Sabat 6 Juni 2026
RENUNGAN PENDAHULUAN
Rumah Tangga Advent, Pergaulan yang Aman dan Tidak Aman, p. 460 – 462
Pilihan Simson yang disengaja pemeliharaan Allah telah ada atas Simson, sehingga ia dapat dipersiapkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dipanggil untuk dilakukannya. Pada awal kehidupannya, ia dikelilingi oleh kondisi yang menguntungkan untuk kekuatan fisik, kekuatan intelektual, dan kemurnian moral. Namun, di bawah pengaruh rekan-rekannya yang jahat, ia melepaskan pegangannya pada Tuhan yang merupakan satu-satunya pelindung manusia, dan ia hanyut dalam arus kejahatan. Mereka yang di jalan tugas dibawa ke dalam pencobaan mungkin yakin bahwa Allah akan memelihara mereka; tetapi jika manusia dengan sengaja menempatkan diri mereka sendiri di bawah kuasa pencobaan, cepat atau lambat mereka akan jatuh.
Ragi Kejahatan yang Berbahaya-Siswa-siswa yang terkasih, siang dan malam doa-doa orang tua kalian akan mengikuti kalian. Dengarkanlah permohonan dan peringatan mereka, dan janganlah memilih teman yang sembrono. Engkau tidak dapat melihat bagaimana ragi kejahatan akan merusak secara diam-diam pikiran Anda dan merusak kebiasaan Anda dan, dengan menuntun Anda untuk mengulangi kebiasaan jahat, menyebabkan Anda mengembangkan karakter yang tidak sehat. Anda mungkin tidak melihat bahaya yang nyata dan berpikir bahwa Anda akan dapat melakukan yang benar dengan mudah seperti sebelum Anda menyerah pada godaan untuk melakukan yang salah, tetapi ini adalah sebuah kesalahan. Orang tua dan guru yang mengasihi dan takut akan Allah dapat memperingatkan, memohon, dan menasihati, tetapi semuanya akan sia-sia jika Anda tidak menyerahkan diri Anda kepada Allah dan mengembangkan talenta yang telah Dia berikan kepada Anda untuk kemuliaan-Nya. Waspadalah terhadap Mereka yang Tidak Peduli dengan Agama-Jika anak anak bersama dengan orang-orang yang membicarakan hal-hal yang tidak penting dan duniawi, pikiran mereka akan sampai pada tingkat yang sama. Jika mereka mendengar prinsip-prinsip agama dikaburkan dan iman kita diremehkan, jika keberatan-keberatan yang licik terhadap kebenaran dilontarkan dalam pendengaran mereka, hal-hal ini akan melekat dalam pikiran mereka dan membentuk karakter mereka.
Tidak ada yang lebih efektif mencegah atau menghilangkan kesan serius dan keinginan baik selain bergaul dengan orang-orang yang sombong, ceroboh, dan berpikiran korup. Apa pun daya tarik yang mungkin dimiliki orang-orang tersebut melalui kecerdasan, sarkasme, dan kelucuan mereka, fakta bahwa mereka memperlakukan agama dengan enteng dan acuh tak acuh sudah cukup menjadi alasan mengapa mereka tidak boleh didekati. Semakin menarik mereka dalam hal lain, semakin pengaruh mereka harus ditakuti sebagai teman karena mereka menyebarkan begitu banyak daya tarik berbahaya dalam kehidupan yang tidak religius.
Pergaulan duniawi menarik dan menyilaukan indera sehingga takwa, takut akan Allah, kesetiaan, tidak memiliki kekuatan untuk membuat manusia tetap teguh. Kehidupan Kristus yang rendah hati dan sederhana tampaknya sama sekali tidak menarik. Bagi banyak orang yang mengaku sebagai putra dan putri Allah, Yesus, Keagungan surga, adalah “seperti akar yang tumbuh di tanah yang kering: Ia tidak memiliki bentuk dan rupa.”
Jangan Memusatkan Kasih Sayang pada Kerabat Duniawi – Kita tidak dapat melayani Allah dan dunia pada saat yang bersamaan. Kita tidak boleh memusatkan kasih sayang kita pada kerabat duniawi, yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari kebenaran. Kita boleh berusaha dengan segala cara, ketika bergaul dengan mereka, untuk membiarkan terang kita bersinar; tetapi perkataan kita, tingkah laku kita, kebiasaan dan praktik kita, tidak boleh dalam arti apa pun dibentuk oleh gagasan dan kebiasaan mereka. Kita harus menunjukkan kebenaran dalam semua pergaulan kita dengan mereka. Jika kita tidak dapat melakukan hal ini, semakin sedikit pergaulan kita dengan mereka, semakin baik bagi kerohanian kita.
Menjauhi Mereka yang Memiliki Standar Rendah dan Moral yang Longgar – Adalah salah bagi orang Kristen untuk bergaul dengan orang-orang yang memiliki moral yang longgar. Pergaulan sehari-hari yang intim dan menghabiskan waktu tanpa memberikan kontribusi apa pun terhadap kekuatan intelek atau moral adalah berbahaya. Jika suasana moral di sekitar orang-orang tidak murni dan kudus, tetapi tercemar oleh kerusakan, mereka yang menghirup atmosfer ini akan mendapati bahwa atmosfer ini bekerja secara tidak sadar pada akal budi dan hati untuk meracuni dan merusak. Berbahaya untuk berbicara dengan mereka yang pikirannya secara alamiah berada pada tingkat yang rendah. Secara bertahap dan tanpa disadari, mereka yang secara alamiah teliti dan mencintai kemurnian akan sampai pada tingkat yang sama dan mengambil bagian dalam dan bersimpati pada kebodohan dan kemandulan moral yang selalu mereka hadapi.
————————–
Pelayan Injil 238.3:
Suatu kehidupan yang monoton sangat tidak memajukan pertumbuhan rohani. Ada orang yang dapat mencapai standar kerohanian yang paling tinggi hanya melalui suatu perubahan peraturan susunan sesuatu yang tetap. Apabila Allah di dalam perlindungan-Nya melihat bahwa perubahan itu diperlukan demi kemajuan pembangunan tabiat, hidup yang tenang-tenang itu diguncang-Nya. Ia melihat bahwa seorang pekerja perlu lebih dekat bergaul dengan Dia; dan untuk mendatangkan hal seperti ini, maka Ia memisahkannya dari antara para sahabat dan kenalan. Ketika Ia menyiapkan Elia untuk diangkat, Allah memindahkannya dari suatu tempat ke tempat lain, sehingga nabi itu tidak dapat tinggal diam dengan tenang-tenang, karena keadaan yang tenang-tenang seperti itu tidak mendatangkan kekuatan rohani. Allah merencanakan supaya pengaruh Elia menjadi suatu kuasa yang dapat menolong banyak jiwa untuk memperoleh suatu pengalaman yang lebih luas, pengalaman yang sangat membantu. Banyak yang tidak merasa puas melayani Allah dengan gembira di tempat yang telah ditetapkan-Nya bagi mereka, atau melakukan dengan tidak bersungut-sungut pekerjaan yang diserahkan-Nya ke tangan mereka. Memang baik juga merasa tidak puas atas cara kita melaksanakan tugas, akan tetapi kita tidak perlu merasa tidak puas terhadap tugas itu sendiri oleh sebab kita lebih suka melakukan sesuatu yang lain. Dalam perlindungan-Nya Allah menempatkan di hadapan manusia pekerjaan yang akan menjadi obat memulihkan pikiran mereka yang sakit. Begitulah la berusaha memimpin mereka untuk menyingkirkan sifat mementingkan diri, yang jika diberi tempat akan membatalkan mereka untuk melakukan pekerjaan yang disediakan-Nya bagi mereka. Jikalau mereka menerima dan melaksanakan pekerjaan ini, pikiran mereka akan menjadi sehat. Jikalau mereka menolaknya, mereka akan dibiarkan berselisih dengan diri mereka sendiri dan dengan orang lain.
Banyak orang yang menyerah pada kebimbangan/ragu, akan percaya bila ada bukti terlebih dahulu
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah, “Perkataan ini menunjukkan bahwa Ia mengetahui benar pikiran dan perkataan Tomas. Murid yang bimbang itu mengetahui bahwa tidak seorang pun dari sahabat-sahabatnya telah melihat Yesus selama seminggu, i a mungkin mereka telah menceritakan kepada Guru tentang sifat kurang percayanya. Ia mengenal Oknum di hadapannya sebagai Tuhannya, tidak menghendaki bukti selanjutnya. Hatinya melonjak kegirangan, dan ia menyembah di kaki Yesus seraya berseru, “Ya Allah, Ya Tuhanku. —- KSZ2 461.1
Yesus menerima pengakuannya, tetapi dengan lemah lembut ditegurNya sifat kurang percayanya. “Karena engkau telah melihat Aku. maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Iman Tomas akan lebih menyenangkan Kristus jika ia mau mempercayai kesaksian saudara-saudaranya. Sekiranya dunia dewasa ini mengikuti teladan Tomas, tidak seorang pun mau percaya kepada keselamatan: karena semua orang yang menerima Kristus harus berbuat demikian melalui kesaksian orang lain. —- KSZ2 461.2
Banyak orang yang menyerah pada kebimbangan mendalihkan diri dengan mengatakan bahwa jika mereka mempunyai bukti seperti yang didapat oleh Tomas dari sahabat-sahabatnya, mereka mau percaya. Mereka tidak menyadari bahwa mereka mempunyai bukan saja bukti itu. melainkan jauh lebih banyak. Banyak orang yang, seperti halnya dengan Tomas, menantikan dihilangkannya segala keragu-raguan, tidak pernah akan menyadari kerinduan mereka. Mereka berangsur-angsur menjadi keras dalam sifat kurang percaya. Mereka yang mendidik diri sendiri untuk memandang pada segi yang gelap saja, dan bersungut dan mengeluh, tidak mengetahui apa yang mereka perbuat. Mereka sedang menaburkan benih keragu-raguan, dan mereka akan menuai keragu-raguan juga. Pada saat iman dan keyakinan paling perlu, banyak orang akan mendapati dirinya dalam keadaan tidak berdaya untuk berharap dan percaya. —- KSZ2 461.3
Cara menguji sesuatu tawaran kebenaran adalah benar-benar kebenaran Allah
Penurutan adalah ujian kemuridan. Pemeliharaan hukumlah yang membuktikan keikhlasan dari pengakuan kasih kita. Apabila ajaran yang kita terima membunuh dosa di dalam hati, menyucikan jiwa dari kecemaran, menghasilkan buah kesucian, dapat kita ketahui bahwa ajaran ini adalah kebenaran Allah. Bila kebajikan, kebaikan, kelembutan hati, simpati nyata dalam kehidupan kita, apabila kita mengagungkan Kristus, bukan diri, dapat kita ketahui bahwa iman kita itu benar. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.” 1 Yohanes 2:3. –—- KAB 164.1
——————————
Source: Para Nabi dan Raja
Chapter 5 – Pertobatan Salomo
Sebelum peperangan berakhir, akan selalu ada orang yang berpisah dari Allah. Setan akan menciptakan keadaan-keadaan sedemikian rupa sehingga kecuali kita dipelihara oleh kuasa Ilahi, maka keadaan-keadaan itu akan bekerja dengan tidak terasa melemahkan benteng pertahanan jiwa. Pada setiap langkah kita perlu bertanya, “Adakah ini jalan Allah?” Selama hidup ini belum berakhir, haruslah diadakan penjagaan terhadap kasih sayang dan kegemaran-kegemaran dengan maksud yang teguh. Tidak satu saatpun kita merasa aman kecuali kita bersandar pada Allah, dengan kehidupan yang ditaruh dengan Kristus. Kesiap siagaan dan doa adalah penjaga-penjaga kesucian.
———————————
Adalah tujuan setan yang utama yaitu mencegah terang itu agar tidak sampai kepada umat Allah, yang mana mereka sangat perlukan di tengah-tengah bahaya akhir zaman. —– Testimonies for the Church, jld 5, hlm 217.
———————————
Penipuan terakhir dari setan ialah membuat agar tidak ada faedah apapun dari kesaksian Roh Nubuatan tersebut. —— Testimonies for the Church jld 1, hlm 48
———————————
Jika anda kehilangan kepercayaan pada kesaksian-kesaksian (Roh Nubuatan), anda akan menyimpang dari kebenaran Alkitab. —– 5T 674.1 & 674.2
Bab 7 – Bagaimana Mengetahui Bahwa Allah sedang Memimpin
(Beberapa bagian dari renungan pagi hari di Copenhagen, Denmark, 21 Juli 1886, berjudul Pencarian Firman.” Diterbitkan pada Review and Herald, 3 April 1888.)
Seperti saya, engkau akan bertemu dengan orang menyatakan dirinya telah disucikan, menjadi suci. Sekarang, ada suatu pengaruh yang mengagumkan yang dibawa oleh doktrin ini. Mereka akan menyatakan kepadamu suatu latihan pikiran yang indah menunjukkan bahwa Tuhan sedang menuntun dan mengajari mereka. Lalu bagaimana engkau dapat menyatakan bahwa Tuhan menuntun engkau dan itu berasal daripada Tuhan sendiri? Itu sebabnya ada sebuah ujian: ‘“Carilah pengajaran dan kesaksian!’ Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yesaya 8:20). —— IP 89.1
Jika Tuhan, Yehova yang besar disebutkan dan hal ini menimbulkan kebencian di hati manusia maka kita tahu bahwa orang itu tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Orang-orang dapat berkata bahwa mereka memiliki iman yang besar di dalam Yesus dan tidak ada yang engkau dapat lakukan melainkan Kristus yang melakukannya untukmu. Sekarang, pada saat Kristus memanggil orang yang sudah mati, hal ini bergantung pada perbuatanmu apakah engkau akan dibangkitkan untuk kehidupan yang kekal atau kebangkitan untuk kebinasaan. Demikianlah mereka mencampuradukkan antara kebenaran dan kesalahan, dan mereka tidak dapat membedakan mana yang benar; dan jika mereka diminta untuk duduk untuk mempelajari firman bersamamu mencari apa yang dikatakan Tuhan, saya tidak mengetahui ada kejadian seperti ini tetapi jawabannya adalah mereka tidak memerlukan pencarian terhadap firman, karena Tuhan sendiri memberikan petunjuk apa yang harus mereka lakukan. —— IP 89.2
Suara Allah berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, dan akan ada banyak suara-suara yang kita akan dengar; tetapi Kristus telah mengatakan kepada kita untuk berhati-hati kepada mereka yang berkata, “Di sini ada Kristus, atau di sana ada Kristus.” Dan bagaimana kita tahu bahwa mereka tidak memiliki kebenaran jika kita tidak menghadapkan semuanya kepada Firman? Kristus telah mengamarkan kita tentang nabi-nabi palsu yang akan datang kepada kita dengan menggunakan nama-Nya, bahkan mengaku diri mereka Kristus. Sekarang, jika engkau merasa tidak perlu untuk mengerti Firman bagi dirimu sendiri, engkau akan berada di dalam bahaya karena dapat dituntun kepada doktrin-doktrin seperti ini. Kristus telah berkata bahwa pada hari penghakiman akan ada orang-orang yang berkata, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat dalam nama-Mu, dan mengusir Setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?” Tetapi Kristus akan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22, 23). —– IP 90.1
Sekarang, kita ingin dapat mengerti apakah yang dimaksud dengan dosa—dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Inilah satu-satunya definisi yang diberikan oleh Firman Tuhan. Oleh karena itu kita melihat mereka yang mengaku dipimpin oleh Allah, tetapi lari daripada-Nya dan hukum-Nya, mereka adalah orang-orang yang tidak menyelidiki Kitab Suci. Tetapi Allah akan menuntun umat-Nya; karena Ia berkata bahwa domba-domba-Nya akan mendengar suara-Nya dan tidak mendengar suara yang lainnya. Suara-Nya akan membuat kita mengerti secara menyeluruh akan Kitab Suci. Dan kita tidak perlu lagi bertanya apakah orang lain memiliki kebenaran, karena hal itu akan terlihat dalam tabiat mereka. —– IP 90.2
PELAJARAN PEMBANGUNAN DAN REFORMASI DARI PETRUS
Sebelum kejatuhannya, Petrus selalu berbicara tanpa dipikirkan masak-masak dari dorongan hati pada saat itu juga. Ia selalu bersedih memperbaiki orang lain, dan mengungkapkan isi pikirannya, sebelum ia mempunyai suatu pengertian yang terang tentang dirinya atau tentang apa yang hendak dikatakannya. Tetapi Petrus yang sudah bertobat sangatlah berbeda. Ia tetap memelihara semangatnya yang terdahulu, tetapi rahmat Kristus mengatur kerajinannya. Ia tidak lagi bersemangat dengan cara sembrono, percaya pada diri sendiri saja, dan meninggikan diri, melainkan tenang, dapat mengendalikan diri, dan dapat diajar. Pada waktu itulah ia dapat memberi makan domba-domba dalam kandang Kristus. —- KSZ2 468.1
Sampai saat itu Petrus telah mengenal Kristus secara daging, sebagaimana banyak orang mengenal-Nya sekarang tetapi ia tidak lagi dibatasi sedemikian. Ia mengenal Dia bukan lagi sebagai ia telah mengenal Dia dalam pergaulan dengan Dia dalam kemanusiaan. Ia telah mengasihi Dia sebagai Seorang manusia, sebagai Seorang Guru yang diutus oleh surga; sekarang ia mengasihi Dia sebagai Allah. Ia telah mempelajari pelajaran bahwa baginya Kristus melebihi segala sesuatu. Sekarang ia bersedia mengambil bagian dalam tugas pengorbanan Tuhannya. Ketika pada akhirnya dibawa ke salib, maka atas permintaannya sendiri, ia disalibkan kepala di bawah. Ia menganggap sebagai suatu kehormatan yang terlalu besar baginya kalau ia menderita sama seperti Gurunya telah menderita. —- KSZ2 469.3
Catatan:
Dua gambaran pengalaman hidup Petrus ditunjukkan kepada kita, dan …….lihat PETRUS DAPAT DIUBAH DARI DIRI LAMANYA DENGAN CARA SEMBRONO, MENINGGIKAN DIRI……DIUBAH JADI TENANG, DAPAT MENGENDALIKAN DIRI DAN DAPAT DIAJAR……………………
Barulah disini dikatakan :
Pada waktu itulah ia dapat memberi makan domba-domba dalam kandang Kristus
Jadi artinya sebelumnya, Petrus itu hanya mendampingi Yesus mengajar, demikian pula tentunya dengan murid lainnya…….TANPA FINISHING TOUCH DARI PENDIDIKAN 40 HARI PETRUS …….TETAP TIDAK DAPAT MEMBERI MAKAN DOMBA-DOMBA.
Karena apa seorang Petrus harus berubah dahulu, sebelum dipercaya memberi makan domba-domba dalam kandang Yesus?………RUMUS TUHAN BERLAKU :
Kasihi sesamamu manusia…….SEPERTI KAMU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI…..Matius 22:39.
JADI……..PEMBANGUNAN DAN REFORMASI…… HARUS DILAKSANAKAN DAHULU DI DALAM DIRI PETRUS, demikian pula dengan kita………kita harus memenangkan peperangan dengan diri lama kita.
Yesus berjalan tersendiri dengan Petrus, karena ada sesuatu yang hendak disampaikan-Nya kepadanya saja. Sebelum kematian-Nya, Yesus telah mengatakan kepadanya, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang.” Atas pertanyaan ini Petrus menjawab, “Tuhan mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Yoh. 13:36, 37. Ketika ia mengatakan hal ini, ia hanya mengetahui sedikit tinggi dan dalamnya kaki Kristus akan menuntun jalan. Petrus gagal ketika ujian datang, tetapi sekali lagi ia harus mendapat kesempatan untuk membuktikan kasihnya bagi Kristus. Untuk menguatkan dia guna menghadapi ujian imannya yang terakhir, Juruselamat memaparkan masa depannya kepadanya. Ia mengatakan kepadanya bahwa sesudah ia menghayati suatu kehidupan yang berguna, bila usia yang lanjut sedang mempengaruhi kekuatannya, sesungguhnya ia akan mengikut Tuhannya. Yesus berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Ketika engkau muda, engkau sendiri mengikat pinggangmu, dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki. tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.” —- KSZ2 469.1
Catatan:
Bila kita baca bacaan ini……..kita lihat kepada Petrus diberikan kesempatan kedua……..jadi kesempatan pertama jelas IA KALAH……dan kesempatan kedua adalah PENDIDIKAN 40 HARI.
Perbedaan kesempatan pertama dan kedua adalah ……pada kesempatan kedua sebelum memulainya TUHAN MEMBERIKAN GAMBARAN MASA DEPAN KEPADANYA…..APA YANG IA HARUS LAKUKAN/UBAH…….dan pengetahuan itu TIDAK DIPEROLEH PETRUS SEBELUMNYA.
Jadi untuk memulaikan pendidikan 40 hari, seseorang harus tau dulu apa tuntutan yang dimintakan darinya yang ia tidak dapatkan di periode pendidikan sebelumnya.
Kita sama persis dengan pengalaman kerohanian Petrus……….kita pada dasarnya bila direnungkan ……kita kalah dalam periode pendidikan kita yang pertama……kita masih sama seperti Petrus yang terlalu percaya diri bahwa kita layak dihadapannya, kita masih kurang sekali melihat kekurangan-kekurangan kita. KETIKA BELUM ADA UJIAN……….dalam kondisi belum ada ujian hanya Tuhan yang melihat kelemahan Petrus, sedangkan Petrus belum mampu melihatnya sendiri.
Tetapi setelah UJIAN ITU DATANG, ……ayam berkokok, BARULAH PETRUS DAPAT MELIHAT ….APA YANG YESUS MELIHAT SEBELUMNYA.
Jadi ……UJIAN ITU berkat…….walaupun mungkin kita menghidar dari UJIAN, berdoa untuk Tuhan melepaskan kita dari cobaan……namun UJIAN ITU KITA PERLUKAN. Jika tidak……KITA AKAN TETAP TINGGI HATI SEPERTI PETRUS LAMA……..perlu sesuatu kondisi kita rasakan untuk membangunkan mata rohani umatNya…..supaya ia bisa SADAR…….karena Tuhan tidak pernah memaksakan penurutan.
Kemudian mengapa pendidikan 40 hari Petrus menjadi titik baliknya dari pendidikan sebelumnya?……..jawabannya adalah KARENA PETRUS SUDAH MENGENALI DIRINYA SENDIRI………..MATANYA SUDAH LIHAT APA YANG SELAMA INI TERTUTUP DARI DIRINYA………….
Jadi EFEKTIFITAS 40 hari itu……..harus diawali dari PENGENALAN DIRI SENDIRI……..barulah PEMBANGUNAN dan REFORMASI ITU bisa dilaksanakan untuk diri PETRUS SENDIRI…….DAN
BERHASIL……..DIRI LAMANYA SUDAH DIKALAHKANNYA.
Dengan demikian Yesus memberitahukan kepada Petrus cara kematiannya, malah Ia meramalkan perihal tangannya direntangkan di salib. Sekali lagi Ia mengundang murid-Nya, “Ikutlah Aku.” Petrus tidak tawar hati mendengar pengungkapan rahasia itu. Ia merasa rela menderita sesuatu kematian bagi Tuhannya. — KSZ2 469.2
Catatan:
Perhatikan …..jauh berbeda Petrus setelah MENGENALI DIRINYA…….dulunya ia demi melindungi/menyayangi dirinya sendiri……ia sampai MENYANGKAL YESUS 3 kali, ia TIDAK PEDULI DENGAN DIRI YESUS……tetapi SEKARANG IA MERELAKAN DIRINYA……tidak ada lagi melindungi/menyayangi dirinya……IA MENYAYANGI DIRI YESUS lebih dari DIRINYA SENDIRI.
Kemudian
SUATU PERISTIWA UJIAN YANG SAMA SEPERTI YANG DIALAMI PETRUS UNTUK MEMBANGUNKAN KESADARAN DIBUTUHKAN
Suatu kehidupan yang monoton sangat tidak memajukan pertumbuhan rohani. Ada orang yang dapat mencapai standar kerohanian yang paling tinggi hanya melalui suatu perubahan peraturan susunan sesuatu yang tetap. Apabila Allah di dalam perlindungan-Nya melihat bahwa perubahan itu diperlukan demi kemajuan pembangunan tabiat, hidup yang tenang-tenang itu diguncang-Nya. Ia melihat bahwa seorang pekerja perlu lebih dekat bergaul dengan Dia; dan untuk mendatangkan hal seperti ini, maka Ia memisahkannya dari antara para sahabat dan kenalan. Ketika Ia menyiapkan Elia untuk diangkat, Allah memindahkannya dari suatu tempat ke tempat lain, sehingga nabi itu tidak dapat tinggal diam dengan tenang-tenang, karena keadaan yang tenang-tenang seperti itu tidak mendatangkan kekuatan rohani. Allah merencanakan supaya pengaruh Elia menjadi suatu kuasa yang dapat menolong banyak jiwa untuk memperoleh suatu pengalaman yang lebih luas, pengalaman yang sangat membantu. Banyak yang tidak merasa puas melayani Allah dengan gembira di tempat yang telah ditetapkan-Nya bagi mereka, atau melakukan dengan tidak bersungut-sungut pekerjaan yang diserahkan-Nya ke tangan mereka. Memang baik juga merasa tidak puas atas cara kita melaksanakan tugas, akan tetapi kita tidak perlu merasa tidak puas terhadap tugas itu sendiri oleh sebab kita lebih suka melakukan sesuatu yang lain. Dalam perlindungan-Nya Allah menempatkan di hadapan manusia pekerjaan yang akan menjadi obat memulihkan pikiran mereka yang sakit. Begitulah la berusaha memimpin mereka untuk menyingkirkan sifat mementingkan diri, yang jika diberi tempat, akan membatalkan mereka untuk melakukan pekerjaan yang disediakan-Nya bagi mereka. Jikalau mereka menerima dan melaksanakan pekerjaan ini, pikiran mereka akan menjadi sehat. Jikalau mereka menolaknya, mereka akan dibiarkan berselisih dengan diri mereka sendiri dan dengan orang lain. ——–PI 238.3
——————
BANYAK ORANG AKAN DATANG DARI KESALAHAN DAN DOSA YANG PALING BESAR DAN AKAN MENGAMBIL TEMPAT ORANG LAIN YANG TELAH MENDAPAT KESEMPATAN
Christ’s Object Lessons p.236-237.
Jika hamba-hamba Allah mau berjalan dengan Dia dalam iman, Ia akan memberikan kuasa kepada pekabaran yang disampaikan mereka. Mereka akan diberi kesanggupan untuk menyatakan kasih-Nya dan bahayanya bila menolak rahmat Allah, sehingga orang akan tertarik untuk menerima Injil. Kristus akan mengadakan mukjizat-mukjizat kalau saja manusia mau melakukan bagiannya yang diberikan Allah dalam hati manusia sekarang suatu perubahan besar akan terjadi seperti belum pernah terjadi pada generasi-generasi yang silam. ……………………… Ada orang yang memiliki sedikit kesempatan, yang telah berjalan dalam jalan yang salah sebab mereka tidak mengetahui jalan yang lebih baik lagi, yang kepadanya sinar terang akan memancar. Seperti sabda Kristus datang kepada Zakheus, “Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu,“ agar sabda itu datang kepadanya; dan orang yang dianggap akan menjadi orang berdosa yang keras kepala ternyata mempunyai hati yang lembut seperti seorang anak sebab Kristus telah memperhatikan mereka. Banyak orang akan datang dari kesalahan dan dosa yang paling besar dan akan mengambil tempat orang lain yang telah mendapat kesempatan, tetapi tidak menggunakannya. Mereka akan terhitung sebagai umat pilihan Allah, yang terpilih, berharga dan bila Kristus akan datang dalam kerajaan- Nya, mereka akan berdiri di sisi takhta-Nya.
Tetapi “jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman.” Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun dari orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.” Mereka telah menolak undangan itu dan tidak seorang pun dari antara mereka akan diundang lagi. Oleh menolak Kristus, orang Yahudi mengeraskan hatinya dan menyerahkan dirinya ke dalam kuasa Setan, sehingga mustahil bagi mereka menerima rahmatNya. Demikianlah pula sekarang ini. Bila kasih Allah tidak diterima dan tidak menjadi asas yang hidup, untuk melembutkan dan menaklukkan jiwa itu, kita sama sekali hilang. Tuhan tidak dapat memberikan bukti yang lebih besar dari kasih-Nya dari apa yang telah diberikan-Nya. Jika kasih Yesus tidak menaklukkan hati, tidak ada jalan yang bisa dilalui untuk menjangkau kita.
Setiap kali engkau menolak untuk mendengar pekabaran pengasihan, engkau semakin menguatkan diri dalam hal tidak percaya. Setiap kali engkau gagal untuk membuka pintu hatimu kepada Kristus, makin lama semakin tidak rela untuk mendengar suara-Nya yang berbicara. Engkau mengurangi kesempatanmu untuk menyambut seruan pengasihan yang terakhir. Janganlah tertulis mengenai engkau, seperti mengenai Israel kuno, “Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia.” JANGANLAH KRISTUS MERATAPIMU SEPERTI IA MERATAPI KOTA YERUSALEM, dengan kata-kata, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anak, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.”
ISI DARI SISA WAKTU PERJALANAN KITA/ISI PENDIDIKAN 40 HARI CONTOH SAINGAN
Terhadap pembelajaran-pembelajaran yang kita peroleh dari apa yang telah dibukakan kepada kita, sisa perjalanan akhir sekarang atau isi pendidikan 40 hari kita adalah:
- Kita terhadap diri sendiri:
Penyangkalan diri, permusuhan/peperangan dengan diri sendiri, keluar/pemisahan dengan lingkungan pergaulan, berhenti menyentuh barang yang najis, pembuangan berhala-berhala, menyukai apa yang kita benci sekarang/merubah mempelajari kebenaran sebagai beban menjadi kesukaan, mengendalikan pikiran menjaga segala hal masuk kepikiran, membatasi kepada apa pun yang benar, apa pun yang jujur, apa pun yang adil, apa pun yang murni, apa pun yang indah, apa pun yang terpuji; hanya jika ada kebajikan, dan hanya jika ada pujian, serta melakukan penyusutan dari segala kepentingan-kepentingan pribadi kepada sepenuhnya kepentingan Allah/pengalihan melaksanakan Matius 22:37, yaitu menjadikan Tuhan yang utama/pertama dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi kita,
- Kita terhadap lingkungan:
Menjauh, merasa asing, merasa risih, merasa berbeda/merasa tidak lagi dapat bersatu, menolak untung dari hasil-hasil pemerasan, mengebaskan tangannya daripada menerima suap, menutup telinganya daripada mendengarkan rencana pertumpahan darah, dan menutup matanya daripada melihat kejahatan, menyadari dan merasa jijik terhadap berbagai hal yang dahulu disukai/dicintai dan menganggap semua adalah kesia-siaan di mata Tuhan,
- Yang diperlakukan oleh lingkungan kepada kita:
Direndahkan, dijauhi, diasingkan, tidak diperhatikan, tidak dihargai, terhina, dijarah/dimiskinkan, dianggap aneh bahkan gila/tidak waras.
Akhirnya atas kesemua pelaksanaan tuntutan Tuhan di atas membuat kita merasa rendah diri, kecil, hina, remeh dan tidak berharga …….apa yang nanti kita rasakan akan sama seperti yang alami Musa ketika ia hendak dipakai oleh Allah untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir – dimana hal ini sangat berbeda dengan sikap Musa sebelumnya saat ia dengan caranya sendiri menterjemahkan perintah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir – ia membunuh salah satu prajurit Mesir (Keluaran 3:11; 4:10), Yesaya juga merasa diri penuh dosa dengan mengatakan memiliki najis bibir, menyamakan dirinya dengan bangsa-bangsa yang najis dimana ia hidup ditengah-tengahnya (Yesaya 6:5), Yeremia merasa dirinya masih terlalu muda dan tidak pandai bicara ketika dipanggil sebagai nabi (Yeremia 1:6), Gideon beralasan kaumnya adalah yang paling lemah dan ia sendiri paling muda dari keluarganya (Hakim-Hakim 6:15), Petrus pernah mengatakan “Tuhan, pergilah daripadaku, karena aku ini seorang berdosa” (Lukas 5:8), dan Paulus pun demikian merasa dirinya paling hina dari semua orang Kudus ketika hendak memberitakan Yesus kepada orang-orang bukan Yahudi (Efesus 3:8; 1 Korintus 15:9-11), mereka semua oleh karena menjalankan pendidikan yang Tuhan sediakan bagi persiapan pekerjaannya, masing-masing mengalami kehilangan kepercayaan diri dan ketergantungan atas kekuatannya sendiri.
Perjalanan pendidikan kita sama dengan pendidikan yang dijalani Henoch 300 tahun, Musa 40 tahun, Yohanes pembabtis 30 tahun, Yesus sendiri 40 hari dicobai setan dan juga murid-muridNya 40 hari setelah Yesus bangkit…….dimana dalam masing-masing pendidikan yang dijalankan tidak ada lagi kita baca tampak usaha-usaha untuk memuliakan/mengunggulkan/menonjolkan/membangga-banggakan diri sendiri, pengejaran kedudukan, pengejaran mimpi/cita-cita/ambisi duniawi sebagaimana masih ada kita lihat dari ujung pendidikan 3 ½ tahun murid-murid Yesus, dan bahkan yang tampak adalah perubahan yang sangat mencolok dari hasil pendidikan-pendidikan tersebut, kita dapat melihat bahwa…..TIDAK ADA LAGI DIRI MEREKA YANG LAMA, KESEMUANYA KARAKTER/TABIAT WARISAN MAUPUN BUATANNYA SENDIRI TELAH DIMATIKAN, PETRUS YANG DAHULU PENAKUT TIDAK KITA TEMUKAN LAGI, demikian juga tentunya dengan kita sebagai contoh saingannya nanti ……finalnya kesemuanya akan mendapatkan HASIL YANG SAMA, kita akan sama dengan HENOCH, MUSA, YOHANES PEMBABTIS, MURID-MURID YESUS DAN TOKOH ALKITAB LAINNYA, yaitu KESEMUANYA SERUPA DENGAN YESUS.
Kesemuanya ini bagi kita adalah hasil dari pelaksanaan perintah terakhir yang belum pernah sebelumnya diterapkan dalam seluruh periode akhir zaman (tahun 1800an):
Yesaya 52 : 11:
“Pergilah kamu, pergilah kamu, keluarlah kamu dari sana, janganlah kamu menjamah barang yang keji; keluarlah kamu dari tengah-tengahnya, jadilah kamu suci, kamu yang membawa bejana-bejana Tuhan.”
1 Korintus 6:17:
“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, e dan pisahkanlah dirimu 1 dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu”.
Pada akhir pendidikan sebelum penugasan roh suci hujan akhir, melalui rangkaian ujian yang Tuhan akan siapkan, kita nanti sepenuhnya akan dibuat BERGANTUNG KEPADA TUHAN, tidak ada lagi kita mengandalkan diri sendiri berikut dengan segala kekuatan dan kekuasaan.
Berikut pemaham-pemahaman diatas kita dapatkan dari beberapa kutipan Roh Nubuatan:
No. | Uraian kutipan | Referensi |
1. | Kehidupan Kristen adalah kehidupan peperangan, konflik yang berkesinambungan. Setiap perbuatan penyangkalan diri untuk nama-NYA, setiap pencobaan yang dihadapi dengan baik, setiap kemenangan yang diperoleh atas godaan, adalah satu langkah dalam perjalanan menuju kemuliaan kemenangan akhir. | Penunggu Pagi Tgl 23 Mei, buku BAPA KITA PERDULI |
2. | Jika kita minta KRISTUS memimpin kita, maka IA akan menuntun kita sepanjang jalan sempit. Jalannya mungkin kasar dan berduri; pendakian itu boleh jadi curam dan berbahaya ; mungkin ada lubang perangkap disisi kiri dan sisi kanan; mungkin kita harus merasakan kerja keras dalam perjalanan kita; ketika letih, ketika merindukan perhentian, kita mungkin harus berusaha keras; ketika pingsan, kita mungkin harus berjuang, ketika kecewa, kita mungkin diminta berharap; namun dengan KRISTUS sebagai Pemandu, kita tidak akan kehilangan jalan menuju kehidupan kekal, kita tidak akan gagal mencapai tempat berlindung yang diinginkan pada akhirnya.” | Penunggu Pagi Tgl 23 Mei, buku BAPA KITA PERDULI |
3. | Merasakan kekuatan godaan yang mengerikan, tarikan keinginan yang menuntun pada pemanjaan, banyak orang berseru dalam keputus asaan, “Aku tidak bisa melawan kejahatan.” Katakan kepadanya bahwa dia bisa, bahwa dia harus melawan. Dia mungkin telah dikalahkan berulang kali, tetapi tidak harus selalu demikian. Dia lemah dalam kekuatan moral, dikendalikan oleh kebiasaan hidup yang penuh dosa. Janji dan resolusinya seperti tali dari pasir. Pengetahuan tentang janjinya yang ingkar dan ikrar yang dilanggar melemahkan keyakinannya pada ketulusannya sendiri dan menyebabkannya merasa bahwa Allah tidak dapat menerimanya atau bekerja bersama upayanya. Tetapi dia tidak perlu putus asa. Mereka yang menaruh kepercayaan kepada Kristus tidak boleh diperbudak oleh kebiasaan atau kecenderungan turun-temurun maupun yang dipupuk. Alih-alih ditawan oleh sifat tabiat yang rendah, mereka harus menguasai setiap nafsu makan dan nafsu berahi. Allah tidak meninggalkan kita untuk berjuang melawan kejahatan dengan kekuatan fana kita sendiri. Apa pun kecenderungan kita yang diwarisi atau dipupuk untuk berbuat salah, kita dapat menang melalui kuasa yang siap Dia berikan. | The Ministry of Healing, p. 174 – 175 |
4. | Supaya senantiasa diingat, bahwa hanya ada dua penguasa pikiran di dunia ini, yaitu pikiran dari Allah dan pikiran dari Setan. Kita sebagai orang-orang berdosa telah dilahirkan dengan pikiran Setan, dan pikiran ini tinggal dengan kita sampai kelak kita dilahirkan kembali, yaitu lahir oleh Roh dan dengan pikiran Allah. Lalu untuk berbuat yang benar, maka kita harus berbuat bertentangan terhadap apa yang dibisikkan oleh pikiran daging kita, lalu kita akan kemudian melakukan apa yang pikiran Allah sedang perjuangkan bagi kita untuk dilakukan. | Amaran Sekarang jld 1 No. 1 |
5. | Ia akan menggunakan orang-orang untuk menyelesaikan maksudNya, yaitu mereka yang akan ditolak oleh sebagian saudara-saudara karena dianggap tidak cakap untuk ikut serta dalam pekerjaan | The Review and Herald, Februari 9, 1895 |
6. | Dalam pekerjaan khidmat yang terakhir sedikit orang-orang besar yang akan dilibatkan. . . . Allah akan melakukan satu pekerjaan dalam zaman kita yang hanya segelintir orang menyangkanya. Ia akan mengangkat dan meninggikan dari antara kita orang-orang yang telah diajar oleh pengurapan Roh-Nya ketimbang oleh latihan lahiriah dari lembaga-lembaga ilmiah. | 5T 80, 82 (1882). PAZ 159.1 |
7. | Sama seperti halnya dalam abad-abad yang terdahulu kebenaran-kebenaran penting bagi zaman ini diperoleh bukan dari penguasa-penguasa keimamatan, melainkan dari orang-orang laki-laki dan perempuan yang tidak terlalu terpelajar atau terlalu pintar untuk percaya firman Allah. ‘Karena kamu menyaksikan panggilanmu, saudara-saudaraku, bagaimana mereka yang dipanggil itu, tidak banyak orang pintar menurut ukuran manusia, tidak banyak orang yang gagah perkasa, tidak banyak orang bangsawan yang dipanggil; melainkan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang bodoh untuk mengacaukan orang-orang pintar; dan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang lemah untuk mengacaukan perkara-perkara yang kuat perkasa.” | Christ’s Object Lessons, halaman 79, paragraf satu |
8. | Jangan sekali mencoba untuk mempromosikan usahamu sendiri, melainkan selalu mencoba mempromosikan pekerjaan Allah. Jangan sekali berdoa memohonkan terang untuk mengetahui apa yang akan dilakukan dan ke mana harus pergi agar supaya usahamu, kepentingan-kepentinganmu dapat maju berkembang, melainkan supaya berdoa memohonkan terang agar kiranya Allah dapat menolong kamu melaksanakan perkara atau pergi ke mana anda dapat membaktikan diri dengan baik dalam pekerjaan-Nya | Amaran Sekarang buku 2 jld 2 No. 35 |
9. | Pada waktu apabila murka-Nya akan keluar dalam pehukuman-pehukuman, pengikut-pengikut Kristus yang sederhana dan yang setia ini akan kelak dapat dibedakan dari penduduk dunia lainnya oleh jiwa mereka yang bersedih, yang terlihat dalam ratap dan tangis, tegoran-tegoran dan amaran-amarannya.
Mereka tidak akan berdiam diri demi memperoleh simpati siapa pun juga. ……. Mereka meratap dan sedih jiwanya karena kesombongan, keras kepala, sifat mementingkan diri, dan kesesatan dalam hampir setiap bentuk terdapat di dalam sidang ……. Kelas orang-orang yang tidak merasa sedih terhadap kemerosotan kerohaniannya sendiri, atau menangis karena dosa-dosa orang lain, mereka akan dibiarkan tanpa meterai Allah. | Testimonies, jilid 5, halaman 210 – 211 |
10. | Saya ingin mengamarkan kepadamu agar jangan menunda-nunda, jangan menunggu kepada sesuatu saat bilamana kamu akan lebih cenderung untuk melayani Allah dari pada waktu ini. Setiap jam yang kamu tunda, engkau mengalihkan dirimu sendiri dari Allah, engkau mendirikan barikade-barikade memisahkan dirimu melawan Dia oleh semua kebiasaan-kebiasaan perbuatan-perbuatanmu, maka pertobatanmu dan kembalimu kepada jalan-jalan yang benar akan makin menjadi sulit. Kiranya Allah menolong orang murtad dan orang berdosa agar supaya tidak lagi mereka tetap di dalam ikatan yang sedang dipasang mengelilingi mereka oleh si jahat itu. Jangan lagi menunggu dengan berbagai alasan, jangan lagi mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan. Putuskan segera hubungan dengan penipu itu. Jangan lagi mempermalukan Roh Allah. Majulah terus ke tahta kemurahan itu melalui kuasa-kuasa tantangan yang melawan neraka. Kamu sedang berdiri pada tepi perbatasan dunia kekal itu. Berlarilah segera ke Kerajaan Allah itu. Ini memerlukan setiap tenaga pikiran dan maksud dari jiwa. Janganlah menunda sambil mengatakan, “Saya belum cenderung untuk beragama.” Kenyataan ini hendaknya membuat kamu takut karena sebaliknya ini hendaknya membuat kamu takut karena sebaliknya Roh Allah akan dengan sedih meninggalkan kamu pada akhirnya. Beranikah kamu mengambil risiko?. | Review and Herald, Juni 29, 1897 |
11. | Meragukan firman-Nya sama saja dengan menyebut-Nya sebagai seorang pembohong. Meragukan firman adalah pelanggaran yang terbesar yang dapat dilakukan seseorang. Tak seorang pun dapat meragukan Allah lalu juga masih memperoleh berkat-berkatNya dan janji-janjiNya. Merasa khawatir bagaimana untuk menyukseskan hari depan adalah sama saja dengan berbakti kepada mammon (diri sendiri); bahwa anda tak dapat berbakti kepada diri sendiri dan kepada Allah pada waktu yang sama. | Amaran Sekarang buku 2 jld 2 No. 35 hal 44, 48 |
12. | Sesuatu berhala ialah apa saja yang menghalangi diantara kita dan Allah. Sebagai ilustrasi sederhana, sekiranya anda tau bahwa yang benar bagimu untuk segera dilakukan sekarang ialah memindahkan buku ini dari tempat ini ke tempat itu, tetapi sekiranya ada sesuatu yang menghalangi dan anda membiarkannya tetap menghalangi, maka anda mungkin terlalu malas untuk menyingkirkan halangan itu sehingga dengan demikian anda menunjukkan bahwa anda lebih mencintai kegampangan (santai) daripada mencintai tugas kewajibanmu, atau sebaliknya anda lebih mencintai halangan itu sendiri daripada ingin memenuhi kewajiban anda. Apa saja yang menghalangi anda daripada melaksanakan sesuatu yang harus dilaksanakan ialah berhalamu. | The Symbolic Code jld 12, no. 6,7 buku 3 hal 64 |
13. | Sesungguhnya, barang siapa yang tidak melepaskan berhala berhalanya sekarang, mereka akan berbuat juga demikian kemudian, namun seperti yang kita katakan di atas, ia itu akan terlambat untuk membawakan sesuatu manfaat baginya. | Amaran Sekarang buku 6 jld 1 No. 29 hal 37 |
14. | Orang-orang yang membawa Kebenaran Allah harus bersih; mereka harus bebas dari setiap tali yang mengikat mereka dengan perkara-perkara dunia ini. | Amaran Sekarang buku 7 jld 1 No. 38 hal 45 |
15. | Harus ada suatu perubahan yang pasti …. yang akan membuat tidak puas orang-orang yang bersantai-santai berbaring pada punggungnya, sebelum para pekerja yang siap bagi tugas penting mereka, dapat dikirim ke ladang. Harus ada suatu kebangunan, yaitu suatu pembaharuan rohani. Suhu kesetiaan Kristen harus dibangunkan. | Kepercayaan dasar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, sub judul Penugasan jam ke sebelas |
16. | “Kebenaran Sekarang memimpin ke depan dan ke atas, menghimpun orang-orang yang berkekurangan, orang-orang yang tertindas, orang-orang yang menderita, orang-orang yang melarat. Semua yang mau datang akan dibawa masuk ke dalam kandang. Dalam kehidupan mereka akan terjadi suatu reformasi yang akan membentuk mereka menjadi anggota-anggota dari keluarga kerajaan, yaitu anak-anak dari Raja Samawi.” | Testimonies, vol. 8, pp. 195, 196 |
17. | Hendaklah setiap orang secara bijaksana beralih dengan cara berangsur-angsur mengurangi usaha-usaha kepentingan pribadinya, dan Iebih meningkat mengejar kepentingan-kepentingan Tuhan. Dengan cara ini masing-masing orang akan terus memanjat dari usaha kepentingan sendiri masa lalu yang hampa dan tak menggembirakan, kepada usaha kepentingan ilahi masa depan yang penuh dan gilang-gemilang, yang akan mengilhami “dari hujung bumi nyanyian-nyanyian, yaitu kemuliaan bagi orang-orang benar.”– Yesaya 24 : 16 | Kepercayaan-kepercayaan Dasar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, sub judul Penugasan jam ke sebelas – Peralihan Jabatan |
18. | Selagi masih bekerja dalam kedudukanmu yang sekarang, pergilah masuk kedalam kebun anggur Tuhan, maka sementara kepentinganmu, di sana bertumbuh, pekerjaanmu sendiri akan makin berkurang sampai kelak engkau akan menemukan dirimu sepenuhnya berpisah daripadanya lalu berpaut (menikah) dengan pekerjaan Tuhan. “Oleh sebab itu janganlah kuatir, dengan mengatakan, Apakah yang akan kami makan? Atau, Apakah yang akan kami minum? Atau, Apakah yang akan kami pakai?” melainkan, ”Carilah Olehmu Dahulu Kalau saja-semua pemikiran kita yang tertinggi adalah bagi kemajuan Kerajaan itu, maka kita tidak akan menghiraukan siapa yang akan memberi upah kepada kita, melainkan kita akan tetap gembira pada jaminan, bahwa semua kebutuhan kita akan dilayani. Sesuai perumpamaan itu, para pekerja yang dikontrak oleh Tuan itu pergi keluar dalam iman tanpa mengetahui apa yang akan mereka terima pada akhir hari kerja. Jika pekabaran Tongkat Gembala adalah milik Allah, maka adalah lebih baik agar para pekerjaNya belajar, bahwa pekabaran itu harus dilaksanakan bersama-sama dalam cara-Nya, bukan dalam cara manusia.
| Kepercayaan-kepercayaan Dasar Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, sub judul Penugasan jam ke sebelas – Peralihan Jabatan |
19. | Perlunaklah semua pembawaan dirimu, dan jangan membiarkan kata-kata tuduhan keluar dari mulutmu. Belajarlah kepada Guru yang besar itu. Perkataan-perkataan yang bersahabat dan simpatik akan sama baiknya dengan obat dan akan menyembuhkan jiwa-jiwa yang berada dalam alam kebimbangan. Pengetahuan firman Allah yang dibawa ke dalam praktik kehidupan akan memiliki kuasa penyembuhan dan penenangan. Kasarnya pembicaraan tidak pernah mendatangkan berkat bagi dirimu atau bagi setiap jiwa yang lain.” “Saudaraku, engkau akan menjadi seorang wakil dari Kristus yang lemah lembut, sabar, dan baik hati dalam semua pembicaraanmu di depan umum, hendaklah semua pembawaan dirimu mengikuti teladan dan tata cara Kristus. ‘Hikmat pengetahuan yang dari atas adalah pertama-tama murni, kemudian mendamaikan, sopan, dan mudah untuk dihimbau, penuh kemurahan dan buah-buahan yang baik. Berjaga-jagalah dan berdoa, dan kalahkanlah kekerasan itu yang seringkali pecah dalam dirimu. Oleh kemurahan Kristus yang tinggal di dalam dirimu, semua perkataanmu dapat rnenjadi suci. Jika saudara-saudaramu tidak mau bertindak sesuai dengan kehendak hatimu; maka janganlah menghadapi mereka itu dengan kasar. Tuhan sudah seringkali kecewa oleh ucapan-ucapan yang keras.” | Gospel Workers, pp. 163, 164.
|
20. | Orang-orang yang belum merendahkan dirinya di hadapan Allah dengan jalan mengakui kesalahan mereka, berarti belumlah memenuhi syarat pertama penerimaan itu. Jika kita belum mengalami pertobatan yang tidak perlu disesalkan, serta belum mempunyai rendah-hati yang sejati dalam jiwa dan roh pengakuan yang luluh mengakui dosa-dosa kita, jijik akan kesalahan- kesalahan kita, berarti kita belum berusaha dengan sungguh-sungguh mencari keampunan dosa; dan jika kita tidak pernah mencarinya dengan sungguh-sungguh, maka kita tidak akan pernah mendapat damai Allah. | KS 33.1 |
21. | Pengakuan dosa, apakah di hadapan orang-banyak atau hanya sendirian, haruslah dengan sepenuh hati dan dinyatakan dengan tulus. Bukannya harus karena terpaksa dari orang yang berdosa itu. Bukan pula dengan cara sembrono dan remeh, atau dipaksa dari orang-orang yang tidak menyadari rasa jijiknya sifat dosa itu. Pengakuan yang mengalir dari segenap jiwa berjalan menuju Allah yang mempunyai kasih tiada batasnya. Penulis Mazmur berkata seperti berikut: Maka Tuhan itu hampirlah pada segala orang yang hancur hatinya, dan akan orang yang luluh-lantak hatinyapun ditolongnya. ”Mazmur 34:19. | Kebahagiaan Sejati 33.1 |
22. | Peperangan melawan diri-sendiri adalah merupakan peperangan yang terbesar yang pernah diadakan. Penyerahan diri-sendiri, memasrahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah, mengharuskan satu pergumulan; tetapi jiwa itu harus lebih dahulu diserahkan kepada Allah barulah dapat dibaharui di dalam kesucian. | Kebahagiaan Sejati 37.3 |
23. | Dalam menyerahkan diri kita sendiri kepada Allah, kita harus menanggalkan semua hal-hal yang memisahkan kita daripadaNya. Oleh karena itu Juruselamat berkata: “Sedemikian juga barang siapa diantara kamu, yang tiada meninggalkan segala sesuatu yang dipunyainya, tiada dapat menjadi muridKu.” Lukas 14:33. Apapun yang menjauhkan hati dari Tuhan harus dienyahkan. Banyak orang yang berilahkan mammon. Cinta uang, ingin kekayaan, adalah rantai emas yang mengikat mereka pada Setan. Golongan lain pula berilahkan kemuliaan duniawi. Hidup menyenang-nyenangkan diri sendiri serta bebas dari tanggung-jawab adalah berhala bagi orang lain juga. Tetapi rantai yang memperbudak ini harus diretas. Kita tidak boleh setengah-setengah milik Allah dan setengah-setengah milik dunia. Kita bukanlah anak-anak Allah- kecuali kita berserah diri sepenuhnya. | Kebahagiaan Sejati 39.1 |
24. | Tiada kasih Allah yang dalam itu dapat tinggal di hati orang yang tidak menyadari dosa-dosanya sendiri. Jiwa yang telah diubahkan melalui karunia Kristus akan mengagumi tabiat ilahiNya; tetapi apabila kita tidak dapat melihat cacad moral kita sendiri, ini merupakan satu bukti yang nyata bahwa kita belum melihat keindahan dan kemuliaan Kristus. | Kebahagiaan Sejati 60.2 |
25. | Persesuaian kepada kebiasaan-kebiasaan dunia membuat gereja bertobat kepada dunia, dan tidak akan pemah mempertobatkan dunia kepada Kristus. Keakraban dengan dosa pasti menyebabkan dosa itu tampak kurang menjijikkan. Ia yang memilih bergaul dengan hamba-hamba Setan, akan segera kehilangan rasa takut kepada tuannya. Bilamana dalam tugas kita menghadapi pencobaan, sebagaimana Daniel di istana raja, kita boleh merasa pasti bahwa Allah melindungi kita. Tetapi jikalau kita menempatkan diri di bawah penggodaan, lambat atau cepat kita akan jatuh. | KA 532.2 |
26. | Yeremiah 30 : 4 – 6: ”Maka inilah kata-kata yang dibicarakan Tuhan mengenai Israel dan mengenai Yehuda. Karena demikianlah firman Tuhan; Kita telah mendengar suatu bunyi gementaran, bunyi ketakutan, dan bukan bunyi kedamaian. Bertanyalah olehmu sekarang, dan lihatlah, apakah seorang pria kesakitan hendak beranak? Mengapakah ku lihat setiap pria bercekak pinggang bagaikan seorang wanita kesakitan hendak beranak dan semua wajah berbalik menjadi pucat?” Kita mendengar suatu bunyi orang gementar, bunyi orang ketakutan, dan bukan bunyi kedamaian. Kita tidak perlu menanyakan apakah seseorang pria kesakitan hendak beranak, karena kita tahu, bahwa ia tidak mungkin melahirkan anak. Jadi, apa alasannya bagi menganjurkan pertanyaan itu? Ia itu menunjukkan, bahwa sesuatu akan terjadi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Itu akan merupakan sesuatu yang sama anehnya bagaikan seseorang pria yang kesakitan hendak beranak. Suatu masa kesusahan besar dan luar biasa dan ketakutan akan menghinggapi umat. Ia itu akan mendatangkan kekecewaan besar dan kecemasan atas mereka.
Yeremiah 30 : 7: “Wahai! karena hebatnya hari itu, sehingga tidak ada satu pun yang sama dengannya; justru itulah masa kesusahan Yakub, tetapi ia akan luput daripadanya.” Meskipun ia itu ditunjukkan bagaikan masa kesusahan Yakub, namun belum pernah ada satu pun kesusahan yang sedemikian itu, artinya belum pernah ada yang sebesar itu. Dalam nubuatan ini Allah sedang mengungkapkan, bahwa sebelum umat Allah kembali ke tanah nenek moyang mereka, akan jadi kelak suatu masa kesusahan yang akan membuat banyak wajah menjadi pucat. Itu akan merupakan suatu masa gementar, masa orang ketakutan, dan masa kesusahan yang sedemikian itu belum pernah ada sebelumnya. Kesusahan sedang akan datang. Ia itu bukan meningkat menjadi suatu kesusahan kecil. Mengapa ia itu disebut masa kesusahan Yakub? Yakub menemui kesusahannya sewaktu ia sedang kembali ke tanah perjanjian. Kini Yakub akan kembali lagi ke Tanah Perjanjian berikut semua isi rumahnya, dan kembali ia akan menemui kesusahan besar. ltulah sebabnya, maka ia itu disebut masa kesusahan Yakub. Kesusahan itu akan besar sekali. Sebagian dari kita mungkin menyangka kita memiliki kesulitan di waktu ini, namun kenyataannya ialah, bahwa kita belum mengerti apa artinya kesusahan. Kita belum dapat mengerti sekarang atau pun membayangkan berapa besar kelak kesusahan itu. “Wahai! karena hebatnya hari itu, sehingga tidak ada satu pun yang sama dengannya: justru itulah masa kesusahan Yakub; tetapi ia akan luput daripadanya.” Kesusahan yang sesungguhnya ialah apa yang akan menyelamatkan dia. Jadi masa kesusahan itu akan datang bagi kebaikan Yakub-Yakub akhir zaman. Ia itu datang untuk melepaskan mereka. Melalui masa yang tersulit inilah, maka orang yang terkuat imannya pada Allah yang akan tersedikit ketakutannya. Makin besar iman yang dimiliki seseorang, maka makin besar kelak kelepasannya.
Yeremiah 30 : 10: “Oleh sebab itu janganlah engkau takut, hai Hamba-Ku Yakub, demikian firman Tuhan; jangan juga berkecil hati, hai Israel; karena, tengok, Aku akan menyelamatkan dikau dari jauh, dan benihmu dari tanah perhambaan mereka; maka Yakub akan kembali, dan akan beristirahat, dan tenang, dan tidak seorang pun akan membuatnya takut”. Yakub tidak boleh takut, karena ia akan diselamatkan daripada kesusahannya. Allah akan pergi melepaskannya melalui suatu keajaiban. Sekiranya ia itu bukan suatu masa kesusahan yang benar-benar mengerikan, maka mereka tidak akan perlu diberitahu untuk jangan takut dan jangan kecil hati. Itu akan merupakan suatu masa kesusahan yang hebat tepat menjelang Yakub dilepaskan. Jadi, pastilah, penegasan yang mengatakan bahwa ada sebuah pelangi di balik setiap awan akan tepat dalam hal ini.
Yeremiah 30 : 16: “Oleh sebab itu semua orang yang menelan kamu itu akan ditelan; dan semua musuhmu, masing-masing mereka, akan masuk ke dalam tawanan; dan mereka yang menjarahi kamu itu akan menjadi suatu jarahan, dan semua orang yang membuat dikau menjadi mangsanya akan Ku jadikan mangsa”.
Ini akan mulai digenapi apabila masa bangsa-bangsa Kapir itu kelak digenapi.
Yeremiah 30 : 17: “Karena Aku akan mengembalikan kesehatan kepadamu, dan Aku akan menyembuhkan dikau daripada semua lukamu, demikianlah firman Tuhan; karena mereka memanggilmu Yang Terbuang, katanya, Inilah Sion yang tidak dicari oleh seorang pun”.
Musuh-musuh akan menjadikan Sion sebagai bahan ejekan karena ternyata tidak seorang pun akan memperhatikan mereka, dan mereka tidak akan mempunyai pengikut atau teman-teman — tidak seorang pun membela persoalan mereka.
Yesaya 31 : 7, 8: “Karena pada hari itu setiap orang akan membuang berhala-berhala peraknya, dan berhala-berhala emasnya yang telah dibuat oleh tanganmu sendiri bagimu menjadi sesuatu dosa. Kemudian Assyria akan rebah dimakan pedang, bukan oleh seseorang perkasa; dan pedang itu, bukan dari seseorang biasa yang akan menelannya; melainkan ia akan melarikan diri daripada pedang itu, dan semua orang mudanya akan dipermalukan”. “Kemudian — setelah penyembahan berhala ini dibuang oleh “setiap orang” — Assyria akan rebah oleh pedang. Pada masa sewaktu Allah menghimbau umat-Nya untuk kembali kepada-Nya, dan sewaktu mereka melakukannya, kemudian Assyria akan jatuh. Bukan sebelum itu. Itu disebabkan karena penyembahan berhala mereka sehingga mereka kehilangan tanah itu, maka Allah tidak akan menghantarkan umat-Nya kembali ke tanah air mereka bersama-sama dengan penyembahan berhalanya. Oleh sebab itu kita dan semua umat Allah hendaknya jangan terlambat membuangkan semua dewa-dewa kita. Lebih baik kita membuangkan semuanya itu lalu bersedia pada waktunya untuk pergi ke tempat itu dimana ia itu kelak jauh lebih baik daripada di dalam dunia yang sekarang ini. Karena di sana tidak seorang pun akan merasa letih atau sakit atau pun kesepian atau pun takut.
| Symbolic Code jld 13, No. 1, 2 |
27. | Kita harus terus percaya sekalipun menghadapi keadaan-keadaan yang berat yang akan datang menantang iman kita. Oleh sebab itu, kita harus menyadari, bahwa bukan suatu iman yang sedikit melainkan iman yang paling banyak yang diminta dari setiap orang yang hendak berada di antara umat yang besar ini. Kenangkanlah selalu, bahwa rombongan besar Israel dan kemudian seluruh bangsa telah hilang selengkapnya, hanya karena ketidak percayaan mereka yang telah membawa mereka mendurhaka melawan jalan-jalan Allah, sampai tidak ada lagi obatnya. Sebagai pemikiran sepintas, kita juga dapat menyebutkan, bahwa Samson telah mematuhi suatu peraturan makanan yang ketat dan suatu anjuran khusus yang berkenan dengan rambutnya; maka pegangannya yang teguh pada persyaratan-persyaratan ini terbukti merupakan persiapan-persiapan yang ia hadapi untuk memiliki kekuatan otot yang tertinggi. Teladan ini mengajarkan kepada kita, bahwa jika Allah mempersyaratkan sesuatu kepada kita yang tidak dipersyaratkan-Nya kepada orang lain, maka tujuannya hanya dapat dipenuhi dengan cara kita mematuhinya dengan ketat. Sebagai contoh, jika Allah memberikan kepada kita persyaratan-persyaratan makanan dan lain-lainnya untuk diikuti untuk memisahkan kita dari dunia sehingga Ia dapat melepaskan kita daripada segala kejahatan yang ada di dunia, maka kita harus mematuhinya kalau saja kita ingin dilepaskan.
Yesaya 33 : 15 – 19 : “Orang yang berjalan sesuai kebenaran, dan yang berbicara jujur; orang yang menolak untung dari hasil-hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya daripada menerima suap, yang menutup telinganya daripada mendengarkan rencana pertumpahan darah, dan yang menutup matanya daripada melihat kejahatan; ia akan tinggal pada tempat yang tinggi: tempat pertahanannya akan merupakan kubu batu-batu karang; roti akan diberikan kepadanya, airnya akan terjamin. Matamu akan menyaksikan Raja itu dalam keindahan-Nya; mereka akan memandang tanah itu yang sangat jauh. Hatimu akan membayangkan kengerian. Dimanakah penulis itu, dimanakah penerima itu, dimanakah dia yang menghitung menara-menara? Engkau tidak akan melihat suatu bangsa yang mengerikan, suatu bangsa yang dalam bahasanya daripada yang dapat engkau pahami; suatu bangsa yang gagap bicaranya, sehingga kamu tidak dapat mengerti.” Kita belum melihat sekarang orang-orang besar menggabungkan diri dengan umat Allah, dan lagi pula, Kebenaran milik Allah itu tidak datang kepada kita dalam bahasa yang dalam daripada yang dapat kita pahami, juga tidak dalam bahasa yang tidak mungkin dimengerti. Umat Allah akan mampu mengerti dan mereka akan juga mampu hidup di tengah-tengah api. Di samping semuanya ini, roti dan air mereka akan terjamin.
| Symbolic Code jld 12, No. 3 |
28. | Mereka yang ingin mempunyai khidmat dari Allah harus menjadi bodoh terhadap pengetahuan dosa yang merajalela pada zaman ini, supaya mereka menjadi orang-orang yang bijaksana. Mereka harus menutup mata terhadap kejahatan supaya mereka boleh melihat dan belajar bukan tentang kejahatan. Mereka harus menutup telinga terhadap kejahatan dan berusaha memperoleh pengetahuan yang dapat mempertahankan kesucian pikiran dan perbuatan. Demikian juga lidah mereka harus dijaga, supaya mereka tidak mengucapkan kabar kejahatan dan tipu muslihat pun tidak terdapat di dalam mulut mereka. | MKB 386.2 |
29. | Akhirnya, saudara-saudara apapun yang benar, apapun yang jujur, apapun yang adil, apapun yang murni, apapun yang indah, apapun yang terpuji; jika ada kebajikan dan jika ada pujian, pikirkanlah hal-hal itu. | FLB 241.1 |
30. | Ketulusan yang tidak Bengkok–“Seorang manusia yang jujur, menurut ukuran Kristus, adalah orang yang akan menyatakan ketulusan yang tidak bengkok. Timbangan menipu dan neraca palsu, yang dengan itu banyak yang berusaha memajukan kepentingan mereka di dunia, adalah kebencian pada pemandangan Allah. Namun banyak yang mengaku memelihara hukum-hukum Allah sedang berhadapan dengan timbangan palsu dan neraca palsu. Apabila seorang manusia sungguh-sungguh berhubungan dengan Allah, dan memelihara hukum-Nya dengan benar, maka kehidupannya akan menyatakan bukti; karena segala tindakannya akan serasi dengan pengajaran-pengajaran Kristus. Ia tidak akan menjual kehormatannya demi keuntungan. Prinsip-prinsipnya dibangun di atas landasan yang pasti, dan tindak-tanduknya dalam perkara-perkara duniawi adalah suatu catatan tentang prinsip-prinsipnya. Ketulusan yang teguh bersinar-sinar seperti emas di tengah-tengah barang rongsokan dan sampah dunia. Penipuan, kepalsuan, dan ketidaksetiaan mungkin tidak kentara dan tersembunyi dari mata manusia, tetapi tidak dari mata Allah. Malaikat-malaikat Allah, yang memperhatikan perkembangan tabiat dan menimbang kelayakan moral, mencatat dalam buku-buku surga transaksi- transaksi kecil ini yang mengungkapkan tabiat. Jika seorang manusia pekerja dalam pekerjaan hidup sehari-hari tidak setia dan meremehkan pekerjaannya, dunia tidak akan menghakimi dengan tidak benar jika mereka menilai standarnya dalam bisnis.”
| Testimonies, Jilid 4, hlm. 310-311. —SM 38.1, 39.1 |
31. | Mereka yang tidak ingin menjadi mangsa tipu daya setan, harus menjaga dengan baik jalan jiwa; mereka harus menghindari membaca, melihat, atau mendengar hal-hal yang akan memunculkan pikiran-pikiran kotor. | FLB 241.2 |
32. | Semakin sering dan semakin tekun anda mempelajari Alkitab, semakin indah Alkitab akan tampak, dan semakin sedikit anda akan menyukai bacaan ringan. Dekatkanlah buku berharga ini ke hati anda. Ia akan menjadi sahabat dan penuntun anda. | FLB 241.7 |
33. | Ketika pikiran terfokus hanya untuk menyenangkan Tuhan, semua hiasan yang tidak perlu pada diri seseorang akan lenyap. | FLB 243.6 |
34. | Jiwa-jiwa ini menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Mereka percaya dan dibaptiskan, dan bangkit dalam pembaruan hidup,—menjadi yang baru di dalam Yesus Kristus; ciptaan bukan lagi dirinya me-nurut hawa nafsu sebelumnya, tetapi oleh iman kepada Anak Allah akan mengikuti-Nya dalam setiap langkah-langkah-Nya, merefleksikan tabiatNya dan menyucikan diri mereka sebagaimana Kristus suci adanya. Perkara-perkara yang pada suatu ketika dibenci, sekarang mereka sukai; dan perkara-perkara yang pada suatu ketika disukai sekarang, mereka benci. Sifat sombong dan suka menonjolkan diri, menjadi lemah lembut dan rendah hati. Kesia-siaan dan keangkuhan menjadi sungguh-sungguh dan tidak suka menonjolkan diri. Kenajisan menjadi rohani, peminum, pemabuk dan orang yang tidak bermoral menjadi suci. Gaya hidup yang penuh kesia-siaan dunia ini dikesampingkan. Orang-orang Kristen tidak berusaha menghiasi dirinya dengan “secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indahindah, tetapi . . . manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa, yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah ” (1 Petrus 3:3,4). | Kemenangan Akhir Bab 27, KA 483.1 |
35. | Apabila kita sebagai mahluk yang berdosa datang kepada Kristus dan menjadi orang yang turut ambil bagian dalam karuniaNya yang mengampuni, maka kasih akan terbit di dalam hati. Segala beban menjadi ringan karena kuk Kristus itu ringan. Kewajiban menjadi kesukaan, dan pengorbanan menjadi satu kesukaan. Jalan yang tadinya kelihatan ditudungi dalam kegelapan, menjadi terang dengan sinar-sinar yang memancar dari Matahari Kebenaran itu.
| KS 55.1 |
36. | Lebih lagi daripada ini, Kristus mengubah hati itu. Dia tinggal di dalam hatimu karena iman. Sepatutnya engkau memelihara perhubungan dengan Kristus ini dengan iman serta penyerahan kehendakmu yang terus- menerus kepadaNya; selama engkau melakukan hal seperti ini, maka Dia akan bekerja di dalam dirimu baik dalam kehendak dan berbuat sesuai dengan kehendakNya. Maka engkaupun dapat berkata: “Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku; tetapi hidup yang sekarang aku hidup di dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan Dirinya karena aku. ” Galatia 2:20. Demikianpun Kristus berkata kepada murid-muridNya: “Karena bukannya kamu sendiri yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu yang berkata di dalam dirimu.” Matius 10:20. Kemudian dengan Kristus yang bekerja di dalam dirimu, engkau akan menunjukkan roh yang sama serta melakukan pekerjaan yang baik— pekerjaan kebenaran, penurutan. | KS 58.3 |
37. | Itulah makanya tiada sesuatu pun di dalam diri kita sendiri yang patut disombongkan. Kita tidak mempunyai alasan untuk mengagung-agungkan diri kita sendiri. Satu-satunya alas pengharapan kita ialah di dalam kebenaran Kristus yang dihisabkan kepada kita, dan yang ditempa oleh Roh KudusNya yang bekerja di dalam kita dan melalui kita. | KS 59.1 |
POTENSI KEGAGALAN DALAM MENGISI/MENJALANKAN PENDIDIKAN 40 HARI CONTOH SAINGAN
- Kita masih sama dengan diri kita yang sebelumnya, yaitu tetap memandang mempelajari Firman Allah sebagai beban/sesuatu hal yang tidak menyenangkan,
- Kita masih nyaman dengan kondisi lingkungan kita yang sebelumnya, yaitu kondisi yang sangat memperhatikan kepentingan diri sendiri/memprioritaskan/memusatkan kepada kepuasan diri sendiri,
- Kita masih nyaman, berbincang-bincang dengan pergaulan membahas permasalahan-permasalahan yang sama dengan orang-orang yang tidak mengenal kebenaran, kita tidak merasa tersiksa atau terbebani,
- Tidak merasa bersalah ketika membuang-buang waktu atau tidak memanfaatkan waktu untuk mempelajari/memperdalam Firman Tuhan,
- Masih memaklumi untuk pembicaraan-pembicaraan yang dimata kebenaran sebagai pembicaraan sia-sia,
- Masih merasa sedih kehilangan teman-teman, memisahkan diri dari lingkungan pergaulan, dan saudara-saudara, merindukan tempat/lingkungan atau kehidupan kita yang sebelumnya yang pada dasarnya tidak memuliakan Allah,
- Menyayangkan semua harta yang dijual/ditinggalkan oleh karena kewajiban melaksanakan tuntutan makanan pada waktunya – pendidikan persiapan,
- Masih mencintai/menyimpan benda-benda yang hasil dari memuliakan diri sendiri,
- Apa yang orang dunia kawatir dan takutkan dari kehidupan ini, kitapun khawatir dan takut,
- Apa yang disukai dunia, kita juga menyukai, mencita-citakan hal yang sama dengan orang dunia,
- Tidak jijik dan risih terhadap segala pelanggaran hukum,
- Toleran atau memaklumi terhadap sesuatu pelanggaran hukum,
- Masih bercita-cita atau mencari simpati dan penghargaan dari orang lainnya.
Semua hal kegagalan secara umum dapat kita kategorikan sebagai SERUPA DENGAN ORANG DUNIA, HANYA DIMULUT SAJA PENGAKUAN KITA YANG BERBEDA.
Hal penyebab kegagalan dalam pendidikan kita dan dalam petunjuk lainnya dikatakan kita kembali lagi kepada kehidupan kita yang sebelumnya, adalah karena kita dalam melaksanakan iman:
- Tidak bersungguh-sungguh,
- Tidak berkomitmen,
- Setengah hati,
- Toleran/memaklumi,
- Tidak tegas/keras dengan diri sendiri,
- Tidak maksimal,
- Tidak kuasa dalam mengendalikan diri/menyangkal diri,
- Masih berbagi dalam perhatian (ada mammon yang masih menguasai diri dan tidak dimatikan dalam pelaksanaan pendidikan).
Yang kesemuanya dapat disatukan dalam SATU PENYEBAB, yaitu:
DIRI SENDIRI BELUM DIMATIKAN
MENGAPA DIRI SENDIRI WAJIB MATI?
Yohanes dan Yudas adalah wakil dari mereka yang mengaku pengikut-pengikut Kristus. Kedua murid ini mempunyai kesempatan yang sama untuk mempelajari dan mengikuti contoh Ilahi. Keduanya berhubungan erat dengan Yesus dan mendapat kesempatan untuk mendengarkan ajaran-Nya. Masing-masing mempunyai kekurangan tabiat yang serius; dan masing-masing mempunyai jalan masuk kepada rahmat Ilahi yang mengubahkan tabiat. Tetapi sementara seorang dalam kerendahan hati sedang belajar tentang Yesus, yang lain menyatakan bahwa ia bukannya pelaku perkataan itu, tetapi pendengar saja. Seorang, yang mati bagi dirinya sendiri setiap hari dan mengalahkan dosa, disucikan oleh kebenaran; yang lain menolak kuasa anugerah yang mengubahkan dan mengikuti kehendaknya sendiri, terbawa ke dalam perhambaan Setan. ————– KR 471.1
Sang Tukang Periuk tidak dapat membentuk untuk menghormati apa yang tidak pernah diletakkan di tangan-Nya. Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang penuh dengan penyerahan diri, ketundukan, dan kemenangan yang terus menerus. Setiap hari kemenangan-kemenangan baru akan diperoleh. Diri sendiri harus dilenyapkan, dan kasih Allah harus terus dipupuk. Dengan demikian kita bertumbuh ke dalam Kristus. Demikianlah hidup kita dibentuk menurut model ilahi —–Manuscript 55, 1900.
Kita tidak boleh membiarkan diri kita bertindak berdasarkan dorongan hati. Kita tidak boleh lengah sesaat pun. Dikepung oleh godaan yang tak terhitung jumlahnya, kita harus melawan dengan teguh atau kita akan ditaklukkan. Seandainya kita sampai pada akhir hayat dengan pekerjaan yang belum selesai, itu akan menjadi kerugian yang kekal.
Kehidupan Rasul Paulus adalah konflik yang konstan dengan diri sendiri. Ia berkata, “Aku mati setiap hari” (1 Korintus 15:31). Keinginan dan hasratnya setiap hari bertentangan dengan kewajiban dan kehendak Allah. Alih-alih mengikuti kecenderungannya, ia melakukan kehendak Allah, betapapun hal itu menyalibkan tabiatnya.
Di akhir hidupnya yang penuh konflik, saat menoleh ke belakang pada perjuangan dan kemenangannya, ia dapat berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya” (2 Timotius 4:7, 8).
Kehidupan Kristen adalah sebuah pertempuran dan sebuah perjalanan maju. Dalam peperangan ini tidak ada kata istirahat; upaya harus terus-menerus dan tekun. Melalui upaya yang tak henti-hentinyalah kita mempertahankan kemenangan atas godaan Setan. Integritas Kristen harus diupayakan dengan energi yang tak tertahankan dan dipertahankan dengan ketetapan tujuan yang teguh.
Tidak ada orang yang akan diangkat ke atas tanpa upaya yang keras dan tekun demi dirinya sendiri. Semua orang harus terlibat dalam peperangan ini untuk diri mereka sendiri; tidak ada orang lain yang dapat memperjuangkan pertempuran kita….—- A New Life, p 59 – 60, Dibutuhkan Ketekunan
Juruselamat berkata: “Jikalau seorang tiada diperanakkan pula,” kalau dia tidak menerima satu hati yang baru, kerinduan-kerinduan yang baru, maksud-maksud dan motif yang baru yang menuntun menuju kepada satu kehidupan baru, “tiada dapat ia melihat kerajaan Allah.” Yahya 3:3. Pikiran yang mengatakan bahwa satu-satunya yang perlu dipertumbuhkan ialah yang baik yang memang sudah ada di dalam diri manusia secara alamiah, adalah merupakan satu pikiran yang sesat dan amat berbahaya. “Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani. ” 1 Korintus 2:14. “Jangan engkau heran, sebab sudah Kukatakan kepadamu: Bahwa wajib kamu diperanakkan pula.” Yahya 3:7. Tentang Kristus tertulis sebagai berikut, “Di dalamnya itu ada hidup, dan hidup itulah terang manusia” — satu-satunya nama yang dikaruniakan kepada manusia, yang di dalamnya kita selamat. ” Yahya 1:4; Kisah 4:12. ——KS 13.1
Yohanes berkata, “Terang itu”—Kristus—“bersinar dalam kegelapan,” yaitu di dunia, “dan kegelapan tidak dapat memahaminya…. Tetapi semua orang yang menerima Dia, kepada mereka Dia memberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada mereka yang percaya kepada nama-Nya: yang lahir bukan dari darah, bukan dari kehendak daging, bukan dari kehendak manusia, tetapi dari Allah.” Alasan mengapa dunia yang tidak percaya tidak diselamatkan adalah karena mereka tidak memilih untuk diterangi. Sifat lama, yang lahir dari darah dan kehendak daging, tidak dapat mewarisi kerajaan Allah. Cara-cara lama, kecenderungan turun-temurun, kebiasaan lama, harus ditinggalkan; karena kasih karunia bukanlah warisan. Kelahiran baru terdiri dari memiliki motif baru, selera baru, kecenderungan baru. Mereka yang dilahirkan kepada kehidupan baru oleh Roh Kudus, telah menjadi bagian dari sifat ilahi, dan dalam semua kebiasaan dan praktik mereka, mereka akan memberikan bukti hubungan mereka dengan Kristus. Ketika orang-orang yang mengaku sebagai orang Kristen tetap mempertahankan semua kekurangan karakter dan watak alami mereka, dalam hal apa posisi mereka berbeda dari orang duniawi? Mereka tidak menghargai kebenaran sebagai pengudus, sebagai pemurnian. Mereka belum dilahirkan kembali. ——RH 12 April 1892, par 9
“Kesucian Paulus adalah hasil dari pada suatu peperangan melawan diri sendiri yang tetap terus-menerus. Katanya: ‘Saya mati setiap hari.’ Kemauan dan keinginannya setiap hari berperang melawan tugas dan kehendak Allah. Gantinya mengikuti kecenderungan hatinya, ia melaksanakan kehendak Allah betapa pun menyalibkan bagi sifatnya sendiri.—–Tanya Jawab buku 4 pertanyaan No. 81
Catatan:
Dalam tulisan-tulisan Ellen G. White terkait dengan pembangunan dan reformasi terdapat kutipan yang patut kita pikirkan, yaitu DIRI SENDIRI HARUS DIMATIKAN. Oleh karena itu perlu ditampilkan pertanyaan berikut:
Alasan mengapa dalam pelaksanaan penyempurnaan keserupaan dengan Yesus, kita diminta untuk mematikan diri kita sendiri? Mengapa tidak dipilih saja karakter kita/tabiat lama kita yang masih sesuai dengan kehendak Tuhan dipertahankan dan karakter/tabiat jelek kita saja yang diubah?
Jawabannya adalah :
Pilihlah olehmu pada hari ini juga kepada siapa hendak kamu membaktikan diri.” Yusak 24 : 15. “Jika Tuhan itu Allah, ikutilah Dia: tetapi jika Baal, maka ikutilah dia.” 1 Raja-raja 18 : 21. ”Tidak seorang pun dapat melayani dua majikan: karena mungkin ia akan membenci yang satu, dan mencintai yang lainnya; atau sebaliknya ia akan berpegang pada yang satu, dan meremehkan yang lainnya. Engkau tidak mungkin dapat membaktikan diri kepada Allah dan juga kepada mammon.” Matius 6 : 24.—–Symbolic Code jld 12 No. 6, 7
Saudara saksikan, bahwa Kebenaran AlIah ialah kelengkapanNya, yaitu janji-janji-Nya yang pasti, kemampuan-Nya untuk melaksanakan. Ia menjamin kepastian; dari semua janji-Nya; semuanya tidak akan gagal. Oleh sebab itu, memiliki Kebenaran Tuhan ialah memiliki kelengkapan-Nya dan kesetiaan-Nya, maka semua ini tidak pernah dapat kita miliki selama kita masih tetap tidak mempercayai-Nya. Tidak pernah kita miliki selama kita masih meragukan firman-Nya, karena meragukan firman-Nya sama saja dengan menyebut-Nya sebagai seorang pembohong. Meragukan firman adalah pelanggaran yang terbesar yang dapat dilakukan seseorang. Tak seorang pun dapat meragukan Allah lalu juga masih memperoleh berkat-berkatNya dan janji-janjiNya. Oleh sebab itu memiliki Kebenaran Tuhan ialah menaruh harap sepenuhnya kepada-Nya tanpa syarat. Dan dimanakah Ia mengharapkan kita untuk mulai? — Ia menghendaki kita supaya mulailah dari perkara yang amat mengganggu kita — yaitu perkara-perkara yang bersifat sementara yang akan datang. Ia menghendaki kita supaya belajar agar kita tidak dapat melayani diri sendiri dan juga Allah.
Matius 6 : 24 – 26:
“Tak ada orang yang dapat melayani dua majikan, karena ia tak dapat tiada akan membenci yang satu dan mencintai yang lainnya; atau sebaliknya akan berpegang kepada yang satu, dan meremehkan yang lainnya. Kamu tak dapat berbakti kepada Allah dan juga kepada mammon. Sebab itu Aku berkata kepadamu, Janganlah kamu khawatir akan hidupmu, dari hal apa yang akan kamu makan, atau apa yang akan kamu minum; atau pun akan tubuhmu, dari hal apa yang akan kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih dari pada makanan, dan tubuh itu lebih dari pada pakaian? TengokIah kepada burung-burung di udara, karena mereka itu tidak menabur, mereka juga tidak menuai atau pun mengumpulkan ke dalam Iumbung-lumbung; namun Bapa samawimu memberi juga makan kepada mereka itu. Bukankah kamu adalah jauh lebih baik dari pada segala burung itu?”
Ketiga ayat ini mengatakan dengan jelas, bahwa hidup untuk mempertahankan hidup, dan merasa khawatir bagaimana untuk menyukseskan hari depan adalah sama saja dengan berbakti kepada mammon (diri sendiri); bahwa anda tak dapat berbakti kepada diri sendiri dan kepada Allah pada waktu yang sama; bahwa jika anda berbakti kepada Allah anda hendaknya bebas dari kekhawatiran hari depan, sama seperti halnya burung-burung itu. Anda akan mengetahui dengan sepenuh hati, bahwa selama anda berbakti kepada-Nya Ia tidak akan pernah meninggalkan anda atau pun menolak anda.—– Amaran Sekarang jld 2 no. 35.
Catatan:
Jadi dari jawaban singkat di atas kita dapat paham mengapa kita perlu mematikan diri kita sendiri yang telah kita jalani sejak kita lahir, karena diri kita telah memperoleh warisan dosa dari Adam dan Hawa yang tidak dapat kita hindari dengan kekuatan sendiri, Victor T. Houteff mengatakan:
Supaya senantiasa diingat, bahwa hanya ada dua penguasa pikiran di dunia ini, yaitu pikiran dari Allah dan pikiran dari Setan. Kita sebagai orang-orang berdosa telah dilahirkan dengan pikiran Setan, dan pikiran ini tinggal dengan kita sampai kelak kita dilahirkan kembali, yaitu lahir oleh Roh dan dengan pikiran Allah. Lalu untuk berbuat yang benar, maka kita harus berbuat bertentangan terhadap apa yang dibisikkan oleh pikiran daging kita, lalu kita akan kemudian melakukan apa yang pikiran Allah sedang perjuangkan bagi kita untuk dilakukan.—— Amaran Sekarang jld 1 No. 1
Kemudian tulisan Ellen G. White juga menguatkan perlunya kita mematikan diri kita sendiri:
Kita tidak tahan membiarkan roh kita luka atas setiap kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja yang dilakukan pada orang lain. Diri kita sendiri adalah musuh yang sangat perlu kita waspadai. Tidak ada bentuk kejahatan yang mempunyai pengaruh terselubung atas tabiat melebihi nafsu manusia yang tidak berada di bawah pengendalian Roh Kudus. Tidak ada kemenangan lain yang dapat kita raih yang lebih berharga daripada kemenangan atas diri sendiri. ——-PI 407.4
Peperangan melawan diri-sendiri adalah merupakan peperangan yang terbesar yang pernah diadakan. Penyerahan diri-sendiri, memasrahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah, mengharuskan satu pergumulan; tetapi jiwa itu harus lebih dahulu diserahkan kepada Allah barulah dapat dibaharui di dalam kesucian.——-KS 37.3
Pertanyaan kita yang mengira bahwa tidaklah perlu seluruh diri kita dimatikan, cukup hal-hal yang kita nilai buruk saja yang perlu kita rubah, telah terjawab dengan jelas, sehingga sekarang menjadi tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan ataupun melindungi tabiat atau karakter kita yang lama.Pada dasarnya alasan itu disampaikan dikarenakan…. kita tidak menginginkan perubahan, kita masih menyayangi kebiasaan-kebiasaan kita.
Ellen G. white mengatakan:
Dalam menyerahkan diri kita sendiri kepada Allah, kita harus menanggalkan semua hal-hal yang memisahkan kita daripadaNya. Oleh karena itu Juruselamat berkata: “Sedemikian juga barang siapa diantara kamu, yang tiada meninggalkan segala sesuatu yang dipunyainya, tiada dapat menjadi muridKu.” Lukas 14:33. Apapun yang menjauhkan hati dari Tuhan harus dienyahkan. Banyak orang yang berilahkan mammon. Cinta uang, ingin kekayaan, adalah rantai emas yang mengikat mereka pada Setan. Golongan lain pula berilahkan kemuliaan duniawi. Hidup menyenang-nyenangkan diri sendiri serta bebas dari tanggung-jawab adalah berhala bagi orang lain juga. Tetapi rantai yang memperbudak ini harus diretas. Kita tidak boleh setengah-setengah milik Allah dan setengah-setengah milik dunia. Kita bukanlah anak-anak Allah- kecuali kita berserah diri sepenuhnya. ——–Kebahagiaan Sejati 39.1
Lebih lanjut penelusuran kita atas mencari jawaban perlunya kita harus mematikan diri sendiri, kita akan dapatkan dari tulisan-tulisan berikut:
Pada jaman dahulu kala Tuhan memberi perintah kepada orang Israel ketika mereka berhimpun berbakti padaNya. “Maka disanapun hendaklah kamu makan di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu, dan bersukacitalah hati kamu akan segala yang pegangan tanganmu, baik kamu baik segala orang isi rumahmu, sekadar berkat yang telah diberi Tuhan, Allah ini, kepadamu.” Ulangan 12:7. Segala yang dilakukan demi kemuliaan Tuhan hendaklah dilakukan dengan penuh kegembiraan, dengan lagu pujian dan syukur, bukannya dengan murung dan hati yang sedih . ––Kebahagiaan Sejati 96.2
Catatan:
Ini kutipan …… harus kita renungkan selalu…….karena hari-hari terakhir kita sekarang ini, menuntut SEMUA PENURUTAN KITA, yang dahulu belum kita lakukan…..SEKARANG SEMUA HARUS DILAKUKAN, saat kita melakukannya……karena tuntutan Tuhan itu tidak disetujui oleh diri kita yang alamiah, maka TENTUNYA SEMUA AKAN KITA LAKSANAKAN DENGAN HATI YANG TIDAK MENERIMA PADA NYATANYA, KITA AKAN LAKSANAKAN DENGAN MURUNG DAN HATI YANG SEDIH………DAN INI GAMBARAN KITA MASIH BERMENTAL …..BUDAK.
TUHAN mampu melihat semua itu, Ia tidak menginginkan penurutan yang TERPAKSA.
KITA HARUS RUBAH …….SEMUA TUNTUTAN TUHAN ITU HARUS DILAKSANAKAN DENGAN SUKARELA, DAN PELAKSANAAN YANG IKLAS SEPERTI ITU ADALAH PELAKSANAAN YANG DILAKUKAN ANAK-ANAK ALLAH……semua umat Allah di masa lalu kita tidak pernah menemukan mereka menjalankan perintah-perintah/tuntutan-tuntutan Tuhan dengan keterpaksaan.
Satu contoh kita dapatkan yang melaksanakan perintah Tuhan dengan rasa keterpaksaan adalah ISTRI LOT dan hasilnya bagaimana?…..kita sudah mengetahui dan haruslah memahaminya.
UNTUK MENGETAHUI HAL APA YANG MEMBUAT KITA MENJALANKAN TUNTUTAN TUHAN ITU DENGAN TAMPAK SEBAGAI SESUATU KETERPAKSAAN?
JAWABANNYA KITA PERLU MEMAHAMI PETUNJUK BERIKUT:
Di dalam pertobatan termasuk penyesalan akan dosa dan berpaling daripadanya. Kita tidak akan meninggalkan dosa itu kecuali kita melihat betapa jahatnya dosa-dosa itu; sebelum kita mengenyahkannya dari dalam hati kita, tidak akan ada perubahan yang sesungguhnya di dalam kehidupan. —– Kebahagiaan Sejati 18.2
Mungkin kita memuji-muji diri kita sendiri seperti yang dilakukan Nikodemus, bahwa kehidupan kita telah benar, tabiat kita mulia, dan mengira bahwa kita tidak perlu lagi merendahkan hati di hadapan Tuhan, seperti orang berdosa pada umumnya; tetapi apabila kita melihat terang Kristus yang bersinar menerangi jiwa-jiwa kita, maka akan tampak kepada kita betapa tidak sucinya kita; kita akan melihat motif-motif yang mementingkan diri kita sendiri, bertentangan dengan Tuhan Allah, yang telah mencemarkan tiap-tiap tingkah- laku kehidupan kita. Barulah kita mengetahui bahwa kebenaran kita sesungguhnya bagaikan kain yang buruk dan kotor, sehingga hanya darah Kristus sendirilah yang dapat membasuhkan hati kita dalam teladanNya sendiri. —– Kebahagiaan Sejati 23.3
Tiada kasih Allah yang dalam itu dapat tinggal di hati orang yang tidak menyadari dosa-dosanya sendiri. Jiwa yang telah diubahkan melalui karunia Kristus akan mengagumi tabiat ilahiNya; tetapi apabila kita tidak dapat melihat cacad moral kita sendiri, ini merupakan satu bukti yang nyata bahwa kita belum melihat keindahan dan kemuliaan Kristus. ––Kebahagiaan Sejati 60.2
Berikut kita dituntun untuk melihat betapa berbahayanya bila diri kita terkelabui oleh kepentingan diri sendiri di dalam contoh-contoh umat Allah di masa lalu:
PENGALAMAN RAJA DAUD
Roh percaya kepada diri sendiri dan meninggikan diri itulah yang telah menyediakan jalan bagi kejatuhan Daud. Puji-pujian dan bujukan yang licik daripada kekuasaan dan kemewahan bukannya tanpa akibat terhadap dirinya. Pergaulan dengan bangsa-bangsa sekeliling juga mendatangkan satu pengaruh yang tidak baik. Sesuai dengan adat kebiasaan yang ada di antara raja-raja Timur, kejahatan-kejahatan yang tidak boleh ditolerir dilakukan oleh rakyat jelata tidak akan dihukum jikalau itu dilakukan oleh raja-raja, maka raja tidak perlu mengadakan pengendalian diri yang sama seperti yang dilakukan oleh rakyat. Semuanya ini cenderung untuk mengurangi kepekaan Daud terhadap kejinya dosa. Dan gantinya dengan rendah hati bergantung atas kuasa Tuhan, ia mulai berharap kepada kebijaksanaan dan kekuatannya sendiri. Segera setelah setan berhasil memisahkan jiwa dari Allah, satu-satunya Sumber kekuatan itu, ia akan berusaha untuk membangkitkan keinginan-keinginan yang keji daripada sifat alamiah manusia yang jahat itu. Pekerjaan musuh itu bukanlah secara mendadak; pada permulaannya, itu tidak mengejutkan; itu merupakan suatu usaha yang diam-diam untuk menghancurkan benteng-benteng prinsip. Itu dimulai dengan perkara-perkara yang kelihatannya kecil—kelalaian untuk setia kepada Allah dan untuk bergantung dengan sepenuhnya kepadaNya, kecenderungan untuk mengikuti kebiasaan dan praktek-praktek duniawi. ———PB2 328.2
PENGALAMAN YOHANES PEMBABTIS
Yohanes Pembaptis adalah seorang manusia yang dipenuhi Roh Kudus sejak lahir, dan jika ada orang yang dapat tetap tak terpengaruh oleh pengaruh-pengaruh merusak dari zaman di mana ia hidup, pastilah ia. Namun ia tidak berani mengandalkan kekuatannya; ia memisahkan diri dari teman-teman dan kerabatnya, agar kasih sayang alaminya tidak menjadi jerat baginya. Ia tidak akan menempatkan dirinya secara tidak perlu dalam godaan atau di mana kemewahan atau bahkan kemudahan hidup akan membawanya untuk menikmati kemudahan atau memuaskan seleranya, dan dengan demikian mengurangi kekuatan fisik dan mentalnya….
Ia menyerahkan dirinya pada kekurangan dan kesunyian di padang gurun, di mana ia dapat memelihara makna suci keagungan Allah dengan mempelajari kitab alam-Nya yang agung…. Suasana itu dirancang untuk menyempurnakan budaya moral dan untuk senantiasa memelihara takut akan Tuhan di hadapannya. Yohanes, pendahulu Kristus, tidak membiarkan dirinya terpapar pada percakapan jahat dan pengaruh dunia yang merusak. Ia takut akan dampaknya terhadap hati nuraninya, agar dosa tidak tampak begitu berdosa baginya. Ia lebih memilih untuk menetap di padang gurun, di mana akal sehatnya tidak akan dirusak oleh lingkungan sekitarnya. Tidakkah kita seharusnya belajar sesuatu dari teladan seseorang yang dihormati Kristus ini dan tentang siapa Ia berkata: “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis”? — Testimonies for the Church 4:108, 109.
Di suatu daerah yang sunyi ia tinggal, di antara bukit-bukit yang tandus, jurang-jurang yang dalam, dan gua-gua batu. Tetapi adalah kemauannya sendiri untuk meninggalkan segala kesenangan dan kemewahan hidup demi disiplin yang keras di padang belantara. Di sana keadaan di sekelilingnya cocok bagi kebiasaan-kebiasaan kesederhanaan dan penyangkalan diri. Dalam keadaan tidak terganggu oleh keramaian dunia, ia dapat mempelajari pelajaran-pelajaran dari alam kejadian, dari wahyu dan dari Allah. Perkataan malaikat kepada Zakharia itu telah sering diulangi kepada Yohanes oleh ayah bundanya yang beribadah itu. Sejak kecil tugasnya itu telah dinyatakan kepadanya, dan ia telah menerima kewajiban yang kudus itu. Baginya kesunyian padang belantara itu merupakan suatu tempat menjauhkan diri dari masyarakat di mana kecurigaan, sikap kurang percaya, dan percabulan yang sudah hampir merata. Ia tidak percaya pada kuasanya sendiri untuk melawan pencobaan, dan menjauhkan diri dari hubungan yang tetap dengan dosa, agar ia jangan kehilangan rasa akan kedahsyatan dosa itu. ———KSZ1 92.2
Oleh sebab mematikan diri kita adalah merupakan peperangan/pergumulan yang TERBESAR, yang artinya bahkan lebih besar daripada melawan godaan-godaan pergaulan, dan dari semua kutipan dan juga yang terakhir tulisan Ellen G. white diatas, kita dapat kesimpulan bahwa usaha peperangan tersebut harus dilakukan dengan tekun, tegas atau keras dan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah seperti kebanyakan sekarang ini kita lakukan karena perhatian kita yang masih terbagi, maka TIDAKLAH HERAN BILA PENEGAKAN PELAKSANAAN HUKUM MORAL MENJADI PRIORITAS DALAM PENDIDIKAN YESUS CONTOH SAINGAN YANG TERAKHIR 40 HARI DI AKHIR ZAMAN INI, BUKAN HUKUM UPACARA.









