<< Go Back

Sabat 12 September 2026

RENUNGAN PENDAHULUAN

 

Penunggu Pagi Tgl 15 Juli, diambil dari Buku Ellen G. White : “PULANG KERUMAH “

 

PELAJARAN DARI KEBANGKITAN DAN KEJATUHAN BANGSA-BANGSA

 

“DIA lah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, DIA tau apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-NYA “– ( Daniel 2 : 22 )

 

Nabi-nabi kepada siapa pemandangan-pemandangan besar ini dinyatakan, rindu untuk mengerti akan maknanya. Mereka ” meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh ROH KRISTUS, yang ada di dalam mereka… Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitahukan sekarang kepada kamu.. yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat”– ( 1 Petrus 1 : 11, 12 ).

 

Kepada kita yang sedang berdiri diambang pintu kegenapannya alangkah hebatnya saat itu, alangkah menarik keterangan mengenai masa depan itu — peristiwa-peristiwa yang olehnya, sejak nenek moyang kita yang pertama melangkah keluar dari Eden, telah ditunggu dan dinantikan, dirindukan dan didoakan oleh anak-anak ALLAH !…

 

Dari kebangkitan dan kejatuhan bangsa-bangsa sebagaimana yang dijelaskan pada halaman-halaman Kitab Suci, mereka perlu belajar, betapa sia-sia kemuliaan lahir dan kemuliaan dunia, Babel, dengan segala kuasa dan kemegahannya , yakni keadaan yang belum pernah dunia kita saksikan — kuasa dan kemegahannya yang bagi orang-orang zaman itu tampak kukuh dan tahan lama — betapa lengkap itu telah musnah sama sekali ! Sebagaimana ” bunga dipadang”! itu telah binasa. Demikianlah segala sesuatu yang tidak beralas pada ALLAH akan musnah. Hanya apa yang menyangkut maksud-NYA dan yang mengungkapkan tabiat-NYA yang bisa bertahan. Prinsip-prinsip-NYA adalah satu-satunya perkara yang berdiri teguh yang dunia kita ketahui.

 

Kebenaran-kebenaran yang mulia inilah yang perlu dipelajari oleh orang tua dan muda. Kita perlu mempelajari hasil pekerjaan rentetan maksud ALLAH dalam sejarah tentang bangsa-bangsa, dan dalam pernyataan tentang perkara-perkara yang akan datang, supaya kita dapat menafsir nilai sesungguhnya dari perkara-perkara yang tampak dan perkara-perkara yang tidak tampak; Supaya kita dapat mempelajari tujuan hidup yang sesungguhnya ; sehingga dengan melihat peristiwa zaman dalam terang kekekalan, kita dapat meletakkannya pada penggunaan yang tepat dan mulia. Jadi, dengan mempelajari prinsip-prinsip kerajaan-NYA dan menjadi rakyat dan warganya, kita dapat bersedia untuk kedatangan-NYA, supaya masuk dengan DIA untuk memilikinya.

 

Hari itu sudah dekat. Itulah sebabnya pelajaran-pelajaran harus dipelajari, pekerjaan harus dilakukan, perubahan tabiat harus dilaksanakan, sedangkan waktu yang sisa tinggal sedikit sekali. — Seri Membina Keluarga, Jld.3, hlm.168, 169

——————————

 

Misteri salib menjelaskan semua misteri lain. Dalam terang yang memancar dari Golgota, sifat-sifat Allah yang telah memenuhi kita dengan ketakutan dan kedahsyatan tampak indah dan menarik. Belas kasihan, kelemah lembutan dan kasih orangtua tampaknya dipadukan dengan kesucian, keadilan dan kuasa. Sementara kita memandang keagungan takhta-Nya yang mulia dan ditinggikan, kita melihat tabiat-Nya dalam manifestasi yang berkemurahan, dan mengerti, seperti belum pernah sebelumnya, makna dari panggilan, “Bapa kami.” —–KA 687.2

 

RESUME PELAJARAN ZOOM TANGGAL 29 AGUSTUS 2026

 

  1. Renungan Pendahuluan

 

Testimonies for the Church jld 1, hlm 510, 511:

  • Kata-kata “Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan” yang dicantumkan Ellen G. White dalam bacaan ini adalah kata-kata dari 2 Korintus 6:17, berarti ayat ini benar-benar berlaku bagi kita,
  • Lanjutan kata-kata berikutnya…..”dan Aku akan menjadi Bapamu dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Tuhan” menunjukkan bahwa bagi kita yang hidup didalam periode nasihat Ellen G. White ini persyaratan apabila kita ingin menjadi anak-anak laki-laki dan perempuan Allah kita harus terlebih dahulu melakukan amaran 2 Korintus 6:17 tersebut dan oleh karena periode nasihat Ellen G. White ini di dalam periode sidang Laodekia, maka tentunya ini adalah persyaratan bagi mereka 144000,
  • Tulisan Ellen G. White ini sudah dituliskan kepada kita lebih dari 100 tahun, dan tentunya sudah dibaca oleh para pendeta-pendeta, namun alangkah sayangnya kita domba-domba tidak pernah diberikan suatu nasihat untuk menindak lanjuti tulisan ini, demikian pula kita setelah menjadi Davidianpun karena selama ini berfokus kepada nubuatan-nubuatan, bacaan inipun terlewat dari kita, padahal ini persyaratan yang Tuhan tuntut dari calon-calon 144000. Pentingnya amaran ini untuk dilaksanakan terlihat dari kata-kata “Jika kasih, janji-janji agung seperti itu tidak dihargai, dapatkah Dia merancang sesuatu yang lebih tinggi, sesuatu yang lebih kaya dan lebih agung?” …..menunjukkan tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain dari harus MENGHARGAI amaran ini, jangan berharap Tuhan akan melakukan sesuatu seperti membela/menolong/menebus dosa kita bila diabaikannya tuntutanNya, dalam bacaan ini sementara kita mengabaikan tuntutanNya dikatakan nyatanya banyak dari kita meminta untuk dapat lebih mulia daripada pengakuan sebagai anakNya,
  • Pada kata-kata penutup tulisan tersebut dikatakan “Semua yang dapat Tuhan lakukan, dilakukan untuk keselamatan manusia” berarti melaksanakan amaran 2 Korintus 6:17 adalah bagian dari usaha Tuhan memberi jalan kita dapat memperoleh KESELAMATAN, dengan demikian dengan mengabaikannya berarti kita sedang mengulangi cara-cara Kain dahulu dalam menyediakan persembahan yang tidak diterima Tuhan.

 

Seri Membina jld 5 hlm. 227, 228:

  • Dalam kata-kata bacaan ini kita dapatkan “Tuhan mau agar kita menghargai rencana penebusan yang mulia untuk menginsafi kesempatan kita yang istimewa….” Sama dengan tulisan Ellen G. White di atas dinilai oleh sorga kita TIDAK MENGHARGAI RENCANA PENEBUSAN,
  • Kemudian dilanjutkan dengan kata-kata “Ia ingin agar kita menyembah Dia dalam kebaruan hidup, dengan kegembiraan setiap hari” menunjukkan Tuhan menginginkan kita berubah dari praktek-praktek beragama kita sekarang ini yang tidak menghargaiNya, dan perubahan yang dimintanya dalam bentuk KEBARUAN HIDUP, artinya kita diminta untuk tidak datang menyembahNya di dalam diri manusia lama kita. Hal ini sama dengan ucapan Ellen G. White di dalam tulisan-tulisannya yang lain yang kita telah sering dapatkan dalam buku-bukunya.

 

  1. Amaran Sekarang jilid 1 no. 46Hamba-Hamba Allah dalam Masa Pengumpulan”

 

Renungan doa ”DIDIRIKAN DI ATAS BATU KARANG”:

  • Dibuka dengan pernyataan bahwa ajaran Kristus dahulu menuntut perubahan dalam PIKIRAN dan TINDAKAN, maka demikian pula “pekabaran-Nya pada masa ini memerlukan suatu perubahan dari pada kita” dan perubahan dalam PIKIRAN dan TINDAKAN ini tentunya berkaitan dengan prilaku, jadi jelas berkaitan dengan HUKUM MORAL bukan HUKUM UPACARA,
  • Dalam masa pengumpulan akan terdapat pula orang-orang yang sama dengan orang Yahudi yang lalu, yaitu membangun kerohaniannya di atas “PONDASI PIKIRAN DAN PENDAPAT-PENDAPAT MANUSIA” sementara orang-orang benar membangun kerohaniannya di atas “PONDASI FIRMAN ALLAH, yaitu Batu Karang yang teguh itu”,
  • Sekarang ini mereka yang calon 144000 masih tersembunyi, yang menarik dalam bacaan ini dikatakan “kemunculan mereka itu di bawah sorotan lampu akan sepenuhnya merupakan kejutan bagi semua orang”, dikuatkan lagi oleh Ellen G. White di dalam Testimonies vol. 5. pp. 80,81 “mungkin sekali dari keadaan lahiriah yang kasar dan tidak menarik” artinya mereka ini akan sama seperti Yesus contohnya dahulu hadir diantara orang Yahudi yang diramalkan dalam Yesaya 53, yaitu tidak tampan (buruk), semarakpun tidak, dihina dan dihindari orang, jadi bukanlah orang-orang yang sekarang dikenal, terhormat, dikagumi, disanjung-sanjung,
  • Karena masih tersembunyi hingga kemunculannya, maka tentunya pembelajarannyapun haruslah tidak diketahui orang banyak, berarti dapat kita simpulkan sarana internetlah bahan-bahan belajarnya didapatkan,
  • Dalam hotbah ini Victor T. Houteff menjelaskan keberadaan 144000 melalui nubuatan Yesaya 49, dan dalam nubuatan ini kehadiran mereka terbagi dalam dua bagian, yaitu sebelum mereka dimuliakan, yaitu dalam proses menjadi 144000 dan setelah mereka dimuliakan, yaitu menjadi 144000,
  • Pada saat setelah sepeninggalan Victor T. Houteff dapatlah kita ketahui terdapat beberapa kelompok-kelompok Davidian di dunia, semua mengaku sebagai pemegang kebenaran reformasi yang murni, namun di dalam perjalanan proses menjadi 144000 dalam bacaan ini ditunjukkan bahwa, dimana mereka yang milik Allah akan DIHINA, DIJIJIKKAN oleh bangsa itu, siapakah mereka yang berbuat demikian?…….jelas musuh-musuhnya di dalam sidang, dan karena ada beberapa kelompok-kelompok Davidian, maka kesemuanya dipandang HINA dan JIJIK oleh bangsa itu atau pemimpin dan anggota gereja Advent, namun kelompok Davidian yang manakah yang menggenapi ayat tersebut?, didalam penjelasan nubuatan tersebut keberadaan mereka calon 144000 secara jelas ditunjukkan kepada lambang BIJI SESAWI, yaitu suatu bijian yang “TER”-KECIL …..disinilah terlihat kelompok Davidian mana yang dimaksud, dengan lambang BIJI SESAWI, yaitu suatu jenis biji tanaman yang TER-KECIL menjadi jelas hal yang merupakan pembeda dengan kelompok-kelompok yang mengaku-ngaku pemegang kebenaran sekarang lainnya, dan kondisi DIHINA dan DIJIJIKKANnya sama dengan yang dialami Yesus, berarti kelompok ini haruslah TERHINA dan TERJIJIK dari yang lainnya. Dan karena merupakan contoh saingan dari Yesus, maka harus juga ada dari antara contoh saingan muridNya yang nantinya tidak lagi DIHINA dan DIJIJIKAN atau BERKHIANAT seperti Yudas, dengan demikian kepatuhan mereka karena berpondasikan FIRMAN ALLAH jelas juga sama dengan Yesus yang tidak dapat digoyah, yaitu akan sama seperti Musa, Ayub, Daniel, Yusuf dan murid-muridNya setelah pendidikan 40 hari, sehingga ancaman-ancaman aniaya tidak dapat menggoyahkan kepercayaanNya,
  • Oleh karena sekarang ini dari bacaan-bacaan Roh Nubuatan lainnya kita ketahui bahwa setan sedang gencarnya melalui semburan air naganya, mendorong orang untuk bergantung kepada manusia lainnya, maka sesuai renungan doa bacaan ini bahkan mereka yang mengaku pemegang kebenaran sekarangpun banyak yang pada dasarnya kerohaniannya berpondasikan PIKIRAN dan PENDAPAT MANUSIA, sehingga mereka yang kerohaniannya berpondasikan FIRMAN ALLAH selain sebagian besar masih tersembunyi, karena keberadaan mereka seperti dijelaskan “mengecewakan”, yaitu seperti biji sesawi – “TER” KECIL, mereka inipun juga akan TERHINA dan DIJIJIKAN oleh sesama kelompok-kelompok Davidian lainnya,
  • Barulah setelah mereka menjadi 144000 KEHINAAN dan KEJIJIKAN yang mereka alami digantikan dengan PENGHORMATAN DARI RAJA-RAJA:“Orang-orang besar bumi ini pada waktunya kelak, katakanlah seolah-olah, akan “menjilat debu” dari kaki kita.

 

  1. Pembenahan mendasar karakter/tabiat dari guru teladan terhadap mereka contoh-contoh 144.000.

 

Pembahasan dalam bagian ini kita memulainya dari jalan masuknya setan mendapatkan simpati, yaitu melalui PIKIRAN…..melalui membaca, melihat atau mendengar, melalui sarana-saran itulah pengaruh KARAKTER/TABIAT kita terbentuk, itulah sebabnya dinasihatkan salah satunya di dalam tulisan Ellen G. White PB2 53.3 :“Peliharakanlah hatimu terlebih daripada segala yang patut dipeliharakan”

  • Terdapat pertanyaan besar yang hendak kita cari jawabannya, yaitu:

“Mengapa diri kita yang sudah lama belajar bahkan ada dari antara kita sudah puluhan tahun, namun bila direnungkan dan diamati cenderung karakter/tabiat kita tidak berubah, kita masih saja sama dengan kita dahulu, masih saja menyukai hal-hal apa yang orang-orang yang tidak mengenal kebenaran sukai, melihat, mendengar, datangi (terkait dengan tempat), membicarakan, dan bahkan hal-hal yang ditakuti atau dikawatirkan, serta juga terhadap hal-hal yang diimpi-impikan, sedangkan hal yang berbeda dari kita dengan orang-orang  pada umumnya hanyalah mengenai keyakinan kita saja, itupun bila ada yang mempertanyakan?”.

  • Untuk mendapat jawaban yang efektif atas pertanyaan tersebut, kita memperoleh petunjuk bagaimana masuknya pengaruh ke dalam jiwa umatNya, yaitu bangsa Israel dahulu —-MELALUI PERGAULAN, terdapat amaran yang tegas diberikan berkaitan dengan nasib kita diakhir zaman:

Amaran-amaran yang telah diberikan kepada bangsa Ibrani terhadap pergaulan dengan orang kapir tidaklah lebih ketat dan lebih tegas daripada amaran-amaran yang melarang orang-orang Kristen untuk meniru-niru roh dan adat kebiasaan orang-orang yang tidak bertuhan.

 

Tuhan menuntut umatNya sekarang ini untuk berbeda dari dunia dalam kebiasaan, dalam adat dan prinsip”

 

Berarti amaran dan larangan untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang tidak kenal kebenaran kepada kita diakhir zaman ini yang dikatakan sebagai “orang-orang Kristen” Tuhan tuntut lebih TEGAS dan SANGAT SERIUS daripada bangsa Ibrani dahulu,

 

  • Satu contoh pengalaman usaha pembenahan karakter/tabiat manusia berdosa yang terbukti efektif menghasilkan orang-orang benar, yaitu pembenahan yang dilakukan oleh Yesus sendiri terhadap karakter/tabiat murid-muridNya untuk siap membawakan Roh Suci Hujan Awal:

 

Cara Yesus membenahi karakter/tabiat murid-murid terbagi dalam dua cara, yaitu yang pertama adalah saat ia memanggil murid-muridNya dengan kata-kata “Ikutlah Aku.”

Demikianlah kata-kata “Ikutlah Aku” lalu mereka murid-murid meninggalkan semuanya adalah contoh dari bagaimana Yesus memulaikan atau usaha KE 1 murid-muridNya untuk masuk ke dalam pekerjaanNya, yang bila diterjemahkan kepada kita sekarang adalah sama dengan  amaran KELUARLAH, BERPISAH dan JANGAN MENYENTUH/MENJAMAH BARANG YANG KEJI yang tertulis dalam 2 Korintus 6:17.

 

Dari pengalaman bagaimana Yesus dahulu membenahi karakter/tabiat murid-muridNya memulaikan dari pemisahan mereka dari lingkungan kehidupannya dahulu, hal ini dapat kita simpulkan sebagai usaha Yesus membenahi muridNya dari pengaruh LUAR DIRI MURID-MURID.  Usaha tersebut kita saksikan dalam perjalanannya hingga di akhir 3 ½ tahun, ternyata murid-muridNya masih memperebutkan kedudukan siapa yang terbesar dari antara mereka, menunjukkan usaha Yesus memisahkan mereka dari pengaruh LUAR DIRI murid-murid belum sepenuhnya berhasil, sama seperti terhadap bangsa Israel dahulu, Tuhan baru berhasil mengeluarkan mereka dari Mesir, namun belum berhasil mengeluarkan Mesir dari pikiran mereka.

Selanjutnya cara berikutnya yang Yesus lakukan:

Terdapat satu peristiwa di Kaisarea Filipi saat Yesus menceritakan apa yang akan dialamiNya di akhir penugasan penebusan dosa manusia (Matius 16:21-24), kemudian atas reaksi Petrus yang tampak masih mementingkan diri sendiri, Yesus menyampaikan kata-kata berikut:

Matius 16:24:

Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.

“MENYANGKAL DIRI, MEMIKUL SALIBNYA dan MENGIKUT AKU” (Matius 16:24) adalah usaha lanjutan atau KE 2 Yesus membenahi muridNya dari pengaruh DARI DALAM DIRI MURID-MURID dan adanya pengulangan kata-kata di akhir ayat Matius ini, yaitu “mengikut aku” menunjukkan usaha akhir Yesus dalam pengalaman pembenahan murid-muridNya tetap tidak menghilangkan atau menggantikan usaha awal pada pemanggilan “ikutlah Aku”.

 

  • Metode pembenahan diri yang diterapkan Yesus kepada murid-muridNya inipun ternyata kita dapat jumpai didalam pengalaman Yohanes Pembabtis, yaitu pertama untuk membangun KARAKTER/TABIAT Yohanes Pembabtis kedua orang tuanya berpindah ke desa, ini sebagai cara yang sama dengan 2 Korintus 6 :17 dan kemudian setelah ia dewasa, ia telah mampu membangun pondasi kerohaniannya diatas FIRMAN ALLAH, ia memandang untuk membangun kesempurnaan KARAKTER/TABIATnya ia memutuskan sendiri pindah ke padang gurun agar ia dapat lebih mudah menyangkal dirinya dan mengendalikan nafsu makannya, serta perpakaian sesuai kesederhanaan alami. Dan tidak ada apapun di padang gurun yang akan mengalihkan pikirannya dari meditasi dan doa, usaha ini sama dengan penerapan Matius 16:24.

 

Dapat disimpulkan bahwa usaha pembenahan yang pertama Yesus terhadap murid-muridNya dan pendidikan dari lahirnya Yohanes Pembabtis di desa oleh kedua orang tuanya adalah usaha membawa keluar murid-muridNya dan Yohanes Pembabtis dari dunia untuk menjadi BERBEDA DENGAN DUNIA, sebagaimana kutipan berikut yang Ia berlakukan bagi semua generasi:

Keadaan yang penuh kejahatan dan kemurtadan pada zaman akhir yang akan timbul di dalam dunia keagamaan, telah dinyatakan kepada rasul Yohanes dalam khayal tentang Babilon, “negeri yang besar, yang memerintah segala raja-raja di bumi!” Wahyu 17:18. Sebelum kehancurannya satu panggilan diberikan dari sorga, “Keluarlah daripadanya hai kaumKu, supaya jangan kamu terbabit di dalam segala dosanya, dan jangan kamu sama kena balanya.” Wahyu 18:4. Sebagaimana pada zaman Nuh dan Lot, harus ada satu perpisahan yang nyata dari dosa dan orang-orang yang berdosa. Tidak akan ada kompromi antara dunia ini dengan Allah, tidak akan ada penyimpangan untuk memperoleh harta duniawi. “Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon.” Matius 6:24. —–PB1 166.1

 

Kemudian usaha pembenahan Yesus yang kedua yaitu Matius 16:24 dan juga pindahnya ke padang gurun Yohanes Pembabtis dapat kita kita simpulkan sebagai usaha PENYEMPURNAAN/KESUCIAN MEMBENTUK MANUSIA BARU.

 

Kita perhatikan dalam tulisan Ellen G. White PB1 166.1 diatas jelas sejak awal manusia berkembang hingga di penggenapan Wahyu 17:18 yang kita ketahui untuk buah kedua, kepada umatNya tidak pernah Tuhan mengijinkan kita bergaul dengan orang-orang yang tidak kenal kebenaran, dan di tulisan ini lebih ditegaskan lagi kepada kita  “harus ada satu perpisahan yang nyata dari dosa dan orang-orang yang berdosa”, dikatakan juga bahwa yang membuat kita bersatu dengan orang dunia adalah karena kita menduakan Allah dengan Mammon (kepentingan kita sendiri).

 

  • Pengaruh dari LUAR DIRI murid-murid relatif lebih mudah diatasi karena bentuknya terlihat secara fisik. Para murid terbukti berhasil melangkah keluar, meninggalkan segalanya, dan berjalan mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi, namun pengaruh dari DALAM DIRI jauh lebih berat karena musuh utamanya bukan lagi di luar atau dunia, melainkan ego, ambisi, dan kesombongan yang berakar di dalam hati diri mereka sendiri yang berkuasa sepanjang umur mereka yang telah terbentuk hasil warisan turun temurun dari pembukaan diri bangsa Israel dahulu terhadap bangsa kapir di perjalanan keluar dari Mesir. Tampak walaupun pengaruh LUAR DIRI sudah mampu dilepaskan, namun pengaruh di dalam hati sangat kuat telah terbentuk didalam diri murid-muridNya, sehingga selama musuh diri sendirinya belum diusir keluar, usaha pembenahan diri murid-murid terlihat jelas tidaklah berhasil, bukan hanya Yudas yang tidak berhasil dibenahi dengan usaha dari pengaruh LUAR DIRI, ternyata kesemuanyapun tidak layak, maka diperlukan kombinasi kedua pengaruh harus dilakukan sepenuhnya.
  • Oleh karena kehadiran Yesus dahulu adalah membawakan kebenaran KASIH, belum membuka berbagai nubuatan-nubuatan yang tetap tertutup hingga di akhir zaman, maka berarti pada dasarnya murid-murid Yesus telah melaksanakan pembangunan hukum UPACARA yaitu tentang nubuatan Yesus sendiri dan hukum MORAL selama 3 ½ tahun + 40 hari.
  • Kita sebagai contoh saingan dari murid-murid Yesus, oleh karena kita juga harus melaksanakan dua metode pembenahan Yesus tersebut dan nyatanya sampai sekarang ini, yaitu sampai saat selesainya pendidikan 3 ½ tahun kita contoh saingan murid-murid Yesus, mayoritas kita belum melaksanakan KELUAR, BERPISAH dan JANGAN MENYENTUH/MENJAMAH BARANG YANG NAJIS, maka guna mendapatkan hasil yang sama dengan murid-murid Yesus dahulu, kita sekarang ini di dalam masa pendidikan paruh ke dua, yaitu 40 hari contoh saingan, suka tidak suka atau mau tidak mau kita harus menyelesaikan kedua metode pembenahan murid-murid Yesus sekaligus di dalam waktu yang sangat-sangat singkat dan kita harus lakukan sendiri tanpa ada pendamping seperti Yesus ataupun juru kabar yang hidup, jadi kita sendirilah yang harus jadi siswa pelaksananya, gurunya, dan pengawasnya. Bila dahulu Raja Daud ketika menyimpang masih dapat disadarkan atau dikoreksi oleh nabi Nathan dan Abigail untuk kembali ke jalan yang benar sebelum adanya sanksi, sedangkan kita…….haruslah kedewasaan kepekaan kita saja yang mengawasi diri kita sendiri, oleh karena itu MEMBACA, MENGERTI dan PERCAYA atau IMAN kita bersama satu-satunya bantuan yang bisa membantu, yaitu Roh Allah. Kerendahan hati kita yang dibantu Roh Allahlah yang membukakan mata kita ketika kita berjalan salah. Kekurangan peka kita berakibat fatal, karena pada dasarnya tidak ada koreksi hanya ada eksekusi di akhir yaitu YEHEZKIEL 9.
  • Dari segi waktu ,berarti bila murid-murid dahulu 3 ½ tahun + 40 hari dengan 2 materi (karena hukum upacaranya sangat sedikit sekali, bisa kita tidak perhitungkan), ditambah lagi bila dibandingkan dengan pengalaman Yohanes Pembabtis, ia telah menjalankan kedua usaha pembenahan Yesus tersebut sejak lahir dan ditambah 30 tahun di padang gurun sedangkan kita dengan waktu yang tinggal 40 hari contoh saingan, yaitu sedemikian singkat harus menyelesaikan 3 materi sekaligus, yaitu hukum UPACARA dan 2 buah hukum MORAL dari contoh murid Yesus, yaitu KURANG DARI 1,1 tahun dari sekarang (bulan Agustus 2026). Oleh sebab itu tidaklah kita perlu heran, mengapa kita dapatkan beberapa petunjuk Ellen G. White mengingatkan kita, untuk sesegera mungkin dan tidak menunda-nunda dan diingatkan untuk melaksanakannya dengan USAHA YANG KERAS, TEGAS dan RADIKAL, MENYINGKIRKAN SEMUA PENGHALANG, SUATU USAHA YANG BELUM PERNAH KITA LAKUKAN SEBELUM, karena tidak ada waktu untuk jatuh bangun, tidak ada kesempatan untuk bisa mengalami pengalaman Harun yang teledor turut membantu pembangunan patung lembu emas dan Petrus yang menyangkal kemudian boleh bangun kembali menyadari dan bertobat, ……bagi kita calon-calon 144000 yang hidup dijam-jam terakhir SIDANG LAODEKIA, contoh-contoh sudah diberikan dengan sangat jelas dan tegas, sehingga tidak lagi ada kesempatan kelonggaran atau kesempatan kedua.
  • Oleh karena dua contoh diatas sesuai yang dijelaskan Ellen G. White dan Victor T. Houteff adalah merupakan contoh bagi buah pertama orang hidup dan Elia akhir zaman, maka jelas inilah cara yang paling efektif yang Tuhan sudah sediakan bagi kita,
  • Adalah sekarang inilah waktunya untuk mematuhinya daripada menggunakan cara atau metode lainnya, segala amaran perbaikan tingkah laku, kata-kata, sikap, gaya hidup, reformasi pakaian, makanan dan lain-lain yang kita temukan sekian banyaknya dalam buku-buku Roh Nubuatan, khususnya buku Ellen G. White, akan tidaklah efektif bila kita tidak lakukan hal-hal usaha mendasar seperti yang Yesus lakukan kepada murid-muridNya dan Yohanes Pembabtis lakukan dahulu. Dari usaha pembenahan Yesus dan kesadaran pribadi Yohanes Pembabtis tampak bahwa semua amaran-amaran perbaikan moral yang kita baca dari tulisan-tulisan Ellen G. White lainnya jelas merupakan perubahan-perubahan dilangkah berikutnya, jadi amaran dalam ayat 2 Korintus 6:17 merupakan langkah awal pembenahan dan Matius 16:24 adalah usaha penutupan pembenahan pamungkas dari Yesus, jelas haruslah dilakukan dalam masa persiapan 40 hari kita contoh saingan ini untuk mendapatkan hasil yang efektif.
  • Kita sendiri dapat saksikan dalam puluhan tahun kita beragama, bagaimana kita tidak dapat benar-benar tegas melaksanakan perubahan diri, selama kita masih berada dan dekat dengan lingkungan pergaulan, kita mudah tergoda oleh berbagai pesona-pesona kehidupan yang tidak mengenal takut akan Tuhan, dan karena titik berat orang-orang yang tidak mengenal kebenaran adalah pada diri manusia itu sendiri, maka daya tarik-daya tarik pesona-pesona godaan makin hari dibuat semakin menarik dosa dari dalam diri kita yang sejak lahir sudah di dalam dosa, sehingga peperangan dengan diri sendiri nyaris tidak akan terjadi, cenderung perdamaian saja yang terjadi. Hal ini membuktikan langkah perubahan harus pertama-tama mengatasi pengaruh dari LUAR DIRI dahulu, baru pengaruh DARI DALAM DIRI, apabila yang satu belum dilakukan mustahil berhasil melakukan yang lainnya, pengalaman umat-umat Allah telah cukup membuktikannya kepada kita, namun kita MASIH SAJA TENANG DAN TIDAK MAU JUJUR MENGENAI KEADAAN INI.

MARILAH BELAJAR DARI PENGALAMAN-PENGALAMAN ORANG-ORANG YANG TELAH BERHASIL, JANGAN MEMBUANG-BUANG WAKTU LAGI DENGAN BERBAGAI EKSPERIMEN-EKSPERIMEN PIKIRAN KITA SENDIRI YANG PADA DASARNYA CENDERUNG MENAWAR-NAWAR, MENCIPTAKAN MAAF-MAAF, KARENA KITA PUNYA WAKTU TERSINGKAT DARI SEMUA PELAJAR-PELAJAR FIRMAN TUHAN DARI BERBAGAI GENERASI, MULAI DARI MASA PENDIDIKAN PERSIAPAN HENOKH, MUSA, BANGSA ISRAEL, YOHANES PEMBABTIS DAN JUGA MURID-MURID YESUS.

 

 

 

HARTA TERSEMBUNYI HANYA DAPAT DITEMUKAN DAN DIMILIKI OLEH ORANG YANG MAU MERELAKAN SEGALANYA

(Bacaan ini menjelaskan perbedaan antara “harta yang tersembunyi dengan harta yang dipermukaan”, yaitu hal-hal baru yang diajarkan oleh guru yang bersandar kepada Allah dari zoom 15 Agustus 2026,)

 

Amaran Sekarang jilid II no. 39:

“Masih banyak kebenaran yang berharga yang akan diungkapkan kepada umat dalam masa yang berbahaya dan gelap sekarang ini, tetapi adalah maksud setan yang teguh untuk menghalangi terang kebenaran supaya tidak bersinar ke dalam hati manusia. Jika kita ingin memiliki terang yang telah disediakan bagi kita, maka kita wajib menunjukkan kerinduan kita terhadapnya dengan cara menyelidiki firman Allah dengan rajin. Kebenaran-kebenaran yang berharga yang sudah lama tersembunyi dalam gelap akan diungkapkan dalam suatu terang yang akan memanifestasikan kepatutannya yang suci; karena Allah akan memuliakan firman Nya, sehingga ia itu akan terlihat dalam suatu terang dimana kita belum pernah menyaksikannya sebelumnya. Tetapi barangsiapa yang mengaku mencintai kebenaran wajiblah membentangkan semua kekuatan mereka, supaya dapat mereka memahami perkara-perkara yang dalam dari firman Allah, supaya Allah dapat dipermuliakan dan umat Nya dapat memperoleh berkah dan terang. Dengan hati yang rendah, yang berserah kepada kemurahan Allah, hendaklah kamu datang kepada tugas penyelidikan injil, bersiap untuk menerima setiap sinar dari terang Ilahi dan supaya berjalan dalam jalan kesucian”.—Counsels on Sabbath School Work, p 25

 

Terhadap kata-kata Ny. White tersebut VT. Houtef menjelaskan :

“Lagi pula, anda tidak pernah dapat melihat seluruh dunia ini pada sekali pandang. Anda hanya melihat sebagiannya saja pada sekali melihat. Sama juga halnya anda tak dapat mengharapkan untuk melihat seluruh Kebenaran secara sekaligus, melainkan hanya sedikit pada setiap kali. Berpeganglah kepada yang sedikit itu, maka sementara anda terus dalam doa dan belajar, semuanya kelak akan menjadi jelas secerah matahari dan anda akan mulai memahami pokok masalah itu dalam keseluruhannya.”

Berikut kita memperoleh penjelasanKebenaran-kebenaran yang berharga yang sudah lama tersembunyi” sekaligus membedakannya dengan kebenaran yang dipermukaan:

Seorang pria menyewa tanah untuk ditanami, dan lembu-lembu untuk membajak tanah, harta karun yang terkubur ditemukan. Ketika pria itu menemukan harta karun ini, dia melihat bahwa sebuah kekayaan berada dalam jangkauannya. Setelah mengembalikan emas ke tempat persembunyiannya, dia kembali ke rumahnya dan menjual semua yang dimilikinya untuk membeli ladang yang berisi harta karun tersebut. Keluarga dan tetangganya mengira dia bertingkah seperti orang gila. Melihat ladang itu, mereka tidak melihat adanya nilai dari tanah yang terbengkalai itu. Namun, pria itu tahu apa yang dia lakukan; dan ketika dia memiliki hak milik atas ladang itu, dia mencari setiap bagiannya untuk menemukan harta karun yang telah dia dapatkan.

Perumpamaan ini menggambarkan nilai dari harta surgawi, dan usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkannya. Penemu harta karun di ladang siap untuk berpisah dengan semua yang dimilikinya, siap untuk melakukan kerja keras yang tak kenal lelah, untuk mengamankan kekayaan yang tersembunyi. Jadi, pencari harta karun sorgawi tidak akan menganggap kerja keras yang terlalu besar dan pengorbanan yang terlalu mahal untuk mendapatkan harta kebenaran.

Dalam perumpamaan ini, ladang yang berisi harta itu melambangkan Kitab Suci. Dan Injil adalah harta karun itu.

Betapa Tersembunyi

Harta karun Injil dikatakan tersembunyi. Oleh mereka yang bijaksana dalam penilaian mereka sendiri, yang sombong dengan ajaran filsafat yang sia-sia, keindahan dan kuasa serta misteri rencana penebusan tidak dapat dipahami. Banyak orang mempunyai mata, tetapi mereka tidak melihat; mereka mempunyai telinga, tetapi mereka tidak mendengar; mereka mempunyai akal budi, tetapi mereka tidak memahami harta yang tersembunyi.

Seorang pria mungkin melewati tempat di mana harta karun telah ditemukan. Dalam keadaan terdesak, ia mungkin duduk untuk beristirahat di kaki sebuah pohon, tanpa mengetahui kekayaan yang tersembunyi di akarnya. Demikian pula halnya dengan orang-orang Yahudi. Sebagai harta karun emas, kebenaran telah dipercayakan kepada bangsa Ibrani. Ekonomi Yahudi, yang memiliki tanda tangan Surga, telah dilembagakan oleh Kristus sendiri. Di dalam tipe dan simbol-simbol, kebenaran-kebenaran agung tentang penebusan terselubung. Namun ketika Kristus datang, orang-orang Yahudi tidak mengenali Dia yang ditunjuk oleh semua simbol-simbol itu. Mereka memiliki firman Allah di tangan mereka; tetapi tradisi-tradisi yang telah diwariskan turun-temurun, dan penafsiran manusia atas Kitab Suci, menyembunyikan kebenaran yang ada di dalam Yesus. Makna rohani dari tulisan-tulisan suci telah hilang. Rumah harta karun dari segala pengetahuan terbuka bagi mereka, tetapi mereka tidak mengetahuinya. ——Christ Object Lesson p. 103 – 105.

 

Tetapi harus ada studi yang sungguh-sungguh dan penyelidikan yang cermat. Persepsi yang tajam dan jernih tentang kebenaran tidak akan pernah menjadi hadiah dari kemalasan. Tidak ada berkat duniawi yang dapat diperoleh tanpa usaha yang sungguh-sungguh, sabar, dan tekun. Jika manusia mencapai kesuksesan dalam bisnis, mereka harus memiliki kemauan untuk melakukan dan keyakinan untuk mencari hasil. Dan kita tidak dapat berharap untuk mendapatkan pengetahuan rohani tanpa kerja keras yang sungguh sungguh. Mereka yang ingin menemukan harta karun kebenaran harus menggalinya seperti seorang penambang menggali harta karun yang tersembunyi di dalam bumi. Tidak ada pekerjaan yang setengah hati dan acuh tak acuh yang akan berhasil. Sangatlah penting bagi orang tua dan muda, tidak hanya membaca firman Tuhan, tetapi juga mempelajarinya dengan kesungguhan sepenuh hati, berdoa dan mencari kebenaran seperti mencari harta karun yang terpendam. Mereka yang melakukan hal ini akan diberi upah, karena Kristus akan mempercepat pemahaman. Keselamatan kita bergantung pada pengetahuan akan kebenaran yang terkandung di dalam Alkitab. Adalah kehendak Allah bahwa kita harus memiliki hal ini. Selidikilah, selidikilah Alkitab yang berharga dengan hati yang lapar. Selidikilah firman Allah seperti seorang penambang yang menyelidiki bumi untuk menemukan urat-urat emas.—– p111

Kita seolah-olah telah bekerja di permukaan tambang, ketika bijih emas yang kaya berada di bawah permukaan, untuk memberi hadiah kepada orang yang mau menggalinya. Batang (peralatan)nya harus ditenggelamkan lebih dalam lagi ke dalam tambang, dan hasilnya adalah harta karun yang mulia. Melalui iman yang benar, pengetahuan ilahi akan menjadi pengetahuan manusia.  Tidak seorang pun dapat menyelidiki Kitab Suci dalam roh Kristus tanpa diberi upah. Ketika manusia bersedia untuk diajar seperti anak kecil, ketika ia tunduk sepenuhnya kepada Allah, ia akan menemukan kebenaran di dalam firman-Nya. Jika manusia mau taat, mereka akan memahami rencana pemerintahan Allah. Dunia surgawi akan membuka bilik-bilik kasih karunia dan kemuliaannya untuk dijelajahi. Manusia akan sama sekali berbeda dengan yang sekarang, karena dengan menjelajahi tambang-tambang kebenaran, manusia akan dimuliakan. Misteri penebusan, inkarnasi Kristus, pengorbanan penebusan-Nya, tidak akan menjadi seperti sekarang ini, samar-samar di dalam pikiran kita. Mereka tidak hanya akan lebih dipahami, tetapi juga lebih dihargai.

……..Ini adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menyelidiki firman Allah. Dan harta ini dapat ditemukan oleh setiap jiwa yang mau memberikan segalanya untuk mendapatkannya.—–p 113, 114

Kita harus mencari mutiara yang sangat berharga, tetapi bukan di pasar duniawi atau dengan cara-cara duniawi. Harga yang harus kita bayar bukanlah emas atau perak, karena itu adalah milik Allah. Tinggalkanlah pemikiran bahwa keuntungan duniawi atau rohani akan membawa Anda kepada keselamatan. Allah menuntut ketaatan Anda yang rela. Dia meminta Anda untuk meninggalkan dosa-dosa Anda……Ada beberapa orang yang tampaknya selalu mencari mutiara surgawi. Tetapi mereka tidak sepenuhnya meninggalkan kebiasaan mereka yang salah. Mereka tidak mati bagi diri mereka sendiri sehingga Kristus dapat hidup di dalam mereka. Oleh karena itu, mereka tidak menemukan mutiara yang berharga.……… Mereka tidak mengalahkan ambisi yang tidak kudus dan kecintaan mereka pada daya tarik duniawi. Mereka tidak memikul salib dan mengikut Kristus di jalan penyangkalan diri dan pengorbanan. Hampir menjadi orang Kristen, tetapi tidak sepenuhnya menjadi orang Kristen, mereka tampak dekat dengan kerajaan surga, tetapi mereka tidak dapat masuk ke sana. Hampir tetapi tidak sepenuhnya diselamatkan—–p 118.

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart