<< Go Back

Sabat 26 September 2026

RENUNGAN PENDAHULUAN

 

Nasihat Allah Untuk Masa Kini jld 1 28 November

Kita Tidak Menggali Cukup Dalam

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:16)

 

Allah menginginkan kita bergantung atas Dia, dan bukan atas manusia. Ia rindu supaya kita memiliki hati yang baru; Ia akan mengizinkan kita menyatakan terang dari takhta Allah. Kita harus bergulat dengan setiap kesulitan, tetapi bilamana suatu hal yang bertentangan disajikan, adakah engkau pergi kepada manusia untuk mencari tahu pendapatnya, dan kemudian membentuk kesimpulan-kesimpulanmu dari pendapatnya? Tidak, pergilah kepada Allah. Katakan padaNya apa yang engkau inginkan, ambillah Alkitabmu dan selidiki sama seperti mencari harta yang tersembunyi.

Kita tidak menggali cukup dalam di dalam pencarian kita akan kebenaran. Setiap jiwa yang percaya kebenaran masa kini akan dibawa ke mana ia akan diwajibkan memberi alasan tentang pengharapan yang ada padanya. Umat Allah akan dipanggil untuk berdiri dihadapan raja-raja, pangeran-pangeran, penguasa-penguasa, dan orang orang besar di bumi, dan mereka harus mengetahui bahwa mereka tidak tahu apa itu kebenaran. Mereka haruslah pria dan wanita yang telah bertobat. Allah mengajar engkau lebih banyak dalam satu saat oleh Roh KudusNya daripada engkau dapat belajar dari orang-orang besar di bumi. Semesta alam sedang memandang ke atas pertentangan yang sedang berlangsung diatas bumi. Dengan biaya yang tak terbatas Allah telah menyediakan untuk setiap manusia suatu kesempatan untuk mengetahui apa yang akan membuat dia pintar demi keselamatan. Betapa rindunya para malaikat memandang untuk melihat siapa yang akan memanfaatkan sendiri kesempatan ini!.

Bilamana suatu pekabaran disajikan kepada umat Allah, mereka tidak boleh berdiri untuk melawannya; mereka harus pergi kepada Alkitab, membandingkannya dengan hukum dan kesaksian, dan jika sekiranya hal itu lulus ujian ini, maka hal itu tidak benar. Allah menginginkan kita berpikiran luas. Ia ingin menaruh kasih karunianya pada kita. Kita dapat mengadakan pesta terhadap perkara-perkara yang baik setiap hari; karena Allah dapat membuka segenap perbendaharaan surga bagi kita. Kita harus menjadi satu dengan Kristus sebagaimana Ia satu dengan Bapa, dan Bapa akan mengasihi kita sebagaimana Ia mengasihi AnakNya. Kita dapat memperoleh pertolongan yang sama seperti yang Kristus peroleh, kita dapat memperoleh kekuatan untuk setiap keadaan darurat; karena Allah akan menjadi pengalawal kita di depan dan di belakang. Ia akan melindungi kita pada setiap sisi, dan bilamana kita dibawa ke hadapan para pengusasa, ke hadapan para pemerintah di bumi, kita tidak perlu merenungkan sebelumnya apa yang akan kita katakan nanti. Allah akan mengajar kita pada hari kepeluan kita. Sekarang semoga Allah menolong kita untuk datang ke kaki Yesus.

PERBEDAAN PERLAKUAN MALAIKAT ANTARA YANG MAU DIAJAR ROH SUCI DENGAN YANG MENCARI KELEPASAN DUNIAWI DARI PERHAMBAAN ROMAWI

 

Janganlah pernah mempelajari Alkitab tanpa permintaan doa. Roh Suci sendiri dapat membuat kita merasa pentingnya perkara-perkara yang mudah dimengerti, atau mencegah kita dari memutarbalikkan kebenaran yang sulit dimengerti. Adalah tugas malaikat-malaikat surgawi untuk menyediakan hati untuk mengerti firman Allah sehingga kita terpesona akan keindahannya, dinasihati oleh amaran-amarannya, atau digerakkan atau dikuatkan oleh janji-janjinya. Kita harus menjadikan permohonan pemazmur itu menjadi permohonan kita, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” (Mazmur 119:18). Pencobaan seringkali tampaknya tidak dapat dilawan karena melalaikan doa dan mempelajari Alkitab, orang yang dicobai itu tidak dapat mengingat janji-janji Allah dan menghadapi Setan dengan senjata Alkitab. Tetapi malaikat-malaikat ada disekeliling mereka yang mau diajar dalam perkara-perkara Ilahi; dan pada waktu yang sangat diperlukan, malaikat-malaikat itu akan membawa kepada ingatan mereka kebenaran-kebenaran yang diperlukan. Dengan demikian, “Ia akan datang seperti arus dari tempat yang sempit, yang didorong oleh nafas Tuhan.” (Yesaya 59:19). —–KA 631.2

Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya, “Tetapi Penghibur itu, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26). Tetapi pengajaran Kristus haruslah terlebih dahulu disimpan di dalam pikiran agar Roh Allah membawanya ke dalam ingatan kita atau mengingatkan kita pada saat datang bahaya. “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,” kata Daud, “supaya aku jangan berbuat dosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:11). —-KA 631.3

 

BANDINGKAN:

 

Sebelum penyaliban-Nya, Juruselamat menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan dibunuh, dan akan bangkit kembali dari kubur, dan malaikat-malaikat hadir untuk mengesankan firman-Nya ke dalam pikiran dan hati mereka. Akan tetapi murid-murid itu, yang mencari kelepasan duniawi dari perhambaan Romawi, tidak dapat menerima pemikiran bahwa Ia yang menjadi tumpuan harapan mereka, akan menderita kematian yang memalukan. Kata-kata yang perlu mereka ingat sirna dari pikiran mereka, dan pada waktu pencobaan datang, mereka didapati tidak bersedia. Kematian Yesus telah menghancurkan harapan mereka sama seperti jika Ia tidak mengamarkan mereka sebelumnya. Jadi dalam nubuatan masa yang akan datang itu dibukakan di hadapan kita dengan jelas sama seperti yang dibukakan kepada murid-murid itu oleh kata-kata Kristus. Peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan tertutupnya masa percobaan dan pekerjaan persediaan kepada masa kesukaran, disajikan dengan jelas. Tetapi orang banyak itu tidak lebih mengerti kebenaran-kebenaran penting ini daripada tidak pernah dinyatakan kepada mereka sebelumnya. Setan bersiap terus untuk merampas setiap kesan yang akan membuat mereka mengerti mengenai keselamatan, dan bilamana kesukaran datang, mereka tidak bersedia.——KA 625.1

 

Catatan:

  1. Dalam kutipan ini kita dapat melihat ketika murid-murid Yesus dalam pendidikan 3 ½ tahunnya mereka masih mencampur adukkan ajaran-ajaran Yesus dengan pikiran-pikiran mereka sendiri yang dipengaruhi oleh kepentingannya, akibatnya peristiwa yang sangat penting, yaitu misi kehadiran Yesus didunia seakan-akan belum pernah disampaikan, sirna dari ingatan mereka, namun hal ini tidak demikian dengan umatNya diperiode akhir, akan tetapi umatNya yang memenuhi persyaratannya saja yang dibuat mengingat akan kebenaran yang diperlukan:

“Tetapi malaikat-malaikat ada disekeliling mereka yang mau diajar dalam perkara-perkara Ilahi; dan pada waktu yang sangat diperlukan, malaikat-malaikat itu akan membawa kepada ingatan mereka kebenaran-kebenaran yang diperlukan.”

Disini jelas ada pembedaan, yaitu “mereka yang mau diajar”, jadi jelas tidak semua yang mengaku pemegang kebenaran yang akan ikut dalam pengalaman yang terakhir ini, kebenaran-kebenaran yang diperlukan tentunya bukanlah kebenaran-kebenaran yang dipermukaan, melainkan kebenaran-kebenaran hasil dari penggalian harta terpendam, yaitu hasil dari pekerjaan guru-guru kebenaran akhir zaman,

  1. Dikatakan yang diberi kuasa untuk membuat umatNya nanti mampu mengingat kebenaran-kebenaran yang diperlukan adalah Roh Allah, dan syarat untuk Roh Allah dapat mengingatkan adalah ……. :

“Tetapi pengajaran Kristus haruslah terlebih dahulu disimpan di dalam pikiran agar Roh Allah membawanya ke dalam ingatan kita atau mengingatkan kita pada saat datang bahaya”.

Dengan demikian jelas bagi mereka yang menolak tentang rentetan peristiwa-peristiwa akhir kesusahan yang akan dihadapi oleh Yakub-Yakub tidak akan mungkin ambil bagian dalam pengalaman ini dan sebagaimana pengalaman Yesus, mereka inilah dipihak yang nantinya akan menghasut hingga keputusan keluar untuk 144000 dibunuh.

  1. Oleh karena nanti kepada semua pemegang kebenaran Tongkat Gembala akan merasakan aniaya dari Konfederasi tersebut, mereka yang dari bagian yang sebagaimana contoh murid-murid Yesus dahulu yang “tidak dapat menerima pemikiran bahwa Ia yang menjadi tumpuan harapan mereka, akan menderita kematian yang memalukan” tidak akan dibantu malaikat “membawa kepada ingatan mereka kebenaran-kebenaran yang diperlukan” karena sebagaimana sudah dijelaskan di no. 2 mereka harus terlebih dahulu “disimpan di dalam pikiran”, terlebih Ellen G. White menegaskan bahwa di dalam keadaan akhir ini setan tidak tinggal diam dia akan “Setan bersiap terus untuk merampas setiap kesan yang akan membuat mereka mengerti mengenai keselamatan, dan bilamana kesukaran datang, mereka tidak bersedia”.

 

Maranatha 26 Juni hal 185

Dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.  Matius. 10:36.

 

Ketika hukum Allah dinyatakan tidak berlaku, dan gereja disaring dengan pencobaan yang berapi-api atas segala yang hidup di bumi ini, maka sejumlah besar orang yang disangka suci akan mencurahkan perhatian mereka untuk merusak berbagai semangat dan akan menjadi pengkhianat yang mengkhianati kebenaran-kebenaran yang murni. Mereka akan terbukti sebagai penganiaya kita yang paling keji. “Dari tengah-tengahmu akan bangkit orang-orang yang berbicara hal-hal yang jahat, untuk menarik para murid ke pihak mereka”; dan banyaklah yang akan menaruh hati untuk roh-roh penggoda itu. 197.1   

Mereka yang ingkar pada masa pencobaan itu akan menyebarkan kesaksian palsu dan mengkhianati saudara-saudara mereka demi mempertahankan keamanan mereka sendiri. Mereka akan mengatakan di mana tempat saudara-saudara mereka bersembunyi dengan menempatkan serigala-serigala di dalam perjalanan saudara-saudara mereka itu. Kristus telah mengingatkan kita akan hal ini agar kita tidak perlu terkejut akan perlakuan yang kejam dan yang tidak alamiah yang dilakukan oleh para sahabat dan kaum kerabat kita.  197.2        

Kita akan menemukan kenyataan bahwa kita harus melepaskan segala pegangan tangan kecuali pegangan tangan Yesus Kristus. Para sahabat akan terbukti tidak setia dan akan mengkhianati kita. Sementara kaum kerabat keluarga kita yang ditipu oleh musuh mengira bahwa mereka melakukan kebajikan bagi Allah jika menentang iman kita dan melakukan upaya-upaya yang sehebat-hebatnya untuk membawa kita ke tempat-tempat yang sukar dengan harapan agar kita menyangkal iman kita. Tetapi kita boleh mempercayakan tangan kita pada lengan Kristus meskipun di dalam kegelapan dan bahaya.   197.3

Para pengikut Kristus mesti menemukan ejekan-ejekan. Mereka akan dicaci-maki; kata-kata dan iman mereka akan disalahpahami. Kebekuan hubungan dan kehinaan mungkin lebih keras untuk ditanggung daripada mati sahid…. 197.4

Para orangtua akan bersikap kasar menentang anak-anak mereka yang menerima kebenaran yang tidak populer. Mereka yang secara sadar melayani Allah akan dituduh sebagai pemberontak. Harta milik yang telah diserahkan kepada anak-anak atau sanak famili lainnya yang percaya pada kebenaran masa kini akan diambil alih dan diserahkan kepada orang lain. Para pejabat akan merampok hak-hak anak-anak yatim piatu dan para janda. Mereka yang bertolak dari ajaran yang jahat akan membuat bagi diri mereka sendiri suatu rampasan melalui aturan-aturan yang ditetapkan untuk memaksakan suara hati nurani.  Orang-orang akan mengambil harta yang bukan hak milik mereka. Kata-kata rasul itu akan digenapi di masa depan: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita penganiayaan.” 197.5

 

 

Christ Triumphant

12 Februari

SELALU BERUSAHA UNTUK BERADA DI POSISI YANG MENGUNTUNGKAN

“Sebab kami senantiasa mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Yesus Kristus, Tuhan kita, di hadapan Allah dan Bapa kita.” 1 Tesalonika 1:3.

Dari petunjuk yang diberikan kepada kita dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Allah menghendaki kita untuk belajar bahwa kita tidak boleh menempatkan diri kita sendiri, dan mereka yang berhubungan dengan kita, dalam hubungan yang erat dengan [mereka] yang rusak dalam pikiran, perkataan, dan tindakan. Jika para pekerja dengan pengalaman terbatas ditempatkan dalam hubungan yang erat dengan golongan ini, ada bahaya bahwa mereka akan berubah menjadi serupa dengan gambar itu melalui pengamatan, sehingga standar kekudusan dan kebenaran akan diturunkan. Ada bahaya bahwa kerusakan akan berhenti tampak dalam kekejiannya kepada mereka yang mencoba untuk membawa perubahan, dan bahwa kebenaran akan menjadi tertukar dengan apa yang biasa dan rendah….

Perbedaan antara orang baik dan orang jahat tidak selalu disebabkan oleh kebaikan alamiah watak. Kebaikan adalah hasil dari kuasa ilahi yang mengubah sifat manusia. Dengan percaya kepada Kristus, umat yang telah jatuh yang telah ditebus-Nya dapat memperoleh iman yang bekerja melalui kasih dan memurnikan jiwa dari segala kekotoran. Maka sifat-sifat seperti Kristus akan tampak, karena dengan memandang Kristus orang-orang akan diubahkan menjadi serupa dengan gambar-Nya….

Orang-orang yang dipaksa oleh keadaan yang tidak dapat mereka kendalikan—untuk berada di tempat kejahatan, yang dalam dan nyata, ada di sekeliling mereka—dapat mengingat bahwa Allah dan para malaikat menyertai mereka. Satu-satunya keselamatan mereka adalah terus memandang kepada Yesus, Sang Pencipta dan Penyempurna iman mereka. Ayah, ibu, saudara laki-laki, dan saudara perempuan mereka mungkin berada di pihak musuh, tetapi mereka memiliki jaminan bahwa mereka dijaga oleh Tuhan. Mungkin mereka harus mengorbankan nyawa mereka untuk membela kebenaran, tetapi mereka akan diselamatkan ketika orang-orang jahat dihancurkan….

Ia [Henokh] tidak tinggal bersama orang-orang jahat. Ia tidak menetap di Sodom, berpikir untuk menyelamatkan Sodom. Ia menempatkan dirinya dan keluarganya di tempat yang suasananya semurni mungkin. Kemudian kadang-kadang ia pergi kepada penduduk dunia dengan pesan yang diberikan Allah kepadanya. Setiap kunjungan yang dilakukannya ke dunia ini menyakitkan baginya. Ia melihat dan memahami sesuatu tentang kusta dosa. Setelah memberitakan pesannya, ia selalu membawa kembali ke tempat peristirahatannya beberapa orang yang telah menerima peringatan. Beberapa dari mereka menjadi pemenang dan meninggal sebelum Air Bah datang. Namun beberapa telah hidup begitu lama dalam pengaruh dosa yang merusak sehingga mereka tidak dapat menanggung kebenaran. Mereka tidak mempertahankan kemurnian iman mereka, tetapi kembali ke kebiasaan dan praktik mereka sebelumnya.—Manuscript 42, 1900

Tanya Jawab buku 2:

 

SIAPAKAH YANG MELARIKAN DIRl

KE GUNUNG – GUNUNG ?

 

Pertanyaan No. 37 :

Jika umat Allah berada di dalam Kerajaan itu selama masa Seruan Keras, maka bagaimanakah mungkin mereka dimasukkan ke dalam penjara atau dihalau ke gunung-unung selama masa itu, seperti yang ditegaskan oleh Roh Nubuat akan hal mereka itu (“The Great Controversy”, p. 626) ?

 

Jawab :

Apabila dapat dimengerti bahwa mereka yang 144.000 itu hanyalah buah-buah pertama pelopor-pelopor atau pengawal terdepan dari suatu rombongan besar orang-orang dari buah-buah kedua, maka kesulitan yang dipertanyakan itu akan segera terpecahkan. Buah-buah pertama itu berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu, aman di atas Gunung Sion (di dalam Kerajaan itu). Dengan demikian orang-orang yang akan mencarikan perlindungan di gunung-gunung, dan orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam penjara itu, tak dapat tiada berasal dari antara buah-buah itu saja — yaitu mereka yang kalak menyambut pekabaran itu dalam masa Seruan Keras, namun mereka pada waktu itu belum berhasil mencapai Kerajaan itu. (Bacalah buku Traktat kami No. 12, Dunia Kemarin, Hari ini, Esok).

 

YESAYA 61 KABAR SELAMAT KEPADA SION

 

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,

61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.

61:4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.

61:5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu.

61:6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.

61:7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.

61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.

61:9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.

61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

61:11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

 

PERISTIWA HARI KE 10-14 BULAN KE 7 – PERSEDIAAN KITA AKAN DIJARAH, DAN ALASAN PENYEBABNYA

  1. Orang-orang di dunia sementara sedang menderita kelaparan.

 

Dalam hari pengadilan yang dahsyat itu Dia akan berkata, “Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu”. Apakah yang dimaksud dengan kamar di mana mereka bersembunyi itu? Ia itu adalah perlindungan Kristus dan para malaikat suci. Umat Allah pada masa yang demikian tidak berada pada satu tempat seluruhnya. Mereka berada di dalam rombongan-rombongan yang berbeda-beda di seluruh penjuru bumi. 270.1

Saya tampak orang-orang kudus meninggalkan kota-kota dan desa-desa, berkumpul bersama dalam rombongan-rombongan, dan tinggal di tempat-tempat yang sangat terpencil. Para malaikat menyediakan bagi mereka makanan dan minuman, sedangkan orang-orang jahat menderita kelaparan dan kehausan.  270.2

Pada malam itu sebuah pemandangan yang sangat mengesankan tampak di hadapan saya. Terlihat kekacauan besar dan konflik para tentaraSeorang pembawa pesan dari Tuhan berdiri di hadapanku dan berkata, “Panggillah seisi rumahmu. Aku akan menuntun kamu; ikutilah aku.” Dia menuntun aku melewati lorong yang gelap, melalui sebuah hutan, kemudian melewati celah-celah pegunungan dan berkata, “Di sini kamu aman.” Ada juga orang-orang lain yang telah dituntun ke tempat itu. Utusan surga itu berkata, “Masa kesusahan kini telah tiba seperti seorang pencuri di malam hari, hal ini sebagaimana yang telah Tuhan amarkan kepada kamu.”  270.3

Dalam masa kesusahan menjelang kedatangan Kristus, orang-orang benar akan dilindungi melalui pelayanan para malaikat surga; tetapi tidak akan ada keamanan bagi pelanggar hukum Allah. Malaikat-malaikat tidak dapat melindungi mereka yang meremehkan satu pun peraturan ilahi.  270.4

Dalam periode penutupan sejarah dunia Tuhan akan bekerja dengan penuh kuasa di dalam diri mereka yang berdiri teguh untuk kebenaran….. Di tengah-tengah masa kesusahan itu—yakni kesusahan yang belum pernah terjadi semenjak adanya suatu bangsa—umat pilihanNya akan berdiri teguh tidak tergoyahkan. Setan dengan semua penghuni kerajaan kejahatan akan menghancurkan orang-orang kudus yang paling lemah milik Allah. Malaikat-malaikat yang perkasa akan melindungi mereka dan di dalam diri mereka Yehova akan mengungkapkan diriNya sebagai “Allah dari segala allah”, mampu menyelamatkan dengan sepenuhnya orang-orang yang menaruh kepercayaan mereka kepadaNya.  270.5——–Maranatha 19 September hal 270

 

2. Kelepasan terjadi dalam masa perang, kelaparan dan wabah penyakit

 

Tuhan telah memperlihatkan khayal kepadaku, secara berulangkali, bahwa adalah bertentangan dengan Alkitab bila kita membuat persiapan apa saja untuk kebutuhan-kebutuhan sesaat pada masa kesusahan nanti. Aku tampak bahwa jika orang-orang kudus memiliki makanan yang mereka siapkan di tangan mereka, atau di kebun-kebun, pada masa kesusahan di mana pedang, kelaparan, dan wabah penyakit berjangkit di negeri itu, maka semua makanan itu akan dirampas dari mereka dan orang-orang asinglah yang akan memanen kebun-kebun mereka itu. Maka waktu itulah bagi kita untuk sepenuhnya bergantung kepada Allah, dan Ia akan mempertahankan kehidupan kita. Aku tampak bahwa roti dan air kita akan terjamin pada waktunya, dan kita takkan kekurangan atau menderita kelaparan. Tuhan telah memperlihatkan kepadaku bahwa sebagian anak-anakNya akan merasa panik ketika mengetahui harga-harga makanan mengalami kenaikan, dan mereka akan membeli makanan untuk persiapan masa kesusahan itu. Lalu ketika dibutuhkan, aku tampak mereka mengambil makanan itu, namun makanan itu dikerumuni banyak ulat dan makhluk-makhluk hidup sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.  181.1     

Rumah-rumah dan tanah tak akan berguna bagi orang-orang kudus pada masa kesusahan itu, sebab mereka akan harus melarikan diri sebelum pengepungan oleh orang-orang jahat, dan pada masa itu segala harta kepunyaan mereka tidak akan dapat lagi digunakan untuk memajukan pekabaran kebenaran sekarang……  181.2

Aku tampak bahwa jika orang-orang mempertahankan harta mereka dan  bukan menanyakan Tuhan apa kewajiban mereka dengan harta itu, maka Tuhan tidak akan memberitahukan kewajiban itu, dan mereka akan dibiarkan memelihara harta mereka, namun pada masa kesusahan itu akan terjadi bahwa segala harta tersebut akan menimpa mereka dan mereka akan berusaha memanfaatkan harta itu tetapi tidak bisa…… Akan tetapi jika mereka memiliki keinginan untuk diajar oleh Tuhan, maka Tuhan akan mengajar mereka, pada saatnya, kapan untuk menjual dan berapa banyak yang harus dijual…….. 181.3  

Di akhir konflik besar dari pertentangan dengan Setan semua orang yang setia kepada Allah akan melihat segala yang dibangun kekuatan dunia ini dipatahkan. Oleh karena mereka menolak melanggar hukum Allah untuk taat pada kuasa dunia, maka mereka akan dilarang  membeli dan menjual. Akhirnya akan diundangkan bahwa mereka harus dihukum mati….. Tetapi kepada orang-orang yang patuh ini telah diberikan janji, ”dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.”  Yesaya 33:16. Oleh janji ini, anak-anak Allah akan tetap hidup.  181.4——Maranatha 22 Juni hal 181

 

Setiap perkara di dunia ini berada dalam keadaan yang belum stabil. Bangsa-bangsa marah dan persiapan-persiapan besar untuk perang sedang dibuat. Bangsa bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Hari Allah yang besar itu sedang bergegas dengan hebatnya. Namun walaupun bangsa-bangsa sedang mengumpulkan kekuatan mereka untuk perang dan pertumpahan darah, perintah kepada para malaikat itu masih dipegang, yakni mereka menahan keempat angin hingga hamba-hamba Allah dimeteraikan pada dahi mereka.  243.1

Keempat angin itu masih ditahan hingga hamba-hamba Allah dimeteraikan pada dahi mereka. Kemudian kuasa-kuasa di bumi akan menyusun kekuatan mereka untuk peperangan besar yang terakhir. Betapa cermatnya kita harus menggunakan waktu sedikit yang tersisa sebagai pintu kasihan bagi kita.  243.2

Pikiran-pikiran yang sudah menyerah untuk kehilangan pandangan perlu diubah… Pandangan-pandangan harus dipusatkan kepada Allah. Sekaranglah waktunya untuk menaruh usaha yang bersungguh-sungguh mengalahkan kecenderungan-kecenderungan keinginan daging. 243.3

Sebelum kita memasuki hal itu, kita semua akan menerima meterai dari Allah yang hidup. Lalu saya melihat keempat malaikat itu melepaskan keempat angin. Dan saya pun melihat kelaparan, penyakit dan pedang, bangsa bangkit melawan bangsa, dan seluruh dunia berada dalam kekacauan.  243.4

…………….

Tuhan tidak akan mengampuni mereka yang mengetahui kebenaran jika mereka tidak mematuhi perintah-perintahNya dalam perkataan dan perbuatan.  243.6——Maranatha  23 Agustus hal 243

 

Saya diberi penglihatan tentang para penduduk bumi yang berada dalam kekacauan besar.  Perang, pertumpahan darah, penderitaan, kekurangan, kelaparan, dan wabah penyakit merebak di mana-mana. Ketika perkara-perkara ini menimpa umat Allah, mereka mulai bersama-sama menekan dan menyisihkan kesukaran-kesukaran kecil mereka. Kepentingan diri tidak lagi mengendalikan mereka; kerendahan hati yang mendalam datang sebagai gantinya. Penderitaan, kebingungan, dan kekurangan telah menyebabkan orang yang bernafsu dan tidak rasional menjadi insyaf dan bertindak dengan penilaian dan kebijaksanaan.  259.2

Perhatian saya kemudian beralih dari pemandangan itu. Tampaknya ada sesuatu masa yang singkat akan perdamaian. Sekali lagi para penduduk bumi ditampilkan di hadapan saya; dan kembali segala perkara berada dalam kekacauan besar. Pertengkaran, perang, dan pertumpahan darah, dengan kelaparan dan wabah penyakit merebak di mana-mana. Bangsa-bangsa lain terlibat dalam perang dan kekacauan ini. Perang mengakibatkan kelaparan. Kekurangan dan pertumpahan darah menimbulkan penyakit. Dan kemudian hati manusia menggagalkan mereka demi rasa takut, “dan demi menantikan perkara-perkara yang segera datang ke bumi.” 259.3

Malaikat-malaikat kini menahan angin-angin pertengkaran itu, sampai seluruh dunia diamarkan malapetakanya yang akan datang; tetapi sebuah badai sedang bergumul, siap sedia untuk dihembuskan ke bumi, dan ketika Allah menyuruh malaikat-malaikatNya melepaskan angin-angin itu, maka akan terjadi sebuah pemandangan pertengkaran yang tak dapat dilukiskan dengan pena ….. 259.4—–Maranatha 8 September hal 259

 

Para pengikut Kristus mesti menemukan ejekan-ejekan. Mereka akan dicaci-maki; kata-kata dan iman mereka akan disalahpahami. Kebekuan hubungan dan kehinaan mungkin lebih keras untuk ditanggung daripada mati sahid…. 197.4

Para orangtua akan bersikap kasar menentang anak-anak mereka yang menerima kebenaran yang tidak populer. Mereka yang secara sadar melayani Allah akan dituduh sebagai pemberontak. Harta milik yang telah diserahkan kepada anak-anak atau sanak famili lainnya yang percaya pada kebenaran masa kini akan diambil alih dan diserahkan kepada orang lain. Para pejabat akan merampok hak-hak anak-anak yatim piatu dan para janda. Mereka yang bertolak dari ajaran yang jahat akan membuat bagi diri mereka sendiri suatu rampasan melalui aturan-aturan yang ditetapkan untuk memaksakan suara hati nurani.  Orang-orang akan mengambil harta yang bukan hak milik mereka. Kata-kata rasul itu akan digenapi di masa depan: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita penganiayaan.” 197.5———Maranatha 26 Juni hal 185

 

Symbolic Code buku 2 jld 11 no. 12 “Kerajaan sorga diumpamakan dengan sepuluh anak dara”:

Yehezkiel 36:29, 30:

“Aku juga akan menyelamatkan kamu daripada semua kecemaranmu; dan Aku akan menumbuhkan gandum, dan akan meningkatkannya, dan tidak akan mendatangkan kelaparan atasmu. Maka Aku akan melipat gandakan buah pohon, dan hasil ladang, sehingga tidak akan lagi kamu dicela karena kelaparan di antara orang-orang kapir.”

Jika tanah nenek moyang kita itu yang di dalam pasal ini berarti sorga, maka tidak akan terdapat orang-orang kapir disana untuk tidak lagi menyaksikan kecelaan karena kelaparan, sehingga dengan demikian bagian akhir dari ayat 30 itu menjadi tak berguna dan tidak berarti apa-apa.

 

Catatan:

Hal dalam bacaan Symbolic Code di atas tentunya dapat kita pahami berkaitan dengan penjelasan Ellen G. White pada Maranatha 22 Juni hal 181 khususnya paragraf yang pertama. Adalah bertentangan dengan Alkitab dengan masih mempersiapkan segala kebutuhan termasuk makanan, berarti hal ini mereka calon-calon 144000 masih mengandalkan kekuatannya sendiri, oleh karena itulah Tuhan akan membiarkan orang-orang asing merampas dan akan mengambil hasil kebun mereka, sehingga dengan demikian barulah calon-calon 144000 dipaksa untuk SEPENUHNYA BERGANTUNG KEPADA TUHAN.

Hal ini tentunya terjadi dalam pra kesusahan Yakub, yaitu hari ke 10 sampai ke 14 bulan ke 7, yaitu saat masih dalam pemilihan dan penentuan domba-domba yang akan disembelih sesuai Keluaran 12:3, 5.

Akibat dari perampasan persediaan makan mereka, tentunya mereka akan sesaat merasakan kelaparan dan hal ini disaksikan dan dicela oleh orang-orang asing tersebut, namun hal ini tidaklah akan berlangsung lama, karena telah dijanjikan makanan dan minuman mereka akan tersedia, sebagaimana pengalaman janda Sarfat ketika persediaan makannya harus berbagi dengan Elia, ia dan anaknya tidak tahu lagi esok akan makan apa, akan tetapi janji dari perkataan Elia dengan segera tergenapi. Sebagaimana dalam setiap janji Tuhan ada syarat yang harus terlebih dahulu dipenuhi, maka sama dengan pengalaman janda Sarfat mereka calon 144000 pun juga harus sepenuhnya yakin dan percaya, bukan bersungut-sungut seperti bangsa Israel saat di perjalanan keluar dari Mesir, berikut pengalaman keyakinan dan percaya dicontohkan oleh janda Sarfat:

Tidak ada ujian yang lebih besar daripada tuntutan ini. Sampai saat ini janda itu telah melayani semua orang asing dengan keramahan dan kedermawanan. Kini tanpa menghiraukan penderitaan yang mungkin membawa akibat buruk bagi dia dan anaknya, dan percaya kepada Allah Israel yang akan menyediakan setiap keperluan, ia menghadapi ujian kedermawanan yang luar biasa ini oleh mengerjakan “seperti yang dikatakan Elia.” —-PR 74.1

Ajaiblah kedermawanan perempuan Punikia ini, yang ditunjukkannya kepada nabi Allah, dan sungguh ajaiblah imannya yang memperoleh pahala, dengan limpahnya. “Maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makanan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurangan seperti Firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia. —-PR 74.2

Demikian pula hari ke 10 sampai dengan ke 14 ini kita akan mengalami ujian yang sama beratnya dengan janda Sarfat, karena kita pada dasarnya sama dengannya yaitu secara realistis punya kekawatiran apa yang akan kami makan dan apa yang akan kami minum bila tidak ada sama sekali persediaan, dari sini berarti tidak dipungkiri ketakutan seperti ini masih terbawa sampai dihari-hari pra kesusahan Yakub, walaupun dalam 40 hari pendidikan telah kesemuanya dipelajari. Melalui dirampasnya persediaan yang telah dipersiapkan, akhirnya kita semua akan sama dipaksa harus menjadikan Tuhan satu-satunya tempat kita bergantung, iman yang sama dengan janda Sarfat harus kita tunjukkan, demikian pula pengalaman Yunus yang akhirnya karena dilempar dari kapal oleh orang-orang ke lautan, ia juga dipaksa harus mengandalkan Tuhan satu-satunya tempat bergantung, berikut tulisan pengalaman Yunus tersebut:

Pada akhirnya Yunus mengetahui bahwa “keselamatan adalah dari Tuhan.” Mazmur 3:8. Dengan penyesalan dan pengakuan terhadap anugerah Allah yang menyelamatkan, datanglah kelepasan. Yunus dilepaskan dari kebinasaan yang sangat dalam dan telah didamparkan ke atas daratan yang kering.—– PR 155.5

Pengalaman-pengalaman contoh inilah ujian pra kesusahan Yakub. Kemudian karena hari-hari ini tidak berada dalam 7 hari pesta Tabernakel yang baru dimulai pada hari ke 15, berarti masa ini benar-benar masa pemilihan dan penentuan bagi kita.

Setelah hari ke 14, yaitu hari ke 15 barulah calon 144000 tersebut sudah dapat teridentifikasi setelah menang melewati perjuangan hari ke 10-14, walaupun mereka tetap tidak mengetahui bahwa mereka telah dimeterai, namun mereka telah benar-benar matang keserupaannya dengan Yesus, disini janji tidak akan ada yang mati barulah tergenapi.

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart