Sabat 9 Agustus 2025
RENUNGAN PENDAHULUAN
Bertindak dengan tegas
“Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali” (Lukas 19:13)
Sebagai umat Masehi Advent Hari Ketujuh, kita memiliki satu pekerjaan untuk dilakukan dalam bersaksi bagi Kristus….Jika Tuhan akan segera datang, maka mulailah bertindak dengan tegas, dengan tekad dan minat yang sungguh-sungguh untuk menambah kemampuan, agar pekerjaan besar itu dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.
Mereka yang telah bersekutu dengan dunia harus mengindahkan ajakan Tuhan. Ia berkata, “Keluarlah dari tengah mereka, dan terpisah, kata Tuhan dan jangan menyentuh barang yang najis.”…Sinar terang matahari kebenaran harus bersinar ke atasmu, agar kamu bisa diperintah dengan kesucianNya.
Akankah kita sekarang mengatakan tidak perlu kemampuan? Hanya iman yang kita perlukan? Iman sejati adalah prinsip yang bekerja, dan perbuatan akan tampak sebagai bukti dari adanya iman ini dalam jiwa. Kamu harus menggandakan usahamu, menggandakan kembali angkatan kerjamu…
Satu tugas besar harus dilakukan diseluruh dunia, dan biarlah tidak seorangpun memuji diri sendiri karena kesudahan sudah dekat, tidak perlu melakukan usaha khusus untuk membangun berbagai institusi sebagaimana pekerjaan memintanya….Semua orang harus menjadi para pekerja, tetapi beban tanggungjawab terberat terletak di atas mereka yang memiliki talenta yang paling besar, harta yang paling banyak, kesempatan yang paling luas. Kita akan dibenarkan oleh iman dan dihakimi oleh perbuatan kita.
Biarlah setiap jiwa menyangkal diri, mengangkat salib, dan menggunakan jauh lebih sedikit uang untuk memuaskan diri, agar ada agen-agen hidup dan bekerja dalam semua gereja. Satu iman yang memahami kurang dari ini adalah yang menyangkal karakter Kristen. Iman Injil adalah yang kuasa dan kasih karunianya berasal dari kekuasaan Ilahi. Maka biarlah kita memperlihatkan bahwa Kristus tinggal di dalam kita, dengan berhenti menggunakan uang untuk pakaian dan hal yang tak perlu, bila pekerjaan Kristus dilumpuhkan karena menginginkan harta benda, ketika utang-utang dibiarkan tak terbayar pada rumah-rumah pertemuan, dan ketika perbendaharaan kosong. “Dari buahnyalah engkau mengenal mereka.”Tidakkah kita akan mengikuti teladanNya yang demi kita telah menjadi miskin, agar melalui kemiskinanNya kita bisa dijadikan kaya? —-General Confference Bulletin, triwulan 4 tahun 1896, hlm 765-768 (Suara Hati Nurani 16 Desember, hal 359)
Lanjutan pembahasan menjadi KRISTEN YANG SEJATI….
KUTIPAN RENUNGAN BAGAIMANA UMAT ALLAH YANG DIHARAPKAN:
ANAK-ANAK, BUKAN BUDAK
“Jadi karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncang-kan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.”.Ibrani 12:28.
Banyak orang yang mengaku pengikut Kristus, tetapi tidak pelaku firman-Nya. Mereka tidak menyukai firman-Nya karena firman itu menyatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan mereka. Mereka tidak menyukai teguran yang memperbaiki dan imbauan yang sungguh-sungguh. Mereka tidak mengasihi kebenaran, tetapi dikuasai dan dikendalikan oleh nafsu kemanusiaan mereka yang tidak menentu.
Setiap perbedaan ditentukan oleh bagaimana kita melayani Allah. Seorang anak yang bosan mempelajari pelajarannya oleh karena ia harus mempelajari pelajaran itu, tidak akan pernah menjadi pelajar yang sejati. Seseorang yang mengatakan memelihara perintah-perintah Allah karena berpikir ia wajib memeliharanya, tidak akan pernah masuk ke dalam kesukaan penurutan.
Intisari dan aroma semua penurutan adalah kerja keras prinsip dari dalam – mengasihi kebenaran, mengasihi hukum Allah. Intisari dari semua kebenaran adalah kesetiaan kepada Penebus, melakukan yang benar karena itulah yang benar. Bilamana firman Allah menjadi beban oleh karena menghilangkan semua kecenderungan-kecenderungan manusia, maka kehidupan beragama seperti itu bukan kehidupan Kristen, tetapi suatu penurutan yang tegang dan terpaksa. Semua kemurnian dan kesalehan agama dikesampingkan.
Tetapi pengangkatan kepada keluarga Allah menjadikan kita anak-anak, bukan budak-budak. Bilamana kasih Kristus memasuki hati, kita akan berusaha untuk meniru tabiat Kristus….. Semakin kita mempelajari kehidupan Kristus dengan hati yang mau belajar, semakin kita menyerupai Kristus. Roh Kudus akan memberikan pengertian yang jelas ke dalam hati setiap pelaku firman. Semakin kita menyalibkan perbuatan-perbuatan yang mementingkan diri sendiri oleh membagikan berkat-berkat kita kepada orang lain dan oleh menggunakan kemampuan kita yang dikaruniakan Allah, semakin dikuatkan dan ditambahkan kasih karunia Surgawi di dalam kita. Kita akan bertumbuh dalam kerohanian, dalam kesabaran, dalam ketabahan dan keuletan, dalam kerendahan hati, dalam kelemah lembutan… Gerbong-gerbong kereta tidak semata-mata disambungkan kepada mesin lokomotif; tetapi mengikuti rel yang sama yang dijalani oleh mesin lokomotif itu. Siapakah yang kita ikuti? —–That I May Know Him hal. 117
———————————
DI BAWAH KUK KRISTUS
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Mat. 11:29-30.
Penggoda sering berbisik bahwa kehidupan Kristen itu adalah suatu hidup yang sukar sekali, kewajiban yang berat, sehingga sulit untuk senantiasa waspada, dan tidak perlu ada hal-hal yang khusus. Demikianlah halnya pada waktu ia menipu dan menjatuhkan Adam dan Hawa, mengatakan kepada Hawa bahwa hukum Allah sewenang-wenang dan tidak adil…. Sasaran Setan sekarang sama seperti dulu. la ingin menipu dan membinasakan kita. Kita harus mempelajari kehidupan Kristus dan berusaha memperoleh Roh-Nya dan meniru teladan-Nya; dan semakin kita menyerupai Dia, semakin jelas kita mengenal godaan Setan dan semakin berhasil kita melawan kuasa Setan itu…..
Kebahagiaan sejati didapatkan, bukan dalam pemanjaan diri dan kepelesiran duniawi, tetapi dalam mempelajari Kristus, memikul kuk dan beban-Nya. Mereka yang bergantung kepada hikmatnya dan mengikuti jalan-jalannya sendiri, akan mengeluh dalam setiap langkahnya, sebab beban yang ditimpakan oleh mementingkan diri sendiri ke atas mereka begitu berat dan kuknya begitu menyakitkan. Semua ini bisa mereka ganti kalau saja mereka mau datang kepada Yesus dan oleh kasih karunia-Nya melepaskan kuk yang menghubungkan mereka dengan Setan, …. memikul beban yang diberikan Kristus kepada mereka, dan membiarkan kuk-Nya mengikat mereka kepada-Nya dalam pelayanan yang sukarela dan senang.
Yesus mengasihi orang-orang muda, dan la rindu agar mereka memiliki damai sejahtera yang hanya Dia sendiri bisa memberi…. *Jika kita telah menjadi murid-murid Kristus kita akan mempelajari mengenai Dia – setiap hari mempelajari bagaimana caranya mengalahkan tabiat kebiasaan yang tidak baik, setiap hari meniru teladan-Nya dan datang semakin dekat kepada Panurutan itu. Jika kita ingin untuk mewarisi tempat tinggal yang telah disediakan-Nya, kita harus membentuk tabiat disini seperti tabiat yang dimiliki oleh mereka yang tinggal di sana.
Tuntutan Allah telah dibuat dalam hikmat dan kebaikan. Dengan mengikuti tuntutan ini, pikiran diperluas, tabiat diperbaiki dan jiwa memperoleh damai dan kelegaan yang tidak bisa diberikan atau diambil oleh dunia ini. Jika hati sepenuhnya diserahkan kepada Yesus, jalan-jalan-Nya akan menjadi jalan-jalan yang menyenangkan dan damai. — That I May Know Him hal. 120
Barangsiapa mengasihi Allah dengan segenap hatinya dan sesamanya manusia seperti dirinya sendiri akan bekerja dengan tetap menyadari bahwa ia adalah sebuah kaca mata bagi dunia, bagi malaikat-malaikat, dan bagi manusia. Membuat kehendak Allah menjadi kehendaknya, ia akan menyatakan dalam kehidupannya kuasa kasih karunia Kristus yang mengubahkan. Dalam segala keadaan lingkungan hidup, ia akan mengambil teladan Kristus sebagai penuntunnya.
Setiap pekerja yang benar dan mau mengorbankan diri bagi Allah rela untuk menggunakan dan digunakan demi keselamatan orang lain. Kristus mengatakan, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” (Yohanes 12:25). Dengan usaha sungguh-sungguh dan dipikirkan matang-matang untuk menolong di mana pertolongan diperlukan, orang Kristen sejati menunjukkan kasihnya bagi Allah dan bagi sesamanya manusia. la mungkin kehilangan nyawanya dalam pelayanan. Tetapi ketika Kristus datang untuk menghimpun mutiara-mutiara-Nya kepada-Nya sendiri, ia akan memperoleh nyawanya itu kembali.
Saudara dan saudariku, jangan gunakan banyak sekali waktu dan uang untuk diri sendiri, demi penampilan. Mereka yang melakukan hal ini terpaksa meninggalkan banyak perkara tidak selesai yang seharusnya menyenangkan orang lain, menyampaikan kilasan yang hangat kepada semangatnya yang letih. — Nasihat Allah untuk Masa Kini hal. 68
———————–
KEKUATAN UNTUK HARI INI
“Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!”(Zakharia 13:9).
Melalui pencobaan Tuhan menguji kekuatan anak-anak-Nya. Apakah hatinya kuat menanggung? Apakah kata hati kosong dari pelanggaran? Apakah Roh bersama dengan roh kita bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah? Ini Tuhan pastikan dengan mencobai kita. Dalam perapian penderitaan la memurnikan kita dari semua sampah. la mengizinkan pencobaan bukan untuk mengakibatkan rasa sakit yang tidak perlu, tetapi menuntun kita untuk memandang Dia, memperkuat daya tahan kita, untuk mengajar kita bahwa bilamana kita tidak memberontak, namun menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, maka kita akan melihat keselamatan dari-Nya….
Kasih Kristus bagi anak-anak-Nya kuat juga lembut. Kasih yang lebih kuat dari kematian, karena la mati bagi kita. Itu adalah kasih yang lebih tulus dari kasih seorang ibu kepada anaknya. Kasih ibu bisa berubah, namun kasih Kristus tak pernah berubah. “Sebab aku yakin, kata Paulus, “bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”(Roma 8:38, 39).
Dalam setiap cobaan kita mendapat penghiburan yang kuat. Bukankah Juruselamat kita tersentuh dengan pengakuan terhadap kelemahan-kelemahan kita? Tidakkah la juga dicobai dari segala sudut sebagaimana kita? Dan tidakkah la mengajak kita untuk membawa setiap pencobaan dan kebimbangan kepada-Nya? Kalau begitu janganlah kita membuat diri kita sendiri sedih atas beban hari esok. Dengan berani dan ceria pikullah beban hari ini. Kepercayaan dan iman hari ini harus kita miliki. Tetapi kita tidak diminta untuk hidup lebih dari sehari pada satu waktu. la yang memberikan kekuatan pada hari ini akan memberikan kekuatan untuk esok hari….
Tidak ada yang bisa melukai jiwa seperti tajamnya panah ketidakpercayaan. Bilamana pencobaan datang, dan memang akan datang jangan khawatir dan mengeluh. Keheningan jiwa membuat suara Allah lebih terdengar. “Mereka bersukacita, sebab semuanya reda” (Mazmur 107:30). Ingatlah bahwa di bawah mu ada tangan kekal. “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan, dan nantikanlah Dia.” (Mazmur 37:7). la sedang menuntunmu menuju labuhan pengalaman indah. — Bapa Kita Peduli hal. 186
BACAAN AKHIR SEBAGAI KESIMPULAN:
KRISTEN SEJATI AKHIRNYA NYATA
Hanya mereka yang menjadi pelajar Alkitab yang tekun dan rajin serta yang telah menerima kasih kebenaran, yang akan dilindungi dari penipuan yang hebat yang menawan dunia ini. Oleh kesaksian Alkitab mereka ini akan mengenali penipu itu dalam penyamarannya. Ujian akan datang kepada semua orang. Oleh penyaringan pencobaan, orang-orang Kristen sejati akan nyata. Apakah umat Allah sekarang berdiri teguh di atas firmanNya sehingga mereka tidak akan tunduk kepada bukti-bukti yang berdasarkan pancaindera mereka? Dalam kemelut yang seperti itu, apakah mereka mau bergantung kepada Alkitab, dan hanya kepada Alkitab saja? Jika mungkin, Setan akan mencegah mereka untuk mengadakan persiapan kepada hari itu. Ia akan mengatur masalah-masalah sedemikian rupa sehingga menghalangi jalan mereka, menjerat mereka dengan harta-harta duniawi, menyebabkan mereka memikul beban yang berat dan melelahkan, sehingga hati mereka dipenuhi dengan segala urusan kehidupan ini, dan hari pencobaan itu boleh datang menimpa mereka seperti datangnya seorang pencuri.—–KA 659.1
Catatan singkat kesimpulan:
- Bacaan ini memberitahukan sisa waktu 40 hari akan dilalui calon 144000 dengan menghadapi penyaringan pencobaan, kesemuanya ini adalah perjalanan dari Kristen kita sekarang ini yang masih memiliki 2 tuan menuju kepada Kristen yang sejati, diperlukan suatu perubahan yang radikal/ekstrem, sehingga tidak ada seorangpun dari siswa persiapan 40 hari yang tidak akan mengalami pencobaan tersebut,
- Satu-satunya sandaran untuk dapat berdiri teguh adalah berdiri di atas firman-Nya, tidak tunduk kepada pancaindera atau PERASAAN,
- Bacaan ini mempertegas bahwa hanya KRISTEN YANG SEJATI saja, yaitu yang sepenuh hati yang akan terpilih menyandang tugas pekerjaan roh suci hujan akhir. Cobaan yang disebutkan ini bukanlah kesusahan Yakub, karena dikatakan hasil dari cobaan-cobaan dalam masa persiapan ini adalah untuk pembentukan KRISTEN YANG SEJATI, artinya dari antara orang-orang yang menghadapi penyaringan cobaan ini akan ada juga yang gugur dan tentunya dapat disimpulkan mereka yang gugur adalah KRISTEN YANG TIDAK SEJATI atau orang-orang Kristen yang praktek beragamanya hanya SETENGAH-SETENGAH karena tidak mau ada pengobanan diri, dipengaruhi setan dengan masih memiliki sayang terhadap jerat harta duniawi atau tersita pikirannya atas memikul beban yang berat dan melelahkan, sehingga hati mereka dipenuhi dengan segala urusan kehidupan….. hal seperti ini jelas tidak merupakan tantangan di dalam kesusahan Yakub, karena hal demikian tidak lagi akan berpengaruh kepada mereka.
- Cobaan-cobaan sebagai ujian oleh Tuhan dibiarkan adalah dalam rangka menghasilkan KRISTEN SEJATI
Kristen sejati telah melewati pembenaran oleh iman dan ia tentunya karena telah menjalani pendidikan 40 hari, maka tidak akan lagi mudah terkena oleh angin-angin pengajaran, yang artinya ia telah menyelesaikan
HUKUM UPACARA + HUKUM MORAL
Kristen sejati = adalah orang-orang yang berhasil mengalahkan 2 hal, yaitu:
- Tahan terhadap cobaan (proses perubahan radikal/ekstrem dari manusia lama yang punya 2 tuan),
- Kepentingan diri sendiri/kesombongan/keinginan mendapatkan pujian (karena hanya melalui rendah hati yang membuat orang mengakui dosa dan akhirnya ada pertobatan, yang berhujung kepada diampuninya dosa)
MEMAHAMI PENDIDIKAN 40 HARI DARI SUDUT PANDANG PETUNJUK PENUGASAN YANG DIBERIKAN
(Catatan: bacaan ini melengkapi pembahasan tentang proses calon-calon 144000 dibentuk meninggalkan manusia lamanya diubah menjadi pekerja-pekerjaNya KRISTEN SEJATI yang seutuhnya )
- Tugas harian.
(Ternyata dari pembacaan kita atas pentunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Roh Nubuatan, kita dapatkan bahwa terbentuknya mereka murid-murid Yesus dahulu menjadi pribadi-pribadi yang jauh berubah dari dirinya yang lama, itu adalah hasil perjuangan penyangkalan diri dari hari ke hari, bukan suatu perubahan yang tiba-tiba,……..artinya disini suatu peringatan kepada kita bahwa …..kita sudah seharusnya segera memulai usaha-usaha perubahan mengejar keserupaan dengan Yesus)
Berikut kutipan-kutipan yang menunjukkannya:
….Tetapi mereka yang menunggu untuk melihat perubahan mujizat dalam tabiat mereka tanpa usaha yang tekun pada pihak mereka untuk mengalahkan dosa, akan mengalami kekecewaan. Tidak ada alasan bagi kita untuk merasa bimbang kecuali bahwa Ia sanggup menyelamatkan sepenuhnya semua orang yang datang kepadaNya; kecuali kita terus menerus merasa takut jangan-jangan sifat kita yang lama kembali mengungguli kita, jangan sampai musuh itu akan menemukan perangkap dimana kita kembali menjadi tawanannya. Kita memang harus mencari keselamatan kita sendiri dengan takut dan gentar, karena Allahlah yang bekerja di dalam dirimu pada kemauan dan melaksanakan kesenangannya yang baik. Dengan kuasa kita yang terbatas kita harus menjadi kudus dalam lingkungan kita sebagaimana Allah kudus dalam lingkunganNya. Sejauh kemampuan kita, kita harus menyatakan kebenaran, kasih dan keistimewaan tabiat Ilahi. Sebagaimana lilin mengambil pengaruh materai, begitulah jiwa harus mengambil pengaruh Roh Allah dan memelihara citra Kristus.
Kita harus bertumbuh dalam keindahan rohani setiap hari. Kita akan sering gagal dalam usaha kita untuk meniru teladan Ilahi. Kita harus sering sujud dan menangis di kaki Yesus, oleh sebab kekurangan dan kesalahan kita; tetapi kita jangan putus asa; kita harus berdoa lebih tekun, percaya lebih penuh, dan berusaha kembali dengan lebih teguh supaya bertumbuh menjadi serupa dengan Tuhan kita. Bila kita tidak mengandalkan kuasa kita sendiri, maka kita akan mengandalkan kuasa Juruselamat kita, dan memberikan pujian kepada Allah, yang merupakan kesehatan raut wajah kita, dan Allah kita.—– Maranatha 7 Agustus hal 227
Kadang pekerja-pekerja injil berada dalam bahaya karena membiarkan diri toleransi dan memaafkan dosa
Pekerja-pekerja injil kadang-kadang mengadakan bahaya yang besar oleh membiarkan kesabaran mereka terhadap yang bersalah untuk merosot ke dalam toleransi dosa dan sedang berpartisipasi di dalamnya. Dengan demikian mereka terpimpin untuk memaafkan dan meringankan sesuatu yang telah dipersalahkan Allah, dan sesudah suatu saat mereka menjadi begitu buta untuk mempersalahkan orang—orang lain yang diperintahkan Allah kepada mereka untuk dipersalahkan. Ia yang mengumpulkan pandangan rohaninya oleh kelonggaran yang berdosa kepada siapa yang dipersalahkan Allah, tidak lama kemudian akan melakukan dosa yang lebih besar dengan kehebatan dan kekerasan terhadap mereka yang disetujui Allah. —— KR 426.1
Hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang didunia ini.
Hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang didunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tidak bernoda dan tidak bercatat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan dirinya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakanNya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah ——– KR 438.1
Kebiasaan-kebiasaan buruk lebih mudah dibentuk daripada kebiasaan-kebiasaan baik, dan lebih banyak kesulitan untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Kemerosotan moral alamiah dari dalam hati untuk fakta yang dikenal secara baik ini yang memerlukan jauh lebih sedikit pekerjaan untuk melemahkan moralitas pemuda, mengotori ide-ide mereka tentang karakter moral dan religius daripada menanamkan pada karakter mereka kebiasaan-kebiasaan yang tidak kotor, murni, dan kekal dari kesalehan dan kebenaran. Pemaafan diri, cinta kesenangan, rasa permusuhan, kesombongan, harga diri, iri hati, kecemburuan, akan tumbuh secara spontan tanpa contoh dan pengajaran. Dalam keadaan kejatuhan kita yang perlu dilakukan adalah menyerahkan pikiran dan karakter kepada kecenderungan-kecenderungannya yang alami. Dalam dunia alami, tinggalkanlah sebidang tanah sendirian dan engkau akan melihat bahwa ia itu diselubungi dengan onak dan semak berduri; tetapi jika ia itu menghasilkan butir-butir yang berharga atau bunga-bunga yang indah, maka perawatan dan pekerjaan yang terus-menerus harus diberikan. 229.3 — Maranatha 9 Agustus hal 229
Kebenaran Allah yang diterima ke dalam hati sanggup menjadikan dikau bijaksana untuk keselamatan. Dalam mempercayai dan mentaatinya engkau akan menerima anugerah yang cukup untuk kewajiban dan ujian hari ini. Anugerah untuk esok tidaklah kau perlukan. Engkau harus merasa bahwa engkau hanya memerlukan secukupnya untuk hari ini. Kalahkanlah musuh untuk hari ini; sangkallah dirimu untuk hari ini; berjagalah dan berdoalah untuk hari ini; perolehlah kemenangan dalam Allah untuk hari ini. — NBS 115.9
Kita tidak dapat menghormati Tuhan ketika kita lalai dan acuh tak acuh. Kita tidak dapat memuliakan Dia ketika kita putus asa. Kita harus bersungguh-sungguh untuk memastikan keselamatan jiwa kita sendiri, dan untuk menyelamatkan orang lain. Semua kepentingan harus dilampirkan kedalamnya dan segala sesuatu selain itu harus dinomor duakan.—- 1 T123.2
Kalau engkau mau menjadi seorang saleh di surga maka lebih dulu engkau harus menjadi seorang saleh di dunia ini. Ciri-ciri tabiat yang engkau sukai dalam hidup tidak akan berubah oleh kematian ataupun kebangkitan. Engkau akan bangkit dari kubur dengan watak yang sama seperti yang engkau tunjukkan di rumah dan di masyarakat. Yesus tidak mengubah tabiat pada waktu kedatanganNya. Pekerjaan perubahan harus dilakukan sekarang. Kehidupan kita sehari-hari menentukan nasib kita. Cacat-cacat tabiat harus disesali dan diatasi melalui rahmat Kristus, dan tabiat yang sepadan harus dibentuk selagi dalam masa percobaan ini agar kita dilayakkan untuk istana yang di atas. — 13MR 82 (1891).
Mempelajari buku-buku yang ditulis oleh orang kafir yang tidak beragama akan sangat merusak. Dengan berbuat demikian lalang telah ditaburkan dalam pikiran dan hati murid-murid. Sampai sekarang inilah makanan yang sering diberikan kepada otak, sementara hanya sedikit pengetahuan mengenai mata pelajaran yang berhubungan dengan kepentingan kekal, yang seharusnya mereka mengerti. Talenta waktu sangat berharga. Setiap hari waktu dipercayakan kepada kita, dan kita diharuskan mempertanggungjawabkannya kepada Allah. Waktu harus digunakan untuk kemuliaan Allah, dan jika kita memperpanjang hidup kita, jika kita mendapat kehidupan yang diukur dengan kehidupan Allah, kita harus memberikan makanan yang murni kepada pikiran. Tidak boleh memboroskan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk perkara-perkara yang baik —- MS 15, 1898
Pertanyaan yang menarik perhatian yang paling dalam kepada setiap orang hendaklah, Apakah saya memenuhi tuntutan hukum Allah? Hukum itu suci, adik dan baik, dan Allah mau agar setiap hari kita membandingkan perbuatan kita dengan hukum ini, standar agung kebenaranNya. Hanya dengan pemeriksaan diri sendiri yang seksama dalam terang firman Allah kita bisa menemukan penyimpangan kita dari peraturan kebenaranNya yang suci…. ——Inilah Hidup yang Kekal 19 Oktober hal 297.
Contoh-contoh bagaimana pelaksanaan sehari-hari tersebut:
Bahkan Yahya sendiripun, murid yang disayangi itu, salah-satu yang paling baik persamaannya dengan Juruselamat, bukanlah secara alam memperoleh keindahan tabiat itu. Dia bukan saja membesarkan diri serta menginginkan kehormatan, tetapi juga seorang yang mudah tersinggung dan gampang marah walau oleh kesalahan yang terkecil sekalipun. Tetapi karena tabiat Kristus dinyatakan padanya, maka dilihatnyalah kekurangannya, dan pengetahuannya ini merendahkan dirinya. Kekuatan dan kesabaran, kuasa dan kelemah-lembutan, keagungan dan kelembutan, yang tampak di dalam kehidupan Anak Allah sehari-hari, telah mengisi jiwanya dengan pujaan dan kasih. Sehari demi sehari hatinya ditarik kepada Kristus, sampai akhirnya pandangannya terhadap dirinya luluh karena kasihnya kepada Tuannya. Tabiatnya yang cepat naik darah, keinginan akan kemuliaan diri sendiri, telah diserahkan kepada kuasa pembentukan yang datang dari Kristus. Pengaruh Roh Kudus telah membaharui hatinya. Kuasa kasih Kristus mengadakan perubahan tabiatnya. Inilah hasil yang pasti di dalam persatuan dengan Kristus. Jika Kristus tinggal di dalam hati, maka semua tabiat akan diubahkan. Roh Kristus, kasihNya, melembutkan hati, menaklukkan jiwa, serta meluhurkan pikiran-pikiran dan keinginan terhadap Allah dan surga. ——- KS 68.1
—————————————
Melihat dari bacaan terdahulu dari Sabat 9 Agustus 2025 terlihat banyak sekali tuntutan-tuntutan yang memaksa kita berubah, berikut kita melanjutkan penelusuran apa saja yang mengharuskan diri kita BERKORBAN:
Aku memohon agat Roh Kudus mengendalikan pikiran-pikiranku sepanjang hari. …….
Sementara kita tidak akan murung, tetapi gembira dan bahagia, maka tidak ada kebodohan, melainkan ketenangan sesuai dengan iman kita. Kata-kata dan tindakan membentuk tabiat. Oleh sebab itu kata-kata kita harus bersih, murni, sederhana, namun ditinggikan. Karunia berbicara adalah talenta yang berharga dan Tuhan tidak suka mendengar omong kosong rendahan, murahan dan yang merendahkan derajat, yang bernuasa buruk dan hura-hura. Janganlah ada seorang Kristen merendahkan dirinya meniru dan menangkap tabiat seperti itu dari orang lain….kata-kata jahat dan bodoh adalah bertentangan dan tidak menyumbang kepada kebahagiaan seseorang. Itu merusak kepada kerohanian. Firman Allah melarang yang seperti itu.
“Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, atau menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum” (Mat. 12:35-37)
“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?” (Mat. 9:4) Yesus membaca hati dan pikiran….Ada saksi yang hadir, yang menelusuri setiap tindakan yang dilakukan, entah itu baik atau jahat.—– Inilah Hidup yang Kekal 15 Mei, hal 140
Selanjutnya beberapa dapat kita kelompokkan pengorbanan-pengorbanan lainnya yang juga tidak kalah sulitnya dari kehilangan harta dan saudara:
a. Disalah mengerti, dihina, dianggap lemah, bodoh, aneh, dianggap gila, asing, tidak menyenangkan, dan dihindari:
Sebagaimana halnya pada zaman rasul-rasul, demikian juga sekarang tanpa penerangan Roh Ilahi, kemanusiaan tidak dapat melihat kemuliaan Kristus. Kebenaran dan pekerjaan Allah tidak dihargai oleh Kekristenan yang berkompromi dan mengasihi dunia. Para pengikut Tuhan bukannya berada pada jalan yang mudah, dalam kehormatan duniawi ataupun penyesuaian duniawi. Mereka sudah jauh di depan, pada jalan pendakian, dan kerendahan dan kehinaan, di garis depan pada pertempuran melawan “penguasa-penguasa dan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, dan roh-roh jahat di udara.” Ef. 6:12. Dan sekarang, sebagaimana halnya pada zaman Kristus, disalah mengerti dan dihinakan dan ditindas oleh imam-imam dan orang Farisi pada zaman mereka. ——- KSZ2 126.3
Engkau tidak perlu menanti peristiwa-peristiwa besar atau mengharapkan kemampuan yang luar-biasa sebelum engkau pergi bekerja untuk Tuhan. Engkau tidak perlu pusingkan tentang apa yang akan dipikirkan dunia mengenai kamu. Jika kehidupanmu sehari-hari merupakan satu kesaksian atas kesucian dan kesungguh-sungguhan imanmu, sehingga orang-orang lain diyakinkan bahwa engkau ingin memberikan bantuan kepada mereka, maka pekerjaanmu itu tidaklah sia-sia. —— KS 77.2
Kita mungkin disebut “lemah dan bodoh”, antusias, bahkan gila. Kita dapat dikatakan tentang kita seperti yang dikatakan tentang Kristus, “Ia mempunyai setan” (Yohanes 10:20). Tetapi pekerjaan yang telah diberikan oleh Sang Guru kepada kita adalah pekerjaan kita. Kita harus mengarahkan pikiran kita kepada Yesus, bukan untuk mencari pujian atau penghormatan dari manusia, tetapi untuk menyerahkan diri kita kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Dia tahu bagaimana menolong mereka yang ketika mengikuti jejak-Nya, dalam kadar tertentu, menderita karena celaan yang ditanggung-Nya. Ia telah dicobai dalam segala hal sama seperti kita, supaya Ia tahu bagaimana menolong mereka yang harus dicobai.
Apa pun konstruksi yang salah yang mungkin ditempatkan pada kesaksianku oleh mereka yang mengaku benar, tetapi tidak mengenal Tuhan, aku akan terus maju dengan kerendahan hati dengan pekerjaanku. Aku akan mengucapkan kata-kata yang Tuhan berikan kepadaku untuk diucapkan sebagai dorongan, teguran, dan peringatan. Hanya tinggal sedikit sisa hidup-Ku di bumi. Pekerjaan yang diberikan Bapaku kepadaku akan kulakukan dengan setia, karena aku tahu bahwa semua perbuatanku harus melalui pemeriksaan Yehuwa.” — Naskah 4, 1883. Selected Messages vol.1 Bab 5 Penjelasan atas laporan awal
Lebih baik menjadi seorang yang duniawi daripada seorang Kristen murahan, yang hanya dalam pengakuan, yang biasa-biasa saja. Beranilah keluar dari dunia ini dan berpisahlah! Lebih baik anda aneh dalam anggapan dunia ini, karena Yesus mengasihi anda lebih daripada dunia ini dan kebenaran dengan penganiayaan lebih baik daripada kepatuhan kemakmuran duniawi. Kekudusan dan penurutan sepenuhnya melalui ketergantungan kepada Tuhan Yesus Kristus akan menguatkan jiwa untuk berdiri teguh dalam iman dan pengharapan kabar Injil.—–Inilah Hidup yang Kekal 7 November, hal 316
Orang-orang disekeliling mereka tidak melihat bahwa kerendahan hati, roh penyangkalan diri dan kesabaran serta kelembutan hari, mempunyai nilai yang luar biasa. Mereka tidak mengenal dan menghargai Kristus……Mereka tidak bisa mengerti Dia; dan semakin besar keserupaan kita dengan tabiat Ilahi Tuhan kita, semakin kita disalah mengerti oleh dunia ini. Semakin kita datang ke persekutuan dengan Kristus dan surga, semakin kurang kita bersekutu dengan dunia ini, karena kita bukan dari dunia ini. —– Inilah Hidup yang Kekal 31 Oktober, hal 309
Alkitab menyediakan banyak bukti bahwa adalah lebih aman menggabungkan diri dengan Allah dan kehilangan kesukaan dan persahabatan dunia, daripada memandang kepada dunia ini untuk memperoleh kesukaan dan dukungan dan melupakan ketergantungan kita kepada Allah…
Tuhan sendiri telah membuat dinding pemisah antara perkara-perkara duniawi dan perkara-perkara yang telah dipilihNya dari dunia dan disucikan bagiNya. Dunia tidak akan mengakui hal ini….Tetapi Allah telah membuat pemisahan , dan Dia mau hal itu terjadi. Dalam buku Perjanjian lama dan Perjanjian Baru, Tuhan telah dengan pasti memerintahkan umatNya untuk berbeda dari dunia ini, dalam roh, dalam cita-cita, dalam perbuatan, menjadi bangsa yang kudus , umat yang diasingkan agar mereka bisa menunjukkan puji-pujian kepada Dia yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan masuk ke dalam terangNya yang ajaib. Timur tidak lebih jauh dari barat ketimbang anak-anak terang, dalam adat kebiasaan, perbuatan dan roh dari anak-anak kegelapan. Perbedaan akan semakin jelas, lebih pasti sementara kita mendekati akhir zaman… —– Inilah Hidup yang Kekal 29 Oktober, hal 307
Pengikut Kristus harus berusaha untuk meningkatkan moral dunia ini, dibawah pengaruh pemberian Roh Allah. Mereka tidak bolah menjadi setara dengan dunia ini, dan berpikir dengan berbuat demikian mereka boleh mengangkat dunia moral ini. Dalam perkataan, dalam pakaian, dalam segala hal, harus ada tanda yang jelas antara orang Kristen dan orang duniawi. Tanda yang jelas ini mempunyai pengaruh yang meyakinkan kepada orang-orang duniawi. Mereka melihat bahwa anak laki-laki dan anak perempuan Tuhan terpisah dari dunia ini, dan bahwa Tuhan mengikat mereka kepada diriNya….”Allah, yang membangkitkan Tuhan , akan membangkitkan kita juga oleh kuasaNya” (1 Kor. 6:14). Siapakah yang mau dibangkitkan ke tingkat yang lebih tinggi. —– Inilah Hidup yang Kekal 26 Oktober, hal 304.
b. Harus berbeda dengan orang dunia
Kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa, dan betapa kita merindukan kehadiran penunjukkan Ilahi untuk menuntun kita dalam jalan kebenaran dan keadilan. Allah telah berbicara kepada manusia dalam berbagai waktu dan tempat yang berbeda dan dengan berbagai cara, namun sikap masa bodoh dunia semakin bertambah. Kita harus berbicara dengan lebih nyaring mengenai kebenaran, agar manusia boleh mengenal Allah. Perbedaan antara orang Kristen dan orang duniawi harus lebih jelas. Alkitab harus menjadi buku yang lebih menonjol bagi kita, dan harus menyelidiki harta yang tersembunyi di dalamnya dengan penyelidikan yang lebih menaruh perhatian dan lebih rajin. ….. Sekarang bukanlah waktunya menjadi lemah dan sakit-sakitan dalam iman. Bukan waktunya membiarkan dunia ini mengubah gereja Allah. Biarlah mereka yang memiliki terang bangkit sekarang dan menjadi terang…
Mereka yang sedang menunggu kedatangan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus, tidak boleh bercampur dengan mereka yang mencintai kepelesiran lebih daripada mencintai Allah, yang mencari hiburan dalam permainan-permainan dan pesta-pesta keplesiran. Sebagai penjaga yang setia, mereka harus mengumumkan amaran, “Pagi akan datang, tetapi malam juga” (Yes. 21:12).—— Inilah Hidup yang Kekal 3 Desember hal 342.
Kristus bukan hanya mati sebagai korban untuk kita, tetapi Ia hidup sebagai teladan kita. Dalam sifat alamiah manusia Ia berdiri, sempurna tanpa noda. Menjadi seorang Kristen adalah menjadi seperti Kristus. Seluruh kemanusiaan kita – jiwa, tubuh dan roh – harus dimurnikan, dimuliakan, dikuduskan, sampai kita memantulkan gambarNya dan meniru teladanNya…. Kita tidak perlu takut untuk melibatkan diri dalam segala usaha atau kesenangan yang akan membantu kita dalam usaha ini. Tetapi adalah kewajiban kita untuk menjauhkan diri dari segala sesuatu yang akan mengalihkan perhatian kita atau mengurangi semangat kita. —— Inilah Hidup yang Kekal 1 November hal 310.
c. Harus sepenuhnya percaya/tidak ada keraguan
Yesus membaca tabiat murid-murid-Nya. Ia tahu betapa hebatnya iman mereka diuji. Di dalam peristiwa di atas danau ini Ia ingin menunjukkan kepada Petrus kelemahannya, untuk menunjukkan bahwa keselamatannya terletak dalam ketergantungannya yang terus menerus pada kuasa Ilahi. Di tengah-tengah amukan topan pencobaan ia dapat berjalan dengan selamat hanyalah jikalau ia tidak bersandar pada dirinya sendiri, melainkan harus bergantung pada Juruselamat. Di saat ia merasa dirinya kuat di saat itulah Petrus lemah; dan sampai ia melihat kelemahannya barulah ia dapat menyadari perlunya ia bergantung pada Kristus. Jikalau ia telah mempelajari pelajaran yang telah ditunjukkan untuk mengajar dia di dalam pengalaman di atas danau itu, ia tidak akan gagal bila pencobaan yang besar datang kepadanya. — KSZ1 410.4-411.3
Mereka yang gagal menyadari perlunya ketergantungan mereka yang tetap kepada Allah akan dikalahkan oleh pencobaan. Sekarang kita dapat menduga bahwa kaki kita berdiri teguh, dan bahwa kita tidak akan pernah bergerak dari sana. Kita dapat berkata dengan penuh keyakinan: Aku tahu kepada siapa aku percaya; tiada sesuatu yang dapat menggoncangkan imanku kepada Allah dan firman-Nya. Tetapi Setan bermaksud untuk mengambil keuntungan dari tabiat warisan dan sifat-sifat yang dipupuk, serta membutakan mata kita akan keperluan dan kekurangan kita. Hanyalah dengan menyadari akan kelemahan kita sendiri dan dengan teguh memandang pada Yesus, kita dapat berjalan dengan selamat. — KSZ1 412.1
Pintu yang sesak artinya pintu yang sukar untuk dimasuki. Dengan ilustrasi ini Yesus menunjukkan betapa sukarnya bagi laki-laki dan perempuan untuk meninggalkan dunia ini beserta segala penarikannya, dan dengan sepenuh hati dan dengan kasih menuruti perintah-perintah Allah. Pintu yang lebar mudah dimasuki. Memasuki pintu yang lebar itu tidak ada pembatasan-pembatasan yang menyakitkan hati manusia. Penyangkalan diri dan pengorbanan diri tidak diperlukan pada jalan yang lebar. Disana nafsu yang merusak moral dan kecenderungan-kecenderungan alami mendapat tempat yang lapang. Disana terlihat pemanjaan diri, kesombongan, iri hati, praduga jahat, cinta akan uang dan meninggikan diri sendiri. Kristus berkata “Berjuanglah” – menderita – “untuk masuk….” kita harus merasakan ketergantungan kita yang terus menerus kepada Allah dan sangat lemahnya hikmat, pertimbangan dan kekuatan kita sendiri, lalu kita bergantung sepenuhnya kepada Dia yang sudah mengalahkan musuh itu demi kita, oleh karena Ia kasihan melihat kelemahan kita dan mengetahui bahwa kita akan kalah dan binasa kalau Ia tidak datang untuk menolong kita…. Janganlah berpikir bahwa usaha yang mudah dan biasa saja bisa memenangkan upaya kekal…. —— Inilah Hidup yang Kekal 25 Oktober hal 303.
…. kita tidak perlu waspada jikalau jalan kemerdekaan itu tidak penuh dengan pertentangan dan penderitaan. Kemerdekaan yang akan kita nikmati akan lebih berharga karena untuk memperolehnya kita mengadakan pengorbanan, kedamaian yang melampaui pengetahuan akan menyebabkan kita berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan, berjuang keras melawan sifat mementingkan diri sendiri dan dosa-dosa dalam diri kita….
….oh mengapa kita begitu meremehkan dosa? Mengapa begitu sedikit penyesalan? Sebabnya ialah karena kita tidak datang lebih dekat kepada salib Kristus. Hati nurani menjadi dikeraskan oleh karena penipuan dosa, karena kita tinggal jauh dari Kristus. —— Inilah Hidup yang Kekal 8 Oktober hal 286.
- Tugas menjadi manusia baru.
Siapa yang diampuni Kristus, Dialah yang pertama membuat menyesal, dan tugas Roh Kuduslah menyadarkan orang terhadap dosa. Mereka yang hatinya telah digerakkan oleh Roh Allah yang memberikan keyakinan melihat bahwa tidak ada kebaikan dalam diri mereka. Mereka lihat bahwa semua yang pernah mereka lakukan adalah bercampur dengan diri dan dosa. Seperti pemungut cukai yang malang itu, mereka berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah ke langit, dan berseru, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (Lukas 18:13). Dan mereka diberkati. Ada pengampunan bagi orang yang menyesal; karena Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Janji Allah adalah: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” “Akan Kuberikan hati yang baru kepadamu— Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu” (Yesaya 1:18; Yehezkiel 36:26, 27).—- KAB 17.1.
Semua yang merasakan dalamnya kemiskinan jiwa mereka, yang merasa bahwa tidak ada kebaikan dalam diri mereka, boleh mendapat kebenaran dan kekuatan dengan melihat kepada Yesus. Dia mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat” (Matius 11:28). Dia tawarkan kepadamu supaya menukarkan kemiskinanmu dengan kekayaan kasih karunia-Nya. Kita tidak layak untuk kasih Allah, tetapi Kristus, jaminan kita adalah layak, dan mampu menyelamatkan semua orang yang akan datang kepada-Nya. Bagaimanapun pengalamanmu masa lalu, betapa mengecewakan pun keadaanmu sekarang ini, jika engkau mau datang kepada Yesus sebagaimana keadaanmu lemah, tak berdaya, dan putus asa, Juruselamat kita yang penuh kasih akan menemuimu dan akan merangkulkan tangan-Nya dan jubah kebenaran-Nya kepadamu. Kepada Bapa, Dia menghadapkan kita dengan memakaikan jubah putih, yaitu tabiat-Nya. Untuk kepentingan kita Dia memohon ke hadapan Allah: Aku telah mengambil alih tempat orang berdosa. Janganlah hendaknya anak yang tidak patuh ini Engkau pandang, tapi biarlah Aku. Tatkala Setan dengan teriakan keras menuntut jiwa kita, mempersalahkan kita karena dosa, dan mengklaim kita sebagai mangsanya, darah Kristus membela kita dengan kuasa yang lebih besar.–—– KAB 18.1.
……..Semua pengikut Kristus akan mendapat pengalaman ini. Apabila mereka menerima kasih-Nya mereka masuk ke dalam penderitaan-Nya untuk menyelamatkan orang-orang yang sesat. Mereka mengalami penderitaan-penderitaan Kristus, dan mereka juga akan memperoleh kemuliaan yang akan dinyatakan itu. Oleh menyatu dengan Dia dalam pekerjaan-Nya, minum cawan penderitaan-Nya, mereka juga akan ikut menikmati sukacita-Nya.—— KAB 22.2
Pertentangan akhir akan singkat namun menakutkan. Kita sedang berdiri diambang peristiwa yang besar dan pasti. Nubuatan akan digenapi. Pertentangan akhir akan singkat namun menakutkan. Perseteruan lama akan dibangkitkan kembali. Pertentangan baru akan muncul. Kita harus berusaha keras. Pekerjaan penginjilan tidak boleh dihentikan. Peringatan terakhir harus diberikan kepada dunia. Ada kekuatan khusus dalam pengenalan akan kebenaran di masa ini. Berapa lama akan berakhir? Hanya sebentar……
Pertanyaan setiap orang haruslah, “Milik siapakah aku ini? Kepada siapa aku harus setia? Apakah hatiku diperbarui? Apakah jiwaku diubahkan? Apakah dosaku diampuni? Apakah dosa-dosa itu dihapuskan bila saatnya tiba?….. — 3SM 418, 419
Penggoda itu tidak akan pernah dapat memaksa kita untuk melakukan kejahatan. Ia tidak dapat mengendalikan pikiran kecuali pikiran itu diserahkan ke bawah kekuasaannya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya dari Kristus, barulah Setan dapat menggunakan kuasanya atas kita. Tetapi setiap keinginan jahat yang kita sayangi memberikan kepadanya tempat bertumpu. Setiap perkara yang dalamnya kita gagal untuk mencapai standar Ilahi, merupakan sebuah pintu terbuka yang melaluinya ia dapat masuk untuk menggoda serta membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan di pihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mempersalahkan Kristus. ———– KSZ1 121.2
Acapkali apabila Setan telah gagal untuk menimbulkan perasaan kurang percaya, ia berhasil dalam menuntun kita ke arah sifat takabur. Jika ia dapat menyebabkan kita menempatkan diri kita sendiri tidak seperlunya pada jalan pencobaan, maka tahulah ia bahwa kemenangan sudah ada padanya. Allah akan memelihara semua orang yang berjalan pada jalan penurutan; akan tetapi menyimpang dari jalan itu berarti berani memasuki daerah Setan. Di sana kita pasti akan jatuh. Juruselamat telah menyuruh kita, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” Markus 14:38. Renungan dan doa akan mencegah kita dari lari dengan tak diminta ke jalan bahaya, dan dengan demikian kita diselamatkan dari banyak kekalahan. ———– KSZ1 122.2
Alat yang dipakai oleh penggoda itu tidak boleh dijadikan sebagai satu maaf terhadap satu perbuatan yang salah. Setan merasa gembira sekali apabila ia mendengar orang-orang yang mengaku diri pengikut-pengikut Kristus mengadakan maaf terhadap cacat, dalam tabiatnya. Hal itu merupakan maaf-maaf yang membawa kepada dosa. Tidak ada maaf untuk berbuat dosa. Salah satu perangai yang suci, satu hidup yang seperti Kristus, adalah mungkin didapat oleh tiap-tiap anak Allah yang bertobat dan percaya. ——- Desire of Ages, hal 311
Tidak perlu seorang pun gagal untuk mencapai kesempurnaan tabiat Kristen. Oleh pengorbanan Kristus, persediaan diadakan untuk orang percaya menerima segala perkara mengenai kehidupan dan kesalehan. Allah memanggil kita untuk mencapai kesempurnaan dan menempatkan teladan tabiat Kristus. Dalam kemanusiaan-Nya, disempurnakan oleh kehidupan yang melawan kejahatan, Juruselamat menunjukkan bahwa oleh bekerja sama dengan Tuhan, umat manusia dalam kehidupan ini dapat mencapai kesempurnaan tabiat. Inilah jaminan Allah bagi kita bahwa kita juga dapat mencapai kemenangan yang sempurna.
Di hadapan orang percaya diberikan tanggung jawab yang luar biasa untuk menjadi seperti Kristus, taat kepada segala prinsip hukum. Tetapi dengan dirinya sendiri manusia sama sekali tidak sanggup mencapai keadaan ini. Kesucian yang dinyatakan oleh perkataan Allah, ia harus miliki sebelum ia dapat diselamatkan adalah akibat pekerjaan rahmat Ilahi sementara ia tunduk dalam penyerahan kepada disiplin dan pengaruh yang mengendalikan dari Roh Kebenaran. Penurutan manusia dapat dijadikan sempurna hanya melalui dupa kebenaran Kristus, yang memenuhi tiap-tiap perbuatan kebenaran dengan bau harum Ilahi. Bagian orang Kristen ialah untuk tekun dalam mengalahkan tiap-tiap kesalahan. Dengan tetap ia harus berdoa kepada Juruselamat untuk menyembuhkan jiwanya yang sakit karena dosa. Ia tidak mempunyai akal budi atau kekuatan untuk menang; ini adalah milik Tuhan, dan Ia menganugerahkannya kepada mereka yang dalam kerendahan dan pertobatan mencari Dia untuk mendapat pertolongan. —– KR 449.2
Kesimpulan :
1. Manusia baru dibentuk dari usaha akhir dari serangkaian pelaksanaan usaha yang terus menerus setiap hari mematikan diri sendiri, bersatu bekerja sama dengan Roh Allah menjadi manusia yang baru,
2. Manusia baru tidak dihasilkan dari orang-orang yang tidak mau berusaha, tidak ada mujizat yang disediakan untuk perubahan tabiat, hanya kesungguhan yang dilakukan dengan tidak terbagi.
3. Kerendahan hati, kesederhanaan, kerelaan berkorban hingga kehilangan segala-galanya harta, saudara….. dan menjadikan Tuhan satu-satunya sandaran adalah kunci ketercapaian 40 hari kita.
JADI SANGATLAH JELAS BAHWA TIDAK ADA ALASAN UNTUK MENUNGGU-NUNGGU ATAU MENUNDA-NUNDA UNTUK MEMULAI PENDIDIKAN 40 HARI KITA, USAHA MERUBAH DARI TUNTUTAN-TUNTUTAN TUHAN DARI BEBAN MENJADI KESENANGAN, DARI KEWAJIBAN MENJADI KEBIASAAN/TABIAT KITA….. DARI SEORANG BUDAK MENJADI ANAK-ANAKNYA….. MEMBUTUHKAN WAKTU YANG CUKUP DAN PERJUANGAN KERAS.
Kita sebenarnya tak mempunyai musuh di luar diri kita yang patut kita takuti. Pergumulan kita yang terbesar adalah dengan diri kita yang tak berserah. Apabila kita mengalahkan diri kita, kita lebih besar daripada hulu balang perang melalui Dia yang telah mengasihi kita. . . . R&H, 15 Maret 1908









