<< Go Back

Sabat 23 Mei 2026

RENUNGAN PENDAHULUAN

 

Pilihlah kemiskinan, celaan, perpisahan dari teman-teman, atau penderitaan apa pun daripada menajiskan jiwa dengan dosa

 

Pilihlah kemiskinan, celaan, perpisahan dari teman-teman, atau penderitaan apa pun daripada menajiskan jiwa dengan dosa. Kematian sebelum kehinaan atau pelanggaran hukum Allah seharusnya menjadi motto setiap orang Kristen. Sebagai umat yang mengaku sebagai pembaru, yang menghargai kebenaran firman Allah yang paling khidmat dan memurnikan, kita harus meninggikan standar yang jauh lebih tinggi daripada yang ada saat ini. Dosa dan orang berdosa di gereja harus segera ditangani, agar yang lain tidak tercemar. Kebenaran dan kemurnian menuntut kita untuk melakukan pekerjaan yang lebih saksama untuk membersihkan perkemahan dari Akhan. Hendaknya mereka yang berada dalam posisi yang bertanggung jawab tidak menanggung dosa dalam diri seorang saudara. Tunjukkan kepadanya bahwa ia harus menyingkirkan dosa-dosanya atau dipisahkan dari gereja.

 

Ketika masing-masing anggota gereja bertindak sebagai pengikut sejati Juruselamat yang lemah lembut dan rendah hati, akan ada lebih sedikit upaya untuk menutupi dan memaafkan dosa. Semua orang akan berusaha untuk bertindak seolah-olah berada di hadirat Allah. Mereka akan menyadari bahwa mata-Nya yang melihat semuanya selalu tertuju kepada mereka dan bahwa pikiran yang paling rahasia diketahui oleh-Nya. Karakter, motif, keinginan dan tujuan, sejelas cahaya matahari bagi mata Yang Maha kuasa. Tetapi sedikit yang mengingat hal ini. Golongan yang lebih besar sama sekali tidak menyadari betapa mengerikannya pertanggungjawaban yang harus diberikan di pengadilan Allah oleh semua pelanggar hukum-Nya.

 

Dapatkah kamu yang mengaku menerima terang yang begitu besar merasa puas dengan tingkat yang rendah? Oh, betapa sungguh-sungguh dan terus-menerus kita harus mencari hadirat Ilahi dan kesadaran akan kebenaran yang khidmat bahwa akhir dari segala sesuatu sudah dekat dan bahwa Hakim seluruh bumi berdiri di ambang pintu! Bagaimana kamu dapat mengabaikan tuntutan-Nya yang adil dan kudus?

Bagaimana kamu dapat melanggar di hadapan Yehuwa? Bagaimana Anda dapat memelihara pikiran-pikiran yang tidak suci dan hawa nafsu yang rendah di hadapan para malaikat yang murni dan Sang Penebus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi Anda agar Ia dapat menebus Anda dari segala kejahatan dan menyucikan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri, yang tekun berbuat baik? Ketika Anda merenungkan hal itu dalam terang yang bersinar dari salib Kristus, bukankah dosa akan tampak terlalu hina, terlalu berbahaya, untuk dibiarkan begitu saja ketika berdiri di perbatasan dunia yang kekal?

 

Saya berbicara kepada umat kita. Jika Anda mendekat kepada Yesus dan berusaha menghiasi pengakuan Anda dengan kehidupan yang teratur dan percakapan yang saleh, kaki Anda akan dijauhkan dari jalan yang terlarang. Jika Anda hanya akan berjaga-jaga, terus-menerus berjaga dalam doa, jika Anda akan melakukan segala sesuatu seolah-olah Anda berada di hadirat Allah, Anda akan diselamatkan dari menyerah pada godaan, dan dapat berharap untuk tetap murni, tak bercacat, dan tak bernoda sampai akhir. Jika Anda memegang teguh keyakinan Anda yang awal sampai akhir, jalan Anda akan ditetapkan di dalam Allah; dan apa yang telah dimulai oleh kasih karunia, kemuliaan akan dimahkotai di kerajaan Allah kita. Buah-buah Roh adalah “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Jika Kristus ada di dalam kita, kita akan menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginan. — Testimony Treasures Vol. 2 hal. 37-38.

 

SERANGAN SETAN DI AKHIR ZAMAN LEBIH MENGERIKAN MELALUI MANUSIA/PENGARUH PIKIRAN DARIPADA BENCANA ALAM ATAUPUN DERU PEPERANGAN

(Banyak orang saat ini memfokuskan perhatiannya kepada berita-berita peperangan, siapa yang duduk memimpin di Amerika/bencana-bencana, mengira keselamatannya terancam bahaya, …… namun sangat kurang mewaspadai Setan masuk dari tempat yang tidak kita duga-duga, pengaruh-pengaruh dari manusia yang dihormati ataupun disayangi berikut pemutar balikan pemikiran)

 

LANDASAN BACAAN :

TUHAN menginginkan setiap orang percaya mempunyai iman yang kuat, dan inilah buah pekerjaan ROH KUDUS di dalam hati. Dari hati, ROH KUDUS bekerja, mengembangkan tabiat yang akan disetujui ALLAH. Alangkah luasnya ladang harta kekayaan kebenaran yang ditambahkan KRISTUS kepada bidang iman untuk digunakan oleh murid-murid-NYA ! Kita memerlukan iman yang lebih besar jika kita mau memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang Firman itu. Penghalang terbesar bagi kita untuk menerima penerangan ILAHI, ialah bahwa kita tidak bergantung kepada efisiensi ROH KUDUS — Ellen G White 1888 Materials, hal. 1537, 1538

——————————–

ORANG YANG DISAYANGI/DIKASIHI

Christ’s Object Lessons p. 223 – 224.

Pelajaran ini untuk segala zaman. Kita harus mengikuti Anak domba Allah ke mana pun Ia pergi. Tuntunan-Nya harus dipilih, persahabatanNya dihargai, di atas persahabatan teman-teman di dunia. Kata Kristus, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10:37.

 

Di tengah keluarga yang makan, ketika membagikan roti sehari-hari-nya, banyak orang pada zaman Kristus mengulangi perkataan, “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam kerajaan Allah.” Tetapi Kristus menunjukkan betapa sulitnya mencari tamu-tamu untuk menghadapi meja yang disediakan dengan biaya yang luar biasa. Orang yang mendengarkan perkataan-Nya tahu bahwa mereka telah meremehkan undangan rahmat. Bagi mereka harta duniawi, kekayaan dan kepelesiran semuanya itu memenuhi dirinya. Dengan kesepakatan yang sama mereka membuat dalih.

 

Begitulah keadaannya sekarang ini. Dalih-dalih yang didesakkan untuk menolak undangan ke pesta meliputi segenap alasan untuk menolak undangan Injil. Orang mengaku bahwa mereka tidak dapat membahayakan masa depan duniawi oleh memberikan perhatian kepada tuntutan Injil. Mereka menganggap kepentingan duniawi itu lebih berharga daripada perkara-perkara yang kekal. Berkat-berkat yang telah diterimanya dari Allah menjadi suatu perintang untuk memisahkan jiwa-jiwa mereka dari Khalik dan Penebus. Mereka tidak akan gusar dalam mengejar keduniawian dan mereka mengatakan kepada jurukabar yang menaruh kasihan, “Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau.” Acts 24:25. Orang lain mengemukakan kesulitan-kesulitan yang akan timbul dalam hubungan sosialnya jika mereka menuruti panggilan Allah. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak sanggup untuk memutuskan hubungan dengan keluarga dan kenalan mereka. Dengan demikian mereka membuktikan dirinya menjadi pelakon-pelakon yang diterangkan dalam perumpamaan ini. Tuan rumah pesta ini menganggap dalih-dalihnya yang dibuat-buat sebagai menunjukkan sifat remeh atas undangan-Nya itu.

 

Orang yang berkata, “Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang,” menggambarkan segolongan besar. Banyak orang yang membiarkan istri atau suaminya menghalangi mereka mendengarkan panggilan Allah. Sang suami berkata, “Aku tidak dapat mengikuti kewajiban imanku karena istriku menentangnya. Pengaruhnya akan sangat menyulitkan aku berbuat demikian.” Sang istri mendengar panggilan yang manis, “Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap,” dan ia menjawab, “Aku tidak dapat datang. Suamiku menolak undangan rahmat. Ia mengatakan bahwa urusannya menghalangi dia. Aku harus pergi bersama suamiku, dan oleh sebab itu aku tidak bisa datang.” Hati anak-anak menjadi terkesan. Mereka ingin datang. Tetapi mereka mengasihi ayah dan ibunya dan karena mereka tidak memperhatikan panggilan Injil, anak-anak mengira bahwa mereka tidak diharapkan untuk datang. Mereka juga berkata, “Tolong maafkan aku.”

 

Semuanya menolak panggilan Juruselamat sebab mereka takut akan terjadi perpecahan dalam lingkungan keluarga. Mereka mengira bahwa dengan menolak untuk menaati Allah mereka menjamin kedamaian dan kemakmuran rumah tangga, tetapi ini adalah suatu penipuan. Orang yang menabur sifat mementingkan diri akan menuai sifat mementingkan diri. Dalam menolak kasih Kristus mereka menolak satu-satunya perkara yang dapat memberikan kemurnian serta keteguhan pada cinta manusia. Mereka tidak saja akan kehilangan surga, tetapi akan gagal menikmati kegembiraan sejati yang untuknya surga telah berkorban.

 

Catatan:

Matius 10:37 ini bener-benar masalah bagi mayoritas kita, Samson sudah memberikan contoh yang sangat nyata bagi kita, demikian juga Salomo yang satu-satunya manusia yang pernah diberikan karunia KEBIJAKSANAAN oleh Tuhanpun, sangat rapuh untuk masalah KELUARGA….. Pendidikan kita terakhir 40 hari kita menuntut yg belum pernah kita pikirkan selama ini.

 

Contoh-contoh yang jahat dominan di dalam keluarga menghancurkan peluang bertobat…. Berlaku juga untuk mereka simpatisan yaitu orang yang berpotensi ditobatkan:

Raja HERODES dengan HERODIAS

Raja Ahab dengan Isebel

DAN Matius 10:37…… HARUS DILAKUKAN BILA MAU MENANG……. KECUALI AGAMA TELAH MENJADI YANG TERUTAMA DALAM RUMAH TANGGA

Penjelasan EGW terhadap Matius 10:37 disini sama dengan pemahaman dari ayat Matius 5:29, 30 dan Matius 18:9 (ayat ekstrim bicara tentang perlu mencungkil mata bila mata kita menciptakan dosa bagi kita), yang menggambarkan betapa bahayanya keselamatan kita bila ada sesuatu pengaruh tetap kita pertahankan berada dengan kita.

 

Contoh pasangan yang berbeda namun akhirnya berkenan bukan membawa bencana:

MUSA dengan istrinya orang Ethiopia, Ruth walaupun suaminya meninggal ia bersatu dengan Naomi…. Karena agama telah dijadikan standar ukuran di dalam keluarga/rumah tangga.

INTINYA AGAMA HARUS BERKUASA DI DALAM SETIAP RUMAH TANGGA, dan bila tidak ….. PENGORBANAN KITA DIBUTUHKAN…….. KEBERANIAN DAN KERELAAN….. JANGAN PERTARUHKAN KESELAMATAN OLEH KARENA HUBUNGAN KELUARGA.

———————————

MENGABAIKAN KESEMPATAN DIGANTIKAN ORANG LAIN

Christ’s Object Lessons p.236-237.

 

Jika hamba-hamba Allah mau berjalan dengan Dia dalam iman, Ia akan memberikan kuasa kepada pekabaran yang disampaikan mereka. Mereka akan diberi kesanggupan untuk menyatakan kasih-Nya dan bahayanya bila menolak rahmat Allah, sehingga orang akan tertarik untuk menerima Injil. Kristus akan mengadakan mukjizat-mukjizat kalau saja manusia mau melakukan bagiannya yang diberikan Allah dalam hati manusia sekarang suatu perubahan besar akan terjadi seperti belum pernah terjadi pada generasi-generasi yang silam. ……………………… Ada orang yang memiliki sedikit kesempatan, yang telah berjalan dalam jalan yang salah sebab mereka tidak mengetahui jalan yang lebih baik lagi, yang kepadanya sinar terang akan memancar. Seperti sabda Kristus datang kepada Zakheus, “Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu,“ agar sabda itu datang kepadanya; dan orang yang dianggap akan menjadi orang berdosa yang keras kepala ternyata mempunyai hati yang lembut seperti seorang anak sebab Kristus telah memperhatikan mereka. Banyak orang akan datang dari kesalahan dan dosa yang paling besar dan akan mengambil tempat orang lain yang telah mendapat kesempatan, tetapi tidak menggunakannya. Mereka akan terhitung sebagai umat pilihan Allah, yang terpilih, berharga dan bila Kristus akan datang dalam kerajaan- Nya, mereka akan berdiri di sisi takhta-Nya.

Tetapi “jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman.” Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun dari orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.” Mereka telah menolak undangan itu dan tidak seorang pun dari antara mereka akan diundang lagi. Oleh menolak Kristus, orang Yahudi mengeraskan hatinya dan menyerahkan dirinya ke dalam kuasa Setan, sehingga mustahil bagi mereka menerima rahmatNya. Demikianlah pula sekarang ini. Bila kasih Allah tidak diterima dan tidak menjadi asas yang hidup, untuk melembutkan dan menaklukkan jiwa itu, kita sama sekali hilang. Tuhan tidak dapat memberikan bukti yang lebih besar dari kasih-Nya dari apa yang telah diberikan-Nya. Jika kasih Yesus tidak menaklukkan hati, tidak ada jalan yang bisa dilalui untuk menjangkau kita.

 

Setiap kali engkau menolak untuk mendengar pekabaran pengasihan, engkau semakin menguatkan diri dalam hal tidak percaya. Setiap kali engkau gagal untuk membuka pintu hatimu kepada Kristus, makin lama semakin tidak rela untuk mendengar suara-Nya yang berbicara. Engkau mengurangi kesempatanmu untuk menyambut seruan pengasihan yang terakhir. Janganlah tertulis mengenai engkau, seperti mengenai Israel kuno, “Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia.” JANGANLAH KRISTUS MERATAPIMU SEPERTI IA MERATAPI KOTA YERUSALEM, dengan kata-kata, “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anak, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.”

———————————

KEPERCAYAAN KEPADA MANUSIA DAN PENGARUH BUAH PIKIRANNYA

Penunggu Pagi Tgl 7 April, diambil dari Buku : ” PULANG KERUMAH “– Ellen G White

 

“IBLIS TIDAK BISA MEMBUAT ENGKAU BERDOSA “

 

“Enyahlah iblis ! Sebab ada tertulis : engkau harus menyembah TUHAN ALLAH mu, dan hanya kepada DIA sajalah engkau berbakti” — Matius 4 : 10.

Penggoda itu tidak akan pernah dapat memaksa kita untuk melakukan kejahatan. Ia tidak dapat mengendalikan pikiran, kecuali pikiran itu diserahkan dibawah kekuasaannya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya dari KRISTUS, barulah iblis dapat menggunakan kuasanya atas kita. Tetapi setiap keinginan jahat yang kita sayangi memberikan kepadanya tempat bertumbuh. Setiap perkara yang dalamnya kita gagal untuk mencapai standar ILAHI, merupakan pintu terbuka yang melaluinya, ia dapat masuk untuk menggoda serta membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan dipihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mempersalahkan KRISTUS.

 

Ketika iblis mengutip janji, “IA akan memerintahkan malaikat-malaikat-NYA,” ia tidak menyebutkan ucapan, untuk menjaga engkau disegala jalan-MU” yaitu pada segala jalan pilihan ALLAH. YESUS tidak mau keluar dari jalan penurutan. Sementara menunjukkan iman yang sempurna pada Bapa-NYA, IA tidak mau menempatkan diri-NYA sendiri, dengan tidak disuruh, pada suatu kedudukan yang akan memerlukan campur tangan BAPA-NYA untuk menyelamatkan DIA dari maut. IA tidak mau memaksa ALLAH datang meluputkan DIA, dan dengan demikian gagal untuk memberikan kepada manusia satu teladan iman dan penurutan.

 

YESUS berkata kepada iblis, “Ada pula tertulis :  Janganlah engkau mencoba TUHAN ALLAH mu.” Perkataan ini diucapkan oleh Musa kepada Bani Israel ketika mereka kehausan di Padang belantara, lalu menuntut supaya Musa memberikan air kepada mereka, dengan berseru, ” Adakah TUHAN ditengah-tengah kita atau tidak?” (Keluaran 17 : 7). ALLAH telah mengerjakan hal-hal yang ajaib bagi mereka; namun dalam kesusahan mereka meragukan DIA, serta menuntut bukti bahwa IA tengah menyertai mereka. Dalam keadaan kurang percaya itu, mereka berusaha hendak menguji DIA. Maka iblispun mendesak KRISTUS untuk berbuat sedemikian juga. ALLAH telah membuktikan bahwa YESUS adalah anak-NYA, berarti menguji Firman ALLAH — mencobai DIA. Jika demikian maka adalah benar meminta apa yang tidak dijanjikan ALLAH. Hal itu akan menunjukkan adanya kurang percaya, serta benar-benar menguji atau mencobai DIA. Jangan hendaknya kita menyampaikan permohonan kita kepada ALLAH untuk membuktikan bahwa IA mengasihi kita, melainkan karena IA mengasihi kita. “Tetapi tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada ALLAH. Sebab barangsiapa berpaling kepada ALLAH, ia harus percaya bahwa ALLAH ada, dan bahwa ALLAH memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari DIA.” — ( Ibrani 11 : 6 ).

 

Akan tetapi iman itu sekali-kali tidak ada hubungannya dengan tindakan yang bersifat takabur. Hanya orang yang mempunyai iman yang sejati sajalah yang selamat dari sifat takabur. Sebab sifat takabur itulah pemalsuan iblis akan iman. — Alfa dan Omega, jilid.5, hal. 121, 122.

—————————-

Saat kita mendekati akhir zaman, kepalsuan akan begitu bercampur dengan kebenaran, sehingga hanya mereka yang memiliki bimbingan Roh Kudus yang mampu membedakan kebenaran dari kesalahan. Kita perlu berusaha sekuat tenaga untuk tetap berada di jalan Tuhan. Kita tidak boleh berpaling dari bimbingan-Nya untuk menaruh kepercayaan kita pada manusia. Malaikat-malaikat Tuhan ditunjuk untuk mengawasi dengan ketat mereka yang menaruh iman mereka kepada Tuhan, dan malaikat-malaikat ini akan menjadi penolong khusus kita di setiap saat dibutuhkan. Setiap hari kita harus datang kepada Tuhan dengan keyakinan penuh akan iman, dan memandang kepada-Nya untuk mendapatkan hikmat…. Mereka yang dibimbing oleh Firman Tuhan akan membedakan dengan pasti antara kepalsuan dan kebenaran, antara dosa dan kebenaran ( Manuskrip 43, 1907 ).

Ujian Pengorbanan

(Sebuah pelajaran tentang PENGORBANAN dari Ayub, Yonathan dan Yohanes Pembabtis, sebuah contoh bagaimana kesetiaan dipertontonkan WALAUPUN TAMPAK DITINGGALKAN)

 

Bagi mereka yang mengasihi Allah, mereka yang “…terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28), riwayat hidup orang dalam Alkitab masih mengandung pelajaran yang lebih bermutu mengenai pelayanan yang menyedihkan. “…Kamulah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman Tuhan dan Akulah Allah” (Yesaya 43:12)—saksi-saksi bahwa Ia adalah baik, dan kebaikan tersebut adalah yang terunggul. “… Kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia” (1 Korintus 4:9). –— MPS 140.6

Sifat tidak mementingkan diri, prinsip kerajaan Allah, adalah prinsip yang Setan benci; ia menolak adanya prinsip itu. Sejak permulaan peperangan besar itu ia berusaha membuktikan prinsip-prinsip tindakan Allah adalah mementingkan diri, dan ia memperlakukan dengan cara yang sama semua orang yang melayani Allah. Untuk menyanggah tuduhan Setan, itulah tugas Kristus dan semua orang yang menyandang nama-Nya. —— MPS 141.1

Adalah untuk memberikan suatu gambaran tentang sifat tidak mementingkan diri dalam kehidupan-Nya sendiri sehingga Yesus datang dalam bentuk manusia. Dan semua orang yang menerima prinsip ini harus menjadi teman sekerja dengan Dia dalam menunjukkan hal itu dalam kehidupan praktis. Memilih yang benar oleh sebab hal itu adalah benar; untuk berdiri demi kebenaran meskipun harus menderita dan berkorban — “Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba Tuhan dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman Tuhan” (Yesaya 54:17). —— MPS 141.2

Mula-mula sekali dalam sejarah dunia telah diberikan catatan kehidupan tentang satu orang atas siapa peperangan dengan Setan meraih kemenangan. —— MPS 141.3

Tentang Ayub, bapa dari tanah Us, kesaksian Penyelidik hati ialah “Tiada seorang pun di bumi seperti dia yang demikian saleh dan jujur yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” —— MPS 141.4

Terhadap orang ini, Setan mendatangkan tuduhan menghina:’ … Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? …ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya; “Ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Tuhan berkata kepada Setan, “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.’ Setelah diizinkan, Setan menyapu bersih semua milik Ayub—kawanan domba dan ternak, hamba lelaki dan perempuan, anak-anak laki-laki dan perempuan; dan “…ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya” (Ayub 1:9-12; 2:5-7). —— MPS 141.5 

Masih ada unsur kepahitan lain yang ditambahkan pada cawannya. Sahabat-sahabatnya, melihat dalam kesengsaraan tidak lain kecuali ganjaran dosa, menekan rohnya yang terluka dan berbeban berat dengan tuduhan mereka karena berbuat salah. —— MPS 141.6

Tampak seperti ditinggalkan oleh surga dan bumi, namun tetap memegang teguh imannya pada Allah dan kesadarannya terhadap kejujuran, dalam kesengsaraan dan kebingungan ia berseru: —— MPS 142.1

“Aku telah bosan hidup….” —— MPS 142.2

“Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut, —— MPS 142.3

Dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!” (Ayub 10:1,14:13). —— MPS 142.4

“Sesungguhnya aku berteriak; kelaliman, tetapi tidak ada yang menjawab; —— MPS 142.5

Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan….

Ia telah menanggalkan kemuliaanku Dan merampas mahkota di kepalaku….

Kaum kerabatku menghindar,

Dan kawan-kawanku melupakan aku

Dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku….

Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku,

Karena tangan Allah telah menimpa aku.”


“Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia,

Dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam….

Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana;

Atau ke barat, tidak kudapati Dia;

Di utara kucari Dia, Ia tidak tampak,

Aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia.

Karena Ia tahu jalan hidupku;

Seandainya Ia menguji aku,

Aku akan timbul seperti emas.”

“Meski aku dibunuhnya, aku tetap harap pada-Nya.”

“Tetapi aku tahu; Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak,

Tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,

Yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku;

Mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain.

Hati sanubariku merasa karena rindu” (Ayub 19:7-21: 23:3; 8-10; 13:15; 19:25-27). —— MPS 142.6

Sesuai dengan imannya, begitulah hal itu bagi Ayub. “…Seandainya Ia menguji aku,” katanya, “aku akan timbul seperti emas” (Ayub 23:10). Begitulah yang terjadi. Dengan kesabarannya yang alot, ia mempertahankan tabiatnya sendiri, dan begitulah tabiat Oknum yang diwakili-Nya. Dan “Tuhan memulihkan keadaan Ayub,…. dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu Tuhan memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu” (Ayub 42:10-12). —— MPS 142.7

Pada catatan tentang mereka yang melalui pengorbanan diri masuk ke dalam persekutuan penderitaan Kristus, tampil—satu orang dalam Perjanjian Lama dan satu orang dalam Perjanjian Baru—namanya Yonathan dan Yohanes Pembaptis. —— MPS 143.1

Yonathan, oleh kelahiran adalah pewaris takhta kerajaan, namun mengetahui bahwa dirinya dikesampingkan oleh perintah ilahi; terhadap saingannya ia bersikap paling lembut dan setia dalam persahabatan, melindungi nyawa Daud, dengan membahayakan dirinya sendiri; berdiri teguh di sisi ayahnya selama hari-hari kelam kekuasaannya yang merosot, dan di sisinya ayahnya gugur pada akhirnya—nama Yonathan tersimpan di dalam surga dan di bumi berdiri sebagai saksi tentang adanya dan kuasa kasih yang tidak mementingkan diri. —— MPS 143.2

Yohanes Pembaptis, ketika muncul sebagai utusan Mesias, menggoncang bangsa itu. Dari satu tempat ke tempat yang lain langkah-langkahnya diikuti oleh orang banyak dari segala lapisan masyarakat. Tetapi ketika Oknum itu datang bagi siapa ia membawa kesaksian, semuanya berubah. Orang banyak telah mengikuti Yesus dan pekerjaan Yohanes tampaknya segera akan berakhir. Namun tidak ada kebimbangan dalam imannya. “Ia harus makin besar,” katanya “tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30). —— MPS 143.3

Waktu sudah berlalu, dan kerajaan yang diharapkan Yohanes dengan penuh keyakinan belum berdiri. Dalam penjara Herodes, terputus dari aliran udara yang memberi hidup dan padang gurun kebebasan, ia menunggu dan menanti. —— MPS 143.4

Tidak ada pameran senjata, tidak ada pintu penjara yang dibuka; tetapi penyembuhan orang sakit, pemberitaan Injil, pengangkatan jiwa manusia, menyaksikan tentang misi Kristus. ——MPS 143.5

Sendirian dalam penjara, sambil melihat ke mana jalannya, yang cenderung seperti Tuhannya, Yohanes menerima kepercayaan—yakni bersekutu dengan Kristus dalam pengorbanan. Utusan-utusan surga menyertainya ke kubur. Makhluk-makhluk semesta alam, yang berdosa dan tidak berdosa pun, menyaksikan pekerjaan pelayanannya yang tidak mementingkan diri itu. —— MPS 143.6

Dan dalam seluruh generasi yang telah lewat sejak waktu itu, jiwa-jiwa yang menderita telah ditolong oleh kesaksian kehidupan Yohanes. Di dalam penjara, di atas panggung hukuman mati, dalam nyala api, pria dan wanita sepanjang abad-abad kegelapan telah dikuatkan dengan mengenang dia, terhadap siapa Kristus memaklumkan: “… Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar” (Matius 11:11). —— MPS 144.1

“Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceritakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta,… dan Samuel dan para nabi, yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.” —— MPS 144.2

“Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.” —— MPS 144.3

“Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.” (Ibrani 11:32-40). —— MPS 144.4

———————————-

Buku: SDA Bible Commentary, vol. 3 (EGW 1953)

Ayub – Bab 4

 

(Ayub 38:1, 2). Bencana Bukanlah Indeks Dosa

 

Sangatlah wajar bagi manusia untuk berpikir bahwa bencana besar adalah indeks yang pasti dari kejahatan besar dan dosa besar; tetapi manusia sering kali membuat kesalahan dalam mengukur karakter. Kita tidak hidup di masa penghakiman yang bersifat retributif. Kebaikan dan kejahatan bercampur aduk, dan malapetaka menimpa semua orang. Kadang-kadang manusia melewati garis batas di luar perlindungan Tuhan, dan kemudian Setan menggunakan kuasanya atas mereka, dan Tuhan tidak campur tangan. Ayub sangat menderita, dan teman-temannya berusaha membuatnya mengakui bahwa penderitaannya adalah akibat dari dosa, dan membuatnya merasa berada di bawah penghukuman. Mereka menggambarkan kasus Ayub sebagai kasus orang berdosa besar; tetapi Tuhan menegur mereka atas penghakiman mereka terhadap hamba-Nya yang setia (Naskah 56, 1894).

 

Teman-teman Ayub Salah Mengartikan Allah

 

Ada kejahatan di dunia ini, tetapi semua penderitaan bukanlah hasil dari jalan hidup yang sesat. Ayub dengan jelas ditampilkan di hadapan kita sebagai seorang pria yang Tuhan izinkan untuk ditindas oleh Iblis. Musuh merampas semua yang dimilikinya; ikatan keluarganya diputuskan; anak-anaknya diambil darinya. Untuk sementara waktu tubuhnya dipenuhi dengan luka-luka yang menjijikkan, dan ia sangat menderita. Teman-temannya datang untuk menghiburnya, tetapi mereka mencoba membuatnya melihat bahwa ia bertanggung jawab, dengan jalan hidupnya yang berdosa, atas penderitaannya. Tetapi ia membela diri, dan menyangkal tuduhan itu, dengan mengatakan, “Penghibur-penghibur yang menyedihkan adalah kamu semua.”

Dengan berusaha membuatnya bersalah di hadapan Allah, dan layak menerima hukuman-Nya, mereka membawa ujian yang menyedihkan kepadanya, dan menggambarkan Allah dalam cahaya yang salah; tetapi Ayub tidak berbelok dari kesetiaannya, dan Allah memberi upah kepada hamba-Nya yang setia (Naskah 22, 1898).

 

Catatan:

Maksud hati teman-temannya Ayub menghibur…….. Empati dengan penderitaannya…. Akan tetapi kata-kata yg diutarakan cenderung menambah penderitaan….. DAN HAL YANG DEMIKIAN JADI TAMBAHAN UJIAN BAGI AYUB.

 

DEMIKIAN PULA DENGAN KITA…… SEKELILING KITA TIDAK PAHAM AKAN APA YANG KITA TEMPUH DALAM TAHAPAN TERAKHIR PERJALANAN IMAN KITA, SEMUA MEMBERIKAN NASIHAT, PANDANGANNYA YANG TAMPAK MENGHIBUR….. NAMUN KITA AKAN SAMA DENGAN AYUB….. KATA-KATA MEREKA AKAN JADI BEBAN BAGI KITA, DAN MEMBAHAYAKAN KITA YANG SEBELUMNYA YAKIN….. JADI UNDUR KEMBALI…. JADI IKUT-IKUTAN RAGU DAN KAWATIR AKAN MASA DEPAN SEPERTI PIKIRAN MEREKA…… YANG MANA HARUSNYA KITA SEPENUHNYA YAKIN DAN PERCAYA BAHWA TUHAN AKAN MENOLONG/MENYERTAI KITA

 

NASIHAT SETELAH KITA BELAJAR PENOLAKAN ORANG YAHUDI ATAS PENGETAHUAN TEMPAT DAN WAKTU YESUS LAHIR DAN TIME SETTING WILLIAM MILLER

(Catatan: Setelah kita memperoleh pelajaran dari sedihnya malaikat-malaikat ketika tidak sama sekali terlihat persiapan orang-orang Yahudi terhadap kelahiran Yesus, dan memperoleh penjelasan Ellen G. White bahwa tidak sama sekali dibolehkan kita meragukan Time Setting dari contoh William Miller tahun 1844, maka nasihat-nasihat ini membukakan mata kita bahwa dengan begitu luasnya kebenaran sudah dibukakan luas dihadapan kita, mengapa kita masih bisa goyah dan meragukan…… tidak sadar bahwa meragukan = menghina Tuhan)

 

Roh Kudus bekerja sering Ia begerak dari jalan yang tidak kita harapkan

Bila Roh Kudus bekerja atas manusia, Ia tidak akan bertanya pada kita dengan cara apa Ia akan bekerja. Sering Ia bergerak dari jalan yang tidak kita harapkan. Ia tidak datang seperti yang diharap-harapkan orang Yahudi. Ia tidak datang dengan suatu cara untuk memuliakan mereka sebagai suatu bangsa. Orang yang mendahuluiNya datang untuk menyediakan jalan bagiNya, dengan memanggil orang supaya menyesali dosa mereka, dan bertobat, serta dibabtiskan. Pekabaran Kristus adalah, “Kerajaan Allah sudah dekat: bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Orang Yahudi tidak mau menerima Kristus, karena Ia tidak datang sesuai dengan pengharapan mereka. Gagasan-gagasan manusia fana dianut sebagai hal yang pasti, sebab sudah lama ada sepanjang abad.

Inilah bahaya yang dihadapkan gereja sekarang secara terbuka bahwa penemuan-penemuan manusia fana akan menghapuskan jalan bagi Roh itu harus datang, bukan untuk memuji manusia atau membangun teori-teori mereka yang keliru, melainkan untuk menegur dunia terhadap dosa, dan terhadap kebenaran, serta pertimbangan, banyak yang menjauhkan diri daripadaNya. Mereka tidak sudi jubah kebenaran diri mereka sendiri dihalangi. Mereka tidak rela mengganti kebenaran diri mereka sendiri yang tidak benar, dengan kebenaran Kristus, yang suci, yaitu kebenaran yang tidak palsu. Roh Kudus tidak memuji-muji manusia, Ia pun tidak bekerja sesuai dengan rencana manusia. Manusia fana dan berdosa tidak akan bekerja dengan Roh Kudus. Bila Ia datang sebagai penegur, melalui manusia yang akan dipilih Allah, maka adalah tempat manusia untuk mendengar dan menuruti suaraNya. —— Nasihat Bagi Para Pendeta dan Pelayan Injil – Amaran Setia yang sungguh-sungguh hal 58, 59.

—————————

Tidak boleh menjajarkan diri dengan orang yang tak percaya

“Tidak ada lagi waktu kini untuk menjajarkan diri kita pada pihak orang-orang pelanggar hukum Allah itu, untuk melihat dengan mata mereka, untuk mendengar dengan telinga mereka, dan untuk mengerti dengan indera-indera pemahaman mereka yang kacau  itu. Kita harus merapat bersama-sama. Kita harus bekerja untuk menjadi suatu kesatuan, untuk menjadi suci dalam kehidupan dan bersih dalam tabiat. Hendaklah orang-orang yang mengaku dirinya hamba-hamba dari Allah yang hidup jangan lagi tunduk kepada pendapat-pendapat manusia yang didewakan, jangan lagi memperbudak diri kepada setiap nafsu yang memalukan, jangan lagi menghantarkan kepada Tuhan suatu persembahan yang sudah kotor, yaitu suatu jiwa yang ternoda dosa.” – Testimonies to Ministers, p. 471.

Persoalannya ditaruh di hadapan kita dalam terang yang benar. Pertanyaan yang diajukan. “Apakah hubungan baik Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini, Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup ditengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Sebab itu keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis.” Apakah artinya ini—anjuran-anjuran, pekerjaan jahat di dalam anak-anak durhaka. Bagaimanapun engkau tidak boleh ditulari dengan roh atau pengaruh orang yang tak percaya. Takutlah untuk menghubungkan pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan Tuhan, kepada mereka yang tidak mempunyai bagian dengan Allah, atau simpati dengan mereka yang tidak menyukai kebenaran Allah. “Maka Aku akan menerima kamu, dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Allah, Yang Mahakuasa.” ——– Nasihat Bagi Para Pendeta dan Pelayan Injil – Metode, prinsip dan motif yang benar hal 262.

—————————

Berjaga-jaga terhadap rasa ragu-ragu dan menerima hanya jika seluruh rahasia daripada rencana keselamatan menjadi jelas kepada mereka

 

Karena mereka tidak dapat mendalami semua rahasia-rahasia itu, orang yang bimbang dan orang yang tidak percaya menolak firman Allah; dan tidak semua orang yang mengaku percaya kepada Alkitab lepas dari bahaya ini. Rasul berkata: “Ingatlah baik-baik, hai saudara-saudaraku, jangan seorang pun daripada kamu berhati jahat dengan tiada beriman sehingga berpaling daripada Allah yang hidup itu. ’’Iberani 3:12. Ada baiknya mempelajari dengan rajin ajaran-ajaran Kitab Suci serta menyelidiki “segala sesuatu, walaupun perkara Allah yang dalam-dalam ’’sejauh yang dinyatakan di dalam Kitab Suci. 1 Korintus 2:10. Sementara “segala perkara yang tersembunyi ia itu bagi Tuhan, Allah kita,’’ ”tetapi segala perkara yang telah dinyatakan itu bagi kita. ’’Ulangan 29:29. Tetapi Setan bekerja mengacaukan kuasa menyelidik manusia itu. Keangkuhan-keangkuhan tertentu dicampur-adukkan dengan pertimbangan akan kebenaran Alkitab, supaya dengan demikian orang merasa tidak sabar dan ditaklukkan jika mereka tidak dapat menerangkan setiap bagian Kitab Suci dengan memuaskan mereka. Mereka malu mengaku bahwa mereka tidak mengerti firman yang diilhamkan itu. Mereka kira bahwa tanpa dibantu mereka akan mampu dan cukup bijaksana memahami Kitab Suci, lalu setelah gagal, maka mereka sesungguhnya menyangkal kuasanya. Memang benar bahwa banyak teori dan doktrin populer yang disangka berasal dari Kitab Suci padahal tidak mempunyai dasar sama sekali, dan bahkan sesungguhnya berlawanan dengan perkataan yang diilhamkan Tuhan itu. Hal-hal semacam inilah menjadi penyebab kebimbangan dan kekacauan terhadap banyak pikiran. Bagaimana pun, sebenarnya segala pengajaran serupa ini janganlah disalahkan kepada firman Allah, melainkan kepada kekacauan yang dibuat manusia itu sendiri. —— KS 101.2

 

Firman Tuhan, sama seperti sifat ilahi Pengarangnya, mengandung rahasia-rahasia yang tidak akan pernah dapat dipahami sepenuhnya oleh mahluk yang fana. Masuknya dosa ke dalam dunia ini, penjelmaan Kristus, pembaharuan, kebangkitan dan banyak lagi pokok-pokok lainnya yang dinyatakan di dalam Alkitab, adalah merupakan rahasia-rahasia yang teramat dalam bagi pikiran manusia untuk menerangkannya, atau pun mengerti sepenuhnya. Tetapi kita tidak mempunyai alasan untuk meragu-ragukan firman Allah karena kita tidak mengerti rahasia-rahasia takdirNya. Di dunia inipun kita selalu dikelilingi oleh rahasia-rahasia yang tidak dapat kita selami. Bentuk-bentuk kehidupan yang paling rendah sekalipun merupakan satu persoalan yang para ahli filsafat pun tidak mampu menerangkannya. Di mana- mana terdapat keajaiban-keajaiban yang di luar kemampuan kita. Apakah kita masih merasa heran menemukan bahwa di dalam dunia rohani juga terdapat rahasia (misteri) yang tidak dapat kita duga dalamnya? Kesulitannya terletak semata-mata di dalam kelemahan dan kepicikan pikiran manusia. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita di dalam Kitab Suci bukti yang cukup dari hal sifat-sifat ilahi firman itu, maka kita pun tidaklah patut meragukan firmanNya hanya karena kita tidak dapat memahami semua rahasia takdirNya. —- KS 99.3

 

Banyak orang yang tidak mau menerima Kristus sampai seluruh rahasia daripada rencana keselamatan menjadi jelas kepada mereka. Mereka menolak untuk memandang dengan iman, sekalipun mereka telah melihat bahwa ribuan orang telah memandang dan merasakan khasiat daripada memandang kepada salib Kristus. Banyak yang telah mengembara di dalam segala macam filsafat, untuk mencari sebab-sebab dan bukti-bukti yang mereka tidak pernah akan peroleh, sementara mereka menolak bukti yang Allah sudah berikan. Mereka menolak berjalan di dalam terang Matahari Kebenaran, sebelum sebab-sebab daripada bersinarnya terang itu dijelaskan kepada mereka. Semua orang yang tetap dalam sikap seperti ini akan gagal datang kepada pengetahuan akan kebenaran itu. Allah tidak pernah akan membuangkan setiap kesempatan untuk jadi bimbang. Ia memberikan bukti yang cukup di atas dimana kita dapat mengalaskan iman kita, dan jikalau ini tidak diterima, maka pikiran kita akan dibiarkan berada dalam kegelapan. Jikalau mereka yang dipagut ular-ular itu telah bersikap bimbang dan ragu-ragu sebelum mereka mau memandang, maka mereka akan binasa. Adalah tugas kita, pertama-tama, untuk memandang; dan pandangan iman itu akan memberikan kepada kita hidup. —- PB2 22.3

 

Semuanya ini hanyalah membahayakan jiwamu sendiri; karena tiap- tiap kata yang meragukan yang kau ucapkan akan mengundang godaan- godaan Setan; itu meneguhkan kecenderungan untuk keragu-raguan di dalam dirimu, dan mendukakan malaikat yang bertugas melayani. Apabila Setan menggoda engkau janganlah sekali-kali mengucapkan sepatah kata yang meragukan atau mendatangkan kegelapan. Jika engkau membuka pintu kepada bisikan Setan, maka pikiranmu akan dipenuhi kekurangan percaya dan keraguan yang durhaka. Jika engkau mengucapkan perasaan-perasaanmu, setiap keragu-raguan yang engkau ucapkan bukan hanya bereaksi atas dirimu sendiri, tetapi ia akan menjadi benih yang akan bertumbuh dan berbuah di dalam kehidupan orang lain, dan mungkin mustahil menarik pengaruh perkataanmu itu. Engkau sendiri mungkin dapat sembuh daripada binasa pencobaan dan dari jerat Setan, tetapi orang lain yang telah terpengaruh oleh perkataanmu mungkin tidak dapat melepaskan diri dari kekurangan percayaan yang engkau ucapkan itu. Betapa pentingnya kita membicarakan hanya perkara-perkara yang akan memberikan kekuatan rohani dan hidup. –– Kebahagiaan Sejati 111.2

 

———————-

Menganggap Allah akan memperlakukan dosa dengan cara yang ringan, maka anda berada dalam tipuan Iblis

BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS!

Beberapa orang menganggap dosa itu amat remeh sehingga mereka tidak memiliki pertahanan terhadap kegemarannya atau akibatnya.

Jika saja sejenak pun Anda merasa Allah akan memperlakukan dosa dengan cara yang ringan, atau membuat ketentuan atau pengecualian supaya Anda dapat terus melakukan dosa, dan jiwa tidak mendapat hukuman dari berbuat demikian, maka Anda berada dalam tipuan Iblis yang mengerikan. Pelanggaran hukum Yahwe manapun yang disengaja memaparkan jiwamu kepada serangan penuh dari Iblis.

Ketika Anda kehilangan integritas, maka jiwamu menjadi medan peperangan bagi Iblis; Anda memiliki cukup banyak keragu-raguan dan ketakutan untuk melumpuhkan kekuatanmu dan menggerakkanmu kepada kekecewaan….

Ingat bahwa penggodaan itu bukanlah dosa. Ingatlah bahwa betapa pun menggodanya suatu keadaan di mana seseorang ditempatkan, tidak ada yang benar-benar dapat melemahkan jiwanya selama ia tidak menyerah pada godaan namun mempertahankan integritasnya. Kepentingan-kepentingan yang paling vital bagimu secara individu berada dalam penjagaan sendiri. Tidak seorang pun bisa merusaknya tanpa persetujuanmu. Semua pasukan Iblis tidak bisa melukaimu kecuali Anda membuka hati kepada panah-panah Iblis. Kehancuranmu tidak akan pernah terjadi sampai Anda menyetujuinya. Jika tidak ada pencemaran dalam pikiranmu sendiri, semua pencemaran di sekitar Anda tidak dapat menodai atau mencemarimu.

Kehidupan kekal itu berarti segalanya bagi kita atau tidak sama sekali. Hanya mereka yang dengan tekun dan usaha yang tanpa lelah dengan keinginan kuat yang seukuran dengan nilai objek yang dikejarnya, akan memperoleh kehidupan yang sama dengan kehidupan Allah….. Ada contoh pengalaman Adam dan Hawa di hadapan kita, dan akibat pelanggaran-pelanggaran mereka harusnya menuntun setiap jiwa kita menghindari dosa, membenci dosa sebagai hal yang menyebalkan, dan merasakan, dan Ingat penderitaan yang diakibatkan dosa, bahwa lebih baik kehilangan segala sesuatu daripada terpisah dari hukum Allah. ——– BAPA KITA PEDULI, halaman 110.

 

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart