<< Go Back

Sabat 9 Mei 2026

MENGENAL USAHA SETAN MEREBUT HATI KITA

(Berikut ini kia coba menelusuri usaha setan yang secara diam-diam dapat mengalahkan/merebut simpati kita selain yang sudah selama ini kita sangat waspadai, seperti dosa nambah dan kurang, bergantung kepada manusia, atau meninggikan diri/sombong.)

  1. Tawar hati – membesar-besarkan kelemahan kita

Mount of Blessing, p. 168,

“Suatu hal yang penting bagi kita agar supaya kita boleh memperoleh dan membagikan kasih Allah yang suka mengampuni itu ialah mengetahui dan mempercayai kasih yang Ia miliki bagi kita. Setan sedang bekerja melalui setiap penipuan yang dapat ia kuasai dengan tujuan supaya kita tak akan dapat melihat kasih itu. Ia akan membawa pikiran kita untuk mengira, bahwa semua kesalahan kita dan pelanggaran-pelanggaran kita itu sudah sangat parah, sehingga Tuhan tidak akan menaruh perhatian terhadap doa-doa kita, dan Ia tidak akan memberkahi dan menyelamatkan kita. Di dalam diri kita sendiri kita tak dapat melihat apapun terkecuali kelemahan, tak ada apapun yang baik dari kita untuk disampaikan kepada Allah, dan Setan mengatakan kepada kita, bahwa itu adalah tidak perlu; kita tak dapat mengobati semua cacat tabiat kita. Apabila kita mencoba untuk datang kepada Allah, maka musuh akan membisikkan, bahwa adalah tidak perlu bagimu untuk berdoa; bukankah kamu sudah melakukan kejahatan itu? Tidakkah kamu berdosa melawan Allah, dan melanggar kesadaran hatimu sendiri? Namun kita dapat mengatakan kepada musuh, bahwa “darah Yesus Kristus putera-Nya menyucikan kita dari semua dosa.” Apabila kita merasa bahwa kita berdosa dan tidak dapat berdoa, maka itulah waktunya untuk berdoa. Kita mungkin saja malu, dan merasa sangat hina; namun kita harus berdoa dan percaya ….”

 

Victor T Houtef:

Di sini terlihat, bahwa adalah maksud pendidikan Setan untuk mengecilkan hati kita, untuk membuat kita menyangka, bahwa Allah tidak mencintai kita, dan bahwa Ia tak dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Oleh karena itu kita harus menolak bisikan-bisikan Musuh itu. Apabila kita menyadari akan diri sendiri sebagai orang-orang berdosa, maka itulah waktu yang tepat bagi kita untuk datang kepada Allah, dan untuk menerima kasih-Nya dan sepenuhnya percaya kepada-Nya.

Sekarang marilah kita berdoa untuk suatu kesadaran yang sungguh-sungguh, bahwa Allah sedang sibuk untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, yang mana kita adalah yang terutama. Bahwa tak menjadi soal berapa dalam pun kita mungkin telah berdosa, jika kita menjauhi kejahatan dan memilih untuk melakukan yang baik. Ia akan dengan senang hati memberikan pengampunan kepada kita.

  1. Acuh tak acuh – menjaga manusia tetap merasa aman

Bilamana tidak ada upaya khusus dilakukan untuk melawan kuasanya, bilamana keadaan acuh tak acuh merajalela di dalam jemaat dan dunia ini, Setan tidak merasa apa-apa, karena ia tidak lagi takut kehilangan mereka yang ditawan di dalam kehendaknya. Tetapi bilamana perhatian ditujukan kepada perkara-perkara kekal, dan jiwa-jiwa bertanya, “Apakah yang saya harus lakukan supaya selamat?” maka ia mempersiapkan dirinya, berusaha mempertandingkan kuasanya dengan kuasa Kristus, dan membuat tawar pengaruh Roh Kudus. KA 544.2

 

  1. Meragukan, kebenaran murni dianggap kotor dan menipu

Setan mengetahui benar bahwa semua yang dapat dituntunnya untuk melalaikan berdoa dan menyelidiki Alkitab, akan dapat dikalahkan oleh serangannya. Itulah sebabnya ia menciptakan setiap cara yang mungkin untuk menyibukkan pikiran. Akan selalu ada kelompok orang yang mengaku saleh, yang, gantinya terus berusaha mengetahui kebenaran, membuat agama mereka mencari-cari kesalahan tabiat dan iman orang-orang yang mereka tidak setujui. Orang-orang seperti ini adalah tangan kanan Setan. Penuduh saudara-saudara tidak sedikit. Dan mereka selalu giat bilamana Allah bekerja dan hamba-hamba-Nya sedang memberi-Nya penghormatan yang benar. Mereka akan memberi corak palsu kepada perkataan dan tindakan mereka yang mengasihi dan mengikuti kebenaran. Mereka akan menggambarkan hamba-hamba Kristus yang paling sungguh-sungguh, giat dan yang menyangkali diri, sebagai orang-orang yang tertipu atau penipu. Adalah pekerjaan mereka untuk melukiskan dengan salah motif perbuatan yang benar dan baik, untuk menyebarkan sindiran, dan membangkitkan kecurigaan di dalam pikiran orang-orang yang belum berpengalaman. Dalam setiap tatacara yang dapat dipikirkan mereka berusaha agar apa yang murni dan benar dianggap sebagai yang kotor dan menipu. —— KA 545.2

 

  1. Diluar konteks

Untuk mempertahankan doktrin-doktrin yang salah atau praktik-praktik yang tidak Kristiani, sebagian orang menggunakan ayat-ayat Alkitab di luar konteks, mungkin mengutip setengah ayat untuk membuktikan pendapat mereka, sementara sebagian yang sisa akan menunjukkan arti yang berlawanan. Dengan kelicikan seekor ular, mereka berlindung di belakang ucapan-ucapan yang tidak berhubungan satu sama lain yang diartikan sesuai dengan keinginan manusiawi mereka. Demikianlah banyak orang yang dengan sengaja memutarbalikkan dan menyalahgunakan firman Allah. Yang lain, yang mempunyai imajinasi aktif, mengambil angka-angka dan lambang-lambang Alkitab, menafsirkannya sesuai dengan kesukaannya, dengan mengabaikan kesaksian Alkitab sebagai penafsir dirinya sendiri, dan kemudian mereka mengemukakan tingkah laku mereka yang aneh itu sebagai ajaran-ajaran Alkitab. —- KA 547.2

 

Setan dapat menyajikan suatu kepalsuan yang sangat mirip dengan kebenaran, sehingga menipu mereka yang mau ditipu, mereka yang ingin menghindari penyangkalan diri dan pengorbanan yang dituntut oleh kebenaran. Tetapi tidak mungkin baginya untuk menguasai seseorang yang de-ngan jujur ingin mengetahui kebenaran, apa pun risikonya. Kristuslah ke-benaran, dan “terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia ini.” (Yohanes 1:9). Roh kebenaran telah dikirimkan untuk menuntun manusia kepada segala kebenaran. Dan atas wewenang Anak Allah dinyatakan, “carilah, maka kamu akan mendapat.” (Matius 7:7). “Barangsiapa melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah.” (Yohanes 7:17). —- KA 555.2

 

  1. Menunggu hati nurani menggerakan kepatuhan kita

Supaya senantiasa diingat, bahwa hanya ada dua penguasa pikiran di dunia ini, yaitu pikiran dari Allah dan pikiran dari Setan. Kita sebagai orang-orang berdosa telah dilahirkan dengan pikiran Setan, dan pikiran ini tinggal dengan kita sampai kelak kita dilahirkan kembali, yaitu lahir oleh Roh dan dengan pikiran Allah. Lalu untuk berbuat yang benar, maka kita harus berbuat bertentangan terhadap apa yang dibisikkan oleh pikiran daging kita, lalu kita akan kemudian melakukan apa yang pikiran Allah sedang perjuangkan bagi kita untuk dilakukan. —— Amaran Sekarang jilid 1 No. 1

 

  1. Menganggap dosa sebagai perkara kecil

Adam dan Hawa meyakin-yakinkan diri mereka sendiri bahwa di dalam perkara kecil seperti memakan buah pohon larangan itu tidak akan mendatangkan akibat yang mengerikan seperti yang pernah dikatakan oleh Tuhan Allah. Tetapi perkara kecil ini adalah pelanggaran atas hukum Allah yang suci dan tak dapat diubah, itulah yang memisahkan manusia dari Allah lalu membuka pintu banjir kematian serta malapetaka atas dunia kita ini. Abad demi abad telah bangkit dari dunia ini teriak ratapan yang tidak kunjung putus – putusnya, dan semua ciptaan menanggung akibat pendurhakaan manusia. Surga sendiri telah merasakan akibat pemberontakan melawan Allah. Bukit Golgota merupakan tugu peringatan pengorbanan yang menakjubkan yang diharuskan grafirat atas pelanggaran terhadap hukum ilahi. Janganlah kita anggap dosa sebagai perkara kecil. —– KS 27.2

 

  1. Keyakin yang berlebihan – sehingga tidak perlu berbuat apa-apa lagi

Adalah rencana Setan melemahkan iman umat Allah pada Kesaksian-kesaksian itu. Setan mengetahui bagaimana melancarkan serangannya. Ia bekerja dalam pikiran untuk membangkitkan kecemburuan dan perasaan kurang puas terhadap mereka yang mengepalai pekerjaan itu. Kemudian mereka meragukan karunia itu; dengan demikian, tentu saja mereka hanya mempunyai sedikit pengaruh, dan petunjuk yang diberikan melalui khayal itu diabaikan. Sesudah itu terdapatlah sifat kurang percaya akan pokok-pokok penting dalam kepercayaan kita, tiang-tiang pendirian kita, kemudian keraguan mengenai Kitab Suci, dan kemudian jalan menurun kepada kebinasaan. Bila Kesaksian-kesaksian yang tadinya dipercayai, diragukan dan ditinggalkan, Setan mengetahui bahwa orang yang tertipu itu tidak akan berhenti di sini; dan ia melipatgandakan usahanya sampai dibawanya mereka ke dalam pemberontakan terbuka, yang tidak dapat disembuhkan dan berakhir pada kebinasaan. Oleh memberikan tempat bagi kebimbangan dan sifat kurang percaya mengenai pekerjaan Allah, dan oleh memelihara perasaan tidak percaya dan kecemburuan yang kejam di dalam hati, mereka sedang mempersiapkan diri untuk penipuan belaka. Mereka melawan dengan perasaan marah terhadap orang-orang yang berani berbicara tentang kesalahan mereka dan menegur dosa-dosa mereka. —– NBS 121.4

 

Bukan saja mereka yang menolak Kesaksian-kesaksian itu terang-terangan, atau yang menyimpan kebimbangan terhadap Kesaksian-kesaksian itu dalam hati, berada di tempat yang berbahaya. Mengabaikan terang berarti menolaknya. —– NBS 121.5

 

Kalau engkau kehilangan percaya pada Kesaksian-kesaksian itu, engkau akan hanyut dari kebenaran Kitab Suci. Saya khawatir jangan-jangan banyak orang berpendirian meragukan kebenaran itu, dan kekuatiran saya terhadap jiwamu mendorong saya untuk memberi amaran kepadamu. Berapa banyak orang mau memperhatikan amaran itu? —- NBS 121.6

BAHAYA MEMANDANG REMEH ATAU SEDERHANA SESUATU PELANGGARAN HUKUM

 

Dalam praktek beragama karena kita sudah terlalu jauh di dalam pelanggaran hukum, maka kita sering memandang sesuatu hal yang tidak berkenan atau bahkan pelanggaran hukum Allah adalah sesuatu yang sederhana atau remeh temeh, kita sangat kurang kawatir akan bahayanya bersikap demikian.

 

Contoh-contoh umat Allah di masa lalu:

  1. Contoh yang memandang remeh/ sederhana:

 

a. Kain adalah contoh orang yang sudah tahu akan kehendak Allah, akan tetapi ia coba memandang permintaan Tuhan itu sesuatu yang sederhana, ia bertolak belakang dengan Habel,

b. Ananias dan Safira…….walaupun ia sudah bernasar untuk memberikan seluruh hasi penjualan tanahnya, namun ia tidak melaksanakan nasarnya itu,

c. Yunus yang seharusnya pergi ke Niniwe mengalihkan tujuannya ke Tarsis,

d. Esau dan Yakub, Esau memandang remeh hak kesulungannya serendah semangkok kacang merah, sementara Yakub sangat sadar bahwa hak kesulungan itu sangat berharga,

e. Kemunculan Victor T. Houteff yang menggabungkan suaranya dengan malaikat yang ke 3, orang-orang dikatakan akan mengatakan…….kamu terlalu bersungguh-sungguh, marilah sini kami ajarkan bagaimana menyajikan kebenaranmu itu, berikut kutipannya:

…………Berbicara mengenai pekabaran Eliyah kita baca sebagai berikut: “Seseorang akan datang dalam roh dan kuasa Eliyah, dan apabila ia muncul, orang akan mengatakan: ‘Engkau terlalu bersungguh-sungguh, engkau tidak menginterpretasikan Alkitab itu dalam cara yang sepatutnya. Marilah kuceritakan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu ‘.” Kata-kata ini bukan datang dari orang-orang yang menentang pekabaran itu, karena mereka mengatakan: “Marilah kuceritakan kepadamu bagaimana mengajarkan pekabaranmu itu“. —– Symbolic Code jld. 10 No. 7

f. Musa, terlepas dari rasa kesalnya dengan orang-orang Israel yang terus saja bersungut juga termasuk yang dapat kita kategorikan dalam memandang sederhana, ia harusnya cukup berkata-kata saja ke batu, namun ia memukulnya,

g. Perumpamaan tentang orang yang diberikan talenta, diantaranya yang diberikan satu talenta mengatakan ….bahwa saya tahu keinginan dan kejamnya Tuhan, sehingga disembunyikannya talenta tersebut, akan tetapi ternyata reaksi Tuhan jauh berbeda dari perkiraannya…….ia akhirnya harus menanggung akibatnya dengan kebinasaan (Matius 25: 14-30).

h. Petrus yang disaat belum merasakan ketakutan atas ancaman, menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa dirinya akan membela Yesus hingga nyawanya sekalipun, sedangkan murid lainnya tidak, namun nyatanya ia berlaku berbeda jauh ketika ancaman itu benar-benar terjadi dirasakan…..ia menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok (Markus 14:29, Matius 26:33).

 

2. Contoh yang setia, tidak memandang remeh, sadar bahwa tuntutan Tuhan itu sesuatu yang tegas, tidak bisa ditawar-tawar:

a. Yohanes pembabtis……kedua orang tuanya (Zakharia dan Elisabet) sudah membawanya keluar dari rumahnya, lalu tinggal di desa dengan maksud untuk melaksanakan perintah Tuhan mempersiapkan diri Yohanes, akan tetapi Yohanes bukannya memandang remeh……ia bahkan karena takutnya dan pahamnya akan ketegasan Tuhan, ia atas inisiatif dirinya sendiri pergi berpisah dengan orang tuanya lalu menyendiri di padang gurun, melakukan usaha yang lebih ekstrim lagi.

b. Daniel, walaupun ia dapat ancaman kematian oleh karena tidak bersedia menyembah raja, ia berpotensi dibunuh, ia saat itu dihadapkan kepada 2 hukum, yaitu mengasihi Tuhan atau kewajiban menyembah raja, …..disini kedua hukum itu mengikat Daniel, sama-sama menakutkan, akan tetapi oleh karena Daniel lebih memandang Tuhanlah yang harus dimuliakan, ia mengabaikan ancaman kematian dari hukum manusia.

 

Jadi disini dapat diartikan secara umum……meremehkan atau menyederhanakan…..itu adalah tindakan orang yang tidak atau kurang sungguh-sungguh, dan dari contoh-contoh umat Allah dimasa lalu, Roh yang mempengaruhi orang-orang yang bersikap meremehkan itu adalah dari pengaruh setan, sedangkan umat Tuhan pada dasarnya tidak ada yang pernah memandang sesuatu perbuatan dosa atau sesuatu yang berpotensi menyimpang dari kehendak Tuhan adalah sesuatu yang kecil atau sederhana.

 

Hal ini penting dipelajari, karena banyak dari antara kita yang belum benar-benar bersungguh-sungguh belajarnya, masih terkadang bersikap meremehkan sesuatu bagian perintah-perintah Tuhan…….seperti ketika kitapun diminta melakukan kegiatan persiapan dengan merubah segala kebiasaan-kebiasaan hidup, antara lain berpindah ke tempat yang terpencil yaitu di desa, beberapa dari kita bereaksi dengan mengatakan bahwa semua tuntutan perubahan masih dapat dilakukan ditengah kota, walaupun telah juga mengetahui beratnya resiko-resiko kegagalan ditunjukkan dalam Roh Nubuatan, kemudian suatu perintah untuk berpisah dengan dunia, disikapi dengan reaksi yang cenderung menolak dan beberapa dari kitapun menilai-nilai dengan pemahamannya sendiri dan merasa masih mampu mengatasi pengaruh dunia, selanjutnya ketika diperintahkan lebih lanjut untuk menyusutkan semua perhatian dari kepada kepentingan sendiri, sepenuhnya kepada Tuhan…..tidak juga dilaksanakan……. walaupun demikian, dengan segala alasan-alasan dan tawar-tawar yang diberikan, beberapa dari antara kita itu  tetap merasa sebagai umat Allah yang setia, tidak ada sama sekali menyadari akan penyangkalan atau pengabaiannya sebagai suatu penolakan kebenaran.

 

Lebih lanjut bacaan peringatan seriusnya bahaya meremehkan dapat kita dari kutipan berikut:

 

Alangkah indahnya pelajaran ini kepada orang-orang yang memegang jabatan tanggung jawab sekarang di dalam gereja Allah! Alangkah indah amaran khidmat yang dilakukan dengan setia terhadap kesalahan-kesalahan yang mendatangkan kehinaan pada pekerjaan kebenaran! Hendaklah jangan ada orang yang mengaku pemelihara hukum Allah memuji-muji diri mereka sendiri bahwa penghormatan yang mereka dapat tunjukkan SECARA LUAR terhadap hukum-hukum itu akan melindungi mereka dari pada pelaksanaan keadilan Ilahi. Janganlah ada orang yang tidak mau ditegur karena kejahatan, ataupun membebani hamba-hamba Allah dengan berlaku terlampau berani dalam usaha membersihkan perkenanan dari perbuatan jahat. Allah yang membenci dosa memanggil mereka yang mengaku memelihara hukumNya supaya berpisah dari segala kejahatan. Suatu kelalaian untuk bertobat serta menunjukkan pertobatan yang rela akan mendatangkan akibat-akibat yang serius kepada pria dan wanita sebagaimana yang menimpa orang Israel. Ada suatu batas waktu dimana penghukuman-pehukuman Tuhan tidak dapat lagi ditunda-tunda. Kebinasaan Yerusalem pada zaman Yeremia adalah suatu amaran khidmat kepada Israel modern, bahwa nasihat-nasihat dan anjuran-anjuran yang diberikan kepada mereka melalui alat-alat yang terpilih tidak boleh diremehkan dengan tidak mendapat hukuman.  —– Para Nabi dan Raja pasal 34 hal. 40

 

Terang yang akan menerangi bumi dengan kemuliaannya itu akan disebut terang palsu…… Kami menghimbau dari anda yang menentang terang kebenaran itu, supaya jangan berdiri menghalangi umat Allah. Biarkan terang kiriman Sorga bercahaya atas mereka dalam sinar-sinar cerah yang tetap. Allah menahan kamu, kepada siapa terang ini telah datang, untuk bertanggung jawab memanfaatkan kegunaannya. Orang-orang yang tidak mau mendengar akan dituntut bertanggung jawab; karena kebenaran itu telah dibawakan ke dalam jangkauan mereka, namun mereka meremehkan semua kesempatan dan hak-hak istimewa mereka — Review and Herald, May 27, 1890

 

Sifat tidak percaya telah menguasai hati dan pikiran mereka. Cinta akan kehormatan telah membutakan mereka. Mereka mengetahui bahwa Yesus dibenci oleh orang Farisi, sehingga mereka rindu melihat Dia diagungkan sesuai dengan pikiran mereka. Bersatu dengan seorang guru yang dapat melakukan mukjizat yang besar; malahan dicaci sebagai seorang penipu adalah suatu ujian yang dapat mereka tanggung dengan sukar. Apakah mereka selalu dianggap sebagai pengikut seorang nabi palsu? Apakah Kristus tidak pernah akan menyatakan kuasa-Nya sebagai raja? Mengapa Ia yang mempunyai kuasa semacam itu tidak memperlihatkan diri-Nya sendiri di dalam sifat-Nya yang sejati, dan membuat jalan mereka tidak begitu susah? Mengapakah Ia tidak menyelamatkan Yohanes Pembaptis dari kematian yang ngeri itu? Demikianlah pikiran murid-murid itu sehingga mereka menyelubungi diri mereka sendiri dengan kegelapan rohani yang besar. Mereka bertanya: Mungkinkah Yesus seorang penipu, sebagaimana yang dituduhkan oleh orang Farisi? —–KSZ1 408.2

 

Ada banyak perkara-perkara yang kelihatannya sulit atau samar- samar, yang akan dibuat Allah menjadi terang dan sederhana bagi orang-orang yang mencari satu pengertian dari halnya. Tetapi tanpa bantuan Roh Kudus kita selalu mungkin memutar-balikkan Kitab Suci atau menyalah-tafsirkannya. Banyak pembacaan Alkitab yang tidak mendatangkan faedah dan di dalam banyak hal justru mendatangkan bencana. Apabila firman Allah dibuka tanpa doa dan hormat; dan bila pikiran dan keinginan hati tidak ditetapkan kepada Allah atau belum sesuai dengan kehendakNya, maka pikiran itu digelapi kebimbangan; maka di dalam mempelajari Alkitab seperti itu, keragu-raguan pun semakin bertambah kuat. Musuh kebenaran menguasai pikiran serta menyuguhkan tafsiran-tafsiran yang tidak benar. Apabila orang tidak berusaha mencari hubungan yang harmonis dengan Allah di dalam firman dan perbuatan, betapapun terpelajarnya mereka, ada kemungkinan mereka akan salah dalam pengertian dari hal Kitab Suci, dan tidak selamat mempercayai penjelasan-penjelasan mereka itu. Orang-orang yang mencari-cari salah di dalam Kitab Suci, tidak mempunyai pandangan rohani. Dengan pandangan yang sudah dikacaukan mereka akan melihat banyak sebab-musabab untuk ragu-ragu dan tidak percaya di dalam perkara-perkara yang sebenarnya jelas dan mudah——KS 104.1

 

Buku: SDA Bible Commentary, vol.3 (EGW 1953)

Amsal Bab 1

 

10 (Yesaya 43:10; 2 Korintus 6:17, 18). Arahkan Doa ke Surga; Lalu dengan Tegas Menolak

 

Dengarlah suara Tuhan: “Hai anak-Ku, jika orang-orang berdosa membujuk engkau, janganlah engkau menuruti mereka.” Mereka yang dikendalikan oleh Roh Allah harus menjaga agar kemampuan perseptif mereka tetap terjaga; karena waktunya telah tiba ketika integritas dan kesetiaan mereka kepada Allah dan satu sama lain akan diuji. Janganlah melakukan ketidakadilan sekecil apa pun untuk mendapatkan keuntungan bagi dirimu sendiri. Berbuatlah kepada orang lain, baik dalam perkara kecil maupun besar, sebagaimana kamu ingin supaya orang lain berbuat kepadamu. Tuhan berfirman, “Kamu adalah saksi-saksi-Ku.” Kamu harus bertindak

sebagai pengganti-Ku.

 

Seandainya tirai itu disingkapkan, Anda akan melihat alam semesta surgawi memandang dengan penuh ketertarikan kepada orang yang dicobai. Jika Anda tidak menyerah kepada musuh, ada sukacita di surga. Ketika saran pertama yang salah terdengar, panjatkanlah doa ke surga, dan kemudian dengan tegas tolaklah godaan untuk merusak prinsip-prinsip yang dikutuk dalam Firman Tuhan. Saat pertama kali godaan datang, hadapilah dengan cara yang tegas sehingga godaan itu tidak akan pernah terulang lagi. Berpalinglah dari orang yang telah berani menunjukkan praktik-praktik yang salah kepada Anda. Dengan tegas berpalinglah dari si pencoba, dengan mengatakan, saya harus memisahkan diri dari pengaruhmu, karena saya tahu bahwa kamu tidak mengikuti jejak Juruselamat kita.

 

Meskipun Anda mungkin merasa tidak mampu untuk berbicara kepada mereka yang bekerja dengan prinsip yang salah, tinggalkan mereka. Penarikan diri dan sikap diam Anda mungkin akan lebih efektif daripada kata-kata. Nehemia menolak untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak memiliki prinsip yang benar, dan ia tidak mengizinkan para pekerjanya bergaul dengan mereka. Kasih dan  takut akan Allah adalah pelindungnya. Ia hidup dan bekerja dengan memandang dunia yang tidak kelihatan. Dan Daud berkata, “Aku telah menempatkan TUHAN selalu di depanku.”

 

Berani menjadi seorang Daniel. Berani untuk berdiri sendiri. Dengan demikian, seperti halnya Musa, Anda akan bertahan untuk melihat Dia yang tidak terlihat. Tetapi sikap pengecut dan berdiam diri di hadapan k a w a n – k a w a n   y a n g   jahat, sementara Anda mendengarkan tipu muslihat mereka, membuat Anda menjadi satu dengan mereka. [2 Korintus 6:17, 18 dikutip] Beranilah berbuat benar. Janji Tuhan lebih berharga daripada emas dan perak bagi semua orang yang melakukan Firman-Nya. Biarlah semua orang memperhatikan sebagai suatu kehormatan besar untuk diakui oleh Allah sebagai anak-anak-Nya (The Review and Herald, 9 Mei 1899).

Kecewa, Tetapi Iman kepada Firman Tuhan Tidak Tergoyahkan

Namun, sekali lagi mereka ditakdirkan untuk kecewa. Waktu penantian telah berlalu, dan Juruselamat mereka tidak muncul. Dengan keyakinan yang tak tergoyahkan mereka telah menantikan kedatangan-Nya, dan kini mereka merasakan seperti yang dirasakan Maria ketika ia mendatangi kubur Juruselamat dan mendapati kubur itu kosong, ia berseru sambil menangis: “Mereka telah mengambil Tuhanku, dan aku tidak tahu di mana mereka membaringkan-Nya.” Yohanes 20:13….

Dunia telah melihat, berharap bahwa jika waktu berlalu dan Kristus tidak muncul, seluruh sistem Adventisme akan ditinggalkan. Tetapi sementara banyak orang, di bawah godaan yang kuat, menyerah pada iman mereka, ada beberapa orang yang tetap berdiri teguh. Buah-buah dari gerakan Advent, roh kerendahan hati dan pencarian hati, meninggalkan dunia dan reformasi kehidupan, yang telah menyertai pekerjaan itu, bersaksi bahwa pekerjaan itu berasal dari Allah. Mereka tidak berani menyangkal bahwa kuasa Roh Kudus telah menyaksikan pemberitaan tentang kedatangan yang kedua kali, dan mereka tidak dapat menemukan kesalahan dalam perhitungan mereka tentang masa-masa kenabian. Lawan-lawan mereka yang paling hebat sekalipun tidak berhasil melemparkan sistem penafsiran kenabian mereka. Mereka tidak dapat menyetujui, tanpa bukti Alkitab, untuk meninggalkan posisi-posisi yang telah dicapai melalui studi yang sungguh-sungguh dan penuh doa terhadap Alkitab, oleh pikiran yang diterangi oleh Roh Allah dan hati yang menyala-nyala oleh kuasa-Nya yang hidup; posisi-posisi yang telah bertahan dari kritik yang paling tajam. dan pertentangan yang paling pahit dari para guru agama yang populer dan orang-orang bijak duniawi, dan yang telah berdiri teguh melawan kekuatan pembelajaran dan kefasihan, dan ejekan serta cercaan baik dari yang terhormat maupun yang hina. Benar, telah terjadi kegagalan dalam acara yang diharapkan, tetapi hal ini pun tidak dapat menggoyahkan iman mereka dalam firman Tuhan…. Allah tidak meninggalkan umat-Nya; Roh-Nya masih tinggal bersama mereka yang tidak dengan gegabah menyangkal terang yang telah mereka terima, dan mengecam gerakan kedatangan. Di dalam surat Ibrani terdapat kata-kata penghiburan dan peringatan bagi mereka yang sedang diuji dan menanti-nantikan pada masa krisis ini: “Karena itu janganlah kamu sia-siakan pengharapanmu, yang beroleh upah yang besar. Sebab kamu harus bertekun dalam kesabaran, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu dapat menerima apa yang dijanjikan itu. Tinggal sedikit waktu lagi dan Ia yang akan datang itu akan datang, dan Ia tidak akan tinggal diam. Sekarang orang benar akan hidup oleh iman, tetapi jikalau ada orang yang mundur, maka jiwa-Ku tidak berkenan kepadanya. Tetapi kita tidak termasuk orang-orang yang menarik diri kepada kebinasaan, tetapi kita termasuk orang-orang yang percaya kepada keselamatan jiwa.” Ibrani 10:35-39.

Bahwa peringatan ini ditujukan kepada gereja di akhir zaman, terbukti dari kata-kata yang menunjuk pada kedekatan kedatangan Tuhan: “Tinggal sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang itu akan datang dan tidak akan tinggal diam.” Dan jelas tersirat bahwa akan ada penundaan yang tampak dan bahwa Tuhan akan tampak tinggal. Instruksi yang diberikan di sini secara khusus disesuaikan dengan pengalaman umat Advent pada saat ini. Orang-orang yang dituju di sini berada dalam bahaya karamnya iman. Mereka telah melakukan kehendak Allah dengan mengikuti tuntunan Roh-Nya dan firman-Nya, namun mereka tidak dapat memahami tujuan-Nya dalam pengalaman mereka di masa lalu, dan mereka juga tidak dapat melihat jalan di depan mereka dan mereka tergoda untuk meragukan apakah Allah benarbenar memimpin mereka. Pada saat itu, firman Tuhan berlaku: “Sekarang orang benar akan hidup oleh iman.” Saat cahaya terang dari “seruan tengah malam” telah menyinari mereka Mereka telah melihat nubuat-nubuat yang belum disingkapkan dan tanda-tanda yang dengan cepat digenapi yang memberitahukan bahwa kedatangan Kristus sudah dekat, mereka telah berjalan, seolah-olah, dengan penglihatan. Tetapi sekarang, tertunduk karena harapan yang mengecewakan, mereka hanya dapat bertahan hanya dengan iman kepada Allah dan firman-Nya. Dunia yang mencemooh berkata: “Kamu telah ditipu. Lepaskanlah imanmu, dan katakanlah bahwa gerakan kemunculan itu berasal dari Iblis.” Tetapi firman Allah menyatakan: “Jika seseorang menarik diri, jiwa-Ku tidak berkenan kepadanya.” Meninggalkan iman mereka sekarang, dan menyangkal kuasa Roh Kudus yang telah menyertai pekabaran itu, berarti mereka sedang ditarik kembali ke arah kebinasaan. Mereka didorong untuk bertekun oleh kata-kata Paulus: “Karena itu janganlah kamu membuang kepercayaanmu,” “kamu harus bersabar,” “karena tinggal sedikit waktu lagi, dan Dia yang akan datang akan datang dan tidak akan tinggal diam.” Satu-satunya jalan yang aman bagi mereka adalah menghargai terang yang telah mereka terima dari Allah, berpegang teguh pada janji-janji-Nya, dan terus menyelidiki Alkitab, serta dengan sabar menanti dan berjaga-jaga untuk menerima terang yang lebih besar lagi – The Great Controversy, 391-408. ——-  Christ in His Sanctuary (1969) p. 84-86

Christ’s Object Lessons, p 333 – 335.

 

Hendaklah orang muda yang memerlukan suatu pendidikan bekerja dengan suatu tekad untuk mencapainya. Jangan tunggu sampai ada kesempatan; adakanlah kesempatan itu bagimu sendiri. Gunakan kesempatan kecil yang terbuka. Latihlah hidup hemat. Jangan habiskan uangmu untuk memuaskan selera atau untuk mencari kepelesiran. Ambillah keputusan untuk menjadi sedemikian berguna dan effisien sebagaimana Allah menuntut dari padamu. Hendaklah teliti dan berguna dalam perkara apa pun yang kaulakukan. Ambillah setiap kesempatan yang dapat kau jangkau untuk menguatkan kecakapanmu. Hendaklah mempelajari buku-buku digabung dengan pekerjaan tangan yang bermanfaat dan dengan usaha yang setia berjaga dan berdoa, peliharalah hikmat yang datang dari atas. Ini akan memberikan kepadamu suatu pendidikan yang menyeluruh. Dengan demikianlah engkau bisa tumbuh dalam tabiat dan memperoleh suatu pengaruh atas pikiran-pikiran orang lain, menyanggupkan engkau memimpin mereka dalam jalan kebenaran dan kesucian.

 

Jauh lebih banyak yang dapat dilaksanakan dalam usaha belajar sendiri jika kita sadar akan kesempatan-kesempatan kita. Pendidikan yang benar berarti lebih daripada apa yang dapat diberikan oleh perguruan tinggi. Sementara pelajaran mengenai ilmu tidak boleh dilalaikan, ada pendidikan yang lebih tinggi yang harus dicapai melalui hubungan yang amat penting dengan Allah. Hendaklah setiap pelajar mengambil Alkitabnya dan menempatkan dirinya dalam hubungan dengan Guru Besar. Hendaklah pikiran-pikiran itu dilatih dan didisiplin untuk bergumul dengan masalah-masalah yang sukar dalam mencari kebenaran Ilahi.

 

Orang yang lapar akan pengetahuan agar mereka dapat membahagiakan sesama manusia akan dengan sendirinya menerima berkat dari Allah. Oleh MEMPELAJARI FIRMAN-NYA kekuatan pikirannya akan dibangkitkan kepada kegiatan yang sungguh-sungguh. Akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan kemampuan-kemampuan, dan pikiran akan mendapat kuasa serta kemantapan.

 

MENDISIPLIN DIRI HARUS DIPRAKTIKKAN oleh setiap orang yang mau menjadi seorang pekerja bagi Allah. Hal ini akan menghasilkan lebih banyak daripada kefasihan ataupun talenta yang paling cemerlang. Pikiran yang biasa-iasa saja, bila didisiplinkan dengan baik, akan melaksanakan pekerjaan yang lebih besar dan lebih tinggi daripada pikiran yang berpendidikan tertinggi serta talenta yang paling luar biasa tanpa pengendalian diri.

PENUTUP

 

Pancaran cahaya dari umatNya, ada yang makin terang, ada yang redup dan padam

Sekali lagi firman itu datang, “Lihatlah.” Dan sekali lagi saya melihat dengan sungguh-sungguh ke seluruh dunia, dan saya mulai melihat pancaran-pancaran cahaya seperti bintang-bintang bertaburan di seluruh kegelapan ini; dan kemudian saya melihat satu lagi dan satu lagi cahaya yang lain, dan demikianlah di seluruh kegelapan moral ini, cahaya-cahaya seperti bintang-bintang itu semakin bertambah. Dan malaikat itu berkata, “Inilah mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan yang menuruti perkataan Kristus. Mereka adalah terang dunia, dan jika bukan karena terang ini, penghakiman Allah akan segera menimpa para pelanggar hukum Allah.” Kemudian saya melihat pancaran-pancaran kecil cahaya itu makin lama makin terang, memancar dari timur dan barat, dari utara dan selatan, dan menerangi seluruh dunia.

Kadang-kadang salah satu dari lampu-lampu itu mulai meredup, dan yang lainnya padam, dan setiap kali hal itu terjadi, ada kesedihan dan tangisan di surga. Dan beberapa dari lampu-lampu itu akan menjadi semakin terang dan semakin terang, dan kecemerlangannya menjangkau jauh, dan lebih banyak lagi lampu lampu yang ditambahkan padanya. Lalu ada sukacita di sorga. Saya melihat bahwa pancaran-pancaran cahaya itu datang langsung dari Yesus, untuk membentuk pancaran-pancaran cahaya yang berharga ini di dunia —— Gospel Workers, 378-379 (edisi 1892).

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart