<< Go Back

Sabat 27 September 2025

RENUNGAN PENDAHULUAN

 

Kebiasaan berhati-hati memastikan kesehatan yang baik

“Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu. Aku akan mengobati luka-lukamu, dengan demikianlah firman Tuhan” (Yeremia 30:17)

…….

Kesehatan, kehidupan, kebahagiaan adalah hasil dari penurutan pada hukum fisik yang menguasai tubuh kita. Jika kehendak dan cara kita sejalan dengan kehendak dan cara Allah; jika kita melakukan apa yang disukai Pencipta Kita, maka Ia akan menjaga organ manusia dalam kondisi yang baik, dan memulihkan kekuatan moral, mental, dan fisik, supaya Ia bisa bekerja melalui kita demi kemuliaanNya…. Jika kita bekerja sama dengan Dia dalam pekerjaan ini, maka kesehatan dan kebahagiaan, kedamaian dan keberdayagunaan, adalah hasil pasti.

…….

Sahabat-sahabat muda yang kekasih, majulah selangkah demi selangkah, sampai semua kebiasaanmu selaras dengan hukum kehidupan dan kesehatan. —— Bapa Kita Peduli 19 Januari hal 27.

————————

Para Malaikat Sedang Mempersiapkan Aku untuk Masa Kekekalan

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depamu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Ku sediakan” (Keluaran 23:20)

 

Seluruh isi surga sedang terlibat dalam pekerjaan mempersiapkan suatu umat berdiri di hari Tuhan. Hubungan surga dan bumi tampak sangat dekat….

Para inteligensi surgawi sedang menunggu dengan semangat nyaris tidak sabar untuk memperkenalkan Dia kepada agen-agen manusia, agar mereka bisa menjadi para pekerja bersama malaikat-malaikat surga ini dalam memperkenalkan Yesus – Penebus dunia, penuh kasih karunia dan kebenaran….

Air mata penyesalan yang pertama terhadap dosa-dosa menimbulkan sukacita di tengah para malaikat di istana surga. Para utusan surga bersikap terbang melayani jiwa yang mencari Yesus….

Hal-hal besar dan agung sudah Allah siapkan bagi mereka yang mengasihi Dia.Para malaikat sedang menunggu-nunggu dengan penuh gairah kemenangan akhir umat Allah, saat serafim dan kerubium dan “berlaksa-laksa dan beribu-ribu” mengumandangkan lagu berkat dan merayakan kemenangan pencapaian pengantaraan dalam pemulihan manusia.

Yesus telah menghitung harga keselamatan putra dan putri Adam. Ia menyediakan banyak cara agar tidak satupun binasa, namun beroleh hidup kekal, kalau saja mereka menuruti syaratNya….. setiap inteligen surga bekerja sebagai agenNya untuk memenangkan manusia bagi Allah.

Malaikat kemudiaan menemukan sukacita di dalam ….. memberikan kasih dan perhatian tanpa lelah kepada jiwa-jiwa yang tercemar dan jatuh. Para makhluk surgawi membujuk hati manusia; mereka membawa cahaya dari istana di atas ke dunia yang gelap ini; dengan pelayanan yang lemah lembut dan sabar mereka bergerak ke jiwa manusia, untuk membawa yang tersesat kepada persekutuan dengan Kristus yang bahkan lebih dekat daripada yang mereka ketahui. —— Bapa Kita Peduli 24 Februari hal 64.

—————————-

Dalam Kristus Ada Kekuatan

“Kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku” (Yesaya 27:5)

 

Musuh tidak dapat menang atas murid-murid yang rendah hati, yang berjalan dengan penuh doa di hadapan Tuhan. Kristus menempatkan diri sebagai naungan, tempat mengasingkan diri, dari serangan yang jahat. Janji diberikan, “Ketika musuh datang seperti banjir bandang, Roh Tuhan akan bangkit melawannya.”

Setan diizinkan menggoda Petrus yang terlalu percaya diri, sebagaimana ia diizinkan untuk menggoda Ayub; namun setelah pekerjaan itu selesai dilakukan ia harus berhenti. Kalau saja setan berusaha melewati batas, maka tidak ada harapan bagi Petrus. Setan pasti berhasil membuat kehancuran iman. Tetapi musuh tidak berani maju setitik pun dari batas yang ditentukan baginya. Tidak ada kuasa pada seluruh kekuatan setan yang dapat melumpuhkan jiwa yang percaya, dalam keyakinan yang sederhana, dalam hikmat yang berasal dari Allah.

Kristus adalah menara kekuatan kita, dan setan tidak dapat menguasai jiwa yang berjalan dengan Allah dalam kerendahan hati. Janji: “Kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepadaKu dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku.” Dia dalam Kristus ada pertolongan lengkap dan sempurna bagi setiap jiwa yang dicobai. Bahaya ada di setiap jalan, namun seluruh makhluk surga bersiaga mengawasi, agar tidak ada yang dicobai melebihi kemampuannya. Beberapa memiliki pembawaan karakter yang kuat, yang perlu terus-menerus ditekan. Jika diberikan di bawah kendali Roh Allah, maka sifat ini akan menjadi suatu berkat; jika tidak, maka akan terbukti menjadi kutuk…. Jika saja kita mau menyerahkan diri tanpa sikap cinta diri kepada pekerjaan itu, tidak pernah menyimpang sedikitpun dari prinsip, maka Tuhan akan mengulurkan tangan kekal merangkul kita, dan menjadi penolong agung. Jika kita mau memandang Yesus sebagai Dia yang kita percayai, Ia tidak akan pernah gagal menolong dalam keadaan darurat manapun. —— Bapa Kita Peduli 25 Februari hal 65.

Resume pelajaran Zoom tgl. 13 September 2025:

 

  1. Renungan pendahuluan:

 

  • karena dikatakan “kita tidak takut menyerahkan pemeliharaan jiwa kita kepadaNya “pada hari itu”, maka kita dapat pahami bahwa tulisan EGW ini adalah dimaksudkan bagi kita calon 144.000, bukan bagi orang-orang Advent di masa EGW hidup,

 

  • Di periode yang mendekati “pada hari itu” umat Allah yang benar adalah mereka yang sepenuhnya menerapkan “Demikian firman Tuhan” bukanlah yang mencampur-campur sebagaimana dijelaskan kita akan bersaing dengan orang-orang yang mempercayai suatu ajaran yang tidak berdasarkan demikian firman Tuhan, yaitu ajaran yang berasal dari teori-teori buatan manusia atau dugaan-dugaan atau sangkaan manusia, dan karena sebagaimana Yesus dahulu yang memberi teladan dari pencobaan diatas gunung yang berpegang hanya kepada “Demikian firman Tuhan” praktek beragamanya jauh berbeda dengan orang-orang Yahudi, maka demikian pula kita sekarang akan dicemooh dan ditertawakan ketika kita menghidupkan iman kita yang baru, sehingga diingatkan oleh EGW untuk kita tidak undur karena merasa malu, seperti masalah time setting …… kita dapat tantangan dan cemoohan, kemudian setelah gulungan kebenaran makin terbuka khususnya kita yang sudah paham 40 hari, memprioritaskan pembelajaran hukum moral yang membentuk  keserupaan kita kepada Yesus…… yang artinya dimata orang-orang Davidian kita dianggap mundur karena fokus tidak bicara nubuatan tetapi berbicara KASIH sebagaimana Advent dan bahkan dunia Kristen pada umumnya,

 

  • Kita yang hidup dimasa “pada hari itu” diingatkan oleh EGW untuk berpisah dari dunia, harus sadar bahwa kita hanyalah seorang musafir dan orang asing yang sedang menunggu, dan kita diwajibkan merubah pikiran kita yang semula mencintai apa yang dunia berikan dan berjalan pada jalan-jalan orang dunia, berubah kepada pikiran bahwa penarikan dunia “semuanya tidak menguntungkan” dengan demikian kita dan dunia akan sangat jelas garis demarkasinya (perbatasan), yang tentunya dari kata-kata EGW ini secara implisit menunjukkan kelompok dari orang-orang yang dikatakan tidak berdasarkan (sepenuhnya) Demikian firman Tuhan…. mereka makin tidak jelas perbedaannya dengan dunia, dalam cara-cara perbaktiannya, yaitu antara lain dengan bergantung kepada organisasi, kewajiban kartu keanggotaan dan kompromi-kompromi tata cara-tata cara lainnya.

 

  1. Dua kesusahan di hadapan calon 144.000:

 

Setelah ditegaskan oleh EGW di bacaan pendahuluan, bahwa kita dan dunia harus memiliki garis demarkasi yang tegas dan jelas, lalu oleh tidak samanya kita dengan mereka siap untuk dicemooh dan dihina seperti contohnya dahulu Yohanes pembaptis yang setelah kembali keluar dari masa pengasingannya dipadang gurun 30 tahun, pakaiannya, makanannya, buah pikirannya dianggap aneh bahkan dikira gila, jangan sampai hal-hal seperti ini membuat kita malu, lalu kita melepaskan diri dan bergabung kembali dengan mereka pengolok-olok, berikut tergambarkan perjuangan yang harus dihadapi calon 144.000:

 

  • Perjuangan melawan diri sendiri, dicontohkan bagaimana Abraham, dahulu berjuang melawan dirinya sendiri ketika diperintahkan untuk keluar dari kota Ur Kas Dim, kita juga sama yaitu dituntut untuk meninggalkan karier yang menjanjikan kekayaan, kehormatan, harus meninggalkan rencana-rencana yang disayangi dan pergaulan yang akrab.

Artinya perjuangan melawan diri sendiri = perjuangan melawan kepentingan diri sendiri, tabiat dan karakter kita yang terbentuk dari terbiasanya kita pengaruh pergaulan, atau perjuangan melawan cinta kita kepada diri sendiri dan mengabaikan tuntutan Tuhan.

 

  • Perjuangan melawan penganiaya

Sebagaimana contoh-contoh seperti Yusuf, Daud, Stepanus, Paulus dan Yohanes yang dibuang di pulau Patmos yang mereka semua bertahan mempertahankan “Demikian Firman Tuhan”.

Dan disemangati oleh EGW dengan pertanyaan akankah Tuhan melupakan umatNya di masa yang sulit, dengan mengambil contoh Nuh, Lot, Elia, Yeremia, tiga orang ditungku api dan Daniel.

Jadi perjuangan melawan penganiaya adalah perjuangan atas aniaya pihak lain diluar diri kita yang mau membuat kita calon pekerja-pekerja Roh Suci Hujan Akhir ketakutan dan goyah, lalu undur seperti banyak orang Israel dahulu karena ketakutan lebih percaya kepada 10 pengintai dari pada 2 orang pengintai, contoh lain juga yang nyaris menang adalah anak-anak Lot yang walaupun sudah menang dari kota Sodom dan Gomora, namun kalah di kota Soar, hanya seorang Lot saja yang benar-benar tahan dan kuat akan ujian penamatan.

Tampak dari contoh-contoh yang diberikan EGW dalam menghadapi perjuangan melawan aniaya jelas berbeda dengan contoh pada perjuangan melawan diri sendiri, mereka bukan baru mau meninggalkan dirinya yang lama, tetapi mereka telah berada diatas yaitu merupakan perjuangan mempertahankan iman, jadi sangatlah jelas perjuangan yang kedua ini akan dialami hanya oleh orang-orang yang sudah selesai dengan perjuangan melawan dirinya sendiri, karena sebagaimana contohnya kita saksikan, bukanlah orang-orang yang seperti Esau, kakak-kakak Yusuf ketika menjual adiknya sendiri, Yudas, Bileam, ataupun Akhan yang masih mementingkan diri sendiri, artinya bila kita sekarang belum bisa melewati perjuangan yang pertama, maka tidaklah perlu kita lelah-lelah bahkan sampai bertengkar sesama Davidian memperbincangkan perjuangan melawan penganiayaan yang akan datang.

 

Dengan demikian dapatlah terjawab pertanyaan yang kita buat untuk membangunkan pengertian masing-masing kita bahwa kedua kesusahan itu bukanlah kesusahan yang sama, artinya ada 2 perjuangan yang harus kita hadapi dan memenangkan diri sendiri adalah yang paling di depan mata kita sekarang ini, karena bila kita tidak menang atas diri sendiri, tidak akan ada perjuangan aniaya pada kesusahan yang berikutnya, mungkin sebaliknya tanpa sadari, kitalah yang menciptakan aniaya tersebut.

 

Kemudian apakah perjuangan melawan penganiaya di atas adalah kesusahan Yakub, secara umum tampaknya demikian, namun melihat dikatakan ada yang akan mengalami  kematian, bisa kita simpulkan bahwa kesusahan yang dijelaskan EGW disini bisa jadi merupakan kesusahan pra kesusahan Yakub, karena sebagaimana kita paham pada kesusahan Yakub tidak akan ada yang mati.

Artinya apakah kesusahan itu pra kesusahan Yakub ataupun kesusahan Yakub, terhadap kesemuanya kepada kita Tuhan telah juga memberikan masa mempersiapkan diri yaitu 40 hari contoh saingan kita. Karena hasil dari pendidikan persiapan yang sempurna dari 40 hari, kita saksikan murid-murid Yesus tidak lagi melindungi dirinya hingga menyangkali Yesus, melainkan berubah menjadi manusia yang berbeda, pemberani, mampu berdiri tegak tidak takut bahkan hingga kehilangan nyawanya.

 

  1. Karunia menguatkan dan memberanikan bagi calon 144.000:

Melihat dari pendahuluan yang menujukkan kita harus siap dicemooh dan dihina karena kita bersedia berlaku seperti Abraham yang istimewa tulus mematuhi Tuhan meninggalkan kehidupannya yang mapan di Ur Kas Dim, yang berarti berani meninggalkan karier yang menjanjikan kekayaan, kehormatan, pergaulan, dan juga kita rela untuk terpisah dengan dunia artinya berhati besar meninggalkan kehidupan kita yang nyaman, semua seperti Abraham akan juga terasa pada kita yaitu akan tergambaran kehidupan sisa perjalanan yang hanya berisikan penyangkalan diri, kesulitan dan pengorbanan, satu hal yang menjadi pertanyaan kita……. mungkinkah kita dapat seperti Abraham sebagai contoh pejuang melawan diri sendiri yang tidak sama sekali mengkawatirkan tempat yang disediakan Tuhan baginya apakah akan lebih  baik atau buru, dan kemudian juga terus bertahan tidak goyah? Mampukah kita melewati penderitaan, kesusahan dan aniaya yang bila diukur sesuai kekuatan kita, sangatlah mustahil kita menang?

 

Dibacaan ini kepada kita EGW mau memberikan jawabannya, yaitu dikatakan pada paragraf yang pertama:

Dalam kesiapannya yang paling berharga Tuhan mempertontonkan kasih karuniaNya untuk menguatkan dan memberanikan para pekerjaNya yang rendah hati dan bersungguh-sungguh.”

Disini kita lihat bahwa ada suatu masa persiapan yang akan dibuat bagi umatNya yang akan dilepaskan, dan di masa persiapan ini kita tidak dibiarkan berjuang sendirian, Tuhan disini dikatakan akan memberikan kasih karuniaNya yang akan menguatkan dan membuat kita berani, sebagaimana dahulu juga Daud secara mustahil berani melawan Goliat, Daniel secara mustahil berani/tidak berbalik menghadapi lobang singa, dan juga bersama teman-temannya teguh tidak menyangkal diri ketika harus dihadapkan konsekwensi dilempar di dapur api.

Dari adanya masa persiapan yang disebutkan EGW dibacaan ini, menunjukkan bahwa  ada pembagian waktu dalam perjalanan kerohanian umat Allah, sebagaimana contohnya dahulu dalam perjalanan murid Yesus yaitu adanya dua pendidikan, pendidikan 3 1/2 tahun dan pendidikan 40 hari, dimana sudah kita pelajari dalam masa 40 hari itu ada roh pendahuluan yang diberikan yang membedakan dengan pendidikan 3 1/2 tahun.

Dikatakan dalam tulisan ini yaitu “Dengan demikian setelah dikuatkan dan diperlengkapi, mereka tidak segan-segan maju untuk bekerja bagi Tuannya”  artinya disini jika kita tidak diberikan kekuatan dan diberikan keberanian, kita akan undur karena takut dan kawatir bahkan menyangkal Yesus seperti Petrus dahulu yang di pendidikan 3 ½ tahun yang tidak mau berkorban.

 

Kemudian dalam tulisan ini ditunjukkan bagaimana kita dapat diberikan kekuatan dan keberanian di dalam masa persiapan atau pendidikan 40 hari contoh saingan, yaitu diharuskan memiliki kerendahan hati, karena melalui kerendahan hati itu seseorang setelah menyadari akan dosa-dosanya, mengakui, dan kemudian atas penyesalannya ia memohon pengampunan dosa, tidak akan ada pengampunan dosa bila tidak ada permohonan dari kita, kemudian setiap hari kita harus duduk di bawah meja Allah, pikiran harus dilatih dan diuji setiap hari, tinggal di dalam Kristus dan bekerja sama dengan kehendak Allah……. dengan dilakukannya sehari-hari maka karakter perlahan-lahan tergantikan, dan karakter itu adalah kekuatan. “Ketika mereka yang mengakui Allah mengikuti teladan Kristus, mempraktikkan prinsip-prinsip hukum dalam kehidupannya sehari-hari; bilamana setiap tingkah laku membawa kesaksian bahwa mereka amat mengasihi Allah dan mengasihi sesama sebagaimana diri mereka sendiri, maka saat itulah jemaat memiliki kekuatan untuk menggerakkan dunia.”

Sumber antara lain Kebahagiaan Sejati (KS) 18.1, KS 18.2, KS 60.2, KS 33.1 dan KAB 17.1.

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart