Sabat 25 April 2026
RENUNGAN PENDAHULUAN
PRINSIP KEBENARAN
Anggota-anggota kita perlu memahami ramalan-ramalan Allah; mereka perlu memiliki pengetahuan yang sistematis tentang prinsip-prinsip kebenaran yang dinyatakan, yang akan melayakkan mereka menghadapi apa yang akan datang ke dunia ini serta mencegah mereka agar tidak terombang-ambingkan oleh setiap angin pengajaran.— 5T 273 (1885).
—————————————-
BEBERAPA PRINSIP KEBENARAN YANG HARUS DIPAHAMI OLEH KITA:
“Adalah oleh perantaraan ROH SUCI, Tuhan Allah berkomunikasi dengan manusia, maka mereka yang dengan sengaja menolak a g e n p e r a n t a r a ini sebagai berasal dari Setan, mereka telah memutuskan saluran komunikasi di antara jiwanya dengan Sorga. Tuhan Allah bekerja melalui manifestasi ROH-NYA untuk menegur dan meyakinkan orang berdosa akan dosa-dosanya; maka jika pekerjaan ROH ini pada akhirnya ditolak, tak akan ada lagi apapun yang dapat Allah perbuat bagi jiwa. Sumber terakhir dari kemurahan Ilahi telah dilaksanakan. Pelanggar hukum itu telah memutuskan dirinya lepas dari Allah, maka dosa tidak lagi memiliki obatnya yang akan dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Tidak ada lagi kuasa cadangan oleh mana Allah dapat berupaya untuk meyakinkan dan mentobatkan orang berdosa itu. “Tinggalkan dia” (Hosea 4 : 17), demikianlah perintah Ilahi.” – Patriarchs and Prophets, p. 405.
“Tanpa penerangan dari Roh maka manusia tak akan mampu untuk membedakan kebenaran daripada kesalahan, lalu mereka akan jatuh ke bawah cobaan-cobaan Setan yang licik.” Christ Objects Lessons, p 409
“Banyak pengajaran Kristus, mula-mula tidak dipahami oleh murid-murid dan kerapkali pengajaran-pengajaran-Nya tampak hampir dilupakan. Tetapi di bawah pengaruh Roh Kudus kebenaran-kebenaran ini kemudian dihidupkan kembali dengan terang dan melalui murid-murid kebenaran itu dibawa dengan jelas di hadapan orang-orang yang baru bertobat yang ditambahkan kepada jemaat.” —-MKA 285.2
“Barangsiapa yang menunggu sampai s e l u r u h pengetahuan (kebenaran) dimiliki baharu mau ia melaksanakan i m a n n y a, ia tidak akan memperoleh berkat dari Allah.” – Gospel Workers, p. 260.
TUTUTAN TUHAN SEBELUM KITA SEMUA MELAKSANAKAN PEKERJAAN YANG DIMINTAKAN KE KITA SEBELUM KEDATANGANNYA
“Pada zaman ini, sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali dalam awan-awan surgawi, pekerjaan seperti yang dilakukan oleh Yohanes (Pembaptis) harus dilaksanakan. Allah memanggil orang-orang yang akan menyiapkan satu umat supaya tahan berdiri pada hari Tuhan yang besar itu…. Agar kita sanggup menyampaikan suatu pekabaran seperti yang dilakukan Yohanes Pembaptis maka kita harus mempunyai pengalaman rohani yang sama seperti yang dialaminya. Pekerjaan yang sama harus dikerjakan dalam diri kita. Kita harus memandang Allah, dan dalam memandang kepada-Nya kita kehilangan pandangan akan diri sendiri.”— 8T 332, 333 (1904).
“Kita sedang mendekati akhir dari sejarah bumi ini, maka berbagai bidang pekerjaan Allah harus dimajukan dengan lebih banyak berkorban daripada sebelumnya. Pekerjaan bagi akhir zaman ini adalah suatu tugas pengabaran injil. Menyajikan kebenaran mulai dari huruf pertama urut-urutan abjadnya (A) sampai kepada huruf terakhirnya (Z), berarti usaha penginjilan.” —- Counsels on Health, p. 300.
HALANGAN BESAR BAGI PENYAMBUTAN
Halangan besar bagi penyambutan maupun untuk pemberitaan kebenaran ialah kenyataan bahwa ia itu mengadung hal yang tidak menyenangkan dan kecelaan. Inilah satu-satunya argumentasi melawan kebenaran yang tidak pernah dapat ditolak oleh para pembawanya. Namun hal ini tidak akan mengecilkan hati para pengikut Kristus yang sejati. Mereka itu tidak akan menunggu sampai kebenaran itu menjadi terkenal. Karena yakin akan tugas kewajibannya, maka mereka dengan terbuka menyambut salib itu, bersama-sama dengan rasul Paulus yang memperhitungkan, bahwa kesusahan kita yang ringan yang hanya untuk sementara ini akan memberikan bagi kita suatu kemuliaan kekal yang jauh lebih besar dan berbobot; bersama-sama dengan dia yang dahulu, yang menghargai kecelaan Kristus sebagai harta kekayaan yang jauh lebih mahal daripada kekayaan-kekayaan di Mesir – the Great Controversy, pp 459, 460.
Anak-anak kita mungkin tidak sempat memasuki perguruan tinggi, tidak bijaksana untuk memiliki anak….bahkan ikatan pernikahan sebaiknya tidak dilakukan
Karena waktunya singkat maka kita harus bekerja dengan rajin dan dengan tenaga berlipat ganda. Anak-anak kita mungkin tidak sempat lagi memasuki perguruan tinggi -3T 159 (1872). PAZ 22.1
Sungguh tidaklah bijaksana untuk mempunyai anak sekarang ini. Waktunya singkat, bahaya akhir zaman sudah datang menimpa kita, dan anak-anak kecil kebanyakan akan binasa sebelum ini. Surat 48, 1876. PAZ 22.2
Dengan umur dunia sekarang ini, sementara babak-babak sejarah dunia segera berakhir dan kita memasuki masa kesusahan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, maka makin sedikit ikatan pernikahan diadakan akan lebih baik bagi semua orang, laki-laki maupun perempuan.— 5T 366 (1885). PAZ 22.3
Mereka yang lebih tua akan digantikan oleh mereka yang lebih muda (inilah yang akan mengisi 144000)
Akhirnya bani Israel yang merdeka itu tiba di perbatasan-perbatasan tanah perjanjian. Dan walaupun mereka telah menyaksikan mujizat-mujizat yang besar bersama itu, namun mereka belum percaya, bahwa Allah dapat mengambil tanah itu bagi mereka. Mereka telah menyaksikan, bahwa Ia mampu untuk melepaskan mereka dari tempat-tempat pembuatan batu bata milik Phiraun, menghantarkan mereka tanpa basah melalui laut, membinasakan musuh-musuh mereka, memberikan kepada mereka makanan dan air di padang belantara di mana di sana tidak ada yang untuk dimakan, namun mereka belum percaya, bahwa Ia mampu untuk mengambil tanah itu baginya, dan bahwa Ia dapat saja menyelesaikan apa yang sudah dimulai-Nya.
Ada beribu-ribu orang pada waktu ini yang berbuat hampir sama dengan itu apabila mereka mengatakan.”Yesaya, pasaI 2, Mikah, pasaI 4, Yeremiah, pasaI 31, dan Yeheskiel, pasaI 36 dan 37 tidak pernah akan digenapi.” AdaIah mereka yang sudah berumur tua, yaitu orang-orang yang seharusnya mengetahui lebih baik, yang telah memulai menggulirkan bola jatuh ke lembah kebinasaan. Orang-orang muda tentunya sudah harus menyuarakan persungutan para orang tua mereka, tetapi Tuhan tidak mempertanggungkan itu kepada mereka. Dan untuk menyelamatkan orang-orang muda Allah telah menguburkan semua orang tua yang bersungut itu terkecuali kedua orang yang setia yang terpercaya yang telah membantah terhadap laporan jahat dari sepuluh orang pengintai lainnya. Lihatkan Saudara, bahwa setiap orang dewasa yang telah meninggaIkan Mesir, terkecuali KaIeb dan Yusak, sudah harus dikuburkan lebih dulu sebelum anak-anak muda itu dapat menyeberangi sungai Jordan. Mengapa? Sebab walaupun Allah telah membawa mereka dengan begitu mudah keluar dari Mesir, Ia tidak berhasil mengeluarkan Mesir dari diri mereka. Adakah Saudara masih terheran-heran mengapa nabi Eliyah harus “membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka?” (Maleakhi 4 : 6).——Amaran Sekarang jld 1 No.7
UANG
Allah juga mempercayakan uang kepada manusia. Ia memberikan kuasa kepada mereka supaya dapat mencari kekayaan. Ia mengairi bumi dengan embun dari surga, dan dengan hujan yang menyegarkan. Ia memberikan sinar matahari, yang menghangatkan bumi, menghidupkan benda-benda alam dan menjadikannya berkembang dan mengeluarkan buah. Dan meminta pengembalian milik-Nya. –—-MKA 269.5
Uang kita bukannya diberikan kepada kita agar kita dapat menghormati dan memuliakan diri kita sendiri. Sebagai penatalayan-penatalayan yang setia kita harus menggunakannya demi kehormatan dan kemuliaan Allah. Ada orang yang mengira bahwa hanya sebagian saja dari uangnya milik Tuhan. Bila mereka mengasingkan sebagian untuk tujuan yang ber-sifat rohani, mereka menganggap sisanya adalah milik mereka, yang dapat mereka gunakan menurut kesukaannya. Tetapi mereka salah berbuat seperti ini. Segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan dan ber-tanggung jawab kepada-Nya atas penggunaannya. Dalam menggunakan setiap sen akan tampak apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Allah dan sesama manusia seperti kita mencintai diri kita sendiri. ——MKA 270.1
Uang besar nilainya, itu dapat mendatangkan kebajikan yang besar. Dalam tangan anak-anak Allah uang berarti makanan bagi orang yang lapar, minuman bagi orang yang dahaga, dan pakaian bagi orang telanjang. Itu merupakan pertahanan bagi orang yang tertindas, dan untuk me-nolong orang sakit. Tetapi uang tidak lebih bernilai daripada pasir, kecuali kalau digunakan untuk memenuhi keperluan hidup yang mendatangkan berkat atas orang lain, dan memajukan pekerjaan Kristus. ——MKA 270.2
Kekayaan yang ditimbun, bukan saja menjadi sia-sia, tetapi merupakan suatu kutuk. Dalam kehidupan ini itu merupakan suatu jerat kepada jiwa, menjauhkan perhatian dari harta surga. Pada hari besar Allah, kesaksian atas talenta-talenta yang tidak digunakan dan kesempatan yang dilalaikan akan menghukumkan pemiliknya. Kitab Suci berkata, “Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.” ——MKA 270.3
Tetapi Kristus tidak mengizinkan penggunaan uang dengan boros atau teledor. Pelajaran yang disampaikan mengenai penghematan ialah, “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang” berlaku bagi semua pengikut-Nya. Orang yang menyadari bahwa uangnya adalah sebuah talenta dari Allah akan menggunakan dengan hemat, dan akan merasakan suatu kewajiban untuk menyimpannya agar dia dapat memberi. ——MKA 270.4
Semakin banyak kita gunakan uang yang bersifat berlagak dan memanjakan diri, semakin sedikit kita dapat memberi makan orang yang kelaparan, dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang. Setiap sen yang digunakan dengan tidak seperlunya menghalangi yang empunya uang dari suatu kesempatan yang berharga untuk berbuat baik. Itu berarti merampok Allah dari kehormatan dan kemuliaan yang harus mengalir kembali kepada Dia melalui pengembangan talenta-talenta yang dipercayakan-Nya itu. ——MKA 271.1
PADA DASARNYA KRISTUS TELAH MEMBUAT KUKNYA RINGAN, NAMUN KITA SENDIRI YANG MEMBUATNYA SULIT
Gantinya bekerja keras mempersiapkan serangkaian hukum dan peraturan; engkau lebih baik berdoa dan menyerahkan kehendak dan jalan-jalanmu kepada Kristus. Dia tidak senang engkau menyulitkan hal-hal yang telah dibuatNya mudah. Dia berkata: “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada Ku, karena Aku lemah dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu ringan.” Tuhan Yesus mengasihi pusakaNya; dan jika manusia berpikir bahwa bukanlah hak istimewanya untuk menetapkan peraturan bagi teman pekerjaannya tetapi akan membawa peraturan Kristus ke dalam kehidupan mereka serta meneladani pelajaran yang diberikanNya, sehingga masing-masing akan menjadi teladan, bukannya hakim. —– Nasihat Bagi Para Pendeta dan Pelayan Injil – Rekan sekerja Allah hal 185.
—————————
Dengan demikian pertanyaan kita sekarang adalah …….Lalu mengapa segala tuntutan Tuhan menjadi sedemikian berat bagi umat Allah, bahkan hampir semua umat Allah dari segala zaman?
Jawaban yang dapat kita dapatkan, antara lain:
BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS!
Beberapa orang menganggap dosa itu amat remeh sehingga mereka tidak memiliki pertahanan terhadap kegemarannya atau akibatnya.
Jika saja sejenak pun Anda merasa Allah akan memperlakukan dosa dengan cara yang ringan, atau membuat ketentuan atau pengecualian supaya Anda dapat terus melakukan dosa, dan jiwa tidak mendapat hukuman dari berbuat demikian, maka Anda berada dalam tipuan Iblis yang mengerikan. Pelanggaran hukum Yahwe manapun yang disengaja memaparkan jiwamu kepada serangan penuh dari Iblis.
Ketika Anda kehilangan integritas, maka jiwamu menjadi medan peperangan bagi Iblis; Anda memiliki cukup banyak keragu-raguan dan ketakutan untuk melumpuhkan kekuatanmu dan menggerakkanmu kepada kekecewaan….
Ingat bahwa penggodaan itu bukanlah dosa. Ingatlah bahwa betapa pun menggodanya suatu keadaan di mana seseorang ditempatkan, tidak ada yang benar-benar dapat melemahkan jiwanya selama ia tidak menyerah pada godaan namun mempertahankan integritasnya. Kepentingan-kepetingan yang paling vital bagimu secara individu berada dalam penjagaan sendiri. Tidak seorang pun bisa merusaknya tanpa persetujuan mu. Semua pasukan Iblis tidak bisa melukaimu kecuali Anda membuka hati kepada panah-panah Iblis. Kehancuranmu tidak akan pernah terjadi sampai Anda menyetujuinya. Jika tidak ada pencemaran dalam pikiranmu sendiri, semua pencemaran di sekitar Anda tidak dapat menodai atau mencemarimu.
Kehidupan kekal itu berarti segalanya bagi kita atau tidak sama sekali. Hanya mereka yang dengan tekun dan usaha yang tanpa lelah dengan keinginan kuat yang seukuran dengan nilai objek yang dikejarnya, akan memperoleh kehidupan yang sama dengan kehidupan Allah…..Ada contoh pengalaman Adam dan Hawa di hadapan kita, dan akibat pelanggaran-pelanggaran mereka harusnya menuntun setiap jiwa kita menghindari dosa, membenci dosa sebagai hal yang menyebalkan, dan merasakan, dan Ingat penderitaan yang diakibatkan dosa, bahwa lebih baik kehilangan segala sesuatu daripada terpisah dari hukum Allah. ——– BAPA KITA PEDULI, halaman 110
Catatan ulasan:
Berikut catatan-catatan Alkitab dari kejatuhan atau kebinasaan oleh kebodohan menggunakan PIKIRAN SENDIRI akhirnya jadi membuat Kuk yang Tuhan pasang menjadi berat:
- Mulai dari kejatuhan Hawa dalam dosa yang sebenarnya ia tahu hal itu tidak perlu terjadi,
- Kain mempersembahkan korban berbeda dari yang Tuhan minta,
- Orang-orang di zaman air bah menolak kemurahan Tuhan untuk masuk bahtera tanpa syarat apapun,
- Lot yang memisahkan diri dari Abraham, ia memilih hidup dekat dan bahkan masuk ke kota Sodom dan Gomora,
- Kemudian juga Istri Lot kehilangan nyawanya walaupun ia sudah berhasil bersama Lot keluar dari kota Sodom dan Gomora,
- Esau yang paham bahwa budaya bangsanya menjunjung tinggi hak kesulungan, tetapi ia harus kehilangan karena meremehkannya,
- Hal yang mempengaruhi anak-anak Yakub membuang ke sumur dan menjual Yusuf,
- Hal yang membuat Musa membunuh prajurit Mesir,
- Bangsa Israel yang berumur diatas 20 tahun harus mati dalam 40 tahun walaupun telah menyaksikan sendiri kepemimpinan Tuhan keluar dari Mesir,
- Miriam kakak Musa dan Harun iri hati kepada istri Musa, harus merasakan sakit kusta dan hampir mati jika tidak dibela Musa dihadapan Tuhan,
- Berikutnya toleran Harun turut serta mendukung pembangunan patung lembu emas, kembali lagi perlunya pembelaan Musa kepada Tuhan,
- Yusak yang gegabah percaya diri setelah kepemimpinan Tuhan di kehancuran tembok Yeriko, ia berkehendak menghancurkan bangsa AI yang kecil tanpa meminta terlebih dahulu kesertaan Tuhan,
- Samson merelakan kekuatannya hilang oleh karena wanita Pilistin, bahkan sampai nyawanya pun harus hilang,
- Daud menginginkan Betsyeba istri prajuritnya hingga ia nyaris binasa bila tidak mendengar nasihat nabi Nathan dan Abigail,
- Salomo seorang yang satu-satunya dikaruniai kebijaksanaan jatuh mengikuti istrinya yang anak raja Mesir,
- Yunus yang jelas-jelas Tuhan yang berkuasa memberi perintah ke Niniwe tetapi ia mengalihkan perjalanannya ke Tarsis,
- Maju sampai perjanjian baru orang-orang sebanyak 5000 orang yang sudah mendengar kebenaran kasih Yesus, selain 12 murid yang berkembang 120 orang akhirnya meninggalkan Yesus dan memilih Barnabas dibebaskan,
- Petrus yang sudah belajar bersama-sama Yesus 3 ½ tahun nyaris tenggelam ketika gelombang datang, walaupun sedetik sebelumnya ia sangat bergantung/percaya ada jaminan dari Yesus, dan kekawatirannya dikenal orang-orang sebagai murid Yesus membuatnya menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok,
- Yudas juga sampai tega menjual Yesus hanya demi 30 keping perak, mengira bahwa Yesus akan menyelamatkan dirinya sendiri,
- juga kita sekarang banyak yang sudah diberikan pengetahuan akan kebenaran yang tidak dimiliki oleh orang-orang generasi sebelumnya, tetap terus saja mengulang-ulang kesalahan orang-orang seperti contoh-contoh diatas, yaitu menilai-nilai setiap bagian kebenaran yang disampaikan menurut pikiran sendiri, sehingga membuat respon yang seperti Kain dahulu yang akhirnya berbeda dengan apa yang dikehendaki Tuhan.
KESEMUANYA adalah KARENA PENGARUH ……PIKIRAN…….lemahnya PENGUASAAN atas pikiran itu sendiri…….APA YANG DIMASUKKAN KEDALAM PIKIRAN MEMPENGARUHI HASIL.
Berikut ini kebalikannya, yaitu contoh-contoh yang membiarkan dirinya hanyut di dalam PIKIRAN TUHAN:
- Abraham sama sekali tidak bertanya-tanya tentang tempat yang ia disuruh datang dan tinggal,
- Ishak anak Abraham tidak ada sedikitpun ketakutan atau usaha melarikan diri ketika ia tahu bahwa ialah yang menjadi korban Abraham atas perintah Tuhan,
- Yusuf yang walaupun anak yang dimanja oleh Yakub dapat tahan, dan kuat tidak bersungut-sungut menghadapi siksaan dan ancaman perjalanan hidupnya yang sama sekali ia tidak ketahui masa depan kelangsungan hidupnya,
- Daniel dengan sangat istimewa dapat kuat dan tenang menghadapi ancaman dapur api dan kandang singa,
- Lot walaupun awalnya ia bagian dari orang yang menggunakan pikirannya sendiri, namun setelah kelepasannya dari kota Sodom dan Gomora ia sadar dan mampu memahami hidup dalam penyerahan kepada Tuhan di dalam gua bersama binatang buas di kehancuran kota Soar, sementara kedua anaknya tidak memanfaatkan pelajaran kehancuran kota Sodom dan Gomora,
- Musa dengan berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya oleh bangsa Israel pada setiap persungutan atas peristiwa-peristiwa ujian Tuhan,
- Elia percaya Tuhan memberkatinya dengan mendengar permintaannya untuk menurunkan hujan setelah 3 tahun kekeringan di Israel, dan ketika dalam persaingan seorang diri berhadapan dengan 450 orang nabi palsu, ia tidak sama sekali gentar dan takut,
- Naaman pejabat panglima kerajaan Aram yang mempercayai kesembuhannya dari penyakit kusta atas nasihat Elisa, walaupun hingga kali ke 6 bangkitnya dari mencelupkan dirinya di sungai Yordan belum memperlihatkan tanda-tanda, barulah kali yang ke 7 membuahkan hasil ia disembuhkan,
- Nebukadnezar pun bangun dan sadar setelah peristiwa aneh yang ia alami dihalau dari antara manusia,
- Ketahanan terhadap ujian-ujian Murid-Murid Yesus setelah kematian Yesus dan pendidikan 40 hari, hingga pekerjaan roh Suci Hujan Awal yang membawa kematian kepada mereka semua dilalui tanpa ada lagi penyangkalan sebagai murid Yesus sebelum ayam berkokok,
- Demikian juga 7 reformator dapat kuat bertahan mulai dari Luther yang harus mengalami aniaya-aniaya dan mati sahid, dan terakhir terlebih Victor T. Houteff yang diperlakukan berbeda dengan Ellen G. White oleh orang Advent, dari awal kemunculannya seorang diri sama seperti Elia dahulu hingga meninggalnya tahun 1955, tidak ada satupun pengakuan/penerimaan dari orang-orang yang berkedudukan di dalam sidang Laodekia.
KESEMUANYA MEREKA JALANI DENGAN KEIKLASAN …..TIDAK DENGAN BERSUNGUT-SUNGUT SEPERTI BANGSA ISRAEL DAHULU, ……….HAL INI JUGA adalah DIKARENAKAN PENGARUH ………PIKIRAN……PIKIRAN YANG DIKUASAI….. dari contoh-contoh yang kedua ini walaupun mereka harus melewati drama-dramanya sendiri, namun tampak Kuk yang Tuhan pasangkan bagi mereka, karena mereka sepenuhnya bergantung kepada Tuhan, terlihat lebih ringan daripada contoh-contoh yang pertama diatas.
JADI ……jatuh bangunnya manusia semua, binasa maupun diselamatkan …… DITENTUKAN OLEH …….BAGAIMANA IA MENGGUNAKAN …….PIKIRANNYA DAN MENGUASAI/MENGENDALIKANNYA………
Demikian pula YUSUF dan DANIEL serta AYUB yang paling terberat menjalankan KUK yang harus mereka pikul dari Tuhan……… bila kita bandingkan dengan salah satu murid Yesus PETRUS TERNYATA KETAKUTAN PETRUS WAKTU IA NYARIS TENGGELAM KARENA TAKUT/RAGU/KURANG PERCAYA AKAN KEPEMIMPINAN YESUS (PADAHAL SAAT ITU YESUS MASIH TERLIHAT JELAS BERADA DIDEKATNYA) DAN TERMASUK KETAKUKANNYA DIKENALI SEBAGAI MURID YESUS DI SAAT PENGADILAN YESUS……….ADALAH SANGAT-SANGAT TIDAK SEBANDING, BAHKAN TERLIHAT SANGAT REMEH TEMEH ……..JAUH SEKALI BERATNYA PENDERITAAN DAN ANIAYA TOKOH-TOKOH PERJANJIAN LAMA ITU RASAKAN TETAPI TOH TIDAK ADA KERAGUAN KITA LIHAT DARI PENGALAMAN MEREKA SAAT MENGHADAPI UJIAN TERSEBUT.
NAMUN ALANGKAH SEDIHNYA KITA SEKARANG INI ……….DISAMAKAN DENGAN PENGALAMAN PETRUS DI DALAM DIRI MANUSIA LAMANYA:
Apabila kesusahan menimpa kita, betapa sering kita seperti Petrus! Kita memandang gelombang itu, gantinya menujukan mata kita pada Juruselamat. Langkah-langkah kita tergelincir, dan gelombang hidup keangkuhan itu menimpa jiwa kita. Yesus tidak menyuruh Petrus datang kepada-Nya agar ia binasa; Ia tidak memanggil kita mengikut Dia, dan kemudian meninggalkan kita. “Janganlah takut,” firman-Nya, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Sebab Akulah Tuhan, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruse- lamatmu.” Yesaya 43:1-3 —–KSZ1 411.2
BAGAIMANA BISA MENANG BILA KITA TIDAK BERANJAK BERBENAH DIRI DARI LEMAHNYA KITA DAN KEMUDIAN BERSERAH DAN MENGANDALKAN SEPENUHNYA KEKUATAN TUHAN …….BAGAIMANA MUNGKIN KITA SANGGUP MENGHADAPI GODAAN-GODAAN/ TAWAR HATI-TAWAR HATI DARI CELAAN, CEMOOHAN YANG HADIR SETIAP HARI DIKEHIDUPAN KITA, TERLEBIH BAGAIMANA KITA AKAN MELEWATI UJIAN-UJIAN KEMURIDAN BAGIAN KITA ……..TERUTAMA PADA MASA PRA KESUSAHAN YAKUB YANG YANG HARUS DIJALANI KITA SENDIRI TANPA ADA PENDAMPINGAN MALAIKAT YANG DATANG SEPERTI MUSA DAHULU ALAMI SELAMA PENDIDIKANNYA 40 TAHUN, YOHANES PEMBABTIS DAN JUGA MURID-MURID YESUS DALAM 40 HARI YANG DIDAMPINGI TERUS SECARA LANGSUNG OLEH YESUS SENDIRI. JELAS AKAN LEBIH JAUH LEBIH BERAT KITA RASAKAN, PENGETAHUAN ATAU IMAN KITALAH DAN DOA SAJA LAH YANG MENGUATKAN KITA.
SETELAH BACAAN CONTOH-CONTOH DIATAS , marilah kita perhatikan semua kekawatiran-kekawatiran/ketakutan-ketakutan ciptaan pikiran manusia dari tokoh-tokoh contoh yang pertama diatas nyatanya dari generasi ke generasi pada dasarnya……hanya kegagalan-kegagalan/kebohongan-kebohongan,……………………. TIDAK ADA PIKIRAN SENDIRI DARI MEREKA YANG TERGENAPI…….
Seperti ketakutan orang-orang Israel mayoritas yang mempercayai kepada 10 pengintai bahwa di tanah Kanaan itu mereka sudah siap membinasakan bangsa Israel, dan di tanah itu terdapat raksasa-raksasa……..nyatanya BOHONG BELAKA, kemudian ketakutan, keraguan Yunus terhadap kerendahan hati orang Niniwe, sama sekali tidak terbukti ketika ia mengajar orang-orang di Niniwe.
Hanyalah kekawatiran ciptaan sendiri yang dapat membinasakan kita, bukanlah Tuhan yang mengabaikan kita, seperti pengalaman Petrus……kekawatirannya tidak ada ketika ia percaya, tetapi kekawatirannya bahaya tenggalam terwujud ketika ia meragukan kepemimpinan Tuhan……..jadi disini kita lihat bahwa ……
TUHAN TETAP KONSISTEN DENGAN JANJINYA, SELAMA KITA TELAH MELAKSANAKAN BAGIAN KITA.
Bisa kita bayangkan bila semua tokoh-tokoh itu peragu, kurang percaya……….APAKAH ADA UMAT ALLAH SAAT INI?……..ADAKAH GENERASI-GENERASI MANUSIA SELAMAT SEKARANG INI BILA NUH DAHULU JUGA MERAGUKAN TURUNNYA AIR BAH?….ADAKAH MANUSIA MASIH ADA DALAM 7 TAHUN KELAPARAN BILA YUSUF JADI PERAGU/ KURANG PERCAYA?…….ADAKAH SADRAK, MESYAK DAN ABEDNEGO SERTA BELTSAZAR (DANIEL) LOLOS DARI DAPUR API DAN DANIEL PRIBADI SELAMAT DARI TERKAMAN SINGA DI KANDANGNYA DAHULU BILA IA RAGU?, ELIA DAPATKAH IA MENURUNKAN HUJAN DARI LANGIT SETELAH 3 TAHUN KEKERINGAN, SERTA BERTAHAN SEORANG DIRI MELAWAN 450 NABI PALSU JIKA IA MEMILIKI MENTAL SEPERTI PETRUS?………DAN BANYAK LAGI LAINNYA YANG ….. HARUS KITA PERTIMBANGKAN…..
JANGAN PELIHARA KEBIASAAN MENGGUNAKAN PIKIRAN SENDIRI ATAU PENILAIAN-PENILAIAN KITA, ………..ITU BUKAN PIKIR/RATIO .…. TETAPI PERASAAN……..PIKIR/RATIO DIPENGARUHI WAWASAN/PENGETAHUAN…….SEDANGKAN KESEMUA HAL YANG DIKAWATIRKAN DITAKUTKAN……OLEH ORANG ZAMAN NUH, PETRUS, YUNUS DAN ORANG-ORANG ISRAEL YANG PERCAYA KEPADA 10 PENGINTAI TIDAK ADA DASAR PENGETAHUAN KEBENARANNYA SELAIN BUAH PIKIRAN MANUSIA, terbukti dizaman Yusak……. 2 pengintai yang ia kirimkan memasuki tanah Yerikho, mereka tidak sama sekali melihat raksasa-raksasa yang dikawatirkan atau mental keberanian tentara bangsa itu melawan bangsa Israel……. ……KESEMUANYA HANYALAH ……KHAYALAN/ASUMSI/RASA-RASA PRIBADI CIPTAAN MEREKA…………bayangkan betapa ruginya mereka……..fakta tersebut baru diketahui selang 40 tahun kemudian……..renungkan……sudah berapa juta banyaknya orang Israel yang sebenarnya sudah berhasil menang melewati ujian demi ujian sebelumnya, akan tetapi harus kalah menjadi korban PIKIRAN MANUSIA selain dari yusak dan Kaleb.
Berikut kita membaca nasihat Ellen G. White tentang pentingnya menjaga PIKIRAN:
Kita masih mempunyai suatu pekerjaan untuk melawan pencobaan. Mereka yang tidak mau menjadi mangsa alat-alat iblis harus menjaga dengan baik akan segala jalan yang menuju kepada jiwa; mereka harus menjauhkan diri dari membaca, melihat atau mendengar hal-hal yang akan membangkitkan pikiran yang kotor. Pikiran jangan dibiarkan melayang-layang semaunya kepada perkara-perkara yang dihadapkan oleh musuh kita. “Hendaklah ingatanmu tajam,” kata rasul Petrus, “… janganlah kamu merupakan kehidupanmu menurut hawa nafsumu yang dahulu itu, tatkala kamu di dalam masa jahiliah, melainkan, sebagaimana Tuhan yang sudah memanggil kamu itu ada kudus, demikian juga kamupun hendaklah kudus di dalam segenap perkara kehidupanmu.” 1 Petrus 1:13-15. Paulus berkata, “Barang apa yang benar, barang apa yang indah, barang apa yang adil, barang apa yang suci, barang apa yang molek, barang apa yang kedengaran baik, jikalau ada sesuatu kebaikan dan jikalau ada sesuatu kepujian, itulah yang hendak kamu pikirkan.” Pilipi 4:8. Ini memerlukan doa yang tekun dan kewaspadaan yang terus-menerus. Kita harus ditolong oleh kuasa Roh Suci yang tinggal di dalam hati kita, yang akan mengangkat pikiran kita ke atas, dan mengisinya dengan hal-hal yang suci dan bersih. Dan kita harus mempelajari firman Allah dengan sungguh-sungguh. “Dengan apa gerangan orang muda akan memeliharakan jalannya suci daripada salah? Jikalau dipatutkannya dengan firmanmu.” “Firmanmu,” kata pemazmur, “telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepadamu.” Mazmur 119:9, 11– —– PB2 54.1
Isilah seluruh hati dengan firman Tuhan. Firman itulah air hidup yang memuaskan dahagamu yang amat sangat. Firman itu roti hidup yang turun dari surga. Yesus berkata: “Jikalau tiada kamu makan tubuh Anak-manusia dan minum darahnya, tiadalah kamu menaruh hidup di dalam dirimu. Dan diterangkanNya dari hal Dirinya Sendiri dengan berkata: “Adapun perkataan yang Aku katakan kepadamu, itulah roh dan hidup adanya. ’’Yahya 6:53 63. Tubuh kita terdiri dari apa yang kita makan dan minum; maka sebagaimana dengan perkara jasmani demikian pulalah dalam perkara rohani; yakni apa yang kita pikir-pikirkan itulah yang memberi corak dan kekuatan rohani kita.—-KS 82.1
Dikarenakan pengaruh pikiran atas pikiran, mereka yang salah mengerti bisa membawa orang-orang lain untuk salah mengerti, oleh interpretasi yang mereka buat terhadap pelajaran-pelajaran dari pena saya. Seseorang memahaminya sedemikian rupa, menurut ide-idenya. Yang lain menaruh tafsirannya pada perkara yang tertulis, dan kekacauan adalah hasil yang pasti –Letter 96, 1899. Selected Messages vol. 3, p 79, 80
“Setan kini sedang menggunakan setiap alat dalam masa pemeteraian ini untuk mengalihkan pikiran-pikiran umat Allah dari pada kebenaran sekarang serta menyebabkan mereka bimbang.”—Early Writings, p. 43.
Sebagai penutup pembelajaran ……Berikut penyebab PIKIRAN kita tidak berubah dan terus menerus melemahkan iman kita, tulisan Ellen G. White berikut memberikan gambarannya:
“Peraturan upacara baptisan dan Perjamuan Tuhan adalah dua tiang pilar besar, yang sebuah di luar dan yang lainnya di dalam sidang. Pada kedua peraturan upacara ini Kristus telah mengukirkan nama Allah yang besar.
Kristus telah membuat baptisan menjadi tanda masuk ke kerajaan kerohanian-Nya. Ini telah dibuat-Nya menjadi persyaratan yang pasti dengan mana semua orang harus mengikutinya, yaitu setiap orang yang ingin diakui berada di bawah kekuasaan BAPA, ANAK dan ROH SUCI. Sebelum orang dapat menemukan suatu tempat tinggal di dalam sidang, sebelum ia melewati ambang pintu kerajaan kerohanian Allah, ia harus terlebih dulu memperoleh c a p nama Ilahi, “Tuhan Pembenaran kita.” – Jeremiah 23 : 6.
“Baptisan adalah suatu penolakan terhadap dunia yang sangat bersungguh-sungguh. Mereka yang dibaptis dalam tiga rangkap nama dari BAPA, ANAK, dan ROH SUCI, pada permulaan mereka memasuki kehidupan Kristennya, menyatakan di depan umum bahwa mereka telah meninggalkan pelayanan Iblis dan telah menjadi anggota dari keluarga kerajaan, yaitu anak-anak dari Raja Samawi. Mereka telah mematuhi perintah yang berbunyi: “Keluarlah dari antara mereka itu, dan berpisahlah kamu . . . . . dan janganlah menjamah barang yang keji.” Maka kepada mereka akan digenapi janji yang berbunyi: “Aku akan menerima kamu, dan akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi putera-putri-Ku, demikianlah firman Tuhan Serwa Sekalian Alam.” 2 Korinthi 6 : 17, 18.” – 6 Testimonies for the Church, p. 91.












