<< Go Back

Sabat 8 November 2025

RENUNGAN PENDAHULUAN

(Catatan : bacaan ini memperingatkan kita dari hal-hal sehari-hari kehidupan kita, yang patut diri kita sendiri waspadai, yaitu keinginan hidup berkecukupan dan kepercayaan diri …..karena bagi kita jika tidak rendah hati, tidak akan ada kesempatan lagi untuk sadar ketika nubuatan tergenapi)

 

BAHAYA KEMAKMURAN

Sepanjang zaman, kekayaan dan kehormatan telah membawa banyak bahaya kepada kerendahan hati dan kerohanian. Hal semacam itu terjadi apabila seorang menjadi makmur, apabila sesamanya manusia memuji dia, sehingga ia berada dalam bahaya. Manusia tetap bersifat manusia. Kemakmuran rohani akan berlangsung hanya selama manusia itu bergantung sepenuhnya pada Allah untuk memperoleh kebijaksanaan dan kesempurnaan tabiat. . . . 

 

Bukan mangkuk yang kosong yang sulit dibawa, tetapi mangkuk yang penuh hingga ke bibirnya, itulah yang memerlukan keseimbangan membawanya. Kesengsaraan dan permusuhan dapat menyebabkan banyak keresahan, dan dapat membawa banyak tekanan batin yang luar biasa; tetapi yang berbahaya bagi kehidupan rohani adalah kemakmuran. Kalau tujuan utama manusia bukan penyerahan yang senantiasa kepada kehendak Allah, kecuali ia tidak disucikan oleh kebenaran dan memiliki iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa, menjadi kemakmuran akan membangkitkan kecenderungan untuk angkuh. 

Di lembah kerendahan hati, di mana manusia bergantung pada Allah untuk mengajar mereka dan menuntun setiap langkah mereka, terdapatlah keselamatan yang cukup…. R & H, 14 Desember 1905. — Nasihat Penatalayanan hal. 85.

 

———————————

SEMENTARA KITA BERHARAP KEPADA TUHAN, SETAN TIDAK MEMILIKI KUASA ATAS KITA

“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” 1 Korintus 10:12.

 

Tepat sebelum Petrus jatuh, Kristus berkata kepadanya, “Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum.” Betapa benarnya persahabatan Juruselamat bagi Petrus! Betapa penuh belas kasihan peringatan-Nya! Namun peringatan itu ditentang. Dalam kemandiriannya, Petrus menyatakan dengan yakin bahwa ia tidak akan pernah melakukan apa yang telah diperingatkan Kristus kepadanya. “Tuhan,” katanya, “aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau.” Kepercayaan dirinya terbukti menghancurkannya. Ia mencobai Setan untuk mencobainya, dan ia jatuh ke dalam tipu daya musuh yang licik itu. Ketika Kristus sangat membutuhkannya, ia berdiri di pihak musuh dan secara terbuka menyangkal Tuhannya.

Namun bahkan ketika Petrus menyangkal-Nya, Kristus menunjukkan bahwa Ia masih mengasihinya. Di ruang pengadilan, dikelilingi oleh mereka yang menuntut nyawa-Nya, Yesus memikirkan penderitaan-Nya, murid yang bersalah, dan menoleh, Ia memandangnya. Dalam pandangan itu Petrus membaca kasih dan belas kasihan Juruselamat, dan gelombang kenangan menyerbunya…. Ia melihat bahwa ia melakukan hal yang telah ia nyatakan tidak akan ia lakukan…. Sekali lagi ia memandang Gurunya dan melihat tangan yang tidak senonoh terangkat untuk menampar wajah-Nya. Karena tidak tahan lagi dengan pemandangan itu, ia bergegas dengan hati yang hancur dari ruang pengadilan….

 

Tepat di tempat Yesus mencurahkan jiwa-Nya dalam penderitaan, Petrus tersungkur dan berharap agar ia mati saja…. Seandainya Petrus dibiarkan sendiri, ia pasti akan kalah. Namun, Pribadi yang dapat berkata, Bapa, aku tahu “bahwa Engkau senantiasa mendengarkan Aku,” Pribadi yang berkuasa menyelamatkan, menjadi perantara baginya. Kristus menyelamatkan sepenuhnya semua orang yang datang kepada-Nya.

Banyak orang dewasa ini berdiri di tempat Petrus berdiri ketika dengan percaya diri ia menyatakan bahwa ia tidak akan menyangkal Tuhannya. Dan karena kecukupan diri mereka, mereka menjadi mangsa empuk bagi tipu daya Setan. Mereka yang menyadari kelemahan mereka percaya pada kekuatan yang lebih tinggi daripada diri mereka sendiri. Dan sementara mereka memandang kepada Tuhan, Setan tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka….

 

Ada beberapa pelajaran yang tidak akan pernah dipelajari kecuali melalui kegagalan. Petrus menjadi orang yang lebih baik setelah kejatuhannya…. Seperti api memurnikan emas, demikian pula Kristus memurnikan umat-Nya melalui godaan dan pencobaan. —Manuscript 115, 1902.

PELAJARAN DARI PENGALAMAN PERUBAHAN ANIAYA SETAN DI MASA KEGELAPAN AGAMA YANG LALU

(Catatan: Kutipan ini ditampilkan untuk maksud memperlihatkan bagaimana efektifnya usaha setan mempengaruhi umatNya dengan perubahan cara yang menyenangkan (salah satunya melalui kompromi) dan pengaruhnya kenyamanan ini masih menjadi senjatanya bagi kita sekarang ini)

 

Bab 2 Kemenangan Akhir – Penganiayaan pada abad-abad permulaan

Ribuan orang dipenjarakan dan dibunuh, tetapi yang lain muncul menggantikan tempat mereka. Dan mereka yang telah mati syahid (martir) oleh karena iman mereka yang teguh kepada Kristus, telah diperhitungkan Tuhan sebagai pemenang. Mereka telah melakukan perjuangan dengan baik, dan mereka akan menerima mahkota kemuliaan bilamana Kristus datang kembali. Penderitaan yang mereka tanggung telah membuat orang-orang Kristen semakin dekat kepada satu sama lain dan kepada Penebus mereka. Teladan kehidupan mereka dan sikap mereka menghadapi kematian telah menjadi kesaksian abadi bagi kebenaran. Dan tanpa diharapkan pengikut-pengikut Setan meninggalkan tugasnya dan menggabungkan diri di bawah panji-panji Kristus. —- KA 43.1

Oleh sebab itu Setan menetapkan rencananya untuk berperang lebih keras dan lebih berhasil melawan pemerintahan Allah, dengan cara menancapkan panji-panjinya di dalam jemaat Kristen. Jikalau para pengikut Kristus dapat ditipu, dan dituntun untuk melawan Allah, maka kekuatan, ketahanan dan keteguhan mereka akan dapat dihancurkan, dan mereka akan jatuh menjadi mangsa yang tidak berdaya. —- KA 43.2

Sekarang musuh besar ini berusaha memenangkan dengan tipu daya licik apa yang tidak dimenangkan dengan kekerasan. Penganiayaan dihentikan, dan digantikan dengan daya tarik kekayaan duniawi yang berbahaya dan kehormatan duniawi. Para pemuja berhala telah dituntun untuk menerima sebagian iman Kristen, sementara mereka menolak kebenaran-kebenaran penting lainnya. Mereka mengaku menerima Yesus sebagai Anak Allah dan percaya kepada kematian dan kebangkitan-Nya. Tetapi mereka tidak punya pendirian mengenai dosa dan tidak merasa perlunya pertobatan atau perubahan hati. Oleh karena pihak mereka telah memberi kelonggaran, maka mereka mengusulkan agar orang-orang Kristen juga memberi kelonggaran agar supaya semuanya boleh bersatu dalam landasan iman dalam Kristus. —- KA 43.3

Sekarang jemaat berada dalam bahaya yang sangat menakutkan. Penjara, penyiksaan, api dan pedang adalah lebih membawa berkat dibandingkan dengan ini. Sebagian orang Kristen berdiri teguh dan menyatakan mereka tidak mau berkompromi. Sebagian yang lain setuju menyerah atau memodifikasi sebagian bentuk kepercayaan mereka, dan bersatu dengan mereka yang telah menerima sebagian Kekristenan itu, dan mengatakan bahwa ini adalah bentuk pertobatan mereka sepenuhnya. Ini adalah masa kesukaran dan penderitaan yang dalam bagi pengikut-pengikut setia Kristus. Dengan jubah Kekristenan yang pura-pura, Setan membuat dirinya disenangi oleh jemaat, untuk merusak iman mereka, dan mengalihkan pikiran mereka dari firman kebenaran. —- KA 44.1

Kebanyakan orang Kristen pada akhirnya setuju menurunkan standar mereka, sehingga terbentuklah satu persekutuan antara Kekristenan dan kekafiran. Meskipun mereka yang berbakti kepada dewa-dewa mengaku bertobat dan dipersatukan dengan gereja, mereka masih terus bergantung kepada penyembahan berhalanya, hanya mengganti obyek peribadatan mereka kepada patung Yesus, bahkan patung-patung Maria dan orang-orang kudus lainnya. Dengan demikian bau busuk ragi penyembahan berhala dibawa masuk ke dalam gereja yang dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan jahatnya. Ajaran-ajaran yang tidak kuat dan mantap, upacara takhyul dan acara penyembahan berhala telah digabungkan dengan iman dan peribadatannya. Sementara para pengikut Kristus dipersatukan dengn para penyembah berhala, agama Kristen telah menjadi rusak, dan jemaat telah kehilangan kesucian dan kuasanya. Namun, ada sebagian yang tidak disesatkan oleh penipu ini. Mereka masih tetap mempertahankan kesetiaannya kepada Pencipta kebenaran, dan berbakti hanya kepada Allah saja. —- KA 44.2

Akan selalu ada dua kelompok orang-orang yang menyatakan dirinya pengikut-pengikut Kristus. Sementara kelompok yang satu mempelajari kehidupan Juruselamat dan dengan sungguh-sungguh memperbaiki kekurangan mereka serta menyesuaikan diri dengan Teladan mereka, kelompok yang lain menghindari kebenaran yang praktis dan mudah dimengerti, yang mengungkapkan kesalahan mereka. Bahkan dalam keadaan terbaik sekalipun, jemaat itu tidak terdiri dan orang-orang yang seluruhnya benar, suci dan sungguh-sungguh. Juruselamat kita mengajarkan bahwa mereka yang dengan sengaja memanjakan diri dalam dosa tidak boleh diterima menjadi anggota jemaat. Namun Ia menghubungkan kepada diri-Nya orang-orang yang bertabiat buruk dan memberikan kepada mereka manfaat pengajaran dan teladan-Nya, agar mereka boleh mempunyai kesempatan melihat kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Di antara kedua belas rasul terdapat seorang pengkhianat. Yudas diterima bukan karena cacad tabiatnya, tetapi ia di terima meskipun tabiatnya demikian. Ia telah dihubungkan dengan murid-murid itu, agar melalui pengajaran dan teladan Kristus mudah-mudahan ia boleh belajar apa itu tabiat Kristiani, dan dengan demikian dituntun untuk melihat kesalahannya, untuk bertobat, dan oleh rahmat Ilahi, menyucikan jiwanya “dalam menuruti kebenaran.” Tetapi Yudas tidak berjalan dalam terang yang dengan kemurahan diizinkan bersinar kepadanya. Oleh memanjakan diri dalam dosa, ia mengundang godaan Setan. Tabiat buruknya menjadi sangat menonjol. Ia menyerahkan pikirannya ke bawah pengendalian kuasa kegelapan. Ia menjadi marah bilamana kesalahannya ditegur, dan dengan demikian ia telah dituntun melakukan kejahatan mengerikan mengkhianati Tuhannya. Demikianlah semua orang yang menyukai kejahatan sementara mengaku saleh, membenci mereka yang mengganggu ketenangannya oleh menegur dosa-dosanya. Bilamana kesempatan diberikan kepada mereka, seperti Yudas, mereka akan mengkhianati yang menegur mereka meskipun demi kebaikan mereka. —- KA 45.1

Para rasul menemukan di dalam jemaat orang-orang yang mengaku saleh sementara secara sembunyi-sembunyi menyukai kejahatan. Ananias dan Safira bertindak sebagai penipu, berpura-pura mengorbankan seluruh uangnya kepada Allah, pada waktu dengan tamaknya mereka menahan sebagian untuk mereka sendiri. Roh kebenaran menyatakan kepada para rasul tabiat sebenarnya orang berpura-pura ini dan pengadilan Allah membebaskan jemaat dari titik yang menodai kesuciannya. Tanda tindakan Roh Knstus di dalam jemaat merupakan suatu teror kepada orang-orang munafik dan pelaku kejahatan. Mereka tidak tahan lama berhubungan dengan orang-orang yang senantiasa menjadi wakil-wakil Kristus, dalam tabiat dan watak. Dan sementara cobaan dan penganiayaan datang ke atas pengikut-pengikutNya, hanya mereka yang rela menyangkal semuanya demi kebenaran saja yang menjadi murid-murid-Nya. Jadi selama penganiayaan berlanjut, jemaat itu terbukti tetap suci. Tetapi sesudah berhenti, orang-orang yang bertobat yang kurang sungguh-sungguh dan kurang pengabdian semakin bertambah, dan terbukalah jalan bagi Setan untuk menjejakkan kakinya. —- KA 45.2

Akan tetapi tidak ada persekutuan antara Putra terang dengan putra kegelapan, dan tidak akan ada persekutuan antara pengikut-pengikut mereka. Bilamana orang-orang Kristen mau bersekutu dengan mereka yang setengah-setengah bertobat dari kekafiran, mereka memasuki satu jalan yang menuntun mereka semakin jauh dan semakin jauh dari kebenaran. Setan bersuka karena ia telah berhasil menipu begitu banyak pengikut Kristus, la kemudian mengerahkan lebih banyak kuasanya dalam usaha ini dan mengilhami mereka untuk menganiaya mereka yang tetap setia kepada Allah. Tidak ada yang paling mengerti cara menentang iman Kristen yang benar seperti mereka yang pada suatu waktu pernah mempertahankannya. Dan orang-orang Kristen yang murtad ini, bergabung bersama-sama dengan teman-temannya yang setengah kafir, menunjukkan peperangan mereka menentang anjuran-anjuran Kristus yang paling penting. —- KA 46.1

Dibutuhkan perjuangan keras dari mereka yang akan berdiri tetap setia dan teguh melawan penipuan dan kebencian mereka yang menyamar dalam jubah pendeta yang diperkenalkan ke dalam jemaat. Alkitab tidak lagi diterima sebagai ukuran iman. Doktrin kebebasan beragama dianggap sebagai suatu penyimpangan, dan mereka yang menjunjungnya dibenci serta diharamkan. —- KA 46.2

Setelah melalui pertikaian panjang dan sengit, mereka yang setia dan sedikit, memutuskan untuk menghilangkan semua persekutuan dengan gereja yang murtad, kalau gereja itu tetap menolak membebaskan dirinya dari kepalsuan dan penyembahan berhala. Mereka melihat bahwa pemisahan mutlak diperlukan jikalau mereka mau menuruti firman Allah. Mereka tidak berani bersikap toleransi terhadap kesalahan-kesalahan yang fatal bagi jiwa mereka sendiri dan memberikan contoh yang membahayakan iman anak-anak dan cucu-cucu mereka. Untuk menjamin perdamaian dan persatuan, mereka siap melakukan kelonggaran yang sesuai dengan kesetiaan kepada Allah. Tetapi mereka merasa bahwa perdamaian sekalipun akan terlalu mahal jika harus dibeli dengan mengorbankan prinsip. Jikalau persatuan dapat dijamin hanya oleh dikompromikannya kebenaran dan kebajikan, maka biarlah ada perbedaan dan bahkan peperangan. —– KA 46.3

Adalah baik bagi jemaat dan dunia jikalau prinsip yang menggerakkan jiwa-jiwa yang berdiri teguh itu, dihidupkan kembali didalam hati mereka yang mengaku umat Allah. Ada bahaya acuh tak acuh dalam hubungannya dengan ajaran atau doktrin yang menjadi tiang-tiang iman Kristen. Ada pendapat yang muncul bahwa, pada akhirnya, ajaran-ajaran itu tidaklah sesuatu yang vital. Kemerosotan ini menguatkan usaha kaki-tangan Setan, sehingga teori-teori palsu dan penipuan-penipuan fatal yang membahayakan hidup umat-umat yang setia yang menolaknya dan melayaninya pada masa lalu, sekarang dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan oleh ribuan orang yang mengatakan dirinya pengikut-pengikut Kristus. —– KA 47.1

Orang-orang Kristen yang mula-mula itu memang adalah umat-umat yang istimewa. Tingkah laku mereka yang tidak bercela dan iman mereka yang tidak bisa dibengkokkan merupakan teguran yang senantiasa mengganggu ketenteraman orang-orang berdosa. Biarpun jumlah mereka sedikit, tidak mempunyai harta, kedudukan dan jabatan yang terhormat, mereka menjadi ancaman yang menakutkan bagi pelaku-pelaku kejahatan di mana saja tabiat dan ajaran mereka dinyatakan. Oleh sebab itu mereka dibenci oleh orang jahat, seperti Habel dibenci oleh Kain abangnya. Dengan alasan itulah Kain membunuh Habel, demikian juga mereka yang menolak pengendalian Roh Suci, membunuh umat-umat Allah. Dengan alasan yang sama juga orang-orang Yahudi menolak dan menyalibkan Juruselamat,— oleh karena kesucian dan kekudusan tabiat-Nya senantiasa merupakan teguran kepada sifat korup dan mementingkan diri mereka. Sejak zaman Kristus sampai sekarang, murid-murid-Nya yang setia telah membangkitkan kebencian dan pertentangan mereka yang mencintai dan mengikuti jalan-jalan dosa. —– KA 47.2

Pemeliharaan misterius Tuhan yang mengizinkan orang-orang benar itu menderita penganiayaan di tangan orang-orang jahat, telah menyebabkan kebingungan kepada banyak orang yang lemah iman. Sebagian mereka bahkan sudah siap untuk tidak lagi menaruh percaya kepada Allah, sebab Ia membuat orang paling jahat memperoleh kemakmuran, sementara orang-orang terbaik dan tersuci menderita dan disiksa oleh orang-orang jahat yang berkuasa. Orang bertanya, bagaimana mungkin Pribadi yang adil dan murah hati, dan yang kuasanya tidak terbatas, dapat menerima ketidakadilan dan penindasan? Inilah satu pertanyaan yang kita tidak bisa lakukan apa-apa. Allah telah memberikan kepada kita cukup bukti kasih-Nya. Dan kita tidak perlu meragukan kebaikan-Nya, sebab kita tidak bisa mengerti cara kerja pemeliharaan-Nya itu. Juruselamat berkata kepada murid-murid-Nya, setelah meramalkan kebimbangan yang akan menimpa jiwa mereka pada hari-hari percobaan dan kegelapan, “Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yohanes 15:20). —– KA 48.2

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya” (2 Petrus 3:9). Ia tidak melupakan atau melalaikan anak-anak-Nya. Tetapi Ia mengizinkan orang-orang jahat menyatakan tabiat mereka yang sebenarnya, agar supaya tak seorang pun yang rindu melakukan kehendak-Nya tidak boleh tertipu oleh mereka. Sekali lagi orang benar itu ditempatkan di dalam dapur kepicikan agar mereka sendiri boleh disucikan. Agar teladan mereka boleh meyakinkan orang-orang lain mengenai realitas dan kebaikan. Dan juga agar oleh keteguhan mereka boleh menyatakan kesalahan orang yang tak beriman dan tidak percaya. —– KA 49.2

 

———–

Bab 3

Setan mengetahui benar bahwa Alkitab akan menyanggupkan manusia untuk mengetahui penipuannya dan melawan kuasanya. Bahkan, adalah oleh firman itu Juruselamat dunia telah mampu melawan serangan Setan. Pada setiap serangan, Kristus menggunakan perisai kebenaran abadi, dengan berkata, “Ada tertulis.” Kepada setiap tawaran musuh, Ia menghadapkan akal budi dan kuasa firman. Setan harus membuat manusia itu mengabaikan dan tidak mengerti Alkitab agar ia dapat mempertahankan serangan-serangannya kepada manusia dan mendirikan kekuasaan kepausan yang direbut itu. Alkitab akan meninggikan Allah, dan menempatkan manusia fana pada posisinya yang sebenarnya. Oleh sebab itu kebenarannya yang kudus harus ditutupi dan ditindas. Logika seperti itu telah dianut oleh Gereja Roma. Selama bertahun-tahun pengedaran Alkitab telah dilarang. Orang-orang dilarang membacanya dan mempunyainya di rumahnya. Dan para pastor yang tidak jujur dan keji serta pejabat-pejabat tinggi Gereja Roma menerjemahkan pengajaran Alkitab untuk mendukung kepura-puraan mereka. Dengan demikian, paus menjadi seseorang yang secara universal diakui sebagai wakil Allah di dunia ini, yang diberi kuasa atas gereja dan negara. —KA 53.3

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart