Sabat 29 Agustus 2026
RENUNGAN PENDAHULUAN
Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan…..dan Aku akan menjadi Bapamu dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa…….Oh, betapa satu hubungan yang luar biasa! Lebih tinggi dan lebih suci daripada ikatan duniawi manapun…. Tuhan mengangkat Anda ke dalam keluargaNya. Anda menjadi anggota keluarga kerajaan, putra dan putri Raja yang memerintah di surga. Dapatkah anda menginginkan posisi yang lebih mulia daripada yang dijanjikan disini? Apakah ini tidak cukup? Kata malaikat itu, Apa yang bisa Tuhan lakukan untuk anak-anak manusia lebih daripada yang telah Dia telah lakukan? Jika kasih, janji-janji agung seperti itu tidak dihargai, dapatkah Dia merancang sesuatu yang lebih tinggi, sesuatu yang lebih kaya dan lebih agung? Semua yang dapat Tuhan lakukan, dilakukan untuk keselamatan manusia. —— Testimonies for the Church jld 1, hlm 510, 511.
Catatan:
Sedih membaca perintah ini, karena perintah ini baru-baru ini kita benar-benar sadari harus dilakukan dengan NYATA, selama ini kita dinina bobokan oleh para juru kabar setelah Nabi-Nabi akhir zaman khususnya pendeta-pendeta Advent yang jelas-jelas fokus khotbahnya adalah KASIH …… karena faktanya pernyataan ini telah lama ada di dalam buku-buku EGW, sementara walaupun nasihat-nasihat EGW ini sudah banyak diadopsi di dalam buku Tongkat Gembala, namun karena selama ini pembelajaran kita fokus kepada Hukum Upacaran, maka perintah ini terlewatkan. Jadi sekarang setelah Roh Kebenaran mengantarkan kita untuk lebih membuka mata terhadap hal-hal yang belum sepenuhnya dipahami seperti murid-murid Yesus dahulu dalam 3,5 tahun beralih ke 40 hari, maka saat inilah kita harus SESEGERA MUNGKIN DENGAN WAKTU YANG SINGKAT MELAKSANAKANNYA, karena apa ? ….. karena syaratnya dijelaskan disini bila kita ingin ALLAH mau menjadi BAPA KITA, terlebih dahulu KELUARLAH KAMU DARI ANTARA MEREKA dan PISAHKANLAH DIRIMU DARI MEREKA ….. selama ini tidak dilaksanakan …. jangan harap Tuhan mau menurunkan persyaratanNya, sebagaimana kita saksikan dari generasi ke generasi.
Dengan perintah keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka belum pernah kita lakukan, maka secara tidak sadar KITA TIDAK MENGHARGAINYA, jadi jangan heran bila janji-janji untuk dapat LEBIH MULIA, LEBIH KAYA, LEBIH AGUNG tidak pernah kita dapatkan.
Tuhan mau agar kita menghargai rencana penebusan yang mulia untuk menginsafi kesempatan kita yang istimewa sebagai anak-anak Allah dan berjalan di hadapan Dia dalam penurutan, dengan pengucapan syukur. Ia ingin agar kita menyembah Dia dalam kebaruan hidup, dengan kegembiraan setiap hari. Ia rindu agar pengucapan syukur dalam hati kita sebab nama kita tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba, sebab kita dapat menyerahkan segala beban kita kepada Dia yang memperhatikan kita. Ia menginginkan kita bersuka-suka sebab kita adalah waris Tuhan, sebab kebenaran Kristus adalah jubah putih dari umat kesucianNya, sebab kita mempunyai pengharapan yang berbahagia dari kedatanganNya yang segera itu.—- Seri Membina jld 5 hlm. 227, 228.
Catatan:
Namun karena faktanya kita belum pernah KELUAR dan BERPISAH, maka sampai saat ini berarti KITA BELUM MENYENANGKAN TUHAN dengan menyembah di dalam PEMBAHARUAN HIDUP dan mengucap syukur karena nama kita tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba.
Jadi saat ini, ….. TIDAKLAH PANTAS KITA SEAKAN-AKAN MEMASANG SYARAT KEPADA TUHAN, seperti yang kita lakukan dalam beragama.
Adalah baik bagi umat Allah pada zaman sekarang ini mengadakan satu perayaan Pondok Daun, suatu peringatan yang penuh kesukaan akan segala berkat Allah kepada mereka. Sebagaimana bani Israel memperingati kelepasan yang telah diadakan Allah bagi leluhur mereka, dan pemeliharaanNya yang ajaib terhadap mereka selama pengembaraan mereka dari Mesir, demikian pula kita dengan penuh kegembiraan harus mengingat berbagai jalan yang telah diadakannya untuk membawa kita keluar dari DUNIA INI, dan dari kegelapan kepalsuan, ke dalam terang anugerah dan kebenaranNya yang indah….
Hari raya Pondok Daun itu bukan hanya bersifat memperingati tetapi juga adalah suatu lambang. Hari raya itu bukan hanya menunjuk ke belakang, kepada pengembaraan di padang gurun, tetapi sebagai pesta penuaian, perayaan itu memperingati dikumpulkannya hasil-hasil bumi dan menunjuk ke depan, ke hari yang terakhir dimana akan diadakan satu pengumpulan yang terakhir, bilamana Tuhan panen itu akan mengirimkan penuai-penuaiNya untuk mengumpulkan lalang bersama-sama untuk dibakar; dan mengumpulkan lalang bersama-sama untuk dibakar; dan mengumpulkan gandum ke dalam lumbungNya….Tetapi bilamana umat tebusan Allah dengan selamat dari perhambaan kutuk, dibawah mana ‘sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa besalin” – mereka akan bergembira dengan satu kesukaan yang tak terlukiskan dan penuh dengan kemuliaan —-Alfa dan Omega, jld 2, hlm 160-161.
Catatan:
Demikian pula dalam bacaan di buku Alfa dan Omega, jilid 2, halaman 160 – 162 memang perayaan Pondok Daun selain berkaitan masa lalu, namun juga merupakan suatu lambang bagi peringatan dikumpulkannya hasil- hasil bumi yang menunjuk ke depan sebagaimana yang telah kita pelajari dari TIME SETTING, akan tetapi disini dikatakan EGW bahwa perintah perayaan Pondok Daun inipun haruslah juga menjadi bagian upacara yang dilakukan kita sekarang ini, namun sayangnya nyatanya secara umum kita belum melaksanakannya dan berpotensi tidak pernah kita bisa lakukan … karena apa ? Karena bila bangsa Israel dahulu dapat melaksanakannya karena mereka telah keluar dari Mesir, sedangkan kita ? …… SAMPAI HARI INI SEJUJUR-JUJURNYA KITA BUKAN KELUAR DARI DUNIA DAN BERPISAH, KITA SERUPA DALAM BERBAGI LINGKUNGAN HIDUP, GAYA HIDUP, SELERA, MINAT, IMPIAN TERMASUK MEMIKIRKAN MASA DEPAN HIDUP YANG AKAN DATANGPUN SAMA …. HANYA DI MULUT SAJA KITA MENGATAKAN KITA BERBEDA …. ALANGKAH SEDIHNYA UNTUK MENGAKUINYA.
Melihat sudah lamanya sebenarnya perintah atau amaran ini dituliskan bagi kita oleh Roh Nubuatan, maka kita pada dasarnya tidaklah dapat memandang bahwa waktu 40 hari ini untuk melaksanakan semua tuntutan ini terlalu singkat, tampak lebih singkat dari murid-murid Yesus, namun faktanya bila lihat dari waktu bila dilihat dari waktu penulisan tulisan ini, maka harusnya kita orang-orang para pemegang Tongkat, yaitu orang-orang yang mengaku sudah melepaskan dirinya dari menetek pada ibu (pendeta), sudah menyikapi amaran ini jauh hari saat kita berkenalan dengan pekabaran Tongkat, perubahan-perubahan harusnya sudah dilakukan saat dahulu, berarti ada yang sudah puluhan tahun menerima pekabaran Tongkat ini sudah melakukannya, nyatanya setelah menerima pekabaran Tongkat …. kita tidak ada perubahan, masih sama saja dengan orang-orang Advent yang jelas-jelas memang bergantung kepada ibu atau pendeta.
JADI KESADARAN KITA SEKARANG INI BUKANLAH KARENA ADANYA KEBENARAN BARU YANG DIBUKAKAN KEPADA KITA, MELAINKAN KEBENARAN LAMA YANG DISAJIKAN DALAM PANDANGAN BARU.
AMARAN SEKARANG JILID 1 No. 46 “HAMBA-HAMBA ALLAH DALAM MASA PENGUMPULAN”
NASKAH UNTUK BERDOA
DIDIRIKAN DI ATAS BATU KARANG
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 211:
“Orang banyak itu sangat tergerak hatinya oleh kata-kata firman dari Kristus … Firman-Nya telah mengena pada akar dari semua pikiran dan pendapat-pendapat mereka yang semula; untuk mematuhi ajaran-Nya akan membutuhkan suatu perubahan dalam semua kebiasaan berpikir dan tindakan mereka. Ini akan membawa mereka kepada pertentangan terhadap guru-guru agama mereka. . . . .”
Catatan:
Ini adalah sikap yang seharusnya ada dari para pendengar kebenaran-kebenaran sekarang ketika mendengar gulungan-gulungan kebenaran dibukakan yang jauh berbeda dengan pemahamannya selama ini, tetapi bukan tenang-tenang saja dan terlihat dari sini juga bahwa yang mau melakukan perubahan dalam semua kebiasaan berpikir dan tindakan tentunya mereka yang tergerak, yaitu mereka yang tidak hanya senantiasa membaca atau hanya berurusan dengan perkara-perkara suci saja yang tidak sampai kepada pengetahuan/pengertian (seperti pelajaran Zoom Sabat tanggal 18 Juli 2026 dan 15 Agustus 2026) dan mereka inilah yang akan bertentangan dengan guru-guru agamanya, bukan yang ikut-ikutan dengan pendapat pendetanya.
Oleh karena ajaran-ajaran Kristus memerlukan suatu perubahan dalam pikiran dan tindakan, maka kita tidak perlu heran jika itulah juga pekabaran-Nya pada masa ini yang memerlukan suatu perubahan dari pada kita. Marilah kita akhiri bacaan kita hari ini dengan membuka pada halaman 216:
“. . . . Barangsiapa yang seperti halnya orang-orang Yahudi di masa Kristus yang lalu membangun di atas pondasi pikiran dan pendapat-pendapat manusia, dari bentuk-bentuk dan upacara-upacara ciptaan manusia, atau pada sesuatu pekerjaan yang dapat ia lakukan terlepas dari kemurahan Kristus, ialah mendirikan susunan tabiatnya di atas pasir yang goyah. Topan-topan cobaan yang dahsyat akan menghanyutkan pondasi pasir itu, dan meninggalkan rumahnya berupa sebuah kehancuran di seberang pantai masa sejarah”.
Catatan:
Terlihat jelas disini dikatakan pekabaran sekarang ini memerlukan perubahan pada kita, atau PEMBANGUNAN DAN REFORMASI, dan yang membuat orang-orang perlu dirubah adalah yang berpondasikan kepada pikiran dan pendapat-pendapat manusia.
Penjelasan Victor T. Houteff dari kutipan Ellen G. White:
Marilah kita berdoa memohon bantuan Allah bagi kita untuk mencapai kepastian bahwa pondasi iman kita telah didirikan di atas Firman Allah, yaitu Batu Karang yang teguh itu; agar kita dapat mengetahui bahwa sesuatu yang kurang dari ini cepat atau pun lambat pasti akan jatuh; agar kita membiarkan Tuhan mengendalikan kita kepada jalan-Nya; agar kita membiarkan Dia merubah semua kebiasaan dan perbuatan-perbuatan kita dari pada yang ada sekarang kepada yang sepatutnya.
Catatan:
Kata-kata “Cepat atau lambat” meununjukkan bahwa di depan kita akan ada ujian-ujian atau kegoncangan kemuridan yang akan menentukan dari jenis pondasi mana kita membangun kerohanian kita, jika dari pikiran/pendapat-pendapat manusia jelas ia akan hancur atau membawa kebinasaan, tetapi sebaliknya mereka yang berpondasikan Firman Allah dengan membiarkan/menyerahkan diri ke jalanNya akan sama seperti Ayub, Daniel, Yusuf dan Lot yang baru kita ikuti pembelajarannya dalam Zoom yang lalu, mereka akan diluputkan melalui Daniel 12 : 1.
Kata-kata “cepat atau lambat” berarti kejatuhan itu tidak serta merta melainkan memerlukan waktu atau adanya sesuatu peristiwa tertentu yang harus jadi dahulu, dan selama peristiwa itu belum jadi …. tentunya … mereka-mereka yang berpondasikan pikiran dan pendapat-pendapat manusia masih aman-aman saja dan tidak tampak sesuatu kerugian bila dibandingkan dengan yang memiliki pondasi Firman Allah, bahkan cenderung jauh lebih beruntung karena masih sejalan dengan guru-guru agama mereka, sama seperti di zaman rasul-rasul, selama peristiwa kehancuran Yerusalem belum terjadi, mereka Yahudi-Yahudilah yang tampak paling beruntung daripada pengikut rasul-rasul yang memiliki pondasi FIRMAN ALLAH, oleh sebab itu tidaklah heran bila cenderung jumlah merekapun lebih banyak, terutama yang membiasakan diri menggunakan panca indera.
HAMBA-HAMBA ALLAH DALAM MASA PENGUMPULAN
………
Mereka (calon 144000) inilah yang akan menjadi hamba-hamba-Nya selama masa pengumpulan umat itu, yaitu hari dimana Tuhan akan dipermuliakan. Adanya mereka itu seolah-olah terlindung di dalam tabung panah-Nya menambahkan pengertian, bahwa kemunculan mereka itu di bawah sorotan lampu akan sepenuhnya merupakan kejutan bagi semua orang. Untuk pertama kalinya dunia akan mengetahui, bahwa hamba-hamba Allah ini adalah ujung ekor terakhir dari keturunan-keturunan Yakub, yaitu hamba-hambaNya yang tersembunyi, orang-orang yang akan menghimpunkan umat-Nya juga dari semua pulau di lautan.
Kembali, adalah tertulis: “Dalam pekerjaan terakhir yang besar itu hanya sedikit orang-orang besar yang akan ikut serta. Mereka adalah orang-orang yang merasa kecukupan sendiri, lepas dari Allah, maka Ia tak dapat menggunakan mereka. Tuhan memiliki hamba-hamba-Nya yang setia, yang dalam masa kegoncangan dan ujian akan muncul ke depan. Ada banyak orang-orang yang berharga kini tersembunyi yang tidak menyembah sujud kepada Baal. Mereka belum memiliki terang itu yang akan bersinar dalam pemusatan cahaya ke atasmu. Tetapi, adalah mungkin sekali dari keadaan lahiriah yang kasar dan tidak menarik, kecerahan yang murni dari suatu tabiat Kristen yang sejati akan muncul keluar” – Testimonies, vol. 5, pp. 80, 81.
Catatan:
Dikatakan mereka yang tersembunyi itu belum memiliki terang itu, artinya pada waktunya nanti mereka akan muncul setelah lengkap memiliki terang itu, pertanyaannya melalui bagiamana terang itu sampai kepada mereka? Apakah door to door ? Bila door to door, maka tentunya mereka tidak akan tersembunyi karena terlihat dan diketahui oleh orang mengajarkan mereka, dengan demikian pengenalan mereka akan terang itu juga melalui cara yang tidak dapat diketahui, kira-kira apalagi bila bukan melalui INTERNET salah satunya.
Kemudian dikatakan keadaan mereka lahiriahnya kasar dan tidak menarik hanya kecerahan yang murni dari tabiat Kristen sejati yang keluar, ini mengarahkan kita kepada nubuatan Yesaya 53 yang merupakan nubuatan tentang kehadiran Yesus, sehingga ini menunjukkan mereka SERUPA DENGAN YESUS.
Yesaya 49 : 4 :
“Maka kataku: “Aku sudah berlelah-lelah dengan percuma, dan sudah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; tetapi keputusanku berada dengan Tuhan, dan hasil pekerjaanku adalah dengan Allahku”.
Pada permulaan pekerjaan mereka hasil-hasilnya adalah harus sedemikian seolah-olah membawakan hampir keseluruhan kekecewaan saja. Tetapi bagaimanapun juga mereka mengetahui, bahwa mereka telah dipilih oleh Allah, maka dengan begitu mereka menyerahkan keputusan mereka, pekerjaan mereka dan keberhasilan mereka kepada-Nya saja.
Bagi dorongan semangat mereka, mereka diberitahu, bahwa sungguhpun Israel tidak terhimpun (tetapi bagaimanapun Ia ingin supaya dapat dihimpunkan), namun mereka akan menjadi mulia dalam pemandangan mata Tuhan, dan Tuhan Allah akan menjadi kuat kuasa mereka. Oleh karena mereka itu kini (bukan pada masa yang lain, melainkan pada hari nubuatan ini digenapi) dipanggil untuk membawa Yakub kembali kepada Tuhan, maka ini menunjukkan bahwa Yakub (umat Allah dalam keadaan sifat-sifat Yakub mereka) tak dapat tiada harus sudah meninggalkan Tuhan. Kini mereka harus dibawa kembali kepada-Nya melalui suatu pembangunan dan reformasi yang kuat.
Catatan:
Penjelasan tentang permulaan pekerjaan hanya kekecewaan saja berhubungan dengan perumpamaan biji sesawi, berarti calon 144.000 selain mereka yang serupa dengan Yesus dalam lahiriahnya yang tidak sesuai harapan orang banyak, iapun akan kecil sekali ukurannya atau jumlahnya seperti biji sesawi dan karena biji sesawi adalah TERKECIL, maka permulaan dari 144.000 ini HARUS MEMENUHI KATEGORI “TER” dimaksud …. jadi tidak akan ditemukan adanya kelompok-kelompok yang lebih kecil, lebih hina dan lebih tak meyakinkan daripada mereka ini.
Paragraf kedua dilihat adanya khotbah VTH di bukunya Amaran Sekarang jilid 1 no. 31 bahwa sesuai Yehezkiel 37 : 19 – 23 nanti Israel dan Yehuda akan menjadi satu batang kayu jua, maka tampaknya kata-kata ini mengarah kepada Israel badani.
Kemudian dikatakan Yakub akan dibawa kembali melalui Pembangunan dan Reformasi dan bila kita hubungkan dengan penjelasan Victor T. Houteff atas Yesaya 49 : 8 pada paragraf dibawah, jelas bila banyak kelompok-kelompok Davidian mengajarkan, cenderung hanya Hukum Upacara, yaitu nubuatan-nubuatan, segera haruslah berbenah diri dengan juga menggabungkan pengajaran Hukum Upacara dengan Hukum Moral atau kasih, sebagaimana jawaban Victor T. Houteff dalam buku Tanya Jawab buku no. 3 pertanyaan no. 19 dan khotbahnya di dalam buku Amaran Sekarang jilid 2 no. 37 tentang profile umat Allah. Dengan demikian bergabungnya pekabaran Tongkat Gembala dengan pekabaran 3 Malaikat barulah Pembangunan dan Reformasi dapat terwujud.
Yesaya 49 : 7 :
“Demikianlah firman Tuhan, Penebus orang Israel, dan Yang Maha Suci-Nya, kepada dia yang dicela segala orang, kepada dia yang dijijikkan oleh bangsa itu, kepada seorang hamba dari penguasa-penguasa, Raja-Raja akan melihat dan bangkit berdiri, penghulu-penghulu juga akan menyembah sujud, oleh karena Tuhan yang setia, dan Yang Maha Suci Israel, maka Ia akan memilih kamu”.
Tuhan di sini tampak berbicara kepada suatu umat yang dihina oleh orang-orang, kepada mereka yang dijijikkan oleh bangsa itu, kepada hamba-hamba dari para penguasa – yaitu kepada para anggota biasa, bukan kepada para pendeta yang diakui oleh Organisasi. Injil menjelaskan, bahwa hamba Tuhan ini adalah dihina dan dijijikkan sangat sama seperti yang dialami Tuhan sendiri. Jadi, kebencian itu yang ditumpukkan kepada kita oleh saudara-saudara Laodikea kita hendaknya tidak mematahkan semangat kita, melainkan harus merupakan dorongan besar. Dan mengapa? – Sebab Roh Tuhan sendiri membuktikan, bahwa kita adalah hamba-hamba Allah bagi zaman ini, sehingga Ia akan memberkati pekerjaan kita sedemikian rupa sehingga bahkan raja-raja akan menyaksikan kebangkitan kita dan juga para penghulu akan datang dan menyembah sujud.
Catatan:
Paragraf ini berkaitan dengan kata-kata sebelumnya yang mengatakan awal pekerjaannya mengecewakan, menggambarkan yang dibicarakan adalah saat umatNya masih dalam perjuangannya, sebelum dimuliakan Tuhan, akan dihina, dijijikkan oleh bangsa itu, yaitu oleh orang-orang Laodekia, mereka berasal dari orang-orang sederhana “bukan kepada para pendeta yang diakui oleh organisasi.”
Di dalam buku Christ Object Lesson Bab 4 hal. 72 Ellen G. White menunjukkan hal yang seperti penjelasan tersebut:
“Seringkali kita menganggap mereka sebagai orang-orang yang tidak memiliki harapan, yaitu orang-orang yang sedang ditarik oleh Kristus kepada diriNya. Seandainya kita berurusan dengan jiwa-jiwa ini menurut penilaian kita yang tidak sempurna, mungkin akan memadamkan harapan terakhir mereka. Banyak orang yang menganggap diri mereka orang Kristen pada akhirnya akan ditemukan kekurangannya. Banyak orang akan masuk surga yang menurut tetangga mereka tidak akan pernah masuk ke sana. Manusia menilai dari penampilan, tetapi Allah menilai dari hati.”
Mereka umatNya ini bila dikaitkan dengan Renungan Doa di awal bacaan, jelas adalah orang-orang yang berpondasikan FIRMAN ALLAH, dengan demikian tentunya dilain pihak mereka yang pondasinya kepada pikiran dan pendapat-pendapat manusia sementara ini berada dalam keadaan keterbalikan dengan calon 144.000 yaitu terhormat, dihargai, diyakini oleh orang-orang banyak sebagai calon 144.000.
Selanjutnya sama seperti di paragraf sebelumnya tentang mereka yang “tersembunyi”, mereka disamakan dengan Yesus dalam Yesaya 53 berarti mereka akan benar-benar tidak menarik, lemah, kecil tidak berharga, yang dalam perumpamaan disamakan dengan biji sesawi.
Yesaya 49 : 8 :
“Demikianlah firman Tuhan, Pada suatu masa Aku berkenan sudah Aku mendengar akan dikau, dan pada suatu hari keselamatan sudah Aku menolong akan dikau; maka Aku akan memeliharakan dikau, dan memberikan engkau bagi suatu perjanjian bagi umat, untuk menegakkan bumi, untuk membuat semua harta pusaka yang ditinggalkan supaya dipusakai”.
Allah telah mendengar akan kita dalam masa kasihan, yaitu masa di mana kita dapat dimeteraikan dan dipelihara bagi suatu perjanjian bagi umat untuk menegakkan bumi, untuk mempusakai segala harta yang ditinggalkan — yaitu untuk mengembalikan segala perkara.
Catatan:
Kata-kata ini berkaitan dengan tugas Elia di dalam Matius 17 : 11 yaitu kehadirannya untuk memulihkan segala perkara, yang tentunya pemulihan yang dimaksudkan diarahkan kepada saat Eden didalam kesuciannya dahulu dan itu berarti pemulihannya tidak dapat hanya kepada nubuatan-nubuatan yang selama ini terus disuarakan oleh mereka-mereka yang berpondasikan pikiran dan pendapat orang lain, melainkan juga meliputi HUKUM MORAL, sehingga dengan kombinasi HUKUM UPACARA dan HUKUM MORAL tersebut Pembanguan dan Reformasi yang dilakukan baru bisa menjadi ‘PEMBANGUNAN DAN REFORMASI YANG KUAT.”
Yesaya 49 : 10, 11 :
“Tiada mereka itu akan berlapar atau berdahaga dan panas terik atau panas matahari juga tidak akan menyengat mereka; karena Dia yang pemurah terhadap mereka itu akan memimpin mereka, bahkan dekat pancaran-pancaran air akan dibawa-Nya mereka itu. Maka Aku akan menjadikan semua gunung-Ku sebuah jalan rata, dan semua jalan-jalan-Ku akan ditinggikan”.
Tuhan di sini menjaminkan, bahwa kini dalam masa pengumpulan tidak akan ada halangan jenis apapun, bahwa Ia adalah Pengawas dari semua keadaan.
Catatan:
Ayat ini berikut penjelasannya, menunjukkan setelah 144000 telah dimuliakan, semua kondisinya dahulu yang dihina dan dijijikkan tidak ada mereka rasakan, disini Tuhan menjamin tidak akan ada lagi yang menghalanginya, secara tidak langsung menunjukkan sebelumnya mereka akan merasakan “berlapar atau berdahaga dan panas terik matahari”, sementara ini kita sekarang belum rasakan, namun bisa saja ada waktu di depan kita nanti, seperti di dalam tulisan lainnya yang memberitahukan ke kita bahwa akan ada penganiayaan ke calon 144000 yang di penjara dan mengalami penjarahan, hingga seperti disebutkan di dalam penjelasan berikutnya di ayat 14.
Yesaya 49 : 14 :
“Tetapi Sion mengatakan: Tuhan sudah meninggalkan aku, dan Tuhanku sudah melupakan daku”.
Sebelum mereka itu dimeteraikan, orang-orang yang akan menjadi penghuni Sion itu (mereka yang 144.000 itu) menyangka Allah sudah meninggalkan mereka.
Walaupun ada banyak orang, gantinya mereka berdoa memohon ditegakkannya Sion, mereka sedang sungguh-sungguh berdoa menentangnya, tetapi bagaimanapun juga mereka akan segera menyaksikan bahwa Allah adalah sepenuhnya di pihak Sion.
Catatan:
Banyak orang disini tentunya sesuai konteks berkaitan dengan orang-orang yang disebutkan di dalam Renungan Doa sebagai orang-orang yang membangun pondasi dari pikiran dan pendapat-pendapat manusia, jadi bila kita saksikan keaktifan teman-teman kita yang berseberangan dengan kita, melawat dengan tim yang lengkap serta bersemangat tinggi membicarakan Yehezkiel 9 atau 144000, dikatakan VTH pada dasarnya segala usaha mereka sedang mengarah kepada “menentangnya”, karena mengajak orang lain berpondasikan kepada pikiran dan pendapat-pendapat manusia seperti mereka, karena harusnya sekarang ini umatNya haruslah didorong mengikuti gulungan kebenaran yang berkembang sebagai contohnya murid-murid Yesus yang sudah beralih ke pendidikan kelas lanjutan 40 hari, yaitu mempelajari hal-hal yang dahulu tidak dipahami, sebagaimana yang telah dipelajari dari Zoom tanggal 15 Agustus 2026 judul “Kebenaran lama dan baru – Christ Object Lesson” dikatakan: “Kebenaran-kebenaran lama akan disajikan, tetapi mereka akan dilihat dalam sudut pandang yang baru.”
Yesaya 49 : 16 :
“Bahwasanya, Aku sudah mengukir kamu pada telapak-telapak tangan-Ku; semua pagar tembokmu adalah senantiasa di depanKu”.
“Dari semua yang terlihat secara alamiah tampaknya, bahwa Allah sudah melupakan Sion, yaitu tempat tahta-Nya di bumi; bahwa Ia telah membiarkan musuh-musuh-Nya menyia-nyiakan umat-Nya dan merusak wajah bukit Sion yang ditinggikan, tetapi Tuhan sendiri menjaminkan bahwa demi karena Sion dan karena kebebasan umat penghuni Sion Ia telah dipaku pada kayu salib.”
Catatan:
Kutipan ini menunjukkan bahwa sama seperti di paragraf yang di atas, umatNya sebelum dimuliakan akan tampaknya dibiarkan untuk dihina dan dijijikkan atau dirusakkan, namun tentunya sebaliknya mereka yang berpondasikan pikiran dan pendapat-pendapat manusia akan terus berbesar hati, berbangga-bangga diri, namun hal demikian hanya sementara waktu saja, sampai telah tiba waktunya Mikhael akan bangkit berdiri, membela bani bangsa Israel (Daniel 12:1).
Yesaya 49 : 20 :
“Anak-anak yang akan kamu miliki, setelah kamu kehilangan yang lainnya, akan kembali mengatakan pada pendengaranmu, ‘Tempat ini terlalu sempit bagiku, berilah aku tempat supaya aku boleh duduk”.
Dari ayat ini kita kumpulkan, bahwa anak-anak yang Sion akan lepaskan adalah orang-orang yang menolak untuk bertobat, Sungguhpun demikian kehilangannya ini akan diganti dengan sejumlah besar yang akan datang dari segala bangsa lalu dengan sedemikian itu tanah itu akan menjadi sangat sempit.
Catatan:
Penjelasan atas ayat ini menunjukkan kita akan sama seperti yang dialami Lot dan Ayub yang kehilangan segala-galanya, namun dengan akan terkumpulnya buah-buah kedua, mereka diibaratkan sebagai pengganti kehilangan-kehilangan kita selama perjuangan.
Yesaya 49 : 21 – 23 :
“Maka akan kamu katakan dalam hatimu, Siapa gerangan yaug sudah melahirkan sekaliannya ini bagiku? karena aku telah kehilangan anak-anakku, dan aku adalah sunyi, seorang tawanan, yang terbuang kesana-kemari, maka siapakah yang telah membesarkan mereka ini? Tengoklah, aku tertinggal seorang diri; mereka ini, dimanakah mereka berada? Demikianlah firman Tuhan Hua, Tengoklah, Aku akan mengangkat tangan-Ku kepada segala bangsa Kapir, dan menegakkan standar-Ku kepada orang banyak itu; maka mereka akan menghantarkan anak-anakmu laki-laki dalam gendongannya, dan anak-anakmu perempuan akan dibawanya pada bahu-bahu mereka. Maka raja-raja akan menjadi bapa-bapa angkatmu, dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi ibu-ibu angkatmu; mereka akan menyembah sujud ke hadapanmu dengan muka sampai ke bumi, dan menjilat debu kakimu; maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan; karena mereka yang menunggui Aku tidak akan malu”.
Walaupun mungkin kita pada waktu ini dibenci atau pun tidak dikenal, masanya akan datang apabila kita akan dihiburkan. Orang-orang besar bumi ini pada waktunya kelak, katakanlah seolah-olah, akan “menjilat debu” dari kaki kita.
Catatan:
Jelas disini terlihat calon 144000 bukanlah yang berada dipihak terhormat, dihargai, karena mereka harus juga menggenapi nubuatan kedatangan Yesus Yesaya 53 dan perumpamaan biji sesawi, jika tidak demikian, tentunya bukan merekalah orang-orang pilihanNya. Setelah keadaan kita yang tampak terhina dan dijijikkan ini berlalu kemudian dimuliakan, barulah kata-kata pada Yesaya 49:23. “Maka raja-raja akan menjadi bapa-bapa angkatmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi ibu-ibu angkatmu, mereka akan menyembah sujud kehadapanmu dengan muka sampai ke bumi dan menjilat debu kakimu, maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan, karena mereka yang menunggui aku tidak akan malu” tergenapi.
Bacaan ini dari nubuatan Yesaya 49 hanya membagi dalam dua bagian perjalanan 144000, yaitu yang disebut “permulaan” sebagai sebelum Michael berdiri dan saat “dimuliakan”, jadi kondisi dihina, dijijikkan adalah saat sebelum menang, jangan kita interpretasikan kepada awal sekali Victor T. Houteff baru memulai pergerakan, karena nyatanya sesuai penjelasan Victor T. Houteff pada buku Amaran Sekarang jilid 2 no. 35 bukanlah sebagai organisasi yang terkecil, jangan biarkan kita digiring-giring pikiran-pikiran yang mau mengamankan posisinya, tegas dalam bacaan ini hanya ada SEBELUM (menjelang) dan SESUDAH, tidak ada diantaranya.
DENGAN DEMIKIAN SEKARANG INI BERBESAR HATILAH DAHULU, SABAR-SABARLAH MATA DAN TELINGA KITA UNTUK MENERIMA HINAAN, DIRENDAHKAN, TIDAK DIPANDANG, TIDAK DIPERHITUNGKAN BAHKAN DIJIJIKKAN, SAMPAI TIBA WAKTUNYA BERAKHIR.
PEMBENAHAN MENDASAR KARAKTER/TABIAT DARI GURU TELADAN TERHADAP MEREKA CONTOH-CONTOH 144000
(Bacaan ini menuntun kita untuk menemukan apa yang paling efektif untuk membuat kita dapat berjuang berubah menjadi manusia yang baru, meninggalkan diri kita yang lama)
Mari kita memulai dari jalan masuknya setan mendapat simpati:
Kita masih mempunyai suatu pekerjaan untuk melawan pencobaan. Mereka yang tidak mau menjadi mangsa alat-alat iblis harus menjaga dengan baik akan segala jalan yang menuju kepada jiwa; mereka harus menjauhkan diri dari membaca, melihat atau mendengar hal-hal yang akan membangkitkan pikiran yang kotor. Pikiran jangan dibiarkan melayang-layang semaunya kepada perkara-perkara yang dihadapkan oleh musuh kita. “Hendaklah ingatanmu tajam,” kata rasul Petrus, “… janganlah kamu merupakan kehidupanmu menurut hawa nafsumu yang dahulu itu, tatkala kamu di dalam masa jahiliah, melainkan, sebagaimana Tuhan yang sudah memanggil kamu itu ada kudus, demikian juga kamupun hendaklah kudus di dalam segenap perkara kehidupanmu.” 1 Petrus 1:13-15. Paulus berkata, “Barang apa yang benar, barang apa yang indah, barang apa yang adil, barang apa yang suci, barang apa yang molek, barang apa yang kedengaran baik, jikalau ada sesuatu kebaikan dan jikalau ada sesuatu kepujian, itulah yang hendak kamu pikirkan.” Pilipi 4:8. Ini memerlukan doa yang tekun dan kewaspadaan yang terus-menerus. Kita harus ditolong oleh kuasa Roh Suci yang tinggal di dalam hati kita, yang akan mengangkat pikiran kita ke atas, dan mengisinya dengan hal-hal yang suci dan bersih. Dan kita harus mempelajari firman Allah dengan sungguh-sungguh. “Dengan apa gerangan orang muda akan memeliharakan jalannya suci daripada salah? Jikalau dipatutkannya dengan firmanmu.” “Firmanmu,” kata pemazmur, “telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepadamu.” Mazmur 119:9, 11- —– PB2 54.1
Semua orang harus menjaga indra mereka, agar Setan tidak memperoleh kemenangan atas mereka; karena indra-indra ini adalah pintu gerbang menuju pikiran. ——Pikiran, Karakter dan Kepribadian, jld 2, hal 412
Pencobaan adalah bujukan untuk berdosa, dan ini tidak datang dari Allah, melainkan dari setan, dan dari kejahatan pikiran-pikiran kita sendiri. Allah tidak dapat dicobai dengan kejahatan, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”——Mount Of Blessing, hal 170.
“Peliharakanlah hatimu terlebih daripada segala yang patut dipeliharakan,” adalah nasihat dari orang yang bijaksana; “karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup.” Amsal Solaiman 4:23. Sebagaimana “orang menunggui dirinya, demikianlah adanya.” Amsal Solaiman 23:7. Hati harus dibaharui oleh anugerah ilahi, kalau tidak maka sia-sialah usaha untuk menyucikan hidup. Ia yang mencoba untuk membangun satu tabiat yang agung dan baik tanpa anugerah Kristus adalah sedang membangun rumah di atas pasir. Itu pasti hancur bila dilanda oleh tofan pencobaan. Doa Daud haruslah menjadi permohonan dari setiap jiwa: “Jadikanlah dalam aku suatu hati yang suci, ya Allah! dan baharuilah dalam aku suatu peri yang teguh.” Mazmur 51:12. Dan setelah menjadi orang-orang yang ambil bahagian dalam karunia-karunia sorga, kita harus maju terus kepada kesempurnaan, “yang dengan kuasa Allah terpelihara dari sebab iman.” 1 Petrus 1:5. —- PB2 53.3
Dari membaca kutipan-kutipan singkat di atas kita ditunjukkan bahwa hal yang menjatuhkan manusia itu, jalan pintu gerbangnya adalah melalui JIWA atau PIKIRAN yang mana dinasihati untuk kita memeliharanya terlebih daripada segala yang patut dipelihara, kemudian usaha yang digunakan setan untuk mempengaruhi pikiran kita adalah melalui membaca, melihat atau mendengar ….. dan melalui inilah HAWA HAFSU atau KEINGINAN kita terbentuk. Kita mengenal apa yang kita baca, apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar yang kesemuanya akhirnya dikatakan membangkitkan pikiran kotor, ia itu tidak datang dengan sendirinya, kesemuanya datang dari PENCOBAAN atau GODAAN sebagimana Dahulu Hawa jatuh ke dalam dosa.
Salah satu pertanyaan besar yang terus menjadi tanda tanya dalam diri kita, adalah pertanyaan:
“Mengapa diri kita yang sudah lama belajar bahkan ada dari antara kita sudah puluhan tahun, namun bila direnungkan dan diamati cenderung karakter/tabiat kita tidak berubah, kita masih saja sama dengan kita dahulu, masih saja menyukai hal-hal apa yang orang-orang yang tidak mengenal kebenaran sukai, melihat, mendengar, datangi (terkait dengan tempat), membicarakan, dan bahkan hal-hal yang ditakuti atau dikawatirkan, serta juga terhadap hal-hal yang diimpi-impikan, sedangkan hal yang berbeda dari kita dengan orang-orang pada umumnya hanyalah mengenai keyakinan kita saja, itupun bila ada yang mempertanyakan?”
Pertanyaan diatas adalah dasar pemikiran kita untuk menyelidiki jalan keluar terefektif dalam membenahi karakter/tabiat agar kita dapat didapati layak pada waktunya nanti. Banyak dari kita yang mengaku beragama pada prakteknya hanya berhenti di langkah MENYADARI saja sedangkan selanjutnya rata-rata kita kembali lagi seperti sedia kala?, ini adalah salah satu pertanyaan besar yang harus kita telusuri jawabannya, karena khususnya dalam pendidikan persiapan 40 hari, inilah yang menjadi fokus pembenahan diri, yaitu seperti yang dikatakan dalam kutipan diatas hati harus dibarui, kalau tidak maka sia-sialah usaha untuk menyucikan hidup.
Adalah benar pemahaman bahwa perubahan-perubahan diri itu tidak dapat kita lakukan sendiri, harus ada anugerah Ilahi, dalam bacaan lain dikatakan mustahil dengan kekuatan kita sendiri kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, namun sebagaimana yang telah kita pelajari, bahwa Roh Kudus bersifat pasif, ia tidak akan mendahului sebelum kita melakukan bagian kita.
Untuk mendapatkan jawaban yang efektif, kita mencoba menelusuri dahulu dari mula cerita bagaimana setan dapat memasukan pengaruhnya ke dalam jalan masuk jiwa umatNya, yaitu bangsa Israel:
Dengan bergaul dengan penyembah-penyembah berhala serta ikut dalam upacara-upacara pesta mereka dimana bangsa Ibrani telah dituntun untuk melanggar hukum Allah dan mendatangkan hukumanNya ke atas bangsa itu. Demikian pula sekarang ini adalah oleh menuntun pengikut-pengikut Kristus untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak bertuhan, dan ikut serta dalam kepelesiran mereka dimana setan paling berhasil dalam menjatuhkan mereka ke dalam dosa. “Keluarlah kamu dari antara orang kapir, dan bercerailah kamu, kata firman Tuhan, dan jangan menyentuh barang yang najis.” 2 Korinti 6:17. Tuhan menuntut umatNya sekarang ini untuk berbeda dari dunia dalam kebiasaan, dalam adat dan prinsip, seperti halnya Ia telah menuntut Israel pada zaman dahulu. Jikalau mereka setia mengikuti ajaran-ajaran firmanNya, perbedaan ini akan terlihat; itu tidak bisa menjadi sebaliknya. Amaran-amaran yang telah diberikan kepada bangsa Ibrani terhadap pergaulan dengan orang kapir tidaklah lebih ketat dan lebih tegas daripada amaran-amaran yang melarang orang-orang Kristen untuk meniru-niru roh dan adat kebiasaan orang-orang yang tidak bertuhan. Kristus berkata kepada kita, “Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia.” 1 Yohanes 2:15. “Persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.” Yakub 4:4. Pengikut-pengikut Kristus harus memisahkan diri dari orang-orang berdosa, memilih untuk bersahabat dengan mereka hanya bilamana ada kesempatan untuk berbuat kebajikan kepada mereka. Kita harus berusaha sedapat-dapatnya menjauhkan diri dari persahabatan dengan mereka yang akan memberikan pengaruh yang akan memalingkan kita dari Tuhan. Sementara kita berdoa, “Jangan bawa kami ke dalam pencobaan,” kita harus menjauhkan diri dari pencobaan sedapat-dapatnya.—PB2 52.1
Dari Adam dan Hawa membuka diri mendengar suara-suara lain selain suara Tuhan sebagai satu awal masalah besar kejatuhan manusia, maka bacaan pengalaman bangsa Israel diatas membuka diri berhubungan dengan bangsa kapir melalui pergaulan adalah suatu pengulangan bahayanya mengabaikan petunjuk Ilahi, dan apakah hal ini masalah kecil atau masalah besar seperti yang dikira oleh Hawa ketika mengajak Adam?, jelas bila dilihat dari dampak pengaruh pergaulan ini terjadi hingga sampai penghasutan kepada perintah penyaliban Yesus, jelas hal ini bukan masalah kecil atau remeh temeh yang boleh diambaikan, walaupun dalam bacaan ini yang dibicarakan adalah bangsa Israel, akan tetapi oleh karena dikatakan “Demikian pula sekarang……. Tuhan menuntut umatNya sekarang”, jelas bahayanya pergaulan yang membuat kacau rencana Allah, hingga satu bangsa besar Israel badani, baik 10 suku dan 2 suku kesemuanya tidak lagi dapat dipercaya melaksanakan rencana penyalamatan bagi dunia, juga menjadi peringatan serius bagi kita yang merupakan Israel-Israel rohani di akhir zaman, terlebih lagi dengan kata-kata “Tuhan menuntut umatNya sekarang ini untuk berbeda dari dunia dalam kebiasaan, dalam adat dan prinsip” menegaskan bahwa ternyata kita MASIH SAMA DENGAN DUNIA DALAM KEBIASAAN, DALAM ADAT dan PRINSIP, jadi adalah sangat-sangat serius cerita pengalaman bangsa Israel yang menyimpang dari tuntutan Tuhan untuk dicermati baik-baik sebagai pengalaman awal kejatuhan bangsa pilihan Tuhan.
Dari cerita awal masuknya pengaruh jahat dan membentuk karakter/tabiat dari umat-umatNya yang diturunkan terus menerus hingga di akhir zaman ini, hingga sulit sekali kita mencari jalan pembenahannya, berikut ini kita peroleh satu pengalaman usaha pembenahan karakter/tabiat manusia berdosa yang terbukti efektif menghasilkan orang-orang benar, yaitu dilakukan oleh :
Yesus membenahi karakter/tabiat murid-muridNya
Tetapi sekarang Yesus memanggil mereka untuk meninggalkan kehidupan mereka yang lama, dan menyatukan kepentingan mereka dengan kepentingan-Nya. Petrus telah menerima panggilan itu. Setelah Ketika sampai di pantai, Yesus berkata kepada ketiga murid-Nya yang lain, “Ikutlah Aku, dan Aku akan menjadikan kamu penjala manusia.” Seketika itu juga mereka meninggalkan semuanya dan mengikut Dia.
Sebelum meminta mereka meninggalkan jala dan perahu mereka, Yesus telah memberikan jaminan bahwa Allah akan memenuhi kebutuhan mereka. Penggunaan perahu Petrus untuk pekerjaan Injil telah dibalas dengan berlimpah. Dia yang “kaya akan semua orang yang berseru kepada-Nya,” telah berkata, “Berilah, maka akan diberi kepadamu, dalam takaran yang tepat, yang ditekan, yang diguncang dan yang melimpah ruah.” Roma 10:12; Lukas 6:38. Dalam ukuran ini Dia telah memberi upah atas pelayanan murid-murid-Nya. Dan setiap pengorbanan yang diberikan dalam pelayanan-Nya akan dibalas sesuai dengan “kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah.” Efesus 3:20; 2:7. ——Kerinduan Segala Zaman Bab 25, hal 250.
Suatu hari ketika sedang duduk di pintu tol (jalan utama), pemungut cukai melihat Yesus berkhotbah. Betapa kagetnya dia ketika mendengar kata-kata yang diucapkan Yesus kepada dirinya sendiri, “Ikutlah Aku.”
Matius “meninggalkan semuanya, bangkit dan mengikut Dia.” Tidak ada keraguan, tidak ada pertanyaan, tidak ada pemikiran tentang bisnis yang menguntungkan untuk ditukar dengan kemiskinan dan kesulitan. Cukuplah baginya bahwa ia harus bersama dengan Yesus, agar ia dapat mendengarkan perkataan-Nya, dan bersatu dengan-Nya dalam pekerjaan-Nya.
Demikian juga dengan para murid yang sebelumnya dipanggil. Ketika Yesus menyuruh Petrus dan teman-temannya mengikutiNya, dengan segera mereka meninggalkan perahu dan jala mereka. Beberapa dari murid-murid ini memiliki teman-teman yang bergantung pada mereka untuk mendapatkan dukungan; tetapi ketika mereka menerima undangan Juruselamat, Mereka tidak ragu-ragu dan bertanya: “Bagaimana aku dapat hidup dan menafkahi keluargaku? Mereka taat kepada panggilan itu, dan ketika Yesus bertanya kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu tanpa membawa dompet, kasut dan kasut, apakah kamu tidak mempunyai sesuatu?” mereka menjawab: “Tidak ada.” Lukas 22:35.
Kepada Matius dalam kekayaannya, dan kepada Andreas dan Petrus dalam kemiskinannya, ujian yang sama diberikan; pengudusan yang sama dilakukan oleh masing-masing. Pada saat keberhasilan, ketika jala sudah penuh dengan ikan, dan dorongan dari kehidupan lama semakin kuat, Yesus meminta para murid di laut untuk meninggalkan semuanya demi pekerjaan Injil. Jadi setiap jiwa diuji, apakah keinginan untuk kebaikan duniawi atau persekutuan dengan Kristus yang paling kuat.
Prinsip selalu menuntut. Tidak ada seorang pun yang dapat berhasil dalam pelayanan kepada Allah kecuali jika seluruh hatinya tertuju pada pekerjaan itu dan ia menganggap segala sesuatu sebagai kerugian bagi kemuliaan pengenalan akan Kristus. Tidak ada orang yang membuat cadangan apa pun yang dapat menjadi murid Kristus, apalagi menjadi rekan sekerja-Nya.——Kerinduan Segala Zaman Bab 28 hal 273.
Demikianlah kata-kata “Ikutlah Aku” lalu mereka murid-murid meninggalkan semuanya adalah contoh dari bagaimana Yesus memulaikan atau usaha KE 1 murid-muridNya untuk masuk ke dalam pekerjaanNya, yang bila diterjemahkan kepada kita sekarang adalah sama dengan amaran KELUARLAH, BERPISAH dan JANGAN MENYENTUH/MENJAMAH BARANG YANG KEJI yang tertulis dalam 2 Korintus 6:17.
Lebih lanjut setelah menelusuri metode Yesus memulai pekerjaan murid-murid, berikut petunjuk Ellen G. White terkait amaran kepada kita terkait “meninggalkan semua” yang telah dilakukan murid-muridNya dahulu, antara lain sebagai berikut:
Putuskan Setiap Sulur Duniawi
Banyak orang Kristen yang mengaku beriman diwakili dengan baik oleh tanaman anggur yang menjalar di tanah dan melilitkan sulurnya di sekitar akar dan sampah yang ada di jalannya. Kepada semua orang seperti itu, pesannya datang, “Keluarlah dari antara mereka dan pisahkanlah dirimu, firman Tuhan, dan janganlah menyentuh yang najis; maka Aku akan menerima kamu dan Aku akan menjadi Bapa bagimu dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku, firman Tuhan Yang Mahakuasa.” Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi jika kita ingin diberkati dan dihormati oleh Tuhan. Kita harus memisahkan diri dari dunia, dan menolak untuk menyentuh hal-hal yang akan memisahkan kasih sayang kita dari Tuhan. Tuhan memiliki hak pertama dan tertinggi atas umat-Nya. Arahkan kasih sayangmu kepada-Nya dan kepada hal-hal surgawi. Sulurmu harus diputus dari segala sesuatu yang duniawi.
Kamu dinasihati untuk tidak menyentuh hal yang najis; karena dengan menyentuhnya, kamu sendiri akan menjadi najis. Tidak mungkin bagimu untuk bersatu dengan orang-orang yang jahat, dan tetap murni. “Apakah persekutuan antara kebenaran dan ketidakbenaran? Apakah persekutuan antara terang dan gelap? Apakah kesepakatan antara Kristus dan Belial?” Allah, Kristus, dan bala tentara surga ingin manusia tahu bahwa jika ia bersatu dengan orang jahat, ia akan menjadi jahat. Telah disediakan jalan yang cukup agar kita dapat diangkat dari dataran rendah bumi, dan agar kasih sayang kita tertuju kepada Allah dan hal-hal surgawi —–The Review and Herald, 2 Januari 1900 ).6 BC 1102.
Alat Pengayak
Dunia adalah alat yang mengayak jemaat dan menguji keaslian anggota-anggotanya. Dunia menawarkan bujuk rayu yang ketika diterima, menempatkan orang percaya pada posisi di mana kehidupannya tidak selaras dengan pengakuannya….
Jika kamu berjalan maju menuju surga, dunia akan bergesekan keras denganmu. Di setiap langkah kamu harus berjuang melawan Setan dan malaikat-malaikat jahatnya, dan melawan semua orang yang melanggar hukum Allah. Penguasa duniawi akan campur tangan. Kamu akan menghadapi kesusahan, luka batin, perkataan kasar, ejekan, penganiayaan. Manusia akan menuntut kesesuaianmu dengan hukum dan adat yang akan membuatmu tidak setia kepada Allah. Di sinilah umat Allah menemukan salib di jalan menuju kehidupan. ——(Manuscript 3, 1885) 6BC 1102.
Dari kutipan ini kita dapat lihat bagaimana jelas melalui Ellen G. White Tuhan konsisten dari saat dahulu memanggil murid-muridNya hingga kita sekarang, yaitu amaran sebagaimana yang tertulis dalam 2 Korintus 6:17. Dalam kutipan ini dijelaskan bahwa “keluar dan pisahkanlah” berarti kita harus memisahkan diri dari dunia, dan kata-kata “jangan menyentuh yang najis” berarti menolak untuk menyentuh hal-hal yang akan memisahkan kasih sayang kita dari Tuhan, sama halnya yang kita dapatkan dalam pengalaman murid-muridNya dahulu.
Dari pengalaman bagaimana Yesus dahulu membenahi karakter/tabiat murid-muridNya memulaikan dari pemisahan mereka dari lingkungan kehidupannya, hal ini dapat kita simpulkan sebagai usaha Yesus membenahi muridNya dari pengaruh LUAR DIRI MURID-MURID. Usaha tersebut kita saksikan dalam perjalanannya hingga di akhir 3 ½ tahun, ternyata murid-muridNya masih memperebutkan kedudukan siapa yang terbesar dari antara mereka, menunjukkan usaha Yesus memisahkan mereka dari pengaruh LUAR DIRI murid-murid belum sepenuhnya berhasil, sama seperti terhadap bangsa Israel dahulu, Tuhan baru berhasil mengeluarkan mereka dari Mesir, namun belum berhasil mengeluarkan Mesir dari pikiran mereka.
Selanjutnya terdapat satu peristiwa di Kaisarea Filipi saat Yesus menceritakan apa yang akan dialaminya di akhir penugasan penebusan dosa manusia, kemudian atas reaksi Petrus yang tampak masih mementingkan diri sendiri, Yesus menyampaikan kata-kata berikut:
Matius 16:24:
Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.
Ucapan ini juga ditulis dalam Markus 8:34 dan Lukas 9:23.
Ellen G. White menjelaskan mengenai Matius 16:24 tersebut antara lain sebagai berikut:
Malam waktu berdoa yang digunakan Juruselamat di atas gunung atau dipadang gurun penting untuk mempersiapkanNya menghadapi kesukaran yang harus dihadapiNya pada hari-hari berikutnya. Ia merasakan kebutuhan penyegaran dan penguatan jiwa dan tubuh, sehingga Ia dapat menghadapi pencobaan-pencobaan setan, dan mereka yang sedang berjuang untuk menghidupkan kehidupanNya, akan merasakan kebutuhan yang sama ini.
Ia berkata kepada kita, “Setiap orang yang mau mengikuti AKU, ia harus MENYANGKAL DIRINYA, MEMIKUL SALIBNYA dan MENGIKUT AKU.” Kristus sendiri dapat membuat kita menyatakan kesanggupan ketika Ia berkata “Pikullah KUK yang Ku pasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Ini berarti bahwa diri sendiri harus disangkal setiap hari. Kristus dapat memberi kita pemecahan yang mulia, kemauan untuk menderita, dan untuk bertarung dalam peperangan Tuhan dengan tenaga yang gigih. Orang yang terlemah dengan bantuan karunia Ilahi, dapat memperoleh kekuatan yang lebih banyak daripada seorang penakluk. ——–Buku Maranatha, renungan pagi tanggal 18 Maret.
Dari kutipan diatas kita dapat saksikan bahwa amaran Yesus kepada murid-muridNya untuk “menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” itu diberikannya mendekati akhir masa tugasnya, tampak saat Yesus ditangkap murid-murid ketakutan dan melarikan diri, bahkan Petrus menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok, menunjukkan amaran Yesus ini belum terlaksana dalam diri murid-muridNya. Barulah setelah kebangkitanNya selama masa 40 hari Yesus melanjutkan pembenahan murid-muridNya, hingga sepenuhnya murid-murid menjadi pribadi yang baru yang tidak lagi terlihat diri lama mereka yang mementingkan diri dan termasuk Petrus yang penakut.
“MENYANGKAL DIRI, MEMIKUL SALIBNYA dan MENGIKUT AKU” (Matius 16:24) adalah usaha lanjutan atau KE 2 Yesus membenahi muridNya dari pengaruh DARI DALAM DIRI MURID-MURID dan merupakan usaha akhir dalam pengalaman pembenahan murid-muridNya melengkapi usaha awal pada pemanggilan “ikutlah Aku”.
Pengaruh luar LUAR DIRI murid-murid relatif lebih mudah diatasi karena bentuknya terlihat secara fisik. Para murid terbukti berhasil melangkah keluar, meninggalkan segalanya, dan berjalan mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi, namun pengaruh DALAM DIRI jauh lebih berat karena musuh utamanya bukan lagi dunia di luar, melainkan ego, ambisi, dan kesombongan yang berakar di dalam hati mereka sendiri yang berkuasa sepanjang umur mereka yang terbentuk hasil warisan turun temurun dari pembukaan diri bangsa Israel dahulu terhadap bangsa kapir di perjalanan keluar dari Mesir. Tampak walaupun pengaruh LUAR DIRI sudah mampu dilepaskan, namun pengaruh di dalam hati sangat kuat telah terbentuk didalam diri murid-muridNya, sehingga selama musuh diri sendirinya belum diusir keluar usaha pembenahan diri murid-murid terlihat jelas tidaklah berhasil, bukan hanya Yudas yang tidak berhasil dibenahi dengan usaha dari pengaruh LUAR DIRI, ternyata kesemuanyapun tidak layak, maka diperlukan kombinasi kedua pengaruh harus dilakukan sepenuhnya.
Digunakannya kata-kata “kita” oleh Ellen G. White dalam kutipan di atas, menunjukkan bahwa kita juga diakhir zaman wajib melaksanakan usaha-usaha Yesus tersebut bila ingin memperoleh pembenahan manusia baru yang seutuhnya. Walaupun mungkin kita dapat melakukan amaran yang pertama, namun tanpa melaksanakan amaran yang kedua ini, hasilnya kita akan sama dengan murid Yesus dahulu tidak ada yang layak mengemban tugas membawakan Roh Suci Hujan Awal, demikian juga Roh Suci Hujan Akhir sebagai contoh saingannya.
Metode pembenahan diri yang diterapkan Yesus kepada murid-muridNya inipun ternyata kita dapat jumpai didalam pengalaman Yohanes Pembabtis, yaitu oleh karena sejak dikandung kepada Zakharia dan Elisabet telah diberitahukan bahwa anaknya akan dipakai untuk berbakti dalam pekerjaan Tuhan, maka kedua orang tuanya telah berpindah ke desa dari awalnya di kota tanah pegunungan Yehuda. Perpindahan ke desa ini bisa kita samakan dengan usaha kedua orang tuanya menerapkan 2 Korintus 6:17 yang Tuhan mintakan kepada kita dan selanjutnya dalam kedewasaannya dan kesadaran dari dirinya sendiri tanpa diperintah Yohanes Pembabtis memutuskan sendiri untuk pindah ke padang gurun, demi mendapatkan kemurnian hidup yang suci sebagai tahap kelengkapan menjadi manusia yang baru dalam diri Yohanes Pembabtis. Langkah kedua ini adalah sama dengan pelaksanaan Matius 16:24, yaitu pembenahan dari dalam diri Yohanes Pembabtis. Atas keputusannya yang ekstrim tersebut reaksi orang-orang dapat kita baca sebagai berikut:
Prinsip kehidupan Yohanes Pembaptis yang MENYANGKAL DIRINYA itu adalah menjadi prinsip kerajaan Mesias. Yohanes mengetahui benar alangkah anehnya prinsip ini dibandingkan dengan prinsip dan harapan para pemimpin Israel. Hal yang baginya menjadi suatu bukti Keilahian Kristus, tetapi bagi mereka itu tidaklah demikian. Mereka sedang mencari seorang Mesias yang tidak dijanjikan. Yohanes melihat bahwa hasil pekerjaan Juruselamat bagi mereka itu hanyalah kebencian dan pehukuman. Ia sebagai perintis hanya minum dari piala yang Kristus sendiri harus mengeringkannya hingga pada dasarnya. ——KZS1 226.3
Jadi jelas tampak amaran dalam 2 Korintus 6:17 Keluarlah, berpisahlah dan jangan menyentuh/menjamah barang yang keji yang Tuhan berlakukan bagi kita di akhir zaman adalah contoh saingan cara Yesus membenahi murid-muridNya dahulu, membuat mereka menjauh dari pengaruh-pengaruh kehidupan lingkungannya dan mau meninggalkan hal-hal yang memisahkan kasih sayang dariNya adalah merupakan usaha untuk pengaruh LUAR DIRI. Berikutnya amaran dalam Matius 16:24 suatu tuntutan kewajiban untuk MENYANGKAL DIRI dan MEMIKUL SALIB adalah juga usaha Yesus lainnya dalam melengkapi atau penyempurnaan dari pembenahan karakter/tabiat murid-muridNya dari pengaruh DALAM DIRI, yang juga suatu perjalanan rohani Yohanes Pembabtis menjadi SERUPA DENGAN YESUS.
Perbedaan waktu penyampaian atas dua metode pembenahan karakter/tabiat murid-murid Yesus, yaitu panggilan “Ikutlah Aku” yang sama dengan amaran KELUAR, BERPISAH dan JANGAN MENYENTUH/MENJAMAH BARANG YANG NAJIS disampaikan Yesus saat pemanggilan awal murid-muridNya untuk mengikutiNya dengan meninggalkan kehidupan dan pekerjaannya, adalah masa awal 3 ½ tahun pendidikan Yesus, kemudian amaran MENYANGKAL DIRI yang merupakan pelengkap atau penyempurnaan sesuai ayat Matius 16:24 baru disampaikan Yesus diakhir pendidikan 3 ½ tahun, membuat kita tidaklah perlu heran mengapa murid-murid Yesus hasil dengan baru menjalankan usaha Yesus yang pertama dari pengaruh LUAR DIRI belum berhasil menjadi SERUPA DENGAN YESUS, mereka masih mencintai dirinya sendiri, dan memperebutkan posisi penting di dalam kerajaan Yesus ketika nanti akan berdiri, mereka baru benar-benar berubah setelah melaksanakan usaha amaran MENYANGKAL DIRI dan MEMIKUL SALIBnya masing-masing pada saat Yesus telah bangkit dari kuburNya selama 40 hari.
Oleh karena kehadiran Yesus dahulu adalah membawakan kebenaran KASIH, belum membuka berbagai nubuatan-nubuatan yang tetap tertutup hingga di akhir zaman, maka berarti pada dasarnya murid-murid Yesus telah melaksanakan pembangunan hukum UPACARA yaitu tentang nubuatan Yesus sendiri dan hukum MORAL selama 3 ½ tahun + 40 hari.
Kita sebagai contoh saingan dari murid-murid Yesus, oleh karena kita juga harus melaksanakan dua metode pembenahan Yesus tersebut dan nyatanya sampai sekarang ini, yaitu sampai saat selesainya pendidikan 3 ½ tahun kita contoh saingan murid-murid Yesus, mayoritas kita belum melaksanakan KELUAR, BERPISAH dan JANGAN MENYENTUH/MENJAMAH BARANG YANG NAJIS, maka guna mendapatkan hasil yang sama dengan murid-murid Yesus dahulu, kita sekarang ini di dalam masa pendidikan paruh ke dua, yaitu 40 hari contoh saingan, suka tidak suka atau mau tidak mau kita harus menyelesaikan kedua metode pembenahan murid-murid Yesus sekaligus di dalam waktu yang sangat-sangat singkat dan kita harus lakukan sendiri tanpa ada pendamping seperti Yesus ataupun juru kabar yang hidup, jadi kita sendirilah yang harus jadi siswa pelaksananya, gurunya, dan pengawasnya, bila dahulu Raja Daud ketika menyimpang masih dapat disadarkan atau dikoreksi oleh nabi Nathan dan Abigail untuk kembali ke jalan yang benar, sebelum adanya sanksi, sedangkan kita…….haruslah kedewasaan kepekaan kita saja yang mengawasi diri sendiri, oleh karena itu MEMBACA, MENGERTI dan PERCAYA atau IMAN kita bersama satu-satunya bantuan yang bisa membantu, yaitu Roh Allah. Kerendahan hati kita yang dibantu Roh Allahlah yang membukakan mata kita ketika kita berjalan salah. Kekurangan peka kita berakibat fatal, karena pada dasarnya tidak ada koreksi hanya ada eksekusi di akhir yaitu YEHEZKIEL 9.
Dari segi waktu berarti bila murid-murid dahulu 3 ½ tahun + 40 hari dengan 2 materi (karena hukum upacaranya sangat sedikit sekali, bisa kita tidak perhitungkan), sedangkan kita dengan waktu yang tinggal 40 hari contoh saingan, yaitu sedemikian singkat harus menyelesaikan 3 materi sekaligus, yaitu hukum UPACARA dan 2 buah hukum MORAL dari contoh murid Yesus, yaitu KURANG DARI 1,1 tahun dari sekarang (bulan Agustus 2026). Oleh sebab itu tidaklah kita perlu heran, mengapa kita dapatkan beberapa petunjuk Ellen G. White mengingatkan kita, untuk segera dan tidak menunda-nunda dan diingatkan untuk melaksanakannya dengan USAHA YANG KERAS, TEGAS dan RADIKAL, MENYINGKIRKAN SEMUA PENGHALANG, SUATU USAHA YANG BELUM PERNAH KITA LAKUKAN SEBELUM, karena tidak ada waktu untuk jatuh bangun, tidak ada kesempatan untuk bisa mengalami pengalaman Harun yang teledor turut membantu pembangunan patung lembu emas dan Petrus yang menyangkal kemudian boleh bangun kembali menyadari dan bertobat, ……bagi kita calon-calon 144000 yang hidup dijam-jam terakhir SIDANG LAODEKIA, contoh-contoh sudah diberikan dengan sangat jelas dan tegas, sehingga tidak lagi ada kesempatan kelonggaran-kelonggaran.
Demikianlah kita melihat bagaimana perubahan karakter/tabiat dari murid-murid Yesus dan Yohanes pembabtis dapat diperoleh dengan sangat sempurna melalui metode-metode usaha pembenahan yang Yesus contohkan, walaupun ada berbagai cara dan metode yang didapat dari contoh lainnya, namun oleh karena dua contoh diatas sesuai yang dijelaskan Ellen G. White dan Victor T. Houteff adalah merupakan contoh bagi buah pertama orang hidup dan Elia akhir zaman.
Adalah sekarang inilah waktunya untuk mematuhinya daripada menggunakan cara atau metode lainnya, segala amaran perbaikan tingkah laku, kata-kata, sikap, gaya hidup, reformasi pakaian, makanan dan lain-lain yang kita temukan sekian banyaknya dalam buku-buku Roh Nubuatan, khususnya buku Ellen G. White, akan tidaklah efektif bila kita tidak lakukan hal-hal usaha mendasar seperti yang Yesus lakukan kepada murid-muridNya dan Yohanes Pembabtis lakukan dahulu. Dari usaha pembenahan Yesus dan kesadaran pribadi Yohanes Pembabtis tampak bahwa semua amaran-amaran perbaikan moral yang kita baca dari tulisan-tulisan Ellen G. White lainnya jelas merupakan perubahan-perubahan dilangkah berikutnya, jadi amaran dalam ayat 2 Korintus 6:17 merupakan langkah awal pembenahan dan Matius 16:24 adalah usaha penutupan pembenahan pamungkas dari Yesus, jelas haruslah dilakukan dalam masa persiapan 40 hari kita contoh saingan ini untuk mendapatkan hasil yang efektif.
Kita sendiri dapat saksikan dalam puluhan tahun kita beragama, bagaimana kita tidak dapat benar-benar tegas melaksanakan perubahan diri, selama kita masih berada dan dekat dengan lingkungan pergaulan, kita mudah tergoda oleh berbagai pesona-pesona kehidupan yang tidak mengenal takut akan Tuhan, dan karena titik berat orang-orang yang tidak mengenal kebenaran adalah pada diri manusia itu sendiri, maka daya tarik-daya tarik pesona-pesona godaan makin dibuat semakin menarik dosa dari dalam diri kita yang sejak lahir sudah di dalam dosa, sehingga peperangan dengan diri sendiri nyaris tidak terjadi, cenderung perdamaian saja yang terjadi. Hal ini membuktikan langkah perubahan harus pertama-tama mengatasi pengaruh dari LUAR DIRI dahulu, baru pengaruh DARI DALAM DIRI, apabila yang satu belum dilakukan mustahil berhasil melakukan yang lainnya, pengalaman umat-umat Allah telah cukup membuktikannya kepada kita, namun kita MASIH SAJA TENANG DAN TIDAK MAU JUJUR MENGENAI KEADAAN INI.
MARILAH BELAJAR DARI PENGALAMAN-PENGALAMAN ORANG-ORANG YANG TELAH BERHASIL, JANGAN MEMBUANG-BUANG WAKTU LAGI DENGAN BERBAGAI EKSPERIMEN-EKSPERIMEN PIKIRAN KITA SENDIRI YANG PADA DASARNYA CENDERUNG MENAWAR-NAWAR, MENCIPTAKAN MAAF-MAAF, KARENA KITA PUNYA WAKTU TERSINGKAT DARI SEMUA PELAJAR-PELAJAR FIRMAN TUHAN DARI BERBAGAI GENERASI, MULAI DARI MASA PENDIDIKAN PERSIAPAN HENOKH, MUSA, BANGSA ISRAEL, YOHANES PEMBABTIS DAN JUGA MURID-MURID YESUS.
PENUTUP
Kenyataan bahwa kita dipanggil untuk menanggung ujian membuktikan bahwa Tuhan Yesus melihat di dalam diri kita sesuatu yang sangat berharga yang hendak dikembangkan-Nya. Kalau Ia tidak melihat di dalam diri kita sesuatu yang olehnya Ia dapat memuliakan nama-Nya, Ia tidak akan menggunakan waktu menghaluskan kita. Kita tidak akan bersusah payah memangkas semak-semak. Kristus tidak memasukkan batu yang tidak berharga ke dalam dapur api-Nya. Biji yang berhargalah yang diuji-Nya. —– NBS 82.2
Kita sebenarnya tak mempunyai musuh di luar diri kita yang patut kita takuti. Pergumulan kita yang terbesar adalah dengan diri kita yang tak berserah. Apabila kita mengalahkan diri kita, kita lebih besar daripada hulu balang perang melalui Dia yang telah mengasihi kita. —–Review and Herald, 15 Maret 1908
Kita cenderung mencari simpati dan penghiburan dari sesama manusia, bukan dari Yesus. Dalam kemurahan dan kesetiaan-Nya, Allah sering mengizinkan orang-orang yang kita percayai mengecewakan kita, agar kita belajar betapa bodohnya mengandalkan manusia dan menjadikan daging sebagai lengan kita. Marilah kita percaya sepenuhnya, rendah hati, dan tidak mementingkan diri kepada Allah. Ia mengetahui kesedihan yang kita rasakan sampai ke kedalaman jiwa kita, yang bahkan tidak dapat kita ungkapkan. Ketika segala sesuatu tampak gelap dan tidak dapat dijelaskan, ingatlah kata-kata Kristus: “Apa yang Aku perbuat engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Yohanes 13:7. – Help In Daily Living, p. 27









