Sabat 6 Desember 2025
RENUNGAN PENDAHULUAN
BEDA BERPIKIR DENGAN PIKIRAN MANUSIA DENGAN BERPIKIRAN KARENA BERSEKUTU DENGAN PENCIPTANYA
Source: Conflict and Courage, 22 December
“Jangan takut terhadap apa yang akan engkau derita. Sesungguhnya, Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai; … haruslah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Wahyu 2:10.
Atas dekrit kaisar, Yohanes dibuang ke Pulau Patmos, dihukum “karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus” (Wahyu 1:9). Di sini, musuh musuhnya berpikir, pengaruhnya tidak akan terasa lagi, dan ia akhirnya harus mati karena kesulitan dan penderitaan.
Patmos, sebuah pulau tandus dan berbatu di Laut Aegea, telah dipilih oleh pemerintah Romawi sebagai tempat pembuangan bagi para penjahat; tetapi bagi hamba Tuhan, tempat tinggal yang suram ini menjadi gerbang surga. Di sini, jauh dari hiruk pikuk kehidupan, dan dari jerih payah yang melelahkan di tahun-tahun sebelumnya, ia memiliki persekutuan dengan Tuhan, Kristus, dan para malaikat surgawi, dan dari mereka ia menerima pengajaran bagi gereja untuk selamanya…. Di antara tebing dan batu karang Patmos, Yohanes bersekutu dengan Penciptanya. Ia mengenang kembali kehidupan masa lalunya, dan saat merenungkan berkat-berkat yang telah diterimanya, kedamaian memenuhi hatinya….
Di rumahnya yang terpencil, Yohanes dapat mempelajari lebih dekat daripada sebelumnya manifestasi kuasa Ilahi sebagaimana tercatat dalam kitab alam dan di halaman-halaman inspirasi…. Di tahun-tahun sebelumnya, matanya telah disambut oleh pemandangan bukit-bukit yang tertutup hutan, lembah-lembah hijau, dan dataran-dataran yang subur; dan dalam keindahan alam, ia selalu senang menelusuri kebijaksanaan dan keterampilan Sang Pencipta. Ia kini dikelilingi oleh pemandangan yang bagi banyak orang akan tampak suram dan tidak menarik; tetapi bagi Yohanes, sebaliknya. Meskipun sekelilingnya mungkin gersang dan tandus, langit biru yang membentang di atasnya sama cerah dan indahnya dengan langit di atas Yerusalem yang dicintainya. Di bebatuan liar nan terjal, dalam misteri samudra raya, dalam kemuliaan cakrawala, ia membaca pelajaran-pelajaran penting. Semuanya membawa pesan tentang kuasa dan kemuliaan Allah….
Di dekat bebatuan, ia teringat akan Kristus, Batu Karang kekuatannya, yang di dalam naungan-Nya ia dapat bersembunyi tanpa rasa takut. Dari rasul yang diasingkan di Patmos yang berbatu-batu, muncullah kerinduan jiwa yang paling membara akan Allah, doa-doa yang paling khusyuk.— The Acts of the Apostles, 570-572
Kesimpulan diterapkan kepada kita:
Bacaan ini mematahkan pikiran kita yg masih dipengaruhi pikiran manusia pada umumnya …….. KEKAWATIRAN KITA ADALAH PENGHALANG BAGI KESELAMATAN KITA, dalam cerita ini Yohanes DIPAKSA DIBUANG…….. Sementara berbeda dengan kita dalam memasuki pendidikan kita 40 hari contoh saingan yaitu ……… kita disuruh secara SUKARELA BERPISAH/MENINGGALKAN KEHIDUPAN DAN TINGGAL DITEMPAT YANG JAUH DARI ORANG UMUMNYA BERADA…… jelas hal kesukarelaan seperti ini membuat banyak sekali dari antara kita menolak/menunda ataupun mengabaikannya.
Jadi karena tidak ada paksaan, maka SAMPAI KAPANPUN KITA TIDAK AKAN KELUAR DARI KEHIDUPAN KITA SEKARANG …… JIKA TIDAK KITA SENDIRI YANG PUTUSKAN….. dan hasilnya…. TIDAK ADA MANUSIA BARU, TIDAK ADA KESERUPAAN YOHANES APALAGI DENGAN YESUS, YANG ADA…… HANYA SEMAKIN SERUPA DENGAN ORANG DUNIA, SAMPAI-SAMPAI TIDAK LAGI TIDAK DAPAT DIBEDAKAN.
Solusinya dari pelajaran pengalaman Yohanes ini, KITA HARUS RUBAH PIKIRAN, CARA PENILAIAN-PENILAIAN KITA YANG MASIH DIPENGARUHI ORANG PADA UMUMNYA (SEPERTI PIKIRAN-PIKIRAN ORANG ROMAWI DALAM PENGALAMAN YOHANES), YAITU KEKAWATIRAN/KETAKUTAN SESUATU YANG TAMPAK SURAM DAN TIDAK MENARIK …………. KITA HARUS UBAH (PAKSA DIRI – MENGALAHKAN DIRI DENGAN MENERAPKAN CARA YOHANES, YAITU:
……… ia selalu senang menelusuri kebijaksanaan dan keterampilan Sang Pencipta.
Di antara tebing dan batu karang Patmos, Yohanes bersekutu dengan Penciptanya. Ia mengenang kembali kehidupan masa lalunya, dan saat merenungkan berkat-berkat yang telah diterimanya, KEDAMAIAN MEMENUHI HATINYA….
CONTOH BELAJAR MEMAHAMI TULISAN ELLEN G. WHITE DIBAWAH TERANG DARI TONGKAT GEMBALA SEBAGAI TERANG YANG DATANG MEMBUAT DUNIA TERANG BENDERANG
Renungan SABBATH Tgl 6 Desember di Ambil dari Buku : HIDUP KU KINI
UMAT ALLAH DILEPASKAN
Dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh-kesah akan menjauh — Yesaya 35 : 10
Pada tengah malamlah ALLAH menunjukkan kuasa-NYA untuk membebaskan umat-NYA. Matahari terbit bersinar terik. Tanda-tanda dan keajaiban susul – menyusul dengan cepat. Orang jahat memandang dengan penuh ketakutan dan kagum peristiwa itu, sementara umat yang suci memandang dengan penuh kesukaan dan khidmat akan tanda-tanda kelepasannya. Segala sesuatu di alam ini, seolah-olah keluar dari kebiasaannya….. Awan gelap dan berat berarak-arak dan saling berbentur. Ditengah kemurkaan langit terdapat ruang yang terang, kemuliaan yang tak terucapkan, dari dalamnya berkumandang suara ALLAH seperti deruh sungai yang besar, berkata “Sudah Terlaksana.”
Suara itu menggoncangkan langit dan bumi. Ada gempa yang dahsyat, “seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada diatas bumi.” Bumi terbelah dan tertutup kembali. Kemudian dari Takhta ALLAH tampak sambung-menyambung. Gunung berguncang seperti buluh ditiup angin dan reruntuhan batu terpancar kesana-sini…
Kubur terbuka dan “banyak dari antara orang- orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun sebagian untuk mendapat yang kekal sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” Semua orang yang telah mati dalam iman pekabaran tiga malaikat bangkit dari kubur dipermuliakan untuk mendengarkan janji keselamatan ALLAH bersama orang yang telah mentaati hukum-NYA.
Suara ALLAH terdengar dari sorga memberitakan hari dan jam kedatangan YESUS dan menyampaikan janji kekal kepada umat-NYA. Seperti bunyi guruh menggelegar, perkataan-NYA meluncur ke bumi. Umat ALLAH berdiri mendengar dengan mata tertuju keatas. Wajah mereka disinari terang kemuliaan-NYA dan bercahaya seperti wajah Musa ketika turun dari Gunung Sinai. Orang jahat tidak tahan memandang mereka. Dan ketika berkat dinyatakan keatas orang yang telah menuliskan ALLAH dengan menyucikan SABBATH, bergemuruhlah sorak-sorai kemenangan.
Bandingkan dengan bagan berikut yang merupakan hasil pemahaman dibawah terang Tongkat Gembala:


Memperoleh jawaban dari Tongkat Gembala:
Pertanyaan No. 42 (Tanya Jawab buku 2) :
APAKAH KERAJAAN ITU AKAN DIDIRIKAN SEBELUM SERIBU TAHUN MILLENIUM ITU ?
Buku “The Great Controversy,” pp. 322, 323, mengajarkan, bahwa “sesudah kedatangan Kristus secara pribadi baharu dapatlah umat-Nya menerima kerajaan itu ……… Tetapi apabila Yesus datang, la akan menganugerahkan keadaan tidak mati kepada umat-Nya; dan kemudian la memanggil mereka untuk mewarisi kerajaan itu yang sampai kepada saat itu mereka baru hanya menjadi pewaris-pewarisnya saja.” Mohon bantuan Saudara mencocokkan Alkitab dan “Tongkat Gembala” dengan tulisan-tulisan ini dan bagian-bagian lainnya di dalam tulisan-tulisan Nyonya White yang berkenan dengan pendirian Kerajaan itu!
Jawab :
Sungguhpun doktrin mengenai Kerajaan itu mungkin belum terlihat selengkapnya di bawah kaca-mata tulisan-tulisan Nyonya White seperti halnya di bawah kaca-mata dari Tongkat Gembala, namun dengan demikian ini orang tidak akan berani secara picik menolaknya, melainkan harus lebih giat membanding-bandingkan kedua pandangan doktrin itu di bawah kaca-mata yang lebih unggul dari Alkitab. la harus selalu ingat, bahwa kita tidak diberi kekuasaan untuk mencocokkan Alkitab dengan sesuatu tulisan apapun juga yang lain, terkecuali ditugaskan untuk mengukur segala-galanya yang lain itu dengan menggunakan Alkitab.
Pertama sekali, untuk berbuat adil terhadap Alkitab, terhadap tulisan-tulisan Nyonya White, dan terhadap Tongkat Gembala, maka pendirian masing-masing terhadap masalah itu harus dilihat di dalam terang dari Alkitab, yang secara tak dapat dibantah mengajarkan, bahwa Tanah Perjanjian itu akan kembali didiami oleh umat Tuhan sendiri yang telah bertobat. (Baca Yesaya pasal 2; Mikha pasal 4; Yeheskiel pasal 36 dan 37; Yeremiah pasal 31 – 33.)
Mengenai ucapan Nyonya White di dalam buku The Great Controversy, ia di sana berbicara mengenai Kerajaan itu yang sudah lengkap, sesudah orang-orang mati dibangkitkan, pada waktu umat kesucian menerimanya (Kerajaan itu). Inilah satu-satunya tahap dari masalah itu — yaitu tahap yang sempurna — yang diberitahukan oleh Yang Maha Kuasa sewaktu Nyonya White menulis. Kini setelah gulungan suratan Kebenaran Nubuatan lebih banyak terbuka semenjak dari masa hidupnya, maka Kerajaan itu dalam kenyataan terlihat memiliki suatu tahap menengah, tahap Davidian, dan juga tahap terakhir yang selama ini diketahui.
Di samping nubuatan-nubuatan yang bertalian dengan tahapan nyata — tahap Davidian — Kerajaan, maka Alkitab masih berisikan banyak lagi masalah-masalah nubuatan yang lain yang juga belum dibicarakan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White, yang dibiarkan begitu saja. Maka jika Tuhan tidak mengungkapkan sekaliannya itu sekarang kepada sidang untuk memenuhi kebutuhannya di waktu ini, maka sidang tidak akan siap menghadapi kegenapan peristiwa nubuatan-nubuatan itu, ia akan binasa dalam kondisi Laodikeanya yang tak terselesaikan. Oleh sebab itu nubuatan-nubuatan ini harus diungkapkan untuk menguatkan sidang dalam peperangannya yang terakhir. Jika tidak, maka untuk apakah semuanya itu ditulis?
Tidak ada satupun nabi Allah yang pernah berhasil menempa sebuah rantai peristiwa-peristiwa nubuatan yang lengkap, dengan tidak satupun mata rantainya yang kurang. la itu membutuhkan banyak penulis yang diilhami untuk melengkapi rantai nubuatan yang panjang itu. Oleh sebab itu, maka pikiran yang mengambil pendirian, bahwa Nyonya White telah melaksanakan apa yang tidak seorang nabi pun di dalam Alkitab ataupun di luarnya pernah berhasil melaksanakan, ialah pemikiran yang sama sekali mengabaikan prosedur Alkitab yang nyata dan juga mengabaikan Kebenaran yang sudah terungkap.
la sendiri mengatakan bahwa “tidak seorang pun, betapapun dihormati oleh Sorga, pernah berhasil mencapai pengertian yang penuh mengenai rencana penebusan yang besar itu, ataupun mengerti dengan sempurna rencana Ilahi dalam pekerjaan bagi masanya sendiri. Manusia tidak dapat sepenuhnya mengerti akan apa yang hendak Allah selesaikan dengan pekerjaan yang diberikanNya kepada mereka untuk dilaksanakan; mereka tidak dapat mengerti pekabaran yang mereka ucapkan dalam nama-Nya, dalam semua arahnya.” — The Great Controversy, p. 343.
Sebagian orang, yang bagaikan jenis burung nuri, mengucapkan pernyataan-pernyataan bagaikan burung nuri, tidak pernah berhenti untuk memikirkan apa yang mereka katakan, sehingga tampaknya tidak pernah menghiraukan apakah ucapan-ucapan mereka itu tegak atau jatuh. Orang-orang yang sedemikian inilah yang mengatakan, bahwa tidak ada lagi peristiwa atau peristiwa-peristiwa lainnya yang dapat datang sebelum, di antara, ataupun sesudah sekaliannya itu yang dikemukakan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White.
Sekiranya seseorang tetap berpegang bahwa kelanjutan peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam buku Early Writings, pp. 15 – 17 itu harus dipegang secara mutlak, dan bahwa tidak ada lagi peristiwa atau peristiwa-peristiwa yang lain dapat disisipi di antaranya, maka ia akan memasukkan dirinya ke dalam air yang dalam, sebab halaman-halaman tersebut bahkan sama sekali tidak mengisyaratkan adanya tujuh bela yang terakhir itu atau seribu tahun millenium itu.
Kembali : Orang-orang Yahudi menolak Tuhan karena belum semua yang diajarkan dan ditulis oleh nabi-nabi ditemukan di dalam ajaran-ajaran Musa. Mereka mengatakan: “Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa: mengenai orang ini kami tidak mengerti dari mana asal-Nya.” Yahya 9 : 29.
Karena tidak ada satupun tulisan-tulisan nabi pernah meramalkan seluruh Kebenaran yang diperlukan oleh sidang untuk menghantarkannya dengan jelas langsung sampai ke Kerajaan itu, dan karena nabi-nabi lainnya menyusul, ada yang memperluas atau menambahkan kepada nubuatan-nubuatan yang sudah ada tercatat di dalam Alkitab, maka siapapun juga yang menolak kabar-kabar baik dari hal Kerajaan itu oleh alasan, bahwa tahap ini mengenai Kerajaan itu tidak ditemukan di dalam tulisan-tulisan Nyonya White, ia sedang mengambil pendirian yang sama bahayanya yang tak dapat dimaafkan seperti yang diambil oleh orang-orang Yahudi dahulu. ltulah yang dikatakan: “Aku kaya, dan telah bertambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi.” Wahyu 3 : 17. Sikap inilah yang memaksa Allah untuk meludahkan dari dalam mulut-Nya orang-orang Laodikea yang merasa puas yang suam itu.
Pekabaran jam kesebelas telah sampai waktunya dan telah direncanakan untuk mengungkapkan Kerajaan Davidian itu yang bangkit kembali sebelum kedatangan Kristus di dalam awan-awan. Tetapi karena tidak memperoleh terang langsung terhadap tahapan ini mengenai Kerajaan itu, maka The Great Controversy sendiri tidak lagi dapat mengucapkan dalam sebutan-sebutan yang pasti seperti yang digunakan oleh pekabaran (Tongkat Gembala) di waktu ini, sama seperti halnya William Miller sendiri tidak lagi dapat mengucapkan untuk masalah pembersihan tempat kesucian, dengan sebutan-sebutan yang sedemikian ini seperti yang kita baca di dalam buku The Great Controversy.
Adalah perlu, bahwa setiap pernyataan yang berkaitan dengan sesuatu pokok masalah yang masih belum terlihat di dalam Lembaran Gulungan Suratan yang terbuka, dikemukakan hanya dengan sebutan-sebutan kebenaran yang terbatas sesuai yang terlihat pada saat itu atau yang umumnya dimengerti. Maka jika pengertian yang biasa mengenai pernyataan-pernyataan yang terbatas ini keliru, penulisnya tidak dapat dituntut bertanggung jawab untuk apa yang telah ia pinjam dari orang-orang lain, atau yang terlihat masih samar-samar dan oleh karenanya telah dikemukakannya secara tidak pasti.
Sebagai contoh, di zaman Kristus “ajaran mengenai suatu keadaan eksistensi yang sadar di antara kematian dan kebangkitan telah dipegang oleh banyak orang di antara orang-orang yang telah mendengarkan segala perkataan Kristus. Juruselamat mengerti akan pikiran mereka, maka la telah menyusun perumpamaan-Nya sedemikian rupa untuk menanamkan kebenaran-kebanaran penting melalui pikiran-pikiran yang sudah terbentuk sebelumnya. Ia mengangkat tinggi-tinggi ke hadapan para pendengar-Nya sebuah cermin di mana mereka dapat melihat dirinya sendiri dalam hubungan mereka yang sebenarnya dengan Allah. la menggunakan pikiran yang umum di waktu itu untuk membawakan pendapat yang la ingin menonjolkannya kepada semua …..” — Christ’s Object Lessons, p. 263.
Keadaan ini adalah biasa dan umum bagi setiap penulis yang menangani Kebenaran Sekarang, yang dimulai dengan penulis-penulis Wasiat Lama, dan terus-menerus semenjak itu, dan akan terus sedemikian ini sampai kelak setiap bagian komponen dari Kebenaran diberitahukan. Ini dibuktikan dalam pekerjaan Yahya Pembaptis. la harus memberitakan, bukan pendirian Kerajaan itu, melainkan kedatangan Raja itu. Namun dalam mengumumkan yang satu, ia secara terbatas harus juga meniawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan yang lainnya. Sewaktu berbicara tentang Raja yang akan datang itu ia menyatakan dirinya dalam sebutan-sebutan Kebenaran yang sudah diungkapkan. Tetapi sewaktu menyinggung secara tidak langsung kepada kedatangan Kerajaan itu, pada mana belum ada sama sekali terang yang khusus yang menerangi masalah itu di zamannya, maka ia terpaksa perlu menyatakan dirinya dalam sebutan-sebutan doktrin-doktrin sesuai yang umumnya dipahami di waktu itu.
Meskipun demikian, setelah lembaran gulungan suratan terbuka makin jauh mengungkapkan bahwa Kerajaan itu belum akan didirikan pada waktu itu, maka para pencari kebenaran yang jujur tidak mempersalahkan Yahya maupun Kristus, melainkan dengan suka-cita mereka terus mengikuti dengan seksama terbukanya lembaran gulungan suratan itu, lalu maju terus bersorak-sorai bersama-sama dengan Kebenaran. Sungguhpun demikian, tidaklah demikian halnya dengan mayoritas orang-orang Yahudi yang banyak itu. Pikiran mereka yang sombong yang telah melarang mereka untuk meninggalkan kekeliruan-kekeliruannya dan memeluk Kebenaran yang terus berkembang, telah menjerumuskan mereka makin dalam ke dalam kekeliruan.
Roh Nubuat mengatakan: “Demikianlah halnya yang diperbuat orang-orang Yahudi di zaman Kristus, maka kita diamarkan supaya tidak berbuat seperti yang mereka lakukan, lalu dibawa untuk memilih kegelapan dan bukan terang, sebab terdapat di dalam mereka suatu hati tidak percaya yang jahat yang menyeleweng dari Allah yang hidup.” — Testimonies on Sabbath School Work, p., 66 ; Counsels on Sabbath School Work, p. 30.
Demikian juga halnya The Great Controversy dan Early Writings membuat masalah Kerajaan itu hanya sejelas bagian yang telah terbuka dari lembaran gulungan suratan yang telah mengijinkan penulisnya untuk memandangnya, dalam hanya satu dari tahapan-tahapannya, pada waktu ia menulis kedua buku itu.
Jika buku The Great Controversy mungkin tidak menunjukkan, bahwa pendirian Kerajaan itu dan pewarisannya adalah dua peristiwa yang berbeda, maka di tempat lain Roh Nubuat menunjukkannya: Sementara murid-murid itu, katanya, “tidak wajib menunggui kedatangan Kerajaan itu di zamannya, maka pada kenyataannya Yesus mengajak mereka berdoa memohonkannya, adalah bukti bahwa dalam waktu pilihan Allah sendiri kerajaan itu pasti akan datang.
“Kerajaan kemurahan Allah itu kini sedang didirikan, sementara hari demi hari hati-hati yang telah penuh dengan dosa dan pendurhakaan menyerahkan diri kepada kedaulatan kasih-Nya. Tetapi pendirian yang penuh kerajaan kemuliaan-Nya itu tidak akan terjadi sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali ke dunia ini. ‘Kerajaan dan pemerintahan, dan kebesaran kerajaan itu di bawah seluruh langit,’ akan diberikan kepada ‘umat kesucian dari Yang Maha Tinggi’.” — Mount of Blessing, p. 159.
Setiap orang Kristen hendaknya ingat, bahwa karena Kebenaran itu senantiasa berkembang, maka Kebenaran itu tidak akan ditemukan di waktu ini di mana la itu sudah ada kemarin, dan bahwa karena sebab itulah para pengikut Kristus harus terus maju bersama-sama dengannya. Mereka tidak akan mengikuti teladan-teladan orang-orang Yahudi dan orang-orang Romawi.
Sewaktu Musa menulis bagian pertama Alkitab itu, ia belum dikaruniakan semua terang yang direncanakan Allah untuk diungkapkan kepada umat-Nya selama segala zaman. Dengan makin mendekatnya setiap jam bagi Kebenaran untuk berkembang, maka telah datang pertama-tama seorang nabi, kemudian seorang lagi yang lain, dalam suatu urutan yang panjang yang berakhir dengan Yahya Pembaptis. Kemudian datang Kristus, para rasul, para reformator, William Miller, dan Nyonya White, masing-masing orang secara bergiliran mengajarkan kebenaran-kebenaran yang tidak mungkin dapat dikeluarkan seluruhnya oleh tulisan-tulisan dari setiap orang yang mendahuluinya. Untuk menemukan semua Kebenaran yang terungkap secara terus meningkat sedemikian ini, maka tulisan-tuIisan dari semua mereka itu harus digabungkan.
Misalnya dalam mengajukan undang-undang Paskah, dan dalam memerintahkan pelaksanaannya, Musa menulis sebagai berikut : “Maka hendaklah diambil olehmu seekor anak domba yang tiada bercacad-cela, yaitu jantan yang setahun umurnya, maka daripada segala domba atau dari pada segala kambing hendaklah kamu ambil akan dia. Maka hendaklah kamu taruh akan dia sampai kepada hari yang keempat belas dari bulan yang sama, maka hendaklah seluruh perhimpunan sidang Israel membunuhnya di malam hari.” Keluaran 12 : 5, 6.
Alasan yang diberikan Musa bagi pelaksanaan Paskah itu adalah, bahwa ia itu untuk memperingati keluarnya Israel dari Mesir (Ulangan 16 : 1 – 3). Namun Yahya Pembaptis memberikan maknanya kepada kedatangan Kristus, yaitu “Anak Domba Allah” (Yahya 1 : 29), sedangkan para rasul memberikannya bagi penyaliban-Nya: “Karena Kristuslah paskah kita,” demikian kata Paulus, “yang telah dikorbankan bagi kita.” 1 Korinthi 5 : 7. Maka makna dari pelaksanaan Paskah itu kemudian dikaitkannya pada upacara perjamuan Tuhan (1 Korinthi 11 : 26).
Sama halnya Musa tidak menjelaskan bahwa keimmamatan Lewi di dalam tempat kesucian bumi itu (Keluaran 40 : 15) hanya sesuatu yang sementara sehingga dengan demikian merupakan suatu keimmamatan yang temporer, yaitu sesuatu yang melambangkan keimmamatan Kristus di dalam tempat kesucian sorga, seperti yang dijelaskan oleh rasul-rasul (Iberani 6 : 19, 20; 9 : 12, 26).
Karena gagal berkembang maju bersama-sama dengan Kebenaran yang terus berkembang, maka setiap generasi orang-orang Yahudi selalu berselisih faham dengan masing-masing nabi mereka, yang mencapai puncaknya dengan para rasul dan sampai dengan Anak Allah sendiri. Orang-orang Yahudi membenarkan tindakan-tindakan mereka yang jahat itu atas alasan, bahwa semua perkataan para nabi mereka, Kristus, maupun para rasul, sama sekali tidak didasarkan pada tulisan-tulisan Musa. Oleh sebab itu sambil membangga-banggakan tulisan-tulisan Musa, mereka menyangkal dan membunuh nabi-nabi yang telah datang kemudian dari Musa — suatu amaran yang keras bagi kita, supaya jangan kita berbuat seperti mereka, dan mengalami nasib yang sama dengan mereka.
Oleh sebab itu persoalan yang utama sesungguhnya bukan terletak pada apakah tulisan-tulisan Nyonya White atau tulisan-tulisan Musa atau tulisan-tulisan orang ini atau itu berisikan semua pekabaran bagi hari ini, melainkan hanya apakah sekaliannya itu ditemukan dan ditunjang di dalam Alkitab.
Tongkat Gembala dengan sendirinya tidak mengatakan, bahwa pekabarannya itu ada terdapat di dalam keseluruhan tulisan-tulisan seseorang nabi tertentu, melainkan sebaliknya terdapat di dalam tulisan-tulisan Semua nabi — “di sini sedikit, dan di sana sedikit.” Yesaya 28 : 13.
Oleh sebab itu janganlah seorang pun secara curang menggunakan tulisan-tulisan Nyonya White seperti halnya orang-orang Yahudi menggunakan tulisan-tulisan Musa, melawan Kebenaran yang berkembang, yang membawa kehancuran kekal bagi dirinya sendiri. Dari setiap segi pendekatan Alkitab menjelaskan masalah Kerajaan itu, sehingga tidak mungkin lagi bagi siapapun untuk keliru jika ia mengikuti dengan seksama apa yang dikatakan Firman dari hal itu.
Tongkat Gembala tidak mengajarkan apakah Yerusalem itu akan dibangun kembali, ataupun bahwa ia itu tidak akan dibangun kembali, sebagai ibukota dari Kerajaan itu, melainkan hanya bahwa Kerajaan itu pada permulaannya akan diperdirikan di Tanah Perjanjian. Dan dalam mengukuhkan kebenaran ini Yeheskiel menubuatkan tentang:
BEBERAPA PEDOMAN YANG DIBERIKAN OLEH VICTOR T. HOUTEFF UNTUK MENYELIDIKI PENGUNGKAPAN KEBENARAN
“Penyebab dari kekacauan doktrin yang sangat umum diantara para penyelidik Alkitab, terletak pada kelalaian mereka, yang sering sekali lalai mengamati sesuatu persoalan dibawah pandangan penuh (full perspective) dari pendapat penulisnya sendiri, suatu kelalaian yang akibatnya mereka melihat permasalahan itu dari sesuatu pandangan yang asing yang makin menyempitkan pengertian mereka gantinya menemukan pendapat dari penulisnya sendiri terhadap permasalahan itu, sehingga mereka menemukan pengertian yang salah terhadapnya. Dan sekiranya pendapat itu sesuai dengan kehendak mereka, maka mereka akan mengembangkannya dan dengan penuh semangat mempromosikannya sebagai kebenaran, tetapi sebaliknya jika iaitu tidak sesuai dengan kehendak mereka, maka mereka akan sekuat tenaga menentangnya, lalu kemudian membiarkannya kepada tanggung jawab penulisnya sendiri” —- The Judgement and the Harvest, p.91
“…. adalah tidak adil bagi seseorang untuk membela sesuatu masalah berlandaskan pada bobot dari hanya pendapat yang berasal dari satu atau dua ayat, tanpa lebih dulu mempertimbangkan semua ayat dalam terang dari seluruh pasal. Ya, bahkan dari seluruh Alkitab; karena jika interpretasi seseorang terhadap Alkitab tidak ditunjang oleh setiap kalimat dari Kitab Suci, maka itulah interpretasi yang salah, suatu penyimpulan yang buta tanpa landasan Alkitab. —– Why Perish, pp. 75,76
“Kami tidak akan pernah mencoba membangun sesuatu pendapat berlandaskan pada kecocokan dengan sesuatu bagian buku-buku Alkitab, sementara bertentangan dengan bagian yang lain, karena penyimpulan yang sedemikian itu akan pasti salah, seolah-olah seseorang akan menyimpulkan bahwa apabila matahari masuk disore hari, ia itu tidak akan pernah naik di pagi hari.” — The Symbolic Code, vol. 2, No. 1, p. 5
“Hendaklah kita ingat selalu untuk memperhatikan aturan yang tak dapat dilanggar bahwa suatu interpretasi terhadap suatu pernyataan yang diilhami harus cocok dengan semua pernyataan-pernyataan yang berkaitan lainnya.” Tanya Jawab buku 3, halaman 34 (pertanyaan No. 56)
“Tidak ada satu pun siswa Alkitab yang jujur yang mau membangun suatu teori berlandaskan pada suatu interpretasi yang akan mengendalikannya mengesampingkan avat-avat lain yang membicarakan masalah itu, ia akan berusaha membuat analisa terakhirnya sedemikian rupa sampai sepenuhnya cocok dengan semuanya, atau sebaliknya ia akan mengaku bahwa ia belum memperoleh terang atas masalah itu.” Tanya Jawab buku 3, halaman 44 (pertanyaan No. 65)
BEBERAPA PEDOMAN YANG DIBERIKAN OLEH VICTOR T. HOUTEFF UNTUK MENYELIDIKI PENGUNGKAPAN KEBENARAN
“Penyebab dari kekacauan doktrin yang sangat umum diantara para penyelidik Alkitab, terletak pada kelalaian mereka, yang sering sekali lalai mengamati sesuatu persoalan dibawah pandangan penuh (full perspective) dari pendapat penulisnya sendiri, suatu kelalaian yang akibatnya mereka melihat permasalahan itu dari sesuatu pandangan yang asing yang makin menyempitkan pengertian mereka gantinya menemukan pendapat dari penulisnya sendiri terhadap permasalahan itu, sehingga mereka menemukan pengertian yang salah terhadapnya. Dan sekiranya pendapat itu sesuai dengan kehendak mereka, maka mereka akan mengembangkannya dan dengan penuh semangat mempromosikannya sebagai kebenaran, tetapi sebaliknya jika iaitu tidak sesuai dengan kehendak mereka, maka mereka akan sekuat tenaga menentangnya, lalu kemudian membiarkannya kepada tanggung jawab penulisnya sendiri” —- The Judgement and the Harvest, p.91
“…. adalah tidak adil bagi seseorang untuk membela sesuatu masalah berlandaskan pada bobot dari hanya pendapat yang berasal dari satu atau dua ayat, tanpa lebih dulu mempertimbangkan semua ayat dalam terang dari seluruh pasal. Ya, bahkan dari seluruh Alkitab; karena jika interpretasi seseorang terhadap Alkitab tidak ditunjang oleh setiap kalimat dari Kitab Suci, maka itulah interpretasi yang salah, suatu penyimpulan yang buta tanpa landasan Alkitab. —– Why Perish, pp. 75,76
“Kami tidak akan pernah mencoba membangun sesuatu pendapat berlandaskan pada kecocokan dengan sesuatu bagian buku-buku Alkitab, sementara bertentangan dengan bagian yang lain, karena penyimpulan yang sedemikian itu akan pasti salah, seolah-olah seseorang akan menyimpulkan bahwa apabila matahari masuk disore hari, ia itu tidak akan pernah naik di pagi hari.” — The Symbolic Code, vol. 2, No. 1, p. 5
“Hendaklah kita ingat selalu untuk memperhatikan aturan yang tak dapat dilanggar bahwa suatu interpretasi terhadap suatu pernyataan yang diilhami harus cocok dengan semua pernyataan-pernyataan yang berkaitan lainnya.” Tanya Jawab buku 3, halaman 34 (pertanyaan No. 56)
“Tidak ada satu pun siswa Alkitab yang jujur yang mau membangun suatu teori berlandaskan pada suatu interpretasi yang akan mengendalikannya mengesampingkan avat-avat lain yang membicarakan masalah itu, ia akan berusaha membuat analisa terakhirnya sedemikian rupa sampai sepenuhnya cocok dengan semuanya, atau sebaliknya ia akan mengaku bahwa ia belum memperoleh terang atas masalah itu.” Tanya Jawab buku 3, halaman 44 (pertanyaan No. 65)
MEMPELAJARI ALASAN MENGAPA YOHANES PEMBABTIS DENGAN KESADARAN DARI DIRI SENDIRI MENINGGALKAN SAHABAT DAN SANAK SAUDARANYA BERPINDAH MENYENDIRI DI PADANG GURUN
Kutipan referensi utama:
Source: Conflict and Courage, 21 September
“Ia akan menjadi salah satu orang besar Tuhan; ia tidak akan menyentuh anggur atau minuman keras dan ia akan dipenuhi dengan Roh Kudus sejak saat kelahirannya.” Lukas 1:15, Filipi.
Dalam catatan surga tentang orang-orang mulia, Juruselamat menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Pekerjaan yang dipercayakan kepadanya adalah pekerjaan yang menuntut tidak hanya energi dan ketahanan fisik, tetapi juga kualitas pikiran dan jiwa yang tertinggi. Pelatihan fisik yang benar sangat penting sebagai persiapan untuk pekerjaan ini sehingga malaikat tertinggi di surga diutus dengan pesan instruksi kepada orangtua anak tersebut. — The Ministry of Healing, 379.
Mereka harus bekerja sama dengan Tuhan dengan setia dalam membentuk karakter seperti itu dalam diri Yohanes yang akan membuatnya cocok untuk melakukan bagian yang telah Tuhan berikan kepadanya…. Yohanes adalah putra dari masa tua mereka, ia adalah anak yang lahir dari mukjizat, dan orangtuanya mungkin berpikir bahwa ia memiliki pekerjaan khusus untuk dilakukan bagi Tuhan dan Tuhan akan menjaganya. Namun orangtuanya tidak berpikir demikian; mereka pindah ke tempat terpencil di pedesaan, di mana putra mereka tidak akan terpapar pada godaan kehidupan kota, atau terdorong untuk meninggalkan nasihat dan instruksi yang akan mereka berikan kepadanya sebagai orangtua. — Child Guidance, 23.
Di padang gurun, Yohanes dapat lebih mudah menyangkal dirinya dan mengendalikan nafsu makannya, serta berpakaian sesuai dengan kesederhanaan alami. Dan tidak ada apa pun di padang gurun yang akan mengalihkan pikirannya dari meditasi dan doa. Setan memiliki akses kepada Yohanes, bahkan setelah ia menutup setiap jalan yang dapat ia lalui. Namun, kebiasaan hidupnya begitu murni dan alami sehingga ia dapat mengenali musuh, dan memiliki kekuatan jiwa dan tekad karakter untuk melawannya.
Kitab alam terbuka di hadapan Yohanes dengan gudang instruksi yang tak habis habisnya. Ia mencari perkenanan Allah, dan Roh Kudus turun ke atasnya, dan menyalakan dalam hatinya semangat yang membara untuk melakukan pekerjaan besar memanggil orang-orang untuk bertobat, dan kepada kehidupan yang lebih tinggi dan lebih suci. Yohanes mempersiapkan dirinya, melalui kekurangan dan kesulitan hidupnya yang terpencil, untuk mengendalikan semua kekuatan fisik dan mentalnya sehingga ia dapat berdiri di antara orang-orang yang tidak tergoyahkan oleh keadaan di sekitarnya seperti batu-batu dan gunung-gunung di padang gurun yang telah mengelilinginya selama tiga puluh tahun. — The Spirit of Prophecy 2:47.
Source: Conflict and Courage, 27 September
Apa yang membuat Yohanes Pembaptis menjadi besar? Ia menutup pikirannya terhadap tumpukan tradisi yang disampaikan oleh para pengajar bangsa Yahudi, dan membukanya kepada hikmat yang datang dari atas. — Counsels to Parents, Teachers, and Students, hlm. 445.
Yohanes Pembaptis tidak dipersiapkan untuk panggilan mulianya sebagai perintis Kristus melalui pergaulan dengan tokoh-tokoh besar bangsa di sekolah-sekolah Yerusalem. Ia pergi ke padang gurun, tempat di mana kebiasaan dan ajaran manusia tidak dapat membentuk pikirannya, dan di mana ia dapat berkomunikasi dengan Allah tanpa halangan. —- Fundamentals of Christian Education, hlm. 123.
Yohanes Pembaptis adalah seorang yang dipenuhi oleh Roh Kudus sejak kelahirannya, dan jika ada seseorang yang dapat tetap tak terpengaruh oleh pengaruh zaman yang merusak, pastilah dia. Namun, ia tidak berani mempercayai kekuatannya sendiri; ia memisahkan diri dari sahabat dan sanak keluarganya, agar kasih alami tidak menjadi jerat baginya. Ia tidak menempatkan dirinya secara tidak perlu dalam jalan pencobaan, atau di tempat di mana kemewahan atau bahkan kenyamanan hidup dapat mendorongnya untuk bersantai atau memuaskan selera, sehingga mengurangi kekuatan jasmani dan mentalnya….
Ia menundukkan dirinya pada kesederhanaan dan kesendirian di padang gurun, tempat di mana ia dapat memelihara makna suci akan keagungan Allah dengan mempelajari kitab besar-Nya, yaitu alam semesta…… Suasana itu dirancang untuk menyempurnakan budaya moral dan menjaga rasa takut akan Tuhan tetap hidup dalam dirinya. Yohanes, sang perintis Kristus, tidak membiarkan dirinya terpapar pada percakapan yang jahat dan pengaruh dunia yang merusak. Ia takut akan dampaknya terhadap hati nuraninya, bahwa dosa mungkin tidak lagi tampak begitu sangat berdosa baginya. Ia lebih memilih untuk tinggal di padang gurun, tempat di mana indranya tidak akan diputarbalikkan oleh lingkungan sekitarnya. Tidakkah kita seharusnya belajar sesuatu dari teladan orang yang dihormati oleh Kristus, dan tentang siapa Dia berkata: “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis?” — Testimonies for the Church 4:108, 109.
Beberapa penelusuran lebih lanjut mengenai hal yang membuat Yohanes takut akan kemampuan pertahanan dirinya:
Kristus dalam semua pemikiran kita
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal” (Mazmur 139:23,24).
Sedikit orang yang menyadari bahwa adalah kewajiban membiasakan pengendalian pikiran dan imajinasi. Memang sulit menjaga pikiran yang tidak berdisiplin tetap pada subyek-subyek yang berfaedah. Namun jika pikiran tidak dikuasai dengan benar, agama tidak bisa berkembang dalam jiwa. Pikiran harus didiami oleh hal-hal kudus dan kekal, kalau tidak maka itu akan terbiasa dengan hal-hal dangkal dan sepele. Baik kuasa intelektual maupun moral harus didisiplinkan dan keduanya akan….berkembang oleh kebiasaan.
Supaya bisa memahami hal ini dengan benar, kita harus ingat bahwa hati kita secara alamiah memburuk, dan dari diri sendiri kita tidak mampu mencari jalan yang benar. Hanya dengan kasih karunia Allah, dipadukan dengan usaha yang sungguh-sungguh di pihak kita, maka kita bisa memperoleh kemenangan. Intelek, juga hati, harus diabdikan pada pelayanan Allah. Ia meminta semua yang ada pada kita.
Sedikit orang percaya bahwa kemanusiaan telah jatuh begitu dalam atau sangat buruk, begitu berlawanan dengan Allah, sebagaiaman adanya…. Bilamana pikiran tidak berada dalam pengaruh langsung dari Roh Allah, maka Iblis bisa membentuknya sesuai keinginannya. Semua kuasa pertimbangan yang ia kendalikan akan ia arahkan. Ia secara langsung bertentangan dengan Allah dalam cita rasa, pandangan, kegemaran, kesukaan dan ketidak sukaan, pilihan dan pencarian; tidak ada kesukaan terhadap apa yang Allah sukai atau setujui, namun senang pada hal-hal yang Ia anggap rendah….
Jika Kristus tinggal dalam hati, maka Ia akan ada di dalam semua pemikiran kita. Pemikiran kita yang paling dalam pastilah tentang Dia, kasih kita terpusat di sekitar Yesus. Semua harapan dan cita-cita kita akan beriman kepada anak Allah, mengharapkan dan menyukai kedatanganNya, akan menjadi sukacita jiwa yang tertinggi. Ia akan menjadi puncak kegembiraan kita.
Mereka yang telah melatih pikiran untuk bersukacita dalam perkara-perkara rohani adalah orang-orang yang bisa diubahkan dan tidak kewalahan dengan kemurnian dan kemuliaan surga yang luar biasa. —— Bapa Kita Peduli, 14 Juni hal 178.
————————
APAKAH YANG SEDANG KITA BACA?
“Bertekunlah dalam membaca” (1 Timotius 4:13)
Musuh mengetahui bahwa pada suatu tingkatan besar, pikiran dipengaruhi oleh apa yang diterimanya. Ia sedang berusaha menuntun orang muda dan yang matang usianya untuk membaca buku-buku cerita, dongeng, dan bacaan lain. Mereka yang berserah kepada godaan ini segera kehilangan kesukaannya untuk bacaan yang mendalam. Mereka tidak tertarik belajar Alkitab. Kekuatan moral mereka menjadi dilemahkan. Dosa tampaknya semakin kurang menjijikkan. Terlihatlah ketidaksetiaan yang semakin banyak, rasa tidak suka yang semakin tinggi pada tugas-tugas praktis kehidupan. Saat pikiran menjadi ternoda, ia siap meraih bacaan manapun yang merangsang tabiat…..
Pekerjaan-pekerjaan yang tidak jelas, apakah ia akan menyesatkan dan merusak, juga harus dihindari, bila itu menanamkan rasa tidak suka untuk belajar Alkitab. Firman ini adalah manna yang sejati. Biarlah semua orang menahan keinginan untuk membaca bahan yang bukan makanan bagi pikiran. Engkau tidak mungkin bisa melakukan pekerjaan Allah dengan penglihatan jelas sementara pikiran disibukkan dengan jenis bacaan ini…..
Tanyakan pengalamanmu sendiri terhadap pengaruh bacaan ringan ini. Dapatkah engkau, setelah menghabiskan waktu membaca bacaan seperti itu, membuka Alkitab dan membaca kata-kata kehidupan dengan penuh minat? Tidakkah engkau mendapati bahwa Buku Allah itu tidak menarik?…
Supaya memiliki kesehatan pikiran dan prinsip keagamaan yang prima, maka kita harus hidup bersekutu dengan Allah melalui firmanNya. Selain menunjukkan jalan keselamatan, Alkitab adalah penuntun kita kepada kehidupan yang lebih tinggi dan lebih baik. Di dalamnya terkandung sejarah dan biografi paling menarik dan paling mendidik yang pernah ditulis. Mereka yang imajinasinya tidak disesatkan oleh fiksi akan mendapati Alkitab adalah buku paling menarik dari semua buku.
Dengan tegas buanglah semua bacaan yang tak berguna. Bacaan seperti itu tidak akan memperkuat kerohanian, tetapi akan memperkenalkan kepada pikiran, sentimen-sentimen yang menyesatkan imajinasi, menyebabkan engkau makin sedikit memikirkan Yesus dan semakin sedikit mempelajari pelajaranNya yang berharga….
Alkitab adalah buku dari segala buku. Jika engkau menyukai Firman, selidiki pada setiap kesempatan, agar engkau dapat memiliki kekayaan yang dikandungnya dan sepenuhnya dilengkapi kepada pekerjaan baik, kemudian engkau dapat diyakinkan bahwa Yesus sedang menarikmu lebih dekat kepada DiriNya. —– Signs of the Times, 13 Juni 1906.
————————
Jika imanmu yang sekarang mudah menyerah, ini adalah karena imanmu tidak pernah benar-benar berakar begitu dalam. Ini hanya memberikan pengorbanan yang terlalu kecil kepadamu. Jika itu tidak mendukungmu dalam pencobaan dan menenangkan engkau dalam penderitaan, ini karena imanmu belum dikuatkan oleh upaya dan dimurnikan oleh pengorbanan. Mereka yang mau menderita bagi Kristus akan mengalami paling banyak sukacita dalam penderitaan daripada dalam kenyataan bahwa Kristus sudah menderita bagi mereka, menunjukan bahwa Ia mengasihi mereka. ——- 2 SM 166 (Nasihat Allah untuk Masa Kini 11 April).
————————
Setan sedang menggunakan segala alat untuk menjadikan kejahatan dan kemaksiatan itu populer — Hanya sedikit saja di antara keplesiran/kesenangan yang tidak dijadikan setan sebagai alat untuk membinasakan jiwa.
Setan sedang menggunakan segala alat untuk menjadikan kejahatan dan kemaksiatan itu populer. Kita tidak dapat menyusuri jalan-jalan di kota besar tanpa melihat adanya perkara-perkara yang jahat seperti yang dimuat dalam banyak buku novel, atau yang dipertunjukkan di dalam gedung bioskop. Pikiran dididik supaya biasa dengan dosa. Jalan yang ditempuh oleh orang-orang jahat dan yang merosot ahlaknya terus-menerus dihadapkan kepada orang banyak melalui majalah-majalah sekarang ini, dan segala sesuatu yang dapat membangkitkan hawa nafsu dihadapkan kepada mereka dalam cerita-cerita yang merangsang. Mereka mendengar dan membaca begitu banyak tentang kejahatan-kejahatan yang keji sehingga hati nurani yang dulunya begitu peka, yang akan merasa gentar melihat pemandangan-pemandangan yang mengerikan itu, sekarang menjadi kebal dan mereka sangat menaruh perhatian kepadanya. —- PB2 52.1
Banyak dari antara kepelesiran-kepelesiran yang populer dewasa ini, sekalipun bagi mereka yang mengaku diri Kristen, cenderung untuk mempunyai tujuan yang sama seperti yang ada pada orang-orang kapir pada zaman dulu. Hanya sedikit saja di antara mereka yang tidak dijadikan setan sebagai alat untuk membinasakan jiwa. Melalui drama ia telah bekerja selama berabad-abad membangkitkan nafsu, dan bersuka-suka dalam kejahatan. Opera, dengan pemandangan yang mempesonakan serta musik yang merangsang, tarian-tarian orang yang bertopeng, dansa-dansi, permainan kartu, setan telah gunakan untuk menghancurkan benteng prinsip dan membuka pintu kepada pemanjaan hawa nafsu. Di dalam setiap kumpulan untuk mencari kepelesiran dimana kesombongan ditunjukkan dan selera makan dimanjakan, dimana seseorang dituntun untuk melupakan Tuhan dan kehilangan pandangan terhadap perkara-perkara yang baka, di sanalah setan sedang mengikatkan belenggunya kepada jiwa-jiwa manusia. —– PB2 53.2
KEBANGKITAN KESALEHAN TERLEBIH DAHULU TERJADI DIANTARA UMAT TUHAN.
Dengan setiap jiwa yang sungguh-sungguh bertobat, hubungan dengan Allah dan hal-hal yang kekal akan menjadi topik besar kehidupan …. Sebelum penghakiman Allah yang terakhir atas bumi, akan ada di antara umat Tuhan suatu kebangkitan kesalehan primitif yang belum pernah disaksikan sejak zaman para rasul. Roh dan kuasa Allah akan dicurahkan ke atas anak-anak-Nya. Pada saat itu banyak orang akan memisahkan diri dari gereja-gereja yang di dalamnya kasih akan dunia ini telah menggantikan kasih akan Allah dan Firman-Nya. Banyak orang, baik para hamba Tuhan maupun jemaat, akan dengan senang hati menerima kebenaran-kebenaran agung yang telah Allah berikan kepada diberitakan pada waktu ini untuk mempersiapkan umat bagi kedatangan Tuhan yang kedua.
Musuh jiwa-jiwa ingin menghalangi pekerjaan ini; dan sebelum waktu untuk gerakan seperti itu tiba, ia akan berusaha untuk mencegahnya dengan memperkenalkan kepalsuan. Di dalam gereja-gereja yang dapat ia kuasai, ia akan membuat seolah-olah berkat khusus Allah dicurahkan; di sana akan tampak apa yang dianggap sebagai minat keagamaan yang besar. Banyak orang akan bersukacita karena Allah bekerja dengan luar biasa bagi mereka, padahal pekerjaan itu dilakukan oleh roh lain. Di bawah kedok agama, Setan akan berusaha memperluas pengaruhnya atas dunia Kristen. —– A New Life (Revival and Beyond), Konversi – Palsu atau Asli, sub judul Kebangunan Rohani Palsu, Apa bedanya? Bab 1 hal 8, 9











