Sabat 14 Februari 2026
RENUNGAN PENDAHULUAN
TERHIBUR DENGAN BAIK
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:11).
Dalam semua konflikmu, dalam semua cobaan dan kerumitan hidupmu, carilah nasihat dari Allah. Jalan ketaatan kepada Allah adalah seperti terang yang bersinar lebih terang kepada hari yang sempurna itu. Ikutilah langkah demi langkah….Tempat-tempat yang menukik ke atas mungkin harus dipanjat, tetapi majulah ke depan dalam kerendahan hati, iman dan penyangkalan diri, tinggalkanlah awan-awan keraguan di belakangmu. Janganlah berdukacita pada jalan yang tidak berpengharapan, bagi yang hidup perlu perawatanan kasihmu. Kamu sudah mendaftar dalam balatentara Tuhan; jadilah tentara-tentara Kristus Yesus yang berani. Biarlah perkataan-perkataan penyesalan dan pujian syukur dinaikkan kepada Allah seperti bau-bauan harum dalam bait suci surgaNya.
Kamu mungkin kecewa, dan kehendakmu dan jalanmu mungkin disangkal; tetapi yakinlah bawa Tuhan mengasihimu. Dapur api mungkin membakarmu, bukan untuk menghancurkanmu, tetapi supaya kamu boleh muncul seperti emas yang dimurnikan tujuh kali….Kegelapan mungkin terlihat mengikatmu, tetapi kamu tidak akan memandang awan-awan. Di seberang awan-awan yang paling hitam terdapatlah terang yang selalu bersinar. Tuhan memiliki terang bagi jiwamu. Bukalah pintu hati kepada pengharapan, damai, dan sukacita. Yesus berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:11).
Allah memiliki pekerjaan istimewa bagi setiap orang untuk dilakukan, dan kita boleh melakukan dengan baik pekerjaan yang Allah sudah tugaskan kepadanya. Satu-satunya perkara yang kita harus takutkan pada bagian kita adalah bahwa kita tidak akan bisa memandang Yesus secara terus-menerus, sehingga kita tidak akan memiliki mata yang tetap tertuju kepada kemuliaan Allah, sehingga kita disebut meletakkan perisai kita dan tidur dalam kematian dan kita mungkin tidak siap untuk memberikan pertanggungjawaban terhadap kepercayaan kita. Jangan Lupa sesaatpun bahwa kamu adalah milik Kristus, yang telah dibeli dengan suatu harga yang tidak terbatas, dan bahwa kamu akan memuliakan Dia dalam rohmu, dan dalam tubuhmu, yang adalah milikiNya.
Kepada orang-orang yang menderita susah saya berkata, Terhiburlah dengan baik dalam pengharapan terhadap pagi kebangkitan. Air yang kamu sudah sedang minum adalah sama pahitnya bagimu seperti air yang ada di Mara bagi anak-anak Israel di padang belantara, tetapi Yesus dapat menjadikan air itu manis dengan kasihNya. Ketika Musa menyampaikan kepada Tuhan kesulitan-kesulitan yang menyedihkan tentang anak-anak Israel itu, Ia tidak memberikan obat yang baru, tetapi menarik perhatian mereka kepada bahan yang tersedia; karena ada semak-semak yang Ia telah ciptakan untuk dilemparkan ke dalam air untuk membuat mata air itu menjadi manis dan murni. Ketika hal ini dilakukan, orang-orang yang menderita itu bisa minum air tersebut dengan aman dan gembira. —— 2SM 272, 273. Nasihat Allah untuk masa kini jilid 2 hal 203.
WAKTU UNTUK BERDOA DAN MEMUJI TUHAN
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu dari padamu” (Yohanes 16:20, 22).
Bilamana kesulitan dan kesusahan mengelilingi kita, maka kita harus lari kepada Allah, dan dengan yakin mengharapkan pertolongan dari Dia yang berkuasa menyelamatkan dan sanggup untuk melepaskan. Kita harus meminta berkat Allah jika kita mau menerimanya. Doa adalah suatu kewajiban dan suatu keperluan; tetapi tidakkah kita melalaikan pujian? Tidakkah kita seharusnya lebih sering menyampaikan terimakasih kepada sang Pemberi segala berkat kita? Kita perlu mengembangkan rasa syukur. Kita harus sering merenungkan dan mengingat kembali akan kemurahan-kemurahan Allah, dan memuji serta memuliakan namaNya yang kudus, bahkan ketika kita sedang melalui kesusahan dan penderitaan….
Kebaikan Tuhan yang penuh kemurahan besar bagi kita. Ia tidak pernah akan meninggalkan atau membiarkan mereka yang percaya kepadaNya. Jika kita mau sedikit memikirkan dan membicarakan tentang kesusahan kita, dan lebih banyak tentang kemurahan dan kebaikan Allah, maka kita akan mendapati diri kita terangkat ke atas jauh dari kemurungan dan kesedihan kita. Saudara-saudara dan saudari-saudariku, engkau yang merasa bahwa engkau sedang memasuki suatu jalan yang gelap, dan seperti para tawanan di Babel harus menggantungkan harapanmu di atas pohon, marilah kita menjadikan kesusahan itu menjadi nyanyian yang menggembirakan. Engkau dapat mengatakan, Bagaimanakah saya bisa menyanyi dengan kemungkinan gelap di hadapan saya, dengan beban kesusahan dan kehilangan di atas jiwa saya? Tetapi sudahkah kesusahan di bumi menghilangkan dari kita sahabat penuh kuasa itu yang kita miliki dalam Yesus? Tidakkah seharusnya kasih Allah yang ajaib itu dalam memberikan AnakNya yang kekasih menjadi tema sorak pujian yang terus menerus? Bilamana kita membawa permohonan kita ke tahta kasih karunia, janganlah kita melupakan juga lagu ucapan syukur. “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku” (Mazmur 50:23). Selama Juruselamat kita hidup, kita mempunyai alasan untuk bersyukur dan memuji dengan tidak berkeputusan. —- The Review and Herald, 1 Nov 1881, 2SM 268, 269. Nasihat Allah untuk masa kini hal. 199.
SUMBER AYAT ALKITAB KITA TIDAK DIPERKENANKAN TERUS MENERUS BERSUNGUT SUNGUT:
- Bilangan 14:27 : Tuhan menegur bangsa Israel yang terus menerus bersungut-sungut kepada Musa atas kesulitan di padang gurun.
- 1 Korintus 10:10 : “Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.”
- Yakobus 5:9 : “Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.”
- Filipi 2:14-16 : “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.
BACAAN INI MENGANTARKAN KITA UNTUK MERENUNGKAN PERTANYAAN:
siapakah yang terus menerus bersungut-sungut dalam perjalanan bangsa Israel, Musa Dan Harun kah? atau mereka yang akan binasa dalam perjalanan?. Lalu adakah Tuhan berkenan kepada Ayub saat ia mengeluh atau saat ia bersyukur, tabah dan menyesali perkataannya?
- Ayub 2:9: “Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”
- Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
- Beberapa pasal Ayub 3, 7, 10, 13, 16 memperlihatkan keluhan Ayub, namun dalam Ayub 42 kita dapatkan penyesalannya:
- 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
- 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”
BILA ENGKAU MENERIMA FIRMAN ITU DI DALAM IMAN, ITU AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU KUASA UNTUK MENURUT DAN TERANG YANG LEBIH BESAR AKAN DATANG.
……..
Inginkah engkau menjadi pengikut Kristus, namun tidak tahu bagaimana untuk memulainya? Apakah engkau berada dalam kegelapan dan tidak tahu untuk menemukan terang? Ikutilah terang yang engkau miliki. Pastikan hatimu untuk mengikuti apa yang engkau tahu tentang firman Allah. KuasaNya, kehidupan-Nya sendiri, tinggal di dalam firman-Nya. Bila engkau menerima firman itu di dalam iman, itu akan memberikan kepadamu kuasa untuk menurut. Apabila engkau perhatikan terang yang engkau miliki, terang yang lebih besar akan datang. Engkau sedang membangun di atas firman Allah, dan tabiatmu akan dibangun sesuai dengan rupa tabiat Kristus. —— Khotbah Di Atas Bukit, p 166-167.
———————————–
BUDAYA KRISTEN YANG BENAR
“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan — dan di dalam Kristus Yesus la telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di surga.” Efesus 2:4-6.
Jikalau Anda mempunyai hubungan erat dengan Yesus Kristus, Anda akan melihat hal-hal yang menakjubkan dari hukum-Nya, yang sekarang belum kelihatan. Pengaruh Roh Allah yang melembutkan hati dan pikiran manusia akan membuat anak-anak Allah yang benar duduk bersama di surga dalam Kristus Yesus. Budaya Kristen akan diteruskan di dalam hati yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Akan ada roh lembut dan penurutan pada semua mereka yang memandang kepada Yesus. Kasih Yesus selalu menuntun kepada sopan santun Kristen, penghalusan bahasa, dan pemurnian ekspresi yang menyatakan kelompok dimana kita berada — sehingga seperti Henokh kita sedang berjalan dengan Allah. Tidak ada ledakan perasaan, tidak ada kekasaran, tetapi semerbak manis dalam bicara dan dalam semangat.
Firman itu harus menjadi pelajaran bagi kita. Inilah tambang batu permata berharga. Sebagian telah kita lihat sepintas, tetapi masih perlu menggali lebih dalam untuk mendapatkan lebih banyak harta terpendam yang berharga. Ada banyak orang yang menggeledah di permukaan dengan sembrono, dan ceroboh. Sementara yang lain menyelidiki harta yang tersembunyi dengan lebih teliti dan dengan berdoa dan sabar, untuk mendapatkan harta yang tak terkira banyaknya…..
Biarlah nampak bahwa hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Semoga tidak ada kata-kata yang tergesa-gesa, tidak ada kata-kata murahan, tidak ada bahasa pasaran. Semoga ditunjukkan bahwa Anda menyadari kehadiran teman yang Anda hormati, dan bahwa Anda tidak akan mempermalukan-Nya. Ingatlah, bahwa kita adalah utusan-utusan Yesus Kristus! Oleh sebab itu, nyatakanlah tabiat-Nya dalam kata-kata dan dalam perbuatan….Kuasa Allah yang mengubahkan diperlukan setiap hari untuk menguduskan dan membuat kita cocok untuk digunakan Tuan kita. Oh, ada pelajaran berharga di dalam Kitab Suci yang masih akan kita temukan dan hidupkan! Hati nurani kita harus menyadari dan menghormati standar Kekristenan yang lebih tinggi….. Anda semua adalah terang di dalam Tuhan. Anda bisa lebih bertambah dalam efisiensi dalam kesucian, dalam pengetahuan akan Allah, jikalau Anda tetap lembut dan rendah hati. — That I May Know Him hal. 197.
———————————–
DIPERLUKAN WAKTU
Pikiran seorang pria atau seorang wanita tidak serta merta turun seketika dari kemurnian dan kesucian menuju kebejatan moral, korupsi, dan kejahatan. Diperlukan waktu mengubah manusia menuju Ilahi, atau memperburuk bentuk yang sudah sesuai dengan gambar Allah menuju kepada kebrutalan atau seperti Iblis. Dengan melihat kita diubahkan. Meskipun dengan gambar Pencipta, manusia bisa sedemikian rupa mendidik pikirannya bahwa dosa yang pernah ia benci akan jadi menyenangkan baginya. Saat ia berhenti waspada dan berdoa, maka ia berhenti menjaga benteng hatinya…. Peperangan konstan melawan pikiran fana harus dipertahankan; dan kita harus dibantu oleh pengaruh menghaluskan dari kasih karunia Allah, yang akan menarik pikiran ke arah atas dan membiasakannya merenungkan hal-hal murni dan suci.
Karakter tidak terbentuk secara kebetulan. Tidak ditentukan oleh satu semburan amarah, satu langkah pada arah yang salah. Karakter terbentuk oleh pengulangan perbuatan yang menjadikannya kebiasaan, dan membentuk karakter entah itu menjadi baik atau menjadi jahat. Karakter-karakter yang benar dibentuk hanya oleh usaha yang tekun dan tanpa lelah, dengan memperkembangkan talenta dan kemampuan yang dipercayakan demi kemuliaan Allah.
kita membangun karakter sesuai dengan pola yang ditentukan bagi kita. Kita harus menyusun bata demi bata, menambahkan kasih karunia demi kasih karunia, menemukan titik kelemahan kita dan memperbaikinya sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
Allah memberikan kita kekuatan, kuasa pertimbangan, waktu agar kita bisa membangun karakter di mana Dia dapat menaruh meterai persetujuan-Nya. la ingin masing-masing anak milik-Nya membangun karakter mulia, dengan melakukan perbuatan agung dan mulia, agar pada akhirnya ia dapat menyampaikan suatu struktur yang simetris, bait suci indah yang dihormati oleh manusia dan Allah….
la yang mau tumbuh menjadi bangunan indah bagi Tuhan harus memelihara setiap kekuatan tubuhnya. Hanya dengan penggunaan talenta yang benar maka karakter bisa dikembangkan secara harmonis. Dengan demikian kita membuat landasan seperti yang dikatakan Firman sebagai emas, perak, dan batu-batu berharga-bahan-bahan yang akan tahan ujian api yang menyucikan dari Allah. —– BAPA KITA PEDULI, hal 246
————————
MARILAH KEPADA KU,
Semua yang letih lesu dan ber beban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28).
Banyak yang mendengar ajakan ini, sambil memohon kelegaan, namun tetapi di jalan yang kasar, sambil memeluk beban di hatinya. Yesus mengasihi mereka dan ingin ikut menanggung beban mereka dan merangkul diri mereka sendiri juga ditangan-Nya yang kokoh.
la akan menghilangkan ketidakpastian dan ketakutan yang merampas rasa kedamaian dan ketenangan mereka; tetapi mereka harus lebih dahulu datang kepada-Nya dan menceritakan kepada-Nya rahasia kesusahan atau kesedihan hati mereka….
Kadang kadang kita mencurahkan masalah kita ke telinga manusia, dan lalai menceritakan penderitaan kita kepada mereka yang tidak bisa membantu kita, dan lalai menceritakan semua kepada Yesus, yang mampu mengubah semua kesedihan menuju jalan kedamaian dan sukacita…..
la mengajak untuk menjadi sahabat kita, berjalan bersama kita melalui semua jalan sulit hidup. la berkata kepada kita, Akulah Tuhan Allahmu; berjalanlah bersama-Ku, dan Aku akan mengisi jalanmu dengan terang Yesus, Panglima Surga, menawarkan kepada mereka yang datang kepada Dia dengan beban, kelemahan, dan masalah mereka, untuk mengangkat mereka menjadi sahabat Nya….
Ajakan Nya kepada kita adalah panggilan menuju hidup bersih, suci, dan bahagia suatu kehidupan damai dan tenang, kehidupan kasih dan kemerdekaan-dan menuju warisan besar masa depan kekal… Adalah suatu keistimewaan bagi kita berjalan setiap hari bersama Yesus dengan tenang, akrab, dan bahagia.
Ketenangan ditemukan ketika semua pembenaran diri, semua pertimbangan dari sudut pandang yang mementingkan diri, disingkirkan. Penyerahan diri sepenuhnya, penerimaan terhadap jalan-jalan-Nya, adalah rahasia ketenangan sempurna dalam kasih-Nya…. Lakukan saja seperti apa yang la perintahkan untuk dilakukan, dan yakinlah bahwa Allah akan melakukan apa yang la katakan akan dilakukan-Nya…. Sudahkah Anda datang kepada Dia, meninggalkan semua taktik tambal sulammu, semua ketidakpercayaan, semua pembenaran dirimu? Datanglah sebagaimana Anda ada, lemah, tak berdaya dan siap untuk mati.
Apakah “kelegaan” yang dijanjikan? yakni kesadaran bahwa Allah benar, bahwa la tidak pernah mengecewakan orang yang datang kepada Nya. Pengampunan-Nya penuh dan bebas, dan penerimaan-Nya berarti kelegaan bagi jiwa, dan kelegaan dalam kasih-Nya. —— BAPA KITA PEDULI hal. 111
——————————-
Yohanes berusaha membimbing orang-orang percaya untuk memahami hak istimewa yang luhur yang akan mereka peroleh melalui penerapan roh kasih. Kuasa penebusan ini, yang memenuhi hati, akan mengendalikan setiap motif lain dan mengangkat pemiliknya di atas pengaruh-pengaruh dunia yang merusak. Dan ketika kasih ini dibiarkan berkuasa penuh dan menjadi kekuatan pendorong dalam hidup, kepercayaan dan keyakinan mereka kepada Allah dan cara-Nya berurusan dengan mereka akan menjadi sempurna.— Kisah Para Rasul, 550-552 . RC234
——————————–
APAKAH SAYA MEMILIKI JAWABANNYA?
“Apakah pendapatmu tentang Kristus?” ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Apakah Anda menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi? Kepada semua orang yang menerima-Nya, Ia memberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.
Kristus menyatakan Allah kepada murid-murid-Nya dengan cara melakukan pekerjaan khusus di dalam hati mereka, seperti yang Dia ingin lakukan di dalam hati kita. Ada banyak orang yang karena terlalu banyak memikirkan teori, telah kehilangan pandangan akan kuasa yang hidup dari teladan Juruselamat.
Kita membutuhkan pengalaman yang dimiliki oleh Paulus ketika ia menulis: “Aku telah disalibkan dengan Kristus, namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku, tetapi aku hidup oleh iman kepada Anak Allah, yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya bagiku” (Galatia 2:20).
Alasannya ialah Karena mereka itu belum bertobat
Tetapi manusia tidak dapat mengubah dirinya sendiri dengan menggunakan kemauannya. Ia tidak memiliki kuasa dengan mana perubahan ini bisa berhasil. Ragi itu—sesuatu benda yang sama sekali dari luar—harus diadukkan ke dalam makanan sebelum keinginan untuk berubah timbul di dalamnya. Demikianlah rahmat Allah harus diterima orang berdosa sebelum ia dapat dilayakkan masuk kerajaan kemuliaan. Segenap kebudayaan dan pendidikan yang dapat diberikan dunia ini, akan gagal untuk menjadikan anak hina yang berdosa menjadi anak sorga. Tenaga pembaharuan harus datang dari Allah. Perubahan itu hanya bisa dilaksanakan oleh Roh Kudus. Semua orang yang akan diselamatkan, berpangkat tinggi atau rendah, kaya atau miskin,. harus menyerahkan dirinya kepada pekerjaan kuasa ini.
Seperti ragi itu, bilamana dicampur-adukkan dengan adonan bekerja dari dalam ke luar, begitulah juga oleh pembaharuan hati sehingga rahmat Allah bekerja untuk mengubah hidup itu. Perubahan-perubahan di luar saja tidak cukup untuk membawa kita ke dalam persesuaian dengan Allah. Banyak orang yang mencoba untuk mengubah dengan memperbaiki kebiasaan buruk ini dan itu dan mereka berharap bahwa dengan jalan ini mereka menjadi orang Kristen, tetapi mereka memulainya dari tempat yang salah. Pekerjaan kita yang pertama adalah dengan hati.
Suatu pengakuan iman dan memiliki kebenaran di dalam jiwa adalah dua perkara yang berbeda. Sekedar mengetahui kebenaran tidaklah cukup. Kita bisa memiliki ini, tetapi alam pikiran kita tidak berubah. Hati harus ditobatkan dan disucikan.
Orang yang berusaha untuk memelihara hukum Allah dari perasaan wajib saja—sebab ia dituntut harus berbuat begitu—tidak akan pernah masuk ke dalam kesukaan dari penurutan. Bilamana tuntutan Allah di anggap sebagai suatu beban sebab ia mengekang kecenderungan manusia, kita bisa mengetahui bahwa kehidupan itu bukanlah suatu kehidupan kekristenan. Penurutan yang benar adalah hasil kerja dari satu azas di dalam. Ia bertunas dari kasih kepada kebenaran, kasih terhadap hukum Allah lni dari segala kebenaran ialah kesetiaan kepada Penebus kita. Ini akan memimpin kita untuk berbuat hal yang benar sebab itu adalah benar-sebab berbuat benar itu berkenan kepada Allah.
Kebenaran besar dari pertobatan hati oleh Roh Kudus dipersembahkan dalam perkataan Kristus kepada Nikodemus: “Aku ber kata kepadamu sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu; Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya lengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Rasul Paulus, menulis perantaraan Roh Kudus berkata, “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita—oleh kasih karunia kamu diselamatkan—dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselarnatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”
Ragi yang tersembunyi di dalam adonan bekerja tanpa terlihat untuk membawa seluruh tepung itu ke dalam proses peragian; demikianlah ragi kebenaran itu bekerja secara rahasia, diam-diam, mantap, untuk mengubah jiwa. Kecenderungan-kecenderungan biasa (alami) diperhalus dan ditaklukkan. Pikiran-pikiran yang baru, perasaan-perasaan yang baru, motif-motif yang baru ditanamkan. Sebuah ukuran tabiat yang baru didirikan—kehidupan Kristus. Pikiran diubah; kecakapan dibangunkan untuk bekerja dalam bidang baru. Manusia tidak dianugerahi pembawaan yang baru tapi pembawaannya itu disucikan. Angan-angan hati dibangunkan. Kita dianugerahi perangai yang menyanggupkan kita bekerja bagi Allah.
Sering timbul pertanyaan, Kalau begitu, mengapa begitu banyak orang yang mengaku percaya kepada firman Allah, dalam mana tidak tampak pembaharuan dalam perkataan, roh dan tabiat? Mengapa begitu banyak orang yang tidak bisa menahan perlawanan terhadap maksud-maksud dan rencana-rencananya, yang menunjukkan perangai yang tidak suci dan yang menggunakan kata-kata yang kasar, terlanjur dan penuh nafsu? Dalam dirinya terlihat cinta diri yang sama, pemanjaan diri yang sama, perangai yang sama serta kata-kata yang terlanjur yang terlihat dalam kehidupan orang dunia. Ada pula perasaan angkuh, menyerah kepada kecenderungan-kecenderungan biasa yang sama, tabiat menyimpang yang sama, seolah-olah kebenaran ini sama sekali tidak dikenalnya. Alasannya ialah karena mereka itu belum bertobat. Mereka tidak menyimpan ragi kebenaran itu di dalam hatinya. Ia belum mendapat kesempatan untuk melakukan pekerjaannya. Kecenderungan-kecenderungannya yang biasa dan yang cenderung kepada tindakan jahat belum ditaklukkan ke bawah kuasa yang dapat mengubahkannya. Kehidupan mereka menunjukkan tidak adanya rahmat Kristus, suatu ketidakpercayaan dalam kuasa-Nya untuk mengubah tabiat.—–Perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, sub judul Seumpama Ragi (Bab 70 hal 64-66)
Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis
Persoalannya ditaruh di hadapan kita dalam terang yang benar. Pertanyaan yang diajukan. “Apakah hubungan baik Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini, Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup ditengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Sebab itu keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis.” Apakah artinya ini—anjuran-anjuran, pekerjaan jahat di dalam anak-anak durhaka. Bagaimanapun engkau tidak boleh ditulari dengan roh atau pengaruh orang yang tak percaya. Takutlah untuk menghubungkan pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan Tuhan, kepada mereka yang tidak mempunyai bagian dengan Allah, atau simpati dengan mereka yang menyukai kebenaran Allah. “Maka Aku akan menerima kamu, dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Allah, Yang Mahakuasa.”——– Nasihat Bagi Para Pendeta dan Pelayan Injil –Metode, prinsip dan motif yang benar hal 262.
Pertanyaan :
- Sejak mulai kapan Tuhan menginginkan umatNya berpisah dengan lingkungannya yang tidak percaya?
- Mengapa perlu berpisah?
- Misi apakah yang Tuhan maksudkan dengan umatNya harus memisahkan diri?
- Setelah kematian Stefanus tahun 34 pekabaran rasul-rasul beralih ke Eropa, umat Tuhan bukan lagi dari bangsa Israel badani melainkan dari berbagai bangsa di dunia yang hidup hingga sekarang ini menyatu dan bertumbuh bersama-sama dengan mereka orang-orang yang tidak mengenal kebenaran, adakah Tuhan berkenan dan tidak mempermasalahkannya?
- Pernahkah Tuhan mengizinkan umatNya hidup berbaur dengan orang-orang yang tidak mengenal kebenaran?.
Bacaan berikut kita mencoba untuk merenungkan posisi umat Allah dari berbagai zaman dari sejak adanya dosa, dan memahami bagaimana pola rencana Tuhan yang pada akhirnya mentobatkan seluruh bangsa di dunia:
Pengalaman Henokh
Merasa tertekan oleh bertambahnya kejahatan orang-orang jahat itu, dan takut bahwa ketidak-percayaan mereka itu akan mengurangi sikap hormatnya kepada Allah, Henokh menghindarkan diri dari pergaulan yang terus-menerus dengan mereka dan mengambil banyak waktu untuk sendirian, untuk berenung dan berdoa. Dengan demikian ia menunggu di hadapan Tuhan, sambil mencari satu pengetahuan yang lebih jelas akan kehendakNya, agar ia dapat melaksanakannya. Baginya doa merupakan nafas jiwa; ia hidup dalam suasana sorga. —–PB 79.1
Catatan:
Henokh hidup sebelum air bah dan setelah Kain dan Habel, berarti orang-orang jahat yang ada berdampingan dengan Henokh saat itu adalah juga bangsa yang sama dengan Henokh, namun ia telah menunjukkan hidup yang berkenan kepada Tuhan dengan berpisah dengan orang-orang yang tidak hormat kepada Allah. Artinya perpisahan dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah itu sudah berlaku sejak awal-awal sejarah kehidupan manusia.
Pengalaman Ibrahim dan keturunannya
Tuhan telah memilih Ibrahim, tentang dia, Tuhan berkata, “Ibrahim telah menurut firmanKu dan telah dipeliharakannya syaratKu dan segala pesanKu dan hukumKu.” Kejadian 26:5. Kepadanya diberikan upacara sunat, yang menjadi satu tanda bahwa mereka yang menjalankannya telah diserahkan kepada pelayanan akan Allah—satu janji bahwa mereka akan tetap memisahkan diri dari penyembahan berhala, dan akan menurut hukum Allah. Kegagalan daripada keturunan Ibrahim untuk memelihara janji ini, sebagaimana ditunjukkan oleh kecenderungan mereka untuk mengadakan persekutuan dengan orang kapir dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan mereka, adalah penyebab daripada pengembaraan dan perhambaan mereka di Mesir. Tetapi di dalam pergaulan mereka dengan penyembah-penyembah berhala itu, dan dengan takluknya mereka secara terpaksa kepada orang Mesir, hukum ilahi itu menjadi lebih dinodai oleh kejahatan dan pengajaran-pengajaran kekapiran yang kejam itu. Oleh sebab itu pada waktu Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir, Ia telah turun ke atas gunung Sinai, dengan dibungkus oleh kemuliaan dan dikelilingi oleh malaikat-malaikatNya, dan di dalam keagunganNya yang hebat itu Ia telah mengucapkan hukumNya di hadapan segenap bangsa itu. —–PB1 380.2
Catatan:
Setelah contoh pengalaman Henokh, kita mengikuti suatu pengalaman manusia harus di pecah menjadi berbagai bangsa di dunia akibat dari Tugu Babel, dan dari sekian banyak bangsa Tuhan memilih bangsa Ibrani sebagai bangsa pilihannya, dan dari bangsa ini kita diperkenalkan oleh tokoh Abraham/Ibrahim, dan dari kehidupannya kita saksikan bahwa dari sejak munculnya berbagai bangsa, Tuhan sudah langsung tidak berkenan manusia bersatu, berhimpun atau bergaul dengan orang-orang atau bangsa-bangsa yang tidak mengenal kebenaran. Namun hal inilah dilanggar oleh keturunan Ibrahim, hingga membuahkan hasil kehancuran dan kebinasaan bagi mayoritas orang-orang keturunan bangsa Israel.
Membina Kehidupan Abadi
Pasal 23 – Kebun Anggur Tuhan
Bangsa Yahudi
Perumpamaan tentang dua anak laki-laki diikuti dengan perumpamaan kebun anggur. Dalam perumpamaan yang satu, Kristus membentangkan di hadapan para guru Yahudi pentingnya penurutan. Dalam perumpamaan yang berikut, Ia menunjukkan berkat yang limpah yang dianugerahkan kepada bangsa Israel dan dalam hal ini menunjukkan tuntutan Allah akan penurutan mereka. Ia membentangkan ke hadapan mereka kemuliaan maksud Allah, yang melalui penurutan mereka maksud itu dapat dipenuhi. Dengan menarik kembali tirai dari masa depan, Ia menunjukkan bagaimana oleh kegagalan untuk menggenapi maksud-Nya, seluruh bangsa, telah kehilangan berkat-Nya dan mendatangkan kehancuran ke atas diri mereka sendiri. ——MKA 217.1
“Adalah seorang tuan tanah,” kata Kristus, “membuka kebun anggur menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.” ——MKA 218.1
Satu keterangan mengenai kebun anggur itu diberikan oleh Nabi Yesaya: “Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggumya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lubang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik.” ——MKA 218.2
Petani itu memilih sebidang tanah dari padang belantara; ia memagari-nya, membersihkannya dan mengerjakannya dan menanamnya dengan anggur pilihan, mengharapkan suatu penuaian yang limpah. Tanah yang sebidang ini, dalam keadaannya yang unggul dengan semak belukar yang tidak ditanami, ia berharap menjadikan tanah itu subur dengan hasil-hasil perawatan dan pekerjaan untuk menumbuhkan tanaman. Demikian Allah telah memilih satu bangsa dari dunia ini untuk dilatih dan dididik oleh Kristus. Kata nabi itu, “Sebab kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kaum Israel dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaranNya.” Di atas bangsa ini Allah telah mencurahkan kesempatan-kesempatan yang besar, memberkati mereka dengan kebaikan-Nya yang berlimpah-limpah. Ia mengharapkan agar mereka memuliakan Dia dengan jalan menghasilkan buah. Mereka harus menyatakan asas-asas kerajaan-Nya. Di tengah-tengah dunia yang berdosa, dunia yang jahat, mereka harus mewakili tabiat Allah. ——MKA 218.3
Sebagai kebun anggur Tuhan mereka harus mengeluarkan buah yang sama sekali berbeda dari bangsa-bangsa kafir. Bangsa-bangsa yang menyembah berhala ini telah menyerahkan dirinya kepada perbuatan kejahatan. Kekejaman dan kejahatan, tamak, penindasan dan perbuatanperbuatan yang paling jahat, dimanjakan tanpa batas. Kejahatan, keme-rosotan dan kesengsaraan adalah buah-buah dari pohon yang jahat. Yang harus jelas berbeda ialah buah-buah yang dihasilkan oleh anggur yang ditanam Allah. ——MKA 218.4
Adalah merupakan kesempatan dari bangsa Yahudi untuk menggambarkan tabiat Allah sebagaimana yang telah dinyatakan kepada Musa. Dalam menjawab doa Musa, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku,” janji Tuhan, “Aku akan melewatkan segenap kegemilanganKu dari depanmu.” “Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru: Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa.” Inilah buah yang Allah inginkan bagi umat-Nya. Dalam kemurnian tabiatnya, dalam kesucian hidupnya, dalam pengasihannya serta kasih sayang serta pengasihannya, mereka harus menunjukkan bahwa “Taurat Tuhan itu sempuma, menyegarkan jiwa.” ——MKA 218.5
Melalui bangsa Yahudi, Allah bermaksud memberikan berkat-berkat yang limpah kepada semua bangsa. Melalui bangsa Israel jalan harus disediakan untuk memancarkan terang-Nya ke seluruh dunia. Bangsa-bangsa di dunia, dengan praktik-praktik yang jahat, telah kehilangan pengetahuan akan Allah. Namun dalam pengasihan-Nya Allah tidak menghapuskan mereka dari perwujudannya. Ia bermaksud untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenal Dia melalui jemaat-Nya. Ia merencanakan agar asas-asas yang dinyatakan melalui umat-Nya harus menjadi alat-alat untuk memulihkan gambar akhlak Allah dalam manusia. ——MKA 219.1
Untuk melaksanakan tujuan inilah Allah telah memanggil Abraham keluar dari sanak keluarganya yang penyembah berhala dan meminta dia supaya tinggal di negeri Kanaan. “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,” kata-Nya, “dan Aku akan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” ——MKA 219.2
Keturunan Abraham, Yakub dan keturunannya, dibawa ke Mesir, agar di tengah bangsa yang besar dan jahat itu mereka dapat menyatakan asas-asas kerajaan Allah. Kejujuran Yusuf dan pekerjaannya yang luar biasa dalam memelihara hidup bangsa Mesir, adalah suatu penggambaran mengenai kehidupan Kristus. Musa dan banyak orang lain adalah saksi-saksi bagi Allah. ——MKA 219.3
Dalam mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir, sekali lagi Tuhan menunjukkan kuasa dan pengasihan-Nya. Pekerjaan-Nya yang ajaib dalam kelepasan mereka dari perbudakan dan perlakuan Tuhan kepada mereka dalam perjalanan mereka melalui padang belantara, bukanlah untuk keuntungan mereka sendiri. Ini haruslah menjadi suatu pokok pelajaran kepada bangsa-bangsa yang berada di sekeliling mereka. Tuhan menyata-kan diri-Nya sebagai Allah di atas segala kekuasaan dan kebesaran manusia. Tanda-tanda dan keajaiban yang dilakukan demi umat-Nya menunjukkan kuasa-Nya di atas alam dan di atas segala sesuatu yang terbesar dari orang yang menyembah alam. Allah berjalan melalui negeri angkuh dari Mesir sebagaimana Ia akan berjalan melalui dunia ini pada akhir zaman. Dengan api dan badai, gempa bumi dan kematian AKU yang agung itu menebus umat-Nya. Ia mengeluarkan mereka dari tanah perhambaan. Ia memimpin mereka melalui “padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang.” Ia mengeluarkan air bagi mereka dari “gunung batu yang keras,” dan memberi makan “gandum dari langit.” Tetapi kata Musa, “bagian Tuhan ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagiNya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali menggoyang bangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah Tuhan sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.” Dengan demikian Ia membawa mereka kepada-Nya, agar mereka dapat tinggal di bawah naungan Yang Mahatinggi. ——MKA 219.4
Kristus adalah pemimpin bangsa Israel dalam pengembaraan mereka di padang gurun. Dikelilingi oleh tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, Ia memimpin dan menuntun mereka. Ia memelihara mereka dari bahaya-bahaya di padang belantara, Ia membawa mereka masuk ke dalam Tanah Perjanjian dan dalam pemandangan segala bangsa yang tidak mengakui Allah Ia mendirikan Israel sebagai milik pilihanNya sendiri, kebun anggur Tuhan. ——MKA 220.1
Kepada bangsa ini diserahkan sabda Allah. Mereka dipagari sekelilingnya oleh peraturan-peraturan hukum-Nya, asas-asas kebenaran yang kekal, keadilan dan kemurnian. Penurutan kepada asas-asas ini harus menjadi perlindungan mereka, karena itu akan menyelamatkan mereka dari merusakkan dirinya sendiri oleh perbuatan-perbuatan dosa. Dan sebagai menara dalam kebun anggur, Allah menempatkan di tengah negeri itu kaabah-Nya yang suci. ——MKA 220.2
Kristus adalah guru mereka. Sebagaimana Ia telah berada bersama mereka, dalam padang gurun, demikian Ia masih tetap menjadi guru dan penuntun mereka. Di mezbah dan di kaabah kemuliaan-Nya berdiam dalam Shekinah kudus yang di atas dan tutupan grafirat. Demi mereka itu Ia selalu menunjukkan kekayaan kasih dan kesabaran-Nya. ——MKA 220.3
Allah ingin menjadikan umat-Nya bangsa Israel suatu pujian dan kemuliaan. Setiap kesempatan rohani diberikan kepada mereka. Allah tidak menahan apa-apa bagi mereka yang dapat menyumbang pembentukan tabiat yang akan menjadikan mereka wakil-wakil-Nya sendiri. ——MKA 220.4
Penurutan mereka kepada undang-undang Allah akan menjadikan mereka keajaiban dari kemakmuran di hadapan bangsa-bangsa di dunia. Ia dapat memberikan mereka hikmat dan kepandaian dalam segala pekerjaan yang sulit yang akan terus menjadi guru mereka dan akan memuliakan dan mengangkat mereka melalui penurutan kepada undang-undangNya. Jika menurut, mereka akan dipelihara dari penyakit-penyakit yang menimbulkan bencana kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan diberkati dengan kesegaran intelek. Kemuliaan Allah, keagungan dan kuasa-Nya, harus ditunjukkan dalam segala kemajuan. Mereka harus menjadi sebuah kerajaan imam-imam dan raja-raja. Allah melengkapi mereka dengan setiap perlengkapan supaya menjadi bangsa yang termulia dalam dunia ini. ——MKA 221.1
“Ingatlah,” kata Musa, “aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?” ——MKA 222.2
Tetapi bangsa Israel tidak memenuhi maksud Allah. Tuhan berharap “Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!” “Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya,“ “Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh putri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya. Sebab . . . dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.” ——MKA 223.2
Kesalahan para pemimpin di Israel tidaklah serupa dengan kesalahan orang berdosa yang biasa. Orang-orang ini berdiri di bawah kewajiban yang teramat khidmat kepada Allah. Mereka telah membuat janji kepada dirinya sendiri untuk mengajarkan “Demikianlah firman Tuhan,” dan mengadakan penurutan yang ketat dalam kehidupannya sehari-hari. Gantinya melakukan hal ini mereka menyelewengkan Kitab Suci. Mereka meletakkan beban yang berat atas manusia, memaksakan upacara-upacara yang mencakup setiap gerak liku kehidupan ini. Orang hidup dalam kegelisahan yang terus-menerus; karena mereka tidak dapat menggenapi tuntutan-tuntutan yang dibuat oleh para rabi. Manakala mereka melihat ketidakmungkinan untuk melaksanakan hukum-hukum buatan manusia, mereka menjadi lalai memelihara hukum-hukum Allah. ——MKA 224.3
Sebagai jalan yang terakhir, Allah mengirim Putra-Nya, dengan berkata, ” Anak-Ku akan mereka segani.” Tetapi perlawanan mereka menunjukkan keinginan membalas dendam dan mereka berkata satu sama lain, “Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh Dia, supaya warisan-Nya menjadi milik kita.” Kita akan dibiarkan mengurus kebun anggur ini, dan kita dapat memperlakukan hasilnya sesuka hati kita. ——MKA 225.2
Para pemimpin Yahudi tidak mengasihi Allah; oleh sebab itu mereka memutuskan hubungannya dari Allah dan menolak semua tawaran-Nya untuk suatu penyelesaian yang adil. Kristus, yang dikasihi Allah, datang untuk menyatakan tuntutan Pemilik kebun anggur; tetapi para penggarap memperlakukan Dia dengan sikap remeh secara terang-terangan, mereka berkata, “Kita tidak mau orang ini memerintah kita.” Mereka cemburu terhadap keindahan tabiat Kristus. Cara mengajar-Nya jauh lebih unggul dari cara mereka, dan mereka iri hati atas kesuksesan-Nya. Ia mencela mereka, membuka kedok kemunafikan mereka, dan menunjukkan kepada mereka akibat-akibat yang pasti dari tindak-tanduk perbuatan mereka. Ini menimbulkan kemarahan mereka. Mereka merasa kesal atas celaan-celaan yang tak dapat mereka diamkan. Mereka membenci ukuran kebe-naran yang tinggi yang senantiasa dikemukakan-Nya. Mereka melihat bahwa ajaran-Nya membuka kedok sifat mementingkan diri mereka dan mereka memutuskan untuk membunuh Dia. Mereka membenci teladanNya yang jujur dan saleh dan kerohanian yang ditinggikan terlihat dalam segala perkara yang dibuat-Nya. Seluruh kehidupan-Nya adalah suatu teguran kepada sifat mementingkan diri mereka dan ketika ujian yang ter- akhir datang, ujian yang berarti penurutan sampai kepada hidup yang kekal atau pelanggaran sampai kepada kematian yang kekal, mereka menolak Yang Kudus dari Israel. Ketika mereka ditanyai untuk memilih di antara Kristus dan Barabas, mereka berteriak, “lepaskanlah Barabas bagi kami!” Dan ketika Pilatus bertanya, “Apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus?” mereka berteriak kejam, “Ia harus disalibkan.” “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” tanya Pilatus, dan para imam serta pemimpin-pemimpin Yahudi menjawab, “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada kaisar.” Ketika Pilatus membasuh tangannya, lalu berkata “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini,” para imam bergabung dengan orang banyak yang bodoh seraya berkata dengan geram, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami.” ——MKA 225.3
Dalam perumpamaan tentang kebun anggur, setelah Kristus melukiskan di hadapan para imam puncak kejahatan mereka, Ia menyampaikan pertanyaan, “Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Para imam telah mengikuti cerita itu dengan perhatian yang mendalam dan tanpa memikirkan hubungan pelajaran itu kepada diri mereka sendiri mereka turut serta bersama orang banyak menjawab, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” ——MKA 226.3
Tanpa disadari mereka telah menjatuhkan hukuman ke atas diri mereka sendiri. Yesus memandang mereka, dan di balik pandangan-Nya yang menyelidik mereka tahu bahwa Ia membaca rahasia-rahasia hati mereka. Keilahian-Nya melintas di hadapan mereka dengan kuasa yang nyata. Pada para penggarap itu mereka melihat gambaran mengenai diri mereka sendiri dan dengan sendirinya mereka berkata, “Allah melarang!” ——MKA 226.4
Dengan khidmat dan penuh penyesalan Kristus bertanya, “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukangtukang bangunan telah menjadi batu penjuru; hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu Aku berkata kepa-damu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberi-kan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk).” ——MKA 227.1
Sebagai satu bangsa, orang Yahudi telah gagal memenuhi maksud Allah dan kebun anggur itu diambil kembali dari mereka. Kesempatan-kesempatan yang telah dirusakkan, pekerjaan yang telah diremehkan, dipercayakan kepada orang lain. ——MKA 227.3
Gambaran keberadaan umat Allah dengan bangsa kapir atau dengan mereka yang tidak kenal kebenaran
Lalu berbicaralah mengenai kasih-Nya, berbicara mengenai kuasa-Nya, puji Dia. Jika engkau mempunyai suara untuk mengatakan apa pun, berbicaralah mengenai Allah, berbicaralah mengenai surga, berbicaralah mengenai kehidupan yang kekal. Saya telah mendengar orang yang pada saat berada di rumahnya berbicara sangat keras sampai tetangganya dapat mendengarnya, tetapi pada pertemuan keagamaan mereka akan berdiri untuk berdoa dan bergumam dengan pelan sehingga tidak seorang pun mendengar suaranya. Engkau harus menunjukkan bahwa engkau telah belajar di sekolah Kristus dan bahwa engkau telah mengalami perkembangan. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Berapa orang yang percaya kepada kebenaran yang engkau dengar hari ini? Apakah engkau akan menunggu beberapa bulan sebelum engkau mengakui bahwa ada kebenaran yang terdapat di dalamnya? Apakah engkau akan berhenti memperdebatkannya? Engkau akan mati sebelum saat itu datang.. IP 126.2









