatakan hak kerajaan-Nya dan membalas dendam atas kematian Yohanes, hanya mengasingkan diri bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat di luar kota. Yudas menghendaki peperangan yang lebih agresif. Ia berpendapat bahwa kalau Yesus tidak menghalangi murid-murid untuk melaksanakan rencana mereka, pekerjaan itu akan lebih maju. Ia memperhatikan permusuhan yang makin bertambah di pihak para pemimpin Yahudi, dan melihat tantangan mereka tidak dihiraukan ketika mereka menuntut dari Kristus suatu tanda dari langit. Hatinya terbuka terhadap sifat kurang percaya, dan musuh menyediakan pikiran untuk meragukan dan memberontak. Mengapa Yesus terlalu banyak merenungkan hal yang mengecewakan? Mengapa Ia meramalkan ujian dan aniaya bagi diri-Nya Sendiri dan bagi murid-murid-Nya? Harapan akan mendapat suatu tempat yang tinggi dalam kerajaan yang baru telah menuntun Yudas untuk menyokong pekerjaan Kristus. Apakah harapannya akan dikecewakan? Yudas tidak mengambil keputusan bahwa Yesus bukannya Anak Allah, tetapi ia sedang meragukan, dan berusaha mencari penjelasan tentang perbuatan-Nya yang besar itu. —-KSZ2 360.2

 

Sejak saat itu ia menyatakan keragu-raguannya yang membingungkan murid-murid. Ia memasukkan pertentangan dan perasaan yang menyesatkan mengulangi bantahan yang didesakkan oleh ahli Taurat dan orang Farisi terhadap tuntutan Kristus. Segala kesusahan dan kemalangan kecil dan besar, kesulitan dan hal yang tampaknya menghalangi perkembangan Injil, ditafsirkan oleh Yudas sebagai bukti yang melawan kebenarannya. Ia mengemukakan ayat-ayat Kitab Suci yang tidak ada hubungannya dengan kebenaran yang sedang ditunjukkan oleh Kristus. Ayat-ayat ini. yang tidak ada hubungannya, membingungkan murid-murid, dan menambahkan keadaan putus asa yang senantiasa menekan mereka. Meskipun demikian segala perkara ini dilakukan oleh Yudas sedemikian rupa sehingga tampaknya ia sangat cermat. Dan sementara murid-murid berusaha mencari bukti untuk menguatkan perkataan Guru Besar itu, Yudas menuntun mereka pada jalan lain dalam keadaan yang hampir tidak kentara. Demikianlah dalam cara yang sangat taat pada agama dan tampaknya bijaksana, ia sedang mengemukakan perkara-perkara dalam terang yang berbeda dengan terang yang dalamnya Yesus telah memberikannya, dan mengenakan pada perkataan-Nya makna yang tidak dimaksudkan-Nya. Anjuran-anjurannya senantiasa membangkitkan suatu keinginan yang ingin mencari nama untuk mendapat pengangkatan duniawi dan dengan demikian mengalihkan perhatian murid-murid dari perkara-perkara penting yang seharusnya mereka pertimbangkan. Perselisihan tentang siapa dari mereka harus menjadi yang terbesar umumnya dibangkitkan oleh Yudas. —-KSZ2 362.2

 

Ketika Yesus mengemukakan syarat untuk menjadi murid kepada penghulu muda yang kaya, Yudas merasa tidak senang. Pada hematnya suatu kekeliruan telah diadakan. Jika orang-orang seperti penghulu ini dapat dihubungkan dengan orang-orang percaya, mereka akan menolong menyokong pekerjaan Kristus, la berpendapat bahwa kalau saja Yudas diterima sebagai penasihat, ia dapat menganjurkan banyak rencana yang menguntungkan sidang yang kecil itu. Prinsip-prinsip dan metode-metodenya akan agak berbeda dengan yang berasal dari Kristus, tetapi dalam hal ini ia pikir dirinya lebih bijaksana daripada Kristus. —-KSZ2 363.1

 

Meskipun demikian Yudas tidak melawan dan tampaknya tidak meragukan pelajaran-pelajaran Juruselamat. Ia tidak bersungut secara lahir sampai pada waktu diadakan pesta di rumah Simon. Ketika Maria mengurapi kaki Juruselamat, Yudas menunjukkan pembawaannya yang serakah. Ketika ditegur oleh Yesus perangainya yang sebenarnya tampaknya menjadi amat pahit. Keangkuhan yang dilukai dan keinginan hendak membalas dendam merubuhkan penghalang, dan keserakahan yang sudah lama dimanjakannya menguasai dia. Inilah yang akan menjadi pengalaman setiap orang yang bersekongkol dengan dosa. Unsur-unsur kerusakan tabiat yang tidak dilawan dan dikalahkan menyambut penggodaan Setan, dan jiwa itu ditawan atas kemauannya sendiri.—-KSZ2 363.3

 

Meskipun demikian, Yudas tidak percaya bahwa Kristus akan mengizinkan diri-Nya ditangkap. Dalam menyerahkan Dia, ia berniat mengajarkan kepada-Nya suatu pelajaran. Ia berniat mengambil bagian yang akan menjadikan Juruselamat berhati-hati dalam memperlakukan dia dengan penghargaan yang patut sejak saat itu. Tetapi Yudas tidak mengetahui bahwa ia sedang menyerahkan Kristus kepada kematian. Berapa sering, ketika Juruselamat mengajar dalam perumpamaan, ahli Taurat dan orang Farisi sangat dipengaruhi dengan segala perumpamaan-Nya yang menarik perhatian. Berapa sering mereka telah mengucapkan hukuman terhadap diri mereka sendiri! Sering bila kebenaran dijelaskan kepada mereka, kemarahan memenuhi hati mereka, dan mereka mengambil batu hendak melontari Dia; tetapi berkali-kali Ia meloloskan diri-Nya. Pada hemat Yudas, karena Ia telah lolos dari banyak sekali jerat, sudah tentu sekarang pun Ia tidak akan membiarkan diri-Nya ditangkap. —-KSZ2 364.2

 

Yudas memutuskan untuk menguji hal itu. Kalau Yesus itu sesungguhnya Mesias, maka orang banyak yang bagi mereka Ia telah melakukan banyak perkara, akan berkumpul kembali di sekeliling-Nya, dan akan mengumumkan Dia Raja. Hal ini akan membereskan banyak pikiran selama-lamanya, yang sekarang dalam keadaan tidak menentu. Yudas akan mendapat nama baik karena telah menempatkan raja pada takhta Daud. Dan perbuatan ini akan memastikan kedudukan utama baginya di sebelah Kristus, dalam kerajaan baru itu. —-KSZ2 364.3

 

Yudas melihat orang-orang yang menangkap Kristus, berbuat menurut perkataannya, mengikat Dia erat-erat. Dengan keheran-heranan ia melihat bahwa Juruselamat membiarkan diri-Nya dibawa. Dengan penuh kecemasan diikutinya Dia dari taman ke tempat pengadilan di hadapan penghulu-penghulu Yahudi. Pada setiap saat ia memperhatikan Dia untuk mengagetkan musuh-musuh-Nya, oleh menunjukkan diri kepada mereka sebagai Anak Allah, dan menggagalkan segala rencana jahat dan kuasa mereka. Tetapi ketika saat demi saat lalu, dan Yesus menyerah pada segala ni.,taan yang ditimpakan kepada-Nya, suatu ketakutan yang mengerikan dirasakan oleh pengkhianat itu karena ia telah menjual Gurunya kepada kematian-Nya.—KSZ2 365.2

 

Yudas melihat bahwa permohonannya sia-sia belaka, dan ia cepat-cepat meninggalkan ruangan itu sambil berseru-seru, Sudah terlambat’ Sudah terlambat! Ia merasa bahwa ia tidak dapat hidup melihat Yesus disalibkan, dan dalam keadaan putus asa keluarlah ia dan menggantung dirinya. —-KSZ2 366.3

 

Kemudian pada hari itu juga, dijalan dari ruangan Pilatus ke Golgota, terhentilah teriak dan ejekan orang banyak yang jahat itu yang sedang membawa Yesus ke tempat penyaliban. Ketika mereka melalui suatu tempat yang sepi, mereka melihat tubuh Yudas di kaki sebuah pohon yang sudah kering. Pemandangan itu sungguh sangat mengerikan. Berat tubuhnya telah memutuskan tali yang digunakannya untuk menggantung dirinya di pohon. Setelah terjatuh, tubuhnya koyak dalam keadaan yang sangat mengerikan dan anjing-anjing kini sedang memakannya dengan lahapnya. Mayatnya dengan segera dikuburkan, tetapi berkuranglah ejekan di antara orang banyak, dan banyak muka pucat menyatakan keadaan batin. Pembalasan tampaknya sudah menimpa orang-orang yang bersalah terhadap darah Yesus. —-KSZ2 366.4

 

Catatan:

  1. Yudas jelas tidak dapat diklasifikasikan sebagai contoh saingan lalang, karena ia berbeda dengan Parisi-Parisi dahulu, ia mempercayai dan mengasihi Yesus sebagai guru besar,
  2. Yudas juga dipercaya untuk melakukan pekerjaan seorang evangelis. Tuhan mengaruniainya kuasa untuk menyembuhkan yang sakit dan mengusir Setan,
  3. Tetapi Yudas tidak sampai menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kristus. Ia tidak meninggalkan cita-cita duniawi atau kelobaannya akan uang,
  4. Ia tidak menempatkan dirinya di bawah pembentukan Ilahi. Ia merasa bahwa ia dapat berpegang teguh pada pertimbangan dan pendapatnya sendiri,
  5. Yudas sangat disegani oleh murid-murid, dan besar pengaruhnya terhadap murid-murid Yesus,
  6. Yudas menganggap tinggi kecakapannya sendiri, Ia berpendapat bahwa Jemaat tidak akan pernah makmur dengan adanya orang-orang yang mempunyai pandangan sempit sebagai pemimpin. Ia memandang walaupun murid-murid tersebut berasal dari berbagai latar belakang namun semua penuh dengan kekurangan dan kelemahan. Yudas menganggap dirinya sebagai seorang yang sanggup, yang tidak dapat disaingi. Dalam penilaiannya sendiri ia merupakan suatu kehormatan bagi pekerjaan Tuhan dan begitulah ia selalu menggambarkan dirinya. Bahkan di KSZ2 360.2 kita melihat iapun mengeritik rencana-rencana Yesus, sementara dalam waktu yang sama kita tidak melihat kekecewaan Yudas terhadap cara-cara kerja murid-murid dan juga sikap-sikap Yesus dikeluhkan oleh murid-murid lainya, dari sini kita dapat melihat bahwa Yudas banyak mendikte-dikte mengatur-atur pekerjaan-pekerjaan murid-murid dahulu, dengan demikian sebagai contoh saingannyapun tentunya Yudas-Yudas contoh saingan akan banyak menggunakan kecerdasan pendapatnya sendiri,
  7. Pandangan Yudas terhadap perlakuan Yesus kepada Yohanes Pembabtis yang berbeda dengan Yesus, menggambarkan dalam contoh saingannya diakhir zaman Yudas-Yudas akan memiliki pandangan-pandangan yang berbeda dengan apa yang Tuhan telah sampaikan, hal ini kita dapat lihat dari apa yang disampaikan di halaman dan paragraf KSZ2 363.1 yang mengatakan “Prinsip-prinsip dan metode-metodenya akan agak berbeda dengan yang berasal dari Kristus, tetapi dalam hal ini ia pikir dirinya lebih bijaksana daripada Kristus”.

Karakter Yudas ini kita juga dapatkan dalam pribadi Korah, yaitu memandang cara-cara Musalah yang salah membawa mereka tidak dapat memasuki tanah Kanaan, ia mendorong orang-orang memandang pekerjaan seharus sesuai pemikiran dan jalan mereka, kita dapat baca dari kutipan berikut:

Korah mengulangi kembali sejarah perjalanan mereka melalui padang belantara, di tempat mana mereka telah dibawa ke tempat-tempat yang sulit, dan banyak yang telah binasa oleh sebab persungutan dan pelanggaran mereka. Orang-orang yang mendengarnya merasa bahwa mereka mengerti dengan jelas bahwa kesulitan-kesulitan mereka dapat dihindarkan jikalau Musa telah mengikuti jalan yang lain. Mereka berkesimpulan bahwa segala bencana yang telah jatuh ke atas diri mereka itu adalah oleh karena kesalahan Musa, dan tidak dapat masuknya mereka ke Kanaan adalah sebagai akibat daripada kepemimpinan yang salah dari Musa dan Harun; bahwa jikalau Korah menjadi pemimpin mereka dan akan mendorong mereka untuk tetap meneruskan perbuatan-perbuatan mereka yang baik gantinya menempelak dosa-dosa mereka, maka mereka akan dapat menikmati satu perjalanan yang aman dan tentram; gantinya mengembara hilir mudik di padang belantara, mereka akan berjalan langsung menuju ke Tanah Perjanjian itu. —–PB1 419.1

Korah tidak akan menempuh jalan yang telah dilaluinya itu jikalau ia telah mengetahui bahwa segala petunjuk dan teguran yang disampaikan kepada orang Israel itu berasal dari Allah. Tetapi sebenarnya ia dapat mengetahui hal ini. Allah telah memberikan bukti-bukti yang banyak bahwa Ia sedang memimpin Israel. Tetapi Korah dan teman-temannya telah menolak terang itu sehingga mereka telah dibutakan dimana pernyataan kuasaNya yang paling jelas itupun tidak cukup untuk meyakinkan mereka; mereka katakan bahwa itu berasal dari alat-alat manusia biasa atau dari setan. Hal yang sama telah dilakukan oleh orang banyak, yang pada hari setelah dibinasakannya Korah dan teman-temannya itu datang kepada Musa dan Harun, sambil berkata, “Engkau telah membunuh umat Tuhan.” Sekalipun mereka mempunyai bukti yang paling nyata tentang murka Allah terhadap tindakan-tindakan mereka itu, di dalam kebinasaan orang-orang yang telah menipu mereka, mereka berani mengatakan bahwa hukumanNya itu berasal dari setan, sambil menyatakan bahwa melalui kuasa Iblis, Musa dan Harun telah menyebabkan kematian orang-orang suci dan benar. Tindakan mereka inilah yang telah memeteraikan kebinasaan mereka. Mereka telah melakukan dosa melawan Roh Kudus, satu dosa oleh mana hati manusia dikeraskan terhadap pengaruh anugerah ilahi. Kristus berkata, “Dan barang siapa yang mengatakan perkataan yang melawan Anak manusia, ia itu akan diampuni; tetapi barang siapa yang mengatakan perkataan yang melawan Rohulkudus, ia itu tidak akan diampuni, baik di dalam dunia ini baik di dalam akhirat.” Matius 12:32. Kata-kata ini diucapkan oleh Juruselamat pada waktu pekerjaan rahmat yang telah dilakukanNya melalui kuasa Allah itu oleh orang Yahudi dinyatakan sebagai pekerjaan Baalzebul. Adalah melalui Roh Kudus, Allah mengadakan hubungan dengan manusia; dan mereka yang dengan sengaja menolak alat ini dan menyatakannya sebagai alat setan, telah memutuskan saluran komunikasi satu-satunya antara jiwanya dengan sorga. ——–PB1 427.2

 

  1. Dilain pihak murid-murid tidak ada yang kecewa atau menerapkan ide-ide pelaksanaan pekerjaan sebagaimana Yudas, termasuk perlakuan Yesus kepada Yohanes Pembabtispun tidak ada yang mempermasalahkan, ini berarti dalam contoh saingannyapun mereka yang dilambangkan dengan murid-murid akan sepenuhnya melaksanakan perintah-perintah firman yang telah dibukakan tanpa menambahkan dengan pendapat-pendapat sendiri, walaupun tampak pekerjaannya kurang bersemangat dan berhasil maksimal sebagaimana pandangan Yudas.

Pada halaman dan paragraf KSZ2 362.2, hal ini lebih tegas lagi kita lihat, ia menggabungkan pemahaman-pemahaman orang-orang Parisi dan demikian pula dalam pemahaman-pemahaman, sebagaimana dikatakan “ia sedang mengemukakan perkara-perkara dalam terang yang berbeda dengan terang yang dalamnya Yesus telah memberikannya”.

 

Perbandingan Yudas dengan Yohanes dalam melaksanakan tuntutan Tuhan

 

Kisah Para Rasul:

 

Dalam perbedaan yang mencolok kepada penyucian yang dikerjakan dalam kehidupan Yohanes adalah pengalaman teman sesama murid, Yudas. Sebagai rekannya, Yudas mengaku sebagai seorang murid Kristus, tetapi ia hanya memiliki suatu bentuk peribadatan. Ia merasakan keindahan tabiat Kristus; dan sering, sedang ia mendengarkan perkataan Juruselamat, keyakinan datang kepadanya, tetapi ia tidak mau merendahkan hatinya atau mengaku dosa-dosanya. Oleh menolak pengaruh Ilahi ia tidak menghormati Tuhannya yang pura-pura dikasihinya. Yohanes memerangi dengan sungguh-sungguh terhadap kesalahan-kesalahannya; tetapi Yudas melanggar kata hatinya dan menyerah kepada pencobaan, mengikatkan lebih ketat pada dirinya sendiri kebiasaan-kebiasaannya yang jahat. Kebiasaan kebenaran yang diajarkan oleh Kristus berbeda dengan keinginan dan maksudnya, dan ia tidak dapat membawa dirinya sendiri untuk menyerah kepada buah pikirannya supaya menerima akal budi dari surga. Gantinya berjalan di dalam terang, ia memilih berjalan di dalam kegelapan. Keinginan yang jahat, loba, keinginan untuk membalas dendam, pikiran-pikiran yang gelap dan bersungut, dipelihara dalam hati sampai Setan mengendalikan dia sepenuhnya. ———————KR 470.2

 

Yohanes dan Yudas adalah wakil dari mereka yang mengaku pengikut-pengikut Kristus. Kedua murid ini mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari dan mengikuti contoh Ilahi. Keduanya berhubungan erat dengan Yesus dan mendapat kesempatan untuk mendengarkan ajaran-Nya. Masing-masing mempunyai kekurangan tabiat yang serius; dan masing-masing mempunyai jalan masuk kepada rahmat Ilahi yang mengubahkan tabiat. Tetapi sementara seorang dalam kerendahan hati sedang belajar tentang Yesus, yang lain menyatakan bahwa ia bukannya pelaku perkataan itu, tetapi pendengar saja. Seorang, yang mati bagi dirinya sendiri setiap hari dan mengalahkan dosa, disucikan oleh kebenaran; yang lain, menolak kuasa anugerah yang mengubahkan dan mengikuti kehendaknya sendiri, terbawa ke dalam perhambaan Setan. ————–KR 471.1

 

Perubahan tabiat seperti itu sebagaimana yang kelihatan dalam kehidupan Yohanes adalah selamanya sebagai hasil persekutuan dengan Kristus. Boleh jadi ada kekurangan-kekurangan yang nyata dalam tabiat seseorang, tetapi bila ia menjadi murid Kristus yang sejati, kuasa anugerah Ilahi mengubahkan dan menyucikan dia. Memandang seperti dalam kaca kemuliaan Tuhan, ia diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan, sampai ia menjadi seperti Dia yang disembahnya. ————-KR 471.2

 

 

…………..

 

Mereka yang akan mendapat berkat penyucian harus lebih dulu mempelajari arti pengorbanan diri. Salib Kristus adalah sokoguru di atas mana bergantung “jauh lebih besar daripada penderitaan kami.” “Setiap orang yang mau mengikut Aku,” Kristus berkata, “ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku,” 2 Korintus 4:17; Matius 16:24. Adalah keharuman kasih kita untuk sesama manusia kita yang menyatakan kasih untuk Allah. Kesabaran dalam pelayanan yang membawa perhentian kepada jiwa. Adalah dengan kerendahan hati, rajin, setia, kerja keras di mana kesejahteraan Israel dipromosikan. Allah mengangkat dan menguatkan seseorang yang ingin mengikuti jejak Kristus. ———-KR 472.3

 

Penyucian bukanlah pekerjaan sesaat, sejam, sehari, melainkan seumur hidup. Hal itu bukannya didapat oleh perasaan yang berbahagia, melainkan adalah akibat terus-menerus mati dalam dosa, dan terus menerus hidup bagi Kristus. Kesalahan-kesalahan tak dapat dibenarkan atau reformasi tak dapat dikerjakan dalam tabiat oleh usaha-usaha yang lemah dan asal-asal saja. Hanyalah oleh usaha yang lama dan tabah, disiplin yang ketat, dan pergumulan yang keras, kita akan menang. Kita tidak mengetahui suatu hari berapa keras pergumulan kita berikutnya. Selama Setan memerintah, kita akan mempunyai diri sendiri untuk ditaklukkan, dosa-dosa yang menyerang untuk diatasi; selama hidup itu akan bertahan, tidak akan ada tempat berhenti, tidak ada tempat yang dapat kita capai dan mengatakan, saya telah memperoleh dengan sepenuhnya. Penyucian adalah akibat penurutan seumur hidup. ———-KR 473.1

 

 

Tulisan Victor T. Houteff yang menyebutkan sebagian dari antara orang-orang yang mengaku orang benar atau diantara gandum diakhir zaman akan ada yang dilambangkan sebagai Yudas.

 

Symbolic Code buku 1 jld 11 No. 7 :

Renungan Doa:

“Pernahkah Allah mengungkapkan kepada orang-orang yang menyesatkan dirinya ini, bahwa tidak satu pun tegoran atau pembetulan-pembetulan yang berasal dari-Nya akan memiliki sesuatu bobot kalau bukan sekaliannya itu datang melalui khayal yang langsung? Saya memikirkan hal ini, karena pendirian banyak orang mengenainya adalah suatu khayalan Setan yang menghancurkan jiwa-jiwa. Setelah ia berhasil menjerat dan melemahkan mereka melalui cara berpikirnya yang menyesatkan, sehingga apabila mereka ditegor mereka akan tetap tidak menghiraukan semua usaha Roh Allah, maka kemenangan Setan atas mereka akan menjadi sempurna. Sebagian orang yang mengakui dirinya benar akan seperti Yudas yang menyerahkan Tuhan secara berkhianat ke dalam tangan musuh-musuh besar-Nya. Orang-orang yang percaya diri sendiri ini, yang bertekad mengikuti jalannya sendiri, lalu menganjurkan pendapat-pendapatnya sendiri, akan maju terus dari yang jelek kepada yang terburuk, sampai kelak mereka akan mengikuti jalan apa saja, tetapi tidak mau melepaskan kemauannya sendiri. Mereka akan maju terus secara buta pada jalan yang jahat; tetapi seperti halnya orang-orang Parisi yang tersesat itu, demikian itulah mereka tertipu sendiri, sehingga mereka mengira mereka sedang melaksanakan pelayanan Allah. Kristus menggambarkan perjalanan Itu yang akan ditempuh kelas orang-orang tertentu, apabila mereka memperoleh kesempatan untuk mengembangkan tabiatnya yang sebenarnya: ‘Maka kamu akan dikhianati baik oleh para orangtua, saudara-saudara, kaum, maupun teman-teman; dan sebagian dari kamu akan mereka tuntut untuk dihukum mati.’ “—– Testimonies, vol. 5, pp. 688 – 691.

Pelajaran ini adalah bagi semua yang mengakui dirinya pendeta-pendeta di dalam sidang, dan juga bagi orang-orang yang mengakui dirinya murid-murid Kristus. Orang-orang Parisi (para pendeta) tidak mau memperhatikan tegoran-tegoran dan Kebenaran dari Kristus sendiri. Yudas (salah seorang murid-Nya) juga tidak, namun sebaliknya Yudas telah menunjukkan tabiatnya yang sebenarnya pada akhirnya, bahwa ia adalah seorang pengkhianat yang jahat, bukannya seorang murid, seorang dermawan besar, atau pun seorang teman. Kiranya Allah membantu kita semua untuk mengerti sendiri, dan supaya senantiasa berada dalam hubungan yang langsung dengan-Nya agar jangan kita jatuh ke dalam cobaan, demikianlah hendaknya doa kita.

 

Perlunya pemetraian itu.

Yeheskiel 27 : 10, 11:

“Namun kota yang terlindung benteng itu akan menjadi sunyi, dan tempat kediaman itu akan ditolak dan ditinggalkan bagaikan suatu padang belantara; di sana anak lembu akan memakan rumput, dan di sanalah ia akan berbaring, dan memakan habis cabang-cabangnya. Apabila dahan-dahannya layu, sekaliannya akan patah; wanita-wanita datang lalu membakarnya: karena itulah umat yang tidak berpengertian; maka sebab itu Dia yang menciptakan mereka itu tidak akan menyayangi mereka, dan Dia yang telah membentuk mereka itu tidak mau menunjukkan kepada mereka kasih sayang-Nya.”

Pasal ini pertama sekali menggambarkan kebun anggur Allah dalam keindahannya dan dalam kondisi terbaik, yang menunjukkan sidang Allah dalam keadaan hari depannya yang sudah disucikan. Ayat-ayat yang sedang kita baca sekarang menggambarkan kondisi sidang-Nya pada waktu ini sebelum ia itu disucikan. Betapa besarnya perbedaan gambaran itu! Yahya menggambarkannya sebagai berada dalam keadaan “tidak terkasihan” dan sedang akan “diludahkan keluar.”

Apabila seseorang membenahi kebun buah-buahannya lalu ditemukannya cabang-cabang yang mati pada pohon-pohon itu, maka cabang-cabang itu akan ditebangnya lalu dikumpulkannya bertumpuk-tumpuk bagi seseorang untuk dibakar, karena sekaliannya itu sudah tidak lagi berguna. Ilustrasi inilah yang digunakan oleh Yesaya untuk menunjukkan apa yang akan Allah perbuat terhadap umat-Nya, yaitu mereka yang dilambangkan oleh cabang-cabang yang kering itu —— yaitu orang-orang yang tidak berpengertian. Mereka itu adalah orang-orang yang senantiasa belajar, tetapi tidak pernah sampai kepada pengetahuan Kebenaran. Memang, mereka adalah cabang-cabang dari pohon, tetapi kehidupan rohaninya adalah hampa. Ada sesuatu yang salah secara mendasar pada kelas orang-orang ini, karena Allah mampu membuat setiap orang menjadi bijaksana; Ia dapat membuat setiap orang menjadi kuat. Kebenaran-Nya adalah begitu sederhana, sehingga sekalipun mereka itu bodoh mereka tidak perlu keliru di dalamnya (Yesaya 35 : 8). Oleh sebab itu semua orang dapat memperoleh pengertian. Karena alasan inilah, maka orang-orang itu yang tidak memperoleh pengertian akan dibinasakan AIlah tanpa menaruh sayang.

 

 

Contoh saingan Prilaku Yudas terhadap Yesus di akhir zaman

 

Dari uraian Victor T. Houteff yang mengambil kata-kata kutipan Ellen G. White “Maka kamu akan dikhianati baik oleh para orangtua, saudara-saudara, kaum, maupun teman-teman; dan sebagian dari kamu akan mereka tuntut untuk dihukum mati” dalam  Testimonies, vol. 5, pp. 688 – 691 dikaitkan dengan keberadaan Yudas dari antara orang-orang yang mengaku orang-orang benar, maka kita dapat simpulkan bahwa kata-kata Ellen G. White ini merupakan contoh saingan dimasa yang akan datang dari contohnya peristiwa Yudas menjual Yesus kepada orang-orang Parisi. Lebih lanjut kita mencoba menelusuri lebih jauh bagaimana penghianatan yang akan dilakukan Yudas-Yudas akhir zaman:

Maranatha 8 Juli, hal 197:

Dikhianati oleh Para Sahabat dan Kaum Kerabat

Dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.  Matius. 10:36.

 

Ketika hukum Allah dinyatakan tidak berlaku, dan gereja disaring dengan pencobaan yang berapi-api atas segala yang hidup di bumi ini, maka sejumlah besar orang yang disangka suci akan mencurahkan perhatian mereka untuk merusak berbagai semangat dan akan menjadi pengkhianat yang mengkhianati kebenaran-kebenaran yang murni. Mereka akan terbukti sebagai penganiaya kita yang paling keji. “Dari tengah-tengahmu akan bangkit orang-orang yang berbicara hal-hal yang jahat, untuk menarik para murid ke pihak mereka”; dan banyaklah yang akan menaruh hati untuk roh-roh penggoda itu. 197.1  

Mereka yang ingkar pada masa pencobaan itu akan menyebarkan kesaksian palsu dan mengkhianati saudara-saudara mereka demi mempertahankan kenyamanan mereka sendiri. Mereka akan mengatakan di mana tempat saudara-saudara mereka bersembunyi dengan menempatkan serigala-serigala di dalam perjalanan saudara-saudara mereka itu. Kristus telah mengingatkan kita akan hal ini agar kita tidak perlu terkejut akan perlakuan yang kejam dan yang tidak alamiah yang dilakukan oleh para sahabat dan kaum kerabat kita.  197.2       

Kita akan menemukan kenyataan bahwa kita harus melepaskan segala pegangan tangan kecuali pegangan tangan Yesus Kristus. Para sahabat akan terbukti tidak setia dan akan mengkhianati kita. Sementara kaum kerabat keluarga kita yang ditipu oleh musuh mengira bahwa mereka melakukan kebajikan bagi Allah jika menentang iman kita dan melakukan upaya-upaya yang sehebat-hebatnya untuk membawa kita ke tempat-tempat yang sukar dengan harapan agar kita menyangkal iman kita. Tetapi kita boleh mempercayakan tangan kita pada lengan Kristus meskipun di dalam kegelapan dan bahaya.   197.3

Para pengikut Kristus mesti menemukan ejekan-ejekan. Mereka akan dicaci-maki; kata-kata dan iman mereka akan disalahpahami. Kebekuan hubungan dan kehinaan mungkin lebih keras untuk ditanggung daripada mati sahid…. 197.4

Para orangtua akan bersikap kasar menentang anak-anak mereka yang menerima kebenaran yang tidak populer. Mereka yang secara sadar melayani Allah akan dituduh sebagai pemberontak. Harta milik yang telah diserahkan kepada anak-anak atau sanak famili lainnya yang percaya pada kebenaran masa kini akan diambil alih dan diserahkan kepada orang lain. Para pejabat akan merampok hak-hak anak-anak yatim piatu dan para janda. Mereka yang bertolak dari ajaran yang jahat akan membuat bagi diri mereka sendiri suatu rampasan melalui aturan-aturan yang ditetapkan untuk memaksakan suara hati nurani.  Orang-orang akan mengambil harta yang bukan hak milik mereka. Kata-kata rasul itu akan digenapi di masa depan: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita penganiayaan.” 197.5

 

Maranatha 24 Juli, hal 213:

Umat yang Sisa dan Pemeteraian

Lalu berkatalah Malaikat Tuhan kepada Iblis itu: ”Tuhan kiranya menghardik engkau, hai Iblis! Tuhan, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?” Zakharia 3:2.

 

Umat yang sisa akan dibawa ke dalam pencobaan dan kesusahan besar. Mereka yang memelihara hukum-hukum Allah dan iman akan Yesus, akan merasakan kemarahan naga itu dan para pengikutnya. Setan menjadikan dunia sebagai bonekanya; dia telah mengendalikan gereja-gereja yang murtad. Tetapi di sini ada sekelompok kecil yang tetap menentang kekuasaannya. Jika dia dapat memusnahkan mereka ini dari dunia, maka kemenangannya akan lengkap. Sebagaimana dia dulunya mempengaruhi bangsa-bangsa kafir untuk menghancurkan Israel, maka demikian pula di masa mendatang dia akan mengendalikan kuasa-kuasa jahat bumi untuk menghancurkan umat Allah. Semua orang akan dituntut menyerahkan kepatuhannya pada perintah-perintah manusia dalam rangka merusak hukum ilahi. Mereka yang benar di hadapan Allah dan pada kewajibannya akan diancam, dituduh, dan dihalangi. Mereka akan dikhianati oleh “orangtua, saudara-saudara, sanak-saudara, dan teman-teman.”  213.1

Harapan mereka satu-satunya hanyalah belaskasihan Allah; pertahanan mereka hanyalah doa. Sebagaimana Yosua memohon di hadapan Malaikat, demikian pula umat yang sisa, dengan kehancuran hati dan iman yang sungguh, akan memohon pengampunan dan kelepasan melalui Yesus Pembela mereka…..  213.2

Setan mendakwa mereka di hadapan Allah, dengan menyatakan bahwa mereka telah kehilangan perlindungan ilahi akibat dosa-dosa mereka, dan mengklaim berhak untuk menghancurkan mereka sebagai para pelanggar hukum……   213.3

Namun meskipun para pengikut Kristus telah berdosa, mereka tidak menyerahkan diri mereka dalam penguasaan setan. Mereka telah meninggalkan dosa mereka, dan telah mencari Tuhan dalam kerendahan hati dan penyesalan, dan Sang Pembela ilahi itu memohon demi kepentingan mereka…..   213.4

Umat Allah berkeluh-kesah dan menangis atas kekejian yang terjadi di negeri itu. Dengan berurai air mata mereka mengingatkan orang-orang jahat itu atas bahaya menginjak-injak hukum Allah, dan dengan kesedihan yang tak terkatakan mereka merendahkan diri mereka di hadapan Allah atas pelanggaran-pelanggaran mereka. Orang-orang jahat itu mengolok-olok kesedihan mereka, menertawakan himbauan-himbauan mereka yang serius, dan mencibirkan kelemahan mereka. Namun penderitaan dan kerendahan hati umat Allah itu adalah bukti yang tidak dapat disalahkan bahwa mereka sedang memperoleh kembali kekuatan dan keluhuran karakter yang telah hilang sebagai akibat dosa….   213.5

Sementara Setan mendesakkan tuduhan-tuduhannya, maka malaikat-malaikat suci yang tidak kelihatan datang mengitari mereka dengan menempatkan meterai Allah yang hidup atas diri mereka.  213.6

 

Catatan:

Walaupun tampaknya dari uraian Ellen G. White pada bagian awalnya diatas dimaksudkan kepada buah-buah kedua, namun pada paragraf terakhir 213.5 dan 2013.6 jelas kata-kata tersebut dimaksudkan kepada pengumpulan buah-buah pertama, jadi apa yang diramalkan Ellen G. White ini adalah merupakan peristiwa yang akan dialami oleh calon-calon 144000 dari saudaranya sendiri Yudas-Yudas contoh saingan.

 

 

 

 

USAHA NAGA DI AKHIR ZAMAN DARI NUBUATAN WAHYU PASAL 12

 

Traktat No. 15 Kepada Tujuh Sidang, sub judul Setan telah dibawah dengan marah besar:

“Tuduhan-tuduhan Setan melawan orang-orang yang berusaha mencari Tuhan bukanlah didorong oleh kebencian terhadap dosa-dosa mereka. Ia bergembira karena cacad tabiat-tabiat mereka itu, karena ia mengetahui bahwa hanya oleh pelanggaran mereka melawan hukum Allah dapatlah ia memperoleh kuasa atas mereka itu”. — Prophets and Kings pp, 585, 586.

Setan, sebagaimana kita saksikan, mendorong orang berdosa untuk melakukan pelanggaran secara tidak sadar, dan demikianlah untuk mengumpulkan tuduhannya, tidak perlu di bumi, tetapi di dalam sorga. Di hadapan Hakim yang benar itu Setan menuduh-nuduh pelanggar hukum itu “karena memakaikan baju-baju yang hitam dan kotoran dosa”. Tetapi apabila Roh Allah mendorong menegor, maka Ia itu mengungkapkan dosa dan menghukum orang berdosa oleh perantaraan sidang-Nya.

Umat Allah hendaknya senantiasa waspada karena suara dari Roh Kristus itu pun senantiasa berjaga-jaga untuk mengamati roh Setan itu. Bilamana keduanya itu bertempur, maka yang satu akan berjuang untuk mematuhi Firman Allah, sedangkan yang lainnya akan memaafkan dosa lalu bersimpathi dengan orang yang berdosa. Dalam cara licik yang terakhir ini Setan seringkali berhasil dan memenangkan orang berdosa ke dalam barisannya karena orang berdosa pada hakekatnya lebih mencintai dosanya. Walaupun demikian orang-orang yang setia akan mengalahkannya “oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka”. Mereka itu “tidak mencintai nyawanya sekalipun sampai kepada mati”. Wahyu 12 : 11.

……

Oleh sebab itu tak dapat dibantah, bahwa padang belantara dimana perempuan itu telah dipelihara selama masa itu ialah tanah orang-orang Kapir. Dan keharusan perempuan itu pergi melarikan diri dari wajah ular itu di tanah airnya, menunjukkan bahwa uIar naga itu telah menjadikan tanah suci itu markas besarnya. Walaupun demikian, karena tidak puas dengan ini, maka ia bahkan telah mengikuti perempuan itu ke dalam padang belantara.

“Maka ular itu menyemburkan air dari dalam mulutnya bagaikan suatu air bah mengikuti perempuan itu, agar ia dapat menghanyutkannya dengan air bah itu”Wahyu 12 : 15.

Dalam harapan untuk membinasakan perempuan itu, maka ular itu pertama sekali menganiayanya. Sungguhpun demikian, karena gagal mencapai tujuannya, maka secara tiba-tiba ia merubah siasatnya. Ia membatalkan penganiayaan itu, dan sebagai gantinya ia mulai mendekatinya secara teman yang intim. Namun alangkah ruginya bagi perempuan itu! Secara Iicik ia menyemburkan air bagaikan suatu air bah dari belakang perempuan itu, yang tampaknya seolah-olah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyegarkannya, padahal sesungguhnya itulah suatu usaha besar dengan mana untuk membinasakan perempuan itu.

Kata-kata simbolis dari Ilham menjelaskan, bahwa wajib Kristenisasi terhadap orang-orang Kapir dan mengalirnya mereka itu ke dalam sidang selama abad yang keempat sejarah Kristen yang lalu, pada kenyataanya bukanlah suatu tindakan yang bersahabat. Sebaliknya ia itu adalah bagaikan suatu aliran deras yang menghancurkan untuk menghilangkan kuasa ke-Kristenan yang menyelamatkan. Dengan lain perkataan, Ilham meramalkan masa periode dimana ular naga itu telah memakaikan para politisi Kapir dengan jubah ke-Kristenan dan kemudian mengendalikan mereka untuk memaksa orang-orang kapir yang bukan Kristen untuk menggabungkan diri dengan sidang, supaya dengan demikian itu mereka dapat mengkapirkan sidang, bukannya sidang yang meng-Kristenkan mereka.

 

 

 

 

PENUTUP

 

Ketika orang-orang yang merupakan alat-alat Tuhan tidak ada (meninggal) umatNya akan kembali kepada berhala-berhala mereka (Ketika Israel ditinggalkan pemimpinnya Yosua, sebelum ditunjuknya Gideon)

 

“Dan ditinggalkannya Tuhan, Allah leluhurnya, yang telah menghantar akan mereka itu keluar dari negeri Mesir,” “dan membawa akan mereka itu ke padang Tiah seperti kawan domba.” “Lalu mereka itu menerbitkan murkanya dengan segala panggungnya serta mendatangkan cemburuan baginya dengan segala berhalanya.” Oleh sebab itu Tuhan “telah meninggalkan kemah yang di Silo, yaitu kemah tempat kediamannya di antara manusia. Maka kuatnya diserahkannya kepada hal tawanan dan kemuliaannya kepada tangan musuh.” Hakim 2:12; Mazmur 78:52, 58, 60, 61. Namun demikian Ia tidak meninggalkan umatNya secara keseluruhannya. Selalu ada satu umat sisa yang setia kepada Tuhan; dan dari waktu ke waktu Tuhan telah membangkitkan orang-orang yang setia dan berani menghancurkan penyembahan berhala dan melepaskan Israel dari musuh-musuh mereka. Tetapi bilamana orang-orang yang telah membebaskan mereka itu mati, dan orang banyak itu telah lepas dari kekuasaannya, maka lambat laun mereka akan kembali kepada berhala-berhala mereka. Dan dengan demikian cerita kemurtadan dan hukuman, tentang pengakuan dan kemerdekaan, terulang berkali-kali. ——-PB2 145.3

 

 

Pelajaran dari berakhirnya tugas Yohanes Pembabtis menjadi ujian pengikutnya apakah mereka mau mengikuti penerus pekerjaan setelah Yohanes Pembabtis?…..harus bersedia direndahkan

Bahaya yang sama masih ada sekarang. Allah memanggil seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu; dan setelah pekerjaan itu dilakukannya sejauh yang sanggup dilakukannya, Tuhan membawa orang-orang lain pula, untuk melakukannya lebih jauh lagi. Tetapi, seperti halnya dengan murid-murid Yohanes, banyak orang yang merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada pengerja yang terdahulu itu. Perhatian ditujukan kepada manusia gantinya kepada Tuhan, perasaan cemburu masuk, lalu pekerjaan Allah pun ternodalah. Orang yang dengan demikian dihormati berlebih-lebihan itu, tergoda untuk memelihara kepercayaan pada diri sendiri. Ia tidak menyadari ketergantungannya kepada Allah. Orang diajar untuk bersandar pada manusia untuk mendapat bimbingan dan dengan demikian mereka terjerumus ke dalam kekeliruan, dan tersesat jauh dari Allah. ——KSZ1 183.3

Pekerjaan Allah hendaknya jangan memakai peta dan ukuran manusia. Kadang-kadang Tuhan akan menggunakan alat-alat yang lain, yang olehnya maksud-Nya dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Berbahagialah mereka yang sudi bila dirinya direndahkan, dengan berkata bersama Yohanes Pembaptis, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” ——-KSZ1 184.1

 

Tambahan dari WhattsAap group NB :

“Semua keajaiban yang Allah perbuat kepada umatNYA telah dilakukan dengan cara yang sederhana. Bila umat Tuhan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, maka IA akan menggunakan mereka melaksanakan pekerjaan NYA di dunia ini. Tetapi kita harus ingat bahwa keberhasilan apa pun yang kita peroleh, kemuliaan dan kehormatan adalah milik Allah, oleh karena setiap kemampuan dan kuasa adalah karunia dari padaNYA.

 

………..

 

Tuhan tidak bergantung kepada orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi, yang mempunyai intelektual yang besar atau yang berpengetahuan luas. Orang – orang seperti itu sering menjadi sombong dan merasa mampu sendiri. Mereka merasa dirinya berkompeten untuk membuat dan melaksanakan rencana tanpa meminta nasihat dari Allah. Mereka memisahkan diri dari Pokok Anggur yang Benar itu, dan sebagai akibat nya menjadi kering dan tak berbuah karena carang-carangnya layu.

 

Tuhan akan mempermalukan orang yang menyombongkan diri. Ia akan memberikan keberhasilan kepada usaha yang paling lemah, metode yang paling tidak menjanjikan hasil, apabila ditugasi ILAHI dan dilaksanakan dengan rendah hati dan penuh percaya.”  — Sign of the Times, 30 Juni 1881

 

 

 

 

 

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart