<< Go Back

Sabat 17 Januari 2026

RENUNGAN PENDAHULUAN

OKNUM-OKNUM YANG HARUS DIHINDARI

Pada masa sejarah dunia sekarang ini kita bersama-sama menghadapi suatu pekerjaan yang terlampau besar yaitu memulai peperangan baru dalam menghadapi kuasa agen-agen Setan yang gaib. Kita harus mengesampingkan oknum-oknum, namun kita mungkin tergoda untuk menarik keuntungan dari kata-kata atau tindakan. Dengan kesabaran kita harus menguasai jiwa kita. Saudara-saudara, nyatakanlah bahwa engkau berada di pihak Tuhan seutuh-utuhnya. Biarlah kebenaran firman Allah yang kudus menyingkap pelanggaran dan dosa, dan nyatakanlah kuasa kebenaran yang menyucikan pada hati manusia. Suatu roh yang sombong tidak boleh dibiarkan masuk untuk menodai pekerjaan Allah. Kita mempunyai alasan untuk bersyukur kepada Allah setiap saat karena kita memiliki kesempatan berhubungan dengan Allah.

Penyesalan jiwa yang dalam diperlukan setiap hari, dan Tuhan menyatakan keuntungan setiap orang yang mau merendahkan hatinya dan bersembunyi pada Yesus. ”Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Makakudus namaNya; Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” “Kepada orang inilah Aku memandang, kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan gentar kepada firmanKu.” “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” “Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.”

Biarlah yang membenci hukum Tuhan menolak dan membuang laknat mereka, terhadap hal seperti itu supaya memiliki kebenaran moral untuk menerima dan menghidupkan kebenaran. Tuhan adalah kekuatan kita. Adalah selamat bagi kita tidak membangun diri, tetapi membiarkan Tuhan mengerjakan kehendakNya di dalam dan oleh serta, melalui kita. Marilah kita melestarikan suatu roh yang penuh penyesalan, yang rendah hati, yang akan dihidupkan Tuhan. —– Nasihat Kepada Pendeta dan Pelayan Injil bab 10 hal 240, 241.

 

Siapa yang diampuni Kristus, Dialah yang pertama membuat menyesal dan tugas Roh Kuduslah menyadarkan orang terhadap dosa. Mereka yang hatinya telah digerakkan oleh Roh Allah yang memberikan keyakinan melihat bahwa tidak ada kebaikan dalam diri mereka. Mereka lihat bahwa semua yang pernah mereka lakukan adalah bercampur dengan diri dan dosa. Seperti pemungut cukai yang malang itu, mereka berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah ke langit, dan berseru, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (Lukas 18:13). Dan mereka diberkati. Ada pengampunan bagi orang yang menyesal; karena Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Janji Allah adalah: “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” “Akan Kuberikan hati yang baru kepadamu — Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu” (Yesaya 1:18; Yehezkiel 36:26, 27). —- KAB 17.1.

 

Semua yang merasakan dalamnya kemiskinan jiwa mereka, yang merasa bahwa tidak ada kebaikan dalam diri mereka, boleh mendapat kebenaran dan kekuatan dengan melihat kepada Yesus. Dia mengatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat” (Matius 11:28). Dia tawarkan kepadamu supaya menukarkan kemiskinanmu dengan kekayaan kasih karunia-Nya. Kita tidak layak untuk kasih Allah, tetapi Kristus, jaminan kita adalah layak, dan mampu menyelamatkan semua orang yang akan datang kepada-Nya. Bagaimanapun pengalamanmu masa lalu, betapa mengecewakan pun keadaanmu sekarang ini, jika engkau mau datang kepada Yesus sebagaimana keadaanmu lemah, tak berdaya, dan putus asa, Juruselamat kita yang penuh kasih akan menemuimu dan akan merangkulkan tangan-Nya dan jubah kebenaran-Nya kepadamu. Kepada Bapa, Dia menghadapkan kita dengan memakaikan jubah putih, yaitu tabiat-Nya. Untuk kepentingan kita Dia memohon ke hadapan Allah: Aku telah mengambil alih tempat orang berdosa. Janganlah hendaknya anak yang tidak patuh ini Engkau pandang, tapi biarlah Aku. Tatkala Setan dengan teriakan keras menuntut jiwa kita, mempersalahkan kita karena dosa, dan mengklaim kita sebagai mangsanya, darah Kristus membela kita dengan kuasa yang lebih besar. ——- KAB 18.1. 

 

…. Tetapi mereka yang menunggu untuk melihat perubahan mujizat dalam tabiat mereka tanpa usaha yang tekun pada pihak mereka untuk mengalahkan dosa, akan mengalami kekecewaan. Tidak ada alasan bagi kita untuk merasa bimbang kecuali bahwa Ia sanggup menyelamatkan sepenuhnya semua orang yang datang kepadaNya; kecuali kita terus menerus merasa takut jangan-jangan sifat kita yang lama kembali mengungguli kita, jangan sampai musuh itu akan menemukan perangkap dimana kita kembali menjadi tawanannya. ………..

Kita harus bertumbuh dalam keindahan rohani setiap hari. Kita akan sering gagal dalam usaha kita untuk meniru teladan Ilahi. Kita harus sering sujud dan menangis di kaki Yesus, oleh sebab kekurangan dan kesalahan kita; tetapi kita jangan putus asa; kita harus berdoa lebih tekun, percaya lebih penuh, dan berusaha kembali dengan lebih teguh supaya bertumbuh menjadi serupa dengan Tuhan kita. Bila kita tidak mengandalkan kuasa kita sendiri, maka kita akan mengandalkan kuasa Juruselamat kita, dan memberikan pujian kepada Allah, yang merupakan kesehatan raut wajah kita, dan Allah kita. –—-Maranatha 7 Agustus hal 227.

 

 

1.Yesaya 35:4

Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: ”Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”

  1. Yohanes 14:27

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

  1. Yosua 1:9

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.

  1. Yesaya 43:1

Tetapi sekarang, beginilah firman Tuhan yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: ”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”

  1. Mazmur 23:4

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

  1. Mazmur 94:18-19

Ketika aku berpikir: ”Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya Tuhan, menyokong aku. Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

  1. Roma 8:38-39

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

  1. 1 Petrus 5:6-7

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

  1. Mazmur 118:6

Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 

  1. 2 Timotius 1:7

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

  1. Mazmur 115:11

Hai orang-orang yang takut akan Tuhan, percayalah kepada Tuhan! – Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

  1. Mazmur 103:17

Tetapi kasih setia Tuhandari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu.

  1. 1 Tawarikh 28:20

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

  1. Yesaya 41:10

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

  1. Yesaya 41:13

Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ”Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

 

 

 

 

  1. Matius 10:28

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

  1. Mazmur 27:1

Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

  1. Mazmur 112:1-3

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

 

  1. Ulangan 13:4

Kamu harus hidup menurut Tuhan Yahweh, Tuhanmu, dan takut akan Dia, menaati perintah-Nya, mendengarkan suara-Nya, melayani Dia, dan mengabdi kepada-Nya.

  1. 1 Samuel 12:14

Jika kamu takut akan Tuhan Yahweh, beribadah kepada-Nya, dan mendengarkan akan suara-Nya, dan tidak memberontak terhadap perintah Tuhan Yahweh, maka baik kamu maupun raja yang memerintah kamu, harus tetap mengikuti Tuhan Yahweh.

 

 

 

Ayub 42:2

“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

2 Petrus 3:9

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Mazmur 138:2

Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Mazmur 12:7

Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Mazmur 105:5-8

5 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,

6 hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!

7 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

8 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan.

Yesaya 55:11

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Yosua 21:45

Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.

Roma 10:13

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Pertanyaan yang harus kita jawab:

 

Patutkah kita takut / kawatir / gelisah akan sisa perjalanan dan tututan-tuntutanNya dan mengijinkan tawar hati menguasai diri?

 

Kepada siapakah kita seharusnya mengikuti/meyakini……. PIKIRAN MANUSIA atau PIKIRAN TUHAN?

 

Melihat dari ayat-ayat tersebut di atas, jadi sekarang kita PERLU LEBIH MENEGASKAN DAN MENDETEKSI, TENTANG KETAKUTAN/KEKAWATIRAN KITA YANG MASIH TERUS MENYANDERA KITA……. SIAPAKAH SEBENARNYA YANG MENGILHAMI PERASAAN KITA TERSEBUT?

 

APAKAH ROH TUHANKAH?…….. ATAU ROH SETAN?……. MARI JUJUR MERENUNGKANNYA.

 

BILA KITA SUDAH MAMPU MENJAWABNYA……. MASIHKAH KITA MAU TETAP BERPEGANG KEPADA RASA TAKUT DAN KAWATIR KITA TERUS, SAMBIL BERHARAP TUHAN MEMAKLUMINYA?

 

ATAUKAH KITA MULAI DARI SEKARANG SUDAH HARUS SADAR DAN BANGUN UNTUK BERANJAK DARI TEMPAT KITA (PEMAHAMAN TAWAR HATI KITA SELAMA INI) KEPADA HARAPAN TUHAN SESUAI DENGAN PETUNJUK AYAT-AYAT DI ATAS YANG TIDAK LAGI DAPAT TERBANTAHKAN, YAITU TUHAN MEMINTA KITA BERGANTUNG DAN TIDAK RAGU SAMA SEKALI KEPADANYA.

 

JADI SEKARANG KITA HARUSLAH SUDAH DAPAT PAHAM :

 

APA YANG HARUSNYA KITA TAKUTI DAN …… APA YANG HARUSNYA TIDAK KITA TAKUTI, JANGAN LAGI TERBOLAK BALIK

…… APA YANG DISURUH TAKUT…… KITA TIDAK TAKUT, …….. APA YANG DISURUH TIDAK TAKUT….. KITA TAKUTI

TIDAK ADA SATU PUN DARI SEMUA MUJIZAT DAPAT LAMA BERKESAN, BAHKAN TAMPAK TIDAK PERNAH MASUK KE DALAM INGATANNYA —–CONTOH DARI BANGSA ISRAEL

 

Oleh karena itu kelepasan mereka yang hebat itu hendaknya selamanya mengukuhkan keyakinan kita kepada Allah, dan hendaknya berdiri sebagai peringatan-peringatan yang kekal, bahwa kepintaran manusia adalah kebodohan bagi Allah, dan bahwa iman di dalam Dia betul-betul dapat pula memindahkan gunung-gunung dan lautan.


Sungguhpun oleh contoh-contoh ini, manusia masih saja mengharapkan Allah untuk bekerja sesuai dengan cita keadilan mereka, dan itulah sebabnya mengapa Ia menggunakan anak-anak di dalam pekerjaan-Nya sebagai pengganti orang-orang pandai dan orang-orang bijaksana.

Orang-orang Ibrani yang banyak itu cukup mengetahui, bahwa mereka dibawa ke laut itu oleh mengikuti tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Namun tampaknya tidak ada satu pun dari semua mujizat ini dapat lama berkesan pada diri mereka. Adalah bahaya, bahwa kita pun juga mungkin akan melupakan jalan di mana Tuhan telah menghantarkan kita.


Sesudah Israel menyeberangi laut itu, dan sesudah laut itu menutup menenggelamkan musuh-musuh mereka, maka mereka semuanya menyanyi dan memuliakan Allah. Tetapi walaupun bala tentara Phiraun dan laut tidak lagi merupakan obyek-obyek yang ditakuti melainkan menarik, cobaan-cobaan mereka, keragu-raguannya, dan ketakutan-ketakutannya belum juga berakhir. Tak lama kemudian sesudah mereka menyaksikan laut itu di belakangnya dan padang belantara di depannya, mulailah mereka menuduh-nuduh Musa karena membawa mereka ke padang tandus itu untuk mati kelaparan di sana karena kekurangan pangan dan air. Tidak pernah masuk ke dalam ingatannya, bahwa jika Allah dapat mengeringkan laut Ia pasti dapat juga mendatangkan banjir di padang belantara dan membuatnya berkembang bagaikan bunga mawar. Sekalipun adanya keragu-raguan dan berbagai persungutan mereka Allah kembali memperlihatkan suatu mujizat yang lebih besar. Ia membuat air memancar keluar dari batu karang dan Ia menurunkan manna dari Sorga.


Pada waktu ini seperti halnya di masa Musa banyak yang sedang meniru dosa-dosa dari mereka itu. Ada yang penuh berapi-api pada suatu hari, lalu pada hari berikutnya dingin seperti es. Yang lainnya memuji-muji Allah sampai setinggi-tingginya suara mereka sementara kapalnya berlayar dengan tenangnya, tetapi apabila laut bergelora dan ombak mulai menghantam mereka, maka mereka berharap hanya pada seseorang yang duduk pada kemudi, dan gantinya berharap kepada Allah untuk menentramkan laut itu mereka malahan mulai mengejar untuk mendapatkan jalan meloncat keluar. Yang lainnya lagi terus menerus berusaha mempromosikan dirinya sendiri dengan cara terus menerus mencari-cari salah melawan orang-orang yang memikul keseluruhan beban dari muatan itu. Demikianlah, bahwa tak dapat tiada harus ada di antara kita pada waktu ini : contoh-contoh saingan dari orang-orang yang ragu-ragu, orang-orang yang suka bersungut, orang-orang yang suka mencari kedudukan dan mencari-cari salah orang lain, yang mengakui suatu kebenaran penting pada suatu hari lalu melupakannya esok hari, tetapi pun berharap untuk dimeteraikan dengan meterai Allah lalu berdiri bersama Anak Domba di atas Gunung Sion.

 

Ada beribu-ribu orang pada waktu ini yang berbuat hampir sama dengan mereka itu apabila mereka mengatakan. ”Yesaya pasal 2, Mikah pasal 4, Yeremiah pasal 31, dan Yeheskiel pasal 36 dan 37 tidak pernah akan digenapi.” Adalah mereka yang sudah berusia lanjut, yaitu orang-orang yang seharusnya mengetahui lebih baik, yang telah memulai menggulirkan bola jatuh ke lembah kebinasaan. Orang-orang muda tentunya sudah harus menyuarakan persungutan para orang tua mereka, tetapi Tuhan tidak mempertanggungkan itu kepada mereka. Dan untuk menyelamatkan orang-orang muda Allah telah menguburkan semua orang tua yang bersungut-sungut itu terkecuali kedua orang yang setia yang terpercaya yang telah membantah akan laporan jahat dari sepuluh orang pengintai lainnya. Lihatkan Saudara, bahwa setiap orang dewasa yang telah meninggalkan Mesir, terkecuali Kaleb dan Yusak, sudah harus dikubur lebih dulu sebelum anak-anak muda itu dapat menyeberangi sungai Jordan. Mengapa? Sebab walaupun Allah telah membawa mereka dengan begitu mudah keluar dari Mesir, Ia tidak berhasil mengeluarkan Mesir dari dalam diri mereka. Adakah Saudara masih terheran-heran mengapa nabi Eliyah harus “membalikkan hati para bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapa mereka?” (Maleakhi 4 : 6).

 

Siapakah yang pergi masuk ke dalam tanah perjanjian itu? Semua terkecuali mereka yang bersungut-sungut. Adakah Saudara mengira, bahwa Saudara dapat bersenang-senang dengan roh persungutan dan perbantahan yang sama, lalu walaupun begitu akan dapat juga menerima meterai itu? Alangkah bodohnya pemikiran yang sedemikian itu. Betapa tidak adilnya hal itu kelak bagi suatu Allah yang adil untuk membinasakan orang-orang yang tidak menurut pada hari itu, tetapi menyelamatkan orang-orang yang tidak menurut pada hari ini.

 

Mereka bukanlah seperti orang-orang Parisi itu yang mendirikan tugu-tugu peringatan bagi nabi-nabi yang sudah mati (Matius 23 : 29 – 31) lalu pada waktu yang sama membunuh nabi-nabi yang masih hidup. Dengan terang ini yang kini bercahaya menerangi perjalanan kita, lberani pasal 3, 4, 10 dan 11 akan dapat dimengerti sendiri. ——– Amaran Sekarang jilid 1 No. 7. (Apakah yang membuat seseorang dapat terpilih)

YAKIN WALAU APAPUN YANG AKAN JADI, KEKUATAN YANG SEBANDING DENGAN UJIAN ITU AKAN DIBERIKAN

 

Kristus telah berfirman: “Jikalau barang seorang suka melakukan kehendak Allah, ia akan mengerti tentang pengajaran ini, kalau daripada Allah datangnya, atau Aku mengeluarkan perkataan daripada Diriku sendiri. ” Yahya 7:17. Daripada mencela dan menanyakan dari hal yang tidak engkau pahami, turutlah sinar yang sudah bersinar atasmu, maka engkau akan mendapat terang yang lebih besar lagi. Dengan anugerah Kristus, lakukanlah tiap-tiap kewajiban yang telah dijelaskan dalam pengertianmu, sehingga engkau akan lebih mampu mengerti dan melaksanakan perkara-perkara yang kau sangsikan sekarang. ——– KS 105.2

 

Bukanlah kehendak Allah umatNya dibebani dengan penderitaan. Tetapi Allah kita tidak menipu kita. Dia tidak berkata kepada kita: “Jangan takut, tiada bahaya pada jalanmu.” Dia tahu ada banyak pencobaan dan bahaya, dan Dia bertindak terus-terang terhadap kita. Dia bukannya bermaksud menjemput umatNya keluar dari satu dunia yang jahat dan penuh dosa, melainkan ditunjukkanNya kepada mereka satu perlindungan yang tidak dapat dikalahkan. DoaNya bagi murid-muridNya adalah sebagai berikut: “Tiadalah Aku pinta supaya Engkau mengambil mereka itu dari dalam dunia ini, hanyalah supaya Engkau memeliharakan mereka itu daripada yang jahat.” “Di dalam dunia ini kamu merasai sengsara; tetapi tetapkanlah hatimu: bahwa Aku ini sudah mengalahkan dunia ini.” Yahya 17:15; 16:33. —- KS 115.4

 

Namun di dunia ini sekalipun orang-orang Kristen dapat menikmati kegembiraan hubungan dengan Kristus; mereka dapat memiliki sinar kasihNya, penghiburan yang kekal dari hadiratNya. Setiap langkah dalam kehidupan dapat membawa kita lebih dekat kepada Yesus, dapat memberikan pengalaman yang dalam dari hal kasihNya, dan dapat membawa kita selangkah lebih dekat menuju tempat tinggal yang damai sentosa. Oleh karena itu janganlah kita buangkan keyakinan kita, melainkan meneguhkan hati, lebih teguh dari masa lalu. “Sampai disini sudah ditolong Tuhan akan kita,” dan tentu Dia akan membantu kita sampai kesudahan. 1 Samuel 7:12. Marilah kita memandang semua tugu peringatan, pengenang segala sesuatu yang telah dilakukan Tuhan untuk menghibur kita serta menyelamatkan kita dari tangan pembinasa itu. Baiklah kita selalu mengingat dalam pikiran kita semua kemurahan yang telah dinyatakan Tuhan kepada kita — airmata disapuNya, penyakit disembuhkanNya, segala kecemasan dihalau, rasa takut dienyahkan, kekurangan-kekurangan dicukupkan, kemurahan dicurahkan — dengan demikian menguatkan diri kita sendiri menghadapi segala sesuatu yang ada di depan kita melalui perjalanan kita yang sisa. ——— KS 117.3.

 

Bagaimanapun kita harus memandang kedepan kepada kesusahan-kesusahan baru di dalam perjuangan yang akan datang, namun dapatlah kita melihat atas apa yang telah lalu sama seperti melihat masa yang akan datang, seraya berkata: “Sampai disini sudah ditolong Tuhan akan kita.’’ ”Selamatmu menjadi seperti segala harimu.’’ Ulangan 33:25. Ujian tidaklah lebih berat daripada kekuatan yang diberi kepada kita untuk menanggungnya. Oleh karena itu marilah kita kerjakan pekerjaan kita dimanapun kita mendapatnya, yakin walau apapun yang akan jadi, kekuatan yang sebanding dengan ujian itu akan diberikan. ——– KS 117.3

Symbolic Code jilid 11 no.2

 

RENUNGAN DOA

 “Waktu telah tiba bagi murid-murid yang telah bersekutu erat dengan Kristus untuk bergabung lebih langsung dalam pekerjaan-Nya, agar jumlah besar orang-orang yang banyak ini tidak akan dibiarkan begitu saja bagaikan domba tanpa gembala. Sebagian dari murid-murid ini telah menggabungkan diri kepadaNya pada permulaan pelayanan-Nya, dan hampir semua kedua belas murid itu sudah bersekutu bersama-sama sebagai anggota-anggota dari keluarga Yesus. Namun mereka juga, karena tersesat oleh ajaran dari para pendeta Yahudi, ikut secara umum mengharapkan berdirinya sebuah kerajaan bumi. Mereka tidak memahami gerakan-gerakan Yesus. Mereka sudah bingung dan kacau karena Ia sama sekali tidak berusaha apa-apa untuk mengukuhkan alasan-Nya dengan mencari dukungan para imam dan pendeta-pendeta Yahudi, sehingga Ia tidak berbuat apa-apa untuk mengukuhkan kuasa-Nya sebagai seorang raja bumi ini. Suatu pekerjaan besar masih harus diselesaikan bagi murid-murid ini sebelum mereka siap bagi kepercayaan suci yang akan diberikan kepada mereka apabila Yesus naik ke sorga. Namun mereka telah menyambut kasih Kristus, dan sungguh pun mereka agak lamban percaya, Yesus melihat di dalam mereka orang-orang yang dapat dilatih dan didisiplinkan-Nya bagi pekerjaan-Nya yang besar. Maka kini karena mereka sudah cukup lama bersama-Nya mengukuhkan iman mereka dalam ukuran tabiat ilahi mengenai missi-Nya, dan orang banyak itu pun telah memperoleh bukti tentang kuasa-Nya yang tidak dapat dipermasalahkan, maka jalan telah tersedia bagi murid-murid itu untuk mengakui prinsip-prinsip kerajaan-Nya yang akan membantu mereka memahami keadaannya yang sesungguhnya.” — Mount of Blessing, pp. 11, 12.

Dari bacaan ini dapat kita lihat apa yang diperbuat oleh Kristen sebelum pertobatannya, maka sore ini pun kita akan mempelajari selanjutnya apa yang akan diperbuat orang Kristen sesudah pertobatannya.

 

 

Tiga Persyaratan Untuk Mencapai Kemenangan

 

Iberani 11 : 1, 4, 5, 7, 8, 20 – 23, 31:

”Kini iman merupakan dasar dari segala perkara yang diharapkan, yaitu bukti dari perkara-perkara yang tidak tampak. Oleh iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah suatu kurban yang lebih baik daripada kurban Kain, olehnya itu ia memperoleh kesaksian, bahwa ia adalah benar, karena Allah menyaksikan semua pemberiannya; dan karena itulah ia masih berbicara sekalipun sudah mati. Oleh iman Enoch telah diubahkan sehingga ia tidak menyaksikan maut; dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengubahkan dia: karena sebelum pengubahannya ia telah memberikan kesaksian ini, sehingga ia berkenan kepada Allah. Oleh iman, maka Nuh, yang diperingatkan Allah akan perkara-perkara yang masih belum tampak, telah bergerak dengan ketakutan, lalu mempersiapkan sebuah bahtera bagi penyelamatan rumah tangganya; dengan mana ia lalu mempersalahkan dunia, dan menjadi ahli waris pembenaran yang diperoleh karena iman. Oleh iman, maka Ibrahim, sewaktu ia dipanggil keluar untuk pergi ke suatu tempat yang kemudian diperolehnya sebagai warisan, telah mematuhi, lalu pergi tanpa diketahuinya kemana ia harus pergi. Oleh iman Ishak telah memberkati Yakub dan Esau mengenai perkara-perkara yang akan datang. Oleh iman, maka sewaktu sedang akan meninggal, Yakub telah memberkati kedua putera Yusup; Ialu menyembah sujud, dengan bersandar pada kepala tongkatnya. Oleh iman, maka sewaktu akan meninggal Yusup telah memberitahukan tentang keberangkatan bani Israel, laIu memberi perintah mengenai tulang-tulangnya. Oleh iman, maka sewaktu lahir Musa telah disembunyikan oleh orangtuanya selama tiga bulan, karena mereka menyaksikan dia seorang anak yang baik; sehingga mereka tidak takut akan perintah raja. Oleh iman, maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang yang tidak percaya, setelah ia menerima pengintai-pengintai itu dengan baik.”

Inilah hasil pekerjaan dari iman dalam contoh-contoh yang baru kita baca di atas, tetapi sesuatu yang lain harus juga diperlukan di samping iman.

Bilangan 13 : 20:

” . . . . . . . . . Tabahkanlah hatimu, dan bawalah sedikit hasil tanah itu. Sekarang musimnya adalah musim hulu hasil anggur.”

Dua belas orang pengintai itu yang diutus Musa untuk menyelidiki Kanaan telah diperintahkan supaya tabah. Kalau saja semua pengintai itu memiliki ketabahan hati seperti Musa mereka tidak akan tergoda oleh ketidak percayaan pada waktu itu. Maka bukan saja sepuluh orang pengintai yang penakut itu, melainkan juga seluruh orang banyak Israel itu terkecuali dua orang yang berusia di atas dua puluh tahun sewaktu mereka keluar dari Mesir, telah mati di luar tanah perjanjian karena mereka tidak memiliki keberanian. Alangkah mahalnya kekalahan itu! Di sini kita juga dapat saksikan, bahwa adalah sama bahayanya mempercayai suatu laporan yang mengecilkan hati yang dibawa oleh orang lain, dengan membuat laporan itu sendiri. Empat puluh tahun kemudian Yuzak telah mengutus kembali dua orang untuk secara diam-diam “meninjau” Kanaan, dan inilah laporan mereka:

 

Yuzak 2 : 23, 24:

”Maka pulanglah kedua orang itu, maka turun dari gunung, lalu menyeberang, dan sampailah mereka kepada Yuzak bin Nun, lalu diceritakan kepadanya segala perkara yang telah dialami mereka; maka kata mereka kepada Yuzak: Sesungguhnya Tuhan telah menyerahkan seluruh tanah itu ke dalam tangan kita, karena bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar menghadapi kita”.

Inilah laporan dati dua orang pengintai itu. Suatu laporan yang membesarkan hati. Umat Allah tahu, bahwa Allah telah menyerahkan tanah itu kepada mereka setelah mereka melihat hati orang-orang itu takut menghadapi mereka sesuai yang tercatat dalam kesaksian Rahab berikut ini:

 

Yuzak 2 : 8 – 11:

”Maka sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di loteng; lalu katanya kepada keduanya: Aku tahu bahwa Tuhan telah memberikan negeri ini kepadamu, dan bahwa kengerian terhadap kamu sedang menimpa kami, dan semua penduduk negeri ketakutan karena kamu. Karena kami telah mendengar bagaimana Tuhan mengeringkan air Laut Merah itu bagimu, sewaktu kamu keluar dari Mesir; dan apa yang telah kamu lakukan terhadap kedua raja orang Amori itu, yang tinggal di seberang sana Yarden, yaitu Sihon dan Og, yang teIah kamu tumpas sama sekali. Maka segera setelah kami mendengar segala perkara ini, tawarlah hati kami, dan jatuhlah semangat setiap orang, karena sebab kamu; karena Tuhan Allahmu, Ialah Allah di dalam langit di atas, dan di bumi di bawah”.

Memang, semua penduduk Yericho ketakutan — dan itulah permulaan dari kekalahan mereka.

Supaya orang-orang Kristen dapat menang mereka harus memiliki (1) iman — lberani 11 ; (2) keberanian — Yuzak 2; (3) tindakan — Keluaran 14.

Keluaran 14 : 11 – 16:

”Maka kata mereka kepada Musa: Karena tidak ada kubur-kubur di Mesir, maka telah kamu menghantarkan kami keluar untuk mati di padang belantarakah? Mengapakah kamu mengurusi kami sedemikian ini, membawa kami keluar dari Mesir? Bukanlah perkataan ini juga yang teIah kami ucapkan kepadamu di Mesir, dengan mengatakan: BiarkanIah kami sendiri supaya dapat kami berbakti kepada orang-orang Mesir itu? Karena adalah lebih baik bagi kami berbakti kepada orang-orang Mesir itu daripada kami mati di padang belantara.

”Lalu kata Musa kepada orang-orang itu: Jangan takut, berdiriIah tenang, dan pandanglah penyelamatan dari Tuhan yang akan diperlihatkan-Nya bagimu pada hari ini; karena orang-orang Mesir itu yang kamu Iihat hari ini, kamu akan tidak lagi melihat mereka untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang bagimu, dan kamu akan tetap tenang.

”Maka firman Tuhan kepada Musa: Mengapa engkau berseru kepada-Ku? Berbicaralah kepada bani Israel, agar mereka maju terus; Tetapi angkatlah tongkatmu itu, dan rentangkanIah tanganmu atas laut itu, lalu membelahnya; maka bani Israel akan berjalan pada tanah yang kering melewati tengah-tengah laut itu”.

Di sini kita melihat sebuah gambaran mengenai semua Israel tanpa keberanian sama sekali justru pada saat-saat dimana mereka benar-benar membutuhkannya. Untuk memecahkan persoalan mereka adakah Allah memerintahkan mereka supaya duduk saja dan berdoa? — Tidak, perintahnya adalah agar mereka maju terus, agar supaya Musa pertama sekali mengangkatkan tongkatnya dan merentangkan tangannya untuk membelah lautan itu, dan supaya rombongan orang banyak itu maju terus melewatinya. Bagi semua akal sehat perintah ini tampak benar-benar bodoh dalam menghadapi bahaya mereka, namun Allah mengetahui semuanya itu. Ia juga tahu apa yang sedang dibuat-Nya apabila Ia membawa mereka ke sana. Ia sedang akan menyelenggarakan suatu peristiwa yang begitu besar agar ia itu kelak mendatangkan takut atas orang-orang kapir, laIu dengan demikian membantu memungkinkan umat Allah merebut tanah perjanjian mereka, dan juga menenangkan mereka dari kejaran orang-orang Mesir.

Pelajaran ini menunjukkan, bahwa iman yang setia, keberanian, dan tindakan ialah kerjasama yang dituntut dari Kristen yang bertobat setiap langkah perjalanan yang maju dalam bimbingan Allah, maka ia itu selalu mendatangkan sukses.

Orang-orang Midian juga kehilangan keberaniannya lalu mereka dikalahkan. Memang, tawar hati mendatangkan kekalahan. Tawar hati adalah salah satu dari jerat-jerat Iblis yang mendatangkan kejatuhan bagi umat Allah jika mereka membiarkannya.

Pada zaman raja Belshazzar terjadi suatu peperangan dimana orang-orang Mede dan Persia ingin menggempur melewati tembok-tembok Babil lalu menundukkannya ke bawah pemerintahan mereka. Saudara ingat, bahwa orang-orang Babil itu secara tiba-tiba mengalah karena mereka memiliki keyakinan yang berlebihan. Memang, mereka telah menaruh semua keyakinannya pada tembok-tembok mereka yang kokoh.

Dengan menghantarkan pelajaran ini ke zaman kita, kita temukan dari Alkitab, bahwa alasan kejatuhan orang-orang Laodikea ialah karena mereka mempraktikkan prinsip yang sama itu juga yang telah menghantarkan Babil kepada kejatuhannya — keyakinan yang berlebihan. Memang, mereka mengatakan mereka kaya dalam Kebenaran dan tidak memerlukan apa-apa lagi, sekalipun Allah mengatakan bahwa mereka adalah “tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan telanjang”. Dengan demikian mereka telah jatuh ke dalam jerat Iblis.

Dalam peperangan, anda tahu, bahwa masing-masing pihak berusaha mengacaukan musuhnya dan mematahkan semangat mereka dengan tujuan melemahkan musuh lalu dengan demikian mencapai kemenangannya dengan lebih mudah. Maka apabila mereka merencanakan serangan-serangan dan serbuannya mereka berusaha melakukan di tempat-tempat yang disangkanya musuh tidak akan banyak mencurigai mereka.

Dalam peperangan rohani Musuh orang-orang Kristen itu tidak tidur. Ia juga berusaha mendapatkan kesempatan untuk mematahkan keberanian dan moral mereka lalu dengan demikian memastikan penyelesaian kekalahan mereka sebagaimana telah kita lihat didemonstrasikan dalam contoh-contoh yang sudah kami kemukakan hari ini. Dan janganlah sejenak pun mengira, bahwa ia juga tidak mencari titik kelemahan kita, sehingga dapat ia menghantam dan membuat kita jatuh. Kita dapat menunggu serangannya terhadap kita datang dari tempat yang hampir-hampir tidak kita duga. Oleh sebab itu, jika kita tidak tahu mana titik kelemahan kita, maka bagaimanakah dapat kita tahu dimana Iblis akan menyerang kita?

Musuh telah membuat orang-orang Laodikea percaya, bahwa mereka tidak memerlukan lagi Kebenaran, bahwa mereka telah memiliki semua Kebenaran yang perlu untuk membawa mereka melewati pintu-pintu gerbang Sorga, sekalipun Allah telah menyatakan, bahwa mereka sedang kekurangan segala perkara, dan sedang akan “diludahkan keluar” (Wahyu 3 : 16).

Sekarang kita benar-benar adalah kaya dengan Kebenaran kalau saja kita sudah mempelajari dan menghayati semua yang telah diberikan kepada kita, karena kita telah memanfaatkan “emas yang sudah teruji dalam api” supaya kita menjadi kaya, “salp mata” itu sehingga kita “dapat melihat,” dan “pakaian” dengan mana kita berpakaian (Wahyu 3), dan “minyak tambahan” itu supaya perjalanan kita dapat diterangi (Matius 25). Oleh sebab itu Iblis tidak akan pergi menyerang kita dimana ia menyerang orang-orang Laodikea, melainkan ia akan mengatakan kepada kita, bahwa kita adalah miskin dalam Kebenaran. Ia akan melakukan ini dalam cara apa saja. Beberapa kesaksian yang saya dengar yang diberikan di sini oleh beberapa orang tadi malam justru memperlihatkan hal itu. Kesaksian-kesaksian sedemikian ini tidak akan menciptakan keberanian dalam diri setiap orang, melainkan sebaliknya akan mengecilkan hati. Bagi seseorang yang datang ke sesuatu pertemuan lalu memanifestasikan perasaan tawar hatinya, ia itu merupakan suatu pertanda yang pasti tentang kehancuran kerohanian pribadinya sendiri, yaitu kekelahan pribadinya.

Maka jenis kesaksian sehari-hari yang bagaimanakah kamu berikan dalam pergaulan mu dengan orang-orang lain melalui perkataan atau pun tulisan?

Hanya ada satu jalan, tetapi ia itu mempunyai dua sisi. Pada sisi yang satu terdapat orang-orang Laodikea yang mengatakan: Jangan takut, semuanya beres. Aku melihat beberapa orang Davidian tadi malam pada sisi yang lain jalan itu tawar hati dalam segala perkara. Tidak satu pun yang benar. Juga tidak menaruh harap pada Allah.

 

1 Timotius 3 :7, 8:

”Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat; supaya jangan ia jatuh ke dalam celaan orang dan jerat Iblis. Demikian juga para diakon haruslah orang-orang terhormat, bukan yang bercabang lidah …..”

Memang, orang-orang dalam tugas pelayanan Allah harus mampu memiliki nama baik mengenai dirinya dan tidak boleh memiliki lidah yang bercabang — ia tidak boleh mendatangkan berita-berita campuran baik dan jelek yang hampir dalam setiap hal diperhitungan untuk melayani kepentingan sifat pribadinya sendiri, atau ia itu memantulkan kondisi kerohaniannya yang rendah. Apabila seseorang mulai memberikan laporan-laporan jelek, maka ia mungkin secara pasti sedang jatuh ke dalam sesuatu jerat Iblis, atau ia itu merupakan kesimpulan bahwa ia memang jatuh dalam jerat itu.

Yakub 2 : 17 – 20:

”Demikian pula halnya dengan iman, jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka ia itu adalah mati. Memang, seseorang mungkin mengatakan: Engkau memiliki iman, dan aku memiliki perbuatan; tunjukkanlah imanmu itu tanpa perbuatan-perbuatanmu, maka aku akan menunjukkan kepadamu imanku oleh perbuatan-perbuatanku. Engkau percaya bahwa ada satu Allah; itu benar; semua iblis pun percaya, dan gementar. Tetapi maukah engkau tahu, hai manusia yang sia-sia, bahwa iman tanpa perbuatan itu adalah mati?”

Satu-satunya jalan kita dapat memperlihatkan iman kita kepada orang lain ialah melalui perbuatan-perbuatan kita, pekerjaan kita.

Apa artinya mengakui kesalahan-kesalahan kita satu kepada lainnya? — Kita melakukan hal itu apabila kita meluruskan semua kesalahan kita dengan orang-orang yang telah kita pengaruhi secara salah. Tetapi tadi malam bukan ini yang kita dengar pada kesaksian-kesaksian yang diucapkan itu. Orang Kristen yang bertobat selalu memiliki nama baik; ialah orang yang beriman, berkeberanian, dan memiliki perbuatan-perbuatan; ia adalah seorang Davidian yang sesungguhnya.

 

Wahyu 12 : 10. 11:

“Lalu kudengar suatu suara besar mengatakan di sorga: Sudah datang sekarang keselamatan, dan kekuatan, dan Kerajaan dari Allah kita, dan kuasa dari Kristus-Nya; karena penuduh semua saudara kita itu sudah terbuang ke bawah, yaitu dia yang menuduh mereka itu di hadapan Allah siang dan malam. Maka mereka telah mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka; dan tiada disayangi mereka akan nyawanya sampai kepada kematian pun”.

Adalah bagi kita untuk berjalan mengalami semua perkara ini, yaitu kita yang akan dikaruniakan kemenangan yang pasti dan lengkap atas si Jahat itu. Oleh sebab itu, janganlah seorang pun jatuh ke dalam jerat yang telah dipasangnya bagi kita.

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart