<< Go Back

Sabat 3 Januari 2026

BACAAN PERENUNGAN AWAL TAHUN BARU

 

 

Adam dan Hawa meyakin-yakinkan diri mereka sendiri bahwa di dalam perkara kecil seperti memakan buah pohon larangan itu tidak akan mendatangkan akibat yang mengerikan seperti yang pernah dikatakan oleh Tuhan Allah. Tetapi perkara kecil ini adalah pelanggaran atas hukum Allah yang suci dan tak dapat diubah, itulah yang memisahkan manusia dari Allah lalu membuka pintu banjir kematian serta malapetaka atas dunia kita ini. Abad demi abad telah bangkit dari dunia ini teriak ratapan yang tidak kunjung putus – putusnya, dan semua ciptaan menanggung akibat pendurhakaan manusia. Surga sendiri telah merasakan akibat pemberontakan melawan Allah. Bukit Golgota merupakan tugu peringatan pengorbanan yang menakjubkan yang diharuskan grafirat atas pelanggaran terhadap hukum ilahi. Janganlah kita anggap dosa sebagai perkara kecil. —- Kebahagiaan Sejati 27.2

Meski satu sifat tabiat yang salah, satu keinginan yang penuh dosa, jika terus-menerus dilakukan dan ditimang-timang akan merusakkan semua kuasa injil. Tiap-tiap perbuatan jahat yang dimanjakan mengukuhkan jiwa tidak senang terhadap Allah. Orang yang menunjukkan kelakuan yang tak beriman, atau pendirian yang sama sekali tidak peduli akan kebenaran ilahi, akan menuai tuaian yang ditanamnya sendiri. Di dalam Alkitab tiada satu amaran yang lebih menakutkan melawan bermain-main dengan kejahatan daripada ucapan orang yang bijaksana Sulaiman, bahwa orang berdosa “itu akan dijerat oleh kejahatannya sendiri dan iapun akan terikat dengan tali dosanya sendiri.” Amsal 5:22. —- Kebahagiaan Sejati 28.3

Kristus telah bersedia melepaskan kita dari dosa, tetapi kehendak kita tidaklah dipaksaNya; tetapi jika pelanggaran-pelanggaran masih terus saja dilakukan maka kemauan itu sendiri dikeraskan kepada kejahatan, sehingga kita tidak ingin lagi bebas, dan jika kemauan tidak menerima karuniaNya, apa lagi yang dapat diperbuatNya? Kita telah membinasakan diri kita sendiri dengan menentukan penolakan kita atas kasihNya. “Sesungguhnya sekarang inilah masa yang diperkenankan itu, bahkan, sekarang inilah hari keselamatan itu.” “Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, janganlah keraskan hatimu.” —- Kebahagiaan Sejati 28.4

Apakah baik untuk menjadi demikian kurang percaya? Mengapa kita tidak tahu berterimakasih dan mengapakah kita curiga? Yesuslah sahabat kita; semua penghuni surga memperhatikan kesejahteraan kita. Kita seharusnya jangan memperkenankan kekacauan dan kesusahan hidup sehari-hari menyakiti pikiran dan mengabutinya dengan ketakutan. Jika kita mau, selalu ada sesuatu yang hendak mengganggu dan menjengkelkan. Janganlah kita memanjakan satu keinginan yang hanya mengganggu dan memenatkan kita, bukannya membantu kita menanggung pencobaan-pencobaan. —- Kebahagiaan Sejati 115.2

Semuanya ini hanyalah membahayakan jiwamu sendiri; karena tiap-tiap kata yang meragukan yang kau ucapkan akan mengundang godaan-godaan Setan; itu meneguhkan kecenderungan untuk keragu-raguan di dalam dirimu, dan mendukakan malaikat yang bertugas melayani. Apabila Setan menggoda engkau janganlah sekali-kali mengucapkan sepatah kata yang meragukan atau mendatangkan kegelapan. Jika engkau membuka pintu kepada bisikan Setan, maka pikiranmu akan dipenuhi kekurangan percaya dan keraguan yang durhaka. Jika engkau mengucapkan perasaan-perasaanmu, setiap keragu-raguan yang engkau ucapkan bukan hanya bereaksi atas dirimu sendiri, tetapi ia akan menjadi benih yang akan bertumbuh dan berbuah di dalam kehidupan orang lain, dan mungkin mustahil menarik pengaruh perkataanmu itu. Engkau sendiri mungkin dapat sembuh daripada binasa pencobaan dan dari jerat Setan, tetapi orang lain yang telah terpengaruh oleh perkataanmu mungkin tidak dapat melepaskan diri dari kekurangan percayaan yang engkau ucapkan itu. Betapa pentingnya kita membicarakan hanya perkara-perkara yang akan memberikan kekuatan rohani dan hidup. — Kebahagiaan Sejati 111.2

Banyak dari orang-orang yang mengaku Kristen ini berpakaian, berbicara dan bertindak seperti dunia, dan satu-satunya hal yang olehnya mereka dapat dikenal ialah pengakuan percaya mereka. Walaupun mereka mengaku sedang menunggu Kristus, percakapan mereka tidak di sorga, melainkan mengenai perkara-perkara duniawi. “Bagaimanakah patut kamu melakukan dirimu,” inilah yang harus dijaga “di dalam kehidupan yang suci dan beribadat,” yaitu orang-orang yang mengaku sedang menantikan dan menyegerakan kedatangan hari Allah itu. —— Tulisan-Tulisan Permulaan Hal 209

RENUNGAN PENDAHULUAN (Sabat 20 Desember 2025)

JIKA FIRMAN ALLAH GAGAL UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAANNYA DI DALAM HATI DAN KEHIDUPAN KITA, PENYEBABNYA ADA DI DALAM DIRI KITA SENDIRI

 

Satu hal lagi yang kurang padamu,” kata Yesus. “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala sesuatu yang kaumiliki, berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Kristus membaca hati sang penguasa. Hanya satu hal yang kurang dari dirinya, tetapi itu adalah sebuah prinsip yang sangat penting. Dia membutuhkan kasih Allah di dalam jiwanya. Kekurangan ini, jika tidak dipenuhi, akan berakibat fatal baginya; seluruh sifatnya akan rusak. Dengan memanjakan diri, keegoisan akan menguat. Agar ia dapat menerima kasih Allah, maka kasihnya yang tertinggi terhadap diri sendiri harus diserahkan …. Perkataan Kristus sesungguhnya adalah undangan kepada penguasa, “Pilihlah pada hari ini, siapa yang akan kamu layani.” Yosua 24:15. —— A call to stand apart (Panggilan untuk berbeda), Bab 5 p. 15

Manusia harus mengosongkan diri sebelum ia dapat menjadi orang yang percaya kepada Yesus secara penuh. Ketika diri sendiri ditinggalkan, maka Tuhan dapat membuat manusia menjadi ciptaan baru. Botol-botol yang baru dapat menampung anggur yang baru. Kasih Kristus akan menghidupkan orang percaya dengan kehidupan yang baru. Di dalam orang yang memandang kepada Penulis dan Penggenap iman kita, karakter Kristus akan dinyatakan. —— A call to stand apart (Panggilan untuk berbeda), Bab 5 p. 17

Kasih karunia hanya dapat tumbuh subur di dalam hati yang terus menerus dikupas dari benih-benih kebenaran yang berharga. Duri-duri dosa akan tumbuh di tanah mana pun; mereka tidak memerlukan pengolahan; tetapi kasih karunia harus diolah dengan hati-hati. Penghalang dan duri selalu siap untuk tumbuh, dan pekerjaan pemurnian harus terus berlanjut. Jika hati tidak dijaga di bawah kendali Allah, jika Roh Kudus tidak bekerja tanpa henti untuk memurnikan dan memuliakan karakter, maka kebiasaan lama akan menampakkan diri di dalam kehidupan. Manusia dapat saja mengaku percaya kepada Injil, tetapi jika mereka tidak dikuduskan oleh Injil, maka pengakuan mereka tidak ada gunanya. Jika mereka tidak memperoleh kemenangan atas dosa, maka dosa akan memperoleh kemenangan atas mereka. Duri yang telah dipotong tetapi tidak dicabut akan terus tumbuh, sampai jiwa mereka dipenuhi olehnya. Kristus menjelaskan hal-hal yang berbahaya bagi jiwa. Seperti yang dicatat oleh Markus, Ia menyebutkan kekuatiran dunia ini, tipu daya kekayaan, dan hawa nafsu dari hal-hal lain …. “Kekhawatiran akan dunia ini.” Tidak ada kelas yang bebas dari godaan untuk mementingkan hal-hal duniawi. Bagi orang miskin, kerja keras dan kekurangan serta ketakutan akan kekurangan membawa kebingungan dan beban. Bagi orang kaya, ketakutan akan kehilangan dan banyak kekhawatiran yang mencemaskan …. Mereka tidak percaya kepada pemeliharaan-Nya yang terus menerus. Kristus tidak dapat memikul beban mereka, karena mereka tidak menyerahkannya kepada-Nya. Oleh karena itu, kekuatiran hidup, yang seharusnya membawa mereka kepada Juruselamat untuk mendapatkan pertolongan dan penghiburan, justru memisahkan mereka dari-Nya. Banyak orang yang mungkin berbuah dalam pelayanan Tuhan menjadi bertekad untuk memperoleh kekayaan. Seluruh energi mereka terserap dalam usaha bisnis, dan mereka merasa berkewajiban untuk mengabaikan hal-hal yang bersifat rohani. Dengan demikian mereka memisahkan diri dari Tuhan. Kita diperintahkan dalam Kitab Suci untuk “tidak lamban dalam usaha.” Roma 12:11. Kita harus bekerja keras agar kita dapat memberikan kepada orang yang membutuhkan. Orang Kristen harus bekerja, mereka harus terlibat dalam bisnis, dan mereka dapat melakukannya tanpa melakukan dosa. Tetapi banyak orang yang menjadi begitu asyik dengan bisnis sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk berdoa, tidak memiliki waktu untuk mempelajari Alkitab, tidak memiliki waktu untuk mencari dan melayani Tuhan. Kadang-kadang kerinduan jiwa keluar untuk kekudusan dan surga; tetapi tidak ada waktu untuk menyingkir dari hiruk-pikuk dunia untuk mendengarkan perkataan yang agung dan penuh kuasa [22] dari Roh Allah. Hal-hal kekekalan menjadi lebih rendah, hal-hal duniawi menjadi lebih tinggi. Tidak mungkin benih firman menghasilkan buah, karena kehidupan jiwa diberikan untuk memelihara duri keduniawian …. —— A call to stand apart (Panggilan untuk berbeda), Bab 6 p. 21, 22

 

Di sepanjang perumpamaan tentang penabur, Kristus menggambarkan perbedaan hasil dari penaburan yang bergantung pada tanahnya. Dalam setiap kasus, penabur dan benih adalah sama. Dengan demikian, Ia mengajarkan bahwa jika firman Allah gagal untuk menyelesaikan pekerjaannya di dalam hati dan kehidupan kita, penyebabnya ada di dalam diri kita sendiri. Tetapi hasilnya tidak berada di luar kendali kita. Benar, kita tidak dapat mengubah diri kita sendiri; tetapi kuasa untuk memilih adalah milik kita, dan kita sendiri yang menentukan akan menjadi seperti apa diri kita nantinya. Para pendengar yang berada di pinggir jalan, di tanah yang berbatu batu, di tanah yang berduri tidak harus tetap seperti itu. Roh Allah selalu berusaha untuk mematahkan mantra kegilaan yang membuat manusia terserap dalam hal-hal duniawi, (komentar Rein : Hal-hal duniawi apa yang dimaksudkan oleh paragraf ini ? Keplesiran/cinta akan pesona-pesona dunia? … BUKAN … memang keplesiran/cinta akan pesona-pesona dunia juga keduniawian yang diingatkan oleh EGW untuk ditinggalkan, namun sesuai konteks bacaan ini adalah KEKAWATIRAN/KETAKUTAN AKAN KEMISKINAN dan ini bagian akar tersulit yang menjadi satu alasan yang diperjuangkan murid-murid Yesus termasuk Yudas telah melewati pendidikan 3,5 tahun belum juga bisa dihilangkan dari awal mengikuti Yesus hingga di saat menjelang Yesus disalib.)  dan membangkitkan keinginan untuk mendapatkan harta yang tidak dapat binasa. Dengan melawan Roh, manusia menjadi lalai atau mengabaikan firman Allah. Mereka sendirilah yang bertanggung jawab atas kekerasan hati yang mencegah benih yang baik berakar, dan untuk pertumbuhan yang jahat yang menghalangi perkembangannya. Taman hati harus diolah. Tanahnya harus dihancurkan oleh pertobatan yang mendalam atas dosa. Tanaman beracun dan tanaman setan harus dicabut. Tanah yang pernah ditumbuhi duri hanya dapat direbut kembali dengan kerja keras. Jadi kecenderungan jahat dari hati alamiah dapat diatasi hanya dengan usaha yang sungguh-sungguh di dalam nama dan kekuatan Yesus. Tuhan berpesan kepada kita melalui nabi-Nya, “Pecahkanlah tanah yang bera, dan janganlah menabur di antara semak duri.” “Taburkanlah benih dalam kebenaran; [24] menuai dalam belas kasihan.” Yeremia 4:3; Hosea 10:12. Pekerjaan ini ingin Dia selesaikan bagi kita, dan Dia meminta kita untuk bekerja sama dengan-Nya. —— A call to stand apart (Panggilan untuk berbeda), Bab 6 p. 23, 24

“Masuknya anggota-anggota yang belum memperbaharui hatinya dan belum mereformasikan hidupnya adalah merupakan sumber kelemahan bagi sidang. Kenyataan ini seringkali dilalaikan. Sebagian pendeta-pendeta dan gereja-gereja adalah demikian bernafsu untuk mendapatkan peningkatan jumlah anggota sehingga mereka tidak memberikan kesaksian yang jujur melawan kebiasaan-kebiasaan dan praktek-praktek yang bukan Kristen. Orang-orang yang menyambut kebenaran tidak diajarkan bahwa mereka tidak mungkin berhasil sebagai orang-orang duniawi dalam sikap sementara mereka adalah Kristen dalam nama saja. Sebelum ini mereka adalah pengikut-pengikut Setan; mulai sekarang mereka harus menjadi pengikut-pengikut Kristus. Kehidupan harus membuktikan kepada penggantian pemimpin. Pendapat umum menyenangi pengakuan sebagai orang Kristen. Sedikit saja penyangkalan diri atau pengorbanan diri yang dipersyaratkan untuk memakaikan bentuk peribadatan, dan untuk mendaftarkan nama seseorang di dalam buku sidang. Sebab itu banyak orang menggabungkan diri dengan sidang tanpa terlebih dahulu bersatu dengan Kristus. Dalam hal inilah Setan berhasil menang. Orang-orang bertobat yang sedemikian ini adalah agen-agennya yang paling tepat guna. Mereka melayani sebagai pemikat jiwa-jiwa yang lainnya. Mereka adalah terang-terang yang palsu yang membujuk-bujuk orang yang tidak waspada ke dalam kebinasaan. Adalah sia-sia orang berusaha membuat jalan Kristen itu menjadi luas dan menyenangkan bagi orang-orang dunia. Allah tidak melicinkan ataupun melebarkan jalan yang kasar berbatu-batu dan sempit itu. Jika kita mau masuk ke dalam kehidupan, maka kita harus menelusuri jalan yang sama itu juga yang telah dijalani oleh Yesus dan murid-muridNya, —yaitu jalan kesederhanaan, penyangkalan diri dan pengorbanan.” —- Testimonies, vol. 5, p. 172

 

Kristen —- betapa banyak orang yang ada yang belum mengerti akan artinya! Itu bukanlah sesuatu yang dipakaikan di sebelah luar. Itu adalah suatu kehidupan yang ditempa dengan kehidupan Yesus. Itu berarti bahwa kita sedang memakaikan jubah kebenaran Kristus. Mengenai dunia, orang-orang Kristen akan mengatakan: kami tidak mau mencampuri segala macam politik. Mereka akan menyatakan dengan tegas: Kami adalah musafir-musafir dan orang-orang asing; kewarganegaraan kami ada di atas. Mereka tidak akan terlihat memilih teman-teman bagi keplesiran. Mereka akan menyatakan : kami telah berhenti untuk dirangsang dengan perkara-perkara  kekanak-kanakan. Kami adalah orang-orang asing dan musafir-musafir yang sedang mencari sebuah negeri yang berpondasi yang pendiri dan pembuatnya adalah Allah.” —- Testimonies to Ministers, p.131

 

Orang Kristen, apakah Kristus dinyatakan di dalam diri kita? Kita harus berusaha keras untuk memiliki tubuh yang sehat dan pikiran yang kuat yang tidak mudah melemah, pikiran yang melihat melampaui diri sendiri terhadap penyebab dan akibat dari setiap gerakan yang dilakukan. Maka kita akan berada di jalan yang benar untuk menanggung kesulitan sebagai prajurit yang baik. Kita  membutuhkan pikiran yang dapat melihat kesulitan dan melewatinya dengan hikmat yang datang dari Tuhan, yang dapat bergumul dengan masalah-masalah sulit dan menaklukkannya. Masalah yang paling sulit adalah menyalibkan diri sendiri, menanggung kesulitan dalam pengalaman-pengalaman rohani, melatih jiwa dengan disiplin yang keras. Ini mungkin tidak akan mendatangkan kepuasan terbaik pada awalnya, tetapi akibat setelahnya adalah kedamaian dan kebahagiaan.” — Surat 43, 1899 

Tidak seorang pun dapat menempati posisi yang netral; tidak ada kelas menengah, yang tidak mengasihi Allah atau tidak melayani musuh kebenaran. Kristus harus tinggal di dalam diri para wakil-Nya dan bekerja melalui kemampuan-kemampuan mereka dan berperan melalui kecakapan-kecakapan mereka. Kehendak mereka harus diserahkan kepada kehendak-Nya; mereka harus berperan dengan Roh-Nya. Kemudian bukan mereka lagi yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup di dalam diri mereka. Orang yang tidak menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah berada dalam pengendalian kuasa lain, mendengar suara lain, yang usulnya sama sekali berbeda sifatnya. Pelayanan campuran menempatkan perantara manusia di pihak musuh sebagai seorang sekutu dari malaikat-malaikat kegelapan. Apabila manusia yang mengaku tentara Kristus ikut dengan persekutuan Setan, dan selalu berada di pihaknya, mereka membuktikan diri menjadi musuh-musuh Kristus. Mereka mengkhianati kepercayaan-kepercayaan yang suci. Mereka membentuk suatu hubungan antara Setan dan tentara-tentara yang benar, agar melalui perantara-perantara ini musuh itu senantiasa bekerja untuk mencuri hati tentara-tentara Kristus. —– KAB 106.2

        “Tak ada waktu kita untuk disia-siakan. Kiamat sudah dekat. Jalan untuk menyebarluaskan kebenaran dari satu tempat ke tempat lain akan dipenuhi dengan bahaya di kiri kanan. Segala sesuatu akan ditempatkan untuk menghalangi jalan para pembawa Kabar TUHAN, agar apa yang dapat mereka lakukan sekarang tidak dapat lagi mereka lakukan kemudian. Kita harus giat mencari jalan yang cocok secepat mungkin. Berdasarkan terang yang dinyatakan Allah kepada saya, saya tahu bahwa kuasa kegelapan berusaha meningkatkan tipu dayanya, dan dengan liciknya Setan menghampiri mereka yang sekarang sedang tertidur, bagaikan serigala yang siap menerkam mangsanya. Kepada kita kini telah diberi amaran untuk disampaikan, pekerjaan yang boleh kita lakukan sekarang tetapi nanti akan dipenuhi oleh banyak kesusahan di luar dugaan kita. Allah menolong kita supaya tetap berada dalam terang, bekerja dengan mata yang tertuju kepada Yesus Pemimpin kita, dan dengan sabar, bersungguh-sungguh bertahan maju untuk mencapai kemenangan.””Allah memanggil dan membangunkan semua, para pendeta dan anggota jemaat. Seluruh penghuni surga waspada. Sejarah dunia dengan cepat akan mendekati akhirnya. Kita berada di tengah-tengah malapetaka akhir zaman. Malapetaka yang lebih dahsyat ada dihadapan kita, namun kita belum bangun. Kemalasan dan tidak bersungguh-sungguh dalam pekerjaan Allah sangat mengerikan. Ketidaksadaran ini berasal dari Setan.” — ML 24.2 – ML 24.3

Setan mempunyai seribu senjata terselubung yang akan dikeluarkan untuk melawan umat Allah yang setia dan memelihara hukum untuk memaksa mereka melanggar bisikan kalbu. — Surat 30a,1892.

Biarlah mereka yang rindu untuk disegarkan pikirannya dan diajar dalam kebenaran mempelajari sejarah gereja yang mula-mula selama dan segera setelah hari Pentakosta itu. Pelajarilah dengan cermat pengalaman Paulus dan rasul-rasul lainnya dalam kitab Kisah para Rasul, karena umat Allah pada zaman kita ini harus melalui pengalaman yang serupa. — PC 118 (1907). PAZ 113.3 — PAZ 113.6

SEBUAH CONTOH PELAJARAN TENTANG PERCAYA DAN KURANG PERCAYA

Sementara mereka menunggu di kaki gunung, seorang ayah membawa anaknya laki-laki kepada mereka, dengan maksud supaya dilepaskan dari penyakit gila babi yang menyiksakan dia. Kuasa atas roh jahat yaitu kuasa untuk mengusirkannya, telah dianugerahkan kepada murid-murid ketika Yesus mengutus kedua belas murid untuk memasyhurkan Injil di Galilea. Ketika mereka keluar dengan iman yang teguh, roh-roh jahat mentaati perintah mereka. Sekarang dalam nama Kristus mereka memerintahkan roh yang menyiksa itu meninggalkan mangsanya; tetapi Setan hanya mengejek mereka dengan menunjukkan kuasanya sekali lagi. Murid-murid yang tidak sanggup menjelaskan kekalahan mereka merasa bahwa mereka sedang mendatangkan kecelaan atas diri mereka sendiri, dan Guru mereka. Di antara orang banyak itu terdapatlah ahli Taurat yang banyak menggunakan kesempatan untuk merendahkan mereka. Sambil mengerumuni murid-murid itu, mereka melancarkan pertanyaan kepada mereka, sambil berusaha membuktikan bahwa mereka dan Guru mereka adalah penipu. Rabi-rabi mengumumkan dengan nada kemenangan bahwa di sinilah terdapat suatu roh jahat yang baik murd-murid maupun Kristus Sendiri, tidak dapat mengalahkannya. Orang banyak mempunyai kecenderungan untuk memihak pada ahli Taurat, dan suatu perasaan penghinaan dan ejekan meliputi orang banyak itu. –—– KSZ2 36.2

Tetapi tiba-tiba tuduhan itu pun berhenti. Yesus dan ketiga murid-Nya kelihatan sedang datang, dan dengan perubahan perasaan yang tiba-tiba orang banyak itu berbalik hendak berjumpa dengan mereka. Malam persekutuan dengan kemuliaan surga telah meninggalkan bekasnya pada Juruselamat dan sahabat-sahabat-Nya. Pada wajah mereka terdapat suatu terang yang mengherankan orang yang memandangnya. Ahli Taurat mundur dengan ketakutan, sedangkan orang banyak menyambut Yesus. —— KSZ2 36.3

“Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Dan setiap roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah. . . . Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” ——- KSZ2 37.3

Yesus memandang di sekeliling-Nya kepada orang banyak yang termangu-mangu, ahli Taurat yang sedang mengritik, serta murid-murid yang kebingungan. Ia membaca sifat kurang percaya dalam setiap hati, dan dalam suara yang dipenuhi kesusahan Ia berseru, “Hai kamu angkatan yang tidak percaya berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?” Kemudian Ia menyuruh ayah yang bersedih itu, “Bawalah anak itu ke mari!” ——— KSZ2 37.4

Anak itu dibawa, dan ketika mata Juruselamat memandang dia, roh jahat itu mencampakkan dia ke tanah dalam kekejangan yang menyedihkan. la terbaring berguling-guling dan mulutnya berbuih, jeritannya memecah udara dengan bunyi yang aneh. ——- KSZ2 37.5

Sekali lagi Putra kehidupan dan putra kuasa kegelapan telah bertemu di medan pertarungan — Kristus dalam memenuhi tugas-Nya untuk “memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, . . . untuk membebaskan orang-orang yang tertindas” (Luk. 4:19), Setan berusaha menahan mangsanya di bawah kuasanya. Malaikat-malaikat terang dan rombongan malaikat yang jahat yang tidak kelihatan itu, sedang berada di dekatnya untuk melihat pertarungan itu. Sesaat lamanya, Yesus membiarkan roh jahat itu menunjukkan kuasanya, supaya orang-orang yang melihatnya mengerti akan kelepasan yang hampir diadakan. ——– KSZ2 37.6

Orang banyak menonton dengan menahan napas, dan ayah ini melihat dengan derita yang penuh harapan bercampur ketakutan. Yesus bertanya, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Ayah itu mengisahkan tentang tahun-tahun penderitaan yang panjang itu, dan kemudian, seakan-akan ia tidak dapat menanggung lebih dari itu, ia pun berserulah, “Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” “Jika Engkau dapat!” Pada saat itu pun ayah itu meragukan kuasa Kristus——– KSZ2 38.1

 

Yesus menjawab, “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.” Tidak kurang kuasa di pihak Kristus; penyembuhan anak itu bergantung pada iman ayah itu. Dengan mencucurkan air mata karena menyadari kelemahannya sendiri, ayah itu menyerahkan dirinya pada kemurahan Kristus, dengan seruan, “Aku percaya, tolonglah aku yang kurang percaya ini!” ——– KSZ2 38.2

Yesus berpaling kepada si penderita, dan berkata, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari Dada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” Terdengarlah suatu teriakan, suatu pergumulan yang memilukan. Ketika Setan itu keluar, tampaknya ia hampir merenggut nyawa si korban. Kemudian anak itu terbaring dengan tidak bergerak, dan tampaknya tidak bernyawa lagi. Orang banyak berbisik, “Ia sudah mati!” Tetapi Yesus memegang tangannya, dan setelah mengangkat dia, diserahkan-Nya anak itu kepada ayahnya dalam keadaan sehat pikiran dan tubuh. Ayah dan anak memuji nama Pelepas mereka. Orang banyak pun “tercenganglah . . . akan kemuliaan Allah itu,” sementara ahli-ahli Taurat yang sudah dikalahkan dan patah hati itu pun berbalik dengan perasaan muram. ——– KSZ2 38.3

 

“Jika. Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Betapa banyaknya jiwa yang dibebani dosa telah menggemakan doa seperti itu. Dan kepada semuanya jawab Juruselamat yang penuh belas kasihan ialah, “Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.” Percaya itulah yang menghubungkan kita dengan surga, dan mendatang- kan kekuatan kepada kita untuk mengatasi kuasa kegelapan. Dalam Kristus, Allah sudah menyediakan ikhtiar untuk menaklukkan setiap sifat yang berdosa, dan melawan setiap pencobaan, bagaimana kerasnya sekalipun. Tetapi banyak orang merasa bahwa mereka kekurangan iman, dan itulah sebabnya mereka menjauhkan diri dari Kristus. Biarlah jiwa-jiwa ini, dalam ketidaklayakan mereka yang tidak berdaya itu, menyerahkan diri pada kemurahan Juruselamat mereka yang penuh belas kasihan. Jangan memandang kepada diri sendiri, melainkan kepada Kristus. Ia yang menyembuhkan orang sakit dan membuangkan Setan ketika Ia berjalan di antara manusia adalah Penebus yang sama yang berkuasa dewasa ini. Iman datang oleh sabda Allah. Sebab itu peganglah janji-Nya. “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Yoh. 6:37. Rendahkanlah dirimu di kaki-Nya dengan seruan, “Aku percaya, tolonglah aku yang kurang percaya ini. Engkau sekali-kali tidak akan binasa sementara engkau melakukan hal ini sekali-kali tidak. ——– KSZ2 38.4

Kesembilan murid-murid merenungkan betapa pahitnya kegagalan mereka sendiri, dan ketika Yesus sudah bersama-sama lagi dengan mereka dalam keadaan terasing, mereka bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Yesus menjawab mereka, “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindahlah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu, jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Kurang iman mereka, yang menjauhkan mereka dari simpati yang lebih dalam kepada Kristus, serta kelalaian dalam penghargaan mereka terhadap pekerjaan yang suci yang dipercayakan kepada mereka, telah menyebabkan kegagalan mereka dalam pertentangan dengan kuasa kegelapan. ——— KSZ2 40.1

Perkataan Kristus yang menunjukkan kepada kematian-Nya telah membawa kesedihan dan kebimbangan. Dan pemilihan ketiga murid itu untuk menemani Yesus ke gunung telah membangkitkan kecemburuan kesembilan murid lainnya. Gantinya menguatkan iman mereka melalui doa dan renungan pada perkataan Kristus, mereka telah merenungkan perasaan tawar hati dan kesedihan pribadi. Dalam keadaan kegelapan ini mereka telah berusaha bergumul dengan Setan. —- KSZ2 40.2

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart