<< Go Back

Sabat 15 Agustus 2026

RENUNGAN PENDAHULUAN

 

Naskah untuk Berdoa dari buku Amaran Sekarang jld 2 No. 23 “MELAKSANAKAN SEMUA PERINTAH HATI BATU DAN PIKIRAN DAGING”

 

PARA PENABUR BENIH

 Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons dimulai pada halaman 57 (Edisi tahun 1900).

“Para penabur benih mempunyai tugas untuk dilaksanakan dalam mempersiapkan hati untuk menerima Injil. Dalam pelayanan firman terdapat terlalu banyak pemberian hotbah, dan terlalu sedikit pekerjaan dari hati ke hati yang nyata . . . . . . Dengan begitu para penabur wajib melaksanakan sesuatu supaya benih-benih itu tidak dirusak oleh duri atau binasa karena dangkalnya tanah …… setiap orang percaya …… hendaknya diajarkan supaya ia tidak saja diseIamatkan oleh pengorbanan Kristus, melainkan juga supaya ia akan membuat kehidupan Kristus itu menjadi kehidupannya sendiri dan tabiat Kristus menjadi tabiatnya sendiri. Hendaklah semua orang diajarkan, bahwa mereka harus memikul berbagai beban dan harus menyangkal kecenderungan-kecenderungan badani. Hendaklah mereka mempelajari akan berkat dari bekerja bagi Kristus, mengikuti Dia dalam penyangkalan diri, dan tabah mengalami kesusahan sebagai prajurit-prajurit. Hendaklah mereka beIajar menaruh harap kepada kasihNya dan meIemparkan kepadaNya segala persoalan mereka. Hendaklah mereka merasakan kegembiraan memenangkan jiwa-jiwa bagiNya. Dalam kasih mereka dan perhatian mereka bagi orang-orang yang hilang, mereka tidak akan melihat pada dirinya sendiri. Semua kesenangan dunia akan kehilangan kuasanya untuk menarik dan beban-bebannya akan mengecewakan ….. “

Kita akan berdoa memohonkan hikmat untuk mengetahui secara pribadi bahwa pengorbanan Kristus itu tidak akan bermanfaat apapun juga bagi kita jika kita tidak berjuang untuk menjadi seperti Dia daIam kehidupan maupun dalam tabiat; untuk mengetahui bahwa sebagaimana kepentingan kita terus bertumbuh bagi keselamatan orang lain, demikian pula kehidupan kita sendiri akan disegarkan dengan Roh Allah; dan kemampuan-kemampuan kita untuk berbuat lebih banyak pekerjaan dari hati ke hati untuk memikul beban dan menyangkal diri sendiri akan terus bertumbuh. Demikianlah kelak segala keplesiran dunia akan kehilangan daya tariknya terhadap kita.

 

 

Catatan:

 

Bacaan ini sudah sangat jelas, dengan Victor T. Houteff menyadur tulisan Ellen G. White dalam pembuka khotbahnya dalam buku Amaran Sekarang jld 2 No. 23, berarti Victor T. Houteff sejalan dengan apa yang dipahami oleh Ellen G. White, yaitu pembedaan antara “berhotbah” dan “pekerjaan dari hati ke hati”. Disini dikatakan yang satu “terlalu banyak”  yang satunya “terlalu sedikit”, dalam penjelasannya kita dapatkan yang terlalu sedikit itu dalam hal pekerjaan dari hati ke hati dan akibatnya ternyata SANGAT-SANGAT SERIUS.

Sangat seriusnya itu ditampilkan oleh Ellen G. White dengan jelas, yaitu “benih-benih dirusak oleh duri dan binasa karena DANGKALNYA TANAH. Apa yang menyebabkan bisa mudahnya duri masuk dan tanah jadi dangkal?……jawabannya adalah karena para penabur kurang mengajarkan “Kehidupan Kristus itu menjadi kehidupannya sendiri dan tabiat Kristus menjadi tabiatnya sendiri. Hendaklah semua orang diajarkan, bahwa mereka harus memikul berbagai beban dan harus menyangkal kecenderungan-kecenderungan badani”, dampaknya dikatakan oleh Ellen G. White “pekerjaan dari hati ke hati” menjadi “tidak nyata”. Jadi dari sini kita dapat memahami bahwa “khotbah” berbeda dengan “pekerjaan dari hati ke hati” dan semua yang disebutkan diatas tidak dapat diperoleh melalui “khotbah”, jadi dua materi pelayanan firman dalam bacaan ini sejalan pembelajaran kita sampai sejauh ini dapatlah kita simpulkan “pekerjaan dari hati ke hati” = HUKUM MORAL dan “pemberian khotbah” = HUKUM UPACARA. Atau sesuaikan dengan bagan gambar Victor T. Houteff dalam buku Amaran Sekarang jld 2 no. 37 “pekerjaan dari hati ke hati” = perintah-perintah + syariat-syariat dan “pemberian khotbah = sejarah + nubuatan.

Victor T. Houteffpun menegaskannya dalam komentar atas tulisan Ellen G. White ini, yaitu “bahwa pengorbanan Kristus itu tidak akan bermanfaat apapun juga bagi kita jika kita tidak berjuang untuk menjadi seperti Dia daIam kehidupan maupun dalam tabiat”, dengan demikian Victor T. Houteff pun tidak setuju bila para penabur yang mengaku pemegang kebenaran sekarang mengedepankan, atau mengistimewakan atau sesuai kata-kata bacaan ini “terlalu banyak” memberikan benih-benih pengetahuan tentang HUKUM UPACARA. Berarti dapat kita simpulkan harusnya kedua hukum ini memiliki porsi yang seimbang, terlebih terutama sesuai dengan contoh saingan pengalaman murid-murid Yesus yang lalu dalam pendidikan 40 hari porsi HUKUM MORAL dibuat lebih banyak, karena guna berusaha mewujudkan target SERUPA DENGAN YESUS, yaitu sesuai kata-kata bacaan ini “mereka tidak akan melihat pada dirinya sendiri. Semua kesenangan dunia akan kehilangan kuasanya untuk menarik dan beban-bebannya akan mengecewakan”.

Dari penjelasan ini kita dapat lihat bila kita hanya menerima HUKUM UPACARA, kata-kata “Demikianlah kelak segala keplesiran dunia akan kehilangan daya tariknya terhadap kita” akan tidak terwujud dan tetap berkuasa, sehingga kita bukannya serupa dengan Yesus, sebaliknya TETAP SERUPA DENGAN DUNIA.

Dalam tulisan Ellen G. White pada buku Bapa Kita Peduli, penunggu pagi 19 Desember, dengan judul  “SIAPA YANG MENERIMA METERAI?” kita dapatkan uraian antara lain:

Hanya mereka yang menerima meterai ALLAH yang hidup, yang akan menerima paspor melewati gerbang Kota Suci…

Meterai ALLAH yang hidup akan ditaruh hanya keatas mereka yang memiliki karakter serupa dengan KRISTUS.

Sebagaimana lilin menerima cetakan meterai, begitu pula jiwa menerima cetakan ROH ALLAH dan mempertahankan gambar KRISTUS.

Marilah kita berjuang dengan segenap kekuatan yang telah diberikan ALLAH kepada kita, untuk berada diantara SERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU itu.

Jelas sekali kita saksikan keserupaan Yesus adalah HARGA MATI ukuran kepantasan seseorang untuk menerima darah Yesus, dikuatkan lagi disini bahwa HUKUM UPACARA tidak dapat membuat seseorang serupa dengan Yesus, ataupun merubah manusia lama. Sesuai pelajaran-pelajaran yang telah kita pelajari HUKUM UPACARA ada di buat karena dosa, ia mengantarkan kita untuk dapat menjalankan HUKUM MORAL, tanpa melaksanakan HUKUM UPACARA, pelaksanaan HUKUM MORAL Adam dan Hawa tidak akan berkenan.

Demikian pula dari setiap generasi sejak manusia jatuh dalam dosa, kedua HUKUM UPACARA dan HUKUM MORAL selalu harus menjadi kewajiban dituruti umat Allah, tidak ada umat Allah yang kita dapati dalam seluruh perjalanan umat Allah moralnya masih mementingkan dirinya sendiri, masih meninggikan diri dan mencintai segala harta yang disediakan dunia dapat berkenan kepada Tuhan.

Selain dari renungan doa dalam Amaran Sekarang jld 2 No. 23 ini, Victor T. Houteff dengan tegas memberikan petunjuk bahwa perlunya HUKUM MORAL itu ada dalam bentuk kerajaan rohani di dalam diri kita, sebelum berdirinya kerajaan Daud di bumi ini secara fisik, pada jawaban atas pertanyaan no. 45 Tanya Jawab buku 2, sebagai mana berikut:

Oleh karena itu sebelum Kerajaan Allah itu didirikan di atas bumi ini, ia itu harus benar-benar dapat didirikan secara rohani di dalam kita jika kita senantiasa mempersiapkan diri untuk masuk apabila ia itu secara fisik didirikan di atas “bumi, seperti halnya di dalam sorga.”

Sesuai dengan itu, maka kerajaan kerohanian Allah yang di dalam, ialah di dalam orang-orang yang menghayati prinsip-prinsip pemerintahannya sebelum Kerajaan yang secara fisik itu diperdirikan. Sebab  itu kerajaan Allah yang “di dalam” ialah pengaturan kehidupan rohani; itulah persyaratan untuk mewarisi Kerajaan Allah yang kekal itu.

Hal pelajaran pentingnya mengampaikan pengajaran “pekerjaan dari hati ke hati”, kita juga punya contoh dari pengalaman pengajaran Yesus kepada murid-muridNya dahulu:

Bukanlah tugas tertinggi dari pendidikan untuk mengkomunikasikan pengetahuan semata, tetapi untuk menanamkan energi yang menghidupkan yang diterima melalui kontak pikiran dengan pikiran, dan jiwa dengan jiwa. Hanya kehidupanlah yang dapat melahirkan kehidupan. Maka, betapa beruntungnya mereka yang selama tiga tahun berada dalam kontak setiap hari dengan kehidupan ilahi yang darinya telah mengalir setiap dorongan yang memberi kehidupan yang telah memberkati dunia! Di atas semua rekan-rekannya, Yohanes sang murid yang dikasihi menyerahkan dirinya kepada kuasa kehidupan yang ajaib itu. Ia berkata, “Hidup itu telah dinyatakan dan kami telah melihatnya dan kami telah bersaksi dan kami telah menunjukkannya kepadamu, yaitu hidup yang kekal, yang ada pada Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” “Dari kepenuhan-Nya kita telah menerima segala sesuatu yang telah diberikan kepada kita, yaitu kasih karunia demi kasih karunia.” 1 Yohanes 1:2; Yohanes 1:16.

Di dalam diri para rasul Tuhan kita, tidak ada yang membawa kemuliaan bagi diri mereka sendiri. Jelaslah bahwa keberhasilan pekerjaan mereka adalah semata-mata karena Allah. Kehidupan mereka, karakter yang mereka kembangkan, dan pekerjaan besar yang Allah lakukan melalui mereka, adalah kesaksian tentang apa yang akan Dia lakukan bagi semua orang yang mau diajar dan taat. —–Kerinduan Segala Zaman bab 25 hal 250

Demikian pula dalam contoh pengajaran kepada murid-muridNya dahulu, penyampaian melalui “kontak pikiran dengan pikiran, dan jiwa dengan jiwa”,  yang membuat pengenalan “kehidupan”, yang akhirnya membentuk mereka semua SERUPA DENGAN YESUS.

Jadi jelas mereka yang masih menjadikan pengajaran terhadap HUKUM UPACARA TERLALU BANYAK dan HUKUM MORAL TERLALU SEDIKIT tidak dibimbing oleh Roh yang sama dengan Ellen G. White dan Victor T. Houteff.

 

KAITAN BERBICARA TENTANG PUNTUNG YANG TELAH DITARIK DARI API

 

 

……..Seharusnya ia telah mempercayakan dirinya sepenuhnya kepada Pesuruh Ilahi itu, menyerahkan hidup dan kehendaknya ke dalam tangan Tuhan tanpa keragu-raguan. Tetapi seperti banyak orang lain,dia berusaha untuk berencana bagi diri sendiri: “Tengoklah negeri itu dekat, dapat hamba lari ke sana, lagi ia itu sebuah negeri kecil; biarlah kiranya hamba melindungkan diri hamba di sana dan melepaskan nyawa hamba daripada bahaya ini. Bukankah ia itu sebuah negeri yang kecil?” Kota ini bernama Bela yang kemudian disebut Zoar. Letaknya beberapa mil dari Sodom dan seperti Sodom kota ini jahat dan telah ditetapkan untuk dibinasakan. Tetapi Lot meminta agar kota ini diselamatkan dengan menyatakan bahwa hal ini hanyalah satu permintaan yang tidak berarti; dan kehendaknya itu dikabulkan. Tuhan memberikan kepadanya satu jaminan, “Bahwasanya akan hal inipun telah kululuskan permintaanmu, yaitu tiada Aku hendak membinasakan negeri, yang telah kau katakan itu.” Oh, betapa besarnya rahmat Allah terhadap mahluk-mahlukNya yang berdosa!—— PB1 161.2

Lot bermukim di Zoar untuk sementara waktu saja. Kejahatan merajalela di sana sebagaimana halnya di Sodom, dan ia merasa takut tetap tinggal di sana. Karena jangan-jangan kota inipun akan dibinasakan pula. Tidak lama sesudah itu Zoar dibakar, seperti yang telah direncanakan Allah. Lot berjalan menuju ke gunung dan tinggal di dalam sebuah goa, kehilangan segala sesuatu untuk mana ia telah berani membiarkan keluarganya berada di bawah pengaruh-pengaruh kota yang jahat itu, tetapi kutuk Sodom mengikuti dia hingga di tempat ini sekalipun. Perbuatan yang keji dari putri-putrinya adalah akibat daripada pergaulan yang salah di kota yang jahat itu. Kejahatan akhlaknya telah demikian berpadu dengan tabiat-tabiat mereka sehingga mereka tidak dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat. Keturunan Lot, orang-orang Moab dan Amon, adalah bangsa yang jahat dan penyembah berhala, pemberontak terhadap Allah dan musuh besar daripada umatNya. ——PB1 166.3 atau .—Patriarchs and Prophets, 167, 168 (1890).

———————————-

Yeremiah 30 : 11 – 13:

“Karena Aku ada bersamamu, demikian firman Tuhan, untuk menyelamatkan dikau; sungguhpun Aku menyelamatkan nasib semua bangsa kemana telah Ku cerai-beraikan kamu, namun Aku tidak akan menamatkan nasibmu; tetapi Aku akan mengoreksi dikau dalam timbangan, dan tidak akan Ku biarkan dikau sama sekali tidak dihukum. Karena demikianlah firman Tuhan, Lukamu adalah parah, dan lukamu itu menyedihkan. Tidak seorang pun membantu persoalanmu, sehingga engkau dapat dibebati; tidak ada obat penyembuhan bagimu”.

Umat Allah akan menerima hukuman, tetapi ia itu hanya sampai dalam timbangan. Luka yang parah dan luka yang menyedihkan itu ialah kerajaan yang hilang. Sekalipun luka itu parah, namun mereka akan dilepaskan. Hanya suatu keajaiban yang dapat menyembuhkan suatu luka yang parah. Tepat menjelang umat Allah dilepaskan mereka akan menyadari dengan penuh penderitaan, bahwa tidak ada lagi jalan yang mungkin bagi mereka untuk dilepaskan. Terkecuali suatu keajaiban yang terjadi. Kemudian semua orang akan mengetahui, bahwa hanya Allah saja yang melaksanakan kelepasan mereka.—-Symbolic Code jld 13 no. 1, 2. Berbagai keadaan dunia pada waktu kelepasan umat Allah.

“Terlalu banyak orang membuat kegagalan total dalam merencanakan masa depan yang cerah. Biarlah Allah yang membuat rencana bagimu. Seperti seorang anak kecil, percayalah pada pimpinan Dia yang akan “melindungi langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya.” Allah tidak pernah memimpin anak-anak-Nya kecuali anak-anak-Nya itu mau dipimpin, sekiranya mereka dapat melihat akhir dari permulaan dan melihat kemuliaan dari maksud yang mereka penuhi selaku mitra kerja bersama Dia“——-Ellen G. White, Membina Keluarga Sehat, hlm. 444.

Catatan:

Bila kita lihat seakan-akan tidak habis-habisnya bencana mengikuti Lot, walaupun Lot sudah tersiksa kehilangan harta dan istrinya dari kehancuran kota Sodom dan Gomora, Lot masih harus kembali dikejar kemalangan dengan kematian putri-putrinya di kota Zoar dan kemenangannya dapat dicapai karena ia rela tinggal di dalam goa bukan di dalam kota sebagaimana putri-putrinya. Tampak begitu kasihannya nasib Lot, sehingga mungkin sekali kita menilai bahwa Tuhan begitu keras kepada Lot, sedangkan pamannya Abraham sama sekali ia tidak perlu kehilangan apapun, hal ini menunjukkan betapa tegasnya Tuhan terhadap pelanggaran hukum, tidak ada tolerannya terhadap pelanggaran hukum.

Lot awalnya memilih memasuki kota Sodom dan Gomora sebagai bukti ia mendengar ilah lain, yaitu mammon dirinya sendiri, nasihat Tuhan waktu keluar dari Ur Kasdim masih berlaku, namun ia mengabaikannya, kemudian kota Zoarpun akhirnya binasa berikut dengan putri-putrinya. Dikatakan “tetapi kutuk Sodom mengikuti dia hingga di tempat ini sekalipun” dapat kita pahami karena pemilihan pelarian ke kota Zoar itu adalah atas keinginan Lot sendiri, bukan karena ia mengikuti kehendak Tuhan, maka ini adalah bukti bahwa Lot masih sama “seperti banyak orang lainnya” hendak melanjutkan mimpinya yang di Sodom dan Gomora yang hancur, sehingga ujian masih mengikuti Lot. Beruntung melalui kehancuran kota Sodom dan Gomara, dan kematian istrinya, ia cepat disadarkan atas kesalahannya dan selanjutnya dihantui rasa bersalahnya dan takut akan terulangnya kembali di kota pelariannya Zoar, perasaan traumanya itu juga membuatnya merelakan semua harta dan keluarga miliknya dan tidak menyesali kerugian kehilangan semua, walaupun logikanya sebagai seorang pejabat tinggi aktif dari kota besar Sodom dan Gomora yang kotanya hancur, bukan sebagai pensiunan,  ia tentunya mudah sekali meminta jabatan tinggi di kota kecil Zoar, seandainya ia mau, namun peristiwa itu menginsafkan dirinya, ia telah membatalkan dan menguburkan sepenuhnya ambisi, nafsu, cita-cita, keinginan manusia berdosanya yang masih ada dalam memilih kota Zoar sebagai tempat pelariannya, pelajaran-pelajaran yang ia pelajari yang diingatnya dengan pamannya Abraham ketika masih bersama-sama membantunya yang dikatakan berlambatan diberikan kepada istri dan putri-putrinya.

Tinggal di dalam goa bersama binatang buas, adalah kembali merupakan pilihannya sendiri, namun kali ini  Ia telah berubah 180% dari diri lamanya, suatu tempat yang sangat ekstrim tidak mempedulikan lagi kenyamanan sebagaimana seorang pejabat tinggi, ia dapat saja tinggal di pedesaan atau tempat yang lebih layak, namun kesadaran akan dosa dan penyesalan yang merupakan tahapan pertobatan sarana pengampunan dosa dari TUhan dari yang kita telah pelajari dibuktikan dalam dirinya yang baru, ini sebagai bukti pembelajaran seseorang yang telah mematikan dirinya dan suatu perjuangan seseorang memperoleh kemenangan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Peristiwa kehilangan segala-galanya yang dialaminya tidak sama sekali ia sikapi dengan bersungut-sungut sama seperti Ayub, yang kita dapat yakin tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang-orang yang tidak benar-benar mengerti akan jalan pikiran Tuhan dan berserah sepenuhnya, yaitu suatu hal yang sama sekali tidak dapat dipahami oleh semua umat-umatNya sebelum mengalami sesuatu pendidikan-pendidikan yang Tuhan buatkan, sehingga program pendidikan atau pelatihan yang Tuhan buat seperti halnya kehancuran kota Sodom dan Gomora sangat diperlukan bagi siswa-siswa Alkitab yang masih mementingkan dirinya, dan dengan demikian penderitaan-penderitaan yang akan dialami seperti yang dialami Lot bukanlah kerugian melainkan keberuntungan atau berkat bagi keselamatan umatNya.

Kota Zoar walaupun sudah dijanjikan tidak akan dihancurkan Tuhan, namun perlu kita pahami bahwa setiap janji Tuhan memiliki syarat, dan apabila syarat tersebut tidak dipenuhi, hal itu tidak menjadikan Tuhan bersalah untuk pemenuhan janji tersebut, putri-putri Lot lupa bahwa selalu ada syarat dalam setiap janji-janji Tuhan, kehancuran mengikuti kota Zoar adalah cara Tuhan mendapatkan umat yang benar-benar bersih, sebagaimana kita tahu di pengalaman perjalanan bangsa Israel keluar dari mesir, Tuhan tidak hanya menggunakan satu metode penyaringan, Ia selalu mempunyai metode metode yang tidak di duga, demikian juga yang Ia berlakukan pada keluarga Lot. Hingga habislah harta dan keluarga Lot sama sekali, akhirnya pengalaman Ayubpun Lot harus juga rasakan, namun berbeda dengan Ayub, ia harus menerima sebagai akibat kesalahannya sendiri.

Dikaitkan dengan bacaan puntung yang diambil dari antara api zoom tanggal 1 Agustus 2026 yang lalu, kita lihat mengapa hanya Lot yang dikatakan seperti puntung yang diambil dari antara api, sedangkan Abraham tidak, karena Lot dikatakan telah meninggalkan mezbah Ibrahim dan korban hariannya kepada Allah”, yaitu upacara potong domba yang menjadi hukum wajib bagi orang-orang di zaman sebelum Yesus yang adalah domba yang sebenarnya datang, jadi sudah cukup lama bertahun-tahun Lot dan istri bersama putri-putrinya tidak menyembah Tuhan sebagaimana Abraham, mereka sudah serupa dengan dunia, tetapi alangkah istimewanya Tuhan masih mengingat mereka. Demikian pula dengan kita penyelamatan Tuhan yang akan diberikan juga disamakan dengan Lot, karena kitapun telah dipandang terlalu jauh didalam kejatuhan terhadap dosa, seperti Lot yang dikatakan dalam bacaan ini sudah melakukan “kengerian satu langkah yang tidak bijaksana” yang mengakibatkan seluruh hidupnya kehilangan semua seperti Ayub, dan juga selain pengalaman Lot, kepada kitapun disamakan dengan Yosua yang berpakaian sangat kotor, satu langkah kegerian yang dikatakan dilakukan Lot tentunya dimaksud kepada keputusannya pindah ke kota Sodom dan Gomora, yang akhirnya membuat semuanya menjadi bencana bagi Lot.

Sesuai bacaan diatas, dikatakan semua keadaan kita itu akan ditolong oleh Allah hanya jika kita “mau dipimpin” atau kita mau melakukan bagian kita, yaitu mau membuka mata menyadari dosa mementingkan diri dan kekotoran pakaian kita yang penuh dosa. Satu hal yang harus kita ingat adalah kepada kita di akhir zaman ini, di masa Ia berbicara kepada umatNya melalui anakNya, yaitu Roh Nubuatan Tuhan sangat bermurah kita tidak perlu terlebih dahulu mengalami berbagai kengerian kehilangan istri,  putri-putri dan semua harta seperti Lot atau Ayub untuk “sadar”, bila kita bersedia memanfaatkan segala firmanNya yang telah dibukakan kepada kita oleh para juru kabarNya dan cepat belajar menyadari dosa kita dengan tidak tawar-tawar dan mencita-citakan sesuatu pemuliaan diri seperti Lot yang tidak mengikuti rencana Tuhan, yang mengikuti keinginan sendiri memilih kota Zoar untuk pelariannya hingga harus kehilangan kembali putri-putrinya yang mungkin masih dapat diselamatkan, yaitu melalui gulungan-gulungan firman yang terus dibukakan mengenai: “sekiranya mereka (kita) dapat melihat akhir dari permulaan dan melihat kemuliaan dari maksud yang mereka penuhi selaku mitra kerja bersama Dia“.

Oleh sebab itu dengan telah dibukakan berbagai rencana-rencana kelepasan Tuhan bagi kita calon 144000 sedemikian jelas, yaitu hal-hal perjalanan “akhir” di waktu sekarang ini atau dapat dikatakan pada “permulaan”, maka harusnya kita tidak lagi bodoh membawa-bawa pikiran dan rencana kita sendiri dalam penuntasan pekerjaan persiapan pendidikan 40 hari kita, seperti Lot pada proses perjalanannya yang dikatakan “berlambatan” dan saat Lot memilih sendiri kota yang mau dituju, melainkan kita perlu BELAJAR DARI LOT PADA BAGIAN AKHIR HIDUPNYA  BAHWA PENGORBANANNYA MENGIKLASKAN SEMUA DIAMBIL DARIPADANYA DAN ATAS KESADARANNYA TINGGAL JAUH DARI KOTA DI DALAM GOA ………ADALAH SUATU KEPUTUSAN ATAU TINDAKAN YANG TEPAT/TIDAK SIA-SIA UNTUK BEROLEH KEMENANGAN AKHIR,…………

SEHINGGA DARI SEKARANG KITA TIDAK LAGI MEMPERMASALAHKAN MENGENAI HARTA-HARTA ATAU APAPUN YANG SAAT INI MENGGANJAL KITA MELAKUKAN ……..PERALIHAN JABATAN DAN MELAKSANAKAN PERINTAH KELUAR, BERPISAH DAN TIDAK LAGI MENYENTUH BARANG YANG NAJIS.

Satu kutipan Ellen G. White berikut untuk membesarkan hati kita dalam menjalankan dan menghadapi tuntutan Tuhan seperti pengalaman Lot diparuh akhir perjalanannya:

Saudara dan saudariku, dalam pelayananmu datanglah dekat kepada orang.  Angkat tinggi-tinggi mereka yang terbuang. Anggap bencana itu sebagai berkat terselubung, kesengsaraan sebagai kemurahan. Bekerjalah dengan suatu cara yang akan menyebabkan pengharapan menyeruak dalam tempat kesusahan. —- Pelayan Injil 31.2

 

Melalui cerita Lot yang dikatakan Ellen G. White dalam buku Country Living p. 6.6- 7.1 zoom tanggal 18 Juli 2026 “berlambatan” terhadap istri dan anak-anaknya karena tidak memberikan teladan, disini kita diingatkan kembali akan nubuatan kehadiran malaikat ke 4 yang menggabungkan dirinya kepada malaikat ke 3, yaitu :

Maleakhi 4:6:

“Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah”

Maka marilah kita mengevaluasi praktek kerohanian kita masing-masing di dalam rumah-rumah tangga kita, adakah kita juga telah BERLAMBATAN tidak memberikan TELADAN sama seperti LOT?

Pengalaman Lot dibandingkan dengan Abraham pamannya, memberikan gambaran nyata bacaan berikut:

Jika jiwa dimurnikan dan dimuliakan, dan dibuat sedemikian rupa sesuai dengan pengadilan surga, ada dua hal yang harus dipelajari yaitu pengorbanan diri dan pengendalian diri. Beberapa orang mempelajari pelajaran penting ini lebih mudah dari yang lain, karena mereka telah dilatih oleh disiplin sederhana yang diberikan Tuhan dalam kelembutan dan kasih. Yang lainnya membutuhkan disiplin penderitaan yang lebih lambat, sehingga api penyucian akan memurnikan hati mereka dari kesombongan dan kebergantungan pada diri sendiri, dari hasrat keduniawian dan cinta akan diri sendiri, sehingga tabiat yang benar akan muncul dan mereka akan menjadi pemenang melalui kemurahan Kristus.—IP145. 2

 

MALAIKAT MENGAMBIL ALIH PIKIRAN YANG MAU BERNALAR

 

(Bacaan berikut adalah berhubungan dengan renungan pendahuluan zoom tanggal 18 Juli 2026 dari hotbah Victor T. Houteff “Cara Kerajaan itu Datang”, dimana dalam salah satu penjelasannya pada saat kerajaan itu datang akan ada orang-orang yang senantiasa belajar tetapi tiada pernah sampai kepada pengetahuan akan Kebenaran itu”)

Malaikat-malaikat surgawi sedang bekerja untuk menjangkau pikiran yang mau bernalar, dan kuasa mereka jauh lebih besar daripada bala tentara kegelapan. Ada pikiran pikiran yang berurusan dengan perkara perkara suci namun tidak berada dalam hubungan yang dekat dengan Allah dan tidak dapat membedakan Roh Allah. KECUALI KASIH KARUNIA NYA MENGUBAH MEREKA MENURUT GAMBAR DAN RUPA KRISTUS, ROH NYA AKAN MENINGGALKAN MEREKA SEPERTI AIR MENINGGALKAN BEJANA YANG BOCOR. Satu satunya harapan mereka adalah mencari Allah dengan segenap pikiran, hati, dan jiwa. Maka mereka akan berjuang untuk memperoleh kemenangan dengan cara yang benar. Iblis akan mencuri imajinasi dan kasih sayangmu jika engkau memberinya kesempatan.—Manscript 11, 1893.

 

Catatan:

Bacaan ini memperlihatkan bahwa umat Allah akan terbagi menjadi 2 kelompok di dalam barisan dari khayal Ellen G. White tahun 1903 atau kelompok Davidian, yaitu  sebagian akan dikelompokkan sebagai BERNALAR dan sebagian lainnya lagi tentunya akan dikelompokkan sebagai YANG TIDAK BERNALAR. Walaupun dalam hotbah Victor T. Houteff “Cara Kerajaan itu Datang” ia berbicara tentang lalang dan gandum, namun dari terang yang terbuka sampai saat sekarang ini, mereka yang dikatakan “senantiasa belajar tetapi tiada pernah sampai kepada pengetahuan akan Kebenaran itu”  tentunya dapat kita pahami bukanlah lalang melainkan kelompok sekam, yaitu yang orang-orang yang dinubuatan dalam Wahyu 14:5, karena lalang menolak kebenaran sekarang, maka kepada mereka tidak dapat dikatakan “senantiasa belajar”, alasan itu juga yang menyebabkan mengapa kita menyimpulkan khotbah Victor T. Houteff “Cara kerajaan itu datang” adalah kepada kelompok dari barisan dari khayal Ellen G. White tahun 1903 atau kelompok Davidian, bukan kepada pendeta-pendeta Advent. Sama halnya dengan itu, dalam bacaan Ellen G. White di ataspun adanya orang-orang yang disebutkan “Ada pikiran pikiran yang berurusan dengan perkara perkara suci namun tidak berada dalam hubungan yang dekat dengan Allah dan tidak dapat membedakan Roh Allah” tentunya juga tidak dapat diarahkan kepada lalang-lalang, karena mereka disini dikatakan berurusan dengan perkara-perkara suci, berarti mereka tidak menolak dan sama dengan “senantiasa belajar”.

 

Lalu bagaimana bisa seseorang kita simpulkan dituduhkan oleh firman Allah sebagai SESEORANG YANG TIDAK BERNALAR, sementara disini dikatakan mereka adalah orang-orang yang BERURUSAN DENGAN PERKARA-PERKARA SUCI? antara lain dapat kita pahami dari bacaan berikut:

 Kebenaran yang jelas sekali dinyatakan di dalam Alkitab, telah ditanggapi dengan keragu-raguan dan ketidakjelasan oleh kaum terpelajar, yang dengan berpura-pura memiliki hikmat yang besar, mengajarkan bahwa Alkitab itu mempunyai arti rohani yang penuh mistik dan rahasia yang tidak kelihatan dalam bahasa yang digunakan. Orang-orang ini adalah guru-guru palsu. Kepada golongan seperti inilah Yesus menyatakan “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.” (Markus 12:24). Bahasa Alkitab harus dijelaskan sesuai dengan artinya yang sebenarnya, kecuali menggunakan lambang atau gambar. Kristus telah berjanji, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (Yohanes 7:17). Jikalau manusia menerima Alkitab sebagaimana ia dibaca, jikalau tidak ada guru-guru palsu yang menyesatkan dan membingungkan pikiran mereka, pekerjaan akan tercapai yang membuat malaikat-malaikat senang, dan yang akan membawa ke pihak Kristus ribuan orang yang sekarang sedang mengembara dalam kesalahan. —-KA 630.2

Walaupun Alkitab penuh dengan amaran terhadap guru-guru palsu, banyak yang bersedia menyerahkan pemeliharaan jiwa mereka kepada pendeta. Sekarang ini ada ribuan orang yang mengaku beragama yang tidak dapat memberikan alasan-alasan bagi pokok-pokok iman mereka, selain daripada mereka telah diajar demikian oleh para pemimpin agama mereka. Mereka melewatkan ajaran-ajaran Juruselamat hampir-hampir tidak memperhatikannya, dan menaruh kepercayaan penuh kepada kata-kata para pendeta. Tetapi apakah para pendeta tidak dapat salah? Bagaimana mungkin kita mempercayakan jiwa kita kepada tuntunan mereka kecuali kita mengetahui dari firman Allah bahwa mereka adalah pembawa terang. Kurangnya keberanian moral untuk keluar dari jalur kebiasaan dunia, menuntun banyak orang untuk mengikuti jejak kaum terpelajar; dan karena keengganan mereka untuk menyelidiki bagi mereka sendiri, mereka menjadi terikat dalam rantai kesalahan. Mereka melihat bahwa kebenaran zaman ini ditunjukkan dengan jelas di dalam Alkitab, dan mereka merasakan kuasa Roh Kudus membantu penyiarannya, namun mereka mengizinkan perlawanan pendeta untuk mengalihkan mereka dari terang itu. Walaupun akal dan hati nurani diyakinkan, jiwa-jiwa yang tertipu ini tidak berani berpikir beda dari pendeta; dan demi pertimbangan individu mereka, kepentingan-kepentingan abadi mereka dikorbankan kepada ketidakpercayaan, kesombongan dan prasangka buruk orang lain. —-KA 628.1

Carilah pengajaran (Torat) dan Kesaksian! Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan ini, maka baginya tidak terbit fajar.” (Yesaya 8:20). Umat Allah dituntun kepada Alkitab sebagai perlindungan mereka terhadap pengaruh guru-guru palsu dan kuasa yang menipu dari roh-roh kegelapan. Setan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk mencegah manusia memperoleh pengetahuan mengenai Alkitab, karena kata-kata Alkitab yang jelas mengungkapkan penipuannya. Pada setiap kali pekerjaan Allah dibangunkan, raja kejahatan bangkit dengan lebih giat lagi. Sekarang ia menggunakan usahanya yang paling keras dalam perjuangannya yang terakhir melawan Kristus dan pengikut-pengikut-Nya. Penipuan besar terakhir akan segera digelar di hadapan kita. Antikristus akan melakukan pekerjaan-pekerjaannya yang mengherankan di depan mata kita. Begitu miripnya pemalsuan itu dengan yang aslinya, sehingga mustahil untuk membedakannya kecuali oleh Alkitab. Setiap pernyataan dan setiap mukjizat harus diuji oleh kesaksian Alkitab. —-KA 624.1

 

Kemudian praktek-praktek guru-guru palsu ini kita dapat lihat dari buah-buahnya:

 

…..Dari mulanya, hamba-hamba Allah telah berjuang melawan guru-guru palsu, bukan saja sebagai orang-orang jahat, tetapi berulang-ulang sebagai pengajar kepalsuan yang fatal kepada jiwa. Elia, Yeremia, Paulus, dengan tegas dan tidak gentar menentang mereka yang mengalihkan orang- orang dari firman Allah. Bahwa kebebasan yang menganggap iman yang benar suatu keagamaan tidak penting, tidak diterima oleh para pembela kebenaran. —–KA 546.3

Untuk mempertahankan doktrin-doktrin yang salah atau praktik-praktik yang tidak Kristiani, sebagian orang menggunakan ayat-ayat Alkitab di luar konteks, mungkin mengutip setengah ayat untuk membuktikan pendapat mereka, sementara sebagian yang sisa akan menunjukkan arti yang berlawanan. Dengan kelicikan seekor ular, mereka berlindung di belakang ucapan-ucapan yang tidak berhubungan satu sama lain yang diartikan sesuai dengan keinginan manusiawi mereka. Demikianlah banyak orang yang dengan sengaja memutarbalikkan dan menyalahgunakan firman Allah. Yang lain, yang mempunyai imajinasi aktif, mengambil angka-angka dan lambang-lambang Alkitab, menafsirkannya sesuai dengan kesukaannya, dengan mengabaikan kesaksian Alkitab sebagai penafsir dirinya sendiri, dan kemudian mereka mengemukakan tingkah laku mereka yang aneh itu sebagai ajaran-ajaran Alkitab—–KA 547.2

Bilamana pelajaran Alkitab diadakan tanpa roh yang mau diajar, tanpa doa dan kerendahan hati, ayat-ayat yang paling sederhana dan paling jelas serta dengan ayat-ayat yang paling sulit akan diputarbalikkan dari artinya yang sebenarnya. Pemimpin-pemimpin kepausan memilih bagian-bagian Alkitab yang paling sesuai dengan maksud-maksud mereka, menafsirkannya sesuai dengan kemauan mereka, lalu menyampaikannya kepada orang-orang, sementara mereka melarang mempelajari sendiri Alkitab dan mengerti kebenarannya yang kudus itu. Seluruh isi Alkitab harus diberikan kepada orang-orang sebagaimana ia dibaca. Adalah lebih baik bagi mereka untuk tidak mengajarkan Alkitab sama sekali daripada mengajarkan Alkitab yang telah disalahartikan dan disalahlukiskan—–KA 547.3

Alkitab telah dirancang untuk menjadi penuntun kepada semua orang yang rindu mengenal kehendak Pencipta mereka. Allah memberikan kepada manusia perkataan nubuat yang pasti. Malaikat-malaikat dan bahkan Kristus sendiri datang memberitahukan kepada Daniel dan Yohanes perkara-perkara yang “harus segera terjadi” (Wahyu 1:1). Perkara-perkara penting itu, yang menyangkut keselamatan kita, tidak dibiarkan tersembunyi sebagai rahasia. Perkara-perkara itu tidak dinyatakan sedemikian rupa untuk membingungkan dan menyesatkan pencari kebenaran yang jujur. Tuhan berkata melalui Nabi Habakuk, ‘Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.” (Habakuk 2:2). Firman Allah itu terang kepada semua orang yang mempelajarinya dengan hati yang penuh doa. Setiap jiwa yang benar-benar tulus akan menemukan terang kebenaran. “Terang sudah terbit bagi orang benar.” (Mazmur 97:11). Dan tak akan ada jemaat yang maju dalam kesucian kecuali anggota-anggotanya dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran seperti mencari harta yang terpendam. —–KA 548.1

Mereka yang tidak mau menerima kebenaran Alkitab yang terang, jelas dan tajam, senantiasa mencari cerita-cerita dongeng yang akan mendiamkan hati nurani. Semakin kurang rohani, kurang penyangkalan diri dan merendahkan doktrin-doktrin yang dikemukakan, semakin besar kesukaan, dengan mana mereka diterima. Orang-orang ini merendahkan kuasa intelektual untuk memuaskan keinginan-keinginan daging mereka. Oleh karena kesombongannya, mereka tidak perlu menyelidiki Alkitab dengan jiwa yang menyesal dan doa yang sungguh-sungguh memohon tuntunan Ilahi, mereka tidak mempunyai perisai untuk menangkis penipuan. Setan siap sedia memenuhi keinginan-keinginan hati, dan menyembunyikan penipuannya itu di tempat kebenaran. Demikianlah caranya kepausan mendapat kekuasaannya atas pikiran-pikiran manusia; dan oleh penolakan kebenaran, sebab kebenaran itu melibatkan salib, maka Protestan pun menuruti jalan yang sama. Semua yang melalaikan firman Allah, mempelajari kenyamanan dan politik agar mereka tidak mempunyai perbedaan dengan dunia ini, akan dibiarkan menerima bidat atau ajaran yang sesat yang terkutuk gantinya kebenaran agama. Setiap bentuk kesalahan yang dapat dipikirkan akan diterima oleh mereka yang dengan sengaja menolak kebenaran. Ia yang memandang ngeri suatu penipuan akan dengan mudah menerima yang lain. Rasul Paulus, berbicara mengenai sekelompok orang yang “tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka,” menyatakan, “Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.” (2 Tesalonika 2:10-12). Dengan amaran seperti itu di hadapan kita, kita perlu waspada mengenai doktrin-doktrin yang kita terima. —–KA 549.3

 

Bacaan diatas adalah kutipan dari  buku Kemenangan Akhir Bab 32 “Jerat-jerat setan” dan Bab 37 “Alkitab suatu perlindungan”, dalam bacaan ini terlihat bahwa sekarang, yaitu di masa paling akhir ini mendekati pintu kasihan tertutup bagi sidang, setan sedang bekerja melalui GURU-GURU PALSU, sebagai tiruan dari pekerja-pekerja Tuhan setelah nabi-nabi yang telah berakhir penugasannya. Sebagaimana dinas kependetaan Ilahi, yaitu Penginjil, Gembala dan Guru bertugas sebagai pipa kecil dalam lambang nubuatan Zakharia 4 mengambil dan mengajarkan dari mangkok keemasan, yaitu ajaran-ajaran nabi-nabi akhir zaman, demikian pula dalam bacaan diatas kita dapat memahami bahwa GURU PALSU juga demikian, mereka tidak menginterpretasi ayat-ayat nubuatan Alkitab sebagaimana Amos 3:7 yang merupakan tugas nabi akhir zaman, tetapi disini dijelaskan mereka hanya menggunakan ayat-ayat Alkitab  yang keluar dari konteks, mengutip setengah ayat, memutarbalikan, menyalahgunakan dan mengambil angka-angka dan lambang-lambang Alkitab dan menafsirkannya yang tidak sesuai dengan maksud dari penulis keseluruhannya dari Alkitab, walaupun Ellen G. White disini mengatakan objek yang disalah gunakan adalah Alkitab, namun dengan ia menggunakan Yesaya 8:20  (pengajaran (Torat) dan Kesaksian) kita dapat memahami bahwa maksud Ellen G. White tersebut pada dasarnya adalah kepada ALKITAB dan ROH NUBUATAN atau MINYAK DARI MANGKOK KEEMASAN, sehingga GURU-GURU PALSU yang dimaksud cenderung mengarah kepada GURU-GURU DARI KELOMPOK SEKAM.

Usaha GURU PALSU inilah yang dikatakan dalam KA 624.1 “Sekarang ia menggunakan usahanya yang paling keras dalam perjuangannya yang terakhir melawan Kristus dan pengikut-pengikut-Nya”, serta memanfaatkan “Kurangnya keberanian moral untuk keluar dari jalur kebiasaan dunia  dan keengganan mereka untuk menyelidiki bagi mereka sendiri “, maka kombinasi tersebut menjadi jauh lebih berbahaya dan sangat berhasil daripada mempekerja hanya pekerja NABI PALSU.

Pada KA 549.3 kita dapat lihat bagaimana sikap TOLERAN atau KOMPROMI jadi alat setan memenangkan banyak orang dan sesuai konteks bacaan ini, jelas setan mendorong sikap ini melalui GURU-GURU PALSU agen-agennya. Disini kita menjadi paham dengan jelas mengapa Yesus dahulu sulit sekali mendapatkan murid, walaupun ia sudah memakai keajaiban-keajaiban menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati yang hingga hari ini tidak ada seorangpun mampu lakukan, 5000 orang yang Ia ajarkan diatas bukit dengan juga ia berikan mujizat hilang tanpa kejelasan dan turut memilihNya untuk disalibkan daripada Barabas, hanya menyisakan 12 orang yang kemudian menjadi 120 orang, jawabannya adalah KARENA AJARAN YANG YESUS BAWAKAN BANYAK MENUNTUT PENYANGKALAN DIRI, SEHINGGA TIDAK MENYENANGKAN ORANG-ORANG YAHUDI, seakan-akan Yesus kalah dalam ilmu marketing dengan hasil ciptaannya sendiri yaitu Setan, YESUSPUN DATANG DALAM KEMASAN YANG BURUK, TIDAK BERNILAI JUAL (YESAYA 53). Dalam ilmu marketing yang kita pahami mengenal upaya mempengaruhi dengan usaha merayu, mengemas dengan kemasan-kemasan menarik, mempengaruhi panca indra, ilmu marketing juga mengenal usaha menyesuaikan dengan keinginan calon sasaran, sehingga identik dengan pemaafan dan toleran, sedangkan Tuhan dalam hukumNya kita semua telah ikuti TIDAK ADA SEDIKITPUN BERKOMPROMI, terlihat dari peristiwa di gunung Sinai saat Musa turun setelah mengambil log batu tulisan tangan Tuhan Allah sendiri, sikap Musa memerintahkan pembunuhan kepada 3000 orang adalah bukti tegasnya Tuhan, jadi jangan pula kita heran jika sekarang ini dengan banyaknya kelompok-kelompok pemegang kebenaran sekarang, terlihat sulitnya kita yang TEGAS kepada HANYA DEMIKIAN FIRMAN TUHAN memperoleh respon positif dari banyak orang-orang di dalam sidang Laodekia, penyebab sama dengan penyebab Yesus tidak diterima, yaitu TIDAK BERKOMPROMI sehingga kemasan kita tidak menarik (TIDAK MARKETABLE), sama seperti Yesus dahulu – jumlahnya paling kecil, paling hina, tak berharga serta paling tidak diminati, sehingga banyak orang-orang yang seperti yang disebutkan dalam kutipan ini bila ajaran yang dibawakan“Semakin kurang rohani, kurang penyangkalan diri dan merendahkan doktrin-doktrin yang dikemukakan”, maka tentunya orang akan lebih banyak cenderung memilih kelompok yang menyediakan ajarannya dengan kemasan tersebut yang penuh toleransi terhadap selera dan harapan orang yang menyayangi perbuatannya yang berdosa.

 

Kemudian obatnya untuk terhindar dari pekerjaan dari GURU-GURU PALSU ini nasihat yang kita dapat dalam bacaan di atas antara lain :

Hukum Pikiran

Adalah suatu hukum bagi pikiran bahwa ia akan menyempit atau meluas sesuai dengan ukuran hal hal yang dengannya ia menjadi akrab. Kemampuan mental pasti akan menyusut dan kehilangan kesanggupannya untuk menangkap makna makna yang dalam dari Firman Allah kecuali jika kemampuan itu digerakkan dengan sungguh sungguh dan terus menerus untuk tugas mencari kebenaran. Pikiran akan meluas jika digunakan untuk menelusuri hubungan antara pokok pokok dalam Alkitab, membandingkan ayat dengan ayat, dan hal hal rohani dengan hal hal rohani. Masuklah ke bawah permukaan; harta harta pikiran yang paling kaya sedang menunggu bagi pelajar yang terampil dan tekun.—The Review and Herald, 17 Juli 1888. (Messages to Young People, 262.).

 

Jadi dari pembahasan tentang bagaimana setan akan bekerja di periode paling akhir ini, kita dapatkan jalan teraman untuk dapat terlepas dari agen-agennya yang sangat pandai mempengaruhi orang-orang yang tidak sungguh-sungguh  dengan “Dan tak akan ada jemaat yang maju dalam kesucian kecuali anggota-anggotanya dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran seperti mencari harta yang terpendam” yaitu memahami bahwa …….

“Akan ada persepsi baru tentang kebenaran, kejelasan dan kekuatan yang akan dilihat oleh semua orang. Mereka yang memiliki hak istimewa untuk duduk di bawah pelayanan seperti itu, akan rentan terhadap pengaruh Roh Kudus, rasakanlah kekuatan yang membangkitkan semangat dari sebuah kehidupan yang baru.” Yang berarti tidak akan ditemukan oleh kita-kita yang hanya berkeinginan menerima kebenaran yang hanya dipermukaan.

 

…….pada bacaan berikutnya, kita dapat membedakan GURU-GURU palsu dengan :

 

SEORANG GURU YANG BERSANDAR KEPADA ALLAH

 

 

SEORANG GURU YANG BERSANDAR KEPADA ALLAH

 

Hidup kita haruslah terikat dengan kehidupan Kristus; kita harus terus menerus menimba dari-Nya, mengambil bagian dari-Nya, Roti Hidup yang turun dari surga, yang mengalir dari mata air yang selalu segar, yang selalu memberikan harta yang berlimpah. Jika kita senantiasa mengutamakan Tuhan, mengizinkan hati kita untuk mengucap syukur dan memuji Dia, kita akan memiliki kesegaran yang terus menerus dalam kehidupan religius kita. Doa-doa kita akan menjadi sebuah percakapan dengan Tuhan seperti kita berbicara dengan seorang teman. Dia akan berbicara tentang misteri-misteriNya kepada kita secara pribadi. Sering kali kita akan merasakan sukacita yang manis dari kehadiran Yesus. Seringkali hati kita akan menyala-nyala di dalam diri kita saat Dia mendekat untuk berkomunikasi dengan kita seperti yang Dia lakukan dengan Henokh. Ketika hal ini menjadi pengalaman yang sesungguhnya bagi orang Kristen, maka akan terlihat dalam hidupnya sebuah kesederhanaan, kerendahan hati, kelemah-lembutan, dan kerendahan hati, yang menunjukkan kepada semua orang yang bergaul dengannya bahwa ia telah bersama dengan Yesus dan belajar dari-Nya.

 Di dalam diri mereka yang memilikinya, agama Kristus akan menyatakan dirinya sebagai prinsip yang menghidupkan, prinsip yang melingkupi, energi rohani yang hidup dan bekerja. Di sana akan terlihat kesegaran dan kekuatan serta kegembiraan yang abadi. Hati yang menerima firman Allah tidak seperti kolam yang menguap, tidak seperti tempayan yang pecah yang kehilangan hartanya. Hati yang menerima firman Allah tidak seperti sungai di pegunungan yang dialiri oleh mata air yang tidak pernah berhenti, yang airnya yang sejuk dan berkilauan meloncat dari satu batu ke batu yang lain, menyegarkan mereka yang letih, yang haus dan yang berbeban berat.

Pengalaman ini memberikan kepada setiap pengajar kebenaran kualifikasi yang akan membuatnya menjadi wakil Kristus. Roh pengajaran Kristus akan memberikan kekuatan dan keterusterangan pada komunikasi dan doa-doanya. Kesaksiannya tentang Kristus tidak akan menjadi kesaksian yang sempit dan tidak bernyawa. Pendeta tidak akan berkhotbah dengan topik yang sama dan berulang-ulang. Pikirannya akan terbuka terhadap penerangan Roh Kudus yang terus menerus.

Kristus berkata, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal. Bapa yang hidup telah mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa; jadi barangsiapa makan Aku, ia akan hidup oleh Aku. Roh yang menghidupkan; perkataan yang Kukatakan kepadamu, yaitu roh, dan mereka adalah hidup.” Yohanes 6:54-63.

Ketika kita makan daging Kristus dan minum darah-Nya, unsur kehidupan kekal akan ditemukan dalam pelayanan. Tidak akan ada dana Hal-hal Baru dan Lama ide-ide yang sudah basi dan sering diulang-ulang. Khotbah yang jinak dan membosankan akan berhenti. Kebenaran-kebenaran lama akan disajikan, tetapi mereka akan dilihat dalam sudut pandang yang baru.

Akan ada persepsi baru tentang kebenaran, kejelasan dan kekuatan yang akan dilihat oleh semua orang. Mereka yang memiliki hak istimewa untuk duduk di bawah pelayanan seperti itu, akan rentan terhadap pengaruh Roh Kudus, rasakanlah kekuatan yang membangkitkan semangat dari sebuah kehidupan yang baru. Api kasih Allah akan dinyalakan di dalam diri mereka. Kemampuan perseptif mereka akan dipercepat untuk melihat keindahan dan keagungan kebenaran.

Seorang perumah tangga yang setia melambangkan apa yang seharusnya menjadi guru bagi anak-anak dan kaum muda. Jika ia menjadikan firman Allah sebagai hartanya, ia akan terus menerus menghasilkan keindahan dan kebenaran yang baru. Ketika seorang guru bersandar kepada Allah dalam doa, Roh Kristus akan turun ke atas dirinya, dan Allah akan bekerja melalui Roh Kudus di dalam pikiran orang lain. Roh memenuhi pikiran dan hati dengan harapan yang manis dan keberanian serta gambaran Alkitab, dan semua ini akan dikomunikasikan kepada para pemuda di bawah arahannya.

Mata air kedamaian dan sukacita surgawi, yang terbuka di dalam jiwa sang guru oleh kata-kata Inspirasi, akan menjadi sungai pengaruh yang besar untuk memberkati semua orang yang berhubungan dengannya. Alkitab tidak akan menjadi buku yang melelahkan bagi siswa. Di bawah pengajar yang bijaksana, firman akan menjadi semakin diminati. Firman itu akan menjadi seperti roti hidup, dan tidak akan pernah menjadi tua. Kesegaran dan keindahannya akan menarik dan memikat hati anak-anak dan remaja. Firman itu bagaikan matahari yang menyinari bumi, yang senantiasa memberikan kecerahan dan kehangatan, namun tidak pernah habis.

Roh Allah yang kudus dan mendidik ada di dalam firman-Nya. Sebuah cahaya, cahaya yang baru dan berharga, bersinar dari setiap halaman. Kebenaran dinyatakan di sana, dan kata-kata serta kalimat-kalimatnya dibuat terang dan sesuai dengan kesempatannya, seperti suara Tuhan yang berbicara kepada jiwa.—–Christ Object Lesson Bab 11 “Hal-hal baru dan lama” p.130 & 131.

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart