Sabat 23 Agustus 2025
RENUNGAN PENDAHULUAN
Perlunya menjadikan KASIH Yesus tabiat kita.
Kepada saya telah ditunjukkan bahwa orang-orang yang kelihatannya mempunyai pembawaan yang baik, yang tidak menunjukkan kebebasan yang tidak benar terhadap jenis kelamin yang lain, bersalah dalam melakukan kejahatan yang tersembunyi hampir setiap hari dalam hidupnya. Mereka tidak mengekang diri dari kejahatan yang mengerikan ini sekalipun sementara kumpulan yang khidmat sedang berlangsung. Mereka telah mendengarkan khotbah-khotbah yang paling mengesankan dan paling khidmat tentang pehukuman, yang seakan-akan membawa mereka ke hadapan kursi pengadilan Allah, dan menyebabkan mereka takut dan gemetar; tetapi tidak sampai satu jam berlalu mereka telah melakukan dosa kesukaan mereka yang mengasyikkan itu, yang menodai tubuh mereka. Mereka telah menjadi budak kepada kejahatan yang hebat ini demikian rupa sehingga mereka nampaknya tidak mempunyai lagi daya untuk mengendalikan nafsu mereka. Kami telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk beberapa orang, kami telah membujuk, kami telah menangis dan berdoa bagi mereka; namun demikian kami mengetahui bahwa di tengah-tengah segala usaha dan kesungguh-sungguhan kami itu, kuasa kebiasaan yang jahat telah memegang kendali, dan dosa-dosa ini telah dilakukan. —- MABJ 469.1
“…….. Saya ingin mengamarkan kepadamu agar jangan menunda-nunda, jangan menunggu kepada sesuatu saat bilamana kamu akan lebih cenderung untuk melayani Allah dari pada waktu ini. Setiap jam yang kamu tunda, engkau mengalihkan dirimu sendiri dari Allah, engkau mendirikan barikade-barikade memisahkan dirimu melawan Dia oleh semua kebiasaan-kebiasaan perbuatan-perbuatanmu, maka pertobatanmu dan kembalimu kepada jalan-jalan yang benar akan makin menjadi sulit. Kiranya Allah menolong orang murtad dan orang berdosa agar supaya tidak lagi mereka tetap di dalam ikatan yang sedang dipasang mengelilingi mereka oleh si jahat itu. Jangan lagi menunggu dengan berbagai alasan, jangan lagi mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan. Putuskan segera hubungan dengan penipu itu, Jangan lagi mempermalukan Roh Allah. Majulah terus ke tahta kemurahan itu melalui kuasa-kuasa tantangan yang melawan neraka. Kamu sedang berdiri pada tepi perbatasan dunia kekal itu. Berlarilah segera ke Kerajaan Allah itu. Ini memerlukan setiap tenaga pikiran dan maksud dari jiwa. Janganlah menunda sambil mengatakan, “Saya belum cenderung untuk beragama.” Kenyataan ini hendaknya membuat kamu takut karena sebaliknya ini Roh Allah akan dengan sedih meninggalkan kamu pada akhirnya. Beranikah kamu mengambil risiko?
Berapa lamakah kamu orang-orang sederhana, maukah kamu mencintai kesederhanaan? Dan berapa lamakah pengolok-olok mencintai olok-olokannya, dan orang bodoh membenci akan pengetahuan? Berbaliklah kamu memenuhi tegoranKu: lihatlah, Aku akan menuangkan RohKu kepadamu Aku hendak memberitahukan firmanKu kepadamu. Oleh sebab sudah Kupanggil, dan engkau menolak, sudah Kubentangkan tanganKu, dan tak seorangpun menyambutnya, melainkan bahkan kamu telah menyia-nyiakan semua nasehatKu serta tidak menyukai satupun tegoran-tegoranKu maka Akupun akan menertawakan bencana kecelakaanmu. Aku akan mengejek bilamana ketakutanmu akan datang, bilamana ketakutanmu akan tiba bagaikan kesunyian, dan kebinasaanmu datang bagaikan suatu angin puyuh, bilamana kekecewaan dan penderitaan bathin akan datang keatasmu. Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaKu, tetapi tidak akan Kujawab, mereka akan mencari akan Daku pada pagi-pagi sekali, tetapi mereka tidak akan menjumpaiKu, sebab mereka telah membenci akan pengetahuan dan mereka tidak memilih takut akan Tuhan.
Orang yang berulang kali ditarik oleh Juru Selamatnya, dan yang melalaikan amaran-amaran yang telah disampaikan, tidak berserah diri sesuai keinsyafannya untuk bertobat serta tidak mau mendengar bilamana ia dinasehati untuk berusaha mencari pengampunan dan kemurahan akan berada di dalam kedudukan yang sangat berbahaya. Yesus sedang memanggil dia, Roh sedang menggunakan kuasanya ke atas dia sambil mengajurkan kepadanya untuk menyerahkan kemauannya kepada kemauan Allah, maka bilamana undangan ini tidak juga diperhatikan, maka Roh itu akan meninggalkannya dengan sedih. Pelaku dosa itu memilih untuk tetap di dalam dosa dan tanpa perasaan menyesal, walaupun ia memiliki kenyataan untuk mendorong imannya, dan makin banyak kenyataan tidak akan membawa kebaikan. Dosa-dosanya di masa lalu serta dosa-dosanya di waktu ini semuanya dikemukakan kehadapannya, namun penarikan inipun sia-sia saja, sebab ia menolak untuk merobah tindak tanduknya. Ada suatu penarikan lagi untuk mana ia boleh menyambutnya, maka itu adalah penarikan dari Setan. Ia tunduk kepada kuasa-kuasa kegelapan. Jalan inilah yang mematikan, meninggalkan jiwa di dalam keadaan tidak menyesal secara gigih. Inilah pendurhakaan yang sangat umum terdapat diantara manusia, dan kerjanya adalah demikian licik caranya, sehingga pelaku dosa sama sekali tidak merasakan kesadaran menyesal, tidak bertobat, dan akibatnya tidak diampuni. Orang ini dibiarkan kepada dirinya sendiri mencintai kegelapan lebih besar dari pada terang. Ini adalah masyalah dari beribu-ribu orang diwaktu ini.
Namun saya ingin menyampaikan beberapa penggarisan ini kepada mereka yang memiliki terang, mereka yang memiliki hak dan kesempatan-kesempatan, mereka yang telah memperoleh amaran-amaran dan undangan-undangan, yaitu mereka yang belum mengambil keputusan untuk berusaha menyerahkan dirinya sendiri dengan penyerahan penuh kepada Allah. Saya ingin mengamarkan kepadamu supaya takutlah, agar supaya tidak kamu berdosa melawan Rohulkudus, lalu dibiarkan kamu kepada jalanmu sendiri, tenggelam di dalam ketiduran moral, sehingga tidak pernah lagi memperoleh pengampunan. Mengapa kau membiarkan dirimu lebih lama lagi dididik pada sekolahnya Setan, dan mengikuti jalan kehidupan yang tidak akan memungkinkan untuk bertobat dan bereformasi?” —– Review and Herald, Juni 29, 1897
SALAH SATU PENGHALANG MENUJU PENDIDIKAN MENJADI KRISTEN YANG SEJATI:
KEKAWATIRAN/KETAKUTAN KEHILANGAN PENGHASILAN DAN MENINGGALKAN SEMUA
Umat yang Istimewa
“Yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Titus 2:14)
Tuhan telah mengasingkan mereka yang saleh bagi diriNya, dan pengabdian (Komentar Rein Terinathe : Tuntutan untuk terpisah dari dunia sebenarnya bukanlah baru bagi kita, dari Perjanjian Lama pun kita sudah diperlihatkan banyak contoh-contoh dari tokoh-tokoh di Alkitab, jadi gak ada alasan bila sekarangpun kita harus terpisah dari dunia.) diri kepada Tuhan dan pemisahan dari dunia ini dengan jelas dinyatakan dan dengan tegas diamarkan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Ada dinding pemisah yang Tuhan sendiri telah tetapkan antara hal-hal dunia dan hal-hal yang Ia telah pisahkan dari dunia dan sucikan untuk diriNya. Panggilan dan karakter umat Tuhan itu istimewa. Masa depan mereka itu khusus, dan keistimewaan ini membedakan mereka dari semua bangsa. Semua umat Tuhan di atas bumi adalah satu tubuh, dari sejak mula sampai akhir masa. Mereka memiliki satu Kepala yang mengatur dan memerintah tubuh. Pembatas yang sama terletak di atas umat Tuhan sekarang, untuk dipisahkan dari dunia, sebagaimana yang terjadi pada Israel kuno. Kepala agung dari gereja tidak berubah….
Saat kita membaca Firman Tuhan, betapa jelas bahwa umat Tuhan itu istimewa dan berbeda dari dunia yang tidak percaya di sekeliling mereka. Kedudukan kita itu menarik dan menakutkan; hidup di zaman akhir, betapa penting agar kita menirukan teladan Kristus dan berjalan sebagaimana Ia berjalan….
(Komentar Rein Terinathe : Bacaan ini menggambarkan bahwa perjalanan kita dalam persiapan kita 40 hari contoh saingan, akan kita hadapi dengan mengulang pengalaman Yesus yang harus serba kekurangan/sederhana dan terhina.)
Hamba-hamba Kristus tidak memiliki rumah atau harta benda disini. Mereka semua mengerti bahwa hanya karena Tuhan berkuasa maka kita diizinkan tinggal dalam damai dan keamanan di tengah musuh-musuh kita. Mendapatkan kemurahan hati dunia tidak menjadi hak istimewa kita.
Meskipun demikian anggota-anggota Kristus itu adalah sebagaimana Ia dulu di dunia ini. Mereka adalah putra dan putri Tuhan dan menjadi ahli waris bersama-sama Kristus, dan kerajaan dan kekuasaan milik mereka. Dunia tidak memahami karakter dan panggilan suci mereka. Mereka tidak mengerti pengangkatan mereka ke dalam keluarga Tuhan. Persatuan dan persekutuan mereka dengan Bapa dan Anak tidak diperlihatkan kepada dunia, dan meskipun mereka melihat kehinaan dan kecelaan mereka, namun tidak terlihat jadi apa kelak mereka nanti. Mereka adalah orang-orang asing. Dunia tidak mengenal mereka dan tidak menghargai motif-motif yang menggerakkan mereka. —- Review and Herald, 5 Juli 1875 (Suara Hati Nurani 2 November, hal 315)
MEMAHAMI PERINGATAN/NASIHAT TENTANG JANGAN KAWATIR ATAU BIMBANG/TAKUT
- Lukas 12:22
“Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.‘”
- Lukas 12:29
“Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.“
- Mazmur 55:22
“Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”
- Filipi 4:6-7
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah, dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
- 1 Petrus 5:7
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
- Matius 6:34
“Sebab itu janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
- Yesaya 41:10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, Jangan bimbang, sebab aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
- 1 Petrus 3:14
“Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.”
- Yohanes 14:27
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
ormasi penting disajikan secara kronologis
- Yesaya 35:4
“Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: ‘Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!‘”
- Yesaya 41:10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.“
- Yesaya 41:13
“Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: ‘Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.'”
- Roma 8:18
“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.“
- Amsal 16:3
“Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.”
- Yoshua 1:9
“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”
- 2 Timotius 1:7
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
- 1 Yohanes 4:18
“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”
- 1 Korintus 10:13
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
- 2 Korintus 9:8
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.“
- Mazmur 9:9-10
“Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran. Demikianlah Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.”
- Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.“
- Ibrani 4:12
“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
Catatan :
Ayat-ayat ini sangatlah sering ditampilkan oleh dunia Kristen pada umumnya, ayat-ayat ini tidak disajikan di dalam Alkitab menggunakan bahasa rahasia yang pemahamannya sulit untuk dimengerti.
Tampak dari ayat-ayat ini Tuhan telah lama menjanjikan kehadiranNya/penjagaanNya/perlindunganNya kepada umatNya, dan dari perjalanan umat Allah di masa lalu khususnya di masa gigi ganti gigi dari mulai air bah kita saksikan bukti kebenaran penggenapan janji-janjiNya tersebut di dalam umat-umatNya yang setia dan percaya, disamping itu demikian pula kita saksikan bagaimana kegagalan-kegagalan umatNya yang tidak memperoleh janji-janji tersebut tercatat sebagai pelajaran berharga bagi kita.
Dari ayat-ayat tersebut, kita dapatkan hal-hal berikut:
- Tuhan menjanjikan untuk tidak memiliki kekawatiran, rasa takut dan bimbang, serta atas kesemuanya itu disarankan untuk diserahkannya kepadaNya, kekawatiran-kekawatiran terhadap apa yang hendak kita makan, kekawatiran akan tubuh kita, akan apa yang kita pakai, janjiNya ini bahkan di ayat Filipi 4:6-7 dan 1 Petrus 5:7 dikatakan dimaksudkan kepada segala kekawatiran kita, sehingga jelas sebenarnya jika mau setia sebagaimana umat-umatNya di masa lalu, maka amanlah perjalanan kita di akhir penyelesaian dunia ini,
- Dengan banyaknya ayat-ayat tentang jangan memiliki kekawatiran atau bimbang, menunjukkan bahwa perjalanan umat Allah tidaklah luput dari berbagai dinamika kehidupan, terlebih karena kita berada di periode paling terakhir dari sejarah dunia, dimana segala ramalan akan tergenapi di periode kita, maka nasihat ini benar-benar dialamatkan kepada kita. Berarti janganlah kita berharap bahwa perjalanan sisa kita akan mulus dan ringan, seperti kata-kata dalam Mazmur 55:22 dikatakan “Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah” dan 1 Petrus 3:14 jelas dikatakan bahwa kita umatNya harus menderita oleh karena kebenaran, lalu juga Roma 8:18 umatNya harus mengalami penderitaan dan 1 Korintus 10:13 yang berbicara setiap pencobaan yang harus dihadapi, Tuhan juga menyiapkan jalan keluarnya,
- Dari ayat Yohanes 14:27 tampak duniapun memberikan penawaran damai sejahtera, berarti umatNya dalam perjalanan kehidupannya memiliki godaan untuk mempercayai selain dari yang Tuhan dapat berikan,
- Tampak kekawatiran ketakutan yang dinasihati kepada kita ini adalah kekawatiran dan ketakutan yang dirasakan oleh orang-orang dunia (1 Petrus 3:14), jadi nasihat ini mengingatkan kita bahwa kita haruslah sadar akan perbedaan kita, jangan terus-menerus kita hanyut bahkan hati kita dipenuhi kekawatiran/ketakutan orang dunia ini, menghilangkan/meragukan janji-janji Tuhan,
- Dengan banyaknya nasihat-nasihat untuk tidak kawatir atau takut ini yang diberikan janji-janji serta kita sudah menyaksikan sendiri bukti-bukti yang Tuhan tunjukkan dalam perjalanan kehidupan umat-umatNya, maka ada konsekwensi sanksi yang Tuhan tanggungkan kepada kita bila kita mengabaikan kemurahanNya, dalam 1 Yohanes 4:18 dikatakan “sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih”, berarti nasihat-nasihat atau peringatan-peringatan yang diberikan ini keseluruhannya mengikat, meminta penurutan yang sepenuhnya, kita tidak memiliki ruang sedikitpun untuk sejalan dengan orang-orang di sekitar kita yang tidak mengenal kebenaranNya.
Walaupun ulasan kita di atas adalah secara langsung kita ambil dari ayat-ayat Alkitab, namun bila kita ikuti tulisan-tulisan Roh Nubuatan khususnya dari tulisan Ny. Ellen G. White, kita dapatkan nasihat-nasihat yang seirama dengan perspektif nabi dan rasul-rasul penulis Alkitab, karena beberapa tulisan-tulisan Ny. Ellen G. White merupakan penjelasan dari ayat-ayat tersebut yang dihasilkan dari roh yang sama yang mengilhami penulisannya.
Seriusnya peringatan atau nasihat untuk jangan kawatir atau bimbang tersebut dapat kita juga peroleh lebih luas lagi dalam petunjuk tulisan Ny. Ellen G. White antara lain:
Rencana Allah bukanlah menyuruh utusan-utusan yang akan mempersenang dan memuji-muji orang berdosa; Ia tidak memberikan pekabaran damai untuk meninabobokan orang yang tidak menyucikan diri sehingga merasa aman. Gantinya, Ia meletakkan beban berat ke atas angan-angan hati si pembuat kesalahan dan menusuk jiwanya dengan anak panah keyakinan yang tajam. Malaikat-malaikat yang bekerja menyatakan kepadanya hukuman-hukuman Allah yang menakutkan, untuk memperdalam rasa membutuhkan dan mempercepat seruan penderitaan, “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Kisah 16:30. Tetapi Tangan yang merendahkan diri sampai kepada debu, menegur dosa, dan mempermalukan orang-orang yang sombong dan berambisi, adalah Tangan yang mengangkat orang yang menyesal dan menderita. Dengan kasih sayang yang paling dalam Ia yang mengizinkan pehukuman itu menimpa, bertanya, “Apakah yang engkau kehendaki supaya Aku perbuat kepadamu?” —- PR 252.1
Contoh PERCAYA sepenuhnya, berserah dan pasrah membiarkan Tuhan yang bekerja bagi kita, kita dapatkan dalam pengalaman Yusak dan Gideon ketika dengan cara-cara yang tidak masuk akal/mustahil Tuhan laksanakan dalam pengalaman kehancuran tembok Yerikho dan peperangan melawan bangsa Midian yang jumlahnya ribuan, dimana kita saksikan tidak sama sekali kekuatan/kemampuan manusia mereka berdua dibutuhkan. Berikut kutipannya:
“Oleh iman juga roboh tembok negeri Yerikho.” Ibrani 11:30. Penghulu bala tentara Allah hanya berhubungan dengan Yusak saja; Ia tidak menyatakan diriNya kepada segenap perhimpunan itu, dan terserah kepada mereka untuk mempercayai atau meragukan kata-kata Yusak, untuk menurut kepada perintah yang diberikan olehnya di dalam nama Tuhan, atau untuk menyangkal wewenangnya. Mereka tidak dapat melihat bala tentara malaikat yang mengawal mereka di bawah pimpinan Anak Allah. Mereka bisa saja berdalih: “Betapa tidak berartinya usaha-usaha ini, dan betapa ganjilnya untuk berbaris setiap hari mengelilingi dinding kota itu sambil meniup terompet yang terbuat dari tanduk domba. Ini tidak akan ada pengaruhnya terhadap benteng-benteng yang menjulang tinggi itu.” Tetapi rencana untuk meneruskan pekerjaan ini yang memakan waktu yang cukup lama sebelum hancurnya tembok-tembok itu telah memberikan kesempatan untuk berkembangnya iman di antara bani Israel. Haruslah dijelaskan kepada pikiran mereka bahwa kekuatan mereka bukan terdapat dalam kebijaksanaan manusia, atau di dalam kegagahannya, tetapi hanya di dalam Allah keselamatan mereka. Dengan demikian mereka akan terbiasa bersandar sepenuhnya kepada pemimpin ilahi mereka. ————- PB2 84.3
Allah akan melakukan perkara-perkara yang besar bagi mereka yang berharap kepadaNya. Sebab mengapa orang-orang yang mengaku diri sebagai umatNya tidak memiliki kekuatan yang lebih besar oleh karena mereka berharap terlalu banyak kepada kebijaksanaan mereka sendiri, dan tidak memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kuasaNya demi kepentingan mereka. Ia akan menolong umatNya yang percaya di dalam setiap keadaan darurat jikalau mereka mau menaruh segenap kepercayaan mereka di dalam Dia, dan dengan setia menurut kepadaNya. ————– PB2 85.1
Bangsa Israel ditempatkan di atas lereng satu bukit, dari tempat itu mereka dapat melihat lembah di mana bala tentara penyerang itu berkemah. “Maka segala orang Midian dan Amalek dan segala bani Masyrikpun berkaparanlah dalam lembah itu seperti belalang banyaknya dan segala untanya seperti pasir yang di tepi laut tiada tepermanai banyaknya.” Gideon gemetar apabila memikirkan tentang peperangan yang akan diadakan keesokan harinya. Tetapi Tuhan berbicara kepadanya pada waktu malam hari, dan memerintahkannya, bersama dengan Pura, pengawalnya, pergi ke perkemahan orang Midian, sambil menyatakan bahwa di sana ia akan mendengar sesuatu yang akan memberikan semangat kepadanya. Iapun pergi, dan sambil menunggu di dalam kegelapan dan kesunyian, ia mendengar seorang tentara sedang menceritakan mimpinya kepada seorang temannya: “Bahwasanya aku telah bermimpi, heran, maka adalah sebuah roti syeir terguling-guling ke tengah bala tentara orang Midian, lalu sampai ke kemah besar, maka ditempuhnya akan dia sampai rubuhlah, dan dibongkarbalikkannya akan dia, sehingga kemah itupun terpelantingan adanya.” Yang lain menjawabnya dengan kata-kata yang telah menyentuh hati pendengar yang tidak kelihatan itu, “Tak ada lain melainkan pedang Gideon bin Yoas, orang Israel; itulah tabirnya: bahwa Allah telah menyerahkan orang Midian dan segenap bala tentara ini kepada tangannya.” Gideon menyadari suara Allah sedang berbicara kepadanya melalui orang-orang Midian yang asing itu. Pada waktu kembali ke tengah-tengah tentaranya yang sedikit yang ada di bawah perintahnya itu, ia berkata, “Bangunlah kamu, karena diserahkan Tuhan bala tentara orang Midian itu kepada tanganmu.” —–PB2 151.1
DI PADANG BELANTARA
(Catatan: Bacaan ini untuk menyadarkan ke kita bagaimana isi 40 tahun itu dijalani oleh bangsa Israel, terlihat walaupun mereka dalam pendidikan mereka tetap di dalam penjagaan tidak dilepaskan oleh Tuhan, kepada mereka tetap Tuhan hadir mencukupkan kebutuhan mereka.)
Selama kurang lebih empat puluh tahun lamanya bangsa Israel telah hilang dari pandangan di dalam keadaan yang terpencil di padang belantara. Musa berkata, “Adapun lamanya kita berjalan dari Kades-Barnea sampai menyeberang anak sungai Yered itu, ia itu tigapuluh delapan tahun sampai habislah mati segenap bangsa orang perang yang di tengah-tengah tentara itu, seperti Tuhan telah berjanji kepada mereka itu pakai sumpah. Maka sebab itupun tangan Tuhan ada melawan mereka itu hendak diparangkannya mereka itu dari dalam tentaranya, sehingga berkesudahanlah mereka itu sama sekali.” Ulangan 2:14, 15. ——- PB1 429.1
Selama tahun-tahun ini orang banyak terus-menerus diingatkan bahwa mereka berada di bawah tempelakan ilahi. Di dalam pemberontakan di Kades mereka telah menolak Allah, dan untuk sementara waktu Allah telah menolak mereka. Oleh karena mereka telah terbukti tidak setia kepada perjanjianNya, mereka tidak dapat menerima tanda dari perjanjian itu, yaitu upacara sunat. Keinginan mereka untuk kembali ke negeri perbudakan itu telah menunjukkan bahwa mereka tidak layak memperoleh kemerdekaan, dan upacara Paskah, yang telah ditetapkan untuk memperingati kelepasan dari perbudakan, tidak boleh dirayakan. ——- PB1 429.2
Tetapi diteruskannya upacara kaabah menjadi kesaksian bahwa Allah tidaklah sama sekali meninggalkan mereka. Dan pimpinanNya masih mencukupkan kebutuhan mereka. “Tuhan Allahmu telah memberkati kamu di dalam segala pekerjaan tanganmu,” kata Musa, dalam mengulangi kembali sejarah pengembaraan mereka. “Ia mengetahui perjalananmu melalui padang belantara yang luas ini; selama empat puluh tahun Tuhan telah menyertai kamu; engkau tidak kekurangan apapun.” Dan nyanyian orang Lewi yang dicatat oleh Nehemia, dengan jelas menggambarkan penjagaan Allah bagi Israel, sekalipun pada tahun-tahun penolakan dan pembuangan mereka: “Maka tiada juga kau tinggalkan mereka itu di padang Tiah oleh karena kebesaran rahmatmu, sehingga tiang awan itu tiada undur daripadanya pada siang hari akan menghantar mereka itu pada jalannya, dan tiang apipun tiada undur pada malam akan menerangi mereka itu, yaitu pada jalan yang patut diturutnya. Dan lagi Engkaupun sudah mengaruniakan Rohmu yang baik itu akan memberi akal kepada mereka itu dan mannamupun tiada kau tahani daripada mulut mereka itu dan Engkaupun sudah mengaruniakan air kepada mereka itu akan memuaskan dahaganya. Demikianlah Engkaupun sudah memeliharakan mereka itu di padang Tiah empat puluh tahun lamanya, sehingga mereka itu tiada berkekurangan dan pakaian mereka itupun tiada buruk dan kaki mereka itupun tiada bengkak.” Nehemia 9:19-21. ——- PB1 429.3
(Komentar Rein Terinathe : Kutipan ini berkaitan dengan lambang-lambang lainnya para pekerja-pekerja ladang Tuhan, mereka semua harus menjalani pendidikan persiapan dan 40 tahun mereka di padang belantara adalah pendidikan persiapan tersebut. Dimana selain sebagai hukuman atas ketidak setiaan mereka (mendengar 10 pengintai), juga sarana Tuhan untuk mendapatkan umat yang benar-benar bersih)
Pengembaraan di padang belantara bukan hanya ditetapkan sebagai satu hukuman terhadap pemberontak-pemberontak dan orang-orang yang bersungut itu, tetapi itu juga merupakan satu disiplin bagi generasi yang sedang timbul, sebagai persiapan untuk memasuki Tanah Perjanjian. Musa menyatakan kepada mereka, “Seperti seorang bapa mengajar anaknya begitulah telah diajar Tuhan, Aliahmu, akan kamupun,” “supaya direndahkannya hatimu dengan mencobai kamu, hendak diketahuinya barang yang ada di dalam hatimu, kalau kamu menurut firmannya atau tidak. (Komentar Rein Terinathe : Dalam pendidikan 40 tahun itu, Tuhan juga meluruskan pikiran calon-calon Kanaan untuk tidak fokus mengutamakan kepada makanan (mencari makan/nafkah), melainkan disadarkan keharusan mereka bergantung kepada Firman Allah.) Dan Ia . . .
membiarkan kamu lapar, lalu diberinya kamu makan manna, yang tiada kamu kenal dan yang tiada dikenal oleh leluhurmupun, agar Ia dapat memberitahukan kepada kamu bahwa adapun hidup manusia itu bukan bergantung kepada makanan saja, melainkan juga oleh tiap-tiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Ulangan 8:5, 2, 3. ——- PB1 430.1
PENDERITAAN ADALAH JALAN KEBAIKAN
Kristus jangan dipersalahkan atas akibat kelalaian dan keragu-raguan. Ia yang memberikan nyawaNya kepada manusia berdosa menghargai nilai jiwa itu. Ia tidak akan pernah gagal melakukan bagianNya, tidak juga jadi kecil hati. Ia tidak akan pernah meninggalkan orang yang melakukan kesalahan, yang digoda dan dicobai dalam konflik.” Kasih karuna-Ku sempurna bagi mu.” “Allah itu setia, yang tidak akan membuatmu menderita digoda di atas kesanggupanmu.” Ia menimbang dan mengukur setiap pencobaan sebelum Ia izinkan itu terjadi…..
Tantangan yang kita jumpai terbukti dapat berguna bagi kita dalam banyak hal. Jika dilakukan dengan baik, itu akan mengembangkan sifat baik yang tidak akan pernah muncul jika orang Kristen tidak pernah memikul beban apapun. Dan iman, kesabaran ketahanan, pikiran tertuju pada surga, percaya pada pemeliharaan ilahi, dan simpati yang tulus kepada orang berdosa, adalah hasil dari pencobaan yang dilalui dengan baik…..
Jika firman diterima ke dalam hati yang baik dan jujur, maka jiwa yang keras akan dilunakkan, dan iman yang mengerti janji dan bersandar pada Yesus, akan terbukti menang. —- Review and Herald, 28 Juni 1892
JANJI JAMINAN PERLINDUNGAN DALAM KEMISKINAN
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Matius 7:7.
Untuk tidak memberikan kesempatan kepada sikap tidak percaya, salah mengerti atau salah tafsir akan kata-kata-Nya, Tuhan itu mengulangi janji yang diberikan tiga kali. Dia rindu agar orang-orang yang mencari Allah percaya kepada-Nya yang dapat melakukan segala hal. Itu sebabnya Ia tambahkan, “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.” —-KAB 146.3
Tuhan tidak menentukan syarat-syarat kecuali engkau lapar akan kemurahan-Nya, ingin nasihat-Nya, dan rindu akan kasihNya. “Mintalah.” Meminta, menyatakan bahwa engkau menyadari keperluanmu; dan jika engkau meminta dengan iman engkau akan menerimanya. Tuhan telah menjanjikan sabdaNya, dan itu tidak boleh gagal. Jika engkau datang dengan penyesalan yang sungguh, tidak perlu engkau merasa bahwa engkau takabur bila meminta apa yang telah dijanjikan Tuhan. Apabila engkau meminta berkat yang engkau perlukan, demi menyempurnakan tabiatmu supaya menyerupai Kristus, yakinlah pada jaminan Tuhan bahwa apa yang engkau minta itu sesuai dengan yang dijanjikan-Nya untuk dipenuhi. (Komentar Rein Terinathe : Merasa berdosa adalah buah dari RENDAH HATI, jadi langkah pertama dari 3 janji Tuhan dalam Matius 7 ini tidak lepas dari dasar awal langkah pengampunan dosa/penyucian, sesuai pelajaran zoom renungan pendahuluan 26 Juli 2025 tentang Kesucian teman dari Rendah Hati dan cerita pengalaman perlunya upacara kerendahan hati supaya bisa bersekutu dengan Kristus terdapat dalam buku KSZ2 289.4 (Zoom Sabat tanggal 17 Juni 2023) Merasa dan mengetahui bahwa engkau adalah orang berdosa merupakan dasar yang cukup untuk meminta kemurahan dan belas kasihanNya. Syarat kedatanganmu kepada Allah bukanlah bahwa engkau sudah suci, tetapi bahwa engkau merindukan-Nya untuk membersihkanmu dari segala dosa dan menyucikanmu dari segala kejahatan. Alasan bahwa kita boleh memohon sekarang dan selamanya adalah keperluan kita yang besar, keadaan kita yang sama sekali tak berdaya, itulah yang membuat Dia dan kuasa penebusan-Nya menjadi suatu keharusan. —-KAB 147.1
“Carilah.” Jangan hanya merindukan berkat-Nya, tetapi Diri-Nya. “Berlakulah, ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram.” Ayub 22:21. Carilah, dan engkau akan mendapat Allah mencarimu, dan kerinduan yang engkau rasakan untuk datang kepada-Nya adalah tarikan Roh-Nya. Menyerahlah kepada tarikan itu. Kristus membela perkara orang yang dicobai, yang bersalah dan yang tidak beriman itu. Dia berupaya untuk mengangkat mereka agar bersahabat dengan Dia.” Jika engkau mencari. Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu.” 1 Tawarikh 28:9. —-KAB 147.2
“Ketoklah.” Kita datang kepada Allah dengan undangan khusus, dan la menunggu untuk menyambut kita di kamar pertemuan-Nya. Murid-murid pertama yang mengikut Yesus tidak puas dengan percakapan yang terburu-buru dengan Dia, mereka berkata, “Rabi, … di manakah Engkau tinggal? . . . Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.” Yohanes 1:38, 39. (Komentar Rein Terinathe : Matius 7 ini menggambarkan urut-urutan umatNya dari awal Mintalah = kerendahan hati. Carilah = menemukan/mengenal Yesus (mempelajariNya), barulah setelah tahap demi tahap tersebut tiba di akhir yaitu Ketoklah = tinggal / karib dan bergaul dengan Allah.
Dengan demikian 3 janji ini tidak dapat diubah atau berdiri sendiri urut-urutannya. Tidak sebagaimana banyak orang-orang Kristen hanya menampilkan satu dari ketiganya secara berdiri sendiri.) Jadi kita bisa diizinkan bersahabat karib dan bergaul dengan Allah. “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi akan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa.” Mazmur 91:1. Biarlah orang-orang yang merindukan berkat Allah mengetuk dan menunggu di pintu kemurahan hati dengan jaminan yang kukuh, seraya mengatakan, Karena Engkau, O Tuhan, telah mengatakan, “Setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.” —-KAB 148.1
Yesus memandang orang-orang yang berkumpul untuk mendengar kata-kata-Nya, dan dengan sungguh-sungguh menginginkan agar kumpulan besar orang banyak itu dapat menghargai kemurahan hati dan kebaikan Allah yang penuh kasih itu. Sebagai suatu ilustrasi dari keperluan mereka, dan dari keinginan Allah untuk memberi, Dia tunjukkan di hadapan mereka seorang anak yang lapar meminta roti dari bapanya secara jasmani. “Adakah seorang dari padamu, kata-Nya, “yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti?” Dia memohon kasih sayang yang lemah lembut dan alamiah dari seorang bapa terhadap anaknya lalu mengatakan, “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu-yang di surga! la akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Tidak ada manusia dengan hati seorang bapa akan meninggalkan anaknya yang lapar dan meminta roti. Apakah mereka pikir dia sanggup mempermainkan anak-anaknya, menggiurkannya dengan menimbulkan pengharapannya hanya untuk mengecewakannya? Apakah dia berjanji untuk memberikan kepadanya makanan yang baik dan bergizi, lalu memberikan batu kepadanya? Dan haruskah seseorang menghina Allah dengan membayangkan bahwa Dia tidak akan menjawab permohonan anak-anak-Nya? —-KAB 148.2
Jadi jika kamu manusia dan jahat, tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! la akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Lukas 11:13. Roh Kudus, wakil-Nya, adalah yang terbesar dari segala pemberian. Semua “hal-hal yang baik” terdiri di dalamnya. Pencipta itu sendiri tidak dapat memberikan apa-apa yang lebih besar dan lebih baik kepada kita. Apabila kita memohon kepada Tuhan untuk mengasihi kita di dalam kesedihan kita, dan untuk membimbing kita oleh Roh KudusNya, Dia tidak akan pernah menolak doa kita. Mungkin orangtua tega meninggalkan anaknya yang lapar, tetapi Allah tidak pernah tega menolak seruan orang miskin dan hati yang rindu. Dengan kelemahlembutan yang luar biasa apa Dia telah melukiskan kasih-Nya! Kepada orang-orang yang di dalam hari-hari kegelapan merasa bahwa Allah tidak menghiraukan mereka, ini adalah pekabaran dari hati Bapa: “Sion berkata, ‘Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.’” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku.” Yesaya 49:14-16. —-KAB 149.1
Setiap janji dalam firman Allah melengkapi kita dengan pokok persoalan untuk berdoa, menyampaikan kata Allah yang dijanjikan sebagai jaminan kita. Berkat rohani apa saja kita perlukan, adalah hak kita untuk memintanya melalui Yesus. Dengan kesederhanaan seorang anak, kita dapat mengatakan kepada Tuhan, apa sebenarnya yang kita perlukan. Kita boleh nyatakan kepada-Nya masalah-masalah duniawi kita, meminta roti dan pakaian maupun roti kehidupan dan pakaian kebenaran Kristus Bapamu yang di surga mengetahui bahwa engkau memerlukan ini semua, dan engkau diundang untuk meminta itu semuanya. Melalui nama Yesuslah setiap kemurahan hati diterima. Allah akan menghormati nama itu. dan akan memenuhi keperluanmu dari kekayaan kemurahan hati-Nya. —-KAB 150.1
Tetapi jangan lupa bahwa untuk datang kepada Allah sebagai seorang bapa engkau mengakui hubunganmu kepada-Nya sebagai seorang anak. Engkau bukan hanya mempercayai kebaikan-Nya, tetapi di dalam segala hal menyerahlah kepada kehendak-Nya, mengetahui bahwa kasih-Nya tidak berubah. Engkau serahkan dirimu untuk melakukan pekerjaan-Nya. Kepada orang-orang yang telah ditawarkan agar mencari dulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, diberikan janji ini, “Mintalah maka kamu akan menerima.” Yohanes 16:24. —-KAB 150.2
————————————-









